Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Water & Water Treatment · Chapter 27Applied

    By Kurnia · Published October 17, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 18 min read

    Air tanah dan sumur bor untuk hotel dan laundry: muka air statis dan muka air pemompaan, drawdown dan kapasitas jenis, pompa sumur, tangki tekan, mutu air tanah, disinfeksi sumur, dan perlindungan sumur

    Debit sumur bor sebuah laundry turun dari 6 menjadi 4 m³/jam dalam dua tahun. Pompa celupnya sering berhenti oleh pengaman kerja kering pada siang hari, dan sesudah pompa diganti yang lebih besar, keadaannya justru memburuk. Tidak ada satu pun catatan muka air. Bab ini menjelaskan air tanah dan sumur bor dari sisi teknisi gedung: akuifer dan muka air tanah, bagian sumur bor, cara mengukur muka air statis dan muka air pemompaan, drawdown dan kapasitas jenis, uji pemompaan, memilih dan memasang pompa sumur, tangki tekan, mutu air tanah, disinfeksi sumur, perlindungan sumur, serta pemeliharaan dan diagnosis.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Sebuah laundry di pinggir kota mengambil seluruh airnya dari satu sumur bor sedalam 80 m dengan pompa celup. Saat dibor, sumur itu memberi sekitar 6 m³/jam. Dua tahun kemudian debitnya tinggal sekitar 4 m³/jam, airnya kadang keruh kecokelatan, dan pompa sering berhenti oleh pengaman kerja kering pada siang hari, ketika laundry dan tetangga sama-sama memompa. Pemilik mengganti pompa dengan yang lebih besar, tetapi pompa baru itu berhenti lebih sering lagi.

    Teknisi yang dipanggil tidak menemukan satu pun catatan muka air, debit, atau arus motor sejak sumur dibuat. Dari pengukuran pertamanya, muka air statis hanya turun sedikit, sedangkan muka air saat pemompaan turun jauh lebih dalam daripada dulu. Bab ini menjelaskan air tanah dan sumur bor dari sisi teknisi gedung, sehingga teknisi dapat mengukur, membaca, dan memutuskan apakah masalahnya ada di akuifer, di sumur, atau di pompa.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas air tanah dan sumur bor untuk gedung, hotel, dan laundry: akuifer, bagian sumur, pengukuran muka air, drawdown dan kapasitas jenis, uji pemompaan, pompa sumur, tangki tekan, mutu air tanah, disinfeksi, perlindungan sumur, serta pemeliharaan. Tekanan hidrostatik ada di Bab 1 · Fluida & Termal tentang tekanan, debit, dan kontinuitas; sistem air bersih gedung di Bab 5 · Bangunan & Fasilitas tentang sistem penyediaan air bersih gedung; tekanan, kurva pompa, dan tangki tekan gedung di Bab 9 · Bangunan & Fasilitas tentang tekanan dan pompa air gedung; perawatan pompa di Bab 12 · Fluida & Termal tentang pompa dalam operasi; filter besi dan mangan di Bab 20 tentang filtrasi media dan karbon aktif; pelunak di Bab 21 tentang pelunak dan penukar ion; klorinasi di Bab 26 tentang sistem klorinasi; air sebagai bahan baku laundry di Bab 4 · Laundry; mutu air di Bab 1 tentang mutu air dan parameter yang benar-benar diukur; daur ulang air laundry di Bab 24; kerja listrik yang aman di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman, LOTO, dan izin kerja; ruang terbatas di Bab 11 · Keselamatan; dan pengujian mikroba air di Bab 6 · Biologi & Mikrobiologi tentang mikroba air dan pengujiannya.

    Izin pengambilan air tanah, kewajiban meteran, kedalaman dan jarak sumur, serta baku mutu air mengikuti peraturan daerah dan ketentuan yang berlaku; bab ini tidak menyalin angkanya. Pengeboran, rehabilitasi sumur, dan pemasangan pompa sumur dalam dikerjakan pelaksana berizin.

    Air tanah dan akuifer

    Air hujan yang meresap mengisi pori dan rekahan tanah dan batuan sampai jenuh. Muka air tanah (water table) adalah bagian teratas zona jenuh itu, dan gerakan air tanah disebabkan gravitasi atau pemompaan. Akuifer (aquifer) adalah lapisan yang dapat memberi air dalam jumlah berarti. Akuifer bebas berhubungan langsung dengan permukaan; akuifer tertekan diapit lapisan kedap, sehingga airnya bertekanan dan kurang mudah tercemar dari permukaan.

    Sumur dangkal (shallow well) adalah sumur yang kedalamannya kurang dari sekitar 30 m menurut definisi buku teks yang dipakai bab ini, bukan batas dari peraturan Indonesia. Di Indonesia, sumur gali dan sumur pantek biasanya mengambil akuifer bebas yang dangkal, sedangkan sumur bor dalam untuk hotel dan laundry sering mengambil akuifer tertekan. Ada gedung bertingkat yang sumber air bersihnya berasal dari sumur dalam.

    Air tanah bukan sumber tak terbatas. Pengambilan berlebih di kawasan padat menurunkan muka air setempat, dan di pesisir dapat menarik air asin ke akuifer. Karena itu pengambilan air tanah memerlukan izin dan sering meteran, sesuai peraturan yang berlaku.

    Bagian sumur bor

    Sumur (well) adalah lubang di tanah yang disebut lubang bor. Bagian sumur bor yang perlu dikenali teknisi:

    1. Pipa selubung menahan dinding lubang dan menutup lapisan atas yang dapat mencemari.
    2. Saringan sumur di depan akuifer meloloskan air dan menahan pasir; celahnya dapat tersumbat kerak, endapan besi, dan lendir bakteri.
    3. Kerikil pembalut di antara saringan dan dinding lubang membantu menahan pasir halus.
    4. Penyekat semen di bagian atas antara selubung dan dinding lubang mencegah air permukaan turun ke sumur.
    5. Kepala sumur dengan tutup rapat, lubang ukur, dan pipa udara untuk mengukur muka air.

    Alat ukur tekanan dan pipa udara dipakai untuk mengukur muka air sumur. Sumur yang tidak punya lubang ukur memaksa teknisi menebak, seperti di kasus pembuka.

    Muka air statis, muka air pemompaan, dan drawdown

    Muka air statis (static water level) adalah kedalaman air di sumur ketika pompa sudah lama berhenti. Muka air pemompaan (pumping water level) adalah kedalaman air ketika pompa bekerja pada debit tertentu. Selisihnya adalah drawdown, yaitu penurunan muka air karena pemompaan. Drawdown biasanya dinyatakan dalam meter atau kaki, dan muka air pemompaan ditentukan dengan tali duga.

    Ada dua cara mengukur yang umum:

    1. Tali duga atau pengukur muka air listrik yang diturunkan lewat lubang ukur sampai menyentuh air.
    2. Pipa udara, yaitu pipa kecil yang ujung bawahnya dipasang pada kedalaman yang diketahui di bawah muka air. Udara dipompa sampai tekanannya tidak naik lagi; tekanan itu sama dengan tinggi kolom air di atas ujung pipa:
    d=L−pρ gd = L - \frac{p}{\rho \, g}

    dengan dd kedalaman muka air dari titik acuan, LL panjang pipa udara di bawah acuan, dan pp tekanan ukur di manometer. Dasar tekanan hidrostatik ini ada di Bab 1 · Fluida & Termal tentang tekanan, debit, dan kontinuitas.

    Muka air statis dan muka air pemompaan dicatat bersama debit dan waktu, karena keduanya berubah menurut musim dan menurut pemompaan sumur lain di sekitarnya.

    Kapasitas jenis dan uji pemompaan

    Kapasitas jenis (specific capacity) adalah debit sumur per satuan drawdown:

    Cs=QsC_s = \frac{Q}{s}

    dengan QQ debit dalam m³/jam dan ss drawdown dalam m. Kapasitas jenis adalah tanda kesehatan sumur yang paling berguna, karena membandingkan sumur dengan dirinya sendiri dari waktu ke waktu:

    1. Muka air statis turun, kapasitas jenis tetap: akuifernya yang menurun, misalnya karena musim kemarau atau pengambilan di sekitar.
    2. Muka air statis tetap, kapasitas jenis turun: sumurnya yang tersumbat, biasanya saringan dan kerikil pembalut, seperti di kasus pembuka.
    3. Keduanya tetap, debit turun: pompanya yang aus atau ada kebocoran di pipa naik.

    Uji pemompaan (pumping test) adalah pengujian sumur dengan menjalankan pompa pada debit tetap, mencatat muka air pada selang waktu tertentu sampai stabil, lalu mencatat kenaikan kembalinya sesudah pompa berhenti. Uji ini dilakukan saat sumur baru selesai dan sesudah rehabilitasi. Debit uji dapat diukur dengan tangki yang kosong sebelum uji dimulai. Hasil uji menentukan debit aman (safe yield) sumur, dan itulah batas debit pompa, bukan kapasitas pompa yang tersedia di toko.

    Pompa sumur, tangki tekan, dan tangki simpan

    Pompa sumur dalam dirancang terutama untuk memompa air dari sumur dalam dan berbentuk panjang dan ramping, dan pompa aksial banyak dipakai di sumur dalam. Jenis yang umum di gedung:

    1. Pompa celup: motor dan pompa bertingkat di dalam sumur, didinginkan oleh air yang mengalir melewati motor.
    2. Pompa turbin vertikal: motor di permukaan, poros panjang ke mangkuk pompa di dalam sumur. Daya lapangan pompa turbin sumur dalam dapat dihitung, dan efisiensi mangkuk pompa turbin vertikal mudah ditentukan dari kurva kinerja pabrik.
    3. Pompa jet: untuk sumur dangkal, dengan daya isap yang terbatas.

    Head pompa sumur dihitung dari muka air pemompaan, bukan dari muka air statis:

    H=dpompa+z+hf+pkeluarρ gH = d_\text{pompa} + z + h_f + \frac{p_\text{keluar}}{\rho \, g}

    dengan dpompad_\text{pompa} kedalaman muka air pemompaan, zz tinggi titik keluar di atas tanah, hfh_f rugi gesek, dan pkeluarp_\text{keluar} tekanan yang dibutuhkan di ujung. Efisiensi kawat ke air (wire-to-water efficiency) adalah perbandingan daya air terhadap daya listrik yang masuk ke motor.

    Kesalahan di kasus pembuka adalah memasang pompa yang lebih besar dari debit aman sumur. Pompa yang lebih besar menurunkan muka air pemompaan lebih dalam, sampai air turun ke dekat lubang isap dan pengaman kerja kering bekerja. Pompa dipasang dengan lubang isap di bawah muka air pemompaan terdalam yang diperkirakan, ditambah cadangan untuk penurunan musiman, tetapi di atas saringan bila pabrik mensyaratkan aliran pendingin melewati motor. Perawatan pompa dan pengaman motornya mengikuti Bab 12 · Fluida & Termal tentang pompa dalam operasi dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman, LOTO, dan izin kerja.

    Tangki tekan (pressure tank) adalah wadah baja silinder tertutup yang menyimpan air bertekanan. Tangki tekan mengurangi jumlah start pompa; tangki simpan di atas tanah atau tangki atap memungkinkan pompa sumur bekerja pada debit amannya selama berjam-jam, sementara pemakaian puncak dilayani tangki. Untuk laundry dengan pengisian mesin yang serentak, tangki simpan lebih penting daripada pompa sumur yang besar. Ukuran tangki tekan, pita tekanan, dan zona tekanan gedung dibahas di Bab 9 · Bangunan & Fasilitas tentang tekanan dan pompa air gedung dan Bab 5 · Bangunan & Fasilitas tentang sistem penyediaan air bersih gedung.

    Mutu air tanah

    Air tanah tinggi zat padat terlarut, kesadahan, alkalinitas, dan silika, dan besi di air tanah sebagian besar berupa ferro bikarbonat. Masalah mutu air tanah yang sering dijumpai di gedung dan laundry:

    1. Besi dan mangan: air jernih saat keluar, lalu menguning atau menghitam setelah terkena udara, dan menodai linen; pengolahannya di Bab 20 tentang filtrasi media dan karbon aktif, dan dampaknya pada laundry di Bab 4 · Laundry tentang air sebagai bahan baku laundry.
    2. Kesadahan: kerak di pemanas dan mesin; pelunak di Bab 21 tentang pelunak dan penukar ion.
    3. Hidrogen sulfida: bau telur busuk, korosif terhadap tembaga.
    4. Bakteri besi: lendir cokelat yang menyumbat saringan sumur dan pipa.
    5. Pencemaran dari permukaan: bakteri, nitrat, dan deterjen dari tangki septik dan saluran yang terlalu dekat, terutama pada sumur dangkal.
    6. Air payau di pesisir: daya hantar listrik naik dari tahun ke tahun.

    Air sumur diuji saat sumur baru dibuat, sesudah perbaikan, dan berkala menurut parameter yang wajib. Pengujian mikroba air ada di Bab 6 · Biologi & Mikrobiologi tentang mikroba air dan pengujiannya, dan parameter mutu air di Bab 1 tentang mutu air dan parameter yang benar-benar diukur.

    Disinfeksi dan perlindungan sumur

    Sumur baru dan sumur yang baru diperbaiki didisinfeksi, karena pompa, pipa, dan peralatan bor membawa bakteri. Klorin dipakai untuk mendisinfeksi sumur baru. Volume air di sumur dihitung dari diameter selubung dan tinggi kolom air, dosis dan waktu kontak mengikuti pedoman yang berlaku, lalu sumur dipompa sampai sisa klor turun sebelum air dipakai. Dasar dosis klor ada di Bab 26 tentang sistem klorinasi.

    Perlindungan sumur bertumpu pada penyekat atas yang rapat, kepala sumur yang lebih tinggi dari genangan banjir, tutup yang terkunci, dan jarak yang cukup dari tangki septik, sumur resapan, dan tempat bahan kimia menurut pedoman yang berlaku. Survei lokasi sumur menanyakan, misalnya, apakah ada pabrik pestisida atau plastik di dekat lokasi sumur. Membuat sumur baru kadang lebih murah daripada memperbaiki sumur lama, sehingga rehabilitasi dinilai dari biaya dan hasil yang diharapkan.

    Sumur gali adalah ruang terbatas. Gas karbon dioksida dan kekurangan oksigen di sumur gali telah menewaskan orang yang turun untuk memperbaiki pompa; masuk ke sumur gali mengikuti Bab 11 · Keselamatan tentang ruang terbatas.

    Pemeliharaan dan diagnosis

    Catatan bulanan yang sederhana mencegah sebagian besar kebingungan di kasus pembuka:

    1. Muka air statis sebelum pompa pertama hidup di pagi hari.
    2. Muka air pemompaan sesudah pompa bekerja tetap paling sedikit satu jam.
    3. Debit dari meteran, tekanan keluar, dan arus motor.
    4. Kekeruhan, bau, daya hantar listrik, dan pasir di saringan.

    Gejala dan arah pemeriksaannya:

    1. Debit turun dan arus motor turun: pompa aus atau pipa naik bocor.
    2. Debit turun, muka air pemompaan makin dalam, statis tetap: saringan tersumbat; rehabilitasi oleh pelaksana sumur.
    3. Pompa berhenti oleh pengaman kerja kering pada jam tertentu: debit pompa melebihi debit aman, atau sumur tetangga memompa bersamaan.
    4. Pasir di air: saringan rusak atau debit terlalu besar.
    5. Air berubah warna setelah hujan: penyekat atas bocor atau sumur dangkal tercemar permukaan.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: muka air dengan pipa udara. Pipa udara sepanjang 60 m di bawah acuan menunjukkan 1,8 bar saat pompa mati. Tinggi kolom air 1,8×105/(1.000×9,81)=18,31{,}8 \times 10^5/(1.000 \times 9{,}81) = 18{,}3 m, sehingga muka air statis 60−18,3=41,760 - 18{,}3 = 41{,}7 m. Saat pompa bekerja, manometer turun ke 1,2 bar, yaitu 12,2 m, sehingga muka air pemompaan 60−12,2=47,860 - 12{,}2 = 47{,}8 m dan drawdown sekitar 6,1 m.

    Contoh 2: kapasitas jenis yang turun. Saat baru, 6/6,1=0,986/6{,}1 = 0{,}98 m³/jam per m. Dua tahun kemudian debit 4 m³/jam dengan muka air statis 43 m dan muka air pemompaan 52 m, drawdown 9 m, sehingga kapasitas jenis 4/9=0,444/9 = 0{,}44 m³/jam per m. Kapasitas jenis turun lebih dari separuh, sedangkan muka air statis hanya turun 1,3 m: sumurnya tersumbat, bukan akuifernya yang habis.

    Contoh 3: head pompa sumur. Muka air pemompaan 52 m, pipa keluar ke tangki 3 m di atas tanah, dan rugi gesek 4 m memberi head sekitar 52+3+4=5952 + 3 + 4 = 59 m. Memakai muka air statis 43 m akan meremehkan head sekitar 9 m.

    Contoh 4: jam pompa dan debit aman. Laundry memakai 60 m³/hari. Dengan debit 4 m³/jam pompa bekerja 60/4=1560/4 = 15 jam; bila debit aman hasil uji hanya 3 m³/jam, pompa harus bekerja 60/3=2060/3 = 20 jam, sehingga tangki simpan, pengurangan pemakaian seperti di Bab 24 tentang daur ulang air laundry, atau sumur kedua perlu dipertimbangkan.

    Contoh 5: volume air untuk disinfeksi sumur. Selubung berdiameter 150 mm dengan kolom air dari muka air statis 42 m sampai dasar 80 m, yaitu 38 m, berisi π/4×0,152×38=0,67\pi/4 \times 0{,}15^2 \times 38 = 0{,}67 m³. Pada dosis 50 mg/L diperlukan 0,67×50=33,60{,}67 \times 50 = 33{,}6 g klorin, atau sekitar 0,34 L larutan berklorin tersedia 100 g/L. Nilai dosis yang berlaku diambil dari pedoman, bukan dari angka ini.

    Contoh 6: tanda air payau. Daya hantar listrik air sumur naik dari 500 menjadi 1.200 µS/cm dalam tiga tahun. Dengan faktor sekitar 0,65, zat padat terlarut naik dari sekitar 325 menjadi 780 mg/L. Kenaikan terus-menerus di sumur pesisir menunjuk intrusi air asin, dan pemompaan perlu dikurangi sebelum sumur menjadi payau.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada orang berwenang bila:

    1. Seseorang harus turun ke sumur gali atau bak pompa tanpa prosedur ruang terbatas, seperti di Bab 11 · Keselamatan tentang ruang terbatas.
    2. Pompa celup harus diangkat dengan kabel listrik yang belum diisolasi, atau tanpa alat angkat yang sesuai beban pipa dan pompa.
    3. Air sumur gagal uji bakteri atau berbau bahan kimia; pemakaian untuk minum dan dapur dihentikan menurut prosedur.
    4. Pasir keluar terus-menerus atau tanah di sekitar kepala sumur amblas.
    5. Pengeboran baru, pendalaman, atau rehabilitasi sumur diminta tanpa pelaksana dan izin yang berlaku.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Debit turun, ganti pompa yang lebih besar.

    Why is it wrong?

    Pompa yang lebih besar dari debit aman menurunkan muka air sampai pompa kering. Bila kapasitas jenis turun sedangkan muka air statis tetap, seperti pada Contoh 2, masalahnya ada di sumur yang tersumbat, bukan di pompa.

    Common misconception

    Head pompa sumur dihitung dari muka air statis.

    Why is it wrong?

    Yang menentukan adalah muka air pemompaan. Pada Contoh 3, memakai muka air statis meremehkan head sekitar 9 m.

    Common misconception

    Air sumur dalam pasti bersih.

    Why is it wrong?

    Penyekat atas yang bocor dan sumber pencemar di dekatnya dapat mencemarinya. Karena itu air sumur diuji saat sumur baru dibuat, sesudah perbaikan, dan berkala.

    Common misconception

    Air jernih berarti bebas besi.

    Why is it wrong?

    Besi ferro terlarut baru tampak setelah teroksidasi. Air seperti itu jernih saat keluar, lalu menguning atau menghitam setelah terkena udara dan menodai linen.

    Common misconception

    Kapasitas jenis tidak perlu diukur bila pompa masih hidup.

    Why is it wrong?

    Penurunannya memberi peringatan bertahun-tahun sebelum sumur gagal. Muka air statis dan muka air pemompaan dari catatan bulanan sudah cukup untuk menghitungnya.

    Common misconception

    Sumur gali aman dimasuki karena terbuka di atas.

    Why is it wrong?

    Gas dan kekurangan oksigen berkumpul di dasarnya. Sumur gali adalah ruang terbatas, dan masuk ke dalamnya mengikuti prosedur ruang terbatas.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 · Fluida & Termal tentang tekanan, debit, dan kontinuitas menjelaskan tekanan hidrostatik yang dipakai pipa udara. Sistem air dan pompa gedung dibahas di Bab 5 · Bangunan & Fasilitas tentang sistem penyediaan air bersih gedung dan Bab 9 · Bangunan & Fasilitas tentang tekanan dan pompa air gedung, dan perawatan pompa di Bab 12 · Fluida & Termal tentang pompa dalam operasi. Pengolahan air sumur ada di Bab 20 tentang filtrasi media dan karbon aktif, Bab 21 tentang pelunak dan penukar ion, dan Bab 26 tentang sistem klorinasi.

    Mutu air dibahas di Bab 4 · Laundry tentang air sebagai bahan baku laundry dan Bab 1 tentang mutu air dan parameter yang benar-benar diukur, dan pengurangan pemakaian di Bab 24 tentang daur ulang air laundry. Sisi keselamatan bersambung ke Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman, LOTO, dan izin kerja, Bab 11 · Keselamatan tentang ruang terbatas, dan Bab 6 · Biologi & Mikrobiologi tentang mikroba air dan pengujiannya.

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Pipa udara 50 m di bawah acuan menunjukkan 1,5 bar. Berapa kedalaman muka air?

      See the worked solution

      50−1,5×105/(1.000×9,81)=50−15,3=34,750 - 1{,}5 \times 10^5/(1.000 \times 9{,}81) = 50 - 15{,}3 = 34{,}7 m. Tekanan di manometer sama dengan tinggi kolom air di atas ujung pipa, sehingga tinggi itu dikurangkan dari panjang pipa di bawah acuan.

    2. Sumur memberi 5 m³/jam dengan drawdown 8 m. Berapa kapasitas jenisnya?

      See the worked solution

      5/8=0,635/8 = 0{,}63 m³/jam per m drawdown. Angka ini dicatat sebagai pembanding untuk pengukuran berikutnya, karena kapasitas jenis membandingkan sumur dengan dirinya sendiri dari waktu ke waktu.

    3. Muka air statis 30 m, muka air pemompaan 38 m, titik keluar 4 m di atas tanah, dan rugi gesek 3 m. Berapa head pompa?

      See the worked solution

      Head dihitung dari muka air pemompaan: 38+4+3=4538 + 4 + 3 = 45 m. Memakai muka air statis 30 m akan meremehkan head sekitar 8 m.

    4. Selubung 100 mm dengan kolom air 25 m. Berapa volume air, dan berapa gram klorin untuk dosis 50 mg/L?

      See the worked solution

      π/4×0,12×25=0,196\pi/4 \times 0{,}1^2 \times 25 = 0{,}196 m³, yaitu sekitar 196 L, dan klorinnya 0,196×50=9,80{,}196 \times 50 = 9{,}8 g. Nilai dosis dan waktu kontak yang berlaku diambil dari pedoman, dan sumur dipompa sampai sisa klor turun sebelum air dipakai.

    5. Kapasitas jenis sebuah sumur turun separuh dalam dua tahun, sedangkan muka air statis hampir tetap. Apa artinya dan apa tindakannya?

      See the worked solution

      Sumurnya tersumbat, biasanya saringan dan kerikil pembalut oleh kerak, endapan besi, atau bakteri besi. Tindakannya adalah uji pemompaan untuk memastikan, lalu rehabilitasi oleh pelaksana sumur, bukan mengganti pompa.

    6. Mengapa pompa yang lebih besar justru lebih sering berhenti oleh pengaman kerja kering?

      See the worked solution

      Pompa besar mengambil air lebih cepat dari kemampuan sumur, sehingga drawdown bertambah sampai muka air turun ke dekat lubang isap dan pengaman kerja kering bekerja. Pompa harus disesuaikan dengan debit aman hasil uji pemompaan, bukan dengan kapasitas pompa yang tersedia.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 17, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Air tanah dan sumur bor untuk hotel dan laundry: muka air statis dan muka air pemompaan, drawdown dan kapasitas jenis, pompa sumur, tangki tekan, mutu air tanah, disinfeksi sumur, dan perlindungan sumur. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/air-tanah-dan-sumur-bor-untuk-hotel-dan-laundry-muka-air-statis-dan-muka-air-pemompaan-drawdown-dan-kapasitas-jenis-pompa-sumur-tangki-tekan-mutu-air-tanah-disinfeksi-sumur-dan-perlindungan-sumur

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Pipa udara 50 m di bawah acuan menunjukkan 1,5 bar. Berapa kedalaman muka air?

    2

    Sumur memberi 5 m³/jam dengan drawdown 8 m. Berapa kapasitas jenisnya?

    3

    Muka air statis 30 m, muka air pemompaan 38 m, titik keluar 4 m di atas tanah, dan rugi gesek 3 m. Berapa head pompa?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters