Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Data & Measurement · Chapter 12Quantitative

    By Kurnia · Published October 20, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 20 min read

    Data deret waktu dari pencatat data dan pengendali: laju sampel dan aliasing, resolusi dan kuantisasi, rata-rata bergerak dan penyaringan, penanda waktu dan sinkronisasi, celah data, dan membaca log mesin

    Grafik suhu tangki air panas di dapur sebuah hotel dari pencatat data tampak bergelombang lambat dengan periode sekitar lima menit, padahal termostatnya memutus-sambung pemanas kira-kira setiap 50 detik dan pencatatnya menyimpan satu nilai sesaat setiap menit. Gelombang itu tidak ada di tangki; ia muncul dari cara data dicuplik. Bab ini menjelaskan cara pencatat dan pengendali menyimpan data, laju cuplik dan aliasing, resolusi dan kuantisasi, rata-rata bergerak untuk data log, penanda waktu dan sinkronisasi jam antarperangkat, zona waktu dan perpindahan jam, celah data dan duplikat, cara membaca log mesin, dan cara memilih laju cuplik untuk tujuan tertentu.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Seorang teknisi hotel memasang pencatat data pada tangki air panas kecil di dapur karena juru masak mengeluh air kadang kurang panas. Setelah seminggu, grafiknya menunjukkan suhu naik-turun dengan teratur, satu gelombang setiap sekitar lima menit. Teknisi menduga termostat berhisteresis terlalu lebar dan hampir memesan termostat baru. Penyelia memeriksa lampu elemen pemanas dengan stopwatch: elemen menyala dan mati kira-kira setiap 50 detik, jauh lebih cepat dari gelombang di grafik. Pencatat itu menyimpan satu nilai sesaat setiap 60 detik. Gelombang lima menit tidak pernah ada di tangki; gelombang itu dibuat oleh cara data dicuplik. Bab ini menjelaskan bagaimana data dari pencatat dan pengendali terbentuk, kapan grafiknya dapat dipercaya, dan cara membaca log mesin tanpa tertipu oleh jam, celah, dan sampel.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas data deret waktu dari pencatat data, pengendali, dan sistem pemantauan: cara penyimpanan, laju cuplik dan aliasing, resolusi dan kuantisasi, rata-rata bergerak untuk data log, penanda waktu, sinkronisasi jam, zona waktu, celah data, membaca log mesin, dan memilih laju cuplik. Memasang pencatat untuk menangkap gangguan berselang, pemicu, dan penyimpanan nilai minimum dan maksimum ada di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang diagnosis gangguan berselang. Bilangan berskala dan luapan di register pengendali ada di Bab 3 · Komputasional tentang representasi data di perangkat kendali. Penyaring orde satu dan peredam pantulan di dalam program kendali ada di Bab 4 · Komputasional tentang program kendali waktu nyata. Lebar pita dan laju cuplik osiloskop ada di Bab 87 · Kelistrikan & Kendali tentang osiloskop. Laju perubahan dari data berderau ada di Bab 11 · Satuan & Matematika tentang laju perubahan dari data. Penanda waktu formulir lapangan dan ukuran mutu data ada di Bab 9 tentang catatan lapangan digital. Loop 4 sampai 20 mA ada di Bab 60 · Kelistrikan & Kendali tentang sensor proses. Membersihkan data yang sudah terkumpul ada di Bab 13 tentang membersihkan data teknis. Setelan pencatat dan pengendali tertentu mengikuti manual pabriknya.

    Deret waktu dan cara pencatat menyimpan data

    Deret waktu (time series) adalah rangkaian nilai satu besaran yang dicatat berurutan menurut waktu, dengan setiap nilai berpasangan dengan penanda waktunya. Grafik deret waktu memakai sumbu mendatar untuk tanggal atau waktu dan sumbu tegak untuk nilai, titiknya biasanya disambung garis menurut urutan terjadinya, dan grafik itu membuat tren yang sulit dilihat di tabel menjadi tampak. Garis penyambung itu adalah tebakan tentang apa yang terjadi di antara dua sampel, bukan data.

    Pencatat dan pengendali menyimpan data dengan beberapa cara:

    ModeYang disimpanAkibat saat membaca grafik
    Berkala, nilai sesaatSatu nilai pada setiap selangKejadian di antara sampel hilang; rawan aliasing
    Berkala, ringkasan selangRata-rata, minimum, maksimum per selangRata-rata sudah menyaring; minimum dan maksimum menangkap puncak singkat
    Saat berubah dengan pita matiNilai baru hanya bila berubah lebih dari pita matiGaris datar tidak berarti nilai tetap
    Berbasis kejadianAlarm, kode galat, perubahan keadaanSelang tidak teratur; urutan dan jam paling penting

    Pita mati (deadband) adalah rentang perubahan yang dianggap tidak berarti sehingga nilai baru tidak dicatat. Pada sistem kelistrikan, setiap indikasi diberi tanggal dan jam, dan pada resolusi 15 menit satu hari berisi 96 penanda waktu. Sebelum membaca grafik apa pun, teknisi mencari tahu mode, selang, dan nilai yang disimpan dari manual atau menu pencatat.

    Laju cuplik dan aliasing

    Sinyal analog harus dicuplik lebih dulu sebelum diubah menjadi kata digital. Laju cuplik (sampling rate) adalah jumlah sampel per satuan waktu, yaitu kebalikan selang cuplik. Teorema cuplik menyatakan bahwa sinyal dengan frekuensi tertinggi fmaxf_{max} dapat direkonstruksi dari sampelnya bila laju cuplik fsf_s lebih dari dua kali fmaxf_{max}:

    fs>2 fmax,fN=fs2,fa=∣f−k fs∣f_s > 2\,f_{max}, \qquad f_N = \frac{f_s}{2}, \qquad f_a = |f - k\,f_s|

    dengan fsf_s, fmaxf_{max}, ff dalam hertz (siklus per detik). Frekuensi Nyquist (Nyquist frequency) adalah setengah laju cuplik. Frekuensi Nyquist ditulis fNf_N, sedangkan dua kali fmaxf_{max} disebut laju Nyquist. Sebagian buku memakai istilah Nyquist secara longgar, sehingga bab ini memakai definisi baku tersebut. Aliasing (aliasing) adalah munculnya frekuensi semu yang lebih rendah dalam data tercuplik ketika sinyal mengandung komponen di atas setengah laju cuplik. Komponen berfrekuensi ff di atas fNf_N tampak sebagai faf_a, dengan kk bilangan bulat yang membuat faf_a tidak lebih dari fNf_N. Bab 87 · Kelistrikan & Kendali tentang osiloskop menyebut gejala yang sama pada osiloskop sebagai frekuensi palsu.

    Obatnya bukan selalu mencuplik lebih cepat, tetapi menyaring sebelum mencuplik. Lebar zona transisi penyaring antilipat adalah fe−2fmaxf_e - 2f_{max}, yang tersirat mensyaratkan laju cuplik di atas dua kali frekuensi tertinggi, dan penyaring lolos pita adalah penyaring yang paling banyak dipakai di sistem instrumentasi, antara lain untuk antilipat. Pencatat yang menyimpan rata-rata selang, bukan nilai sesaat, sudah menyaring. Sensor yang lambat juga menyaring, karena waktu tanggap dan lebar pita berhubungan erat. Termokopel berselubung tebal di dalam pipa tidak akan melihat siklus 50 detik dengan utuh.

    Resolusi dan kuantisasi

    Kuantisasi (quantization) adalah pembulatan nilai analog yang kontinu ke salah satu dari sejumlah terbatas kode digital. Kuantisasi sinyal waktu diskret menimbulkan batas presisi. Untuk pengubah NN bit dengan rentang penuh RR:

    q=R2N,galat paling besar ±q2,galat efektif q12q = \frac{R}{2^N}, \qquad \text{galat paling besar } \pm\frac{q}{2}, \qquad \text{galat efektif } \frac{q}{\sqrt{12}}

    dengan qq langkah kuantisasi dalam satuan RR. Galat efektif q/12q/\sqrt{12} berlaku bila galat tersebar seragam di dalam satu langkah. Pengubah 10 bit dengan rentang penuh ±10 V, misalnya, mempunyai q=20/1.024=19,5q = 20/1.024 = 19{,}5 mV, galat paling besar ±9,8 mV, dan galat efektif 19,5/12=5,619{,}5/\sqrt{12} = 5{,}6 mV; sinyal sensor 0 sampai 1 V yang dibaca pada rentang itu hanya memakai sekitar 51 kode. Pada sinyal yang berubah pelan, kuantisasi tampak sebagai tangga: nilai melompat satu langkah, lalu diam. Tangga itu bukan derau proses.

    Resolusi tampilan, resolusi pengubah, dan skala register adalah tiga hal yang berbeda. Register berskala 0,1 °C, seperti dijelaskan di Bab 3 · Komputasional tentang representasi data di perangkat kendali, tidak dapat menyimpan perbedaan 0,05 °C walaupun pengubahnya lebih halus. Resolusi juga bukan akurasi: pencatat yang menampilkan 0,01 °C tetapi kalibrasinya meleset 1 °C tetap salah 1 °C; akurasi ditentukan kalibrasi dan ketidakpastian seperti di Bab 4 tentang analisis sistem pengukuran. Bila sinyal 4 sampai 20 mA dari Bab 60 · Kelistrikan & Kendali tentang sensor proses dibaca oleh pengubah dengan rentang 0 sampai 20 mA, seperlima kodenya tidak pernah terpakai, sehingga langkah dalam satuan proses lebih kasar dari rentang ukur dibagi jumlah kode penuh.

    Rata-rata bergerak untuk data log

    Rata-rata bergerak (moving average) adalah rata-rata sejumlah sampel terakhir yang dihitung ulang setiap kali sampel baru masuk. Penyaring digital jenis FIR cukup untuk menjamin kelinearan, dan rata-rata bergerak sederhana termasuk penyaring FIR. Untuk NN sampel:

    xˉt=1N∑i=0N−1xt−i,tunda=N−12 Δt,σxˉ=σN\bar x_t = \frac{1}{N}\sum_{i=0}^{N-1} x_{t-i}, \qquad \text{tunda} = \frac{N-1}{2}\,\Delta t, \qquad \sigma_{\bar x} = \frac{\sigma}{\sqrt N}

    dengan Δt\Delta t selang cuplik dan σ\sigma simpangan baku derau acak yang bebas antarsampel, keduanya dalam satuan data. Perubahan tangga muncul sebagai lereng selebar NN sampel. Pada data satu menit dengan derau acak bersimpangan baku 0,3 °C, misalnya, rata-rata bergerak 5 titik menurunkan derau menjadi 0,3/5=0,130{,}3/\sqrt 5 = 0{,}13 °C dengan tunda (5−1)/2=2(5-1)/2 = 2 menit. Bab 11 · Satuan & Matematika tentang laju perubahan dari data sudah mengingatkan bahwa rata-rata bergerak menunda dan menumpulkan perubahan cepat, dan Bab 4 · Komputasional tentang program kendali waktu nyata memberi penyaring orde satu yang dipakai di dalam program kendali.

    Untuk data log yang dianalisis belakangan, ada pilihan yang tidak tersedia bagi pengendali: rata-rata terpusat, yang memakai sampel sebelum dan sesudah setiap titik, tidak menunda sama sekali tetapi hanya dapat dihitung setelah data lengkap. Data mentah selalu disimpan; grafik yang disaring diberi keterangan jenis penyaring dan NN-nya. Untuk menentukan jam kejadian, data mentah atau rata-rata terpusat yang dipakai. Untuk mencari puncak singkat, rata-rata justru menyembunyikannya; yang dipakai adalah nilai maksimum per selang, seperti di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang diagnosis gangguan berselang.

    Penanda waktu, sinkronisasi jam, dan zona waktu

    Penanda waktu (timestamp) adalah tanggal dan jam yang dilekatkan pada setiap nilai atau kejadian dalam catatan. Geser jam (clock drift) adalah selisih yang terus bertambah antara jam sebuah perangkat dan waktu acuan. Jam perangkat biasanya digerakkan osilator kristal; galat 20 ppm, yang sering dipakai sebagai nilai khas, berarti geser sekitar 1,7 detik per hari. Geser per hari dalam detik:

    Δthari=eppm×10−6×86.400\Delta t_{hari} = e_{ppm} \times 10^{-6} \times 86.400

    dengan eppme_{ppm} galat frekuensi jam dalam bagian per sejuta. Spesifikasi perangkat tertentu diambil dari manualnya. Dua perangkat yang bergeser berlawanan arah menjauh dua kali lebih cepat. Satu jam dengan 20 ppm bergeser sekitar 52 detik per 30 hari, sehingga untuk satu perangkat seperti itu sinkronisasi bulanan menjaga selisihnya terhadap acuan di bawah satu menit.

    Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang diagnosis gangguan berselang sudah meminta penanda waktu pencatat disamakan dengan jam pengendali dan catatan operator. Cara menjaga kesamaan itu: jam disinkronkan ke satu acuan lewat protokol waktu jaringan atau disetel manual berkala; setiap penyetelan jam dicatat dengan jam sebelum dan sesudahnya; dan saat data diunduh, selisih jam perangkat terhadap acuan dicatat supaya koreksi dapat dihitung. Penanda waktu menyatakan saat nilai diukur, bukan saat data diterima server, sama dengan aturan formulir lapangan di Bab 9 tentang catatan lapangan digital. Peramalan beban bersandar pada data historis yang konsisten; data dengan jam yang meloncat tidak konsisten.

    Zona waktu dan perpindahan jam

    Indonesia memakai tiga zona waktu, WIB (UTC+7), WITA (UTC+8), dan WIT (UTC+9), tanpa waktu musim panas. Perangkat impor sering diatur pabrik ke UTC atau ke zona negara asalnya. Perangkat yang diatur ke zona dengan waktu musim panas melompat satu jam dua kali setahun: saat maju, satu jam penanda waktu tidak ada; saat mundur, satu jam penanda waktu muncul dua kali dan urutan data menjadi rancu.

    Aturan yang aman: simpan atau ekspor data dengan zona yang tertulis, sebaiknya UTC ditambah selisih zonanya; jangan mencampur data dari perangkat berzona berbeda sebelum semuanya diubah ke satu zona; matikan pengaturan waktu musim panas pada perangkat yang dipakai di Indonesia, dengan izin pemilik sistem; dan catat zona setiap perangkat di daftar aset bersama nomor serinya.

    Celah data dan duplikat

    Data dari pencatat jarang lengkap. Sambungan putus, baterai habis, memori penuh, atau pencatat dilepas untuk diunduh. Setelah jalur komunikasi pulih, data diperbarui secara otomatis. Kiriman ulang itu dapat menimbulkan baris ganda dan urutan kedatangan yang tidak sama dengan urutan waktu. Kelengkapan dihitung dengan jumlah penanda waktu unik, bukan jumlah baris:

    kelengkapan=penanda waktu unik yang diterimapenanda waktu yang seharusnya×100%\text{kelengkapan} = \frac{\text{penanda waktu unik yang diterima}}{\text{penanda waktu yang seharusnya}} \times 100\%

    Celah ditandai, tidak diisi diam-diam. Nol adalah nilai, bukan tanda data hilang. Garis lurus yang ditarik program grafik melewati celah terlihat seperti data. Bila celah perlu diisi untuk tampilan atau total energi, cara pengisiannya dicatat dan titik isian ditandai; untuk bukti kepatuhan, celah dilaporkan apa adanya. Celah yang selalu jatuh pada keadaan tertentu, misalnya pencatat mati ketika panel terlalu panas, membuat ringkasan bias ke arah keadaan normal. Cara mendeteksi dan menangani duplikat, salah satuan, dan pencilan setelah data terkumpul dibahas di Bab 13 tentang membersihkan data teknis.

    Membaca log mesin

    Log mesin adalah deret waktu berbasis kejadian: mulai siklus, langkah program, keluaran menyala, alarm, kode galat, dan reset. Membacanya memerlukan tiga pertanyaan: apa urutannya, berapa lama setiap keadaan berlangsung, dan kejadian mana yang terjadi lebih dulu di perangkat yang berbeda.

    1. Urutan. Kejadian pertama dalam rentetan biasanya paling dekat dengan penyebab; kode yang menyusul sering hanya akibat. Kesalahan pemanas yang muncul setelah pemutus pengaman trip adalah akibat hilangnya daya, bukan penyebab trip.
    2. Durasi. Selisih penanda waktu antara "pemanas menyala" dan "suhu tercapai" menunjukkan laju pemanasan; durasi yang makin panjang dari minggu ke minggu menunjuk elemen yang melemah atau kerak, seperti tren di Bab 3 tentang tren dan kontrol proses.
    3. Antarperangkat. Sebelum log dua perangkat dibandingkan, selisih jam keduanya dikoreksi; tanpa itu, urutan dapat terbalik.

    Log galat dapat dipindahkan ke kantor untuk dievaluasi, dan pada sistem reverse osmosis salinan buku catatan perawatan dibuat sebelum entri pertama diisi. Untuk log elektronik, padanannya adalah mengunduh atau memotret log sebelum mereset, mematikan, atau mengganti papan, karena sebagian pengendali menghapus atau menimpa riwayatnya.

    Memilih laju cuplik untuk tujuan tertentu

    Laju cuplik dipilih dari pertanyaannya, bukan dari pilihan terkecil di menu. Dalam praktik pencatatan proses, laju dipilih beberapa kali di atas dua kali frekuensi tertinggi yang penting, dan sinyal disaring sebelum dicuplik. Pedoman berikut menghubungkan tujuan dengan setelan pencatat:

    TujuanYang dicatatPilihan selang
    Melihat bentuk siklus termostat atau pompaNilai sesaatSekitar sepersepuluh periode siklus atau lebih rapat
    Memantau suhu ruang atau tangki tanpa melihat siklusRata-rata, minimum, maksimumSelang ringkasan beberapa kali periode siklus
    Total energi atau airPenghitung kumulatif atau rata-rata daya15 menit sampai 1 jam, sesuai tarif dan analisis
    Menangkap kejadian singkatMinimum dan maksimum, atau pemicuLihat Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang diagnosis gangguan berselang
    Bukti kepatuhan suhuSesuai prosedur atau peraturanDitetapkan pemilik prosedur, bukan teknisi

    Memori dan baterai membatasi pilihan: selang 5 detik menghasilkan 17.280 titik per hari, selang 1 menit 1.440 titik. Laju yang lebih cepat juga tidak menggantikan penyaring antilipat; ia hanya menggeser batas aliasing ke frekuensi yang lebih tinggi.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: gelombang lima menit di kasus pembuka. Termostat bersiklus 50 detik, f=1/50=0,020f = 1/50 = 0{,}020 Hz. Pencatat mencuplik nilai sesaat setiap 60 detik, fs=0,0167f_s = 0{,}0167 Hz dan fN=0,0083f_N = 0{,}0083 Hz. Karena ff di atas fNf_N, frekuensi yang tampak fa=∣0,020−1×0,0167∣=0,0033f_a = |0{,}020 - 1 \times 0{,}0167| = 0{,}0033 Hz, atau periode 300 detik: gelombang lima menit yang tidak ada. Pemeriksaan sederhana: setiap sampel jatuh 10 detik lebih jauh pada siklus, sehingga pola sampel berulang setelah lima sampel. Bila selang cuplik tepat 50 detik, siklusnya hilang sama sekali dan grafik tampak datar.

    Contoh 2: memilih ulang setelan pencatat. Untuk melihat bentuk siklus 50 detik dengan sekitar sepuluh sampel per siklus, selang dipilih 5 detik, menghasilkan 17.280 titik per hari. Bila yang ditanyakan hanya apakah air cukup panas, pencatat disetel menyimpan rata-rata, minimum, dan maksimum setiap menit: 3×1.440=4.3203 \times 1.440 = 4.320 nilai per hari. Rata-rata selang 60 detik tidak menghapus gelombang semu lima menit, tetapi melemahkannya menjadi sekitar 16 persen amplitudo siklus 50 detik (dari rata-rata sinus pada jendela tetap), sedangkan minimum per menit langsung menunjukkan apakah suhu pernah turun di bawah batas.

    Contoh 3: suhu dari loop 4 sampai 20 mA. Transmiter 0 sampai 150 °C dibaca pengubah 12 bit. Bila seluruh 4.096 kode terpakai, q=150/4.096=0,037q = 150/4.096 = 0{,}037 °C. Bila rentang pengubahnya 0 sampai 20 mA, hanya 4.096×16/20=3.2774.096 \times 16/20 = 3.277 kode yang terpakai, dan q=0,046q = 0{,}046 °C. Pengubah 16 bit memberi 0,0023 °C. Langkah sehalus itu tidak menyatakan akurasi transmiter, yang dibaca dari lembar data dan sertifikat kalibrasinya, dan tangga 0,04 °C di grafik tidak berarti proses bergerak 0,04 °C.

    Contoh 4: zona yang tertukar. Pengendali pengering di sebuah hotel di Bali (WITA, UTC+8) ternyata diatur ke WIB (UTC+7). Alarm yang tercatat 13.05 di pengendali terjadi pukul 14.05 waktu setempat, tepat saat panel mencatat penurunan tegangan. Pencatat lain yang diatur ke UTC mencatat 06.15 untuk kejadian yang sama dengan 14.15 WITA. Semua log diubah ke satu zona sebelum dibandingkan.

    Contoh 5: celah malam di ruang pendingin. Pencatat suhu ruang pendingin mencuplik setiap menit, jadi seharusnya ada 1.440 penanda waktu per hari. Gateway mati empat jam setiap malam. Bila memori pencatat tidak menyimpan data selama itu, 240 titik hilang dan kelengkapannya 1.200/1.440=83,31.200/1.440 = 83{,}3 persen; untuk empat jam itu tidak ada bukti suhu terjaga. Bila pencatat menyimpan dan mengirim ulang datanya, tetapi gateway juga mengulang 60 baris terakhir sebelum mati, ada 1.500 baris dan kelengkapan semu 104 persen. Setelah duplikat dibuang, 1.440 penanda waktu unik memberi 100 persen.

    Contoh 6: urutan trip dan galat pemanas. Log pengering mencatat galat pemanas pukul 15.42.10, sedangkan log panel mencatat trip pemutus pengaman pukul 15.47.30. Tanpa koreksi, galat pengering tampak terjadi 320 detik lebih dulu. Saat log diunduh, jam panel ternyata 6 menit 50 detik lebih cepat dari acuan. Waktu trip yang dikoreksi 15.40.40, yaitu 90 detik sebelum galat pengering. Urutannya terbalik: trip lebih dulu, lalu pengering kehilangan daya pemanas dan mencatat galat. Penyelidikan diarahkan ke beban dan pemutus pengaman, bukan ke papan pengering.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan keputusan kepada pihak berwenang bila:

    1. Data log dipakai sebagai bukti kepatuhan, misalnya suhu ruang pendingin, suhu bilas sanitasi, atau suhu sterilisasi, dan ada celah atau jam yang tidak dapat dipastikan. Laporkan ke penanggung jawab mutu; jangan mengisi atau mengoreksi data diam-diam.
    2. Setelan laju, penyaring, jam, atau zona perlu diubah pada pengendali pengaman, sistem milik pihak lain, atau peralatan medis. Perubahan memerlukan izin pemilik sistem atau pabrik.
    3. Log menunjukkan urutan kejadian yang menyangkut keselamatan, seperti trip proteksi, alarm gas, atau interlock yang gagal. Simpan log tanpa mereset dan ikuti prosedur investigasi insiden bersama orang berwenang.
    4. Pencatat harus dipasang pada titik bertegangan atau bertekanan. Ikuti syarat keselamatan pemasangan di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang diagnosis gangguan berselang dan wewenang kerja yang berlaku.
    5. Mesin akan direset, dimatikan, atau papannya diganti sebelum log diunduh, padahal log diperlukan untuk penyelidikan atau klaim garansi.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Grafik pencatat menunjukkan apa yang terjadi di mesin.

    Why is it wrong?

    Grafik menunjukkan sampel yang disambung garis; aliasing, pita mati, dan penyaring dapat membuat pola yang tidak ada.

    Common misconception

    Garis datar berarti nilainya tetap.

    Why is it wrong?

    Pada mode saat berubah, garis datar hanya berarti perubahan di bawah pita mati; komunikasi yang putus juga sering membuat nilai terakhir terulang.

    Common misconception

    Resolusi 0,01 °C berarti akurat 0,01 °C.

    Why is it wrong?

    Resolusi menyatakan langkah terkecil; akurasi ditentukan kalibrasi dan ketidakpastian.

    Common misconception

    Celah diisi nol atau garis lurus supaya grafik rapi.

    Why is it wrong?

    Nol adalah nilai, dan garis lurus adalah tebakan; celah ditandai dan dilaporkan.

    Common misconception

    Jam perangkat digital pasti benar.

    Why is it wrong?

    Jam kristal bergeser, zona dapat salah, dan waktu musim panas dapat aktif; jam diperiksa terhadap acuan setiap kali log diunduh.

    Common misconception

    Makin cepat dicuplik makin baik.

    Why is it wrong?

    Laju cepat memenuhi memori dan menyimpan derau; laju dipilih dari tujuan, dan penyaringan sebelum cuplik tetap diperlukan.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang diagnosis gangguan berselang memakai pencatat untuk menangkap gangguan berselang, Bab 3 · Komputasional menjelaskan register berskala, Bab 4 · Komputasional membahas penyaring di program kendali, dan Bab 87 · Kelistrikan & Kendali membahas laju cuplik osiloskop. Bab 11 · Satuan & Matematika menghitung laju dan luas dari data yang sama, Bab 9 mengatur penanda waktu dan mutu data formulir, dan Bab 3 membaca tren dari deret waktu. Data yang sudah terkumpul dibersihkan menurut Bab 13 tentang membersihkan data teknis, dipakai untuk studi kemampuan di Bab 11 tentang kemampuan proses, dan disajikan menurut Bab 16 tentang menyajikan data teknis.

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Sebuah pompa dosis bersiklus 40 detik dan pencatat mencuplik nilai sesaat setiap 30 detik. Apakah terjadi aliasing, dan berapa periode yang tampak?

      See the worked solution

      f=1/40=0,025f = 1/40 = 0{,}025 Hz, fs=0,0333f_s = 0{,}0333 Hz, dan fN=0,0167f_N = 0{,}0167 Hz, jadi ff di atas fNf_N dan terjadi aliasing. Frekuensi yang tampak ∣0,025−0,0333∣=0,0083|0{,}025 - 0{,}0333| = 0{,}0083 Hz, atau periode semu 120 detik.

    2. Berapa titik per hari dan per 30 hari bila pencatat mencuplik setiap 10 detik, dan berapa titik per hari pada resolusi 15 menit?

      See the worked solution

      Satu hari 86.400 detik, jadi selang 10 detik memberi 8.640 titik per hari dan 259.200 titik per 30 hari. Resolusi 15 menit memberi 24×4=9624 \times 4 = 96 titik per hari, sama dengan 96 penanda waktu per hari di bagian cara pencatat menyimpan data.

    3. Pengubah 8 bit membaca suhu 0 sampai 100 °C. Berapa langkah kuantisasinya, dan dapatkah perubahan 0,2 °C terlihat?

      See the worked solution

      q=100/256=0,39q = 100/256 = 0{,}39 °C, sehingga perubahan 0,2 °C lebih kecil dari satu langkah. Perubahan itu hanya kadang terlihat sebagai lompatan satu langkah dan tidak dapat diukur dengan pengubah ini.

    4. Data dicuplik setiap 30 detik dan dihaluskan dengan rata-rata bergerak 10 titik. Berapa tunda dan faktor penurunan derau acaknya?

      See the worked solution

      Tundanya (10−1)/2=4,5(10-1)/2 = 4{,}5 selang cuplik atau 135 detik. Derau acak turun dengan faktor 1/10=0,321/\sqrt{10} = 0{,}32 bila derau antarsampel bebas.

    5. Jam sebuah pencatat bergeser 30 ppm. Berapa detik per hari, dan berapa hari sampai selisihnya satu menit?

      See the worked solution

      30×10−6×86.400=2,630 \times 10^{-6} \times 86.400 = 2{,}6 detik per hari. Selisih satu menit tercapai setelah 60/2,6=2360/2{,}6 = 23 hari, sehingga sinkronisasi bulanan belum cukup bila diperlukan ketelitian di bawah satu menit.

    6. Pencatat 15 menit seharusnya memberi berapa titik dalam seminggu? Bila yang diterima 640 penanda waktu unik, berapa kelengkapannya dan berapa jam data hilang?

      See the worked solution

      Seminggu berisi 7×96=6727 \times 96 = 672 penanda waktu, sehingga kelengkapannya 640/672=95,2640/672 = 95{,}2 persen. Ada 32 titik hilang atau 32×15=48032 \times 15 = 480 menit, yaitu 8 jam, yang ditandai dan dicari sebabnya.

    Referensi

    External sources

    • OpenStax: Introductory Statistics 2eopenstax.org

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 20, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Data deret waktu dari pencatat data dan pengendali: laju sampel dan aliasing, resolusi dan kuantisasi, rata-rata bergerak dan penyaringan, penanda waktu dan sinkronisasi, celah data, dan membaca log mesin. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/data-deret-waktu-dari-pencatat-data-dan-pengendali-laju-sampel-dan-aliasing-resolusi-dan-kuantisasi-rata-rata-bergerak-dan-penyaringan-penanda-waktu-dan-sinkronisasi-celah-data-dan-membaca-log-mesin

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Sebuah pompa dosis bersiklus 40 detik dan pencatat mencuplik nilai sesaat setiap 30 detik. Apakah terjadi aliasing, dan berapa periode yang tampak?

    2

    Berapa titik per hari dan per 30 hari bila pencatat mencuplik setiap 10 detik, dan berapa titik per hari pada resolusi 15 menit?

    3

    Pengubah 8 bit membaca suhu 0 sampai 100 °C. Berapa langkah kuantisasinya, dan dapatkah perubahan 0,2 °C terlihat?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters