Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Otomotif & Mobilitas Listrik · Bab 11Kuantitatif

    Sepeda motor konvensional, mesin: empat langkah dan dua langkah, isi silinder dan rasio kompresi, pendinginan udara dan cairan, katup dan celah katup, pelumasan dan oli, dan tanda keausan

    Motor pengantar linen sebuah laundry rumah sakit makin lemah di jalan landai, setiap pagi berasap putih dari knalpot, dan olinya harus ditambah hampir tiap minggu. Bab ini menjelaskan mesin sepeda motor dari sisi teknisi armada: beda mesin empat langkah dan dua langkah, menghitung isi silinder dari diameter dan langkah serta rasio kompresi dari volume ruang bakar, pendinginan udara dan cairan, mekanisme katup dan alasan adanya celah katup, pelumasan bak basah dan kelas oli untuk kopling basah, serta membaca warna asap, tanda keausan, dan prinsip uji kompresi. Angka khas mesin seperti celah katup, batas kompresi, dan selang ganti oli diarahkan ke manual pabrik.

    22 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Laundry sebuah rumah sakit memakai tiga sepeda motor bebek untuk mengantar linen bersih ke gedung rawat inap. Motor yang paling tua, bermesin empat langkah satu silinder berpendingin udara, makin lemah di jalan landai menuju gedung parkir dan setiap pagi berasap putih selama beberapa menit setelah dihidupkan. Pengantarnya juga harus menambah oli hampir setiap minggu. Kepala teknisi diminta memberi pendapat sebelum motor dikirim ke bengkel: soal oli, katup, atau ring torak?

    Teknisi memulai dari pengamatan yang murah. Sebagian asap itu tipis dan hilang setelah mesin panas; sisanya putih kebiruan, berbau oli terbakar, dan paling tebal setelah motor diparkir semalam. Oli yang berkurang tanpa tetesan di lantai berarti oli terbakar di ruang bakar, dan tenaga yang turun perlahan menunjuk kompresi yang bocor. Di bengkel, tekanan kompresi terbaca di bawah batas manual dan naik jelas setelah sedikit oli diteteskan ke silinder: ring dan dinding silinder aus, dan seal tangkai katup ikut mengeras. Bab ini menjelaskan mesin sepeda motor sampai teknisi armada dapat membaca gejala seperti ini, menghitung angka dasarnya, dan tahu kapan pekerjaan diserahkan ke bengkel.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas mesin bensin sepeda motor dari sisi teknisi armada: empat langkah dan dua langkah, isi silinder dan rasio kompresi, pendinginan, katup dan celah katup, pelumasan dan oli, tanda keausan, dan prinsip uji kompresi. Siklus empat langkah secara umum, siklus Otto, rumus rasio kompresi, daya, torsi, dan perbandingan udara dan bahan bakar ada di Bab 3 tentang mesin pembakaran dalam dan tidak diulang. Bahan bakar dan pengapian ada di Bab 4 untuk dasar umum dan di Bab 12 untuk sepeda motor; kopling basah yang terendam oli mesin di Bab 13 tentang penggerak sepeda motor; viskositas dan kelas ISO VG di Bab 8 · Mekanikal & Mekatronika tentang pelumasan; pemuaian logam di Bab 11 · Fisika; sirip dan konveksi di Bab 24 · Fisika tentang perpindahan panas; tutup radiator bertekanan dan kode kekentalan oli di Bab 20 tentang pendinginan dan pelumasan mobil; jadwal servis di Bab 15.

    Narasi sumber tidak memuat buku sepeda motor. Fakta bab ini berasal dari glosarium buku istilah teknik mesin, buku termodinamika, buku perancangan teknik kimia, bahan ajar mekanika fluida, OpenStax Chemistry 2e, dan dua sumber sekunder; mekanisme khas sepeda motor yang tidak ditemukan sumbernya ditandai pengetahuan umum. Celah katup, batas kompresi, jenis dan banyaknya oli, perbandingan oli dua langkah, dan selang servis khas setiap mesin dan diambil dari manual pabrik; angka contoh adalah angka latihan.

    Empat langkah dan dua langkah

    Narasi Otomotif mengutip buku termodinamika teknik bahwa jarak yang ditempuh torak dari satu titik mati ke titik mati lain disebut langkah. Titik mati atas (top dead centre) adalah posisi torak yang paling dekat dengan kepala silinder. Mesin empat langkah memerlukan dua putaran poros engkol untuk satu siklus isap, kompresi, usaha, dan buang, seperti di Bab 3. Sepeda motor armada umumnya bermesin satu silinder dengan katup isap dan buang bertangkai yang digerakkan poros nok (pengetahuan umum).

    Mesin dua langkah (two-stroke engine) adalah mesin yang menyelesaikan satu siklus dalam satu putaran poros engkol, sehingga setiap putaran memiliki satu langkah usaha. Mesin ini tidak memiliki katup bertangkai; tepi torak membuka dan menutup lubang di dinding silinder (pengetahuan umum). Saat torak naik, campuran di atasnya dimampatkan dan campuran baru terisap ke bak engkol, sering lewat katup buluh. Saat torak turun sesudah penyalaan, torak membuka lubang buang lebih dulu, lalu lubang bilas, dan campuran yang dimampatkan di bak engkol mengalir ke silinder.

    Pembilasan (scavenging) adalah proses campuran segar mendorong gas buang keluar dari silinder selama lubang bilas dan lubang buang terbuka bersamaan. Sebagian campuran segar ikut lolos ke knalpot, sebab utama mesin dua langkah lebih boros dan lebih kotor gas buangnya, seperti dicatat Bab 3. Karena bak engkol dilalui campuran, oli tidak dapat disimpan di sana: oli dicampur ke bensin dengan perbandingan dari manual atau disuntikkan pompa terpisah, lalu ikut terbakar, sehingga asap kebiruan tipis normal pada mesin ini (pengetahuan umum). Oli yang dipakai adalah oli khusus dua langkah menurut klasifikasi pabrik oli.

    Menurut pemberitaan, standar emisi Euro 3 berlaku untuk sepeda motor tipe baru di Indonesia sejak 1 Agustus 2013 (pemberitaan lain menyebut pertengahan 2015), dan pemberitaan tahun 2018 menyebut belum jelas kapan Indonesia beranjak dari Euro 3; status terbaru belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026. Emisi hidrokarbon yang tinggi menyulitkan mesin dua langkah memenuhi standar seperti itu (penalaran editorial), tetapi mesin ini masih dijumpai pada motor tua dan pemotong rumput.

    CiriEmpat langkahDua langkah
    Putaran poros engkol per siklusDuaSatu
    Pengatur aliran gasKatup bertangkai dan poros nokTepi torak, lubang dinding silinder, katup buluh
    PelumasanOli di bak oli, dipompa lalu kembaliOli ikut campuran dan terbakar
    Asap normal setelah panasHampir tidak terlihatKebiruan tipis
    Perawatan khasGanti oli, celah katup, rantai ketengPerbandingan oli, kerak lubang buang dan knalpot

    Isi silinder, langkah, dan rasio kompresi

    Isi silinder (engine displacement) adalah volume yang disapu torak dalam satu langkah, dijumlahkan untuk semua silinder, dan biasanya dinyatakan dalam sentimeter kubik atau "cc" (pengetahuan umum):

    Vd=π4 D2 L zV_d = \frac{\pi}{4}\, D^2\, L\, z

    dengan VdV_d dalam cm³ bila diameter silinder DD dan langkah LL ditulis dalam cm, dan zz jumlah silinder. Satu cm³ sama dengan satu mililiter. Angka "cc" di dokumen kendaraan adalah hasil rumus ini yang dibulatkan.

    Kecepatan torak rata-rata (mean piston speed) adalah jarak rata-rata yang ditempuh torak setiap detik (pengetahuan umum):

    cm=2 L nc_m = 2\, L\, n

    dengan cmc_m dalam m/s, LL dalam m, dan nn putaran per detik. Keausan ring dan dinding silinder bertambah dengan kecepatan torak, sehingga motor yang selalu dipacu aus lebih cepat (pengetahuan umum).

    Rasio kompresi dihitung dengan rumus Bab 3 dari isi satu silinder dan volume ruang bakar VcV_c, yaitu volume di atas torak di titik mati atas; bengkel mengukur VcV_c dengan mengisinya memakai cairan dari buret (pengetahuan umum). Narasi Otomotif mengutip buku termodinamika teknik bahwa rentang rasio kompresi yang disukai adalah 6 sampai 10, dan bahwa batas atasnya pada mesin penyalaan busi dibatasi suhu penyalaan sendiri bahan bakar untuk menghindari ketukan. Rentang itu rentang buku teks; banyak mesin sepeda motor modern berpendingin cairan memakai rasio di atas 10 (pengetahuan umum).

    Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin yang mendefinisikan korek silinder sebagai memperbesar diameter silinder dari ukuran aslinya. Silinder yang dikorek memakai torak ukuran lebih, sehingga isi silinder dan rasio kompresi naik (Contoh 3). Kerak karbon memperkecil VcV_c dan menaikkan rasio, sehingga mesin tua yang berkerak lebih mudah berketuk (Contoh 4); kepala silinder yang dipapas menaikkan rasio dan paking yang lebih tebal menurunkannya (pengetahuan umum). Isi silinder motor dinas yang tercatat di dokumen kendaraan tidak diubah tanpa keputusan pemilik (penalaran editorial).

    Pendinginan udara dan cairan

    Panas di dinding dan kepala silinder, bagian dari neraca energi di Bab 3, harus dibuang supaya oli tidak rusak, torak tidak memuai berlebih, dan ketukan tidak muncul.

    Sirip pendingin (cooling fin) adalah lempeng tipis yang dicor menyatu dengan silinder atau kepala silinder untuk memperluas permukaan yang melepas panas ke udara. Motor bebek mendapat aliran udara dari gerak motor; skuter yang mesinnya tertutup bodi memakai kipas di rotor magnet dan selubung plastik yang mengarahkan udara ke sirip (pengetahuan umum). Narasi Fluida dan Termal mengutip buku perancangan teknik kimia bahwa rancangan memperhitungkan hal ini dengan faktor efektivitas atau efisiensi sirip, karena ujung sirip lebih dingin dari pangkalnya. Sirip dan koefisien konveksi dibahas di Bab 24 · Fisika, dengan bentuk sederhana:

    Q˙=h Aef ΔT\dot{Q} = h\, A_{\text{ef}}\, \Delta T

    dengan Q˙\dot{Q} laju panas dalam W, hh koefisien konveksi dalam W/(m²·K), AefA_{\text{ef}} luas efektif sirip dan dinding dalam m², dan ΔT\Delta T beda suhu permukaan dan udara dalam K. Serat linen, lumpur, dan kantong plastik di sirip mengurangi AefA_{\text{ef}}; selubung skuter yang retak atau hilang menurunkan hh. Mesin lalu bekerja lebih panas pada beban yang sama (Contoh 8).

    Mesin berpendingin cairan memakai pompa air, radiator, termostat, tutup bertekanan, dan kipas listrik (pengetahuan umum); narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin bahwa sebagian termostat sistem pendingin berjenis puputan. Suhu silinder yang lebih merata memungkinkan celah komponen lebih kecil dan rasio kompresi lebih tinggi (pengetahuan umum). OpenStax mencatat bahwa antibeku di kebanyakan radiator adalah campuran volume sama etilena glikol dan air dengan sedikit aditif pencegah korosi, dan bahwa glikol menurunkan titik beku sekaligus menaikkan titik didih. Di Indonesia, gunanya adalah titik didih yang lebih tinggi dan perlindungan dari karat (penalaran editorial); air sumur sebagai pengganti meninggalkan kerak (pengetahuan umum). Tutup bertekanan dan titik didihnya dihitung di Bab 20.

    Mekanisme katup dan celah katup

    Poros nok mesin empat langkah berputar setengah kali putaran poros engkol dan digerakkan rantai keteng (pengetahuan umum). Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin untuk bagian-bagiannya: roda gigi poros nok, pengangkat katup yang juga disebut penumbuk atau pengikut nok, pegas katup berupa kawat ulir yang berubah panjang dengan melentur dan memuntir, dudukan katup tempat katup bertumpu, dan penahan katup yang membatasi angkat katup. Pada mesin satu poros nok, celah disetel dengan sekrup dan mur pengunci di ujung pengungkit; pada mesin dua poros nok dengan penumbuk mangkuk, celah diatur dengan mengganti keping penyetel; sebagian mesin memakai penyetel hidraulik yang tidak perlu disetel (pengetahuan umum).

    Celah katup (valve clearance) adalah jarak kecil yang sengaja disisakan di antara ujung tangkai katup dan pengungkit atau penumbuk saat katup tertutup dan mesin dingin. Celah ini menampung pemuaian. Katup buang menjadi jauh lebih panas dari kepala silinder; tangkai baja memanjang, sedangkan kepala silinder aluminium memuai dengan koefisien lain, seperti di Bab 11 · Fisika. Hasil bersihnya bergantung pada rancangan, sehingga pabrik menetapkan celah dingin dari pengujian (Contoh 7).

    Akibat celah yang salah (pengetahuan umum):

    1. Terlalu sempit: saat panas katup tidak menutup rapat. Kompresi bocor, mesin susah hidup dan kehilangan tenaga, dan katup buang dapat terbakar karena panasnya tidak lagi mengalir ke dudukan.
    2. Terlalu lebar: ketukan logam ringan yang teratur, angkat dan lama buka katup berkurang, dan ujung tangkai serta nok lebih cepat aus.

    Pada banyak mesin, katup yang perlahan tertanam ke dudukannya membuat celah mengecil, sehingga gejalanya diam-diam: bunyi hilang, lalu mesin susah hidup saat panas (pengetahuan umum). Celah diperiksa saat mesin dingin dengan torak di titik mati atas langkah kompresi, memakai pengukur celah; nilai katup isap dan buang sering berbeda dan diambil dari manual. Rantai keteng yang mulur berbunyi gemerincing sesaat setelah mesin dingin dihidupkan, dan penegang yang macet mempercepat kerusakan (pengetahuan umum).

    Pelumasan bak basah dan oli sepeda motor

    Pelumasan bak basah (wet sump lubrication) adalah sistem pelumasan yang menyimpan oli di bak oli di bawah bak engkol, lalu memompanya ke bantalan, poros nok, dan dinding silinder sebelum oli kembali ke bak. Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin bahwa bak oli diikat di bagian bawah bak engkol, bahwa bak engkol terdiri atas bagian bawah blok silinder dan bak oli, dan bahwa batang ukur oli masuk ke bak oli. Cara membaca batang ukur dan posisi motor saat membaca diatur manual.

    Pada motor bertransmisi manual dan motor bebek, satu oli melumasi mesin, gearbox, dan kopling basah (pengetahuan umum). Menurut sumber sekunder, standar JASO T903 membedakan kelas MA untuk sepeda motor berkopling basah dan kelas MB untuk skuter bertransmisi otomatis; oli MB memakai pengubah gesek sehingga tidak cocok untuk kopling basah, dan MA2 lebih ketat dari MA dalam uji gesek. Oli mobil yang "sama kentalnya" dapat mengandung pengubah gesek dan membuat kopling basah selip, seperti dihitung di Bab 13. Skuter bertransmisi variabel kontinu umumnya memisahkan oli mesin dari oli roda gigi akhir, dan kopling sentrifugalnya kering (pengetahuan umum).

    OpenStax mendefinisikan viskositas sebagai ukuran hambatan cairan untuk mengalir, mencatat bahwa viskositas turun bila suhu naik, dan memberi viskositas oli motor sekitar 50 sampai 500 mPa·s pada 25 °C dibanding 0,890 mPa·s untuk air. Rezim pelumasan ada di Bab 8 · Mekanikal & Mekatronika dan kode kekentalan oli mesin di Bab 20; pilihannya mengikuti manual. Narasi Fluida dan Termal memuat soal bak engkol berisi minyak pelumas SAE 10 dengan berat jenis 0,88, angka yang berguna untuk mencatat oli tambahan dengan menimbang (Contoh 6).

    Tanda keausan dan warna asap

    Narasi Mekanikal mengutip buku istilah teknik mesin yang mendefinisikan asap sebagai partikel karbon yang melayang dalam gas buang, dan kabut sebagai partikel cair melayang yang terbentuk dari pengembunan uap. Pembakaran bensin menghasilkan uap air; saat knalpot masih dingin, uap itu mengembun menjadi kabut putih yang hilang setelah knalpot panas (pengetahuan umum). Yang dicurigai adalah asap yang tetap ada setelah mesin panas atau yang berbau.

    Yang terlihatKapanPenyebab umum (pengetahuan umum)
    Putih tipis, tidak berbauHanya saat dinginUap air mengembun; normal
    Putih kebiruan berbau oliSesaat setelah parkir lama, atau saat gas dilepas di turunanSeal tangkai katup atau pemandu katup aus
    Putih kebiruan terus, makin tebal saat digasSepanjang waktu, oli cepat berkurangRing torak dan dinding silinder aus
    Putih tebal terus, berbau manisMesin berpendingin cairan, cairan berkurangCairan pendingin masuk ruang bakar
    HitamSaat digasCampuran terlalu kaya, lihat Bab 12

    Narasi Mekanikal juga mengutip bahwa pola silang hasil hon membantu dudukan ring baru. Silinder yang aus kehilangan pola itu dan mengilap, sehingga ring baru tidak duduk dengan baik (pengetahuan umum). Tanda keausan lain yang dapat dicatat teknisi (pengetahuan umum):

    1. Oli berkurang tanpa tetesan, dicatat dengan volume yang ditambahkan dan angka odometer.
    2. Hembusan dari ventilasi bak engkol atau oli di kotak saringan udara, tanda gas pembakaran lolos melewati ring.
    3. Tenaga turun dan susah hidup, terutama saat mesin panas.
    4. Bunyi: ketukan ringan teratur dari celah katup lebar, gemerincing rantai keteng saat dingin, dan ketukan berat yang berubah dengan beban dari bantalan poros engkol atau pena torak.
    5. Serbuk logam di oli atau saringan oli saat ganti oli.

    Uji kompresi dan uji bocor sebagai prinsip

    Uji kompresi (compression test) adalah pengukuran tekanan tertinggi di dalam silinder ketika mesin diputar starter dengan busi dilepas dan katup gas terbuka penuh. Prinsipnya (pengetahuan umum; urutan rinci dari manual): mesin pada suhu yang diminta manual, aliran bensin dan pengapian diamankan supaya bensin tidak menyembur dari lubang busi, pengukur dipasang rapat, mesin diputar sampai jarum berhenti naik, dan angkanya dicatat. Hasil dibandingkan dengan batas di manual, tidak dengan motor lain dan tidak dengan hitungan: pemampatan ideal memberi angka jauh lebih tinggi dari yang terbaca (Contoh 9), karena katup isap menutup sesudah torak mulai naik, putaran starter rendah, panas mengalir ke dinding, dan ada kebocoran kecil (pengetahuan umum).

    Dua langkah lanjutan membedakan sumber kebocoran (pengetahuan umum):

    1. Uji basah: beberapa mililiter oli dimasukkan lewat lubang busi lalu uji diulang. Oli menutup celah ring untuk sementara; bila tekanan naik jelas, kebocoran terutama lewat ring dan dinding silinder, dan bila hampir tetap, kebocoran ada di katup atau paking kepala silinder.
    2. Uji bocor silinder: dengan torak di titik mati atas langkah kompresi, udara bertekanan dimasukkan dan bengkel mendengarkan ke mana udara keluar: saluran isap berarti katup isap, knalpot katup buang, lubang pengisian oli ring torak, dan gelembung di radiator paking kepala silinder.

    Celah katup yang terlalu sempit juga memberi kompresi rendah, sehingga celah diperiksa lebih dulu sebelum silinder dibongkar (pengetahuan umum).

    Contoh kerja

    Contoh 1: isi silinder. Diameter 50,0 mm dan langkah 55,6 mm, satu silinder (angka latihan). Vd=0,7854×5,002×5,56=109,2V_d = 0{,}7854 \times 5{,}00^2 \times 5{,}56 = 109{,}2 cm³.

    Contoh 2: rasio kompresi. Volume ruang bakar 11,5 cm³ (angka latihan). Dengan rumus Bab 3, r=(109,2+11,5)/11,5=10,5r = (109{,}2 + 11{,}5)/11{,}5 = 10{,}5.

    Contoh 3: silinder dikorek. Diameter menjadi 50,5 mm dengan torak ukuran lebih (angka latihan). Vd=0,7854×5,052×5,56=111,4V_d = 0{,}7854 \times 5{,}05^2 \times 5{,}56 = 111{,}4 cm³, naik 2,0 persen, dan bila VcV_c tetap, r=(111,4+11,5)/11,5=10,7r = (111{,}4 + 11{,}5)/11{,}5 = 10{,}7. Isi silinder sudah berbeda dari dokumen kendaraan.

    Contoh 4: kerak karbon. Kerak mengurangi VcV_c sebanyak 1,0 cm³ (angka latihan). r=(109,2+10,5)/10,5=11,4r = (109{,}2 + 10{,}5)/10{,}5 = 11{,}4, hampir satu angka lebih tinggi, sehingga mesin lebih peka terhadap bensin beroktan rendah.

    Contoh 5: kecepatan torak rata-rata. Langkah 0,0556 m pada 8.000 rpm, yaitu 133,3 putaran per detik: cm=2×0,0556×133,3=14,8c_m = 2 \times 0{,}0556 \times 133{,}3 = 14{,}8 m/s, sedangkan pada 6.000 rpm cm=11,1c_m = 11{,}1 m/s. Menahan putaran tinggi menambah jarak gesek ring per menit sekitar sepertiga.

    Contoh 6: oli yang hilang. Isi oli 0,8 L dan pengantar menambah 0,15 L setiap minggu (angka latihan), yaitu 18,75 persen isi per minggu. Bila batas bawah di manual 0,6 L (angka latihan), oli sudah di bawah batas dalam 0,2/0,15=1,30{,}2/0{,}15 = 1{,}3 minggu tanpa penambahan. Dengan berat jenis 0,88, oli 0,15 L bermassa 132 g, sehingga penambahan dapat dicatat dengan timbangan.

    Contoh 7: pemuaian di mekanisme katup. Tangkai katup buang baja 90 mm rata-rata 200 K lebih panas dari saat disetel (angka latihan). Dengan koefisien muai baja 12×10−612 \times 10^{-6}/K dari Bab 11 · Fisika, ΔL=12×10−6×90×200=0,216\Delta L = 12 \times 10^{-6} \times 90 \times 200 = 0{,}216 mm. Kepala silinder aluminium setinggi 50 mm yang 100 K lebih panas (angka latihan) memuai 23×10−6×50×100=0,11523 \times 10^{-6} \times 50 \times 100 = 0{,}115 mm dan sebagian mengimbangi. Selisih sekitar 0,1 mm ini hanya ilustrasi orde besaran; arah dan besar bersihnya bergantung rancangan, sehingga celah dingin diambil dari manual.

    Contoh 8: sirip tersumbat. Dengan h=60h = 60 W/(m²·K), Aef=0,25A_{\text{ef}} = 0{,}25 m², dan ΔT=100\Delta T = 100 K (angka latihan), Q˙=60×0,25×100=1.500\dot{Q} = 60 \times 0{,}25 \times 100 = 1.500 W. Bila serat dan lumpur membuat luas efektif tinggal 70 persen, panas yang sama hanya terbuang bila ΔT=100/0,7=143\Delta T = 100/0{,}7 = 143 K: permukaan silinder sekitar 43 K lebih panas.

    Contoh 9: membaca uji kompresi. Batas bawah di manual 9,0 bar (angka latihan, bukan nilai mesin tertentu). Uji kering memberi 7,0 bar, yaitu 78 persen batas, dan uji basah 8,6 bar, naik 1,6 bar atau 23 persen: kebocoran terutama lewat ring dan dinding silinder, seperti di kasus pembuka. Pemampatan ideal tanpa rugi pada r=10,5r = 10{,}5 memberi 1,013×10,51,4=271{,}013 \times 10{,}5^{1{,}4} = 27 bar, angka yang tidak pernah terbaca di pengukur.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan, jangan pakai motor untuk mengantar, dan serahkan ke bengkel berwenang atau penyelia bila:

    1. Asap putih tebal tetap keluar setelah mesin panas, cairan pendingin berkurang, atau oli tampak seperti susu.
    2. Lampu tekanan oli atau lampu suhu menyala, atau oli di bawah batas bawah dan terus berkurang.
    3. Terdengar ketukan berat logam yang berubah dengan beban atau putaran.
    4. Pemeriksaan memerlukan pembukaan tutup kepala silinder, penyetelan celah katup, uji bocor silinder, atau angka yang hanya ada di manual, sedangkan teknisi tidak berwenang atau tidak memiliki manual dan alatnya.
    5. Mesin, knalpot, atau radiator masih panas dan akan disentuh atau dibuka; tunggu dingin dan ikuti Bab 8 · Keselamatan tentang permukaan panas.
    6. Mesin akan dihidupkan di ruang tertutup tanpa pembuangan gas buang, karena gas buang mengandung karbon monoksida, seperti peringatan di Bab 3.
    7. Bensin menetes atau menyembur saat busi dilepas untuk uji kompresi.
    8. Ada rencana mengorek silinder atau memapas kepala silinder motor dinas tanpa keputusan pemilik kendaraan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Asap putih di pagi hari berarti mesin rusak." Kabut tipis yang hilang setelah knalpot panas adalah uap air; yang dicatat adalah asap yang tetap ada, kebiruan, atau berbau.
    2. "Oli mobil yang kekentalannya sama boleh untuk motor berkopling basah." Oli berpengubah gesek dapat membuat kopling basah selip; pakai kelas oli dari manual.
    3. "Celah katup yang lebih rapat membuat mesin lebih halus dan bertenaga." Celah terlalu sempit membuat katup tidak menutup saat panas, kompresi bocor, dan katup buang terbakar.
    4. "Tekanan kompresi dapat dihitung dari rasio kompresi." Tekanan uji jauh di bawah hitungan ideal; patokannya hanya manual.
    5. "Mesin dua langkah lebih awet bila oli campurannya dibanyakkan." Oli berlebih menambah kerak, mengotori busi, dan menambah asap.
    6. "Motor berpendingin udara tidak perlu dirawat sistem pendinginnya." Sirip tersumbat, kipas rusak, dan selubung hilang membuat mesin bekerja lebih panas.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 3 memberi siklus, rumus rasio kompresi, dan neraca energi; Bab 4 dan Bab 12 bahan bakar dan pengapian; Bab 13 kopling basah; Bab 8 · Mekanikal & Mekatronika pelumasan; Bab 11 · Fisika pemuaian; Bab 24 · Fisika sirip; Bab 20 cairan pendingin dan kode oli; Bab 15 servis berkala; dan Bab 8 · Keselamatan permukaan panas.

    Latihan dan pembahasan

    1. Mesin satu silinder berdiameter 52,4 mm dan berlangkah 57,9 mm (angka latihan). Berapa isi silindernya?
    2. Volume ruang bakar mesin pada Latihan 1 adalah 13,0 cm³. Berapa rasio kompresinya?
    3. Berapa kecepatan torak rata-rata mesin pada Latihan 1 di 7.500 rpm?
    4. Pada 4.800 rpm, berapa langkah usaha per detik pada mesin empat langkah dan dua langkah satu silinder?
    5. Uji kering memberi 6,5 bar dan uji basah 6,7 bar, dengan batas manual 9,0 bar (angka latihan). Ke mana dugaan kebocoran, dan apa yang diperiksa lebih dulu?
    6. Mengapa celah katup diperiksa saat mesin dingin dengan torak di titik mati atas langkah kompresi?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Vd=0,7854×5,242×5,79=124,9V_d = 0{,}7854 \times 5{,}24^2 \times 5{,}79 = 124{,}9 cm³. Diameter dan langkah ditulis dalam cm supaya hasilnya langsung dalam cm³, yaitu "cc".
    2. r=(124,9+13,0)/13,0=10,6r = (124{,}9 + 13{,}0)/13{,}0 = 10{,}6. Angka ini wajar untuk mesin modern dan membuat mesin lebih peka terhadap kerak dan bensin beroktan rendah.
    3. 7.500 rpm sama dengan 125 putaran per detik, jadi cm=2×0,0579×125=14,5c_m = 2 \times 0{,}0579 \times 125 = 14{,}5 m/s. Kecepatan ini dicapai setiap kali motor dipacu dan menambah keausan ring.
    4. 4.800 rpm sama dengan 80 putaran per detik. Mesin empat langkah memberi satu langkah usaha setiap dua putaran, yaitu 40 per detik, sedangkan mesin dua langkah 80 per detik.
    5. Uji kering hanya sekitar 72 persen batas, dan uji basah hanya naik 0,2 bar atau sekitar 3 persen, sehingga ring bukan sumber utama. Dugaannya katup atau paking kepala silinder, dan celah katup diperiksa lebih dulu karena celah yang terlalu sempit membuat katup tidak menutup.
    6. Celah ditetapkan pabrik untuk mesin dingin, karena pemuaian mengubahnya saat panas. Di titik mati atas langkah kompresi kedua katup tertutup dan pengungkit berada di dasar nok, sehingga yang terukur adalah celah sebenarnya.

    Referensi

    Sumber luar

    • OpenStax: Chemistry 2eopenstax.org
    • Understanding JASO MA and MB Specific Performance for the Right Applications360.lubrizol.com
    • Belum Jelas Kapan Indonesia Beranjak dari Euro 3 untuk Motorcnnindonesia.com

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Mesin satu silinder berdiameter 52,4 mm dan berlangkah 57,9 mm (angka latihan). Berapa isi silindernya?

    2

    Volume ruang bakar mesin pada Latihan 1 adalah 13,0 cm³. Berapa rasio kompresinya?

    3

    Berapa kecepatan torak rata-rata mesin pada Latihan 1 di 7.500 rpm?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat