Penukar panas dalam praktik: jenis cangkang-tabung, pelat, dan koil, memeriksa ukuran dengan LMTD, pengotoran, pendekatan suhu, pembersihan, uji kebocoran, dan diagnosis
Penukar panas pelat yang memanfaatkan panas air buang laundry untuk memanaskan air masuk bekerja baik pada bulan-bulan pertama, lalu suhu air masuk yang dihasilkannya turun dari 45 menjadi 32 °C dan beda tekanannya naik tiga kali. Serat kain dan lemak sudah menutup celah antarpelat, dan uji konduktivitas menunjukkan sebagian air buang merembes ke sisi air bersih. Bab ini menjelaskan penukar panas dari sisi teknisi: neraca panas, jenis cangkang-tabung, pelat, pipa ganda, spiral, dan koil, aliran searah dan berlawanan, pendekatan suhu, memeriksa ukuran dengan LMTD, rugi tekan, pengotoran, pemantauan kinerja, pembersihan, uji kebocoran, dan diagnosis.
Sebuah laundry memasang penukar panas pelat untuk memanfaatkan panas air buang mesin cuci. Air buang panas dari tangki penampung dipompa melewati satu sisi pelat, dan air sumur dingin yang menuju tangki air panas melewati sisi lainnya. Pada bulan-bulan pertama, air sumur yang keluar dari penukar panas mencapai sekitar 45 °C, dan pemakaian bahan bakar boiler turun. Enam bulan kemudian, suhunya tinggal 32 °C, beda tekanan di sisi air buang naik tiga kali, dan operator boiler bertanya apakah penukar panas itu masih berguna.
Teknisi membuka rangka pelat dan menemukan celah antarpelat di sisi air buang tertutup lapisan serat kain bercampur lemak dan sabun. Tidak ada saringan serat di depan penukar panas. Uji konduktivitas air di sisi air bersih juga menunjukkan kenaikan, tanda sebagian air buang merembes melalui gasket yang rusak ke air yang akan dipakai untuk mencuci. Penukar panas adalah alat sederhana tanpa bagian bergerak, tetapi kinerjanya bergantung pada kebersihan permukaan, aliran yang benar, dan pemisahan dua fluidanya. Bab ini menjelaskan cara memeriksa ketiganya dengan angka.
Batas pembahasan
Bab ini membahas penukar panas cairan dan uap di laundry, dapur, dan utilitas dari sisi teknisi: neraca panas, jenis, arah aliran, pendekatan suhu, pemeriksaan ukuran dengan LMTD, rugi tekan, pengotoran, pemantauan, pembersihan, uji kebocoran, dan diagnosis. Rancangan termal rinci tidak dibahas. Teori konduksi, konveksi, koefisien menyeluruh, dan LMTD ada di Bab 24 · Fisika; hukum pertama termodinamika dan aliran tunak di Bab 16 · Fisika; pompa dan penukar panas dasar di Bab 3; pemulihan panas air buang di Bab 11 · Utilitas; uap dan kondensat di Bab 5 · Utilitas; pencegahan aliran balik di Bab 11 · Bangunan & Fasilitas; kerak di Bab 16 · Kimia; biofilm di Bab 5 · Biologi & Mikrobiologi; isolasi energi non-listrik di Bab 4 · Keselamatan; bahan kimia di Bab 6 · Keselamatan. Sumbernya adalah narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri, terutama buku prinsip desain teknik kimia, buku dasar desain penukar panas, dan buku perhitungan perpindahan panas, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Koefisien perpindahan panas dan faktor pengotoran umum ditandai nilai literatur umum; angka contoh adalah angka latihan.
Neraca panas
Panas yang dilepas fluida panas sama dengan panas yang diterima fluida dingin, dikurangi kehilangan ke sekitar, seperti hukum pertama di Bab 16 · Fisika:
dengan debit massa, kalor jenis, dan suhu masuk dan keluar setiap sisi. Persamaan ini adalah alat pemeriksaan pertama di lapangan: dari debit dan tiga suhu, suhu keempat dapat diperkirakan, dan bila hasil ukur jauh berbeda, ada debit atau termometer yang salah, atau ada kehilangan dan kebocoran.
Hasil kali disebut laju kapasitas panas. Sisi dengan laju kapasitas lebih kecil mengalami perubahan suhu lebih besar.
Jenis penukar panas
Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku dasar desain penukar panas yang membandingkan regenerator dengan penukar panas cangkang-tabung dan pelat. Jenis yang umum di gedung dan laundry (nilai literatur umum):
- Cangkang dan tabung: berkas tabung di dalam cangkang silinder. Narasi yang sama mengutip buku prinsip desain teknik kimia bahwa sekat di dalam cangkang mengarahkan aliran dan menyangga tabung, dan bahwa fluida pendingin yang korosif ditempatkan di sisi tabung. Fluida yang kotor atau berkerak juga sering ditempatkan di sisi tabung karena lebih mudah dibersihkan. Banyak dipakai untuk uap ke air dan untuk tekanan tinggi.
- Pelat bergasket: pelat logam tipis bergelombang yang dijepit dalam rangka, dengan gasket yang menyekat dan mengarahkan aliran. Narasi itu mengutip buku prinsip desain teknik kimia bahwa penukar panas pelat lebih luwes karena pelat tambahan mudah ditambahkan. Efisien dan ringkas, tetapi celahnya sempit sehingga peka terhadap serat dan padatan.
- Pelat dibrasing: pelat yang disambung permanen tanpa gasket; ringkas dan tahan tekanan, tetapi tidak dapat dibuka untuk dibersihkan secara mekanis.
- Pipa ganda dan jepit rambut: pipa di dalam pipa; narasi itu mengutip buku yang sama tentang ragam penukar pipa ganda berbentuk jepit rambut. Cocok untuk debit kecil dan fluida kotor.
- Spiral: dua saluran lebar yang digulung; narasi itu mengutip buku perhitungan perpindahan panas tentang penukar panas pelat spiral. Tahan terhadap padatan dan serat, cocok untuk air buang.
- Koil di dalam tangki: pipa uap atau air panas yang digulung di dalam tangki air, seperti pada pemanas air bertangki.
Aliran searah dan berlawanan, serta pendekatan suhu
Pada aliran searah, kedua fluida masuk dari ujung yang sama; pada aliran berlawanan, masuk dari ujung yang berlawanan. Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku perhitungan perpindahan panas tentang kondensor yang dimodelkan sebagai penukar aliran berlawanan sederhana. Aliran berlawanan memungkinkan suhu keluar fluida dingin lebih tinggi dari suhu keluar fluida panas, sesuatu yang mustahil pada aliran searah (nilai literatur umum).
Pendekatan suhu adalah selisih suhu terkecil di antara kedua fluida, biasanya di salah satu ujung. Narasi yang sama mengutip buku prinsip desain teknik kimia bahwa bila pendekatan suhu terkecil diperbesar, biaya modal turun tetapi energi yang dipulihkan berkurang. Pendekatan yang sangat kecil memerlukan luas yang sangat besar; untuk pemulihan panas air buang, pendekatan beberapa derajat sampai belasan derajat sering menjadi kompromi (nilai literatur umum).
Memeriksa ukuran dengan LMTD
Laju perpindahan panas dihubungkan dengan luas melalui koefisien menyeluruh dan beda suhu rata-rata logaritmik, seperti dijelaskan di Bab 24 · Fisika:
dengan koefisien menyeluruh, luas permukaan, dan beda suhu kedua fluida di kedua ujung, dan faktor koreksi untuk susunan yang bukan aliran berlawanan murni, bernilai 1 untuk aliran berlawanan. Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku prinsip desain teknik kimia bahwa luas yang diperlukan naik bila beda suhu rata-rata logaritmik mengecil, dan tentang faktor koreksi beda suhu rata-rata logaritmik untuk penukar panas pelat.
Rentang yang umum untuk keadaan bersih (nilai literatur umum): air ke air di penukar pelat sekitar 2.000 sampai 5.000 W/m²K; air ke air di cangkang-tabung sekitar 800 sampai 1.500 W/m²K; uap ke air sekitar 1.000 sampai 3.000 W/m²K. Dengan angka-angka ini, teknisi dapat memeriksa apakah luas penukar panas yang ditawarkan atau terpasang masuk akal untuk tugasnya.
Rugi tekan
Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku perhitungan perpindahan panas bahwa rancangan penukar panas dicapai dengan memenuhi perpindahan panas yang diperlukan tanpa melampaui rugi tekan yang diizinkan. Kecepatan yang lebih tinggi menaikkan koefisien perpindahan panas dan mengurangi pengotoran; narasi yang sama mengutip buku prinsip desain teknik kimia bahwa kecepatan tinggi di tabung dipakai untuk mengurangi pengotoran. Namun, rugi tekan naik kira-kira dengan kuadrat kecepatan pada aliran turbulen (nilai literatur umum), sehingga pompa harus mampu.
Beda tekanan di setiap sisi pada debit yang diketahui adalah angka pemantauan yang penting. Beda tekanan yang naik pada debit yang sama menunjuk penyumbatan atau pengotoran; beda tekanan yang turun menunjuk debit yang turun, saluran pintas, atau gasket yang bergeser.
Pengotoran
Pengotoran adalah lapisan yang menumpuk di permukaan perpindahan panas dan menambah hambatan termal (nilai literatur umum):
- Kerak: kalsium karbonat dan garam lain yang mengendap di permukaan panas, seperti di Bab 16 · Kimia.
- Endapan dan lumpur: padatan dari air kotor yang mengendap di bagian beraliran lambat.
- Serat dan lemak: khas air buang laundry dan dapur, menyumbat celah penukar pelat.
- Biofilm: lapisan mikroba pada air hangat yang mengandung bahan organik, seperti di Bab 5 · Biologi & Mikrobiologi.
- Korosi: produk korosi yang menebal di permukaan.
Pengaruhnya dinyatakan dengan faktor pengotoran :
Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku prinsip desain teknik kimia tentang pemakaian koefisien pengotoran untuk setiap sisi bila kedua fluida tidak banyak mengotori, dan buku dasar desain penukar panas tentang pengotoran sebagai salah satu pertimbangan rancangan. Karena penukar pelat bersih sangat tinggi, lapisan tipis saja sudah menurunkannya banyak; penukar pelat lebih peka terhadap pengotoran dari cangkang-tabung.
Pemantauan kinerja
Dari debit dan empat suhu, sebenarnya dapat dihitung dan dibandingkan dengan nilai saat bersih (nilai literatur umum):
- Catat debit kedua sisi, keempat suhu, dan beda tekanan kedua sisi pada keadaan kerja yang mirip.
- Hitung dari neraca panas kedua sisi; selisih yang besar menunjuk alat ukur yang salah.
- Hitung dan .
- Gambar tren dan beda tekanan terhadap waktu; tetapkan batas pembersihan, misalnya ketika turun ke sekitar 60 sampai 70 persen nilai bersih.
Pemantauan sederhana tanpa menghitung juga berguna: pendekatan suhu yang melebar dan beda tekanan yang naik pada debit yang sama hampir selalu berarti pengotoran.
Pembersihan
Cara pembersihan bergantung pada jenis penukar panas dan kotorannya (nilai literatur umum):
- Saringan di hulu: cara terbaik untuk penukar pelat yang menerima air buang adalah mencegah serat masuk.
- Pembersihan di tempat: larutan pembersih disirkulasikan tanpa membongkar; asam untuk kerak, alkali dan deterjen untuk lemak dan bahan organik, menurut petunjuk pembuat dan ketahanan gasket.
- Pembongkaran penukar pelat: rangka dikendurkan, pelat dilepas satu per satu, dibersihkan dengan sikat lembut, dan dirakit kembali dengan urutan dan arah yang benar serta jarak jepit sesuai pelat nama.
- Penyikatan tabung: tabung cangkang-tabung dibersihkan dengan sikat atau semprotan air tekanan tinggi dari sisi yang dapat dibuka.
- Penggantian gasket: gasket yang keras, retak, atau bergeser diganti dengan bahan yang sesuai suhu dan bahan kimianya.
Setelah pembersihan, debit, keempat suhu, dan beda tekanan dicatat lagi sebagai angka acuan baru, dan uji kebocoran dilakukan sebelum penukar panas dipakai untuk air bersih. Selang waktu antara dua pembersihan dicatat; bila selang itu makin pendek, sumber kotoran di hulu, seperti saringan yang rusak atau kesadahan yang naik, dicari dan diperbaiki, tidak hanya pembersihannya yang dipercepat. Pembersihan dengan bahan kimia mengikuti aturan penanganan di Bab 6 · Keselamatan, dan pembongkaran mengikuti isolasi energi di Bab 4 · Keselamatan: kedua sisi diisolasi, tekanannya dibuang, dan suhu dibiarkan turun.
Uji kebocoran dan pencampuran
Kebocoran di penukar panas dapat terjadi ke luar, misalnya tetesan di tepi gasket, atau ke dalam, yaitu satu fluida merembes ke fluida lainnya. Kebocoran ke dalam lebih berbahaya karena tidak terlihat. Narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri mengutip buku prinsip desain teknik kimia bahwa penukar panas dan bejana dengan ruang di dalamnya juga harus dilindungi dari tekanan lebih bila terjadi kegagalan di dalam.
Cara memeriksa (nilai literatur umum):
- Uji tekan satu sisi: satu sisi diberi tekanan dengan sisi lain terbuka dan diamati; tetesan atau aliran di sisi terbuka menunjuk kebocoran.
- Uji penanda: zat warna atau penanda lain yang aman dimasukkan ke satu sisi, lalu sisi lain diperiksa.
- Konduktivitas atau parameter lain: bila kedua fluida berbeda konduktivitas, kenaikan konduktivitas sisi bersih menunjuk pencampuran.
- Tekanan relatif: sisi yang harus dilindungi, misalnya air bersih, dijaga bertekanan lebih tinggi dari sisi kotor, sehingga kebocoran mengalir ke arah yang aman.
- Penukar dinding ganda: untuk memanaskan air minum dari fluida yang tidak aman, dipakai penukar dengan dua dinding dan ruang bocor yang terlihat, menurut ketentuan yang berlaku dan Bab 11 · Bangunan & Fasilitas.
Diagnosis
Pola yang umum (nilai literatur umum):
- Suhu keluar sisi dingin turun, beda tekanan naik: pengotoran atau penyumbatan; periksa saringan dan bersihkan.
- Suhu keluar sisi dingin turun, beda tekanan turun: debit sisi panas turun, pompa bermasalah, atau katup tertutup sebagian.
- Neraca panas tidak seimbang: termometer atau meter debit salah, kebocoran ke dalam, atau kehilangan panas besar.
- Konduktivitas atau bau di sisi bersih: kebocoran ke dalam; hentikan pemakaian air dan uji kebocoran.
- Tetesan di tepi: gasket rusak atau jarak jepit salah.
- Pada koil uap, pemanasan lambat dan palu air: kondensat tidak terbuang; periksa perangkap uap seperti di Bab 5 · Utilitas.
Contoh kerja
Contoh 1: neraca panas. Air buang 2 kg/s didinginkan dari 60 menjadi 36 °C, memberi kW. Air sumur 2,4 kg/s dari 25 °C menerima panas yang sama, sehingga naik K menjadi 45 °C.
Contoh 2: LMTD aliran berlawanan. Di ujung masuk air buang, K; di ujung lainnya, K. K.
Contoh 3: luas yang diperlukan. Dengan W/m²K untuk penukar pelat bersih (angka latihan dari rentang literatur) dan , m².
Contoh 4: pengaruh pengotoran. Dengan faktor pengotoran 0,0002 m²K/W, , jadi W/m²K, sekitar 37 persen lebih rendah dari keadaan bersih.
Contoh 5: U dari data lapangan. Enam bulan kemudian, air sumur hanya naik dari 25 menjadi 32 °C, sehingga kW, dan air buang turun K menjadi 51,6 °C. K dan K, sehingga sekitar 27,3 K. W/m²K, kira-kira seperenam nilai bersih: penukar panas sangat kotor.
Contoh 6: aliran searah tidak mungkin mencapai 45 °C. Dengan suhu yang sama pada Contoh 1 tetapi aliran searah, di ujung keluar air buang 36 °C bertemu air sumur 45 °C. Fluida dingin tidak dapat lebih panas dari fluida panas di sampingnya, sehingga susunan searah tidak dapat mencapai sasaran itu berapa pun luasnya.
Contoh 7: beda tekanan. Saat bersih, beda tekanan sisi air buang 0,3 bar pada 2 kg/s. Sekarang 0,9 bar pada debit yang sama. Kenaikan tiga kali pada debit tetap menunjuk penyumbatan celah, bukan debit yang lebih besar.
Contoh 8: pendekatan suhu dan luas. Untuk menaikkan air sumur menjadi 50 °C dengan air buang yang sama, panasnya kW, air buang turun ke °C, dan K serta K memberi K. Luas yang diperlukan m², lebih dari dua kali luas untuk 45 °C.
Contoh 9: pencampuran dari konduktivitas. Air sumur 300 µS/cm, air buang 1.500 µS/cm, dan air di sisi bersih setelah penukar panas terukur 450 µS/cm. Bagian air buang yang tercampur sekitar , yaitu 12,5 persen, angka yang jelas menunjuk kebocoran besar.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan minta keputusan penyelia atau pemilik bila:
- Penukar panas akan dibuka tanpa kedua sisi diisolasi, tekanan dibuang, dan suhu turun.
- Ada tanda pencampuran fluida kotor ke air bersih, sementara air itu masih dipakai.
- Penukar panas uap tidak mempunyai katup pengaman atau perlindungan tekanan lebih yang disyaratkan.
- Bahan kimia pembersih akan dipakai tanpa memeriksa ketahanan pelat dan gasket serta tanpa alat pelindung.
- Pelat atau gasket akan diganti dengan jenis lain tanpa petunjuk pembuat.
Salah tafsir yang sering terjadi
- "Penukar panas tidak punya bagian bergerak, jadi tidak perlu dirawat." Pengotoran dan gasket menentukan kinerjanya; pemantauan dan pembersihan diperlukan.
- "Luas lebih besar selalu lebih baik." Luas besar menurunkan kecepatan dan dapat mempercepat pengotoran; pendekatan suhu kecil juga mahal.
- "Arah aliran tidak penting." Aliran berlawanan memberi suhu keluar yang tidak dapat dicapai aliran searah.
- "Suhu keluar turun berarti debit kurang." Bisa juga pengotoran; beda tekanan membantu membedakannya.
- "Kebocoran pasti terlihat menetes." Kebocoran ke dalam tidak terlihat dan paling berbahaya.
- "Bahan kimia pembersih apa pun boleh dipakai." Gasket dan pelat mempunyai batas ketahanan terhadap asam, alkali, dan klorida.
- "Penukar pelat cocok untuk semua air buang." Celah sempit penukar pelat mudah tersumbat serat dan padatan; saringan atau jenis spiral diperlukan.
- "Termometer di pipa sudah cukup untuk menilai kinerja." Termometer yang dipasang jauh dari penukar panas, di pipa tanpa isolasi, atau di kantong yang kering memberi angka yang menyesatkan; titik ukur yang dekat dan terkalibrasi diperlukan untuk menghitung .
Hubungan dengan bab lain
Bab 24 · Fisika memberi teori koefisien menyeluruh dan LMTD, Bab 16 · Fisika neraca energi, Bab 3 pompa dan penukar panas dasar, Bab 11 · Utilitas pemulihan panas, Bab 5 · Utilitas uap dan kondensat, Bab 11 · Bangunan & Fasilitas aliran balik, Bab 16 · Kimia kerak, Bab 5 · Biologi & Mikrobiologi biofilm, Bab 4 · Keselamatan isolasi energi non-listrik, dan Bab 6 · Keselamatan bahan kimia. Bab berikutnya di rak ini membahas pemanasan tangki dan pengadukan.
Latihan dan pembahasan
- Air panas 1,5 kg/s turun dari 70 menjadi 50 °C. Berapa panas yang dilepas?
- Air dingin 2 kg/s menerima panas pada Latihan 1 dari 20 °C. Berapa suhu keluarnya?
- Untuk aliran berlawanan pada Latihan 1 dan 2, hitung LMTD.
- Dengan W/m²K, berapa luas yang diperlukan?
- Suhu keluar sisi dingin turun dan beda tekanan sisi panas naik pada debit yang sama. Apa dugaan utama dan tindakannya?
- Mengapa sisi air bersih sebaiknya bertekanan lebih tinggi dari sisi air buang?
Kunci jawaban beralasan
- kW.
- Kenaikan suhu K, jadi keluar sekitar 35 °C.
- K dan K, jadi K.
- m².
- Pengotoran atau penyumbatan di sisi panas. Periksa saringan di hulu, lalu bersihkan penukar panas dengan cara yang sesuai jenis dan kotorannya, dan bandingkan beda tekanan setelah pembersihan dengan angka saat bersih.
- Bila terjadi kebocoran ke dalam, air bersih yang mengalir ke sisi air buang, tidak sebaliknya, sehingga air yang dipakai untuk mencuci atau mandi tidak tercemar.
Referensi
Bab terkait
- Perpindahan panas kuantitatif: konduksi berlapis, konveksi, radiasi, resistansi termal, isolasi, dan penukar panasFisika · Bab 24
- Hukum pertama termodinamika: sistem, kalor, kerja, energi dalam, proses gas, dan aliran tunakFisika · Bab 16
- Pompa, penukar panas, dan batas operasiFluida & Termal · Bab 3
- Efisiensi energi utilitas laundry: pemulihan panas air buang, kondensat, gas buang, pengering, isolasi, dan memilih proyek dengan masa balik modalUtilitas · Bab 11
- Distribusi uap, perangkap uap, dan kondensat: ukuran pipa, kantong kondensat, jenis dan uji perangkap, palu air, isolasi, dan pengembalian kondensatUtilitas · Bab 5
- Pencegahan aliran balik: sifon balik, tekanan balik, sambungan silang, celah udara, pemutus vakum, katup periksa ganda, RPZ, dan dispenser kimiaBangunan & Fasilitas · Bab 11
- Kelarutan dan pengendapan: hasil kali kelarutan, ion senama, kesadahan, dan kecenderungan kerakKimia · Bab 16
- Biofilm di pipa, tangki, dan mesin: terbentuk, tempatnya, membersihkan, dan mencegahBiologi & Mikrobiologi · Bab 5
- Isolasi energi non-listrik: air, uap, udara tekan, hidraulik, gravitasi, pegas, panas, dan bahan kimiaKeselamatan · Bab 4
- Bahan kimia di pekerjaan teknisi: label, lembar data keselamatan, memindahkan, menyimpan, tumpahan, dan pertolongan pertamaKeselamatan · Bab 6
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Air panas 1,5 kg/s turun dari 70 menjadi 50 °C. Berapa panas yang dilepas?
Air dingin 2 kg/s menerima panas pada Latihan 1 dari 20 °C. Berapa suhu keluarnya?
Untuk aliran berlawanan pada Latihan 1 dan 2, hitung LMTD.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Fluida & Termal · Bab 8.
Urutan baca menurut rak: Fluida & Termal · Bab 6.