Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Dishwashing · Bab 6Terapan

    Troubleshooting dan perbaikan mesin pencuci piring: gejala, kode alarm, pengukuran, dan verifikasi

    Gangguan mesin pencuci piring komersial jarang punya satu penyebab. Bab ini menggabungkan tabel troubleshooting dari manual pabrikan menurut gejala, menghitung berapa manual yang menyebut setiap penyebab, dan menatanya per sistem: start dan interlock, air, panas, hasil cuci, bilas, konveyor, pompa, dan pembuangan. Kode alarm dikelompokkan menurut keluarganya, termasuk kode yang artinya tidak dijelaskan manual dan satu salah tulis yang berulang di enam manual. Nilai uji yang benar-benar disebut manual dikumpulkan, lalu dipakai dalam contoh kerja: memeriksa elemen dengan resistansi, sensor NTC dari nilai beta, pompa dengan arus, batas waktu isi, bilas dingin konveyor, dan tegangan pemancar level. Prosedur perbaikan ditulis bersama syarat keselamatannya, dan setiap perbaikan ditutup dengan verifikasi. Enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    25 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Di tengah makan siang, konveyor rak sebuah dapur hotel berhenti dan lampu galatnya menyala. Operator menekan tombol start. Mesin berjalan beberapa menit, lalu berhenti lagi dengan kode yang sama. Setelah tiga kali, ia memanggil teknisi. Manual mesin itu menyebut kode tersebut sebagai trip termal motor penggerak dan meminta motor dibiarkan dingin sebelum dinyalakan lagi. Mengulang start tidak memperbaiki apa pun. Motor panas karena sesuatu membuatnya bekerja terlalu berat, misalnya rak yang tersangkut atau kopling yang disetel terlalu kencang sehingga tidak slip saat beban naik. Kode alarm hanya menunjuk sistemnya. Penyebabnya harus dicari dengan pengamatan dan pengukuran.

    Bab ini menyusun pengetahuan dari manual pabrikan menjadi alat diagnosis: gejala, kode alarm, nilai uji, prosedur perbaikan, dan verifikasi.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas cara memakai tabel troubleshooting pabrikan secara kritis; katalog gejala lintas manual; keluarga kode alarm; nilai uji dan titik ukur yang disebut manual; prosedur perbaikan beserta syaratnya; perawatan pencegahan; dan verifikasi sesudah perbaikan.

    Metode umum dari gejala ke hipotesis dan akar sebab ada di Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis dan Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis. Metode diagnosis listrik ada di Bab 78 · Kelistrikan & Kendali, RCD dan MCB yang trip di Bab 80 · Kelistrikan & Kendali, serta kerja aman, isolasi, dan penguncian di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali. Cara kerja mesin yang sehat dibahas di empat bab sebelumnya: jenis mesin, sistem air, sistem panas, dan kelistrikan.

    Membaca tabel pabrikan dengan kritis

    Lima belas manual memuat tabel gejala, dan enam manual satu keluarga hanya memuat tabel alarm. Sebelum dipakai, ada tiga sifat tabel itu yang perlu diketahui.

    Pertama, tabel ditulis untuk operator. Hampir semua manual operator menutup tabelnya dengan "hubungi kantor servis resmi" dan menyerahkan perbaikan kepada teknisi pabrikan. Isinya karena itu lebih berupa daftar periksa daripada prosedur perbaikan.

    Kedua, sebagian tabel generik. Tabel empat manual konveyor satu pabrikan nyaris identik, termasuk butir untuk mesin bertangki banyak dan berpemanas uap, padahal mesinnya bertangki satu dan berpemanas listrik. Butir yang tidak mungkin berlaku pada mesin yang dihadapi dilewati.

    Ketiga, frekuensi penyebut memberi petunjuk. Tabel di bab ini menghitung berapa manual yang menyebut setiap penyebab. Angka di dalam kurung menunjukkan berapa teks yang benar-benar berbeda, karena manual saudara dari pabrikan yang sama menyalin teks yang sama. Penyebab yang disebut banyak pabrikan berbeda layak diperiksa lebih dulu.

    Urutan kerja yang dipakai sama dengan Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis: tetapkan gejala dengan tepat, tentukan sistemnya, daftar syarat yang harus terpenuhi agar fungsi itu bekerja, lalu uji syarat itu satu per satu, dimulai dari yang paling murah dan paling aman diuji.

    Katalog gejala per sistem

    Angka di kolom kanan adalah jumlah manual yang menyebut penyebab itu; angka dalam kurung adalah jumlah teks yang berbeda.

    Mesin tidak mau mulai

    Penyebab menurut manualManual
    Pintu atau kap belum tertutup; manual tipe pintu: buka "sedikitnya 2 detik" lalu tutup12 (6)
    Sakelar interlock pintu rusak8 (2)
    Sekring atau pemutus suplai putus6 (3)
    Sekring rangkaian kendali putus6 (3)
    Sakelar utama mati atau steker lepas4 (4)
    Konveyor: transport macet, Auto Timer habis, sakelar batas meja aktif, relai beban lebih motor trip, celah kopling–sensor salah4 (1)
    Kendali mengunci diri: pengisian awal booster tidak tuntas, sinyal pemancar level di luar 0,3–4,0 V, probe suhu di atas sekitar 99 °C2 (2)

    Tidak mengisi, mengisi lambat, atau terus mengisi

    Penyebab menurut manualManual
    Katup solenoid isi kotor, kumparannya rusak, atau tanpa tegangan11 (5)
    Keran pasokan tertutup (sering lewat alarm batas waktu isi)10
    Saringan jalur masuk atau dirt trap kotor5 (2)
    Pintu tidak tertutup penuh5 (2)
    Pelampung isi kotor atau macet4 (1)
    Pipa luapan tidak terpasang benar2 (2)
    Terus mengisi: katup kotor sehingga tidak menutup, sampai mesin "mengisi juga saat sakelar utama dimatikan"6 (3)

    Empat manual konveyor menambahkan sebab yang sering muncul pada mesin baru: serpihan logam atau sisa perapat pipa terbawa ke dudukan katup sesudah pemasangan. Pencegahannya tertulis di manual yang sama: pipa pasokan dibilas tuntas sebelum disambung.

    Tangki tidak panas dan bilas dingin

    Penyebab menurut manualManual
    Bilas: termostat atau probe bilas rusak atau disetel terlalu rendah11 (5)
    Bilas: elemen booster rusak9 (3)
    Bilas: tekanan atau debit isi rendah sehingga level booster rendah9 (3)
    Tangki: waktu pemanasan awal kurang6 (3)
    Tangki: termostat atau elemen rusak, berkerak, atau kabelnya lepas6 (3)
    Pemutus, sekring, atau kumparan kontaktor pemanas5 (2)
    Pengaman suhu lebih telah trip5 (2)
    Pelindung level rendah atau pelampung pemanas macet4 (1)
    Air pasokan tidak sehangat yang diminta1

    Bab sistem panas menghitung mengapa daya booster, suhu air masuk, dan laju bilas harus diperiksa sebelum termostat diganti. Booster yang terlalu panas punya sebab yang mirip di tabel konveyor: tekanan air rendah, saringan pompa tersumbat, nosel bilas tersumbat, dan termostat atau probe.

    Hasil cuci buruk, noda, dan lapisan

    Penyebab menurut manualManual
    Dosis atau jenis deterjen salah14 (8)
    Suhu cuci terlalu rendah13 (7)
    Isap atau saringan pompa tersumbat10 (4)
    Rak dimuat salah atau tidak sesuai10 (4)
    Air terlalu sadah; satu manual memberi batas konduktivitas 100 µS/cm untuk gelas dan 400 µS/cm untuk piring10 (4)
    Nosel lengan cuci tersumbat9 (6)
    Suhu bilas akhir salah (konveyor: minimal 82 °C)9 (3)
    Kerak kapur berlebihan; sumbat ujung lengan hilang5 (2)
    Saringan tangki tersumbat; lengan tidak berputar bebas; nosel bilas berkapur2–3

    Daftar ini memperlihatkan bahwa sebagian besar "hasil cuci buruk" bukan kerusakan komponen. Kimia, suhu, saringan, dan cara memuat rak berada di urutan teratas. Konsep kimia dan dosis dibahas di Bab 1.

    Tekanan bilas lemah dan bilas terus-menerus

    Tekanan suplai yang rendah adalah penyebab paling sering (12 manual): satu manual konveyor meminta tidak kurang dari 2 bar, pencuci panci tidak kurang dari 1 bar. Berikutnya nosel bilas yang berkapur (11), saringan air masuk yang kotor (6), katup solenoid bilas rusak (5), dan pompa bilas rusak (4). Pada konveyor, bilas yang terus mengalir tanpa rak disebabkan aktuator bilas yang macet, benda asing di mekanismenya, atau katup bilas yang macet terbuka. Manual meminta listrik diputus dan diberi tanda sebelum aktuator diperiksa.

    Konveyor berhenti atau slip

    Penyebab menurut manualManual
    Beban lebih atau trip termal motor penggerak6 (3)
    Sakelar batas meja aktif atau terhalang5 (2)
    Konveyor macet; kontaktor transport; celah kopling–sensor 2–4 mm4 (1)
    Kopling slip atau pembatas torsi salah setel2 (2)
    Alarm inverter penggerak2 (1)

    Pompa, pembuangan, dan pengeringan

    Pompa paling sering terganggu oleh isap atau saringan yang tersumbat (10 manual). Satu keluarga manual memperingatkan bahwa membuka pintu selama proses buang "dapat membakar pompa buang". Pembuangan gagal karena katup buang tidak menutup, selang buang tersumbat, atau selang gravitasi yang dipasang lebih tinggi dari 100 mm. Pengeringan buruk hampir selalu berarti bahan bantu bilas habis, kurang, atau selang dosisnya tertekuk.

    Kode alarm

    Satu keluarga mesin berpapan kendali memakai tabel alarm yang sama di enam manual.

    KodeArti menurut manualTindakan yang ditulis
    AL 01Boiler tidak penuh dalam waktu maksimumPeriksa keran dan tekanan air
    AL 02Tangki tidak terkuras dalam waktu maksimumPeriksa posisi selang buang, saringan bawah, pompa buang
    AL 03Suhu boiler tidak tercapai dalam waktu maksimumPeriksa kabel dan elemen boiler
    AL 04Suhu tangki tidak tercapai dalam waktu maksimumPeriksa kabel dan elemen tangki
    AL 05Suhu boiler melebihi batasPeriksa dan ganti sensor boiler
    AL 06Suhu tangki melebihi batasPeriksa dan ganti sensor tangki
    AL 07Air tangki mencapai level luapanPeriksa selang buang, saringan, pompa buang
    AL 08, AL 09Sensor NTC tangki putus, terhubung singkatPeriksa kabel; ganti NTC tangki
    AL 10, AL 11Sensor NTC boiler putus, terhubung singkatPeriksa kabel; untuk AL 11 tertulis "ganti NTC tangki"
    AL 12Bilas dingin: siklus ditunda sampai batas waktu, lalu diselesaikan dengan bilas dinginPeriksa kabel dan elemen boiler, bersihkan boiler, periksa tegangan

    Tiga hal penting dari tabel itu. Satu-satunya angka waktu adalah 3 menit untuk AL 01; batas waktu lain tidak disebut. Tindakan AL 11, alarm sensor boiler, menyuruh mengganti NTC tangki di keenam manual, sedangkan edisi berbahasa Indonesia salah satu manual menulis NTC boiler. Itu salah salin; teknisi mengganti sensor yang alarmnya menyala, yaitu boiler. AL 02 dan AL 07 menyuruh mengganti pompa buang, padahal tiga mesin di keluarga itu tidak punya pompa buang di diagramnya.

    Manual lain memakai kode yang berbeda untuk keluarga gangguan yang sama.

    Keluarga gangguanContoh kode dan batas yang disebut
    Batas waktu isiAL 01 (3 menit); pencuci panci edisi 2021: 15 menit tangki, 5 menit tangki pemecah; kode 13, 17, 18, 31 satu hood
    Suhu lebihAL 05/06; A2 105 °C; Err 2/3 di atas 95 °C
    Sensor suhu putus atau hubung singkatAL 08–11; A2, A3; manual servis: probe di atas sekitar 99 °C
    Sensor levelManual servis: sinyal di luar 0,3–4,0 V
    Level terlalu tinggiAL 07; Err 21
    Pintu atau kap terbukatampilan "do or"; Err 16 bila pintu tidak ditutup dalam 60 menit selama program buang
    Garam atau dosis"SA Lt"; "Lack of salt"; "DOS"
    Trip termal motorErr 11; lampu H03
    Inverter penggerakAL31, AL32, AL38, ditambah tabel alarm inverter

    Banyak kode tidak dijelaskan sama sekali: sebagian besar kode satu manual hood, sebelas kode Err konveyor berkendali elektronik, dan seluruh daftar ERR satu hood lain. Untuk kode seperti itu, teknisi mencatat kode dan keadaannya, lalu meminta arti kodenya ke pabrikan, bukan menebak. Satu manual menampilkan kode sesudah mesin dimatikan, dan manual lain menandai "ERR xx OK" bila gangguan sudah teratasi.

    Nilai uji dan titik ukur

    Hanya manual servis yang memberi titik ukur listrik dan nilai tegangannya. Pemancar level tangki B4 dicatu sekitar 5 V di konektor X14 (pin 8–9) dan memberi keluaran di pin 10–9.

    Mesin di manual servisPemanas tangki boleh ONTangki penuhPemanas ON saat mencuci
    Glasswasher0,60 V0,65 V0,58 V
    Undercounter0,60 V0,75 V0,58 V
    Hood0,65 V (sekitar 13 L)0,90 V (sekitar 21 L)0,60 V

    Pemancar booster kosong membaca 0,50 V ± 60 mV, satu-satunya toleransi di semua manual. Di luar 0,3–4,0 V, kendali mati. Sesudah bilas, tegangan tangki penuh naik 0,1–0,15 V.

    Nilai lain yang dapat dipakai sebagai pembanding:

    • Sensor suhu. Keluarga mesin berpapan kendali memakai NTC 10 kΩ pada 25 °C dengan beta 3435. Tabel resistansi terhadap suhu tidak diberikan; Contoh kerja 2 menghitungnya.
    • Termostat. BT 86 °C, TT 82 °C atau 70 °C, BST 110 °C atau 95 °C pada mesin relai; termostat bilas konveyor 82–95 °C disetel pabrik. Kode bimetal 3L11 -170 dan -210 bukan suhu.
    • Pompa. Pompa cuci hood di manual servis 3,2 A, 0,40 kW, kapasitor 12,5 µF; pompa bilas 0,46 A di tabel dan 0,6 A di legenda.
    • Mekanik. Celah kopling–sensor konveyor 2–4 mm; jarak pegas kap sekitar 18,5 cm.
    • Air. Flowmeter 200 pulsa per liter. Pada pelunak yang bekerja, konduktivitas air booster sekitar 300 µS/cm lebih tinggi daripada air keran (air keran 500 µS/cm, booster sekitar 800 µS/cm); nilai yang jauh lebih tinggi, misalnya 3.000 µS/cm, menandakan pelunak kemungkinan besar salah fungsi, seperti diuraikan Bab 9 tentang mutu air dan pelunak.

    Manual tidak memberi resistansi elemen, kumparan katup, kumparan kontaktor, atau belitan motor. Nilai pembanding untuk elemen dihitung dari daya pengenalnya.

    Perbaikan menurut manual dan syaratnya

    Manual operator menyerahkan perbaikan kepada teknisi resmi. Prosedur yang tertulis di manual dicatat di bawah sebagai pekerjaan teknisi berwenang, bukan izin bagi pembaca umum.

    • Katup isi kotor. Manual tipe pintu menulis: listrik dimatikan, katup solenoid dibuka, semua bagian dalam dibersihkan. Air pasokan juga ditutup. Manual konveyor menyerahkannya ke servis resmi.
    • Isap pompa tersumbat. Listrik diputus dan diberi tanda, tangki dikuras dulu, dan saringan isap tidak dilepas selagi tangki penuh.
    • Pembatas torsi konveyor. Satu manual menyetelnya dengan rak penuh sampai 1 m dari sakelar batas ujung dan mesin berjalan sampai kopling slip. Karena mesin harus bergerak, pekerjaan ini hanya untuk teknisi pabrikan dengan area konveyor bebas dari orang.
    • Reset pengaman. Konveyor terowongan meminta penyebabnya dicari dulu sebelum termostat pengaman atau pemutus diaktifkan lagi. Konveyor berkendali elektronik meminta motor dibiarkan dingin pada Err 11. Garansi satu keluarga mesin tidak menanggung reset pengaman bila tidak ada kerusakan lain.
    • Pemanas. Pemutus booster baru dinyalakan sesudah tangki penuh. Konveyor terowongan meminta air keluar dari nosel bilas lebih dulu sebelum pemutus boiler dinyalakan.
    • Kerak di elemen boiler. Tiga manual menyerahkan pembongkaran elemen kepada teknisi pabrikan. Descaling kimia di satu manual mensyaratkan dosis deterjen dihentikan dulu, karena deterjen berklor yang bertemu bahan asam menimbulkan gas klor, dan bahan descaling tidak boleh dibiarkan berjam-jam.

    Manual tidak memberi prosedur mengganti NTC, pemancar tekanan, elemen, pompa, kumparan katup, sakelar tekanan, atau sakelar pintu. Penggantian semacam itu mengikuti manual servis mesin yang bersangkutan.

    Perawatan pencegahan

    Jadwal dari beberapa manual dapat disusun menjadi satu tabel.

    IntervalPekerjaan
    Tiap giliran atau harianBersihkan interior, saringan, dan lengan; kuras tangki
    Mingguan atau bulananPembersihan menyeluruh; descaling pada dua manual
    Tiga bulananRotasi lengan, kendali, suhu boiler dan tangki, gerak kap dan pintu
    Dua kali setahunDescaling; tekanan dan saringan air masuk; saringan katup solenoid
    Tahunan atau dua tahunanKabel dan bagian listrik; pompa dosis; ganti selang dosis

    Satu keluarga manual meminta pemeriksaan "integritas kabel dan bagian listrik" setahun sekali tanpa menyebut cara ujinya. Uji yang sesuai, seperti kontinuitas penghantar proteksi, resistansi isolasi, dan uji RCD, dibahas di rak Kelistrikan.

    Verifikasi sesudah perbaikan

    Perbaikan selesai bila fungsi yang terganggu terbukti normal kembali dan tidak ada gangguan baru. Manual memberi beberapa titik verifikasi: kode "ERR xx OK" pada satu hood, air keluar dari nosel bilas sebelum pemutus boiler dinyalakan, booster dibilas dengan lima siklus sesudah uji pelunak, nomor program diperiksa ulang sesudah penggantian papan, dan arah putar motor tiga fasa diperiksa dengan menjalankan mesin sesaat. Untuk gangguan panas, verifikasinya adalah suhu bilas terukur pada laju kerja sebenarnya, bukan pada siklus pertama pagi hari. Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis membahas mengapa verifikasi harus menguji kondisi yang memunculkan gangguan.

    Contoh kerja

    Hitungan memakai angka manual; angka hasil ukur di contoh adalah angka latihan.

    1. Memeriksa elemen dengan resistansi. Elemen yang sudah diputus dan diverifikasi bebas tegangan dibandingkan dengan resistansi yang dihitung dari dayanya:

    R=U2PR = \frac{U^2}{P}

    Elemen boiler 3,6 kW/230 V: R=2302/3 600=14,7 ΩR = 230^2/3\,600 = 14{,}7\ \Omega. Elemen tangki 2,2 kW/230 V: 24,0 Ω24{,}0\ \Omega. Ohmmeter yang membaca 14,9 Ω pada elemen boiler (1,4% di atas) sejalan dengan elemen utuh. Bacaan tak terhingga berarti kawat putus, sejalan dengan AL 03. Resistansi saja tidak membuktikan elemen baik; uji isolasi ke selubung mengikuti Bab 80 · Kelistrikan & Kendali, karena elemen yang isolasinya bocor memicu RCD. Untuk elemen berlabel "6 kW/230 V-1Ph" bersambungan tiga fasa, nilai pembandingnya tidak dapat dihitung tanpa tahu susunan di dalamnya, yang tidak dijelaskan manual.

    2. Memeriksa sensor NTC. NTC 10 kΩ dengan beta 3435 mengikuti model

    R(T)=R25 exp⁡ ⁣[B(1T−1298,15)]R(T) = R_{25}\, \exp\!\left[B\left(\frac{1}{T} - \frac{1}{298{,}15}\right)\right]

    dengan TT suhu dalam kelvin. Pada 60 °C (T=333,15T = 333{,}15 K): 1/333,15−1/298,15=−0,0003521/333{,}15 - 1/298{,}15 = -0{,}000352; dikali 3435 menjadi −1,210-1{,}210; R=10 000×e−1,210=2 981 ΩR = 10\,000 \times e^{-1{,}210} = 2\,981\ \Omega. Pada 85 °C, R=1 451 ΩR = 1\,451\ \Omega. Sensor tangki yang dicabut dari papan pada air 60 °C seharusnya membaca sekitar 3 kΩ. Bacaan nol atau tak terhingga sejalan dengan alarm sensor terhubung singkat atau putus. Model beta adalah pendekatan, dan manual tidak memberi toleransinya.

    3. Arus pompa. Pompa cuci hood di manual servis tertulis 3,2 A dan 0,40 kW. Pada 230 V, daya semunya S=230×3,2=736S = 230 \times 3{,}2 = 736 VA. Tang ampere yang membaca 4,1 A berarti arus 28% di atas nilai tabel. Manual konveyor terowongan memberi pegangan yang sama: arus tidak boleh melebihi pelat motor, dan penyebab yang disebut adalah pompa tertahan, berputar terbalik, atau impelernya aus atau patah. Untuk pompa bilas, acuannya sendiri harus dipastikan dulu, karena manual menulis 0,46 A dan 0,6 A.

    4. Batas waktu isi 3 menit. Agar boiler 10 L penuh dalam 3 menit, debit isi minimum 10/3=3,310/3 = 3{,}3 L/menit; untuk boiler 20 L, 6,76{,}7 L/menit. Bila saringan jalur tersumbat atau tekanan turun di bawah 2 bar sehingga debit tinggal, misalnya, 5 L/menit, boiler 20 L memerlukan 4 menit dan AL 01 muncul walaupun air masih mengalir. Teks manual juga membuka tafsiran lain: alarm muncul "bila tidak ada air masuk dalam 3 menit". Kedua tafsiran diuji dengan mengukur debit isi, misalnya dengan menampung air selama satu menit pada sambungan masuk yang sudah diisolasi dari mesin.

    5. Bilas dingin pada konveyor. Konveyor satu tangki memakai 450 L/jam air bilas, atau 0,125 kg/s. Dengan P=m˙ c ΔTP = \dot m\,c\,\Delta T, setiap kelvin memerlukan 0,125×4,19=0,5240{,}125 \times 4{,}19 = 0{,}524 kW. Booster 36 kW sanggup menaikkan suhu 36/0,524=68,736/0{,}524 = 68{,}7 K, sehingga air masuk 13,3 °C pun masih mencapai 82 °C. Bila satu kelompok booster 18 kW mati, misalnya karena salah satu pemutus booster trip atau kumparan kontaktornya rusak, kenaikannya tinggal 34,4 K dan air masuk harus sedikitnya 47,6 °C. Jadi bilas yang turun di bawah 82 °C pada kapasitas penuh, padahal air masuk 50 °C, menunjuk ke daya booster yang hilang. Butir tabel pabrikan yang diperiksa adalah pemutus pemanas, kontaktor, dan elemen.

    6. Membaca tegangan pemancar level. Pada hood di manual servis, keluaran 0,78 V saat mengisi berada di antara 0,65 V dan 0,90 V. Pemanas tangki boleh menyala, katup isi masih terbuka, dan dengan anggapan hubungan lurus volumenya sekitar 13+32×0,13=1713 + 32 \times 0{,}13 = 17 L. Keluaran 0,22 V berada di bawah 0,3 V, sehingga kendali mati; langkah berikutnya mengukur catu 5 V di pin 8–9 dan memeriksa masukan di menu servis. Keluaran 1,02 V sesaat sesudah bilas pada tangki penuh masih wajar, karena manual menyebut kenaikan 0,1–0,15 V dari 0,90 V. Pengukuran pada papan bertegangan ini hanya untuk teknisi berwenang dengan alat ukur berkategori sesuai.

    Contoh kerja lapangan

    Contoh di bawah memakai rumus, nilai uji, dan tabel alarm bab ini; angka hasil ukur yang bukan dari sumber ditandai angka latihan. Pengukuran pada papan atau sirkuit bertegangan hanya untuk teknisi berwenang (kondisi berhenti butir 1); resistansi diukur pada komponen yang sudah diputus dan diverifikasi bebas tegangan.

    Contoh 1: AL 04 pada hood dapur hotel. Hood boiler 12 kW menampilkan AL 04, suhu tangki tidak tercapai. Termometer acuan di tangki membaca 52 °C, sedangkan mesin seharusnya mencapai 55 sampai 60 °C. Sensor tangki dicabut dari papan dan dibandingkan dengan model beta pada 52 °C (T=325,15T = 325{,}15 K):

    R=10 000×exp⁡ ⁣[3 435(1325,15−1298,15)]=10 000×e−0,957=3 842 ΩR = 10\,000 \times \exp\!\left[3\,435\left(\frac{1}{325{,}15} - \frac{1}{298{,}15}\right)\right] = 10\,000 \times e^{-0{,}957} = 3\,842\ \Omega

    Ohmmeter membaca 3,8 kΩ (angka latihan), 1,1% di bawah model, sehingga sensor sejalan dengan suhu air. Pemeriksaan pindah ke elemen tangki 2,2 kW/230 V, yang seharusnya sekitar 24,0 Ω. Bacaan tak terhingga (angka latihan) berarti kawat elemen putus, sesuai tindakan AL 04 di tabel. Elemen pengganti tetap diuji isolasinya ke selubung mengikuti Bab 80 · Kelistrikan & Kendali tentang diagnosis RCD trip.

    Contoh 2: pemancar booster kosong yang membaca terlalu tinggi. Pada mesin di manual servis, pemancar booster kosong seharusnya membaca 0,50 V ± 60 mV, atau 0,44 sampai 0,56 V. Teknisi di dapur sebuah rumah sakit membaca 0,61 V pada booster yang sudah dikuras (angka latihan), 0,05 V di atas batas atas. Booster yang kosong tidak dapat memberi tekanan, sehingga dugaan pertama adalah air yang tertahan di selang pemancar, misalnya karena selang tidak menanjak dan kondensat tidak dapat turun, padahal Bab 3 tentang sistem air meminta selang itu menanjak. Selang diperiksa dan dikeringkan dulu, lalu tegangan diukur ulang. Pemancar baru dicurigai bila bacaan tetap di luar toleransi.

    Contoh 3: arus pompa bilas dengan dua acuan. Pompa bilas hood di manual servis tertulis 0,46 A di tabel dan 0,6 A di legenda. Tang ampere membaca 0,55 A (angka latihan), atau S=230×0,55=126,5S = 230 \times 0{,}55 = 126{,}5 VA. Terhadap kedua acuan:

    0,55−0,460,46=+19,6%,0,55−0,60,6=−8,3%\frac{0{,}55 - 0{,}46}{0{,}46} = +19{,}6\%, \qquad \frac{0{,}55 - 0{,}6}{0{,}6} = -8{,}3\%

    Kesimpulannya berbalik menurut acuan yang dipakai. Teknisi membaca pelat motor pompa lebih dulu. Bila pelat menulis 0,46 A, arusnya patut diperiksa dengan penyebab dari manual konveyor terowongan: pompa tertahan, berputar terbalik, atau impeler aus.

    Contoh 4: verifikasi sesudah elemen boiler diganti. Undercounter berpapan versi satu fasa di bar hotel menampilkan AL 03, dan elemen boiler 3,6 kW diganti. Siklus pertama pagi hari membilas normal. Pada jam ramai dengan program 60 detik, bilas 2,4 L per siklus, dan air masuk 50 °C (angka latihan), laju air bilasnya 0,04 kg/s. Daya untuk menaikkan air itu dari 50 °C ke 85 °C pada laju tersebut:

    P=m˙ c ΔT=0,04×4,19×35=5,87 kWP = \dot m\,c\,\Delta T = 0{,}04 \times 4{,}19 \times 35 = 5{,}87\ \text{kW}

    Boiler 3,6 kW memerlukan sekitar 98 detik untuk setiap bilas, sehingga sesudah simpanan air panasnya habis, "t b." muncul hampir di setiap siklus. Pada laju itu, gejala tersebut adalah sifat versi satu fasa, bukan perbaikan yang gagal; versi tiga fasa 6 kW memerlukan 59 detik. Verifikasi yang benar adalah tidak munculnya AL 12 dan suhu bilas terukur pada laju kerja itu. Bila AL 12 muncul, suhu air masuk dan tegangan suplai diperiksa lebih dulu.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada teknisi berwenang bila:

    1. Diagnosis memerlukan membuka panel atau mengukur di papan bertegangan. Isolasi, penguncian, dan verifikasi bebas tegangan mengikuti Bab 76 · Kelistrikan & Kendali; tombol panel bukan isolasi.
    2. Pengaman suhu lebih atau relai beban lebih trip berulang. Penyebabnya dicari sebelum reset; mereset berulang hanya memanaskan komponen yang sama.
    3. Seseorang mengusulkan menjembatani sakelar pintu, sakelar level, pengaman suhu, atau sensor kopling, atau mengubah fungsi sakelar lewat menu servis, agar mesin "jalan dulu".
    4. Booster atau boiler perlu dibuka, dikuras, atau dibongkar elemennya. Tunggu dingin dan tutup air.
    5. Descaling kimia atau uji pelunak diperlukan. Urutan yang salah dapat menimbulkan gas klor atau memasukkan garam ke booster.
    6. Konveyor perlu dijalankan untuk menyetel pembatas torsi atau memeriksa arah putar motor.
    7. RCD trip saat pemanas menyala. Penanganannya mengikuti Bab 80 · Kelistrikan & Kendali.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Kode alarm adalah penyebabnya." Kode menunjuk fungsi yang gagal. AL 03 berarti suhu tidak tercapai, yang bisa disebabkan elemen, kabel, kontaktor, atau tegangan rendah.

    "Hasil cuci buruk berarti mesin rusak." Penyebab yang paling sering disebut manual adalah deterjen, suhu, saringan, dan cara memuat rak.

    "Reset menyelesaikan masalah." Reset hanya menghapus tanda. Manual konveyor meminta penyebabnya dicari dulu, dan garansi satu pabrikan tidak menanggung reset tanpa kerusakan lain.

    "Tindakan di tabel alarm selalu benar." Tabel AL menyuruh mengganti NTC tangki untuk alarm sensor boiler, dan pompa buang pada mesin yang tidak memilikinya.

    "Elemen yang resistansinya benar pasti baik." Isolasinya ke selubung dapat bocor, dan kebocoran itu yang memicu RCD.

    "Kode yang tidak ada artinya boleh ditebak." Untuk kode yang tidak dijelaskan, catat dan tanyakan ke pabrikan.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis dan Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis memberi kerangka gejala, hipotesis, dan verifikasi yang dipakai di sini. Bab 78 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 80 · Kelistrikan & Kendali menjadi metode diagnosis listrik, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali aturan kerja aman, dan Bab 15 · Kelistrikan & Kendali cara memakai multimeter. Empat bab sebelumnya di rak ini menjelaskan fungsi normal yang diuji dalam diagnosis: jenis mesin, sistem air, sistem panas, dan kelistrikan.

    Latihan dan pembahasan

    1. Undercounter berpapan kendali menampilkan AL 11. Apa arti alarm itu, sensor mana yang diperiksa, dan apa yang salah di tabel manualnya?
    2. Elemen tangki 2,2 kW/230 V yang sudah diputus terukur 24,3 Ω. Bagaimana menafsirkannya, dan uji apa yang masih diperlukan?
    3. Sensor NTC 10 kΩ/beta 3435 terukur sekitar 1,45 kΩ. Kira-kira berapa suhu yang dibacanya?
    4. Konveyor satu tangki membilas 76 °C pada jam sibuk dengan air masuk 55 °C. Hitung daya booster efektif minimum yang menghasilkan 82 °C, lalu tentukan bagian yang diperiksa.
    5. Sebuah hood menampilkan AL 01 setiap pagi, tetapi tidak pada siang hari. Susun dua hipotesis dan cara mengujinya.
    6. Operator melaporkan "piring berlapis putih" pada semua rak. Dari katalog gejala, apa tiga hal pertama yang diperiksa?

    Kunci jawaban beralasan

    1. AL 11 berarti sensor NTC boiler terhubung singkat. Yang diperiksa adalah kabel dan sensor boiler. Tabelnya menyuruh mengganti NTC tangki; itu salah salin, dan edisi bahasa Indonesia salah satu manual menulis NTC boiler.
    2. R=2302/2 200=24,0 ΩR = 230^2/2\,200 = 24{,}0\ \Omega; 24,3 Ω hanya 1% di atasnya, sejalan dengan kawat utuh. Uji isolasi elemen ke selubung masih diperlukan.
    3. Model beta memberi 1.451 Ω pada 85 °C, sehingga sensor membaca sekitar 85 °C. Bila sensor itu ada di tangki yang seharusnya 55–60 °C, hasil ini patut dicek dengan termometer acuan.
    4. P=0,125×4,19×(82−55)=14,1P = 0{,}125 \times 4{,}19 \times (82 - 55) = 14{,}1 kW. Bilas 76 °C berarti daya efektif sekitar 0,125×4,19×21=11,00{,}125 \times 4{,}19 \times 21 = 11{,}0 kW, jauh di bawah 36 kW. Periksa pemutus kelompok booster, kumparan kontaktornya, dan elemen.
    5. Hipotesis pertama: tekanan air pagi rendah karena pemakaian gedung, sehingga debit isi turun. Ukur tekanan alir dan debit isi pada pagi hari. Hipotesis kedua: saringan jalur masuk hampir tersumbat sehingga pengisian awal yang panjang melampaui 3 menit. Periksa dan bersihkan saringan, lalu ukur ulang.
    6. Kesadahan air, ditandai kerak kapur dan, pada satu manual, batas konduktivitas; dosis dan jenis deterjen serta bahan bantu bilas; dan nosel bilas yang berkapur. Lapisan pati juga mungkin bila prabilas manual lebih panas dari 30 °C.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Undercounter berpapan kendali menampilkan AL 11. Apa arti alarm itu, sensor mana yang diperiksa, dan apa yang salah di tabel manualnya?

    2

    Elemen tangki 2,2 kW/230 V yang sudah diputus terukur 24,3 Ω. Bagaimana menafsirkannya, dan uji apa yang masih diperlukan?

    3

    Sensor NTC 10 kΩ/beta 3435 terukur sekitar 1,45 kΩ. Kira-kira berapa suhu yang dibacanya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat