Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Biologi & Mikrobiologi · Bab 8Lanjut

    Pengambilan sampel permukaan dan uji cepat: usap, pelat kontak, ATP, rencana sampling, dan tren

    Sebuah hotel mulai memakai alat uji ATP untuk dapur dan ruang lipat laundry. Selama tiga bulan hampir semua titik lulus, tetapi pemeriksaan biakan oleh laboratorium luar menemukan bakteri di talenan dan meja lipat. Ternyata titik diusap tepat setelah disemprot sanitiser, luas usapan berbeda-beda, dan staf membersihkan ulang titik yang akan diuji. Bab ini menjelaskan uji permukaan dari sisi penyelia dan teknisi: tujuan uji, jenis uji dan apa yang diukurnya, cara kerja ATP dan gangguannya, cara mengusap yang benar, pelat kontak dan biakan usap, menetapkan batas dari data sendiri, menyusun rencana sampling, membaca tren, dan penerapannya di laundry.

    22 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah hotel mulai memakai alat uji ATP untuk memeriksa kebersihan dapur dan ruang lipat laundry. Selama tiga bulan hampir semua titik lulus, dan laporan bulanan berwarna hijau. Kemudian laboratorium luar yang diminta pemilik hotel mengambil biakan usap dari titik yang sama, dan menemukan bakteri dalam jumlah yang tinggi di dua talenan dan satu meja lipat linen.

    Penyelia menelusuri cara uji dilakukan. Titik diusap tepat setelah disemprot sanitiser dan masih basah, luas yang diusap berbeda-beda karena tidak memakai cetakan, dan staf yang tahu titik mana yang akan diuji membersihkannya ulang sesaat sebelum diusap. Alatnya bekerja benar; cara memakainya yang membuat hasilnya tidak berarti. Bab ini menjelaskan cara memilih, menjalankan, dan membaca uji permukaan agar hasilnya menunjukkan keadaan yang sebenarnya.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas uji permukaan untuk memverifikasi pembersihan dan sanitasi di dapur, laundry, dan fasilitas: inspeksi visual, ATP, uji protein, biakan usap, dan pelat kontak. Bab 14 · Laundry sudah menyebut uji ATP sebagai verifikasi kebersihan linen dan mencatat batasnya; sanitasi dapur dan titik kendali ada di bab sanitasi dapur, dan pengujian air di bab mikroba air. Statistik dasar seperti rata-rata dan simpangan baku dijelaskan di rak Data. Metode biakan dikerjakan laboratorium; bab ini membahas apa yang perlu diketahui orang yang merencanakan, mengambil, dan membaca hasilnya. Sumbernya adalah narasi Statistik dan Data Teknis, narasi Mekanikal, dokumen kerja di Drive pemilik, dan pengetahuan higiene umum yang ditandai di peta sumber. Batas lulus untuk setiap alat dan permukaan ditetapkan oleh fasilitas, pabrik alat, atau pedoman yang berlaku; angka di bab ini adalah angka latihan atau nilai literatur umum.

    Untuk apa uji permukaan

    Uji permukaan dipakai untuk empat tujuan yang berbeda, dan cara ujinya mengikuti tujuan:

    1. Verifikasi rutin: apakah pembersihan dan sanitasi hari ini sudah dilakukan dengan benar?
    2. Validasi: apakah prosedur pembersihan baru, bahan kimia baru, atau mesin baru benar-benar menghasilkan permukaan bersih?
    3. Penyelidikan: dari mana pencemaran berasal setelah ada keluhan, hasil uji pangan yang buruk, atau wabah?
    4. Pelatihan: menunjukkan kepada staf bagian yang sering terlewat, seperti bawah pegangan, sudut, dan celah.

    Uji untuk verifikasi rutin diambil setelah pembersihan selesai dan permukaan kering, dari titik yang dipilih acak, tanpa memberi tahu staf lebih dulu. Uji untuk penyelidikan diambil dari tempat yang paling mungkin menjadi sumber, kadang sebelum dibersihkan.

    Uji untuk validasi direncanakan lebih ketat. Misalnya, ketika dapur mengganti deterjen atau sanitiser, sejumlah titik yang sama diuji sebelum dan sesudah pembersihan selama beberapa hari dengan cara yang sama, dan hasilnya dibandingkan dengan data dasar bahan lama. Bila hasilnya setara atau lebih baik, prosedur baru diterima; bila tidak, kadar, waktu kontak, atau cara pembersihannya disesuaikan sebelum dipakai rutin.

    Jenis uji dan apa yang diukurnya

    UjiMengukurWaktu hasilBatas utama
    Inspeksi visualKotoran yang terlihatSeketikaTidak melihat mikroba dan lapisan tipis
    ATPSisa bahan organik, termasuk sel hidup dan sisa makananBeberapa detikTidak membedakan mikroba dari makanan; dapat terganggu bahan kimia
    Uji proteinSisa protein, misalnya darah dan susuBeberapa menitTidak mengukur mikroba
    Biakan usapMikroba yang dapat tumbuh, dalam CFU per luasSatu sampai beberapa hariLambat; bergantung media dan cara
    Pelat kontakMikroba di permukaan datar, dalam CFU per luas pelatSatu sampai beberapa hariHanya untuk permukaan datar dan cukup kering
    Uji mikroba tertentuKelompok atau jenis tertentu, misalnya ListeriaBeberapa hariMahal; untuk penyelidikan dan titik berisiko

    Uji cepat seperti ATP menjawab "apakah permukaan ini bersih dari sisa organik?" saat itu juga, sehingga pembersihan ulang dapat dilakukan sebelum permukaan dipakai. Biakan menjawab "apakah ada mikroba hidup?" tetapi datang terlambat untuk memperbaiki hari itu. Keduanya saling melengkapi. Uji protein berguna di tempat yang kotorannya terutama protein, seperti alat pengolah daging, susu, dan darah pada troli linen rumah sakit, dan inspeksi visual dengan senter tetap menjadi langkah pertama sebelum alat apa pun dipakai: permukaan yang terlihat kotor tidak perlu diuji, cukup dibersihkan ulang.

    Cara kerja ATP

    ATP adalah senyawa energi yang ada di semua sel hidup dan juga di sisa makanan, darah, dan cairan tubuh. Alat uji ATP memakai enzim yang menghasilkan cahaya ketika bereaksi dengan ATP; alat pembaca mengukur cahaya itu dalam satuan cahaya relatif (RLU). Semakin banyak sisa organik, semakin tinggi RLU.

    Tiga akibat penting:

    1. ATP tidak menghitung mikroba. Bab 14 · Laundry mencatat bahwa uji ATP mengukur sisa bahan organik, bukan jumlah mikroba hidup. Talenan yang bersih dari sisa makanan tetapi membawa sedikit bakteri dapat memberi RLU rendah.
    2. RLU tidak dapat dibandingkan antara merek atau model alat, karena setiap alat mempunyai kepekaan sendiri. Batas lulus ditetapkan untuk alat yang dipakai.
    3. ATP baik untuk menilai pembersihan, karena sisa organik adalah makanan dan pelindung mikroba, seperti di bab jenis mikroba dan bab biofilm.

    Gangguan pada uji ATP

    Hasil ATP dapat berubah oleh hal yang tidak berhubungan dengan kebersihan:

    1. Sisa sanitiser dan deterjen: klorin, amonium kuaterner, peroksida, dan beberapa deterjen dapat meredam reaksi enzim sehingga RLU tampak lebih rendah, seperti dicatat di Bab 14 · Laundry untuk residu pemutih dan surfaktan. Pada kasus pembuka, usapan pada permukaan yang masih basah oleh sanitiser memberi hasil lulus palsu (Contoh 5).
    2. Suhu: alat dan usap yang terlalu dingin atau panas, misalnya langsung dari ruang pendingin, dapat mengubah bacaan.
    3. Permukaan basah: air pada permukaan mengencerkan sampel pada usap.
    4. Waktu: usap yang dibiarkan terlalu lama sebelum dibaca dapat memberi angka yang berbeda; petunjuk pabrik menetapkan waktunya.
    5. Kerusakan permukaan: goresan dalam pada talenan plastik menyimpan sisa yang sulit dijangkau usap, sehingga talenan yang tergores dalam diganti, bukan diuji berulang.

    Mengusap dengan benar

    Cara mengusap menentukan apakah hasil dari hari ke hari dapat dibandingkan:

    1. Luas tetap: pakai cetakan, misalnya 10 cm kali 10 cm, untuk permukaan datar. Untuk benda yang tidak datar, seperti pegangan atau mulut keran, tetapkan bagian yang diusap dan tulis di rencana.
    2. Pola tetap: usap bolak-balik dalam satu arah, lalu ulangi tegak lurus, sambil memutar batang usap agar seluruh permukaannya menyentuh.
    3. Tekanan cukup sampai batang usap sedikit melengkung.
    4. Waktu tetap: verifikasi rutin setelah pembersihan dan sanitasi selesai dan permukaan sudah kering, menurut rencana; bukan sesaat setelah disemprot.
    5. Tanpa pemberitahuan: titik dipilih dari daftar secara acak pada hari itu.
    6. Catat titik, jam, petugas, keadaan permukaan, dan hasil.

    Bagian yang sering terlewat saat dibersihkan justru yang perlu diusap: bawah pegangan pintu lemari pendingin, sambungan antara meja dan dinding, karet pintu, tombol mesin, gagang pisau, dan bagian dalam wadah yang dalam. Untuk bagian seperti itu, usapan dilakukan pada bagian yang sama setiap kali, sehingga perbandingan dari minggu ke minggu tetap adil.

    Pelat kontak dan biakan usap

    Pelat kontak adalah cawan kecil berisi media yang permukaannya cembung, misalnya seluas sekitar 25 cm² (nilai literatur umum). Pelat ditekan ke permukaan datar beberapa detik, ditutup, dan dieram; koloni yang tumbuh dihitung per luas pelat (Contoh 1). Media untuk permukaan yang disanitasi berisi bahan penetral agar sisa sanitiser tidak membunuh mikroba di pelat dan memberi hasil palsu yang baik.

    Biakan usap dipakai untuk permukaan yang tidak datar atau lebih luas. Usap yang dibasahi cairan penetral diusapkan pada luas tertentu, dimasukkan ke cairan, lalu laboratorium menanam sebagian cairan itu di media dan menghitung koloni (Contoh 2).

    Hasil biakan dinyatakan dalam CFU per cm² atau per luas yang diusap. Laboratorium luar pada kasus pembuka memakai biakan dengan penetral, sehingga hasilnya tidak terganggu sisa sanitiser seperti uji ATP yang dilakukan pada permukaan basah.

    Menetapkan batas dari data sendiri

    Untuk uji ATP, pabrik alat biasanya memberi batas awal. Batas yang lebih bermakna disusun dari data fasilitas sendiri:

    1. Bersihkan sejumlah titik dengan prosedur yang benar dan diawasi.
    2. Ukur setiap titik beberapa kali, misalnya sampai sekitar 20 pembacaan per jenis permukaan.
    3. Hitung rata-rata dan simpangan bakunya.
    4. Tetapkan batas lulus, misalnya rata-rata ditambah beberapa simpangan baku, dan batas waspada di bawahnya (pendekatan literatur umum; Contoh 3).
    5. Tinjau batas itu setelah beberapa bulan data.

    Batas yang terlalu longgar membuat semua titik lulus, seperti laporan hijau pada kasus pembuka; batas yang terlalu ketat membuat staf berhenti mempercayai alat. Untuk biakan, sasaran CFU per cm² mengikuti pedoman yang berlaku untuk jenis permukaan dan fasilitasnya.

    Rencana sampling

    Rencana sampling menjawab di mana, berapa banyak, seberapa sering, dan bagaimana memilih titik:

    1. Daftar titik dikelompokkan menurut risiko: permukaan yang langsung menyentuh pangan atau linen bersih, permukaan di dekatnya seperti pegangan dan rak, dan permukaan lain seperti lantai dan saluran (pendekatan zona dalam literatur umum).
    2. Jumlah per minggu yang dapat dikerjakan dengan konsisten lebih baik daripada jumlah besar yang hanya dikerjakan sesekali.
    3. Rotasi: setiap titik terkena giliran dalam periode tertentu (Contoh 7), dengan titik berisiko tinggi lebih sering.
    4. Acak dalam daftar: titik hari itu dipilih dengan cara acak, misalnya undian atau angka acak, agar staf tidak dapat menebak.
    5. Penyelidikan: bila satu titik gagal, titik di sekitarnya dan alat yang dipakai di sana ikut diuji.

    Membaca tren

    Satu hasil hanya satu titik pada satu waktu. Buku pegangan teknik manufaktur dalam narasi mencatat model statistik umum untuk menggambarkan variasi acak, dan narasi Statistik dan Data Teknis mencatat bahwa diagram perilaku proses dapat dipakai juga ketika pergantian sering terjadi atau produksinya pendek. Cara sederhana membaca data uji permukaan:

    1. Persentase lulus per minggu atau per bulan (Contoh 6).
    2. Diagram per titik: titik yang hasilnya naik perlahan dari minggu ke minggu menunjukkan masalah yang tumbuh, misalnya biofilm atau prosedur yang mulai dilewati.
    3. Rata-rata bergerak beberapa minggu untuk melihat arah di balik naik turun harian (Contoh 9).
    4. Tindakan atas hasil gagal: bersihkan ulang, uji ulang, catat penyebabnya, dan beri tahu staf yang bertanggung jawab. Hasil gagal yang dihapus dari catatan membuat tren tidak berarti.

    Hasil yang selalu sempurna dalam waktu lama, seperti pada kasus pembuka, juga merupakan tanda yang perlu diperiksa. Pertanyaannya: apakah batasnya terlalu longgar, apakah titiknya selalu sama, apakah waktu usapnya selalu sesaat setelah disanitasi, dan apakah hasil biakan dari laboratorium luar sejalan dengan hasil ATP.

    Uji permukaan di laundry

    Di laundry, uji permukaan dipakai untuk sisi bersih: meja lipat, rak linen bersih, troli linen bersih, pintu keluar mesin barrier di sisi bersih, dan tangan petugas pelipat. Daftar periksa laundry di Drive pemilik meminta troli dibersihkan setiap kali dipakai dan jalur linen kotor tidak bercampur dengan linen bersih, dan uji permukaan pada troli dan meja lipat memeriksa apakah hal itu benar-benar terjadi. Linen bersih itu sendiri dapat diperiksa dengan pelat kontak pada beberapa titik permukaannya, dengan cara di bagian pelat kontak di atas, terutama setelah perubahan program cuci atau keluhan; Bab 14 · Laundry membahas verifikasi higiene linen secara umum. Uji ATP pada linen kurang berguna, karena serat dan sisa bahan penyelesai dapat mengganggu pembacaan.

    Mengelola alat, bahan uji, dan petugas

    Uji cepat hanya sebaik alat dan orang yang menjalankannya:

    1. Kontrol alat: alat pembaca ATP diperiksa dengan kontrol positif dan kontrol nol menurut petunjuk pabrik, misalnya setiap hari pemakaian atau setiap minggu, dan hasilnya dicatat. Alat yang kontrolnya menyimpang tidak dipakai sampai diperiksa.
    2. Penyimpanan usap: usap ATP dan usap biakan disimpan pada suhu yang diminta pabrik, sering di lemari pendingin, dan tidak dipakai setelah tanggal kedaluwarsa. Usap yang dingin dibiarkan mencapai suhu ruang beberapa menit sebelum dipakai bila petunjuk memintanya.
    3. Pelatihan dan pemeriksaan silang: setiap petugas dilatih dengan cetakan, pola, dan tekanan yang sama, lalu diuji dengan mengusap permukaan yang sama secara bergantian untuk melihat apakah hasilnya sejalan.
    4. Perbandingan berkala dengan laboratorium: beberapa kali setahun, titik yang sama diperiksa dengan ATP dan biakan oleh laboratorium luar. Perbandingan seperti itu yang membongkar masalah pada kasus pembuka.
    5. Pencatatan yang tidak dapat diubah diam-diam: hasil disimpan dengan tanggal, jam, dan petugas, dan koreksi dicatat sebagai entri baru, bukan menghapus angka lama.

    Pembagian peran juga jelas: petugas kebersihan membersihkan, petugas lain atau penyelia yang mengusap, dan penanggung jawab mutu yang membaca tren. Orang yang membersihkan dan sekaligus menguji pekerjaannya sendiri sulit diharapkan melaporkan hasil gagal.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Pelat kontak. Pelat seluas 25 cm² ditekan ke meja lipat dan tumbuh 40 koloni. Hasilnya 40/25=1,640/25 = 1{,}6 CFU/cm².

    Contoh 2. Biakan usap. Area 100 cm² diusap, usap dimasukkan ke 10 mL cairan, dan 1 mL ditanam lalu tumbuh 15 koloni. Seluruh cairan berisi 15×10=15015 \times 10 = 150 CFU, sehingga hasilnya 150/100=1,5150/100 = 1{,}5 CFU/cm².

    Contoh 3. Batas dari data sendiri. Dua puluh pembacaan ATP pada talenan yang dibersihkan dengan benar memberi rata-rata 120 RLU dan simpangan baku 40 RLU (angka latihan). Dengan batas rata-rata ditambah tiga simpangan baku, batas lulus 120+3×40=240120 + 3 \times 40 = 240 RLU, dan batas waspada misalnya 120+2×40=200120 + 2 \times 40 = 200 RLU.

    Contoh 4. Sebelum dan sesudah pembersihan. Talenan terbaca 3.000 RLU sebelum dibersihkan dan 150 RLU sesudahnya. Sisa organik turun sekitar 3.000/150=203.000/150 = 20 kali; angka ini tidak sama dengan reduksi log mikroba.

    Contoh 5. Sanitiser yang meredam. Bila sisa sanitiser pada permukaan basah meredam sinyal sekitar separuh (angka latihan), permukaan yang sebenarnya 300 RLU terbaca 150 RLU dan lulus terhadap batas 240 RLU. Mengusap setelah permukaan kering, atau memakai usap berpenetral, menghindari hasil palsu itu.

    Contoh 6. Persentase lulus. Dalam satu bulan, 46 dari 50 titik lulus. Persentase lulus 46/50=9246/50 = 92 persen; empat titik yang gagal dicatat penyebab dan tindakannya.

    Contoh 7. Rotasi titik. Dapur mempunyai 40 titik permukaan pangan, dan 10 titik diuji setiap minggu dengan rotasi. Setiap titik terkena giliran sekitar setiap 40/10=440/10 = 4 minggu, kecuali titik berisiko tinggi yang diuji setiap minggu.

    Contoh 8. Luas yang salah. Petugas mengusap 5 cm kali 10 cm, bukan 10 cm kali 10 cm. Luasnya separuh, sehingga bacaan cenderung sekitar separuh dari bacaan yang benar, dan permukaan yang kotor dapat tampak lulus.

    Contoh 9. Rata-rata bergerak. Persentase gagal mingguan tercatat 5, 6, 4, 12, dan 15 persen (angka latihan). Rata-rata tiga minggu terakhir (4+12+15)/3=10,3(4 + 12 + 15)/3 = 10{,}3 persen dibanding (5+6+4)/3=5(5 + 6 + 4)/3 = 5 persen pada tiga minggu pertama, sehingga penyebabnya diselidiki, misalnya staf baru, bahan kimia baru, atau mesin cuci piring yang suhunya turun.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pemakaian permukaan atau peralatan dan laporkan bila:

    1. Uji permukaan pangan atau linen bersih gagal; bersihkan ulang dan uji ulang sebelum dipakai.
    2. Hasil biakan menemukan mikroba tertentu yang menjadi sasaran penyelidikan, seperti bakteri penyebab penyakit, pada permukaan pangan.
    3. Hasil uji tampak dimanipulasi, misalnya titik dibersihkan ulang sebelum diusap, atau hasil gagal tidak dicatat.
    4. Alat ATP tidak diperiksa dengan kontrol menurut petunjuk pabrik, atau usapnya kedaluwarsa.
    5. Permukaan tergores dalam atau rusak sehingga tidak dapat dibersihkan; ganti, bukan diuji berulang.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "RLU rendah berarti tidak ada bakteri." ATP mengukur sisa organik; bakteri dalam jumlah kecil dapat memberi RLU rendah.

    "Angka RLU dari dua alat dapat dibandingkan." Setiap alat mempunyai kepekaan sendiri.

    "Lebih baik diusap tepat setelah disanitasi." Sisa sanitiser dapat meredam sinyal dan memberi hasil lulus palsu.

    "Semua lulus berarti program berhasil." Batas yang longgar atau titik yang ditebak membuat semua lulus.

    "Biakan selalu lebih baik daripada ATP." Biakan datang terlambat; ATP memberi kesempatan membersihkan ulang saat itu juga.

    "Satu hasil gagal berarti dapur kotor." Satu hasil adalah satu titik; tren dan penyelidikan memberi gambaran.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 14 · Laundry membahas ATP dan verifikasi higiene linen, bab sanitasi dapur titik kendali dan pembersihan, bab mikroba air pengujian air, bab jenis mikroba, dan bab biofilm sumber pencemaran yang tumbuh.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    1. Pelat kontak 25 cm² tumbuh 12 koloni. Berapa CFU/cm²?
    2. Usapan 50 cm² dimasukkan ke 5 mL cairan, dan 1 mL tumbuh 8 koloni. Berapa CFU/cm²?
    3. Data dasar ATP: rata-rata 80 RLU, simpangan baku 25 RLU. Berapa batas lulus bila memakai rata-rata ditambah tiga simpangan baku?
    4. Mengapa titik uji dipilih acak tanpa pemberitahuan?
    5. Mengapa media pelat kontak untuk permukaan yang disanitasi berisi penetral?
    6. Mengapa hasil yang selalu sempurna juga perlu diperiksa?

    Kunci jawaban beralasan

    1. 12/25=0,4812/25 = 0{,}48 CFU/cm² pada permukaan yang ditekan pelat itu.
    2. Seluruh cairan berisi 8×5=408 \times 5 = 40 CFU dari 50 cm², yaitu 0,8 CFU/cm².
    3. 80+3×25=15580 + 3 \times 25 = 155 RLU sebagai batas lulus untuk alat dan permukaan itu.
    4. Staf yang tahu titik yang akan diuji dapat membersihkannya ulang, sehingga hasil tidak menggambarkan keadaan biasa.
    5. Sisa sanitiser di permukaan dapat membunuh mikroba di pelat sehingga hasilnya tampak lebih baik daripada sebenarnya.
    6. Hasil sempurna yang terus-menerus dapat berasal dari batas yang terlalu longgar, cara uji yang salah, atau titik yang ditebak.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Pelat kontak 25 cm² tumbuh 12 koloni. Berapa CFU/cm²?

    2

    Usapan 50 cm² dimasukkan ke 5 mL cairan, dan 1 mL tumbuh 8 koloni. Berapa CFU/cm²?

    3

    Data dasar ATP: rata-rata 80 RLU, simpangan baku 25 RLU. Berapa batas lulus bila memakai rata-rata ditambah tiga simpangan baku?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat