Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Otomotif & Mobilitas Listrik · Bab 20Terapan

    Mobil konvensional, pendinginan dan pelumasan mesin: radiator, termostat, pompa air, cairan pendingin dan tutup bertekanan, oli dan kekentalan, tekanan oli, dan diagnosis panas berlebih

    Minibus antar-jemput tamu sebuah hotel di daerah berbukit kepanasan saat macet di jalan menanjak dengan AC penuh; sopir membuka tutup radiator yang masih panas, tersembur cairan, lalu mengisi radiator dengan air sumur, dan seminggu kemudian lampu tekanan oli berkedip. Bab ini menjelaskan jalur panas dari mesin ke udara, radiator, termostat, pompa air, dan kipas, cairan pendingin glikol beserta titik beku dan titik didihnya, tutup bertekanan dan kenaikan titik didih, bahaya membuka tutup saat panas, kekentalan oli, kelas SAE dan kategori API, tekanan oli dan lampu peringatannya, serta urutan diagnosis panas berlebih dan kebocoran.

    22 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah hotel di daerah wisata berbukit memakai minibus bensin untuk menjemput tamu dari bandara. Suatu sore, dengan enam penumpang dan AC penuh, minibus terjebak macet di jalan menanjak menuju hotel, dan jarum suhu naik mendekati merah. Sopir menepi, membuka tutup radiator ketika mesin masih panas, dan cairan menyembur; tangannya melepuh ringan. Ia lalu mengisi radiator dengan air sumur dari warung terdekat. Seminggu kemudian, lampu tekanan oli berkedip ketika minibus diam di lobi dengan mesin panas.

    Ketiga kejadian berhubungan dengan dua tugas yang sama: membuang panas mesin dan menjaga lapisan oli di bantalan. Bab ini menjelaskan jalur panas dari ruang bakar ke udara, mengapa cairan pendingin bukan air biasa, mengapa tutup radiator bertekanan, arti angka kekentalan oli dan lampu tekanan oli, dan urutan diagnosis panas berlebih.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas sistem pendingin cair dan sistem pelumasan mesin mobil bensin dan diesel dari sisi teknisi armada. Neraca energi mesin ada di Bab 3; perpindahan panas dan penukar panas di Bab 24 · Fisika dan Bab 7 · Fluida & Termal; rezim pelumasan dan kelas ISO VG di Bab 8 · Mekanikal & Mekatronika; viskositas dinamis dan kinematik di Bab 4 · Fluida & Termal; segel mekanis di Bab 9 · Mekanikal & Mekatronika; pendinginan motor dan inverter kendaraan listrik di Bab 8 dan Bab 23; mesin sepeda motor di Bab 11; dan penanganan bahan kimia di Bab 6 · Keselamatan. Air pendingin menara di Bab 10 · Utilitas adalah sistem lain. Membongkar mesin, pompa, atau kepala silinder tidak dibahas.

    Sumbernya buku Chemistry 2e dari OpenStax untuk sifat cairan, titik didih, dan antibeku; narasi Fluida dan Termal, narasi Mekanikal, dan narasi Otomotif; serta halaman luar di peta sumber. Kutipan forum di narasi Otomotif hanya dipakai sebagai contoh gejala. Suhu buka termostat, tekanan tutup radiator, tekanan oli minimum, dan kelas oli untuk mesin tertentu adalah data pabrik dan tidak diberi angka umum. Angka contoh adalah angka latihan.

    Neraca panas dan jalur pendinginan

    Bab 3 menjelaskan bahwa dari energi bahan bakar, kira-kira sepertiga menjadi kerja poros pada kondisi terbaik, sekitar sepertiga keluar lewat gas buang, dan sisanya ke air pendingin, oli, dan sekitar (nilai literatur umum). Narasi Fluida dan Termal mengutip buku termodinamika teknik bahwa mesin bensin mobil modern berefisiensi sekitar 30 persen. Panas yang masuk ke cairan pendingin harus dibuang ke udara dengan laju yang sama; bila tidak, suhu naik terus.

    Cairan menyerap panas di jaket air blok dan kepala silinder, didorong pompa air, melewati termostat, lalu melepaskan panas di radiator ke udara yang ditarik kipas atau didorong laju kendaraan. Laju kalor yang dibawa cairan:

    Q˙=m˙ cp ΔT\dot{Q} = \dot{m}\,c_p\,\Delta T

    dengan Q˙\dot{Q} laju kalor dalam kW, m˙\dot{m} laju massa cairan dalam kg/s, cpc_p kalor jenis cairan dalam kJ/(kg·K), dan ΔT\Delta T selisih suhu masuk dan keluar radiator dalam K, seperti di Bab 8.

    Radiator (radiator) adalah penukar panas cairan ke udara yang terdiri atas tabung berisi cairan pendingin dan sirip tipis yang dilalui udara. Prinsip di Bab 24 · Fisika dan Bab 7 · Fluida & Termal berlaku: kalor yang dilepas sebanding dengan luas, koefisien perpindahan panas, dan selisih suhu cairan dan udara. Buku penukar panas dalam narasi Fluida dan Termal memuat soal rancangan radiator mobil dengan suhu udara masuk 37,88 °C pada 80 km/jam. Angka itu data soal, tetapi mengingatkan bahwa udara yang masuk radiator dapat lebih panas daripada udara sekitar, terutama saat macet di belakang kendaraan lain. Saat merayap di tanjakan, mesin bekerja berat, laju kendaraan tidak lagi mendorong udara, dan kipas menjadi satu-satunya penggerak udara (penalaran editorial; Contoh 2).

    Termostat, pompa air, dan kipas

    Termostat (thermostat) adalah katup peka suhu yang menahan cairan di dalam mesin sampai suhu kerjanya tercapai, lalu membuka jalur ke radiator. Buku istilah teknik mesin dalam narasi Mekanikal mencatat bahwa sebagian termostat sistem pendingin berjenis puputan. Termostat mobil modern umumnya berisi lilin yang memuai dan mendorong katup, dan sebagian dipanaskan listrik serta dikendalikan pengendali mesin (pengetahuan umum). Suhu bukanya biasanya dicap di badannya dan berbeda antarmesin. Termostat macet tertutup membuat mesin cepat panas berlebih; termostat macet terbuka membuat mesin lama dingin, boros, dan cepat aus, seperti di Bab 3.

    Pompa air (water pump) adalah pompa sentrifugal yang mengalirkan cairan pendingin melalui mesin dan radiator, digerakkan sabuk atau rantai, dan pada sebagian mesin baru digerakkan motor listrik (pengetahuan umum). Tetesan dari lubang pembuangan di badan pompa menandai segel mekanisnya aus, seperti segel mekanis pompa di Bab 9 · Mekanikal & Mekatronika. Sabuk yang kendur menurunkan aliran dan sering mencicit.

    Kipas radiator listrik dikendalikan sensor suhu atau pengendali mesin, dan biasanya juga menyala ketika AC dinyalakan (pengetahuan umum). Kipas yang mati paling terasa saat mobil diam atau macet, karena pada kecepatan jalan raya udara didorong laju kendaraan. Kipas listrik dapat berputar sendiri walau kunci dicabut, jadi tangan dan kabel dijauhkan dari kipas. Sirip radiator dan kondensor AC yang tersumbat debu, serangga, atau serat dari area bongkar muat menurunkan aliran udara dengan cara yang sama.

    Cairan pendingin: glikol, titik beku, dan titik didih

    Cairan pendingin (coolant) adalah campuran air dan glikol dengan zat penghambat korosi yang membawa panas dari mesin ke radiator. Buku Chemistry 2e mencatat bahwa antibeku di kebanyakan radiator mobil adalah campuran etilena glikol dan air dengan volume sama, dengan sedikit aditif pencegah korosi. Buku itu juga menjelaskan bahwa garam ionik tidak dipakai sebagai antibeku radiator karena mempercepat korosi logam, sehingga dipakai senyawa kovalen seperti etilena atau propilena glikol, dan bahwa glikol tidak hanya menurunkan titik beku tetapi juga menaikkan titik didih, sehingga berguna di musim dingin maupun panas. Bagi Indonesia, kenaikan titik didih dan perlindungan korosi itulah alasannya.

    Untuk larutan ideal:

    ΔTf=Kf mΔTb=Kb m\Delta T_f = K_f\,m \qquad \Delta T_b = K_b\,m

    dengan ΔTf\Delta T_f penurunan titik beku dan ΔTb\Delta T_b kenaikan titik didih dalam °C, mm molalitas dalam mol zat terlarut per kilogram air, dan untuk air Kf=1,86K_f = 1{,}86 °C/m dan Kb=0,512K_b = 0{,}512 °C/m menurut tabel OpenStax. OpenStax menghitung 2,22 kg etilena glikol dalam 2,00 kg air, kira-kira 2 L glikol dan 2 L air, sebagai larutan 17,9 molal dengan titik didih ideal 109,2 °C (Contoh 3). Lembar data seorang pemasok untuk campuran 50/50 menyebut titik beku sekitar −37 °C dan titik didih sekitar 106 °C pada tekanan atmosfer; sumber lain memberi sekitar −34 sampai −36 °C dan sekitar 108 °C, sebagian karena beda dasar persen volume dan persen massa. Larutan sepekat itu tidak ideal, jadi angka pabrik cairan yang dipakai.

    Hal praktis (pengetahuan umum):

    1. Jenis penghambat korosi berbeda antarproduk, dan mencampur jenis yang berbeda dapat menurunkan perlindungan; ikuti spesifikasi pabrik kendaraan.
    2. Pengencer memakai air suling atau air bebas mineral. Air sumur membawa mineral yang mengendap di saluran sempit, dan menambah air saja menurunkan titik didih dan kadar penghambat korosi (Contoh 4).
    3. Etilena glikol beracun bila tertelan; tumpahan dibersihkan, cairan bekas dikumpulkan sebagai limbah kimia, dan wadah diberi label, seperti di Bab 6 · Keselamatan.

    Tutup radiator bertekanan dan bahaya membuka saat panas

    Buku Chemistry 2e mendefinisikan titik didih sebagai suhu ketika tekanan uap kesetimbangan cairan sama dengan tekanan di atas cairan, dan titik didih normal sebagai titik didih pada 1 atm atau 101,3 kPa. Menaikkan tekanan sistem berarti menaikkan titik didih. Tutup radiator bertekanan (pressure cap) adalah tutup berpegas dengan katup tekanan yang menahan sistem pendingin di atas tekanan atmosfer dan katup vakum yang membiarkan cairan kembali dari tangki ekspansi saat dingin (pengetahuan umum). Tekanan bukanya dicap pada tutup dan khas pabrik.

    Hubungan tekanan uap dan suhu dinyatakan persamaan Clausius-Clapeyron yang dipakai OpenStax:

    ln⁡P2P1=ΔHvapR(1T1−1T2)\ln\frac{P_2}{P_1} = \frac{\Delta H_\text{vap}}{R}\left(\frac{1}{T_1} - \frac{1}{T_2}\right)

    dengan PP tekanan mutlak dalam kPa, TT suhu dalam K, R=8,314R = 8{,}314 J/(mol·K), dan ΔHvap\Delta H_\text{vap} entalpi penguapan, untuk air pada titik didihnya 40,67 kJ/mol menurut OpenStax. Air murni di bawah tutup 100 kPa di atas atmosfer mendidih sekitar 120,6 °C (Contoh 5). Glikol menaikkannya lagi, tetapi angka untuk campuran bertekanan tidak ditemukan di sumber yang terverifikasi.

    Di sinilah bahayanya. Cairan pada 110 sampai 120 °C di sistem bertekanan tidak mendidih, tetapi bila tutup dibuka, tekanan turun ke atmosfer dan sebagian cairan langsung menjadi uap yang menyemburkan campuran mendidih ke muka dan tangan (pengetahuan umum; Contoh 6). Tutup radiator dan tutup tangki ekspansi bertekanan hanya dibuka setelah mesin dingin. Tutup dengan pegas lemah atau seal retak membuat sistem tidak bertekanan, sehingga cairan mendidih lebih awal dan hilang lewat tangki ekspansi.

    Oli mesin: kekentalan, kelas SAE, dan kategori API

    Buku Chemistry 2e mendefinisikan viskositas sebagai ukuran hambatan cairan untuk mengalir, memberi oli motor sebagai contoh cairan yang mengalir lebih lambat daripada air atau bensin, dan menjelaskan bahwa viskositas turun saat suhu naik karena molekul lebih mudah mengatasi gaya antarmolekul. Tabelnya pada 25 °C memberi air 0,890 mPa·s, etilena glikol 16,1 mPa·s, dan oli motor sekitar 50 sampai 500 mPa·s. Viskositas kinematik dibahas di Bab 4 · Fluida & Termal, dan rezim pelumasan serta kelas ISO VG oli industri di Bab 8 · Mekanikal & Mekatronika.

    Oli mesin harus cukup encer untuk segera sampai ke bantalan saat start dan cukup kental untuk menahan lapisan pada suhu kerja. Kelas kekentalan SAE (SAE viscosity grade) adalah penggolongan oli mesin menurut standar SAE J300 berdasarkan sifat alir pada suhu dingin dan kekentalan pada suhu kerja. Menurut sumber sekunder yang meringkas J300:

    1. Angka dengan huruf W, misalnya 5W, ditentukan oleh suhu terdingin ketika oli masih lulus uji simulator engkol dingin dan uji kemampuan pompa.
    2. Angka tanpa W, misalnya 30, ditentukan oleh viskositas kinematik pada 100 °C dan viskositas minimum pada suhu dan laju geser tinggi pada 150 °C.
    3. Oli multigrade seperti 5W-30 harus memenuhi kedua kriteria.

    Angka batas tiap kelas berbeda antarrevisi J300, jadi tabelnya tidak dimuat. Oli 5W-30 dan 10W-30 sama-sama kelas 30 pada suhu kerja; bedanya pada perilaku saat dingin.

    Kategori kinerja API (API service category) adalah penggolongan mutu oli mesin oleh lembaga perminyakan Amerika Serikat berdasarkan serangkaian uji mesin dan uji laboratorium. Kategori ini terpisah dari kelas kekentalan. Menurut sumber sekunder, kategori oli mesin bensin terbaru, API SQ, bersama ILSAC GF-7A dan GF-7B mulai dilisensikan 31 Maret 2025, menggantikan API SP dengan perbaikan efisiensi bahan bakar dan perlindungan terhadap pra-penyalaan kecepatan rendah, dan kompatibel mundur. Kategori oli diesel tidak diperiksa penyusun. Kelas, kategori, dan selang ganti untuk mesin tertentu diambil dari manual pabrik; oli yang lebih kental dari anjuran tidak otomatis lebih melindungi, karena lebih lambat sampai ke bantalan saat start (pengetahuan umum).

    Tekanan oli dan lampu peringatan

    Buku istilah teknik mesin dalam narasi Mekanikal mencatat bahwa bak engkol terdiri atas bagian bawah blok silinder dan bak oli. Dari bak oli, pompa oli mengisap lewat saringan kasar, mendorong oli melewati saringan oli ke bantalan poros engkol dan bagian lain, lalu oli kembali ke bak (pengetahuan umum). Tekanan timbul karena aliran pompa dihambat celah bantalan, dan katup pelepas membatasi tekanan tertinggi. Tekanan turun bila oli kurang, terlalu encer karena panas atau tercampur bahan bakar, saringan tersumbat, pompa aus, atau celah bantalan membesar (pengetahuan umum).

    Lampu tekanan oli dinyalakan sakelar tekanan yang menutup pada tekanan sangat rendah. Lampu itu bukan penunjuk ketinggian oli; saat menyala, mesin sudah hampir kehilangan pelumasan, dan mesin dimatikan secepatnya dengan aman (pengetahuan umum). Lampu yang berkedip hanya saat mesin panas dan diam, seperti di kasus pembuka, menunjuk tekanan di batas sakelar: oli encer atau rusak setelah panas berlebih, ketinggian oli kurang, atau keausan. Tekanan sebenarnya diukur dengan pengukur mekanis di lubang sakelar dan dibandingkan dengan batas pabrik pada putaran dan suhu tertentu.

    Laporan lapangan dalam narasi Otomotif memberi contoh gejala: tekanan oli normalnya stabil 40 psi tetapi turun ke 20 sampai 25 psi ketika bunyi ketukan muncul. Tekanan yang turun bersama bunyi dari bagian bawah mesin menunjuk bantalan aus; angka itu khas satu mesin, bukan patokan (Contoh 8). Oli yang terlalu panas menjadi encer dan teroksidasi, jadi mesin yang pernah panas berlebih diperiksa olinya sebelum dipakai lagi (pengetahuan umum).

    Diagnosis panas berlebih dan kebocoran

    Urutan berikut bergerak dari yang mudah dan aman ke yang memerlukan alat (pengetahuan umum):

    1. Catat kondisinya: macet atau jalan cepat, tanjakan, AC, muatan, suhu udara, dan apakah suhu naik pelan atau mendadak.
    2. Dengan mesin dingin, periksa ketinggian, warna, dan bau cairan, serta bekas rembesan di selang, klem, radiator, pompa air, dan di bawah mobil.
    3. Periksa kipas pada suhu kerja dan saat AC dinyalakan.
    4. Periksa sirip radiator dan kondensor dari kotoran, dan sabuk pompa.
    5. Periksa termostat: selang atas radiator yang tetap dingin saat mesin sudah panas menunjuk termostat tidak membuka.
    6. Uji tekanan sistem dengan pompa uji pada tekanan tutup, dan uji tutupnya.
    7. Bila cairan hilang tanpa bocor luar, uji gas pembakaran dalam cairan.
    PolaDugaan pertama
    Panas saat macet, normal di jalan cepatKipas, relai atau sensor kipas, sirip tersumbat
    Panas di jalan cepat dan tanjakan panjangRadiator tersumbat di dalam, pompa lemah, termostat membuka sebagian
    Panas cepat setelah startTermostat macet tertutup, cairan sangat kurang
    Cairan berkurang tanpa bekas bocorKebocoran internal, misalnya paking kepala silinder
    Suhu naik turun tidak menentuUdara terjebak, cairan kurang

    Jarum suhu dapat menipu ketika cairan sangat kurang: sensornya berada di kantong uap dan membaca rendah walau mesin terlalu panas (pengetahuan umum).

    Uji gas pembakaran (combustion leak test) adalah pengujian dengan cairan penguji yang berubah warna bila gas dari ruang bakar masuk ke sistem pendingin. Laporan lapangan dalam narasi Otomotif menyebut hasil negatif, cairan penguji tetap biru, pada mesin yang tidak pernah panas berlebih; hasil seperti itu menyingkirkan satu dugaan, bukan memastikan mesin sehat. Tanda kebocoran internal lain: asap putih berbau manis, gelembung terus-menerus di tangki ekspansi, atau oli yang tampak seperti susu (pengetahuan umum). Narasi Fluida dan Termal memuat contoh sakelar pengaman pada mesin pembuat es yang membuka bila terjadi panas berlebih; mesin mobil tidak selalu mematikan diri, jadi sopirlah yang harus berhenti ketika peringatan suhu muncul.

    Contoh kerja

    Contoh 1: panas ke cairan pendingin. Saat menanjak dengan muatan penuh, mesin minibus membakar bahan bakar dengan daya 90 kW (angka latihan). Bila sekitar 30 persen masuk ke cairan, Q˙=27\dot{Q} = 27 kW. Dengan cpc_p campuran 3,6 kJ/(kg·K) seperti di Bab 8 dan selisih suhu radiator 8 K (angka latihan), m˙=27/(3,6×8)=0,94\dot{m} = 27/(3{,}6 \times 8) = 0{,}94 kg/s; dengan massa jenis sekitar 1,07 kg/L (nilai literatur umum), sekitar 0,88 L/s atau 53 L/menit. Bila aliran pompa turun separuh, selisih suhu menjadi dua kali, 16 K.

    Contoh 2: radiator dan kipas. Sebagai model sederhana (penalaran editorial), radiator melepas Q˙=UA (Tcair−Tudara)\dot{Q} = UA\,(T_\text{cair} - T_\text{udara}) dengan UAUA dalam kW/K. Dengan kipas menyala dan UA=0,42UA = 0{,}42 kW/K (angka latihan), 27 kW dilepas ketika cairan 30+27/0,42=9430 + 27/0{,}42 = 94 °C untuk udara masuk 30 °C. Di belakang kendaraan lain, udara masuk 45 °C, dan suhu kesetimbangan menjadi 45+27/0,42=10945 + 27/0{,}42 = 109 °C. Bila kipas mati dan UAUA turun ke 0,15 kW/K, diperlukan 30+27/0,15=21030 + 27/0{,}15 = 210 °C, jadi cairan mendidih sebelum panasnya terbuang.

    Contoh 3: antibeku dalam model ideal. Dari contoh OpenStax, glikol 2.220/62,07=35,82.220/62{,}07 = 35{,}8 mol dan air 2.000/18,02=1112.000/18{,}02 = 111 mol, jadi fraksi mol glikol 35,8/146,8=0,24435{,}8/146{,}8 = 0{,}244 dan molalitas 35,8/2,00=17,935{,}8/2{,}00 = 17{,}9 m. Secara ideal ΔTf=1,86×17,9=33,3\Delta T_f = 1{,}86 \times 17{,}9 = 33{,}3 °C dan ΔTb=0,512×17,9=9,2\Delta T_b = 0{,}512 \times 17{,}9 = 9{,}2 °C, sehingga titik beku −33,3 °C dan titik didih 109,2 °C pada 1 atm. Data pemasok −37 °C dan sekitar 106 °C berbeda karena larutan sepekat itu tidak ideal.

    Contoh 4: cairan yang diencerkan air sumur. Misalkan sistem kini berisi 1 L glikol dan 3 L air (angka latihan). Dengan massa jenis glikol sekitar 1,11 kg/L yang tersirat dari contoh OpenStax, glikol 1.110/62,07=17,91.110/62{,}07 = 17{,}9 mol dalam 3,00 kg air, molalitas 5,96 m. Secara ideal ΔTb=0,512×5,96=3,1\Delta T_b = 0{,}512 \times 5{,}96 = 3{,}1 °C, titik didih sekitar 103 °C pada 1 atm, sekitar 6 °C lebih rendah daripada campuran 50/50 dalam model yang sama, dan kadar penghambat korosi ikut turun separuh.

    Contoh 5: titik didih di bawah tutup. Tutup 100 kPa di atas atmosfer (angka latihan; tekanan sebenarnya dicap di tutup) memberi P2=201,3P_2 = 201{,}3 kPa mutlak. ln⁡(201,3/101,3)=0,687\ln(201{,}3/101{,}3) = 0{,}687, sehingga 1/T2=1/373,15−0,687×8,314/40.670=0,00253951/T_2 = 1/373{,}15 - 0{,}687 \times 8{,}314/40.670 = 0{,}0025395 K−1^{-1} dan T2=393,8T_2 = 393{,}8 K, sekitar 120,6 °C untuk air murni. Tutup 90 kPa memberi sekitar 119,0 °C. Sebagai pembanding satuan, 100 kPa sama dengan 1 bar atau sekitar 14,5 psi.

    Contoh 6: membuka tutup saat panas. Sistem berisi sekitar 6 kg cairan pada 115 °C (angka latihan). Dengan air sebagai model (penalaran editorial), bila tekanan turun ke 1 atm, kalor lebih di atas 100 °C sebesar 4,18×15=62,74{,}18 \times 15 = 62{,}7 J/g, dengan kalor jenis air dari OpenStax, menguapkan sebagian cairan. Kalor penguapan 40.670/18,02=2.25740.670/18{,}02 = 2.257 J/g, sehingga sekitar 62,7/2.257=2,862{,}7/2.257 = 2{,}8 persen cairan, sekitar 0,17 kg atau 9,25 mol, menjadi uap seketika. Pada 100 °C dan 1 atm, volumenya sekitar 9,25×30,6=2839{,}25 \times 30{,}6 = 283 L, hampir 50 kali volume cairan di sistem, dan uap itu mendorong cairan mendidih keluar lewat leher radiator.

    Contoh 7: kekentalan oli. Menurut tabel OpenStax pada 25 °C, oli motor 50 sampai 500 mPa·s dan air 0,890 mPa·s, jadi oli 56 sampai 560 kali lebih kental. Viskositas kinematik ν=μ/ρ\nu = \mu/\rho (Bab 4 · Fluida & Termal): oli dengan μ=0,010\mu = 0{,}010 Pa·s dan ρ=850\rho = 850 kg/m³ pada 100 °C (angka latihan) memiliki ν=0,010/850=1,18×10−5\nu = 0{,}010/850 = 1{,}18 \times 10^{-5} m²/s, yaitu 11,8 mm²/s. Angka seperti itu dibandingkan dengan lembar data oli dan revisi J300 yang berlaku.

    Contoh 8: tekanan oli dari laporan lapangan. Kutipan forum menyebut 40 psi turun ke 20 sampai 25 psi saat ketukan muncul. Dengan 1 psi = 6,895 kPa, itu 276 kPa turun ke 138 sampai 172 kPa, penurunan 38 sampai 50 persen. Penurunan sebesar itu pada putaran dan suhu yang sama bukan variasi biasa. Untuk armada, tekanan dengan pengukur mekanis dicatat pada putaran diam dan satu putaran tertentu ketika mesin sehat, sebagai pembanding.

    Contoh 9: uji tekanan sistem. Sistem yang dingin dipompa ke tekanan tutup, misalnya 100 kPa (angka latihan), lalu dibiarkan 15 menit. Tekanan turun ke 60 kPa, sekitar 2,7 kPa per menit, tanpa tetesan di luar. Berikutnya diperiksa pemanas kabin bila ada dan bagian di balik dasbor, lalu cairan diuji gas pembakaran. Hasil positif atau oli seperti susu menunjuk kebocoran internal yang ditangani bengkel.

    Kondisi berhenti

    Hentikan kendaraan atau pekerjaan dan serahkan kepada bengkel berwenang bila:

    1. Jarum suhu di zona merah, lampu suhu menyala, atau uap keluar dari ruang mesin; menepi dengan aman, matikan mesin bila suhu tidak turun, dan jangan membuka tutup bertekanan sampai dingin.
    2. Lampu tekanan oli menyala atau berkedip saat mesin hidup; mesin tidak dijalankan lagi sampai penyebabnya diketahui.
    3. Ada bunyi ketukan dari bagian bawah mesin, terutama bersama tekanan oli yang turun.
    4. Oli tampak seperti susu, asap putih tebal berbau manis, atau gelembung terus-menerus di tangki ekspansi.
    5. Mesin pernah panas berlebih berat; kepala silinder, paking, dan oli diperiksa bengkel sebelum dipakai lagi.
    6. Cairan pendingin tertelan, mengenai mata, atau tumpah banyak; ikuti lembar data keselamatan dan Bab 6 · Keselamatan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Air biasa cukup karena Indonesia tidak pernah membeku." Glikol menaikkan titik didih dan membawa penghambat korosi; air saja mendidih lebih awal dan merusak saluran.
    2. "Tutup radiator boleh dibuka asal dilapisi kain." Begitu tekanan dilepas, cairan di atas 100 °C langsung menguap dan menyembur.
    3. "Termostat dilepas supaya mesin lebih dingin." Mesin yang terlalu dingin membakar tidak sempurna, boros, dan aus lebih cepat.
    4. "Oli yang lebih kental selalu melindungi lebih baik." Oli yang terlalu kental lambat sampai ke bantalan saat start; ikuti kelas dari manual.
    5. "Lampu oli menyala berarti oli kurang sedikit, tambah saja nanti." Lampu menyala pada tekanan sangat rendah; mesin dimatikan sekarang.
    6. "Jarum suhu normal berarti cairan cukup." Bila cairan sangat kurang, sensor dapat membaca kantong uap dan menunjukkan suhu rendah.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 3 memberi neraca energi mesin, Bab 24 · Fisika dan Bab 7 · Fluida & Termal penukar panas, Bab 8 · Mekanikal & Mekatronika dan Bab 4 · Fluida & Termal pelumasan dan viskositas, Bab 9 · Mekanikal & Mekatronika segel pompa, dan Bab 8 serta Bab 23 pendinginan penggerak dan baterai kendaraan listrik. Bab 11 membahas pendinginan dan oli sepeda motor, Bab 19 kelistrikan 12 volt, termasuk relai kipas, dan Bab 21 emisi dan diagnosis mobil.

    Latihan dan pembahasan

    1. Mesin membakar bahan bakar dengan daya 60 kW, 30 persen masuk ke cairan, selisih suhu radiator 6 K, dan cpc_p 3,6 kJ/(kg·K). Berapa laju massa dan laju volume cairan?
    2. Sebanyak 1,5 kg etilena glikol dilarutkan dalam 2,5 kg air. Berapa molalitasnya, dan berapa titik beku dan titik didih idealnya?
    3. Berapa titik didih air di bawah tutup 90 kPa, dan bila seal tutup lemah sehingga hanya menahan 70 kPa?
    4. Minibus panas saat macet dengan AC menyala, tetapi normal di jalan tol. Apa dugaan pertama dan pemeriksaannya?
    5. Apa arti 5W-30 dan 10W-30, dan mana yang mengalir lebih baik saat mesin dingin?
    6. Lampu tekanan oli berkedip saat mesin diam dan panas, lalu padam ketika gas diinjak. Apa yang dilakukan?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Kalor ke cairan 0,30×60=180{,}30 \times 60 = 18 kW, jadi m˙=18/(3,6×6)=0,83\dot{m} = 18/(3{,}6 \times 6) = 0{,}83 kg/s, dan dengan 1,07 kg/L sekitar 0,78 L/s atau 47 L/menit. Angka ini menunjukkan orde besar aliran yang harus dijaga pompa dan selang.
    2. Glikol 1.500/62,07=24,21.500/62{,}07 = 24{,}2 mol, molalitas 24,17/2,5=9,6724{,}17/2{,}5 = 9{,}67 m. Secara ideal titik beku −1,86×9,67=−18,0-1{,}86 \times 9{,}67 = -18{,}0 °C dan titik didih 100+0,512×9,67=105,0100 + 0{,}512 \times 9{,}67 = 105{,}0 °C, sebagai perkiraan karena larutan nyata tidak ideal.
    3. Dengan Clausius-Clapeyron, P2=191,3P_2 = 191{,}3 kPa memberi sekitar 119,0 °C, dan P2=171,3P_2 = 171{,}3 kPa memberi sekitar 115,6 °C. Seal yang lemah menurunkan titik didih lebih dari 3 °C dan membuat cairan lebih cepat hilang, jadi tutup diuji dan diganti bila gagal.
    4. Dugaan pertama adalah aliran udara saat diam: kipas, relai atau sensornya, atau sirip radiator dan kondensor yang tersumbat. Pada jalan tol udara didorong laju kendaraan, jadi kekurangan kipas tidak terasa; kipas diperiksa pada suhu kerja dan saat AC dinyalakan.
    5. Keduanya kelas 30 pada suhu kerja menurut J300, sedangkan 5W dan 10W menyatakan kelas dingin. Oli 5W lulus uji engkol dan pompa pada suhu lebih dingin, jadi mengalir lebih baik saat dingin; pilihan tetap mengikuti manual pabrik.
    6. Tekanan berada di batas sakelar ketika putaran rendah dan oli panas, jadi mesin dimatikan dan tidak dipakai lagi sampai diperiksa. Ketinggian dan kondisi oli dicek, tekanan diukur dengan pengukur mekanis, dan riwayat panas berlebih minggu lalu dilaporkan ke bengkel.

    Referensi

    Sumber luar

    • OpenStax: Chemistry 2eopenstax.org
    • ethylene glycol 50 50 91630cef e0ee 430e 9075 f8af20d752ecalliancechemical.com
    • SAE J300en.wikipedia.org
    • SAE Viscosity Gradeswiki.anton-paar.com
    • API Announces Improved Gasoline Engine Oil Standardsmotor.com

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Mesin membakar bahan bakar dengan daya 60 kW, 30 persen masuk ke cairan, selisih suhu radiator 6 K, dan cpc_p 3,6 kJ/(kg·K). Berapa laju massa dan laju volume cairan?

    2

    Sebanyak 1,5 kg etilena glikol dilarutkan dalam 2,5 kg air. Berapa molalitasnya, dan berapa titik beku dan titik didih idealnya?

    3

    Berapa titik didih air di bawah tutup 90 kPa, dan bila seal tutup lemah sehingga hanya menahan 70 kPa?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat