Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Biologi & Mikrobiologi · Bab 7Terapan

    Sanitasi dapur dan pengendalian titik kritis: bahaya, suhu, pembersihan dan sanitasi, dan verifikasi

    Dapur sebuah rumah sakit memasak nasi dan lauk dalam panci besar pada pagi hari untuk makan malam pasien. Panci dibiarkan mendingin di meja sampai sore, lalu dipanaskan sebentar sebelum dibagikan. Beberapa pasien dan staf mengalami muntah dan diare. Pemeriksaan menemukan bahwa makanan masak tinggal berjam-jam pada suhu tumbuh bakteri, dan talenan yang sama dipakai untuk daging mentah dan sayur matang. Bab ini menjelaskan sanitasi dapur dari sisi teknisi dan penyelia: bahaya pada pangan, suhu dan pertumbuhan bakteri, prinsip pengendalian titik kritis, contoh titik kendali di dapur, pembersihan dan sanitasi permukaan, mesin cuci piring, kontaminasi silang, tangan, air dan es, hama dan sampah, serta verifikasi dan catatan.

    23 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Dapur sebuah rumah sakit memasak nasi dan lauk ayam dalam panci besar pada pagi hari untuk makan malam pasien dan staf. Agar tidak terlambat, makanan dimasak lebih awal, dibiarkan mendingin di meja dapur dengan tutup terpasang sampai sore, lalu dipanaskan sebentar sebelum dibagikan. Malam itu beberapa pasien dan staf mengalami muntah dan diare. Tim kesehatan lingkungan menemukan dua hal: makanan masak tinggal berjam-jam pada suhu tumbuh bakteri, dan talenan yang sama dipakai untuk memotong ayam mentah dan sayur matang, hanya dibilas air di antaranya.

    Tidak ada bahan yang busuk, dan semua makanan dimasak sampai matang. Masalahnya ada pada waktu dan suhu setelah memasak, dan pada jalur perpindahan dari bahan mentah ke makanan siap saji. Dapur yang baik tidak hanya bersih; ia mengendalikan beberapa titik tertentu di mana bahaya dapat dicegah, dengan batas yang jelas, pemantauan, dan catatan. Bab ini menjelaskan cara berpikir itu dan pekerjaan sanitasi yang mendukungnya.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas sanitasi dapur dan pengendalian titik kritis di dapur rumah sakit, hotel, dan restoran dari sisi teknisi dan penyelia, terutama bagian yang bersinggungan dengan peralatan, suhu, air, dan bahan pembersih. Mesin cuci piring dan dosis kimianya ada di Bab 1 · Dishwashing dan rak Dishwashing, mesin es di bab refrigerasi dan mesin es, dan disinfektan di bab disinfektan. Penyusunan rencana pengendalian titik kritis yang resmi dilakukan tim yang terlatih menurut pedoman dan peraturan yang berlaku, seperti prinsip HACCP dari Codex dan peraturan higiene sanitasi jasa boga di Indonesia; bab ini menjelaskan prinsipnya tanpa menyalin batas resminya. Sumbernya adalah dokumen kerja dapur di Drive pemilik, narasi Biologi dan Mikrobiologi, dan pengetahuan higiene pangan umum yang ditandai di peta sumber. Suhu dan waktu di bab ini adalah nilai literatur umum atau angka latihan.

    Bahaya pada pangan

    Bahaya pada pangan dibagi tiga:

    1. Biologis: bakteri dan racunnya, virus, dan parasit. Daftar periksa layanan restoran di Drive pemilik menyebut bakteri yang sering dikaitkan dengan lemari pendingin, mesin es, dan peralatan makan, seperti Salmonella, E. coli, Listeria, dan Staphylococcus.
    2. Kimia: sisa pembersih dan disinfektan, pestisida, dan bahan yang bermigrasi dari wadah. Larutan sanitasi dengan kadar di atas batas untuk permukaan pangan tanpa dibilas termasuk bahaya kimia, seperti dibahas di bab disinfektan.
    3. Fisik: pecahan kaca, logam, plastik, dan benda asing.

    Beberapa bakteri berbahaya karena racun yang dihasilkannya, bukan hanya karena selnya. Racun dari sebagian bakteri tahan panas, sehingga makanan yang sudah tercemar racun tidak menjadi aman hanya karena dipanaskan ulang. Bakteri pembentuk spora, seperti di bab jenis mikroba, bertahan dari pemasakan dan tumbuh lagi bila makanan dibiarkan mendingin perlahan, seperti pada kasus pembuka.

    Suhu dan pertumbuhan bakteri

    Kebanyakan bakteri pangan tumbuh paling cepat di antara suhu lemari pendingin dan suhu penyajian panas. Rentang yang sering disebut zona suhu berbahaya adalah sekitar 5 sampai 60 °C (nilai literatur umum; batas resmi mengikuti peraturan yang berlaku). Di dalam rentang itu, beberapa bakteri dapat berlipat dua dalam 20 sampai 30 menit (Contoh 1). Akibatnya, pengendalian suhu dapur berarti:

    1. Penyimpanan dingin di bawah zona itu. Daftar periksa layanan restoran di Drive pemilik menulis 0 sampai 4 °C untuk lemari pendingin dan −18 °C atau lebih rendah untuk pembeku, dengan aturan masuk pertama keluar pertama.
    2. Memasak sampai suhu inti yang cukup untuk jenis makanannya, diukur dengan termometer tusuk di bagian paling tebal.
    3. Penghangatan makanan panas di atas zona itu sampai disajikan.
    4. Pendinginan cepat makanan masak yang akan disimpan, melewati zona berbahaya dalam waktu yang dibatasi, misalnya dengan wadah dangkal, pendingin cepat, atau bak es (Contoh 2).
    5. Pemanasan ulang sampai panas di seluruh bagian, sekali saja, bukan "dihangatkan sebentar".

    Suhu ruang dapur tropis yang sering 30 °C atau lebih berada tepat di tengah zona itu, sehingga waktu makanan di meja sama pentingnya dengan suhu lemari pendingin.

    Prinsip pengendalian titik kritis

    Sistem pengendalian titik kritis, yang dikenal sebagai HACCP, menyusun pengendalian bahaya pangan dengan tujuh prinsip:

    1. Analisis bahaya di setiap langkah, dari penerimaan bahan sampai penyajian.
    2. Menentukan titik kendali kritis: langkah di mana bahaya dapat dicegah, dihilangkan, atau diturunkan ke tingkat yang dapat diterima, dan tidak ada langkah sesudahnya yang dapat memperbaikinya.
    3. Menetapkan batas kritis yang terukur, biasanya suhu dan waktu.
    4. Pemantauan dengan cara, frekuensi, dan petugas yang jelas.
    5. Tindakan koreksi bila batas terlewati, misalnya memasak ulang, mendinginkan ulang, atau membuang.
    6. Verifikasi bahwa sistem bekerja, misalnya kalibrasi termometer, tinjauan catatan, dan uji mikrobiologi.
    7. Dokumentasi setiap langkah dan catatan pemantauan.

    Sistem ini berdiri di atas program dasar higiene: bangunan dan peralatan yang mudah dibersihkan, air layak minum, pembersihan dan sanitasi terjadwal, pengendalian hama, higiene pekerja, dan pemisahan bahan mentah dan matang. Tanpa program dasar, titik kendali kritis tidak dapat bekerja.

    Contoh titik kendali di dapur

    Contoh susunan untuk dapur yang memasak lalu menyimpan makanan, dengan batas sebagai nilai literatur umum yang harus diganti batas dari rencana resmi:

    LangkahBahayaBatas yang dipantauPemantauanTindakan koreksi
    Penerimaan bahan dinginBakteri tumbuh selama pengirimanSuhu bahan saat diterimaTermometer setiap kirimanTolak kiriman
    Penyimpanan dinginPertumbuhan lambatSuhu lemari pendinginCatatan suhu dua kali sehariPindahkan bahan, perbaiki lemari
    MemasakBakteri hidupSuhu inti makananTermometer tusuk setiap batchLanjutkan memasak
    PendinginanSpora tumbuhWaktu melewati zona berbahayaCatat suhu dan jamPanaskan ulang atau buang
    PenghangatanPertumbuhanSuhu makanan di wadah sajiSetiap beberapa jamPanaskan ulang atau buang
    Pencucian alat makanSisa mikrobaSuhu bilasan akhir atau kadar sanitiserSetiap awal layananHentikan mesin, perbaiki

    Teknisi berperan langsung di beberapa baris tabel itu: lemari pendingin, ruang pendingin, peralatan masak, lemari penghangat, mesin cuci piring, dan termometer. Peralatan yang tidak mencapai suhunya membuat titik kendali gagal walaupun petugas dapur bekerja benar.

    Pembersihan dan sanitasi permukaan

    Permukaan yang menyentuh pangan dibersihkan dan disanitasi dengan urutan yang sama:

    1. Buang sisa makanan dan kotoran kasar.
    2. Cuci dengan larutan deterjen pada suhu dan kadar menurut label. Panduan kerja dapur di Drive pemilik memberi takaran deterjen menurut tingkat kotoran, misalnya 1:100 sampai 1:20, dengan air sekitar 45 °C untuk pencucian manual.
    3. Bilas dengan air bersih untuk membuang deterjen, karena sisa deterjen dapat melemahkan sanitiser, seperti amonium kuaterner di bab disinfektan.
    4. Sanitasi dengan larutan sanitiser pada kadar dan waktu kontak menurut label. Panduan yang sama meminta alat direndam sekurang-kurangnya 1 menit atau permukaan yang dilap dibiarkan mengering sekurang-kurangnya 1 menit.
    5. Keringkan di udara, tanpa dilap dengan kain yang dapat mencemari ulang.

    Panduan itu juga menggambarkan bak tiga kompartemen, dengan bak pertama untuk mencuci dan bak ketiga untuk sanitasi, dan cara tiga ember berwarna: merah untuk mencuci, kuning untuk membilas, dan hijau untuk sanitasi. Warna yang tetap untuk setiap tugas mencegah ember sanitasi dipakai untuk air kotor. Larutan diganti bila kotor dan sekurang-kurangnya setiap 4 jam, dan kadarnya diperiksa dengan kertas uji.

    Daftar periksa layanan restoran di Drive pemilik menyebut campuran cuka dan air untuk meja kerja dan lemari pendingin, dan menyebut perendaman dalam air mendidih sebagai sterilisasi. Cuka dapat membantu membersihkan, tetapi bukan sanitiser permukaan pangan yang diakui, dan air mendidih selama beberapa menit tidak membunuh spora, sehingga tidak dapat disebut sterilisasi. Dokumen kerja seperti itu dicocokkan dengan pedoman yang berlaku sebelum dipakai.

    Mesin cuci piring sebagai titik kendali

    Mesin cuci piring adalah salah satu titik kendali yang paling bergantung pada teknisi. Daftar periksa layanan restoran di Drive pemilik menulis suhu cuci 55 sampai 60 °C sekurang-kurangnya 40 detik dan bilasan akhir 80 sampai 82 °C sekurang-kurangnya 10 detik, dengan peringatan bahwa bilasan akhir yang terlalu dingin membuat sasaran sanitasi tidak tercapai. Materi pelatihan mesin cuci piring di Drive yang sama meminta suhu diperiksa sebelum layanan dimulai, setelah mesin lama diam, dan setiap kali hasil berubah, dan meminta spesifikasi mesin selalu diikuti.

    Angka di dua dokumen itu tidak sepenuhnya sama dan tidak menggantikan spesifikasi mesin: mesin bersanitasi panas dan mesin bersanitasi kimia mempunyai syarat yang berbeda, seperti di bab disinfektan dan Bab 1 · Dishwashing. Yang pasti menjadi tugas teknisi:

    1. Pemanas tangki dan pemanas penguat mencapai suhu rancangannya, seperti di Bab 4 · Dishwashing.
    2. Termometer atau tampilan suhu mesin dibandingkan dengan termometer acuan.
    3. Lengan semprot dan nosel bersih sehingga air menutup seluruh rak.
    4. Dosis deterjen dan bilas sesuai, seperti di rak Dishwashing.
    5. Gejala seperti piring berbercak, suhu yang tidak tercapai, dan kode alarm ditelusuri dengan cara di Bab 6 · Dishwashing.

    Daftar periksa yang sama mencatat bahwa kerak air yang lembap dan berpori meningkatkan pertumbuhan bakteri, bahwa air tangki diganti berkala, dan bahwa pada akhir hari mesin dibersihkan, disanitasi, dan tangkinya dikuras, dengan tirai yang bebas jamur.

    Kontaminasi silang

    Kontaminasi silang adalah perpindahan mikroorganisme dari bahan mentah atau permukaan kotor ke makanan siap saji. Jalurnya:

    1. Talenan dan pisau: talenan terpisah atau berwarna untuk daging mentah, ikan, sayur, dan makanan matang, atau dicuci dan disanitasi di antara pemakaian, bukan hanya dibilas seperti pada kasus pembuka.
    2. Lemari pendingin: makanan matang di rak atas, bahan mentah di rak bawah dalam wadah tertutup, agar cairan bahan mentah tidak menetes ke makanan matang.
    3. Kain lap: kain yang sama untuk meja mentah dan matang memindahkan bakteri; kain direndam dalam larutan sanitasi atau diganti dengan lap sekali pakai.
    4. Tangan dan sarung tangan: sarung tangan yang dipakai untuk bahan mentah diganti sebelum menyentuh makanan matang.
    5. Peralatan bersama: mesin pengiris, blender, dan sendok es dibersihkan dan disanitasi menurut jadwal dan setelah dipakai untuk bahan mentah.

    Tangan dan pekerja

    Tangan adalah jalur utama perpindahan, seperti di bab jenis mikroba. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dilakukan sebelum mulai bekerja, setelah dari toilet, setelah menangani bahan mentah, sampah, atau uang, dan setelah batuk atau bersin. Gosokan yang mencakup sela jari, ujung jari, dan punggung tangan selama sekitar 20 detik (nilai literatur umum) lebih penting daripada jenis sabunnya. Panduan kerja dapur di Drive pemilik menempatkan pembersih tangan sesudah mencuci tangan dengan sabun, bukan sebagai penggantinya.

    Pekerja yang sakit diare, muntah, atau mempunyai luka terbuka di tangan dilaporkan dan tidak menangani makanan siap saji sampai diizinkan. Ini memerlukan budaya melapor yang adil, seperti di bab investigasi insiden rak Keselamatan.

    Air, es, dan bahan pembersih

    Air untuk memasak, mencuci bahan, dan membuat es harus layak minum, seperti di bab mikroba air. Panduan kerja dapur di Drive pemilik memberi takaran sanitasi buah dan sayur dengan klorin sekitar 50 ppm, perendaman sekitar 1 menit, dan pembilasan dengan air layak minum yang mengalir, serta pemakaian kertas uji klorin. Es adalah makanan; sendok es disimpan di luar bin dalam wadah bersih, dan es tidak diambil dengan tangan atau gelas.

    Bahan pembersih disimpan terpisah dari makanan, berlabel, dan tidak dipindahkan ke botol minuman. Panduan yang sama memperingatkan bahwa produk asam tidak boleh dicampur dengan produk klorin karena menimbulkan gas beracun.

    Hama dan sampah

    Tikus, kecoa, dan lalat membawa mikroorganisme dari saluran dan sampah ke permukaan pangan. Pengendaliannya: celah di dinding dan pintu ditutup, sisa makanan tidak dibiarkan semalam, sampah ditutup dan dikeluarkan teratur, saluran lantai dan perangkap lemak dibersihkan, dan penyedia jasa pengendalian hama bekerja dengan catatan. Daftar periksa layanan restoran di Drive pemilik meminta perangkap lemak dibersihkan sekurang-kurangnya sebulan sekali, dan Bab 15 · Bangunan & Fasilitas membahas perangkap lemak dari sisi plumbing.

    Verifikasi dan catatan

    Verifikasi menunjukkan bahwa titik kendali benar-benar bekerja:

    1. Termometer diperiksa dengan air es bercampur es yang mendekati 0 °C, dan dikoreksi atau diganti bila menyimpang (Contoh 3).
    2. Catatan suhu lemari pendingin, ruang pendingin, memasak, pendinginan, penghangatan, dan bilasan mesin cuci piring ditinjau penyelia setiap hari.
    3. Uji permukaan dan uji cepat dilakukan menurut jadwal, seperti di bab uji permukaan rak ini.
    4. Uji mikrobiologi makanan dan air menurut rencana, terutama setelah perubahan menu, peralatan, atau keluhan.

    Catatan yang diisi sekaligus pada akhir hari, atau yang selalu menunjukkan angka yang sama, adalah tanda bahwa pemantauan tidak benar-benar dilakukan.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Pertumbuhan pada suhu ruang. Makanan masak berisi 10310^3 bakteri per gram setelah mendingin sampai sekitar 40 °C, lalu dibiarkan 4 jam di zona suhu berbahaya. Bila bakteri itu berlipat setiap 30 menit (angka latihan), terjadi 8 kali pelipatan, sehingga jumlahnya 103×28=2,56×10510^3 \times 2^8 = 2{,}56 \times 10^5 per gram.

    Contoh 2. Wadah dangkal. Waktu pendinginan makanan padat kira-kira sebanding dengan kuadrat tebalnya (nilai literatur umum untuk pendinginan yang dikuasai konduksi). Memindahkan makanan dari panci setinggi 15 cm ke wadah setebal 5 cm mempercepat pendinginan sekitar (15/5)2=9(15/5)^2 = 9 kali.

    Contoh 3. Memeriksa termometer. Termometer tusuk menunjukkan 1,5 °C dalam air es yang benar. Koreksinya −1,5 °C, sehingga bacaan 63,5 °C berarti sekitar 62 °C; termometer yang tidak dapat disetel dicatat koreksinya atau diganti.

    Contoh 4. Kadar sanitiser. Takaran 45 mL per 5 L dari pekatan sekitar 2,2 persen memberi sekitar 200 ppm amonium kuaterner, seperti di bab disinfektan. Bila kertas uji menunjukkan sekitar 100 ppm setelah beberapa jam, larutan diganti, bukan ditambah pekatan sedikit-sedikit tanpa diukur.

    Contoh 5. Larutan pencuci sayur. Untuk 20 L larutan klorin 50 ppm dari pekatan 10 persen (100.000 ppm): 20.000×50/100.000=1020.000 \times 50/100.000 = 10 mL pekatan.

    Contoh 6. Penghangatan yang turun. Makanan di lemari penghangat terukur 52 °C setelah 2 jam, di bawah batas penghangatan sekitar 60 °C (nilai literatur umum). Tindakan koreksi mengikuti rencana: dipanaskan ulang dengan cepat sampai panas di seluruh bagian bila waktunya masih dalam batas, atau dibuang; lemari penghangatnya diperiksa teknisi.

    Contoh 7. Lemari pendingin yang hangat. Catatan pagi menunjukkan 8 °C, di atas 0 sampai 4 °C dalam daftar periksa. Penyelia memperkirakan berapa lama suhu itu berlangsung dari catatan sebelumnya, memisahkan bahan yang paling berisiko, dan teknisi memeriksa karet pintu, kondensor, dan pengendali suhu seperti di bab refrigerasi dan mesin es.

    Contoh 8. Bilasan akhir yang dingin. Tampilan mesin cuci piring menunjukkan bilasan akhir 76 °C pada awal layanan, di bawah 80 sampai 82 °C dalam daftar periksa. Mesin tidak dipakai untuk alat makan sampai pemanas penguat diperiksa, atau alat makan disanitasi dengan cara lain yang sah sementara itu.

    Contoh 9. Talenan berwarna. Dapur memakai empat warna talenan untuk daging mentah, ikan, sayur, dan makanan matang. Bila setiap talenan dipakai rata-rata 3 jam sebelum dicuci dan disanitasi (angka latihan), empat talenan cukup untuk satu giliran 12 jam bila setiap warna mempunyai satu cadangan.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan atau penyajian dan laporkan bila:

    1. Suhu memasak, pendinginan, penghangatan, atau penyimpanan dingin di luar batas rencana, dan tindakan koreksinya belum dilakukan.
    2. Bilasan akhir atau kadar sanitiser mesin cuci piring di bawah spesifikasi.
    3. Termometer tidak tersedia atau belum diperiksa.
    4. Air untuk memasak, es, atau mencuci bahan diduga tidak layak minum.
    5. Pekerja yang sakit diare atau muntah menangani makanan siap saji.
    6. Bahan kimia dicampur, dipindahkan ke wadah makanan, atau dipakai di permukaan pangan melebihi kadar tanpa dibilas.
    7. Tanda hama aktif ditemukan di area penyimpanan atau penyiapan makanan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Makanan yang sudah matang pasti aman." Spora dan racun dapat bertahan, dan bakteri tumbuh lagi bila makanan mendingin perlahan.

    "Memanaskan ulang menghilangkan semua bahaya." Sebagian racun bakteri tahan panas.

    "Dibilas air sudah cukup untuk talenan." Talenan perlu dicuci dengan deterjen dan disanitasi.

    "Sarung tangan menggantikan cuci tangan." Sarung tangan yang tercemar memindahkan bakteri sama seperti tangan.

    "Suhu lemari pendingin cukup dicek sekali seminggu." Kegagalan semalam dapat merusak isi lemari sebelum diketahui.

    "Cuka dan air mendidih adalah sanitasi dan sterilisasi." Cuka bukan sanitiser pangan yang diakui, dan air mendidih tidak membunuh spora.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 · Dishwashing, Bab 4 · Dishwashing, dan Bab 6 · Dishwashing membahas mesin cuci piring, bab refrigerasi dan mesin es peralatan pendingin, bab disinfektan sanitiser, bab jenis mikroba spora dan tangan, bab investigasi insiden budaya melapor, bab mikroba air, Bab 15 · Bangunan & Fasilitas perangkap lemak, dan bab uji permukaan verifikasi kebersihan.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    1. Makanan berisi 10210^2 bakteri per gram dibiarkan 3 jam di zona berbahaya dengan pelipatan setiap 20 menit. Berapa jumlahnya?
    2. Berapa kali lebih cepat pendinginan bila tebal makanan diturunkan dari 10 cm menjadi 5 cm?
    3. Termometer membaca −1 °C di air es. Berapa suhu sebenarnya bila termometer membaca 59 °C?
    4. Berapa mL pekatan klorin 10 persen untuk 8 L larutan 50 ppm?
    5. Mengapa pendinginan dijadikan titik kendali kritis?
    6. Mengapa larutan sanitasi diukur dengan kertas uji, bukan hanya ditakar?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Tiga jam berisi 9 kali pelipatan, sehingga 102×29=51.20010^2 \times 2^9 = 51.200 bakteri per gram.
    2. (10/5)2=4(10/5)^2 = 4 kali lebih cepat bila pendinginan dikuasai konduksi di dalam makanan.
    3. Koreksinya +1 °C, sehingga bacaan 59 °C berarti sekitar 60 °C pada termometer itu.
    4. 8.000×50/100.000=48.000 \times 50/100.000 = 4 mL pekatan 10 persen, ditambah air sampai 8 L.
    5. Spora yang selamat dari pemasakan tumbuh selama pendinginan lambat, dan tidak ada langkah sesudahnya yang dapat diandalkan memperbaikinya.
    6. Kotoran dan waktu menurunkan kadar aktif, dan takaran tidak menunjukkan berapa yang tersisa di larutan.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Makanan berisi 10210^2 bakteri per gram dibiarkan 3 jam di zona berbahaya dengan pelipatan setiap 20 menit. Berapa jumlahnya?

    2

    Berapa kali lebih cepat pendinginan bila tebal makanan diturunkan dari 10 cm menjadi 5 cm?

    3

    Termometer membaca −1 °C di air es. Berapa suhu sebenarnya bila termometer membaca 59 °C?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaPengambilan sampel permukaan dan uji cepat: usap, pelat kontak, ATP, rencana sampling, dan tren

    Urutan baca menurut rak: Biologi & Mikrobiologi · Bab 8.

    SebelumnyaMikroba air dan pengujiannya: indikator, pengambilan sampel, metode, klorin sisa, dan membaca hasil

    Urutan baca menurut rak: Biologi & Mikrobiologi · Bab 6.

    Satu disiplinSel, pertumbuhan mikroba, kontaminasi, dan pengendalian

    Bab lain dalam Biologi dan Mikrobiologi.