By Kurnia · Published October 22, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 19 min read
Termostat dan pengaman suhu pada ketel dan setrika: keping bimetal, sakelar uap ketel, pemutus termal sekali pakai dan yang dapat direset, siklus nyala-mati dan daya rata-rata
Operator laundry sebuah hotel menganggap termostat setrikanya rusak karena lampunya menyala-mati, sementara ketel di pantry terus mendidih bila tutupnya tidak rapat dan mati total setelah dinyalakan kosong, lalu supervisor meminta pengamannya dijembatani. Bab ini menjelaskan keping bimetal dari pemuaian termal, termostat setrika dan suhu tapak menurut label perawatan kain, sakelar uap ketel dari kalor laten penguapan, serta pengaman kering dan pemutus termal yang kembali sendiri, dikembalikan tangan, dan sekali pakai. Bab juga menghitung daur kerja, daya rata-rata, dan energi alat yang bersiklus, lalu membaca gejala tanpa membuka alat. Enam contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Di ruang setrika laundry sebuah hotel, operator melaporkan setrika tangan listrik yang "termostatnya rusak": lampu indikatornya menyala dan padam bergantian, dan menyala jauh lebih lama ketika ia menyetrika handuk yang masih lembap. Pada minggu yang sama, ketel listrik di pantry karyawan tidak mati sendiri setelah mendidih bila tutupnya tidak terkunci rapat, sehingga staf mematikannya dengan tangan. Suatu sore ketel itu dinyalakan kosong, mati beberapa detik kemudian, dan tidak mau menyala lagi. Supervisor meminta teknisi menyambung langsung pengamannya supaya ketel dapat dipakai sampai ketel baru datang. Bab ini menjelaskan keping logam kecil yang membaca suhu di kedua alat, arti setiap gejala, dan alasan permintaan itu ditolak.
Batas pembahasan
Bab ini membahas pengendali dan pengaman suhu pada ketel listrik dan setrika tangan. Kata "ketel" di bab ini berarti ketel listrik pemanas air minum, bukan ketel uap.
Istilah termostat, pembatas suhu, dan pemutus termal serta kendali pemanas dengan sakelar proses ada di Bab 58, termostat dan pembatas suhu mesin pencuci piring di Bab 4 · Dishwashing, pengaman panas lebih pemanas pengering di Bab 26 · Laundry, pemanas setrika gulung di Bab 30 · Laundry, termistor di Bab 26 · Fisika tentang semikonduktor, dan pemuaian termal serta kalor laten di Bab 11 · Fisika. Beban listrik, pelat nama, dan biaya energi alat pemanas kecil ada di Bab 97. Bab ini tidak mengajarkan pembongkaran alat atau penggantian pengaman termal; pekerjaan itu mengikuti manual pabrik dan dikerjakan orang berkompeten.
Keping bimetal: beda pemuaian yang menjadi gerak
Pemuaian panjang benda padat:
dengan pertambahan panjang (m), koefisien muai panjang (per °C), panjang awal (m), dan kenaikan suhu (°C). Koefisien muai panjang kuningan , tembaga , besi atau baja , dan invar, paduan nikel dan besi, hanya per °C.
Keping bimetal (bimetallic strip) adalah dua lapis logam dengan koefisien muai berbeda yang direkatkan menjadi satu keping sehingga melengkung ketika suhunya berubah. Keping yang lurus pada suhu awal melengkung pada suhu lebih tinggi karena satu logam memuai lebih banyak daripada pasangannya, sehingga logam yang memuai lebih banyak berada di sisi luar lengkungan; pada suhu lebih rendah keping melengkung ke arah sebaliknya. Keping itu dapat menggerakkan jarum termometer atau membuka dan menutup sakelar pada suhu tertentu, seperti pada termostat analog. Dari sisi kontak, ketika suhu yang diinginkan tercapai, kontak membuka karena keping bimetal melengkung.
Lengkungan memperbesar gerak. Untuk dua lapis setebal sama dengan modulus elastisitas yang dianggap sama, kelengkungan keping mengikuti rumus Timoshenko yang disederhanakan:
dengan kelengkungan (per m), dan koefisien muai kedua logam (per °C), kenaikan suhu (°C), tebal total keping (m), lendutan ujung keping yang dijepit di satu ujung (m), dan panjang bebasnya (m). Selisih pemuaian lurus kedua logam hanya beberapa perseratus milimeter, tetapi lendutan ujungnya sekitar satu milimeter, cukup untuk memisahkan kontak.
Keping yang melengkung perlahan membuka kontak perlahan dan dapat menimbulkan busur kecil. Bab 58 tentang sakelar proses menjelaskan mekanisme lompat (snap action): kontak berpindah sekaligus pada titik kerja dan kembali pada titik kembali yang lebih rendah, dengan diferensial di antara keduanya. Pada banyak alat rumah tangga, lompatan itu diperoleh dari cakram bimetal cekung yang tiba-tiba membalik bentuknya.
Termostat setrika dan suhu tapak menurut label kain
Tapak setrika (soleplate) adalah pelat logam bawah setrika yang menyentuh kain dan menerima panas dari elemen. Termostat setrika (iron thermostat) adalah sakelar suhu di dalam setrika yang menyambung dan memutus elemen supaya suhu tapak berayun di sekitar nilai yang dipilih dengan kenop. Pada setrika bertermostat bimetal, kenop menggeser kedudukan kontak terhadap keping, sehingga keping harus melengkung lebih jauh, berarti lebih panas, sebelum kontak membuka. Lampu indikator biasanya menyala selama elemen dialiri arus, sehingga lampu yang menyala-mati menunjukkan termostat yang bekerja. Setrika berpapan elektronik memakai termistor NTC yang dibaca papan kendali, seperti dijelaskan Bab 26 · Fisika tentang termistor.
Termostat membaca suhu kepingnya, bukan suhu permukaan kain. Keping dipanaskan tapak lewat konduksi, yang lajunya sebanding dengan luas dan beda suhu dan berbanding terbalik dengan tebal lintasan. Akibatnya suhu tapak masih naik sesaat setelah kontak membuka dan turun di bawah titik hidup sebelum kontak menutup, sehingga ayunannya lebih lebar daripada diferensial keping, seperti keterlambatan kantong termostat tangki di Bab 58 tentang sakelar proses.
Setelan kenop dikaitkan dengan label perawatan kain. Pada simbol perawatan tekstil ISO 3758, titik pada simbol setrika menyatakan suhu tapak maksimum: satu titik 110 °C, dua titik 150 °C, dan tiga titik 200 °C; angka ini belum dicocokkan dengan teks standarnya. Basis data standar mencantumkan edisi ISO 3758:2023; apakah nilai titik berubah pada edisi itu belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 22 Oktober 2026. Angka label adalah batas atas bagi kain: setrika yang tapaknya melewati batas itu pada setelan yang sesuai dapat merusak serat walaupun termostatnya bekerja.
Prosedur pemeriksaan berikut tidak membuka setrika. Setrika diletakkan di atas alas tahan panas sampai lampunya menyala-mati beberapa kali, lalu suhu tapak diukur dengan termokopel kontak atau termometer permukaan yang terkalibrasi, tepat ketika lampu padam (mendekati suhu tertinggi) dan ketika lampu menyala lagi (mendekati suhu terendah). Kalibrasi dan ketidakpastian alat ukurnya mengikuti Bab 1 · Data & Pengukuran tentang kalibrasi dan ketidakpastian. Setrika yang terlalu panas pada setelan yang benar tidak disetel ulang dengan membuka rumahnya, tetapi ditandai dan diserahkan ke pusat servis pabrik (Contoh 5).
Sakelar uap ketel: uap sebagai sinyal mendidih
Sakelar uap (steam switch) adalah sakelar ketel listrik yang memutus elemen ketika uap dari air yang mendidih memanaskan keping bimetalnya. Pada banyak ketel, uap dialirkan lewat saluran kecil dari ruang air ke cakram bimetal di dekat pegangan; cakram membalik dan mendorong tuas yang membuka kontak, dan tuas tetap di posisi mati sampai ditekan lagi oleh pemakai. Susunan rincinya mengikuti manual pabrik.
Selama mendidih, suhu air tetap 100 °C pada tekanan 1 atm sampai seluruh air menjadi uap, sementara air menyerap kalor penguapan 2.256 kJ/kg. Kalor itu dilepaskan lagi ketika uap mengembun pada benda yang lebih dingin. Uap yang mengembun di cakram memberi 2.256 J per gram, sedangkan udara panas yang turun 10 °C hanya memberi sekitar 10 J per gram, dengan kalor jenis udara pada tekanan tetap 1.015 J/(kg·°C). Karena itu cakram bereaksi cepat ketika aliran uap datang dan hampir tidak bereaksi pada udara hangat sebelum air mendidih.
Ada dua akibat praktis. Pertama, uap harus sampai ke cakram: tutup yang tidak terkunci rapat atau saluran uap yang tersumbat kerak membuat uap keluar lewat jalan lain, sehingga ketel terus mendidih (Contoh 1). Kedua, titik didih bergantung pada tekanan. Titik didih lebih rendah pada tekanan lebih rendah, dan Bab 11 · Fisika tentang pemuaian termal dan perubahan fase mencatat bahwa di dataran tinggi air mendidih di bawah 100 °C. Bila suhu uap setempat mendekati suhu kerja cakram, ketel di hotel dataran tinggi dapat mendidih lebih lama sebelum mati, dan suhu kerja cakram dibaca dari manual pabrik, bukan ditebak.
Pengaman kering dan pemutus termal
Ketel yang dinyalakan kosong tidak menghasilkan uap, sehingga sakelar uap tidak pernah bekerja. Tanpa air, kalor elemen hanya menaikkan suhu pelat dasar yang kapasitas kalornya kecil, dan suhunya naik puluhan kali lebih cepat daripada ketika pelat menempel pada air (Contoh 2). Pengaman kering (dry-boil protector) adalah pemutus termal pada pelat elemen ketel yang memutus elemen bila ketel menyala tanpa cukup air. Pengaman ini biasanya keping bimetal kedua, sering ditambah sekering termal sebagai lapis terakhir; setrika memakai termostat untuk kendali dan pemutus termal bila termostat gagal. Susunan tiap model mengikuti manual pabrik. Kerak tebal di pelat menghambat konduksi ke air, sehingga pengaman kering dapat bekerja sebelum air mendidih.
Bab 58 tentang sakelar proses memakai istilah IEC 60730-1 dan IEC 60335-1 untuk membedakan termostat, pembatas suhu, dan pemutus termal, serta pemutus termal yang kembali sendiri, yang dikembalikan tangan, dan yang sekali pakai. Sekering termal (thermal link) diatur standar tersendiri, IEC 60691. Tabel berikut memetakan istilah itu ke ketel dan setrika.
| Perangkat | Bekerja pada | Kembali | Contoh pada alat |
|---|---|---|---|
| Termostat | operasi normal, bersiklus | otomatis | termostat tapak setrika |
| Sakelar uap | akhir pendidihan | tuas ditekan pemakai | ketel listrik |
| Pemutus termal kembali sendiri | keadaan tak normal | otomatis setelah dingin | sebagian pengaman kering |
| Pemutus termal kembali manual | keadaan tak normal | tombol atau tuas sengaja | sebagian pengaman kering |
| Sekering termal | keadaan tak normal, suhu batas | tidak, harus diganti | lapis terakhir di ketel dan setrika |
Sekering termal (thermal link) adalah pemutus termal sekali pakai yang putus permanen ketika suhunya melewati batas pengenalnya. Sekering arus adalah kawat bertitik lebur rendah yang memanas karena arus dan putus pada arus pengenalnya, sedangkan sekering termal bereaksi pada suhu tempat ia dipasang walaupun arusnya normal. Elemen yang menyala tanpa air menarik arus biasa, sehingga hanya pengaman suhu yang dapat memutusnya.
Bab 58 tentang sakelar proses menjelaskan bahwa pembatas yang kembali sendiri dapat membuat pemanas bersiklus pada batas pengaman tanpa ada yang tahu, sedangkan reset manual memaksa orang melihat gangguannya. Ketel kosong di kasus pembuka mati karena pengaman keringnya bekerja dan tidak menyala lagi, sehingga sekering termalnya mungkin putus atau pengamannya jenis manual. Menjembatani pengaman, atau menggantinya dengan kawat atau sekering arus, menghilangkan satu-satunya pemutus untuk keadaan tanpa air. Bab 30 · Laundry tentang pemanas dan kendali setrika gulung mencatat pola yang sama pada setrika gulung: sekering termal yang putus berarti sebabnya diperiksa teknisi berkualifikasi, dan alat pengaman tidak boleh dinonaktifkan.
Siklus nyala-mati dan daya rata-rata
Daur kerja (duty cycle) adalah perbandingan lama elemen menyala terhadap lama satu siklus nyala-mati. Bila elemen menarik daya pengenalnya selama menyala:
dengan daur kerja (tanpa satuan), dan lama lampu menyala dan padam (s), daya rata-rata (W), daya pelat nama (W), energi (J atau kWh), dan lama pemakaian (s atau jam). Rumus ini menerapkan pada daya yang bergantian antara penuh dan nol; kurva daya yang tidak sederhana dihitung dengan luas di bawah kurva seperti di Bab 11 · Satuan & Matematika tentang luas di bawah kurva.
Dalam keadaan tunak, daya rata-rata sama dengan laju kehilangan panas tapak, sesuai kekekalan energi. Kehilangan itu berupa konduksi dan penguapan air dari kain, konveksi ke udara, dan radiasi. Laju bersih radiasi yang diterima benda adalah ; dengan tanda dibalik, laju yang dipancarkan keluar oleh tapak adalah:
dengan W/(m²·K⁴), emisivitas (tanpa satuan), luas permukaan (m²), suhu tapak dan suhu ruang (K). Benda putih, bening, atau berwarna perak adalah pemancar buruk, sehingga tapak logam mengilap hanya membuang beberapa watt lewat radiasi. Saat menyetrika kain lembap, sebagian besar daya dapat terpakai untuk menguapkan air (Contoh 4). Karena itu lampu menyala lebih lama pada handuk lembap: kebutuhan panasnya naik, dan termostat menjawabnya dengan daur kerja yang lebih besar.
Ketel tidak bersiklus karena sakelar uap memutus sekali, sedangkan setrika dan penanak nasi pada mode hangat bersiklus; penanak nasi dibahas di Bab 99. Diferensial yang sempit menambah jumlah siklus per jam dan keausan kontak; Bab 58 tentang sakelar proses memberi rumus periode siklus terpendek dari diferensial, kapasitas kalor, dan daya pemanas.
Membaca gejala tanpa membuka alat
Tabel berikut disusun dari bagian sebelumnya dan dari pemeriksaan alat yang dicabut di Bab 97 tentang alat pemanas listrik.
| Gejala | Arti yang mungkin | Tindakan dalam batas teknisi gedung |
|---|---|---|
| Lampu setrika menyala-mati | termostat bekerja | ukur suhu tapak bila hasil setrikaan diragukan |
| Lampu menyala lebih lama pada kain lembap | daur kerja naik karena penguapan | tidak perlu tindakan |
| Lampu menyala terus, tapak terlalu panas, kain menguning | kontak termostat lengket atau termostat gagal | hentikan, serahkan ke servis pabrik |
| Setrika tidak panas, lampu padam | elemen atau sekering termal putus, atau suplai | periksa kotak kontak dan kabel; ohmmeter pada steker setrika yang dicabut |
| Ketel terus mendidih | tutup tidak rapat, saluran uap berkerak, cakram rusak | periksa tutup, bersihkan kerak menurut manual; bila tetap, hentikan |
| Ketel mati sebelum mendidih | air di bawah tanda minimum atau kerak tebal di pelat | isi air sesuai tanda; bila berulang, hentikan |
| Ketel tidak menyala setelah dinyalakan kosong | sekering termal putus atau pengaman jenis manual | servis pabrik; jangan menjembatani |
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Data bahan sama dengan di bagian konsep.
Contoh 1: ketel yang tidak mati sendiri. Ketel 2.000 W dengan efisiensi 0,85 memanaskan 1,0 kg air dari 27 °C. Daya efektifnya 1.700 W dan waktu sampai mendidih s. Bila uap tidak sampai ke cakram, air menguap dengan laju kg/s, yaitu 0,754 g/s atau sekitar 45 g per menit. Satu liter habis dalam sekitar 22 menit, dan sesudah itu hanya pengaman kering yang memutus elemen.
Contoh 2: ketel dinyalakan kosong. Pelat dasar baja 0,25 kg mempunyai kapasitas kalor J/°C. Dengan 2.000 W tanpa air, suhunya naik °C per detik, sehingga kenaikan 150 °C hanya perlu sekitar 8,5 s. Dengan 1,0 kg air di atasnya, kapasitas kalornya J/°C dan lajunya 0,465 °C per detik, sekitar 38 kali lebih lambat. Pengaman kering harus menempel pada pelat dan bereaksi dalam hitungan detik.
Contoh 3: daur kerja dan daya rata-rata. Lampu setrika 1.000 W menyala 12 s dan padam 28 s. , W, dan energi satu jam 0,3 kWh, bukan 1 kWh. Siklus 40 s berarti 90 siklus per jam, angka yang menentukan keausan kontak termostat.
Contoh 4: ke mana daya rata-rata pergi. Tapak seluas 0,02 m² dengan emisivitas 0,1 pada 150 °C (423,15 K) di ruang 30 °C (303,15 K) memancarkan W. Bila setrika menguapkan 0,1 g air per detik dari kain, penguapan itu memerlukan J/s. Dari 300 W pada Contoh 3, sekitar 71 W tersisa untuk konduksi ke kain dan alas serta konveksi ke udara. Pada suhu di bawah 100 °C kalor penguapan sedikit lebih besar, misalnya 2.430 kJ/kg pada 37 °C.
Contoh 5: memeriksa termostat setrika menurut label kain. Pada setelan dua titik, termokopel kontak terkalibrasi membaca 168 °C saat lampu padam dan 142 °C saat lampu menyala lagi. Ayunannya 26 K dengan nilai tengah 155 °C, dan suhu tertingginya melewati batas dua titik, 150 °C, sebesar 18 K. Termostat bekerja, tetapi setrika itu terlalu panas untuk kain berlabel dua titik. Setrika ditandai dan diserahkan ke servis pabrik; sekrup setelnya tidak diputar dengan membuka rumahnya.
Contoh 6: energi setrika laundry sebulan. Dua setrika 1,2 kW dipakai 6 jam per hari selama 26 hari dengan daur kerja rata-rata 0,35: kWh, dan pada Rp1.500 per kWh biayanya Rp196.560. Perhitungan dengan daya pelat nama memberi 374,4 kWh (Rp561.600), hampir tiga kali terlalu besar. Tarif nyata diambil dari tarif resmi PLN, seperti dijelaskan Bab 97 tentang biaya energi.
Kondisi berhenti
Hentikan pemakaian alat dan serahkan ke pusat servis pabrik atau orang berkompeten bila:
- Pengaman kering atau pemutus termal bekerja lebih dari sekali, atau alat tidak menyala lagi setelah pengamannya bekerja.
- Tercium bau terbakar, keluar asap, plastik meleleh, tapak atau badan berubah warna, kain menguning, atau terdengar desis dari dalam alat.
- Ketel tidak mati setelah mendidih walaupun tutup terkunci rapat dan saluran uapnya bersih.
- Lampu setrika menyala terus, tapak melewati batas label pada setelan yang sesuai (Contoh 5), atau kenop tidak dapat mematikan elemen.
- Ada permintaan menjembatani, melepas, atau mengganti pemutus termal dengan kawat, sekering arus, atau komponen yang tidak sesuai manual. Permintaan itu ditolak dan dicatat.
- Air masuk ke rumah alat di luar jalurnya, misalnya bocor ke dasar ketel atau ke bagian listrik setrika uap.
- Pemeriksaan memerlukan membuka rumah alat atau menyentuh bagian bertegangan. Teknisi gedung berhenti pada pemeriksaan luar dan ohmmeter pada alat yang dicabut, sesuai Bab 97 tentang batas perbaikan dan Bab 76 tentang kerja aman.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Lampu setrika yang menyala-mati berarti termostatnya rusak.
Why is it wrong?
Lampu menyala-mati justru tanda termostat bekerja; termostat rusak biasanya membuat lampu menyala terus atau padam terus.
Common misconception
Termostat, sakelar uap, dan pemutus termal adalah alat yang sama.
Why is it wrong?
Termostat bekerja bersiklus pada operasi normal, sakelar uap memutus sekali di akhir pendidihan, dan pemutus termal bekerja pada keadaan tak normal.
Common misconception
Pemutus termal yang putus boleh dijembatani sampai alat baru datang.
Why is it wrong?
Pemutus termal adalah pelindung terakhir saat termostat gagal atau air habis; tanpa pemutus itu, elemen dapat memanaskan pelat sampai alat terbakar.
Common misconception
Keping bimetal melengkung ke arah logam yang memuai lebih banyak.
Why is it wrong?
Logam yang memuai lebih banyak berada di sisi luar lengkungan, sehingga keping melengkung ke arah logam yang memuai lebih sedikit.
Common misconception
Daya rata-rata setrika sama dengan daya pelat nama.
Why is it wrong?
Daya rata-rata sama dengan daur kerja dikali daya pelat nama, sering jauh lebih kecil (Contoh 3 dan Contoh 6).
Common misconception
Ketel yang mati sendiri tidak memerlukan pengaman kering.
Why is it wrong?
Sakelar uap memerlukan uap; ketel kosong tidak menghasilkan uap, sehingga hanya pengaman kering yang dapat memutusnya (Contoh 2).
Hubungan dengan bab lain
Bab 58 tentang sakelar proses memberi istilah termostat, pembatas suhu, dan pemutus termal serta diferensial dan periode siklus. Bab 4 · Dishwashing membahas termostat dan pembatas suhu mesin pencuci piring, Bab 26 · Laundry membahas pengaman panas lebih pengering, Bab 30 · Laundry membahas termostat pengaman dan sekering termal setrika gulung, Bab 26 · Fisika membahas termistor, dan Bab 11 · Fisika membahas pemuaian dan kalor laten. Bab 97 membahas alat yang sama sebagai beban listrik.
Latihan dan pembahasan
Tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya. Angka di soal disusun untuk latihan.
Try to answer first, then open the worked solution.
Keping kuningan dan baja setebal total 0,5 mm dan sepanjang bebas 30 mm dipanaskan 60 °C. Berapa kelengkungan dan lendutan ujungnya, dan mengapa pasangan kuningan dan invar lebih peka?
See the worked solution
per m, dan mm. Selisih koefisien kuningan dan invar 2,6 kali lebih besar daripada kuningan dan baja, sehingga pada ukuran yang sama lendutannya juga 2,6 kali lebih besar.
Lampu setrika 1.200 W menyala 15 s dan padam 45 s. Berapa daur kerja, daya rata-rata, dan energi untuk 4 jam pemakaian?
See the worked solution
dan W. Energi 4 jam kWh, seperempat dari perhitungan dengan daya pelat nama.
Sakelar uap ketel 1.500 W berefisiensi 0,9 gagal ketika air tersisa 0,3 L. Berapa lama sampai air habis?
See the worked solution
Daya efektif W, sehingga laju penguapan g/s. Air 300 g habis dalam s, sekitar 8,4 menit, dan sesudahnya hanya pengaman kering yang memutus elemen.
Mengapa sekering termal yang putus tidak boleh diganti dengan sekering arus atau kawat?
See the worked solution
Sekering arus hanya putus bila arus melebihi nilai pengenalnya, padahal elemen yang kepanasan karena air habis atau termostat gagal tetap menarik arus normal. Sekering termal bereaksi pada suhu, sehingga penggantinya harus sejenis dan sesuai manual, dipasang oleh orang berkompeten.
Mengapa ketel di hotel dataran tinggi dapat mendidih lebih lama sebelum mati?
See the worked solution
Titik didih turun pada tekanan udara yang lebih rendah, sehingga suhu uap setempat bisa mendekati suhu kerja cakram sakelar uap. Cakram memerlukan aliran uap lebih lama untuk membalik; bila ketel tidak mati sama sekali, alat dihentikan.
Saat menyetrika handuk lembap, setrika 1.000 W menguapkan 0,08 g air per detik. Berapa tambahan daya yang diperlukan, dan berapa kenaikan daur kerjanya?
See the worked solution
Tambahan daya J/s, yaitu sekitar 180 W. Pada setrika 1.000 W, daur kerja naik sekitar , sehingga lampu menyala lebih lama tanpa ada yang rusak.
Referensi
External sources
- OpenStax: University Physics Volume 2openstax.org
- ISO 3758:2023scc-ccn.ca
- IEC 60730-2-9:2026 (Ed. 5.0), pratinjau resmi berisi lingkup dan definisicdn.standards.iteh.ai
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 30, 2026 | 2 | Revised to the chapter standard |
| October 22, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Termostat dan pengaman suhu pada ketel dan setrika: keping bimetal, sakelar uap ketel, pemutus termal sekali pakai dan yang dapat direset, siklus nyala-mati dan daya rata-rata. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/termostat-dan-pengaman-suhu-pada-ketel-dan-setrika-keping-bimetal-sakelar-uap-ketel-pemutus-termal-sekali-pakai-dan-yang-dapat-direset-siklus-nyala-mati-dan-daya-rata-rata
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Keping kuningan dan baja setebal total 0,5 mm dan sepanjang bebas 30 mm dipanaskan 60 °C. Berapa kelengkungan dan lendutan ujungnya, dan mengapa pasangan kuningan dan invar lebih peka?
Lampu setrika 1.200 W menyala 15 s dan padam 45 s. Berapa daur kerja, daya rata-rata, dan energi untuk 4 jam pemakaian?
Sakelar uap ketel 1.500 W berefisiensi 0,9 gagal ketika air tersisa 0,3 L. Berapa lama sampai air habis?
Nearby chapters
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 99.
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 97.