Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Fisika · Bab 31Lanjut

    Fungsi gelombang dan persamaan Schrödinger: peluang dan normalisasi, nilai harap, partikel dalam kotak, osilator harmonik kuantum, efek terowongan, dan penerapannya pada memori flash dan mikroskop terowongan

    Papan kendali mesin cuci-peras di laundry hotel gagal menyimpan setelan baru setelah sistem gedung terus menulis ulang parameternya, dan teknisi bertanya apa yang dapat aus pada chip tanpa bagian bergerak. Jawabannya ada pada efek terowongan, salah satu akibat cara mekanika kuantum menggambarkan partikel. Bab ini menjelaskan menurut OpenStax fungsi gelombang dan tafsir peluang Born, normalisasi dan nilai harap, persamaan Schrödinger bergantung waktu dan tidak bergantung waktu, partikel dalam kotak, osilator harmonik kuantum dan energi titik nol, serta peluang transmisi melalui penghalang. Penerapannya mencakup peluruhan alfa, emisi medan, mikroskop terowongan payar, dioda terowongan, dan memori flash, dengan sembilan contoh kerja berangka dan enam latihan berkunci.

    22 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Papan kendali mesin cuci-peras di laundry sebuah hotel menyimpan program cuci, penghitung siklus, dan riwayat kode galat di memori flash. Beberapa bulan setelah sistem pengelolaan gedung disambungkan dan mulai menulis ulang parameter suhu setiap beberapa menit, satu papan kendali menolak menyimpan setelan baru dan kembali ke program bawaan. Manual pabrik menyebut bahwa memori itu hanya tahan sejumlah siklus tulis-hapus dan meminta penulisan parameter dibatasi. Teknisi heran: apa yang dapat aus pada chip tanpa bagian bergerak? Memori flash menulis dan menghapus data dengan mendorong elektron menembus lapisan isolator tipis, sesuatu yang mustahil menurut fisika klasik, dan setiap lintasan seperti itu sedikit demi sedikit merusak isolatornya (pengetahuan umum).

    Penembusan itu, efek terowongan, adalah akibat cara mekanika kuantum menggambarkan partikel: dengan fungsi gelombang yang memberi peluang, bukan lintasan pasti. Bab ini membangun alat dasarnya dan menghitung akibatnya dengan angka.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas fungsi gelombang, normalisasi, nilai harap, persamaan Schrödinger, partikel dalam kotak, osilator harmonik kuantum, efek terowongan, dan penerapannya, dengan sumber utama OpenStax University Physics Volume 3 subbab 7.1 dan 7.3 sampai 7.6 beserta lampiran konstantanya. Rumus dikutip dari OpenStax tanpa turunan panjang, lalu dipakai dengan angka.

    Foton dan hipotesis Planck dibahas di Bab 29 tentang cahaya sebagai partikel, gelombang de Broglie dan prinsip ketidakpastian di Bab 30 tentang gelombang materi, atom hidrogen dan laser di Bab 32 tentang atom kuantum, peluruhan alfa sebagai radiasi pengion di Bab 33 tentang fisika nuklir, dan qubit di Bab 34 tentang teknologi kuantum. Arti filosofis keruntuhan fungsi gelombang dibahas di Bab 35 tentang tafsir mekanika kuantum. Aturan dasar peluang ada di Bab 10 · Data & Pengukuran tentang peluang untuk teknisi, getaran klasik di Bab 13 tentang getaran harmonik, dan dioda di Bab 26 tentang semikonduktor.

    Fungsi gelombang dan tafsir peluang Born

    Fungsi gelombang (wave function) adalah fungsi matematis yang menyatakan keadaan kuantum sebuah partikel atau sistem kuantum. Untuk gerak pada satu garis, fungsi gelombang ditulis Ψ(x,t)\Psi(x,t). OpenStax menjelaskan maknanya dengan interferensi celah ganda memakai cahaya sangat lemah: tumbukan foton muncul satu per satu sebagai titik di layar dan lama-kelamaan membentuk pola terang-gelap. Peluang foton mengenai suatu tempat sebanding dengan kuadrat medan listrik di sana, dan pola yang sama terbentuk untuk elektron.

    Kerapatan peluang (probability density) adalah peluang menemukan partikel per satuan panjang di sekitar suatu posisi pada waktu tertentu. Tafsir Born (Born interpretation) adalah tafsir yang menyatakan bahwa kuadrat besar fungsi gelombang partikel memberi kerapatan peluang menemukan partikel. Peluang dalam selang sempit dan dalam selang lebar:

    P(x,x+dx)=∣Ψ(x,t)∣2 dxP(x1≤x≤x2)=∫x1x2∣Ψ(x,t)∣2 dxP(x, x + dx) = |\Psi(x,t)|^2\,dx \qquad P(x_1 \le x \le x_2) = \int_{x_1}^{x_2} |\Psi(x,t)|^2\,dx

    Integral itu sama dengan luas di bawah kurva ∣Ψ∣2|\Psi|^2. Bila Ψ\Psi hampir tetap di sepanjang Δx\Delta x, peluangnya kira-kira ∣Ψ∣2Δx|\Psi|^2\Delta x. Pengkuadratan menjamin peluang positif. Pada satu dimensi, ∣Ψ∣2|\Psi|^2 bersatuan per meter dan Ψ\Psi per akar meter.

    Fungsi gelombang umumnya kompleks, memuat i=−1i = \sqrt{-1}, padahal hasil ukur selalu real. Karena itu ∣Ψ∣2=Ψ∗Ψ|\Psi|^2 = \Psi^*\Psi, dengan konjugat Ψ∗\Psi^* yang diperoleh dengan mengganti setiap ii menjadi −i-i; hasil kalinya selalu real. Fungsi gelombang sendiri tidak sesuai dengan besaran terukur; OpenStax menyebutnya alat untuk meramalkan nilai besaran fisis.

    Ketika partikel dideteksi, partikel ditemukan di satu tempat dengan peluang sesuai ∣Ψ∣2|\Psi|^2. OpenStax menyebut proses ini keruntuhan fungsi gelombang dan menyebut jawaban ini tafsir Kopenhagen, pandangan yang paling umum diajarkan; tafsir lain dibahas di Bab 35 tentang tafsir mekanika kuantum.

    Normalisasi dan nilai harap

    Syarat normalisasi (normalization condition) adalah syarat bahwa kerapatan peluang yang diintegralkan atas seluruh ruang fisis menghasilkan angka satu. Untuk satu dimensi:

    ∫−∞∞∣Ψ(x,t)∣2 dx=1\int_{-\infty}^{\infty} |\Psi(x,t)|^2\,dx = 1

    Fungsi gelombang harus dinormalisasi sebelum dipakai meramalkan apa pun. OpenStax memberi contoh bola di dalam tabung sepanjang LL yang berpeluang sama ditemukan di mana saja: Ψ=C\Psi = C, normalisasi memberi C=1/LC = 1/\sqrt{L}, dan peluang di separuh kiri 0,50. Bila bola lebih sering di tengah, Ψ=2/Lcos⁡(πx/L)\Psi = \sqrt{2/L}\cos(\pi x/L) dengan pusat koordinat di tengah tabung, dan peluang di seperempat terakhir hanya 0,091. Kesalahan yang umum adalah lupa mengkuadratkan fungsi gelombang sebelum mengintegralkannya.

    Nilai harap (expectation value) adalah nilai rata-rata suatu besaran fisis untuk sejumlah besar partikel yang memiliki fungsi gelombang yang sama. Untuk posisi:

    ⟨x⟩=∫−∞∞Ψ∗(x,t) x Ψ(x,t) dx\langle x \rangle = \int_{-\infty}^{\infty} \Psi^*(x,t)\,x\,\Psi(x,t)\,dx

    Besaran lain memakai operator yang diapit Ψ∗\Psi^* dan Ψ\Psi: operator momentum −iℏ d/dx-i\hbar\,d/dx dan operator energi kinetik −(ℏ2/2m) d2/dx2-(\hbar^2/2m)\,d^2/dx^2, dengan ℏ=h/2π\hbar = h/2\pi. Integral fungsi ganjil atas seluruh ruang bernilai nol, sehingga simetri sering memudahkan hitungan. Untuk partikel di antara 0 dan LL dengan ψ=2/Lsin⁡(πx/L)\psi = \sqrt{2/L}\sin(\pi x/L), OpenStax memperoleh ⟨x⟩=L/2\langle x \rangle = L/2, ⟨p⟩=0\langle p \rangle = 0, dan ⟨K⟩=h2/(8mL2)\langle K \rangle = h^2/(8mL^2): partikel berpeluang sama bergerak ke kanan atau ke kiri, tetapi tidak diam.

    Persamaan Schrödinger

    OpenStax membangun persamaan gelombang partikel dari hubungan energi-momentum nonrelativistik, E=p2/2m+UE = p^2/2m + U. Hasilnya persamaan Schrödinger bergantung waktu:

    −ℏ22m∂2Ψ(x,t)∂x2+U(x,t) Ψ(x,t)=iℏ ∂Ψ(x,t)∂t-\frac{\hbar^2}{2m}\frac{\partial^2 \Psi(x,t)}{\partial x^2} + U(x,t)\,\Psi(x,t) = i\hbar\,\frac{\partial \Psi(x,t)}{\partial t}

    dengan mm massa partikel dan UU energi potensial. Persamaan ini berperan seperti hukum kedua Newton: setelah energi potensial diketahui, persamaan diselesaikan untuk fungsi gelombang yang memberi tahu di mana partikel mungkin berada. Penyelesaiannya sering memerlukan komputer. Untuk persamaan yang tidak dapat dipecahkan secara aljabar, misalnya mencari lebar penghalang dari rumus transmisi eksak, cara bagi dua di Bab 12 · Satuan & Matematika tentang metode numerik lapangan dapat dipakai.

    Untuk partikel bebas, Ψ=Aei(kx−ωt)\Psi = Ae^{i(kx - \omega t)} adalah penyelesaian yang sah, sedangkan sinus atau kosinus real tidak. OpenStax menyimpulkan bahwa bilangan imajiner itu menghapus anggapan bahwa fungsi gelombang dapat dilihat atau disentuh. Bila energi potensial tidak bergantung waktu, Ψ(x,t)=ψ(x) e−iEt/ℏ\Psi(x,t) = \psi(x)\,e^{-iEt/\hbar}, dengan EE energi total, dan bagian ruangnya memenuhi persamaan Schrödinger tidak bergantung waktu:

    −ℏ22md2ψ(x)dx2+U(x) ψ(x)=E ψ(x)-\frac{\hbar^2}{2m}\frac{d^2\psi(x)}{dx^2} + U(x)\,\psi(x) = E\,\psi(x)

    Keadaan stasioner (stationary state) adalah keadaan yang fungsi kerapatan peluangnya tidak berubah terhadap waktu. Partikel dalam keadaan stasioner tidak diam; yang tetap adalah ramalan peluangnya. Penyelesaian ψ(x)\psi(x) harus kontinu, turunan pertamanya kontinu kecuali di tempat energi potensial tak berhingga, dan tidak membesar tanpa batas di x=±∞x = \pm\infty agar dapat dinormalisasi.

    Partikel dalam kotak

    Partikel bermassa mm terkurung di antara dinding keras pada x=0x = 0 dan x=Lx = L, dengan energi potensial nol di dalam dan tak berhingga di luar; OpenStax menyebutnya sumur persegi tak berhingga. Syarat batas ψ(0)=ψ(L)=0\psi(0) = \psi(L) = 0 hanya dipenuhi gelombang berdiri dengan kL=nπkL = n\pi, sehingga:

    En=n2π2ℏ22mL2ψn(x)=2L sin⁡nπxLn=1,2,3,…E_n = \frac{n^2\pi^2\hbar^2}{2mL^2} \qquad \psi_n(x) = \sqrt{\frac{2}{L}}\,\sin\frac{n\pi x}{L} \qquad n = 1, 2, 3, \ldots

    Nilai n=0n = 0 dibuang karena fungsi gelombangnya nol di mana-mana. Energi keadaan dasar (ground state energy) adalah energi terendah dalam spektrum energi sebuah sistem. Untuk kotak, E1E_1 tidak nol, sehingga partikel terkurung tidak mungkin diam. Tingkat lain bernilai En=n2E1E_n = n^2E_1, dan selisih dua tingkat berdekatan (2n+1)E1(2n + 1)E_1 makin lebar untuk nn besar. Kuantisasi ini akibat syarat batas; partikel bebas punya energi malar.

    Ukuran kotak dan massa menentukan besarnya energi. Nilai elektron 0,20 nm dan proton 10 fm adalah jawaban soal dan contoh OpenStax, dan kereta adalah contoh OpenStax di Contoh 4.

    SistemMassaLebar kotakE1E_1
    Elektron, kira-kira ukuran atom9,11×10−319{,}11 \times 10^{-31} kg0,20 nm9,4 eV
    Elektron dalam struktur nano (angka latihan)9,11×10−319{,}11 \times 10^{-31} kg1,00 nm0,376 eV
    Proton, model inti sederhana1,67×10−271{,}67 \times 10^{-27} kg10 fm2,05 MeV
    Kereta di rel udara0,40 kg2,0 m3,4×10−683{,}4 \times 10^{-68} J

    Pada keadaan dasar, partikel paling mungkin ditemukan di tengah kotak; pada n=2n = 2, kerapatan di tengah tepat nol. Untuk nn sangat besar, kerapatan berayun sangat cepat sehingga peluang di setiap selang praktis sama, seperti partikel klasik. Prinsip korespondensi (correspondence principle) adalah prinsip bahwa ramalan mekanika kuantum harus sama dengan ramalan mekanika klasik untuk sistem makroskopis atau bilangan kuantum yang sangat besar. Menurut OpenStax, Niels Bohr menyatakannya pada 1920. OpenStax menyebut penerapan model kotak pada optoelektronika dan partikel nano yang terperangkap di antara penghalang potensial tinggi.

    Osilator harmonik kuantum

    Osilator klasik, misalnya massa pada pegas di Bab 13 tentang getaran harmonik, bergetar dengan ω=k/m\omega = \sqrt{k/m}, berenergi malar dengan nilai terendah nol, dan paling lama berada di dekat titik balik. Model kuantumnya memakai U(x)=12mω2x2U(x) = \tfrac{1}{2}m\omega^2x^2, dan OpenStax mengutip hasilnya tanpa penurunan:

    En=(n+12)ℏωn=0,1,2,3,…E_n = \left(n + \tfrac{1}{2}\right)\hbar\omega \qquad n = 0, 1, 2, 3, \ldots

    Tingkatnya berjarak sama, ΔE=ℏω=hf\Delta E = \hbar\omega = hf, sehingga osilator hanya menyerap atau memancarkan energi dalam kelipatan hfhf, sesuai hipotesis Planck di Bab 29 tentang cahaya sebagai partikel.

    OpenStax mencatat tiga perbedaan dari osilator klasik. Pertama, energi keadaan dasarnya E0=ℏω/2E_0 = \hbar\omega/2. Energi titik nol (zero-point energy) adalah energi terendah yang tetap dimiliki sistem kuantum yang terkurung, bahkan pada keadaan dasarnya. Partikel yang diam di dasar sumur akan punya posisi dan momentum yang sama-sama pasti, sesuatu yang dilarang prinsip ketidakpastian di Bab 30 tentang gelombang materi. Kedua, partikel dapat ditemukan di luar titik balik klasik, dengan peluang sekitar 16 persen pada keadaan dasar. Ketiga, pada keadaan dasar partikel paling mungkin ditemukan di tengah sumur, tempat yang justru paling jarang ditempati osilator klasik. Untuk nn tinggi, sebarannya mendekati sebaran klasik.

    Model ini dipakai untuk getaran molekul. Pada HCl, atom klor 35 kali lebih berat daripada hidrogen, sehingga hidrogen dapat dianggap bergetar terhadap klor yang diam; garis terendah spektrum getarannya berada pada 8,88×10138{,}88 \times 10^{13} Hz di daerah inframerah (Contoh 5). Rentang inframerah dibahas di Bab 21 tentang radiasi elektromagnetik.

    Efek terowongan

    OpenStax memulai dengan bola berenergi kinetik 100 J yang menuju bukit. Bila energi potensial di puncak 10 J, bola selalu lewat; bila 200 J, bola selalu kembali. Dalam mekanika kuantum, fungsi gelombang bola terdefinisi di seluruh ruang, sehingga selalu ada peluang bola ditemukan di balik bukit, dan peluang itu cukup besar bila paket gelombangnya lebih lebar daripada penghalang.

    Efek terowongan kuantum (quantum tunneling) adalah gejala ketika partikel menembus penghalang energi potensial yang lebih tinggi daripada energi total partikel. Untuk penghalang persegi setinggi U0U_0 dan selebar LL, fungsi gelombang berayun di luar penghalang dan meluruh secara eksponensial di dalamnya, dengan:

    β=2m(U0−E)ℏ\beta = \frac{\sqrt{2m(U_0 - E)}}{\hbar}

    Peluang transmisi (transmission probability) adalah peluang sebuah partikel dalam berkas yang datang untuk menerobos penghalang potensial. Peluang ini sama dengan nisbah kuadrat amplitudo gelombang yang diteruskan terhadap gelombang datang. OpenStax memberi rumus eksak dan pendekatan untuk penghalang yang lebar dan tinggi:

    T=1cosh⁡2βL+(γ/2)2sinh⁡2βLT≈16 EU0(1−EU0)e−2βLT = \frac{1}{\cosh^2\beta L + (\gamma/2)^2\sinh^2\beta L} \qquad T \approx 16\,\frac{E}{U_0}\left(1 - \frac{E}{U_0}\right)e^{-2\beta L}

    dengan γ=β/k−k/β\gamma = \beta/k - k/\beta dan k=2mE/ℏk = \sqrt{2mE}/\hbar. Untuk elektron, OpenStax memakai 2m/ℏ2=26,2542m/\hbar^2 = 26{,}254 per eV per nm², sehingga β\beta dalam per nanometer sama dengan 26,254 (U0−E)\sqrt{26{,}254\,(U_0 - E)} dengan U0−EU_0 - E dalam eV.

    Tebal penghalang berada di eksponen, sehingga penambahan tebal yang kecil menurunkan peluang secara drastis. Tinggi penghalang di atas energi partikel dan massa partikel masuk lewat β\beta, sebanding dengan akar keduanya. Menurut OpenStax, peluang terowongan lebih dipengaruhi lebar penghalang daripada energi partikel, dan tinggi serta lebar penghalang dapat diatur untuk merancang divais nano (Contoh 7 dan 9). Penembusan penghalang pertama kali dianalisis Friedrich Hund pada 1927, George Gamow memakainya untuk menjelaskan peluruhan alfa setahun kemudian, dan dioda terowongan ditemukan pada 1957.

    Penerapan efek terowongan

    Peluruhan alfa. Partikel alfa terkurung di dalam inti oleh potensial nuklir, tetapi dinding kurungannya tidak tebal tak berhingga. Energi partikel alfa dari berbagai isotop hanya sekitar 4 sampai 9 MeV, sedangkan waktu paruhnya dari 160 µs untuk polonium-214 sampai 4,5 miliar tahun untuk uranium. Energi yang lebih tinggi berarti penghalang yang lebih sempit, dan karena kebergantungannya eksponensial, sedikit tambahan energi memperpendek waktu paruh secara tidak sebanding. Radiasi alfa dibahas di Bab 33 tentang fisika nuklir.

    Emisi medan. Medan listrik kuat yang tegak lurus permukaan penghantar dapat melepaskan elektron melalui terowongan. Lebar penghalang L=ϕ/(eEg)L = \phi/(eE_g), yaitu fungsi kerja ϕ\phi dibagi muatan elektron dan kuat medan EgE_g, sehingga medan yang lebih kuat memperbesar arus terowongan secara eksponensial. Medan listrik dibahas di Bab 18 tentang medan dan potensial listrik.

    Mikroskop terowongan. Mikroskop terowongan payar (scanning tunneling microscope, STM) adalah alat yang memakai efek terowongan di permukaan logam untuk membuat citra struktur berskala nano. Menurut OpenStax, alat ini ditemukan Gerd Binnig dan Heinrich Rohrer pada 1981. Ujung jarum wolfram, platina-iridium, atau emas dijaga piezoelektrik sekitar 0,4 sampai 0,7 nm di atas permukaan, dan arus terowongan dicatat di setiap posisi. Resolusinya sekitar 0,001 nm, kira-kira 1 persen diameter atom (Contoh 8).

    Dioda terowongan. Elektron menembus satu penghalang pada sambungan dua semikonduktor yang berbeda; arus berubah tidak linear dan dapat turun ketika tegangan dinaikkan, berbeda dari hukum Ohm, dan perilaku cepat ini berguna untuk divais berkecepatan tinggi. Dioda terowongan resonan memakai titik kuantum galium arsenida di dalam aluminium arsenida, dan arus hanya mengalir ketika energi elektron di luar sama dengan satu tingkat energi di dalam titik kuantum; OpenStax menyebutnya sakelar nano yang sangat cepat. Sambungan p-n biasa dibahas di Bab 26 tentang semikonduktor.

    Memori flash. OpenStax tidak membahas memori flash, sehingga uraian ini pengetahuan umum. Setiap sel menyimpan bit sebagai muatan pada gerbang mengambang yang dikelilingi oksida tipis. Untuk menulis atau menghapus, rangkaian memberi medan kuat sehingga elektron menembus oksida, mirip emisi medan; tanpa medan itu, peluang terowongan sangat kecil dan muatan bertahan lama. Setiap siklus merusak oksida sedikit, sehingga jumlah siklusnya terbatas dan dicantumkan di lembar data pabrik.

    Contoh kerja

    Contoh 1: peluang di seperempat kiri kotak. Untuk keadaan dasar kotak selebar LL, ∫0L/4(2/L)sin⁡2(πx/L) dx=1/4−1/(2π)=0,091\int_0^{L/4}(2/L)\sin^2(\pi x/L)\,dx = 1/4 - 1/(2\pi) = 0{,}091, sesuai jawaban OpenStax. Partikel klasik berpeluang 25 persen di daerah yang sama. Peluang di daerah tengah, L/4L/4 sampai 3L/43L/4, adalah 1−2×0,091=0,8181 - 2 \times 0{,}091 = 0{,}818.

    Contoh 2: tetapan normalisasi dan selang sempit. Kotak 1,0 nm (angka latihan): A=2/(1,0×10−9)=4,47×104A = \sqrt{2/(1{,}0 \times 10^{-9})} = 4{,}47 \times 10^{4} per akar meter. Di tengah kotak ∣ψ∣2=2/L=2,0×109|\psi|^2 = 2/L = 2{,}0 \times 10^{9} per meter, sehingga peluang dalam selang 0,010 nm adalah 2,0×109×1,0×10−11=0,0202{,}0 \times 10^{9} \times 1{,}0 \times 10^{-11} = 0{,}020. Contoh konjugat OpenStax: (3+4i)(3−4i)=9−16i2=25(3 + 4i)(3 - 4i) = 9 - 16i^2 = 25.

    Contoh 3: elektron dalam kotak nanometer. Kotak 1,00 nm (angka latihan), me=9,109×10−31m_e = 9{,}109 \times 10^{-31} kg dan ℏ=1,055×10−34\hbar = 1{,}055 \times 10^{-34} J·s dari lampiran OpenStax: E1=π2ℏ2/(2mL2)=6,02×10−20E_1 = \pi^2\hbar^2/(2mL^2) = 6{,}02 \times 10^{-20} J =0,376= 0{,}376 eV, E2=1,50E_2 = 1{,}50 eV, E3=3,38E_3 = 3{,}38 eV. Transisi n=2n = 2 ke n=1n = 1 melepaskan 3E1=1,133E_1 = 1{,}13 eV, foton 1240/1,13≈1.1001240/1{,}13 \approx 1.100 nm. Kotak 0,50 nm memberi E1=1,50E_1 = 1{,}50 eV, empat kali lebih besar.

    Contoh 4: kereta di rel udara. Contoh OpenStax: kereta 0,40 kg bergerak 0,50 m/s di antara penahan berjarak 2,0 m. K=12(0,40)(0,50)2=0,050K = \tfrac{1}{2}(0{,}40)(0{,}50)^2 = 0{,}050 J dan E1=π2(1,05×10−34)2/(2×0,40×2,02)=3,4×10−68E_1 = \pi^2(1{,}05 \times 10^{-34})^2/(2 \times 0{,}40 \times 2{,}0^2) = 3{,}4 \times 10^{-68} J, sehingga n=K/E1=1,2×1033n = \sqrt{K/E_1} = 1{,}2 \times 10^{33}. Selisih relatif dua tingkat berdekatan, (2n+1)/n2=1,7×10−33(2n + 1)/n^2 = 1{,}7 \times 10^{-33}, tak terukur alat apa pun.

    Contoh 5: getaran HCl. Dari f=8,88×1013f = 8{,}88 \times 10^{13} Hz, OpenStax memperoleh ΔE=hf=0,368\Delta E = hf = 0{,}368 eV dan k=m(2πf)2=520k = m(2\pi f)^2 = 520 N/m dengan m=1,67×10−27m = 1{,}67 \times 10^{-27} kg. Energi titik nolnya 0,184 eV dan foton transisinya c/f=3,38c/f = 3{,}38 µm. Energi termal 300 K, kBT=0,02585k_BT = 0{,}02585 eV dari lampiran OpenStax, hanya sekitar 1/141/14 dari ΔE\Delta E; penalaran editorial: tumbukan termal suhu ruang jarang mengangkat getaran ke tingkat berikutnya.

    Contoh 6: pegas makro. Soal OpenStax: 0,250 kg pada pegas 110 N/m. ω=110/0,250=21,0\omega = \sqrt{110/0{,}250} = 21{,}0 rad/s, E0=ℏω/2=1,11×10−33E_0 = \hbar\omega/2 = 1{,}11 \times 10^{-33} J =6,9×10−15= 6{,}9 \times 10^{-15} eV, dan jarak tingkat 2,21×10−332{,}21 \times 10^{-33} J. Pada amplitudo 1 mm (angka latihan), energinya 12(110)(10−3)2=5,5×10−5\tfrac{1}{2}(110)(10^{-3})^2 = 5{,}5 \times 10^{-5} J, setara n≈2,5×1028n \approx 2{,}5 \times 10^{28}; efek kuantum tidak penting.

    Contoh 7: oksida di antara dua kawat nano tembaga. Data contoh OpenStax: penghalang 10,0 eV dan elektron 7,00 eV, sehingga β=26,254×3,00=8,875\beta = \sqrt{26{,}254 \times 3{,}00} = 8{,}875 per nm dan prafaktor 16(0,7)(0,3)=3,3616(0{,}7)(0{,}3) = 3{,}36. Hitungan ulang penyusun:

    Energi elektronTebal oksida2βL2\beta LTT
    7,00 eV0,50 nm8,8754,7×10−44{,}7 \times 10^{-4}
    7,00 eV1,00 nm17,756,6×10−86{,}6 \times 10^{-8}
    7,00 eV5,00 nm88,759,6×10−399{,}6 \times 10^{-39}
    9,00 eV1,00 nm10,255,1×10−55{,}1 \times 10^{-5}

    Menipiskan oksida dari 1,00 menjadi 0,50 nm menaikkan peluang sekitar 7.150 kali, dan rumus eksak memberi 6,6×10−86{,}6 \times 10^{-8} juga untuk 1,00 nm. Beberapa angka antara di contoh OpenStax tidak konsisten sehingga tabel memakai hitungan ulang, tetapi kesimpulannya sama: lebar penghalang paling menentukan.

    Contoh 8: kepekaan STM. Soal tantangan OpenStax: arus sebanding e−2βLe^{-2\beta L} dengan β=10,0\beta = 10{,}0 per nm. Nisbah arus pada 0,500 nm terhadap 0,515 nm adalah e2×10,0×0,015=e0,30=1,35e^{2 \times 10{,}0 \times 0{,}015} = e^{0{,}30} = 1{,}35. Beda tinggi 0,001 nm mengubah arus e0,02−1=2,02e^{0{,}02} - 1 = 2{,}02 persen, masih terukur elektronik alat.

    Contoh 9: elektron dan proton pada penghalang yang sama. Soal OpenStax: partikel 1,00 eV pada penghalang 10,00 eV. Untuk elektron β=26,254×9,00=15,37\beta = \sqrt{26{,}254 \times 9{,}00} = 15{,}37 per nm; proton 1.836 kali lebih berat, sehingga β=15,37×42,85=659\beta = 15{,}37 \times 42{,}85 = 659 per nm. Untuk penghalang 0,10 nm (angka latihan), Te≈1,44 e−3,07=0,066T_e \approx 1{,}44\,e^{-3{,}07} = 0{,}066 dan Tp≈1,44 e−131,7≈8,8×10−58T_p \approx 1{,}44\,e^{-131{,}7} \approx 8{,}8 \times 10^{-58}. Untuk peluang yang sama, penghalang proton harus hanya me/mp=2,3\sqrt{m_e/m_p} = 2{,}3 persen lebar penghalang elektron, sesuai jawaban OpenStax.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada pihak berwenang bila:

    1. Pengendali menampilkan galat memori, parameter berubah sendiri, atau kembali ke setelan bawaan pada mesin dengan fungsi keselamatan atau higiene, misalnya autoklaf, mesin cuci desinfeksi termal, ketel, atau pemanas. Hentikan pemakaian, catat gejala, dan laporkan ke pabrik; siklus sterilisasi tidak dijalankan sebelum parameter diverifikasi, sesuai Bab 22 · Biologi & Mikrobiologi tentang sterilisasi dan pembuktiannya.
    2. Pemrograman ulang perangkat lunak tertanam, penggantian chip memori, atau pemindahan data antarpapan diminta tanpa berkas, alat, dan prosedur pabrik.
    3. Papan kendali akan dibuka ketika masih bertegangan; isolasi listrik sesuai Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya dan kondisi berhenti.
    4. Sistem gedung akan diatur menulis parameter ke pengendali mesin secara otomatis tanpa persetujuan pabrik tentang frekuensi penulisan.
    5. Model kuantum sederhana di bab ini akan dipakai menilai tebal isolasi kabel, jarak aman tegangan, atau umur memori; keputusan itu diambil dari lembar data, standar, dan manual pabrik.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Tebak dulu di mana kelirunya, lalu buka penjelasannya.

    Anggapan keliru

    Fungsi gelombang adalah gelombang benda yang dapat diukur langsung.

    Mengapa keliru?

    Fungsi gelombang adalah alat hitung yang umumnya kompleks; yang diramalkan adalah peluang lewat ∣Ψ∣2|\Psi|^2.

    Anggapan keliru

    Nilai ∣ψ∣2|\psi|^2 di satu titik adalah peluang di titik itu.

    Mengapa keliru?

    Nilai itu kerapatan per meter; peluang diperoleh setelah dikalikan lebar selang atau diintegralkan.

    Anggapan keliru

    Partikel pada keadaan dasar sedang diam.

    Mengapa keliru?

    Kotak dan osilator kuantum punya energi keadaan dasar yang tidak nol; momentum rata-rata nol tidak berarti energi kinetik nol.

    Anggapan keliru

    Efek terowongan melanggar kekekalan energi.

    Mengapa keliru?

    Energi partikel sesudah menembus sama dengan sebelumnya; yang baru adalah peluang ditemukan di daerah yang terlarang secara klasik.

    Anggapan keliru

    Efek terowongan menjelaskan bocornya isolasi kabel.

    Mengapa keliru?

    Peluangnya turun eksponensial terhadap tebal dan praktis nol untuk isolasi setebal milimeter. Penalaran editorial: kebocoran di lapangan berasal dari kelembapan, kotoran, panas, atau kerusakan bahan.

    Anggapan keliru

    Mekanika kuantum tidak berlaku untuk benda besar.

    Mengapa keliru?

    Mekanika kuantum berlaku untuk semua sistem, tetapi untuk benda makro bilangan kuantumnya sangat besar sehingga mekanika klasik memberi hasil yang sama.

    Hubungan dengan bab lain

    Hipotesis Planck di Bab 29 tentang cahaya sebagai partikel muncul kembali pada osilator, dan prinsip ketidakpastian di Bab 30 tentang gelombang materi menjelaskan energi titik nol. Bab 32 tentang atom kuantum memakai persamaan Schrödinger untuk hidrogen, Bab 33 tentang fisika nuklir membahas radiasi alfa, Bab 34 tentang teknologi kuantum membahas qubit, dan Bab 35 tentang tafsir mekanika kuantum membahas arti pengukuran.

    Latihan dan pembahasan

    Coba jawab dulu, lalu buka pembahasannya.

    1. Elektron di dalam kotak punya energi keadaan dasar 2,5 eV. Berapa lebar kotaknya?

      Lihat pembahasan

      Dari E1=h2/(8mL2)E_1 = h^2/(8mL^2), L=h/8mE1=3,9×10−10L = h/\sqrt{8mE_1} = 3{,}9 \times 10^{-10} m, sekitar 0,39 nm. OpenStax memberi 0,38 nm; selisihnya berasal dari pembulatan konstanta.

    2. Partikel di kotak selebar LL berada pada keadaan n=2n = 2. Berapa peluang menemukannya dalam selang sangat sempit tepat di tengah, dan berapa peluangnya di separuh kiri kotak?

      Lihat pembahasan

      Fungsi sin⁡2(2πx/L)\sin^2(2\pi x/L) nol di x=L/2x = L/2, sehingga peluang dalam selang sangat sempit di tengah mendekati nol. Kerapatan ∣ψ2∣2|\psi_2|^2 simetris terhadap tengah kotak, sehingga peluang di separuh kiri tepat 0,5.

    3. Mungkinkah pengukuran energi osilator harmonik kuantum menghasilkan 0,75 ℏω0{,}75\,\hbar\omega?

      Lihat pembahasan

      Tidak mungkin, karena (n+12)ℏω=0,75 ℏω(n + \tfrac{1}{2})\hbar\omega = 0{,}75\,\hbar\omega memberi n=0,25n = 0{,}25, padahal nn harus bilangan bulat. Energi yang dapat terukur hanya 0,50{,}5, 1,51{,}5, 2,5 ℏω2{,}5\,\hbar\omega, dan seterusnya.

    4. Frekuensi getaran molekul HI 6,69×10136{,}69 \times 10^{13} Hz. Berapa jarak tingkat energinya dan tetapan gaya ikatannya bila massa yang bergetar 1,67×10−271{,}67 \times 10^{-27} kg?

      Lihat pembahasan

      ΔE=hf=6,626×10−34×6,69×1013/1,602×10−19=0,277\Delta E = hf = 6{,}626 \times 10^{-34} \times 6{,}69 \times 10^{13}/1{,}602 \times 10^{-19} = 0{,}277 eV. Tetapan gayanya k=m(2πf)2=295k = m(2\pi f)^2 = 295 N/m, sama dengan jawaban OpenStax.

    5. Elektron 5,0 eV menuju penghalang 7,0 eV selebar 0,60 nm. Berapa peluang transmisinya, dan mana yang lebih menurunkannya: menggandakan lebar atau menurunkan energi elektron menjadi separuh?

      Lihat pembahasan

      β=26,254×2,0=7,25\beta = \sqrt{26{,}254 \times 2{,}0} = 7{,}25 per nm dan T≈16(5/7)(2/7)e−2×7,25×0,60=5,5×10−4T \approx 16(5/7)(2/7)e^{-2 \times 7{,}25 \times 0{,}60} = 5{,}5 \times 10^{-4}, sesuai OpenStax. Lebar 1,20 nm memberi 9,1×10−89{,}1 \times 10^{-8}, sedangkan energi 2,5 eV memberi 8,0×10−68{,}0 \times 10^{-6}, sehingga menggandakan lebar lebih menurunkan peluang karena lebar berada di eksponen.

    6. Butir pasir 1,0 mg berenergi kinetik 1,0 J menuju penghalang 1,000001 J selebar 2.500 nm. Mengapa butir pasir tidak pernah terlihat menembus penghalang seperti itu?

      Lihat pembahasan

      Untuk butir pasir, β=2×1,0×10−6×1,0×10−6/1,055×10−34=1,34×1028\beta = \sqrt{2 \times 1{,}0 \times 10^{-6} \times 1{,}0 \times 10^{-6}}/1{,}055 \times 10^{-34} = 1{,}34 \times 10^{28} per meter dan 2βL=6,7×10222\beta L = 6{,}7 \times 10^{22}. Peluangnya sekitar e−6,7×1022e^{-6{,}7 \times 10^{22}}, sehingga berapa pun banyaknya butir yang dijatuhkan dalam praktik, tidak satu pun diharapkan lewat.

    Referensi

    Sumber luar

    • OpenStax: University Physics Volume 3openstax.org

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Elektron di dalam kotak punya energi keadaan dasar 2,5 eV. Berapa lebar kotaknya?

    2

    Partikel di kotak selebar LL berada pada keadaan n=2n = 2. Berapa peluang menemukannya dalam selang sangat sempit tepat di tengah, dan berapa peluangnya di separuh kiri kotak?

    3

    Mungkinkah pengukuran energi osilator harmonik kuantum menghasilkan 0,75 ℏω0{,}75\,\hbar\omega?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat