Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Electrical & Control · Chapter 33Applied

    By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read

    Instalasi penerangan: luminer, metode lumen, dan penerangan darurat

    Besaran fotometri (lumen, lux, efikasi, indeks renderasi warna), tingkat pencahayaan ilustrasi untuk area kerja laundry, metode lumen dengan indeks ruang, faktor utilisasi, dan faktor pemeliharaan, sifat kelistrikan luminer LED (faktor daya, arus asut, harmonisa, IP menurut PUIL 2020 Tabel 51A), serta penerangan darurat dan tanda keluar menurut PUIL 2020 790.16.4 dan 790.16.3.5. Contoh kerja menghitung 12 luminer untuk ruang lipat 6 kali 8 m pada 500 lux dan mengoreksi rumus buku ajar yang ikut membagi dengan indeks ruang, sehingga pada ruang yang sama hanya menghasilkan 8 luminer. Nilai lux adalah ilustrasi pembelajaran, bukan acuan desain.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Di ruang setrika sebuah laundry komersial, seorang operator gagal mendeteksi noda tipis pada kemeja putih karena iluminans di meja kerjanya hanya sekitar 150 lux, jauh di bawah nilai yang lazim dianjurkan untuk pekerjaan inspeksi tekstil. Akibatnya, pakaian yang sudah disetrika dikembalikan dengan keluhan pelanggan. Kejadian ini bukan masalah kelistrikan sirkit, melainkan masalah perencanaan penerangan: berapa luminer yang dipasang, di mana letaknya, dan apakah nilainya cukup untuk tugas visual yang harus dikerjakan.

    Batas pembahasan

    Cakupannya besaran fotometri, tingkat pencahayaan per area kerja laundry, metode lumen untuk bidang kerja horizontal di ruang persegi panjang, sifat kelistrikan luminer LED pada suplai 230 V 50 Hz, serta penerangan darurat dan tanda keluar. Cara titik lampu disambung, dikelompokkan, dan diproteksi dibahas di Bab 32 tentang sirkit akhir, pemilihan pengaman di Bab 23 tentang proteksi arus lebih, dan tata letak panel hubung bagi (PHB; PUIL 2020 juga memakai istilah PSDK) di Bab 34 tentang PHB dalam instalasi. Pencahayaan eksterior, pencahayaan jalan, dan perhitungan iluminans titik demi titik tidak dikaji.

    Ketentuan luminer PUIL 2020 ada di Bagian 5-55 (Lampiran A.559) dan layanan keselamatan, termasuk penerangan darurat, di Bagian 5-56, tetapi butir 5100.3 dan 790.22 hanya merujuk ke sana dan isi kedua bagian itu belum dapat diverifikasi. Padanan internasionalnya IEC 60364-5-55 dan IEC 60364-5-56:2018, dengan klausul PUIL 2020 padanannya belum diverifikasi. Uraian ini bahan belajar, bukan instruksi kerja; pengukuran pada rangkaian bertegangan hanya dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.

    Besaran fotometri

    BesaranSimbol dan satuanArti
    Fluks cahayaΦ\Phi, lumen (lm)Seluruh daya cahaya yang dipancarkan sumber; tercantum pada lembar data luminer sebagai nilai nominal pada kondisi baru
    IluminansEE, lux (lx = lm/m²)Fluks cahaya yang jatuh per satuan luas bidang kerja; besaran yang diukur luxmeter dan yang dipersyaratkan regulasi
    Efikasi luminuslm/WPerbandingan fluks cahaya dengan daya listrik masukan; nilainya dibaca dari lembar data luminer, dan latihan memakai 95 sampai 105 lm/W sebagai ilustrasi
    Indeks renderasi warnaRa, skala sampai 100Kemampuan sumber cahaya menampilkan warna objek dibandingkan sumber referensi

    Indeks renderasi warna relevan untuk pekerjaan visual kritis seperti mencocokkan warna kain, mendeteksi noda, atau memeriksa cacat permukaan, karena sumber dengan Ra rendah tetap dapat menyebabkan kesalahan visual meskipun iluminansnya tinggi. Nilai Ra minimum per jenis pekerjaan dibaca dari standar pencahayaan tempat kerja.

    Tingkat pencahayaan per area kerja laundry

    Area kerjaIluminans rencana (lux)Ra minimumCatatan
    Area penerimaan30080Baca formulir, inspeksi awal
    Area cuci atau mesin30080Keselamatan mesin, baca panel
    Area pelipatan50080Inspeksi visual
    Area setrika50080Deteksi noda dan cacat kain
    Meja inspeksi dan perbaikan75080Noda tipis, cacat kain
    Gudang10060Baca label, mobilitas aman

    Seluruh nilai lux dan Ra pada tabel di atas adalah ilustrasi pembelajaran, bukan acuan desain. Nilai yang berlaku diverifikasi ke dua dokumen sebelum dipakai pada proyek nyata: ISO/CIE 8995-1:2025 tentang pencahayaan tempat kerja dalam ruang, yang menggantikan ISO 8995-1:2002 sejak Januari 2025, dan Permenaker 5/2018 tentang K3 lingkungan kerja, yang mengatur pencahayaan sebagai salah satu faktor fisika tempat kerja.

    Permenaker 5/2018 masih berlaku sebagai regulasi yang harus dipatuhi, tetapi Permenaker 11/2026 yang berlaku 3 Juli 2026 mencabut sebagian pasalnya (Pasal 1 angka 40, Pasal 59 ayat (5), dan Pasal 70); per Oktober 2026 belum dapat dipastikan apakah ada yang menyangkut pencahayaan. Nilai yang mengikat dibaca langsung dari Permenaker itu. Rentang di buku ajar lama, misalnya 200 sampai 500 lux untuk perkantoran dan 100 sampai 200 lux untuk gudang dan koridor, tidak bersumber jelas sehingga juga tidak dijadikan patokan.

    Metode lumen

    Metode lumen (lumen method) adalah cara baku menghitung jumlah luminer untuk mencapai iluminans rata-rata tertentu pada bidang kerja horizontal. Metode ini mengandaikan luminer tersusun teratur sehingga distribusi cahaya cukup merata, dan tidak cocok untuk analisis titik tunggal atau ruangan bergeometri tidak beraturan. Varian yang dipakai di sini membaca faktor utilisasi dari indeks ruang kk; varian lain, metode rongga zona (zonal cavity method), memakai rasio rongga ruang RCR=5/k\text{RCR} = 5/k.

    N=E⋅AΦ⋅UF⋅MF(1)N = \frac{E \cdot A}{\Phi \cdot \text{UF} \cdot \text{MF}} \qquad (1)

    dengan NN jumlah luminer yang diperlukan (dibulatkan ke atas), EE iluminans terpelihara rata-rata yang ditargetkan pada bidang kerja (lux), AA luas bidang kerja (m²), Φ\Phi fluks cahaya satu luminer (lm) dari lembar data, UF\text{UF} faktor utilisasi (0<UF≤10 < \text{UF} \le 1), dan MF\text{MF} faktor pemeliharaan (0<MF≤10 < \text{MF} \le 1). Setelah NN dibulatkan, iluminans yang benar-benar dicapai diperiksa dengan bentuk kebalikannya:

    Em=N⋅Φ⋅UF⋅MFA(2)E_\text{m} = \frac{N \cdot \Phi \cdot \text{UF} \cdot \text{MF}}{A} \qquad (2)

    Iluminans terpelihara (maintained illuminance), EmE_\text{m}, adalah iluminans rata-rata menjelang akhir periode pemeliharaan; tanpa MF\text{MF}, rumus yang sama memberi iluminans awal saat luminer baru.

    Indeks ruang (room index) adalah bilangan tak berdimensi yang menyatakan bentuk ruang terhadap tinggi pasang luminer:

    k=L⋅WHm (L+W)(3)k = \frac{L \cdot W}{H_\text{m}\,(L + W)} \qquad (3)

    dengan LL panjang ruangan (m), WW lebar ruangan (m), dan HmH_\text{m} tinggi pemasangan luminer di atas bidang kerja (m). Nilai kk besar berarti ruang yang lebar dan rendah dibandingkan tinggi pasang luminer, sehingga porsi fluks yang jatuh ke dinding lebih kecil dan UF lebih tinggi. Indeks ruang hanya dipakai sebagai kunci untuk membaca tabel; ia bukan faktor pengali di rumus (1).

    Faktor utilisasi (utilization factor, UF) adalah bagian fluks total luminer yang benar-benar mencapai bidang kerja. Nilainya bergantung pada indeks ruang, reflektansi langit-langit dan dinding, serta distribusi fotometri luminer, dan dibaca dari tabel fotometri pabrikan untuk tipe luminer itu.

    Faktor pemeliharaan (maintenance factor, MF) adalah faktor yang memperhitungkan penurunan iluminans selama periode operasi antara dua jadwal pembersihan atau penggantian. MF merupakan hasil kali subfaktor pemeliharaan luminer, penurunan fluks lampu, kelangsungan hidup lampu, dan pemeliharaan permukaan ruangan. Untuk ruang lembab seperti area cuci, MF bisa lebih rendah karena akumulasi uap air dan serat kain pada penutup optik.

    Luminer LED: karakteristik kelistrikan

    Luminer LED bukan beban resistif murni. Driver LED (LED driver) adalah catu daya di dalam luminer yang mengubah tegangan AC 230 V, 50 Hz menjadi arus searah bertegangan rendah untuk keping LED. Mutu driver menentukan umur luminer, faktor daya, dan kadar harmonisa yang disuntikkan ke jaringan. Luminer dengan faktor daya 0,5 menarik arus dua kali arus beban resistif berdaya aktif sama, dan makin rendah faktor dayanya makin besar arus itu; faktor daya beban elektronik adalah hasil kali bagian pergeseran dan bagian distorsi, seperti dijelaskan Bab 6 tentang daya AC.

    Arus asut (inrush current) adalah lonjakan arus sesaat yang jauh melampaui arus kerja saat luminer dinyalakan, ketika kapasitor penyaring dalam driver mengisi muatan. Satu lembar data driver LED 50 W mencantumkan puncak arus asut dingin 50 A dengan lebar pulsa 350 µs (diukur pada 50 % puncak) pada 230 V, sedangkan arus masukannya 0,29 A; puncaknya sekitar 170 kali arus masukan. Lembar data yang sama membatasi lima driver per MCB kurva B 16 A dan delapan per kurva C 16 A. Jika banyak luminer dinyalakan serentak oleh satu sakelar, arus asut total dapat memicu pelepas seketika MCB kurva B.

    Driver tanpa koreksi faktor daya aktif (active PFC) menghasilkan distorsi harmonisa arus yang tinggi, terutama orde ketiga dan kelima. Pada sirkit tiga fasa empat kawat dengan banyak beban LED, harmonisa orde ketiga yang bersifat urutan nol (zero sequence) tidak saling meniadakan di netral, sehingga arus netral dapat melebihi arus fasa dan memengaruhi pemilihan penampang konduktor netral menurut PUIL 2020 523.6.3, yang dijelaskan di Bab 10 tentang harmonisa.

    Kode IP menurut IEC 60529 ditandakan pada luminer menurut IEC 60598-1 bila nilainya selain IP20, tetapi kebutuhan IP di lokasi ditentukan dari pengaruh eksternal tempat luminer dipasang.

    PUIL 2020 Bagian 5-51 Tabel 51A memberi kebutuhan itu: air yang memercik dari sembarang arah (AD4) meminta IPX4, dan pancaran air, misalnya dari selang saat lantai dibersihkan (AD5), meminta IPX5; angka pertama dipilih dari kode debu dan benda padat, termasuk serat kain di laundry. Baris AE4 Tabel 51A tercetak "IPX5", salah ketik untuk IP5X. Ketentuan ruang basah dibahas di Bab 37 tentang ruang basah dan ruang khusus.

    Luminer yang keliru untuk lingkungan lembab juga berdampak pada proteksi. Uap air yang menembus rumahan luminer menurunkan isolasi dan menimbulkan arus bocor yang memicu RCD (gawai proteksi arus sisa, GPAS). Jika RCD trip berulang karena luminer tidak sesuai IP-nya, teknisi menilai ulang kode IP luminer sebelum tindakan lain pada sirkit pengamannya, dan RCD tidak pernah dijembatani. Driver juga mengalirkan arus bocor alami melalui filternya; lembar data yang sama menyebut kurang dari 0,75 mA per unit pada 277 V, sehingga pembagian luminer per RCD mengikuti batas akumulasi 30 % IΔnI_{\Delta\text{n}} yang dibahas di Bab 22 tentang RCD.

    Penerangan darurat dan tanda keluar

    Penerangan darurat (emergency lighting) adalah penerangan yang memungkinkan penghuni mengevakuasi diri dengan aman ketika catu utama padam. Iluminans minimumnya lebih rendah daripada penerangan normal, tetapi persyaratan keandalan dan otonominya jauh lebih ketat. ISO/CIE 8995-1:2025 secara tegas tidak berlaku untuk penerangan darurat dan merujuk ISO 30061:2007.

    Pembagian yang lazim dipakai perancang adalah penerangan jalur evakuasi, penerangan area terbuka (antipanik), dan penerangan area tugas berisiko tinggi, yaitu penerangan yang memungkinkan proses berbahaya dihentikan dengan aman. PUIL 2000, sebagai rujukan cadangan, memakai pembagian serupa: penerangan gerbang keluar, lorong keluar, dan antipanik.

    PUIL 2020 Bagian 7-790 butir 790.16 berlaku untuk gedung pertunjukan, gedung pertemuan, museum, pasar, toko, dan gedung umum lainnya. Butir 790.16.4 tentang pencahayaan darurat meminta, antara lain, kuat pencahayaan darurat sekurang-kurangnya 1,3 lux di koridor auditorium dan ruang publik (790.16.4.2), sekurang-kurangnya 5 lux di ruang yang dipasangi pencahayaan darurat (790.16.4.5), dan suplai dari baterai khusus yang mampu menyalakan seluruh lampu darurat sekurang-kurangnya ½ jam tanpa pengisian (790.16.4.6). Butir lain meminta pembagian menjadi dua bagian dengan baterai berbeda bila luas lantai auditorium dan balkon melebihi 600 m² (790.16.4.7), pengisi yang memulihkan baterai kosong sampai penuh dalam 10 jam (790.16.4.10), dan penyalaan otomatis segera setelah tegangan utama turun di bawah 80 % tegangan kerjanya (790.16.4.12).

    Untuk jenis bangunan dan fungsi lain yang tidak dicakup 790.16, IEC 60364-5-56:2018 digunakan sebagai rujukan teknis internasional. Persyaratan pokoknya:

    • Menyala otomatis ketika catu utama gagal: selain ambang 80 % pada 790.16.4.12, PUIL 2000 8.22.2.2 meminta penerangan tersedia dalam 15 detik (rujukan cadangan). Nilai waktu IEC 60364-5-56 belum diverifikasi.
    • Durasi otonomi memadai untuk evakuasi: sekurang-kurangnya ½ jam menurut 790.16.4.6; PUIL 2000 8.22.6.1.2 meminta 1 jam untuk rumah sakit dan ½ jam untuk tempat lain (rujukan cadangan).
    • Sumber cadangan dapat berupa baterai di dalam luminer (self-contained) atau baterai sentral dengan atau tanpa inverter. Genset yang mengambil alih beban lebih lambat dari 15 detik memerlukan baterai untuk mengisi celah itu (PUIL 2000, rujukan cadangan).
    • Fiting lampu untuk pencahayaan darurat bertipe bayonet B22 (790.16.5.9). Pengujian berkala dilakukan dan dicatat.

    Tanda keluar menurut PUIL 2020 790.16.3.5.1 dipasang di atas pintu darurat, bertuliskan "KELUAR", "EXIT", atau "PINTU DARURAT", diberi pencahayaan, dan tetap terlihat jelas walaupun pencahayaan ruang padam. Bila tanda itu tidak terlihat langsung, 790.16.3.5.2 meminta tanda anak panah penunjuk arah yang tetap terlihat saat pencahayaan ruang padam. Catatannya memberi contoh tulisan cetak setinggi kira-kira 8 cm atau anak panah putih di atas dasar hijau. Tinggi pemasangan dan jarak pandang diatur dalam standar terkait dan regulasi proteksi kebakaran yang berlaku, dan penggunaan piktogram ISO 7010:2019 untuk evakuasi darurat dianjurkan.

    Laundry kiloan dengan loket yang melayani umum dapat tergolong toko, sama dengan penggolongan di Bab 19 tentang perencanaan instalasi, sehingga 790.16 dapat berlaku; penggolongan akhir tetap wewenang instansi pemeriksa dan otoritas bangunan. Bila 790.16 berlaku, instalasi pencahayaan dipisahkan dari instalasi tenaga mulai dari PHB (790.16.1.2), dan titik pencahayaan ruang layanan umum diambil dari sekurang-kurangnya dua sirkit akhir, bila mungkin dari dua fasa, sehingga satu pengaman yang trip tidak menggelapkan seluruh ruang (790.16.3.1). Terlepas dari penggolongan itu, penerangan darurat dianjurkan dipasang sekurang-kurangnya pada jalur evakuasi, di dekat pintu keluar darurat, dan di area PHB utama. Persyaratan yang mengikat ditentukan bersama perancang proteksi kebakaran dan otoritas bangunan setempat.

    Baterai internal luminer self-contained diperiksa berkala dan diganti sesuai umur pakai dari pabrikan, karena kegagalan baterai tidak terlihat selama catu utama normal. Luminer jenis ini juga memerlukan suplai tetap yang tidak melalui sakelar lampu, supaya baterai terus terisi dan luminer dapat mendeteksi padamnya catu.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Nilai lux mengikuti tabel tingkat pencahayaan yang ilustratif, dan fluks, UF, serta MF diganti nilai lembar data, tabel fotometri pabrikan, dan jadwal pemeliharaan luminer yang dipilih sebelum dipakai pada proyek nyata.

    Contoh 1: ruang lipat 6 kali 8 m untuk 500 lux. Ruang pelipatan laundry panjangnya 8 m dan lebarnya 6 m, sehingga AA = 48 m², dengan target iluminans terpelihara 500 lux dari tabel tingkat pencahayaan. Tinggi ruangan 3,0 m dan bidang kerja 0,85 m; tinggi pasang diukur dari meja karena di sanalah noda harus terlihat.

    Hm=3,0−0,85=2,15 mk=8×62,15 (8+6)=4830,1=1,59H_\text{m} = 3{,}0 - 0{,}85 = 2{,}15\ \text{m} \qquad k = \frac{8 \times 6}{2{,}15\,(8 + 6)} = \frac{48}{30{,}1} = 1{,}59

    Untuk luminer LED panel 40 W dengan Φ\Phi = 4.000 lm, tabel fotometri pabrikan pada k≈1,6k \approx 1{,}6 dengan reflektansi langit-langit 70 % dan dinding 50 % memberi UF = 0,65. Ruang relatif bersih dan luminer dibersihkan setiap 12 bulan, sehingga diambil MF = 0,80 agar 500 lux tetap terpenuhi menjelang pembersihan berikutnya.

    N=500×484 000×0,65×0,80=24 0002 080=11,54N = \frac{500 \times 48}{4\,000 \times 0{,}65 \times 0{,}80} = \frac{24\,000}{2\,080} = 11{,}54

    Hasilnya dibulatkan ke atas menjadi 12 luminer, karena kurang dari nilai hitung memberi iluminans di bawah target. Susunan 3 kali 4 memberi jarak antarluminer 2 m dan jarak ke dinding 1 m, dan rasio jarak terhadap tinggi pasang 2/2,15=0,932/2{,}15 = 0{,}93 dicek terhadap batas dari pabrikan. Persamaan (2) memberi iluminans terpelihara, dan tanpa MF iluminans awal:

    Em=12×4 000×0,65×0,8048=520 luxEawal=12×4 000×0,6548=650 luxE_\text{m} = \frac{12 \times 4\,000 \times 0{,}65 \times 0{,}80}{48} = 520\ \text{lux} \qquad E_\text{awal} = \frac{12 \times 4\,000 \times 0{,}65}{48} = 650\ \text{lux}

    Daya terpasang 12×40=48012 \times 40 = 480 W, atau 10 W/m², menjadi masukan pembagian sirkit di Bab 32 tentang sirkit akhir.

    Contoh 2: dua rumus keliru pada ruang lipat. Bila MF tidak dimasukkan pada data Contoh 1:

    Nkeliru=500×484 000×0,65=24 0002 600=9,23⇒10 luminerN_\text{keliru} = \frac{500 \times 48}{4\,000 \times 0{,}65} = \frac{24\,000}{2\,600} = 9{,}23 \Rightarrow 10 \text{ luminer}

    Pada hari pertama, 10 luminer memberi sekitar 542 lux sehingga tampak memenuhi target, tetapi menjelang akhir periode pemeliharaan, dengan penurunan sebesar asumsi MF = 0,80, iluminansnya turun menjadi sekitar 433 lux, 13 % di bawah target:

    Eawal=10×4 000×0,6548=542 luxEm=10×4 000×0,65×0,8048=433 luxE_\text{awal} = \frac{10 \times 4\,000 \times 0{,}65}{48} = 542\ \text{lux} \qquad E_\text{m} = \frac{10 \times 4\,000 \times 0{,}65 \times 0{,}80}{48} = 433\ \text{lux}

    Kekeliruan kedua adalah rumus jumlah armatur di sebagian buku ajar:

    N=1,25⋅E⋅L⋅Wk⋅Φ⋅ηLB⋅ηRN = \frac{1{,}25 \cdot E \cdot L \cdot W}{k \cdot \Phi \cdot \eta_\text{LB} \cdot \eta_\text{R}}

    Faktor 1,25, yang di buku itu disebut faktor perencanaan, sama dengan 1/MF1/\text{MF} untuk MF = 0,8, dan hasil kali efisiensi luminer ηLB\eta_\text{LB} dan utilansi ruang ηR\eta_\text{R} sama dengan UF, sehingga satu-satunya perbedaan dengan persamaan (1) adalah kk di penyebut. Indeks ruang sudah terwakili di dalam UF, sehingga mengalikannya lagi membagi hasil dengan kk. Pada ruang lipat, rumus itu memberi 8 luminer dengan iluminans terpelihara hanya 347 lux, atau 69 % dari target:

    N=11,541,595=7,24⇒8Em=8×4 000×0,65×0,8048=347 luxN = \frac{11{,}54}{1{,}595} = 7{,}24 \Rightarrow 8 \qquad E_\text{m} = \frac{8 \times 4\,000 \times 0{,}65 \times 0{,}80}{48} = 347\ \text{lux}

    Contoh 3: area cuci laundry rumah sakit. Area cuci sebuah laundry rumah sakit berukuran 12 m kali 8 m, luminer terpasang 3,5 m dan bidang kerja 0,85 m di atas lantai, dengan target 300 lux. Luminer kedap air 4.000 lm, UF = 0,60, dan MF = 0,70 karena uap dan serat kain.

    k=12×82,65 (12+8)=1,81N=300×964 000×0,60×0,70=17,1k = \frac{12 \times 8}{2{,}65\,(12 + 8)} = 1{,}81 \qquad N = \frac{300 \times 96}{4\,000 \times 0{,}60 \times 0{,}70} = 17{,}1

    Hasilnya dibulatkan 18 luminer dalam susunan 3 kali 6, dengan Em=18×1 680/96=315E_\text{m} = 18 \times 1\,680/96 = 315 lux. Dengan MF 0,80 seperti ruang lipat, hasilnya tepat 15; uap dan serat menambah tiga luminer. Bila lantai disemprot selang (AD5), luminer memerlukan IPX5, bukan hanya IPX4.

    Contoh 4: arus asut lampu koridor hotel. Koridor kamar sebuah hotel diberi 14 luminer dengan driver seperti lembar data di bagian luminer LED (arus masukan 0,29 A, puncak asut 50 A), dinyalakan bersama oleh satu sakelar waktu. Arus kerjanya hanya 14×0,29=4,0614 \times 0{,}29 = 4{,}06 A, tetapi batas lembar data adalah jumlah driver per MCB:

    NB16=⌈14/5⌉=3NC16=⌈14/8⌉=2N_\text{B16} = \lceil 14/5 \rceil = 3 \qquad N_\text{C16} = \lceil 14/8 \rceil = 2

    Dengan kurva B diperlukan tiga sirkit, dengan kurva C dua sirkit; yang menentukan adalah arus asut, bukan arus kerja. Bila MCB kurva B trip seketika saat lampu dinyalakan, penyebabnya ditelusuri menurut Bab 80 tentang diagnosis instalasi, bukan dengan menaikkan arus pengenal.

    Contoh 5: arus bocor driver di ruang setrika laundry hotel. Ruang setrika sebuah laundry hotel memakai 20 luminer dengan driver yang sama. Batas akumulasi arus bocor pada RCD 30 mA:

    0,30×30=9 mA90,75=12 luminer0{,}30 \times 30 = 9\ \text{mA} \qquad \frac{9}{0{,}75} = 12\ \text{luminer}

    Dua puluh luminer pada satu RCD dapat membawa sampai 20×0,75=1520 \times 0{,}75 = 15 mA, di atas 9 mA, sehingga dibagi ke dua RCD, masing-masing 10 luminer (sampai 7,5 mA). Angka lembar data pada 277 V dipakai apa adanya sebagai batas atas. Bila RCD tetap trip berulang, kode IP luminer dinilai ulang lebih dulu, dan RCD tidak dijembatani.

    Contoh 6: penerangan darurat auditorium rumah sakit. Auditorium sebuah rumah sakit pendidikan berlantai 20 m kali 28 m dengan balkon 4 m kali 14 m, dan gedung itu dianggap masuk lingkup 790.16.

    A=20×28+4×14=616 m2>600 m2Unyala=0,80×230=184 VA = 20 \times 28 + 4 \times 14 = 616\ \text{m}^2 > 600\ \text{m}^2 \qquad U_\text{nyala} = 0{,}80 \times 230 = 184\ \text{V}

    Pencahayaan daruratnya dibagi dua bagian dengan baterai berbeda (790.16.4.7) dan harus menyala otomatis begitu tegangan turun di bawah 184 V (790.16.4.12). Pada uji durasi, bagian kedua padam pada menit ke-41: lolos ½ jam menurut 790.16.4.6, tetapi gagal bila patokan 1 jam PUIL 2000 untuk rumah sakit dipakai (rujukan cadangan). Patokan akhirnya ditetapkan bersama otoritas bangunan, dan pengisinya diperiksa dapat memulihkan baterai kosong dalam 10 jam (790.16.4.10).

    Kondisi berhenti

    Pada keadaan berikut pekerjaan atau keputusan dihentikan; yang mengambil alih disebut di setiap butir.

    1. RCD sirkit penerangan trip berulang. RCD tidak dijembatani dan arus operasinya tidak dinaikkan, karena keduanya menghilangkan proteksi tambahan. Teknisi menilai ulang kode IP luminer terhadap kode pengaruh eksternal lokasi sebelum tindakan lain pada sirkit pengamannya, lalu sirkit diisolasi dan diverifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan tentang verifikasi keadaan aman, resistansi isolasinya diuji menurut Bab 17 tentang uji resistansi isolasi, dan luminer yang tidak sesuai diganti.
    2. MCB trip seketika saat lampu dinyalakan. Arus pengenal MCB tidak dinaikkan; teknisi menelusuri penyebabnya menurut Bab 80 tentang diagnosis instalasi.
    3. Luminer, driver, atau sambungannya belum diisolasi dan diverifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan tentang verifikasi keadaan aman: teknisi tidak mulai bekerja padanya. Pengukuran yang memerlukan catu tersambung hanya dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.
    4. Lampu darurat tidak menyala saat catu utama padam, baterainya tidak terisi, atau bagian penerangan darurat padam sebelum durasi yang berlaku pada uji durasi. Personel kompeten menelusuri penyebabnya (suplai lewat sakelar lampu, baterai habis umur pakai, pengisi atau konektor rusak), dan setelah perbaikan uji durasi penuh diulang dan hasilnya dicatat.
    5. Penggolongan bangunan terhadap lingkup 790.16, atau patokan durasi yang berlaku, belum pasti. Teknisi tidak memutuskannya sendiri; penggolongan akhir adalah wewenang instansi pemeriksa dan otoritas bangunan, dan persyaratan yang mengikat ditentukan bersama perancang proteksi kebakaran dan otoritas bangunan setempat.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Lux sama dengan lumen.

    Why is it wrong?

    Lux adalah iluminans, yaitu cahaya yang diterima per satuan luas, sedangkan lumen adalah fluks total yang dipancarkan sumber. Luminer 5.000 lm yang menyinari bidang 10 m² menghasilkan iluminans berbeda dibandingkan saat menyinari bidang 25 m², meskipun fluksnya sama.

    Common misconception

    UF kira-kira 0,6 untuk semua kasus.

    Why is it wrong?

    UF berubah menurut distribusi fotometri luminer, reflektansi ruangan, dan indeks ruang, sehingga nilai generik tanpa tabel fotometri memberi kesalahan sistematis yang besarnya tidak diketahui.

    Common misconception

    Indeks ruang ikut dikalikan, dan faktor pemeliharaan boleh diabaikan.

    Why is it wrong?

    Indeks ruang hanya kunci pembaca tabel UF. Tanpa MF, instalasi terasa cukup saat dipasang tetapi kurang terang beberapa bulan kemudian; Contoh 2 menghitung akibat kedua kekeliruan itu.

    Common misconception

    Luminer IP20 cukup asal lebih murah.

    Why is it wrong?

    Di area cuci yang terkena percikan, IP20 tidak memenuhi IPX4 yang diminta PUIL 2020 Tabel 51A untuk AD4. Akibatnya kegagalan dini, trip RCD berulang, dan risiko kejut, sehingga IP dipilih dari kode pengaruh eksternal lokasi pemasangan.

    Common misconception

    Watt menunjukkan kecerahan lampu.

    Why is it wrong?

    Watt cukup mewakili kecerahan lampu pijar karena efikasinya hampir sama, tetapi efikasi LED bervariasi lebar antarproduk, sehingga "lampu LED 20 W" tanpa angka lumen tidak cukup untuk perencanaan.

    Hubungan dengan bab lain

    Jumlah dan daya luminer dari bab ini menjadi masukan pembagian sirkit di Bab 32 tentang sirkit akhir. Tipe RCD untuk sirkit penerangan (tipe A, karena driver memuat penyearah) ada di Bab 22 tentang RCD, dan acuan susut tegangan 3 % untuk penerangan pada Tabel G.52.1 (informatif, suplai langsung dari jaringan publik) di Bab 28 tentang susut tegangan. Penerangan darurat memerlukan catu yang tidak bergantung pada sirkit normal; genset dan sakelar alih untuk catu itu ada di Bab 36 tentang genset dan suplai cadangan. Pengujian instalasi ada di Bab 39 tentang pemeriksaan dan pengujian, dan jadwal pemeriksaan berkala di Bab 81 tentang pemeliharaan listrik terencana.

    Latihan dan pembahasan

    Nilai lux, fluks, UF, MF, dan efikasi dalam soal adalah ilustrasi.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Ruang penerimaan laundry berukuran 4 m kali 5 m dengan target 300 lux memakai luminer LED panel 3.600 lm, UF = 0,60, dan MF = 0,75. Hitung jumlah luminer minimum.

      See the worked solution

      A=4×5=20A = 4 \times 5 = 20 m², dan N=(300×20)/(3 600×0,60×0,75)=6 000/1 620=3,70N = (300 \times 20)/(3\,600 \times 0{,}60 \times 0{,}75) = 6\,000/1\,620 = 3{,}70, dibulatkan ke atas menjadi 4 luminer. Pembulatan ke atas menjaga target.

    2. Seorang teknisi menghitung luminer untuk area cuci 3 m kali 6 m dengan target 200 lux memakai N=E⋅A/ΦN = E \cdot A/\Phi saja dan mendapatkan 1 luminer 4.000 lm. Berapa jumlah yang seharusnya bila UF = 0,55 dan MF = 0,70, berapa persen lebih sedikit hasil yang keliru, dan berapa iluminans terpelihara yang dicapai satu luminer?

      See the worked solution

      A=3×6=18A = 3 \times 6 = 18 m². Hitungan keliru memberi (200×18)/4 000=0,9(200 \times 18)/4\,000 = 0{,}9, dibulatkan 1, sedangkan hitungan benar memberi 3 600/(4 000×0,55×0,70)=3 600/1 540=2,343\,600/(4\,000 \times 0{,}55 \times 0{,}70) = 3\,600/1\,540 = 2{,}34, dibulatkan 3 luminer, sehingga hasil keliru (3−1)/3=67(3 - 1)/3 = 67 % lebih sedikit. Satu luminer hanya memberi iluminans terpelihara 4 000×0,55×0,70/18=864\,000 \times 0{,}55 \times 0{,}70/18 = 86 lux, sekitar 43 % target.

    3. Gudang 10 m kali 5 m memakai luminer terpasang 4 m dengan bidang kerja di lantai. Hitung kk, lalu jumlah luminer 3.000 lm untuk 100 lux bila tabel pabrikan memberi UF = 0,58 dan MF = 0,80.

      See the worked solution

      Hm=4−0=4H_\text{m} = 4 - 0 = 4 m dan k=(10×5)/(4×15)=50/60=0,83k = (10 \times 5)/(4 \times 15) = 50/60 = 0{,}83. N=(100×50)/(3 000×0,58×0,80)=5 000/1 392=3,59N = (100 \times 50)/(3\,000 \times 0{,}58 \times 0{,}80) = 5\,000/1\,392 = 3{,}59, dibulatkan 4 luminer, dengan iluminans terpelihara 4×1 392/50=1114 \times 1\,392/50 = 111 lux. Nilai kk kecil menandakan ruang tinggi dan sempit relatif terhadap tinggi pasang, sehingga UF-nya rendah.

    4. Sebuah laundry memasang luminer LED IP20 di area mesin cuci untuk menghemat biaya. Setelah 6 bulan, RCD sirkit penerangan area itu sering trip tanpa sebab yang jelas. Jelaskan penyebab teknisnya dan tindakan teknisi.

      See the worked solution

      Luminer IP20 tidak terlindung dari air, sedangkan area mesin cuci dengan percikan tergolong AD4 yang meminta IPX4 menurut PUIL 2020 Tabel 51A. Uap air menembus rumahan luminer, mengembun pada komponen internal, dan membentuk jalur arus bocor ke bagian yang dibumikan; bila arus sisa mencapai ambang, RCD 30 mA memutus sirkit. Tindakan: sirkit diisolasi dan diverifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan tentang verifikasi keadaan aman, luminer diperiksa dan resistansi isolasi sirkit diuji menurut Bab 17 tentang uji resistansi isolasi, lalu luminer diganti dengan kode IP yang sesuai kode pengaruh eksternal lokasi; arus operasi RCD jangan dinaikkan dan RCD jangan dijembatani, karena itu menghilangkan proteksi tambahan.

    5. Lampu darurat self-contained di koridor laundry yang dipasang 2 tahun lalu tidak menyala saat pemadaman singkat; lampu menyala normal saat catu ada, tetapi baterai internalnya tidak terisi. Sebutkan tiga kemungkinan penyebab dan cara memverifikasi masing-masing.

      See the worked solution

      Tiga kemungkinan: (1) luminer disambung ke suplai yang melewati sakelar lampu, sehingga baterai hanya terisi saat lampu dinyalakan; verifikasi dengan memeriksa gambar dan sambungan suplai tetap setelah isolasi. (2) Baterai habis umur pakai; verifikasi dengan membandingkan umur terhadap data pabrikan dan mengukur tegangan baterai saat terisi dan saat dibebani. (3) Pengisi baterai rusak atau konektor baterai korosi atau longgar; verifikasi dengan inspeksi visual, uji kontinuitas setelah isolasi, dan pengukuran tegangan keluaran pengisi. Pengukuran yang memerlukan catu tersambung hanya dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD. Setelah perbaikan, lakukan uji durasi penuh, sekurang-kurangnya ½ jam bila bangunan masuk lingkup PUIL 2020 790.16.4.6, dan catat hasilnya.

    6. Ruang setrika 5 m kali 6 m membutuhkan 500 lux dengan Ra ≥ 80. Pilihan A: luminer 4.200 lm, UF = 0,62, MF = 0,78, efikasi 105 lm/W; pilihan B: 3.800 lm, UF = 0,68, MF = 0,82, efikasi 95 lm/W. Hitung jumlah luminer, daya terpasang, dan iluminans terpelihara masing-masing, lalu beri rekomendasi.

      See the worked solution

      A=30A = 30 m². Pilihan A: N=15 000/(4 200×0,62×0,78)=15 000/2 031=7,39N = 15\,000/(4\,200 \times 0{,}62 \times 0{,}78) = 15\,000/2\,031 = 7{,}39, dibulatkan 8 luminer berdaya 4 200/105=404\,200/105 = 40 W, total 320 W, dan Em=8×2 031/30=542E_\text{m} = 8 \times 2\,031/30 = 542 lux. Pilihan B: N=15 000/(3 800×0,68×0,82)=15 000/2 119=7,08N = 15\,000/(3\,800 \times 0{,}68 \times 0{,}82) = 15\,000/2\,119 = 7{,}08, dibulatkan 8 luminer berdaya 3 800/95=403\,800/95 = 40 W, total 320 W, dan Em=8×2 119/30=565E_\text{m} = 8 \times 2\,119/30 = 565 lux. B memberi iluminans terpelihara lebih tinggi pada daya yang sama; per lumen terpelihara, A memerlukan daya sekitar 4 % lebih besar. Rekomendasinya B, asalkan UF-nya berasal dari tabel pabrikan untuk ruang yang sama dan MF-nya didukung subfaktor luminer (penurunan fluks dan kotoran) yang memang lebih baik, karena MF yang dipilih bebas bukan keunggulan produk; Ra ≥ 80 dicek pada lembar data kedua pilihan.

    Referensi

    External sources

    • ISO/CIE 8995-1:2025, Light and lighting, Lighting of work places, Part 1: Indooriso.org
    • ISO 30061:2007 (CIE S 020/E:2007), Emergency lightingiso.org
    • IEC 60364-5-56:2018 (Ed. 3.0), Low-voltage electrical installations, Part 5-56: Selection and erection of electrical equipment, Safety serviceswebstore.iec.ch
    • IEC 60598-1:2024 (Ed. 10.0), Luminaires, Part 1: General requirements and testswebstore.iec.ch
    • IEC 60529:1989+AMD1:1999+AMD2:2013 CSV (Ed. 2.2), Degrees of protection provided by enclosures (IP Code)webstore.iec.ch
    • Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, JDIH Kemnakerjdih.kemnaker.go.id
    • Permenaker No. 11 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan, JDIH BPKperaturan.bpk.go.id
    • ISO 7010:2019, Graphical symbols, Safety colours and safety signs, Registered safety signsiso.org

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 30, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Instalasi penerangan: luminer, metode lumen, dan penerangan darurat. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/instalasi-penerangan-luminer-metode-lumen-dan-penerangan-darurat

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Ruang penerimaan laundry berukuran 4 m kali 5 m dengan target 300 lux memakai luminer LED panel 3.600 lm, UF = 0,60, dan MF = 0,75. Hitung jumlah luminer minimum.

    2

    Seorang teknisi menghitung luminer untuk area cuci 3 m kali 6 m dengan target 200 lux memakai N=E⋅A/ΦN = E \cdot A/\Phi saja dan mendapatkan 1 luminer 4.000 lm. Berapa jumlah yang seharusnya bila UF = 0,55 dan MF = 0,70, berapa persen lebih sedikit hasil yang keliru, dan berapa iluminans terpelihara yang dicapai satu luminer?

    3

    Gudang 10 m kali 5 m memakai luminer terpasang 4 m dengan bidang kerja di lantai. Hitung kk, lalu jumlah luminer 3.000 lm untuk 100 lux bila tabel pabrikan memberi UF = 0,58 dan MF = 0,80.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextPHB dalam instalasi: lokasi, ruang layanan, isi, dan penandaan

    Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 34.

    PreviousSirkit akhir: kotak kontak, sakelar, dan pengelompokan sirkit

    Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 32.

    Same disciplineTegangan, arus, resistansi, dan daya

    Bab lain dalam Teknik Elektro dan Elektronika.