Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Fluids & Thermal · Chapter 8Quantitative

    By Kurnia · Published October 17, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 18 min read

    Pemanasan tangki dan pengadukan: waktu pemanasan, injeksi uap langsung, koil dan mantel, kehilangan panas tangki, pengaduk, waktu campur, dan pusaran

    Tangki air panas laundry berkoil uap memerlukan sekitar sembilan puluh menit untuk mencapai 60 °C setiap pagi, padahal pemasok menjanjikan empat puluh menit, dan sensor suhunya sudah menunjukkan 60 °C ketika air yang keluar dari dasar tangki masih hangat kuku. Di ruang yang sama, tangki pengencer bahan kimia berbusa dan pengaduknya membentuk pusaran yang menyedot udara. Bab ini menjelaskan pemanasan tangki dan pengadukan dari sisi teknisi: energi dan waktu pemanasan, pemanas listrik celup, koil dan mantel, injeksi uap langsung, kehilangan panas tangki, stratifikasi dan letak sensor, jenis pengaduk, daya pengaduk dan waktu campur, serta pusaran, udara, dan busa.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Laundry sebuah rumah sakit menyiapkan air panas di tangki baja 3 m³ yang dipanaskan koil uap di dekat dasarnya. Pemasok tangki menjanjikan air 60 °C dalam sekitar empat puluh menit dari air sumur. Kenyataannya, setiap pagi operator menunggu sekitar sembilan puluh menit, dan mesin cuci pertama sering mengisi dengan air yang lebih dingin dari setelan, walaupun panel menunjukkan tangki sudah 60 °C. Di ruang yang sama, tangki pengencer alkali berpengaduk selalu berbusa dan pengaduknya membentuk corong pusaran yang dalam.

    Teknisi menemukan beberapa penyebab. Uap yang sampai ke koil hanya sekitar 1 bar karena tangki berada di ujung jaringan, dan perangkap uap koil tersumbat sehingga sebagian koil terendam kondensat. Tangki tidak berisolasi dan kehilangan banyak panas pada malam hari. Sensor suhu dipasang di dekat permukaan, tempat air terpanas berkumpul, sehingga panel membaca 60 °C sementara air di dasar tangki baru 35 °C. Tangki pengencer tidak bersekat, sehingga pengaduk di tengahnya memutar seluruh isi tangki dan menyedot udara. Bab ini menjelaskan cara menghitung waktu pemanasan, memilih cara memanaskan, mengurangi kehilangan panas, dan mengaduk tangki dengan benar.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas pemanasan dan pengadukan tangki cairan di laundry, dapur, dan utilitas dari sisi teknisi: energi dan waktu pemanasan, pemanas listrik celup, koil dan mantel, injeksi uap langsung, kehilangan panas, stratifikasi, letak sensor, pengaduk, daya, waktu campur, pusaran, dan busa. Rancangan bejana bertekanan tidak dibahas. Hukum pertama termodinamika ada di Bab 16 · Fisika; perpindahan panas dan isolasi di Bab 24 · Fisika tentang perpindahan panas kuantitatif; sifat uap di Bab 3 · Utilitas tentang sifat uap dan tabel uap; perangkap uap dan kondensat di Bab 5 · Utilitas; efisiensi energi dan isolasi di Bab 11 · Utilitas tentang efisiensi energi utilitas laundry; air panas gedung dan legionella di Bab 13 · Bangunan & Fasilitas; panas dan utilitas laundry di Bab 16 · Laundry; penukar panas di Bab 7; udara di jalur cairan di Bab 6; isolasi energi non-listrik di Bab 4 · Keselamatan; bahan kimia di Bab 6 · Keselamatan tentang bahan kimia di pekerjaan teknisi.

    Energi dan waktu pemanasan

    Energi untuk memanaskan sejumlah cairan dari suhu awal ke suhu akhir dihitung dengan neraca energi, seperti di Bab 16 · Fisika tentang hukum pertama termodinamika:

    Q=m cp (T2−T1)Q = m\, c_p\, (T_2 - T_1)

    dengan QQ energi (kJ), mm massa cairan (kg), cpc_p kalor jenis, sekitar 4,18 kJ/kgK untuk air, dan T1T_1 serta T2T_2 suhu awal dan akhir (°C); 1 kWh sama dengan 3.600 kJ. Daya bersih (net heating power) adalah daya pemanas dikurangi kehilangan panas. Bila pemanas memberi daya bersih PP, waktu pemanasan kira-kira:

    t=QPt = \frac{Q}{P}

    dengan tt dalam jam bila QQ dalam kWh dan PP dalam kW. Rumus ini berlaku langsung untuk pemanas listrik yang dayanya tetap. Untuk koil uap, daya turun ketika air mendekati suhu uap, sehingga perhitungannya sedikit berbeda, seperti di bagian koil dan mantel.

    Pemanas listrik celup

    Pemanas listrik celup (immersion heater) adalah elemen tahanan yang direndam langsung di cairan. Elemen pemanas tersedia dalam berbagai tegangan dan daya baku untuk memenuhi kebutuhan pemasangan. Hal yang perlu diperhatikan:

    1. Daya per luas permukaan elemen: elemen dengan daya per luas yang tinggi lebih cepat berkerak di air sadah dan dapat merusak cairan yang peka panas.
    2. Elemen harus selalu terendam: elemen yang menyala di udara terbakar dalam waktu singkat; sakelar level rendah memutus pemanas sebelum elemen terbuka.
    3. Kerak pada elemen menurunkan perpindahan panas dan menaikkan suhu elemen, seperti di Bab 16 · Kimia tentang kelarutan, pengendapan, dan kecenderungan kerak.
    4. Pengaman suhu lebih yang terpisah dari pengatur suhu, supaya kegagalan pengatur tidak membuat cairan mendidih.

    Pemanas listrik besar sering dibagi menjadi beberapa tingkat yang dinyalakan bertahap, sehingga arus awal dan beban puncak listrik gedung tidak melonjak sekaligus. Waktu pemanasan juga dapat dipendekkan tanpa menambah daya dengan memanaskan pada jam yang tarif listriknya lebih rendah dan menyimpan air panas di tangki berisolasi baik; perhitungan ini menyatukan waktu pemanasan dan kehilangan panas yang dibahas di bagian kehilangan panas tangki.

    Koil dan mantel

    Koil (coil) adalah pipa yang digulung di dalam tangki, dialiri uap atau air panas. Mantel (jacket) adalah selubung di luar dinding tangki. Jenis bejana bermantel meliputi mantel bersekat spiral, mantel lesung, dan mantel setengah pipa; koefisien mantel dengan nosel pengaduk mirip dengan mantel bersekat, dan jarak lilitan koil biasanya sekitar dua kali diameter pipa.

    Untuk koil uap, uap mengembun di dalam pipa pada suhu jenuh yang ditentukan tekanannya, seperti tabel uap di Bab 3 · Utilitas tentang sifat uap dan tabel uap. Uap 1 bar ukur mengembun pada sekitar 120 °C dan uap 4 bar ukur sekitar 152 °C. Karena suhu sisi uap tetap, waktu memanaskan tangki yang teraduk baik dapat dihitung:

    t=m cpUAln⁡(Ts−T1Ts−T2)t = \frac{m\, c_p}{U A} \ln\left(\frac{T_s - T_1}{T_s - T_2}\right)

    dengan tt waktu (s), mm massa cairan (kg), cpc_p kalor jenis (J/(kg·K), sekitar 4.180 untuk air), TsT_s suhu jenuh uap (°C), UU koefisien menyeluruh koil (W/m²K), dan AA luas permukaan koil (m²). Rumus ini menganggap isi tangki teraduk baik sehingga suhunya seragam. Rumus ini menunjukkan dua hal penting. Pertama, tekanan uap yang lebih rendah memperpanjang waktu pemanasan. Kedua, UAU A yang turun, misalnya karena koil terendam kondensat atau berkerak, langsung memperpanjang waktu. Kondensat harus dibuang dengan perangkap uap yang bekerja dan tepat ukurannya, seperti di Bab 5 · Utilitas tentang perangkap uap dan kondensat.

    Injeksi uap langsung

    Injeksi uap langsung (direct steam injection) adalah pemanasan dengan memasukkan uap ke dalam cairan; uap mengembun di sana dan menyerahkan panas latennya seluruhnya. Uap langsung juga dapat dipakai pada kolom proses sehingga kolom itu tidak memerlukan pemanas ulang. Cara ini cepat, sederhana, dan dipakai di banyak mesin cuci industri, seperti dibahas di Bab 16 · Laundry tentang panas dan utilitas laundry. Massa uap yang diperlukan kira-kira:

    ms=m cp (T2−T1)hg−cp T2m_s = \frac{m\, c_p\, (T_2 - T_1)}{h_g - c_p\, T_2}

    dengan msm_s massa uap (kg), mm massa cairan (kg), cpc_p kalor jenis (kJ/(kg·K)), TT suhu (°C), hgh_g entalpi uap, sekitar 2.740 kJ/kg untuk uap jenuh beberapa bar, dan suku cpT2c_p T_2 menyatakan entalpi air kondensat yang ikut menjadi bagian cairan. Hal yang perlu diperhatikan:

    1. Pengenceran: uap yang mengembun menambah air; untuk larutan berkadar tertentu, kadarnya turun.
    2. Bunyi dan getaran: gelembung uap yang pecah di air dingin menimbulkan bunyi ketukan; penyembur uap dengan lubang kecil yang terendam cukup dalam meredamnya.
    3. Aliran balik: saat uap berhenti, cairan dapat tersedot ke pipa uap ketika uap di dalamnya mengembun; katup tahan balik dan pemutus vakum mencegahnya.
    4. Mutu uap: uap langsung membawa kotoran dan bahan kimia air boiler ke cairan, sehingga mutunya harus sesuai pemakaian.

    Kehilangan panas tangki

    Tangki yang lebih panas dari ruangannya terus kehilangan panas:

    Qhilang=Uluar A (T−Truang)Q_{\text{hilang}} = U_{\text{luar}}\, A\, (T - T_{\text{ruang}})

    dengan QhilangQ_{\text{hilang}} laju kehilangan panas (W), UluarU_{\text{luar}} koefisien gabungan permukaan luar (W/m²K), AA luas permukaan luar tangki (m²), dan TT serta TruangT_{\text{ruang}} suhu isi tangki dan suhu ruang (°C). Untuk permukaan baja telanjang di udara diam, koefisien gabungan konveksi dan radiasi sekitar 8 sampai 12 W/m²K; dengan isolasi setebal beberapa sentimeter, angka efektifnya turun menjadi kurang dari 1 W/m²K, seperti dijelaskan di Bab 24 · Fisika tentang perpindahan panas kuantitatif dan Bab 11 · Utilitas tentang efisiensi energi utilitas laundry. Kehilangan ini kecil dibanding daya pemanas saat pemanasan, tetapi besar selama malam dan akhir pekan ketika tangki diam.

    Tutup tangki yang terbuka menambah kehilangan karena penguapan, yang pada air panas dapat lebih besar dari kehilangan lewat dinding. Tutup yang rapat dan berisolasi memotong kehilangan itu dan juga mengurangi uap di ruangan. Pipa, katup, dan flensa yang tidak berisolasi di sekitar tangki ikut menyumbang kehilangan; satu katup besar telanjang dapat kehilangan panas sebanyak beberapa meter pipa berisolasi. Pemeriksaan dengan termometer inframerah memperlihatkan bagian mana yang paling panas di permukaan luarnya.

    Stratifikasi suhu dan letak sensor

    Stratifikasi suhu (thermal stratification) adalah pelapisan cairan di dalam tangki menurut suhunya. Air panas lebih ringan dari air dingin, sehingga di tangki yang tidak teraduk, air panas berkumpul di atas dan air dingin di bawah. Pada tangki yang dipanaskan koil di dasar, pengadukan alami oleh panas membantu mencampur, tetapi air dingin yang masuk di dasar saat pemakaian membentuk lapisan dingin lagi.

    Akibatnya bagi teknisi:

    1. Sensor di atas membaca air terpanas dan mematikan pemanas terlalu cepat; air yang keluar dari dasar lebih dingin.
    2. Sensor di bawah membaca air terdingin dan dapat membuat air di atas terlalu panas.
    3. Letak yang umum adalah sekitar sepertiga tinggi dari dasar, atau dua sensor dengan logika yang jelas, menurut petunjuk pembuat.
    4. Keluaran air panas biasanya diambil dari atas dan masukan air dingin di bawah, dengan peredam supaya air masuk tidak mengaduk seluruh tangki.

    Untuk air panas gedung, stratifikasi juga berkaitan dengan pengendalian legionella, karena lapisan bawah yang hangat menjadi tempat bakteri tumbuh, seperti dibahas di Bab 13 · Bangunan & Fasilitas tentang air panas gedung dan pengendalian Legionella.

    Pengadukan: tujuan dan jenis pengaduk

    Pengaduk (agitator) adalah impeler berputar pada poros yang menggerakkan isi tangki. Sebagian besar operasi tumpak dilakukan dalam fasa cair di tangki berpengaduk, yaitu tangki dengan susunan pengaduk dan sekat yang membangkitkan pola aliran tertentu, dan jenis dasar impelernya adalah turbin, turbin berbilah miring, dan baling-baling kapal. Tujuan pengadukan yang umum:

    1. Mencampur dua cairan atau melarutkan bahan, misalnya mengencerkan bahan kimia pekat.
    2. Menjaga padatan melayang: bubur yang disimpan harus diaduk terus supaya tidak mengendap.
    3. Meratakan suhu dan menaikkan perpindahan panas ke koil atau mantel.
    4. Mendispersikan gas, misalnya udara di bak aerasi.

    Baling-baling dan turbin berbilah miring menghasilkan aliran sepanjang poros yang baik untuk mencampur dan menjaga padatan melayang dengan daya kecil. Turbin berbilah datar menghasilkan aliran ke samping dan geser yang kuat, berguna untuk mendispersikan, tetapi memerlukan daya lebih besar.

    Daya pengaduk dan waktu campur

    Daya pengaduk pada aliran turbulen kira-kira:

    P=Np ρ N3 D5P = N_p\, \rho\, N^3\, D^5

    dengan PP daya (W), NpN_p bilangan daya yang bergantung pada jenis impeler dan sekat, ρ\rho massa jenis cairan (kg/m³), NN putaran per detik, dan DD diameter impeler (m). Bilangan daya (power number) adalah bilangan tak berdimensi yang menghubungkan daya pengaduk dengan massa jenis, putaran, dan diameter impeler. Bilangan daya sekitar 5 untuk turbin berbilah datar dengan sekat dan sekitar 0,3 sampai 0,5 untuk baling-baling. Karena daya sebanding pangkat tiga putaran dan pangkat lima diameter, menaikkan putaran dua kali menaikkan daya delapan kali. Rumus ini menjawab pertanyaan lapangan apakah motor cukup untuk menggerakkan pengaduk pada putaran tertentu.

    Waktu campur (mixing time) adalah waktu yang diperlukan sampai isi tangki cukup merata. Waktu campur dapat diperkirakan dari debit yang dipompa impeler, kira-kira Qp=NQND3Q_p = N_Q N D^3 (m³/s) dengan NQN_Q sekitar 0,5 sampai 0,8, dan dari pengamatan bahwa campuran yang cukup merata biasanya memerlukan beberapa kali pergantian isi tangki. Untuk bahan kimia yang diencerkan, waktu campur yang terlalu pendek membuat larutan yang diambil dari tangki tidak seragam kadarnya.

    Pusaran, udara, dan busa

    Pengaduk di tengah tangki bundar tanpa sekat memutar seluruh isi tangki seperti pusaran. Permukaan membentuk corong yang menyedot udara ke impeler, pencampuran justru buruk karena cairan hanya berputar, dan busa terbentuk pada cairan yang mengandung surfaktan. Sekat biasanya dipakai di sebagian besar pemakaian, dan sebagian besar tangki berpengaduk tidak dirancang untuk bekerja terisi penuh. Cara mengatasi pusaran:

    1. Sekat tegak di dinding, biasanya empat buah dengan lebar sekitar sepersepuluh sampai seperdua belas diameter tangki.
    2. Pengaduk di luar sumbu atau miring, untuk tangki kecil tanpa sekat.
    3. Kedalaman impeler yang cukup di bawah permukaan dan putaran yang tidak berlebihan.
    4. Menuang bahan kimia ke dekat impeler atau di bawah permukaan, tidak di permukaan yang berputar, untuk produk yang mudah berbusa.

    Udara yang tersedot pengaduk ke pipa isap pompa menimbulkan masalah seperti yang dibahas di Bab 6 tentang udara dan gas di jalur cairan.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: energi pemanasan. Air 3 m³, yaitu sekitar 3.000 kg, dipanaskan dari 25 menjadi 60 °C. Q=3.000×4,18×35=438.900Q = 3.000 \times 4{,}18 \times 35 = 438.900 kJ, sekitar 122 kWh.

    Contoh 2: koil uap pada 4 bar ukur. Dengan UA=1.200×2=2.400U A = 1.200 \times 2 = 2.400 W/K dan uap 152 °C, t=(3.000×4.180/2.400)×ln⁡((152−25)/(152−60))=5.225×ln⁡(127/92)=5.225×0,322=1.682t = (3.000 \times 4.180/2.400) \times \ln((152 - 25)/(152 - 60)) = 5.225 \times \ln(127/92) = 5.225 \times 0{,}322 = 1.682 s, sekitar 28 menit.

    Contoh 3: koil uap pada 1 bar ukur dan setengah terendam kondensat. Pada uap 120 °C, ln⁡((120−25)/(120−60))=ln⁡(95/60)=0,460\ln((120 - 25)/(120 - 60)) = \ln(95/60) = 0{,}460, sehingga waktu menjadi 5.225×0,460=2.4005.225 \times 0{,}460 = 2.400 s atau 40 menit. Bila separuh koil terendam kondensat sehingga UAU A kira-kira setengahnya, waktu menjadi sekitar 80 menit, dekat dengan sembilan puluh menit pada kasus pembuka.

    Contoh 4: kehilangan panas tangki. Tangki tanpa isolasi berluas 12 m² pada 60 °C di ruang 25 °C, dengan koefisien 10 W/m²K, kehilangan 10×12×35=4.20010 \times 12 \times 35 = 4.200 W. Selama 12 jam malam, 4,2×12=504{,}2 \times 12 = 50 kWh, yang menurunkan suhu 3.000 kg air sekitar 180.000/(3.000×4,18)=14180.000/(3.000 \times 4{,}18) = 14 K. Dengan isolasi yang menurunkan koefisien menjadi 0,5 W/m²K, kehilangannya sekitar 0,21 kW atau 2,5 kWh semalam.

    Contoh 5: waktu campur. Untuk baling-baling 0,3 m pada 2 putaran per detik dengan NQ=0,75N_Q = 0{,}75, Qp=0,75×2×0,33=0,041Q_p = 0{,}75 \times 2 \times 0{,}3^3 = 0{,}041 m³/s. Isi tangki 3 m³ berganti sekali dalam sekitar 3/0,041=733/0{,}041 = 73 detik, dan dengan sekitar lima kali pergantian, waktu campur sekitar enam menit.

    Contoh 6: stratifikasi. Sensor di dekat permukaan membaca 60 °C, sedangkan termometer sementara di dasar membaca 35 °C. Bila keduanya mewakili separuh volume, suhu rata-rata sekitar 47,5 °C, dan energi yang masih kurang untuk membuat seluruh 3.000 kg menjadi 60 °C sekitar 3.000×4,18×12,5=156.7503.000 \times 4{,}18 \times 12{,}5 = 156.750 kJ, sekitar 44 kWh.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan minta keputusan penyelia atau pemilik bila:

    1. Tangki akan dibuka, dimasuki, atau pengaduknya dibersihkan tanpa isolasi listrik, isolasi uap, dan pengosongan.
    2. Pemanas listrik celup bekerja tanpa sakelar level rendah atau tanpa pengaman suhu lebih.
    3. Injeksi uap langsung dipasang tanpa pencegah aliran balik ke pipa uap.
    4. Tangki bahan kimia berbusa atau berasap saat dipanaskan atau diaduk, dan sifat bahan itu belum diketahui.
    5. Tangki air panas gedung tidak mencapai suhu pengendalian legionella yang ditetapkan, sementara air tetap dipakai.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Panel menunjukkan 60 °C, jadi seluruh tangki 60 °C.

    Why is it wrong?

    Stratifikasi membuat suhu berbeda menurut ketinggian; letak sensor menentukan angka yang dibaca.

    Common misconception

    Koil uap memanaskan dengan daya tetap.

    Why is it wrong?

    Daya koil turun ketika air mendekati suhu uap, dan sangat bergantung pada tekanan uap dan pembuangan kondensat.

    Common misconception

    Kehilangan panas tangki kecil, jadi isolasi tidak perlu.

    Why is it wrong?

    Kehilangan semalam dan akhir pekan dapat menurunkan suhu belasan derajat.

    Common misconception

    Pengaduk yang lebih cepat mencampur lebih baik.

    Why is it wrong?

    Putaran berlebih menaikkan daya pangkat tiga, menimbulkan pusaran, udara, dan busa.

    Common misconception

    Tangki bundar tidak perlu sekat.

    Why is it wrong?

    Tanpa sekat, cairan berputar bersama pengaduk dan pencampuran justru buruk.

    Common misconception

    Elemen listrik boleh menyala sebentar walaupun tidak terendam.

    Why is it wrong?

    Elemen di udara rusak dalam waktu singkat dan dapat memicu kebakaran.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 16 · Fisika tentang hukum pertama termodinamika memberi neraca energi, dan Bab 24 · Fisika tentang perpindahan panas kuantitatif memberi perpindahan panas dan isolasi. Bab 3 · Utilitas tentang sifat uap dan tabel uap memberi suhu jenuh uap, Bab 5 · Utilitas tentang distribusi uap, perangkap uap, dan kondensat membahas perangkap uap, dan Bab 11 · Utilitas tentang efisiensi energi utilitas laundry membahas isolasi dan penghematan. Bab 13 · Bangunan & Fasilitas tentang air panas gedung membahas legionella, Bab 16 · Laundry tentang panas dan utilitas laundry membahas panas di laundry, dan Bab 16 · Kimia tentang kecenderungan kerak membahas kerak pada elemen. Bab 7 tentang penukar panas dalam praktik dan Bab 6 tentang udara dan gas di jalur cairan adalah bab sebelumnya di rak ini. Bab 4 · Keselamatan tentang isolasi energi non-listrik dan Bab 6 · Keselamatan tentang bahan kimia di pekerjaan teknisi mengatur pembukaan tangki dan penanganan bahan kimia. Bab 9 tentang muai, penyangga, dan getaran pipa melanjutkan rak ini.

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Berapa energi untuk memanaskan 1.500 kg air dari 28 menjadi 70 °C?

      See the worked solution

      Energi dihitung dengan Q=mcp(T2−T1)Q = m c_p (T_2 - T_1) seperti pada Contoh 1, lalu dibagi 3.600 untuk memperoleh kWh. Q=1.500×4,18×42=263.340Q = 1.500 \times 4{,}18 \times 42 = 263.340 kJ, sekitar 73 kWh.

    2. Dengan pemanas listrik 24 kW, berapa lama pemanasan itu bila kehilangan diabaikan?

      See the worked solution

      73/24=3,073/24 = 3{,}0 jam. Waktu sebenarnya sedikit lebih lama karena kehilangan panas tangki dan karena pengatur suhu biasanya memutus sebagian elemen menjelang suhu akhir. Untuk tangki pada kasus pembuka, pemanas celup 36 kW memerlukan sekitar 122/36=3,4122/36 = 3{,}4 jam, dan untuk mencapai empat puluh menit diperlukan sekitar 180 kW listrik, angka yang sering tidak tersedia di gedung.

    3. Koil uap 2 bar ukur bersuhu jenuh sekitar 134 °C dengan UA=1.500U A = 1.500 W/K memanaskan 1.500 kg air dari 28 menjadi 70 °C. Berapa waktunya?

      See the worked solution

      t=(1.500×4.180/1.500)×ln⁡((134−28)/(134−70))=4.180×ln⁡(106/64)=4.180×0,505=2.110t = (1.500 \times 4.180/1.500) \times \ln((134 - 28)/(134 - 70)) = 4.180 \times \ln(106/64) = 4.180 \times 0{,}505 = 2.110 s, sekitar 35 menit. Rumus koil dipakai karena sisi uap tetap pada suhu jenuh 134 °C dan isi tangki dianggap teraduk baik; bila perangkap uap tidak membuang kondensat, UAU A turun dan waktunya bertambah seperti pada Contoh 3.

    4. Berapa uap langsung berentalpi 2.740 kJ/kg untuk memanaskan 150 kg air dari 30 menjadi 75 °C?

      See the worked solution

      ms=150×4,18×45/(2.740−4,18×75)=28.215/2.427=11,6m_s = 150 \times 4{,}18 \times 45/(2.740 - 4{,}18 \times 75) = 28.215/2.427 = 11{,}6 kg uap. Uap itu mengembun dan menambah air sebanyak massanya; dengan cara yang sama, air cuci 200 kg yang dipanaskan dari 25 menjadi 60 °C memerlukan 200×4,18×35/(2.740−4,18×60)=29.260/2.489=11,8200 \times 4{,}18 \times 35/(2.740 - 4{,}18 \times 60) = 29.260/2.489 = 11{,}8 kg uap, yang menambah sekitar 11,8 L air, sekitar 6 persen volume.

    5. Turbin berdiameter 0,25 m dengan Np=5N_p = 5 berputar 3 per detik di air. Berapa dayanya?

      See the worked solution

      P=5×1.000×27×0,255=5×1.000×27×0,000977=132P = 5 \times 1.000 \times 27 \times 0{,}25^5 = 5 \times 1.000 \times 27 \times 0{,}000977 = 132 W. Karena daya sebanding pangkat tiga putaran, turbin 0,3 m dengan Np=5N_p = 5 pada 2 putaran per detik memerlukan 5×1.000×23×0,35=975 \times 1.000 \times 2^3 \times 0{,}3^5 = 97 W, tetapi pada 240 putaran per menit sekitar 780 W, melebihi motor 0,37 kW.

    6. Mengapa sensor suhu tangki air panas tidak dipasang tepat di bawah permukaan?

      See the worked solution

      Air terpanas berkumpul di atas, sehingga sensor di sana mematikan pemanas sebelum air di bagian bawah, tempat air keluar ke pemakai atau tempat air dingin masuk, cukup panas. Sensor diletakkan menurut petunjuk pembuat, sering sekitar sepertiga tinggi dari dasar.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 17, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Pemanasan tangki dan pengadukan: waktu pemanasan, injeksi uap langsung, koil dan mantel, kehilangan panas tangki, pengaduk, waktu campur, dan pusaran. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/pemanasan-tangki-dan-pengadukan-waktu-pemanasan-injeksi-uap-langsung-koil-dan-mantel-kehilangan-panas-tangki-pengaduk-waktu-campur-dan-pusaran

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Berapa energi untuk memanaskan 1.500 kg air dari 28 menjadi 70 °C?

    2

    Dengan pemanas listrik 24 kW, berapa lama pemanasan itu bila kehilangan diabaikan?

    3

    Koil uap 2 bar ukur bersuhu jenuh sekitar 134 °C dengan UA=1.500U A = 1.500 W/K memanaskan 1.500 kg air dari 28 menjadi 70 °C. Berapa waktunya?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters