Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Data & Measurement · Chapter 4Quantitative

    By Kurnia · Published October 17, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 18 min read

    Analisis sistem pengukuran: resolusi, bias, linearitas, stabilitas, keterulangan dan reprodusibilitas, studi alat ukur, dan memilih alat ukur untuk toleransi

    Dua teknisi mengukur suhu air bilas akhir mesin pencuci piring yang sama dengan termometer saku yang sama. Satu mendapat 81 °C, yang lain 84 °C, dan batas minimum yang disepakati 82 °C. Pelanggan bertanya apakah mesin lulus atau gagal, dan jawabannya bergantung pada siapa yang mengukur. Masalahnya ada pada sistem pengukuran, bukan pada mesin. Bab ini menjelaskan analisis sistem pengukuran: unsur sistem, resolusi, bias dan linearitas, stabilitas, keterulangan dan reprodusibilitas, studi alat ukur sederhana, pemeriksaan atribut, memilih alat ukur untuk toleransi, dan pengaruh variasi alat ukur pada keputusan lulus atau gagal.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Dua teknisi diminta memeriksa suhu air bilas akhir sebuah mesin pencuci piring berpintu setelah perbaikan pemanas. Keduanya memakai termometer saku digital yang sama, pada siklus yang berurutan. Teknisi pertama mendapat 81 °C dan menyatakan mesin gagal; teknisi kedua mendapat 84 °C dan menyatakan mesin lulus. Batas minimum yang disepakati dengan pelanggan 82 °C. Pelanggan bertanya mana yang benar.

    Pertanyaan itu tidak dapat dijawab dengan mengukur sekali lagi. Teknisi pertama menusukkan probe ke dalam bak penampung dan langsung membaca; teknisi kedua menahan probe di aliran yang keluar dari nosel bilas dan menunggu angka berhenti berubah. Termometer itu sendiri belum pernah dibandingkan dengan acuan. Selisih 3 °C berasal dari sistem pengukuran: alat, cara, dan orang. Selama selisih itu tidak diketahui besarnya, keputusan lulus atau gagal di dekat batas hanyalah undian. Bab ini menjelaskan cara menilai sistem pengukuran sebelum hasilnya dipakai untuk keputusan.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas analisis sistem pengukuran untuk pekerjaan servis: unsur sistem, resolusi, bias, linearitas, stabilitas, keterulangan, reprodusibilitas, studi alat ukur sederhana, pemeriksaan atribut, memilih alat ukur untuk toleransi, dan pengaruh variasi alat ukur pada keputusan. Topik yang berdekatan dibahas di bab lain:

    • satuan dan angka penting di Bab 3 · Satuan & Matematika tentang satuan, dimensi, konversi, dan angka penting;
    • dasar kalibrasi dan ketidakpastian di Bab 1 tentang kalibrasi, ketidakpastian, dan mutu pengukuran;
    • istilah metrologi, ketertelusuran, sertifikat, dan aturan keputusan dengan pita pengaman di Bab 61 · Kelistrikan & Kendali tentang kalibrasi instrumen dan ketertelusuran;
    • ringkasan data dan simpangan baku di Bab 2 tentang variasi, distribusi, dan ringkasan data;
    • diagram kendali di Bab 3 tentang tren, kontrol proses, dan keputusan berbasis bukti;
    • keselamatan alat ukur dan kategori ukur di Bab 14 · Kelistrikan & Kendali tentang keselamatan alat ukur, kategori ukur, rating, dan verifikasi bebas tegangan;
    • alat ukur presisi bengkel di Bab 12 · Mekanikal & Mekatronika tentang pengukuran presisi dan pengerjaan bengkel;
    • ketidakpastian gabungan di Bab 5 tentang ketidakpastian gabungan dan anggaran ketidakpastian.

    Rumus di bab ini adalah rumus baku analisis sistem pengukuran.

    Sistem pengukuran

    Angka ukur dihasilkan oleh sebuah sistem, tidak oleh alat saja. Sistem pengukuran (measurement system) adalah gabungan alat, cara, orang, benda yang diukur, dan lingkungan yang bersama-sama menghasilkan angka ukur. Sensor adalah komponen pertama rantai pengukuran; sesudahnya ada pengolah sinyal, tampilan, dan orang yang membaca serta mencatat. Unsur sistem pengukuran:

    1. Alat: sensor, penunjuk, resolusi, keadaan baterai, dan riwayat kalibrasinya.
    2. Cara: titik ukur, posisi probe, waktu tunggu sampai stabil, jumlah ulangan, dan cara mencatat.
    3. Orang: keterampilan, kebiasaan membaca, dan sudut pandang pada penunjuk analog.
    4. Benda yang diukur: apakah besarannya stabil selama diukur, misalnya suhu air bilas yang berubah dalam beberapa detik.
    5. Lingkungan: suhu ruang, uap, getaran, medan listrik, dan cahaya.

    Akurasi (accuracy) menyatakan seberapa dekat hasil ukur dengan nilai sebenarnya suatu besaran, atau, dengan pengertian serupa, seberapa dekat angka ukur dengan nilai benar. Analisis sistem pengukuran memecah ketidaksesuaian itu menjadi bagian yang dapat diperiksa satu per satu: resolusi, bias, linearitas, stabilitas, keterulangan, dan reprodusibilitas. Setiap bagian punya cara periksa dan perbaikannya sendiri, sehingga teknisi tahu apakah yang perlu diganti alatnya, cara kerjanya, atau kebiasaan orangnya.

    Resolusi

    Resolusi (resolution) adalah perubahan terkecil yang dapat ditampilkan alat. Timbangan sederhana dapat mempunyai resolusi rendah, sedangkan jangka sorong dapat mempunyai ketelitian pembacaan 0,01 cm.

    Aturan praktis yang umum dipakai: resolusi alat paling besar sepersepuluh lebar toleransi atau sepersepuluh sebaran proses yang ingin dilihat. Alat dengan resolusi 1 °C tidak dapat membedakan 82,4 °C dari 81,6 °C, sehingga keputusan di dekat batas 82 °C ditentukan oleh pembulatan.

    Resolusi yang halus tidak menjamin hasil yang benar. Tampilan dengan dua angka desimal dapat tetap salah 1 °C bila alatnya bias. Resolusi adalah syarat perlu, tidak cukup.

    Bias dan linearitas

    Bias (bias) adalah selisih antara rata-rata banyak pembacaan dengan nilai acuan pada titik yang sama:

    b=xˉ−xacuanb = \bar{x} - x_{\text{acuan}}

    dengan bb bias, xˉ\bar{x} rata-rata pembacaan, dan xacuanx_{\text{acuan}} nilai acuan, ketiganya dalam satuan besaran yang diukur. Bias negatif berarti alat membaca lebih rendah dari acuan. Nilai acuan diperoleh dari alat atau benda acuan yang tertelusur, seperti dijelaskan di Bab 61 · Kelistrikan & Kendali tentang kalibrasi instrumen dan ketertelusuran. Bila pembacaan beberapa termometer tidak sama, tentu ada termometer yang penunjukannya tidak benar, dan kebenaran hasil ukur alat itu amat penting.

    Apakah bias berarti atau hanya kebetulan dinilai dengan membandingkannya terhadap galat baku rata-rata (standard error of the mean), yaitu simpangan baku pembacaan dibagi akar jumlah pembacaan:

    t=bs/nt = \frac{b}{s / \sqrt{n}}

    dengan ss simpangan baku nn pembacaan, dalam satuan yang sama dengan bb, sehingga tt tidak bersatuan. Nilai ∣t∣|t| yang jauh lebih besar dari sekitar 2 menunjukkan bias yang nyata.

    Linearitas (linearity) menyatakan apakah bias tetap sepanjang rentang ukur. Pada transmiter dikenal galat pergeseran nol, galat rentang, gabungan galat rentang dan nol, dan galat ketaklinearan, yang terlihat dengan memplot sinyal keluaran terhadap masukan. Galat nol membuat bias sama di semua titik; galat rentang membuat bias membesar sebanding dengan nilai ukur; ketaklinearan membuat bias berubah tidak teratur. Linearitas diperiksa dengan mengukur paling sedikit tiga titik acuan yang mencakup rentang pemakaian, lalu memplot bias terhadap nilai acuan.

    Stabilitas

    Stabilitas (stability) adalah perubahan bias dari waktu ke waktu. Alat dapat benar saat dikalibrasi lalu bergeser karena umur sensor, baterai yang melemah, benturan, atau kotoran pada elektroda. Cara memeriksanya adalah mengukur benda atau larutan acuan yang sama secara berkala, misalnya larutan penyangga pH atau blok suhu, dan mencatat hasilnya pada diagram kendali seperti di Bab 3 tentang tren, kontrol proses, dan keputusan berbasis bukti.

    Pemeriksaan stabilitas tidak menggantikan kalibrasi. Kalibrasi menetapkan bias terhadap acuan tertelusur pada saat tertentu; pemeriksaan stabilitas menunjukkan kapan alat mulai bergeser di antara dua kalibrasi, sehingga hasil ukur sejak pergeseran itu dapat ditinjau ulang.

    Keterulangan dan reprodusibilitas

    Keterulangan (repeatability) adalah variasi pembacaan bila orang yang sama mengukur benda yang sama dengan alat dan cara yang sama berulang kali dalam waktu singkat. Variasi ini terutama berasal dari alat dan cara memegang, disimbolkan σe\sigma_e.

    Reprodusibilitas (reproducibility) adalah variasi tambahan bila orang yang berbeda mengukur benda yang sama, disimbolkan σo\sigma_o. Variasi ini terutama berasal dari cara kerja yang tidak seragam.

    Ada model statistik yang umum dipakai untuk menggambarkan variasi acak, dan variasi acak yang saling bebas dijumlahkan dalam bentuk kuadrat. Variasi sistem pengukuran:

    σms=σe2+σo2\sigma_{ms} = \sqrt{\sigma_e^2 + \sigma_o^2}

    dengan σms\sigma_{ms}, σe\sigma_e, dan σo\sigma_o simpangan baku dalam satuan besaran yang diukur. Bila setiap orang mengukur nn kali, σe2\sigma_e^2 diambil dari rata-rata varians ulangan setiap orang, dan σo2\sigma_o^2 dari varians rata-rata antarorang dikurangi σe2/n\sigma_e^2/n. Bila hasil pengurangan negatif, σo\sigma_o dianggap nol.

    Studi alat ukur sederhana

    Studi alat ukur (gauge study) adalah percobaan terencana untuk memperkirakan keterulangan dan reprodusibilitas sebuah sistem pengukuran. Studi alat ukur yang umum dipakai dalam pedoman analisis sistem pengukuran memakai sekitar sepuluh benda yang mewakili rentang proses, dua atau tiga orang, dan dua atau tiga ulangan setiap orang untuk setiap benda, dengan urutan acak dan tanpa orang mengetahui hasil sebelumnya. Untuk pekerjaan servis, bentuk yang lebih kecil sering cukup: satu benda acuan atau satu titik ukur, dua orang, lima ulangan setiap orang.

    Hasil studi dibandingkan dengan lebar toleransi:

    %RR=6 σmsBA−BB×100%\%RR = \frac{6\,\sigma_{ms}}{BA - BB} \times 100\%

    dengan BABA dan BBBB batas atas dan bawah toleransi, dalam satuan yang sama dengan σms\sigma_{ms}, sehingga %RR\%RR dinyatakan dalam persen. Batas yang umum dipakai: di bawah 10% sistem pengukuran baik, 10% sampai 30% dapat diterima tergantung pentingnya keputusan dan biaya perbaikan, di atas 30% tidak layak. Untuk batas satu sisi, seperti suhu minimum, lebar toleransi diganti jarak antara batas dan nilai proses yang biasa, atau sistem pengukuran dinilai langsung dari peluang salah keputusan di dekat batas.

    Ukuran lain yang sering dipakai adalah jumlah kategori yang dapat dibedakan (number of distinct categories), yaitu berapa banyak kelompok nilai proses yang dapat dipisahkan dengan andal oleh sistem pengukuran:

    ndc=1,41×σpσmsndc = 1{,}41 \times \frac{\sigma_p}{\sigma_{ms}}

    dengan σp\sigma_p simpangan baku proses dalam satuan yang sama dengan σms\sigma_{ms}, sehingga ndcndc tidak bersatuan. Nilai 5 atau lebih dianggap cukup untuk memantau proses; nilai 1 atau 2 berarti sistem pengukuran hanya mampu memisahkan "tinggi" dan "rendah". Ukuran ini dipakai bila tujuannya mengendalikan proses, sedangkan %RR\%RR terhadap toleransi dipakai bila tujuannya memutuskan lulus atau gagal.

    Bila studi menunjukkan reprodusibilitas yang besar, perbaikannya biasanya kerja baku: titik ukur yang ditandai, posisi probe, waktu tunggu, dan cara membaca. Bila keterulangan yang besar, perbaikannya biasanya alat yang lebih baik atau cara memegang yang lebih stabil.

    Pemeriksaan atribut

    Pemeriksaan atribut (attribute inspection) adalah pemeriksaan yang hasilnya berupa kategori, misalnya lulus atau gagal, bukan angka. Banyak pemeriksaan servis berbentuk seperti ini: noda pada linen, warna strip uji, bunyi bantalan, retak pada selang. Sistem pemeriksaan seperti ini juga dapat dinilai. Siapkan sekitar tiga puluh sampai lima puluh contoh yang keadaannya sudah ditetapkan oleh pemeriksa ahli, termasuk contoh yang sulit di dekat batas. Setiap pemeriksa menilai semua contoh dua kali dalam urutan acak.

    Ukuran yang dipakai: kesepakatan pemeriksa dengan dirinya sendiri, kesepakatan antarpemeriksa, dan kesepakatan dengan penilaian ahli. Kesepakatan yang rendah diperbaiki dengan contoh pembanding, foto batas, kartu warna, dan pencahayaan yang sama. Pedoman analisis sistem pengukuran juga menyebut ukuran kesepakatan yang memperhitungkan kebetulan, seperti kappa.

    Memilih alat ukur untuk toleransi

    Persyaratan umum instalasi listrik menyatakan bahwa gawai ukur listrik harus dipilih menurut penerapannya; syarat yang sama berlaku untuk semua alat ukur. Pertimbangannya:

    1. Rasio akurasi (accuracy ratio): batas galat alat sebaiknya paling besar seperempat toleransi yang diperiksa (rasio 4 banding 1).
    2. Resolusi: paling besar sepersepuluh lebar toleransi.
    3. Rentang: nilai yang diukur berada di bagian rentang alat yang akurasinya dinyatakan. Pemilih rentang diarahkan pada angka di atas tegangan atau arus yang diukur, dan multimeter digital umumnya lebih akurat daripada yang analog.
    4. Waktu tanggap: sensor suhu dengan waktu tanggap panjang tidak cocok untuk air bilas yang hanya mengalir beberapa detik.
    5. Lingkungan dan keselamatan: tahan uap dan percikan, dan kategori ukur sesuai titik ukur seperti di Bab 14 · Kelistrikan & Kendali tentang keselamatan alat ukur.
    6. Kalibrasi: alat tercatat di register kalibrasi dan masih dalam masa berlaku.

    Pengaruh variasi alat ukur pada keputusan

    Variasi yang terlihat pada data adalah gabungan variasi proses dan variasi pengukuran:

    σobs2=σp2+σms2\sigma_{obs}^2 = \sigma_{p}^2 + \sigma_{ms}^2

    dengan σobs\sigma_{obs} simpangan baku data yang teramati, σp\sigma_p simpangan baku proses, dan σms\sigma_{ms} simpangan baku sistem pengukuran, ketiganya dalam satuan yang sama. Bila σms\sigma_{ms} besar, data tampak lebih tersebar daripada keadaan sebenarnya, diagram kendali memberi alarm palsu, dan perbaikan proses tampak tidak berhasil.

    Di dekat batas, variasi pengukuran menimbulkan dua jenis salah keputusan. Salah terima (false acceptance) adalah keadaan ketika benda yang sebenarnya di luar batas dinyatakan lulus, dan salah tolak (false rejection) adalah keadaan ketika benda yang sebenarnya baik dinyatakan gagal. Bila nilai sebenarnya dianggap tersebar normal di sekitar hasil ukur dengan simpangan baku σms\sigma_{ms}, peluang nilai sebenarnya berada di sisi lain batas dapat diperkirakan dari z=∣x−batas∣/σmsz = |x - \text{batas}|/\sigma_{ms}. Untuk keputusan penting, Bab 61 · Kelistrikan & Kendali tentang kalibrasi instrumen dan ketertelusuran menjelaskan pita pengaman yang menggeser batas penerimaan ke dalam.

    Contoh kerja

    Angka dalam pembuka dan contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: resolusi. Suhu bilas yang dapat diterima 82 °C sampai 90 °C, lebar 8 °C. Resolusi yang dianjurkan paling besar 8/10=0,88/10 = 0{,}8 °C. Termometer dengan resolusi 1 °C tidak memenuhi; termometer dengan resolusi 0,1 °C memenuhi syarat resolusi, tetapi bias dan variasinya masih harus diperiksa.

    Contoh 2: stabilitas. pH meter diperiksa setiap pagi dengan larutan penyangga pH 7,00 dan batas peringatan ±0,05\pm 0{,}05. Pada minggu pertama pembacaan berkisar 6,99 sampai 7,02, pada minggu keempat naik bertahap menjadi 7,06. Alat dikalibrasi ulang dan elektroda dibersihkan, dan hasil ukur pelanggan sejak pembacaan melewati batas ditandai untuk ditinjau.

    Contoh 3: keterulangan dan reprodusibilitas. Pada kasus pembuka, masing-masing teknisi mengukur lima kali dengan caranya sendiri. Teknisi A: rata-rata 83,1 °C, simpangan baku 0,4 °C. Teknisi B: rata-rata 84,6 °C, simpangan baku 0,5 °C. Keterulangan σe2=(0,42+0,52)/2=0,205\sigma_e^2 = (0{,}4^2 + 0{,}5^2)/2 = 0{,}205, jadi σe=0,45\sigma_e = 0{,}45 °C. Varians dua rata-rata =(84,6−83,1)2/2=1,125= (84{,}6 - 83{,}1)^2/2 = 1{,}125, sehingga σo2=1,125−0,205/5=1,084\sigma_o^2 = 1{,}125 - 0{,}205/5 = 1{,}084 dan σo=1,04\sigma_o = 1{,}04 °C. Variasi sistem σms=0,205+1,084=1,14\sigma_{ms} = \sqrt{0{,}205 + 1{,}084} = 1{,}14 °C, dan terhadap lebar 8 °C, %RR=6×1,14/8×100%=85%\%RR = 6 \times 1{,}14/8 \times 100\% = 85\%. Sistem tidak layak, dan sumber terbesar adalah perbedaan cara kerja.

    Contoh 4: setelah kerja baku. Titik ukur ditetapkan di aliran keluar nosel bilas, probe ditahan sampai angka berubah kurang dari 0,1 °C dalam 5 detik, dan termometer dikoreksi biasnya. Studi ulang memberi σe=0,3\sigma_e = 0{,}3 °C dan σo=0,2\sigma_o = 0{,}2 °C. σms=0,09+0,04=0,36\sigma_{ms} = \sqrt{0{,}09 + 0{,}04} = 0{,}36 °C dan %RR=6×0,36/8×100%=27%\%RR = 6 \times 0{,}36/8 \times 100\% = 27\%, dapat diterima untuk pemeriksaan servis.

    Contoh 5: peluang salah keputusan. Hasil ukur 82,4 °C dengan batas 82 °C. Dengan σms=1,14\sigma_{ms} = 1{,}14 °C, z=0,4/1,14=0,35z = 0{,}4/1{,}14 = 0{,}35, dan peluang suhu sebenarnya di bawah batas sekitar 0,36. Dengan σms=0,36\sigma_{ms} = 0{,}36 °C, z=1,11z = 1{,}11, peluangnya sekitar 0,13. Hasil seperti ini dilaporkan sebagai lulus dengan catatan dekat batas, atau diukur ulang pada beberapa siklus.

    Contoh 6: pemeriksaan atribut. Dua pemeriksa menilai 50 lembar linen yang keadaannya sudah ditetapkan ahli: 20 bernoda dan 30 bersih. Pemeriksa A sesuai penilaian ahli pada 46 lembar (92%92\%), pemeriksa B pada 43 lembar (86%86\%), dan keduanya saling sepakat pada 42 lembar (84%84\%). Hampir semua ketidaksesuaian ada pada noda samar. Disiapkan foto batas dan lampu pemeriksaan yang sama, lalu penilaian diulang.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pemakaian hasil ukur untuk keputusan dan laporkan ke penyelia bila:

    1. Alat ukur tidak tercatat di register kalibrasi, masa kalibrasinya lewat, atau pemeriksaan stabilitas melewati batas.
    2. Dua orang yang mengukur hal yang sama mendapat hasil yang berbeda lebih besar dari yang dapat dijelaskan oleh variasi alat.
    3. Keputusan menyangkut keselamatan atau kesehatan, seperti suhu sanitasi atau konsentrasi bahan kimia, dan hasil ukur berada di dekat batas dengan sistem pengukuran yang belum dinilai.
    4. Toleransi atau batas yang dipakai tidak jelas asalnya atau berbeda dengan dokumen pabrik, kontrak, atau peraturan.
    5. Alat ukur yang dipakai tidak sesuai kategori ukur atau lingkungannya.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Tampilannya dua desimal, jadi akurat.

    Why is it wrong?

    Resolusi tidak sama dengan akurasi. Tampilan yang halus tetap dapat salah 1 °C bila alatnya bias, sehingga resolusi hanya syarat perlu.

    Common misconception

    Ulangan yang rapat berarti hasil benar.

    Why is it wrong?

    Keterulangan yang baik dapat menyertai bias yang besar. Ulangan yang rapat hanya menunjukkan σe\sigma_e kecil; bias baru terlihat bila rata-ratanya dibandingkan dengan nilai acuan yang tertelusur.

    Common misconception

    Sudah dikalibrasi tahun lalu, pasti benar.

    Why is it wrong?

    Stabilitas di antara dua kalibrasi harus diperiksa. Pada Contoh 2, pH meter bergeser dari sekitar 7,00 menjadi 7,06 dalam empat minggu, dan hasil ukur sejak pergeseran itu perlu ditinjau.

    Common misconception

    Selisih antarteknisi itu wajar.

    Why is it wrong?

    Selisih itu adalah reprodusibilitas yang dapat diukur dan diperbaiki dengan kerja baku. Pada Contoh 3 dan Contoh 4, kerja baku menurunkan %RR\%RR dari 85% menjadi 27%.

    Common misconception

    Koreksi satu titik berlaku di seluruh rentang.

    Why is it wrong?

    Hanya bila linearitasnya baik. Pada galat rentang, bias membesar sebanding dengan nilai ukur, sehingga koreksi satu angka hanya benar di titik tempat koreksi itu ditentukan.

    Common misconception

    Sebaran data menunjukkan proses tidak stabil.

    Why is it wrong?

    Sebagian sebaran dapat berasal dari sistem pengukuran. Varians teramati adalah jumlah varians proses dan varians pengukuran, sehingga σms\sigma_{ms} yang besar membuat proses tampak lebih tersebar dari keadaan sebenarnya.

    Hubungan dengan bab lain

    • Bab 3 · Satuan & Matematika tentang satuan, dimensi, konversi, dan angka penting memberi satuan dan angka penting.
    • Bab 1 tentang kalibrasi, ketidakpastian, dan mutu pengukuran memberi dasar kalibrasi dan ketidakpastian.
    • Bab 61 · Kelistrikan & Kendali tentang kalibrasi instrumen dan ketertelusuran menjelaskan ketertelusuran dan aturan keputusan.
    • Bab 2 tentang variasi, distribusi, dan ringkasan data memberi simpangan baku.
    • Bab 3 tentang tren, kontrol proses, dan keputusan berbasis bukti memberi diagram kendali untuk stabilitas.
    • Bab 14 · Kelistrikan & Kendali tentang keselamatan alat ukur menjelaskan kategori ukur.
    • Bab 12 · Mekanikal & Mekatronika tentang pengukuran presisi dan pengerjaan bengkel membahas alat ukur presisi bengkel.
    • Bab 3 · Kerja Lapangan & Serah Terima tentang perkakas dan alat ukur tangan menyusun register kalibrasi alat tangan.
    • Bab 5 tentang ketidakpastian gabungan dan anggaran ketidakpastian menggabungkan semua sumber variasi itu menjadi anggaran ketidakpastian.

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Sebutkan lima unsur sistem pengukuran dan satu contoh sumber variasi dari masing-masing.

      See the worked solution

      Alat (sensor yang menua), cara (posisi probe dan waktu tunggu), orang (cara membaca penunjuk analog), benda yang diukur (suhu air yang berubah selama diukur), dan lingkungan (uap yang mengembun pada probe). Kelimanya disebut karena angka ukur dihasilkan oleh seluruh sistem, sehingga sumber selisih dapat berada di unsur mana pun, bukan hanya di alat.

    2. Sebuah poros mempunyai toleransi 10,00 ± 0,05 mm. Berapa resolusi alat ukur yang dianjurkan, dan apakah jangka sorong dengan resolusi 0,02 mm memenuhi?

      See the worked solution

      Lebar toleransi 0,10 mm, jadi resolusi paling besar 0,01 mm. Jangka sorong 0,02 mm tidak memenuhi; mikrometer dengan resolusi 0,01 mm atau lebih halus dipakai. Resolusi yang cukup baru syarat perlu, sehingga bias dan variasi mikrometer itu tetap harus diperiksa.

    3. Delapan pembacaan pada blok acuan 50,0 mm menghasilkan rata-rata 50,6 mm dan simpangan baku 0,4 mm. Hitung bias dan nilai tt, lalu simpulkan.

      See the worked solution

      b=50,6−50,0=0,6b = 50{,}6 - 50{,}0 = 0{,}6 mm, galat baku 0,4/8=0,1410{,}4/\sqrt{8} = 0{,}141 mm, t=0,6/0,141=4,2t = 0{,}6/0{,}141 = 4{,}2. Bias nyata; alat dikoreksi atau disetel sebelum dipakai.

    4. Studi alat ukur memberi σe=0,004\sigma_e = 0{,}004 mm dan σo=0,003\sigma_o = 0{,}003 mm untuk toleransi selebar 0,10 mm. Hitung %RR\%RR dan nilai sistemnya.

      See the worked solution

      σms=0,0042+0,0032=0,005\sigma_{ms} = \sqrt{0{,}004^2 + 0{,}003^2} = 0{,}005 mm, %RR=6×0,005/0,10×100%=30%\%RR = 6 \times 0{,}005/0{,}10 \times 100\% = 30\%. Sistem berada di batas atas yang dapat diterima; dipakai hanya bila keputusan tidak kritis, sambil memperbaiki cara ukur.

    5. Data proses mempunyai simpangan baku teramati 2,0 dan σms=0,8\sigma_{ms} = 0{,}8 dalam satuan yang sama. Hitung σp\sigma_p dan bagian varians yang berasal dari pengukuran.

      See the worked solution

      σp=4,0−0,64=1,83\sigma_p = \sqrt{4{,}0 - 0{,}64} = 1{,}83; bagian pengukuran 0,64/4,0=0,160{,}64/4{,}0 = 0{,}16 atau 16%. Varians yang dikurangkan, bukan simpangan baku, karena variasi yang saling bebas dijumlahkan dalam bentuk kuadrat; sebagian besar sebaran data ini berasal dari proses.

    6. Mengapa koreksi satu angka tidak cukup untuk alat dengan galat rentang?

      See the worked solution

      Galat rentang membuat bias sebanding dengan nilai ukur, sehingga bias di ujung atas berbeda dengan bias di ujung bawah. Koreksi satu angka hanya benar di titik tempat koreksi itu ditentukan; di titik lain diperlukan koreksi per titik, persamaan koreksi, atau penyetelan rentang.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 17, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Analisis sistem pengukuran: resolusi, bias, linearitas, stabilitas, keterulangan dan reprodusibilitas, studi alat ukur, dan memilih alat ukur untuk toleransi. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/analisis-sistem-pengukuran-resolusi-bias-linearitas-stabilitas-keterulangan-dan-reprodusibilitas-studi-alat-ukur-dan-memilih-alat-ukur-untuk-toleransi

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Sebutkan lima unsur sistem pengukuran dan satu contoh sumber variasi dari masing-masing.

    2

    Sebuah poros mempunyai toleransi 10,00 ± 0,05 mm. Berapa resolusi alat ukur yang dianjurkan, dan apakah jangka sorong dengan resolusi 0,02 mm memenuhi?

    3

    Delapan pembacaan pada blok acuan 50,0 mm menghasilkan rata-rata 50,6 mm dan simpangan baku 0,4 mm. Hitung bias dan nilai tt, lalu simpulkan.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters