Mesin pembakaran dalam dan siklusnya: empat langkah, siklus Otto dan Diesel, rasio kompresi, efisiensi, daya dan torsi, dan konsumsi bahan bakar
Sebuah laundry memiliki dua mobil boks pengantar linen: yang lama bermesin diesel, yang baru bermesin bensin. Sopir mengatakan mobil bensin terasa lebih bertenaga di jalan menanjak tetapi jauh lebih boros, sementara mobil diesel mulai mengeluarkan asap hitam dan kehilangan tenaga. Pemilik bertanya mana yang sebenarnya lebih efisien dan mengapa. Bab ini menjelaskan mesin pembakaran dalam sebagai mesin kalor: siklus empat langkah, siklus udara standar Otto, Diesel, dan ganda, rasio kompresi dan batas ketukan, hubungan daya, torsi, dan putaran, tekanan efektif rata-rata, efisiensi nyata dan konsumsi bahan bakar spesifik, perbandingan udara dan bahan bakar, dan neraca energi mesin.
Sebuah laundry yang melayani beberapa hotel memiliki dua mobil boks untuk mengantar linen. Mobil lama bermesin diesel dan sudah berumur delapan tahun; mobil baru bermesin bensin dengan kapasitas mesin yang hampir sama. Sopir mengatakan mobil bensin terasa lebih bertenaga saat menanjak dengan muatan penuh, tetapi tangkinya harus diisi jauh lebih sering. Sementara itu, mobil diesel mulai mengeluarkan asap hitam saat berakselerasi dan terasa kehilangan tenaga. Pemilik bertanya kepada teknisi: mana yang sebenarnya lebih efisien, mengapa berbeda, dan apa arti asap hitam itu?
Teknisi menjawab dengan membuka cara kerja mesin itu sendiri. Kedua mesin adalah mesin kalor yang mengubah panas pembakaran menjadi kerja, tetapi dengan siklus dan rasio kompresi yang berbeda. "Bertenaga" yang dirasakan sopir terkait torsi pada putaran tertentu dan rasio gigi, tidak langsung dengan efisiensi. Dan asap hitam pada diesel menunjuk campuran yang kekurangan udara, salah satunya karena saringan udara yang tersumbat. Bab ini menjelaskan konsep dan angka yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan seperti itu.
Batas pembahasan
Bab ini membahas mesin pembakaran dalam dari sisi teknisi dan pengelola kendaraan: siklus empat langkah, siklus udara standar, rasio kompresi, efisiensi, daya, torsi, tekanan efektif rata-rata, konsumsi bahan bakar, campuran udara dan bahan bakar, dan neraca energi. Perbaikan mesin tidak dibahas dan mengikuti manual pabrik. Kendaraan sebagai aliran energi ada di Bab 1; baterai dan motor traksi di Bab 2; gaya, torsi, dan transmisi daya di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika; hukum pertama dan kedua termodinamika di Bab 16 · Fisika dan Bab 17 · Fisika; gas ideal di Bab 15 · Fisika; stoikiometri di Bab 7 · Kimia. Sumbernya adalah narasi Otomotif dan Mobilitas Listrik dan narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri, terutama tiga buku termodinamika teknik, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Angka untuk mesin tertentu diambil dari manual pabrik; angka umum ditandai nilai literatur umum; angka contoh adalah angka latihan.
Mesin pembakaran dalam sebagai mesin kalor
Mesin pembakaran dalam membakar bahan bakar di dalam ruang bakarnya sendiri dan memakai gas hasil pembakaran yang panas dan bertekanan untuk mendorong torak. Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku dasar termodinamika teknik bahwa bekerja dengan siklus terbuka adalah ciri semua mesin pembakaran dalam, karena udara segar masuk dan gas buang keluar setiap siklus. Narasi yang sama mengutip buku termodinamika teknik lanjutan bahwa mesin pembakaran luar mempunyai beberapa kelebihan dibanding mesin pembakaran dalam, tetapi mesin pembakaran dalam unggul dalam ukuran dan bobot untuk kendaraan.
Seperti semua mesin kalor di Bab 17 · Fisika, efisiensinya dibatasi hukum kedua termodinamika. Narasi itu juga mengutip buku termodinamika teknik lanjutan bahwa efisiensi termal siklus daya tidak dapat 100 persen. Sebagian besar panas bahan bakar keluar sebagai gas buang dan panas pendingin, bukan sebagai kerja di poros.
Siklus empat langkah
Sebagian besar mesin kendaraan bekerja dengan empat langkah torak untuk setiap siklus, yaitu dua putaran poros engkol (nilai literatur umum):
- Isap: katup isap terbuka, torak turun, dan udara atau campuran udara dan bahan bakar masuk.
- Kompresi: kedua katup tertutup, torak naik, dan isi silinder dimampatkan.
- Usaha: campuran terbakar, tekanan naik tajam, dan gas mendorong torak turun; hanya langkah ini yang menghasilkan kerja.
- Buang: katup buang terbuka, torak naik, dan gas buang didorong keluar.
Mesin dua langkah menyelesaikan siklus dalam satu putaran dengan saluran di dinding silinder; lebih ringan untuk dayanya tetapi umumnya lebih boros dan lebih kotor gas buangnya. Narasi Otomotif dan Mobilitas Listrik mengutip buku dasar termodinamika teknik tentang perbandingan mesin empat langkah penyalaan busi yang nyata dan yang ideal, perbandingan yang menunjukkan bahwa siklus nyata membulatkan sudut-sudut siklus ideal karena katup membuka dan menutup bertahap dan pembakaran memerlukan waktu.
Siklus udara standar
Untuk menganalisis mesin secara sederhana, siklus nyata diganti siklus ideal yang memakai udara sebagai gas ideal, dengan pembakaran diganti penambahan panas dan pembuangan gas diganti pelepasan panas. Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku termodinamika untuk insinyur bahwa cara menganalisis siklus ini dikenal sebagai metode udara standar, dan buku dasar termodinamika teknik bahwa siklus Otto yang dihasilkan dari anggapan udara standar disebut siklus Otto ideal. Anggapan gas ideal di Bab 15 · Fisika dipakai di sini.
Siklus udara standar tidak memberi efisiensi nyata, tetapi menunjukkan arah: apa yang menaikkan efisiensi, mengapa mesin diesel memakai rasio kompresi tinggi, dan mengapa ada batasnya.
Siklus Otto
Siklus Otto adalah model mesin penyalaan busi. Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku termodinamika untuk insinyur bahwa udara dalam siklus Otto dimampatkan secara isentropik, dan bahwa pada siklus Otto terjadi kenaikan tekanan yang besar selama penambahan panas, karena panas ditambahkan pada volume tetap. Narasi Otomotif dan Mobilitas Listrik mengutip buku termodinamika teknik lanjutan tentang diagram tekanan-volume dan suhu-entropi siklus Otto.
Efisiensi termal siklus Otto ideal hanya bergantung pada rasio kompresi dan perbandingan kalor jenis , sekitar 1,4 untuk udara (nilai literatur umum):
Rasio kompresi yang lebih tinggi menaikkan efisiensi, tetapi dengan hasil yang makin kecil.
Siklus Diesel dan siklus ganda
Pada mesin diesel, hanya udara yang dimampatkan sampai sangat panas, lalu bahan bakar disemprotkan dan menyala sendiri. Dalam model ideal, panas ditambahkan pada tekanan tetap selama torak mulai turun. Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku dasar termodinamika teknik bahwa inilah satu-satunya proses tempat siklus Otto dan Diesel berbeda, dan bahwa siklus ganda adalah gabungan siklus Otto dan Diesel. Narasi yang sama mengutip buku termodinamika teknik lanjutan bahwa siklus pembakaran ganda lebih cocok untuk mesin penyalaan kompresi modern berkecepatan tinggi, dan buku termodinamika untuk insinyur bahwa untuk truk dan bus besar hampir selalu dipakai mesin diesel.
Efisiensi siklus Diesel ideal bergantung juga pada rasio penghentian , yaitu perbandingan volume di akhir dan di awal penambahan panas (nilai literatur umum):
Pada rasio kompresi yang sama, siklus Diesel kurang efisien dari siklus Otto. Kelebihan mesin diesel datang dari rasio kompresinya yang jauh lebih tinggi, sekitar 15 sampai 22 dibanding sekitar 9 sampai 12 untuk mesin bensin (nilai literatur umum), dan dari tidak adanya katup gas yang menghambat udara pada beban rendah.
Rasio kompresi dan batas ketukan
Rasio kompresi adalah perbandingan volume silinder saat torak di titik terbawah dengan volume saat torak di titik teratas:
dengan volume langkah satu silinder dan volume ruang bakar. Narasi Otomotif dan Mobilitas Listrik mengutip buku termodinamika teknik lanjutan bahwa pada mesin penyalaan busi yang nyata, batas atas rasio kompresi dibatasi suhu penyalaan sendiri bahan bakar untuk menghindari ketukan, yaitu campuran yang meledak sendiri sebelum atau bersamaan dengan nyala dari busi. Ketukan merusak torak dan cincin, sehingga mesin bensin memakai bahan bakar dengan angka oktan yang sesuai dan pengendali yang memundurkan saat pengapian bila ketukan terdeteksi (nilai literatur umum).
Pada mesin diesel, rasio kompresi tinggi justru diperlukan supaya udara cukup panas untuk menyalakan bahan bakar.
Daya, torsi, dan putaran
Daya di poros adalah torsi kali kecepatan sudut, seperti di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika:
dengan putaran per detik dan torsi. Mesin menghasilkan torsi terbesar pada rentang putaran tertentu dan daya terbesar pada putaran yang lebih tinggi. Yang dirasakan sopir sebagai "bertenaga" saat menanjak adalah gaya dorong di roda, yaitu torsi mesin dikalikan rasio gigi dan dibagi jari-jari roda, sehingga dipengaruhi transmisi.
Tekanan efektif rata-rata adalah tekanan tetap khayal yang, bila bekerja selama langkah usaha, menghasilkan kerja yang sama dengan siklus nyata. Untuk mesin empat langkah dengan volume langkah total (nilai literatur umum):
Faktor dua muncul karena satu siklus memerlukan dua putaran. Tekanan efektif rata-rata memungkinkan membandingkan mesin berukuran berbeda. Mesin bensin modern berukuran kecil dengan turbo dapat mencapai tekanan efektif rata-rata setinggi mesin diesel, sedangkan mesin bensin tanpa turbo biasanya lebih rendah (nilai literatur umum). Kurva torsi dan daya terhadap putaran dari pabrik menunjukkan rentang putaran tempat mesin paling efisien; mengemudi pada rentang itu dengan gigi yang sesuai, tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi, menghemat bahan bakar.
Efisiensi nyata dan konsumsi bahan bakar spesifik
Efisiensi nyata mesin adalah daya poros dibagi laju energi bahan bakar:
dengan laju massa bahan bakar dan nilai kalor bawah bahan bakar, sekitar 42 sampai 43 MJ/kg untuk solar dan sekitar 43 sampai 44 MJ/kg untuk bensin (nilai literatur umum). Konsumsi bahan bakar spesifik adalah massa bahan bakar per energi poros, dalam g/kWh. Efisiensi nyata yang terbaik berada sekitar 30 sampai 40 persen untuk mesin bensin dan sekitar 35 sampai 45 persen untuk mesin diesel pada beban yang menguntungkan, dan jauh lebih rendah pada beban ringan dan saat diam (nilai literatur umum).
Konsumsi per kilometer di jalan bergantung juga pada bobot, kecepatan, kemacetan, waktu diam, dan cara mengemudi, sehingga perbandingan dua kendaraan dilakukan pada rute dan muatan yang sama.
Perbandingan udara dan bahan bakar
Pembakaran sempurna memerlukan udara dalam jumlah tertentu untuk setiap kilogram bahan bakar, dihitung dengan stoikiometri seperti di Bab 7 · Kimia. Untuk bensin, perbandingan massa stoikiometrik sekitar 14,7 berbanding 1, dan untuk solar sekitar 14,5 berbanding 1 (nilai literatur umum). Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku termodinamika teknik lanjutan bahwa pembakaran sempurna berarti seluruh massa bahan bakar teroksidasi dan tidak diperlukan udara lagi, dan narasi Otomotif dan Mobilitas Listrik mengutip buku yang sama bahwa pembakaran ramping pada dasarnya membakar bahan bakar dengan udara berlebih.
Mesin bensin modern bekerja dekat perbandingan stoikiometrik supaya pengubah katalitik bekerja. Mesin diesel selalu bekerja dengan udara berlebih; dayanya diatur dengan banyaknya bahan bakar. Bila udara berkurang, misalnya karena saringan udara tersumbat, turbo yang lemah, atau bahan bakar berlebih, sebagian bahan bakar tidak terbakar sempurna dan keluar sebagai jelaga, yaitu asap hitam (nilai literatur umum).
Neraca energi mesin
Dari energi bahan bakar yang masuk, kira-kira sepertiga keluar sebagai kerja poros pada kondisi terbaik, sekitar sepertiga lewat gas buang, dan sisanya ke air pendingin, oli, dan sekitar (nilai literatur umum). Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku termodinamika teknik lanjutan tentang gas buang mesin pembakaran dalam yang didinginkan dalam proses perpindahan panas, dasar pemulihan panas gas buang pada sistem pembangkit kecil. Kendaraan sebagai aliran energi dari tangki sampai roda dibahas di Bab 1.
Perawatan yang memengaruhi efisiensi
Banyak penurunan efisiensi di lapangan berasal dari perawatan, tidak dari rancangan mesin (nilai literatur umum):
- Saringan udara: saringan yang tersumbat mengurangi udara, menurunkan daya, dan pada diesel menimbulkan jelaga.
- Oli dan kekentalannya: oli yang terlalu kental atau sudah rusak menambah gesekan dalam; jenis dan selang penggantian mengikuti manual pabrik.
- Injektor dan busi: injektor yang menetes atau semprotannya tidak rata, dan busi yang aus, membuat pembakaran tidak sempurna.
- Suhu kerja: mesin yang terlalu dingin karena termostat macet terbuka membakar tidak sempurna dan lebih boros; mesin yang terlalu panas berisiko ketukan dan kerusakan.
- Waktu diam: mesin yang dibiarkan menyala saat menunggu bongkar muat memakai bahan bakar tanpa menghasilkan kerja; untuk kendaraan pengantar dengan banyak titik berhenti, waktu diam dapat menjadi bagian besar dari pemakaian.
- Muatan dan tekanan ban: tidak mengubah efisiensi mesin, tetapi menambah energi yang harus diberikan mesin per kilometer.
Catatan pengisian bahan bakar dan kilometer setiap kendaraan, dihitung per minggu, memperlihatkan penurunan yang perlahan lebih cepat dari keluhan sopir. Kenaikan konsumsi yang mendadak pada satu kendaraan menunjuk masalah pada kendaraan itu; kenaikan pada semua kendaraan sekaligus lebih sering menunjuk perubahan rute, muatan, atau mutu bahan bakar.
Contoh kerja
Contoh 1: rasio kompresi. Satu silinder bervolume langkah 500 cm³ dan ruang bakar 55,6 cm³. .
Contoh 2: efisiensi Otto ideal. Untuk dan , , yaitu 60 persen. Efisiensi mesin nyata jauh lebih rendah karena gesekan, kehilangan panas, pembakaran yang tidak seketika, dan kerja pompa udara.
Contoh 3: efisiensi Diesel ideal. Untuk dan , dan , sehingga . Siklus Otto pada akan memberi , tetapi mesin bensin tidak dapat memakai rasio setinggi itu karena ketukan.
Contoh 4: daya dari torsi. Mesin memberi torsi 250 N·m pada 2.000 putaran per menit, yaitu 33,3 per detik. W, sekitar 52 kW.
Contoh 5: tekanan efektif rata-rata. Mesin empat langkah 2,5 L memberi 52,3 kW pada 33,3 putaran per detik. Pa, sekitar 12,6 bar.
Contoh 6: efisiensi nyata dan konsumsi spesifik. Mesin itu memakai 12 kg solar per jam pada keadaan Contoh 4, yaitu 0,00333 kg/s. Laju energi bahan bakar W. , dan konsumsi spesifik g/kWh.
Contoh 7: konsumsi per hari. Rute pengantaran 120 km per hari. Mobil diesel menempuh sekitar 10 km per liter dan mobil bensin sekitar 8 km per liter pada rute yang sama (angka latihan). Pemakaian harian sekitar 12 L solar dan 15 L bensin; perbandingan biaya memerlukan harga setempat dan perawatan, tidak hanya liter.
Contoh 8: udara untuk pembakaran. Pada 12 kg solar per jam dengan perbandingan udara dan bahan bakar keseluruhan 25 berbanding 1 (angka latihan, udara berlebih), mesin memerlukan 300 kg udara per jam, sekitar m³ per jam. Saringan udara yang tersumbat dan mengurangi udara menjadi 200 kg per jam menurunkan perbandingan menjadi sekitar 17 berbanding 1 pada bahan bakar yang sama, mendekati batas jelaga.
Contoh 9: neraca energi. Dari 141,7 kW energi bahan bakar pada Contoh 6, 52,3 kW menjadi kerja poros, sekitar 45 kW keluar lewat gas buang, sekitar 35 kW ke air pendingin, dan sisanya, sekitar 9 kW, ke oli, radiasi, dan sekitar (angka latihan).
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan minta keputusan bengkel resmi atau penyelia bila:
- Mesin dihidupkan di ruang tertutup tanpa pembuangan gas buang, karena gas buang mengandung karbon monoksida.
- Ada kebocoran bahan bakar, bau bensin yang kuat, atau tetesan di dekat knalpot dan bagian panas.
- Mesin berketuk terus, berasap putih tebal, atau suhu pendingin naik terus, tetapi kendaraan tetap dipakai.
- Pekerjaan pada mesin memerlukan pembongkaran atau penyetelan yang hanya diatur manual pabrik.
- Radiator atau sistem pendingin yang panas dan bertekanan akan dibuka.
Salah tafsir yang sering terjadi
- "Mesin yang terasa bertenaga lebih efisien." Tenaga yang dirasakan sopir bergantung pada torsi, putaran, dan rasio gigi; efisiensi adalah daya poros dibagi energi bahan bakar.
- "Efisiensi siklus ideal adalah efisiensi mesin." Siklus ideal menunjukkan arah; mesin nyata jauh lebih rendah.
- "Rasio kompresi tinggi selalu lebih baik." Mesin bensin dibatasi ketukan; menaikkan rasio kompresi tanpa bahan bakar dan pengendali yang sesuai merusak mesin.
- "Mesin diesel efisien karena siklus Diesel lebih baik." Pada rasio kompresi yang sama siklus Diesel kurang efisien; kelebihannya datang dari rasio kompresi tinggi dan tidak adanya hambatan katup gas.
- "Asap hitam berarti bahan bakar buruk." Penyebab yang sering adalah udara kurang atau bahan bakar berlebih: saringan udara, turbo, injektor, atau penyetelan.
- "Konsumsi per kilometer cukup untuk membandingkan mesin." Rute, muatan, waktu diam, dan cara mengemudi mengubah angka itu; perbandingan dilakukan pada keadaan yang sama.
- "Mesin panas lebih cepat, jadi tidak perlu dipanaskan." Mesin memang tidak perlu dipanaskan lama saat diam, tetapi mesin yang selalu bekerja di bawah suhu kerjanya karena termostat rusak membakar tidak sempurna, lebih boros, dan lebih cepat aus.
Hubungan dengan bab lain
Bab 1 memberi aliran energi kendaraan, Bab 2 baterai dan motor traksi, Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika torsi dan daya, Bab 16 · Fisika dan Bab 17 · Fisika hukum termodinamika, Bab 15 · Fisika gas ideal, dan Bab 7 · Kimia stoikiometri. Bab berikutnya di rak ini membahas sistem bahan bakar, pengapian, dan pengendali mesin.
Latihan dan pembahasan
- Silinder bervolume langkah 450 cm³ dan ruang bakar 50 cm³. Berapa rasio kompresinya?
- Berapa efisiensi Otto ideal untuk rasio kompresi pada Latihan 1 dengan ?
- Mesin memberi torsi 180 N·m pada 3.000 putaran per menit. Berapa dayanya?
- Mesin memakai 9 kg bensin per jam untuk daya 30 kW dengan nilai kalor 43,5 MJ/kg. Berapa efisiensinya?
- Berapa konsumsi bahan bakar spesifik mesin pada Latihan 4?
- Mengapa saringan udara yang tersumbat lebih cepat terlihat sebagai asap hitam pada mesin diesel?
Kunci jawaban beralasan
- , angka yang khas untuk mesin bensin, tidak cukup untuk menyalakan solar dengan kompresi saja.
- , yaitu 60 persen untuk siklus ideal.
- W, sekitar 56,5 kW, karena 3.000 putaran per menit sama dengan 50 per detik.
- Laju energi bahan bakar W, jadi , sekitar 28 persen.
- g/kWh, lebih boros dari mesin diesel pada Contoh 6 yang memakai sekitar 229 g/kWh.
- Mesin diesel mengatur daya dengan banyaknya bahan bakar, sedangkan udara yang masuk ditentukan saluran isap dan turbo. Bila udara berkurang karena saringan tersumbat, bahan bakar yang sama kekurangan udara untuk terbakar sempurna, dan sisanya keluar sebagai jelaga. Mesin bensin dengan pengendali mengurangi bahan bakar bersama udara, sehingga gejalanya lebih berupa tenaga yang berkurang.
Referensi
Bab terkait
- Sistem kendaraan sebagai aliran energiOtomotif & Mobilitas Listrik · Bab 1
- Baterai, motor traksi, pengereman, dan keselamatan tegangan tinggiOtomotif & Mobilitas Listrik · Bab 2
- Gaya, torsi, putaran, dan transmisi dayaMekanikal & Mekatronika · Bab 1
- Hukum pertama termodinamika: sistem, kalor, kerja, energi dalam, proses gas, dan aliran tunakFisika · Bab 16
- Hukum kedua termodinamika: mesin kalor, mesin pendingin, pompa kalor, COP, dan entropiFisika · Bab 17
- Gas ideal dan teori kinetik: hukum gas, persamaan keadaan, tekanan parsial, dan titik embunFisika · Bab 15
- Mol dan stoikiometri: massa molar, perbandingan mol, pereaksi pembatas, dan rendemenKimia · Bab 7
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Silinder bervolume langkah 450 cm³ dan ruang bakar 50 cm³. Berapa rasio kompresinya?
Berapa efisiensi Otto ideal untuk rasio kompresi pada Latihan 1 dengan ?
Mesin memberi torsi 180 N·m pada 3.000 putaran per menit. Berapa dayanya?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Otomotif & Mobilitas Listrik · Bab 4.
Urutan baca menurut rak: Otomotif & Mobilitas Listrik · Bab 2.