Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Dishwashing · Bab 5Terapan

    Kelistrikan dan logika kendali mesin pencuci piring: suplai, kontaktor, timer, interlock, dan papan kendali

    Kelistrikan mesin pencuci piring komersial terdiri atas suplai dan proteksinya, rangkaian daya yang menyakelar pemanas, pompa, dan motor konveyor, serta rangkaian kendali yang menentukan kapan setiap beban boleh bekerja. Bab ini membaca diagram dari manual pabrikan: versi tiga fasa dan satu fasa, kontaktor pemanas berkelompok, satu siklus mesin tipe pintu dari timer dan relai, interlock pintu, level, dan pemanasan bergantian, sakelar rak konveyor, papan kendali elektronik, antarmuka dispenser, dan rangkaian lemari sterilisator. Contoh kerja menghitung arus dari daya, membandingkan arus satu fasa dan tiga fasa, memeriksa kabel pemanas 3,6 kW, menjumlahkan waktu siklus dari setelan timer, dan menulis persamaan logika izin pemanas dari diagram nyata. Enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    24 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah kafe membeli undercounter bekas. Pelat namanya menyebut 380 V tiga fasa dengan arus 12 A, sedangkan kafe itu hanya punya suplai satu fasa. Manual mesinnya ternyata memuat diagram kedua: 220 V satu fasa, 24 A, beserta langkah mengubah sambungan. Pemilik kafe bertanya mengapa arusnya dua kali lipat, padahal mesinnya sama, dan apakah teknisi langganannya boleh langsung mengubahnya. Jawaban pertanyaan pertama ada di diagram. Jawaban pertanyaan kedua ada di aturan kerja: perubahan sambungan suplai adalah pekerjaan teknisi berwenang yang mengikuti diagram pabrikan, dengan mesin terisolasi dan kabel serta pengaman suplai diperiksa ulang untuk arus yang baru.

    Bab ini membaca diagram listrik dari manual pabrikan untuk menjelaskan bagaimana mesin pencuci piring disuplai, disakelar, dan dikendalikan.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas suplai dan proteksi menurut manual; versi tiga fasa dan satu fasa; rangkaian daya; rangkaian kendali relai dan timer; interlock; logika sakelar rak konveyor; kendali elektronik; antarmuka dispenser; serta rangkaian lemari sterilisator.

    Prinsip komponennya tidak diulang dan dirujuk ke rak Kelistrikan: kontaktor di Bab 46 · Kelistrikan & Kendali, relai waktu di Bab 48 · Kelistrikan & Kendali, simbol dan rujukan silang diagram di Bab 50 · Kelistrikan & Kendali, logika penahan diri dan interlock di Bab 51 · Kelistrikan & Kendali, sirkit kendali di Bab 56 · Kelistrikan & Kendali, serta kendali pemanas dengan sakelar proses di Bab 58 · Kelistrikan & Kendali. Hitungan panas ada di bab Sistem panas mesin pencuci piring, dan katalog gangguan di bab Troubleshooting dan perbaikan mesin pencuci piring.

    Suplai dan proteksi menurut manual

    Manual menyebut empat bentuk suplai.

    MesinSuplaiKabel atau arus yang tertulis
    Undercounter relai380 V 3P+N+G, atau 220 V 1P+N+G12 A atau 24 A
    Undercounter berpapan230 V 1N+PE (3,6 kW) atau 400 V 3N+PE (6 kW)16 A, kabel H07RN-F 3 × 2,5 mm²; 9 A, H07RN-F 5G4,0
    Tipe pintu satu pabrikan415 V 3P+N+PE atau 230 V 1P+PE; satu varian 230 V 3P+PE tanpa netral27 A dan 6 mm² pada varian 220 V
    Hood boiler 12 kW400 V 3N+PE18 A, H07RN-F 5G4,0
    Konveyor satu tangki415 V 3P+PE, netral "tidak diperlukan"label "97AMP 35 mm²"
    Konveyor tiga kecepatan400 V 3N+PE55 A
    Dua hood Eropa"lihat pelat nama"—

    Ketentuan proteksinya tersebar. Hanya manual konveyor terowongan yang menyebut jenis dan kepekaan pengaman arus sisa: RCD tipe A 30 mA, dengan pemutus tiga kutub di dinding. Satu manual hood meminta pemisah semua kutub dengan celah kontak sedikitnya 3 mm yang dapat dikunci, serta pengaman lebur lambat atau pemutus daya yang besarnya "bergantung pada konsumsi daya total mesin". Ikatan ekuipotensial disebut empat manual. Pemilihan RCD dibahas di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali, dan kemampuan hantar arus kabel di Bab 27 · Kelistrikan & Kendali.

    Tiga manual menulis peringatan yang sama dengan kalimat berbeda: sesudah mesin dimatikan dari panel, mesin belum bebas tegangan. Pemanas tetap bertegangan sampai pemisah di instalasi gedung diputus. Karena itu, mematikan mesin dari tombolnya tidak pernah menjadi langkah isolasi.

    Versi tiga fasa dan satu fasa

    Beberapa mesin dijual dalam dua versi suplai, dan hanya satu manual yang memuat prosedur pengubahannya.

    • Undercounter relai. Manualnya menjelaskan pengubahan 380 V tiga fasa ke 220 V satu fasa: penghantar suplai disatukan di terminal masuk, satu keluaran diisolasi, satu dipindah ke terminal netral, dan jembatan elemen booster diubah. Diagram tiga fasanya memperlihatkan bahwa hanya booster yang memakai ketiga fasa; pemanas tangki dan pompa tetap pada L1 dan netral. Langkah kontaktornya menyebut kabel "V2" yang tidak ada di diagram mana pun. Fakta ini dicatat untuk memahami diagram, bukan untuk diikuti tanpa manual dan isolasi energi.
    • Undercounter berpapan. Versi satu fasa dan tiga fasa adalah dua model, tanpa prosedur pengubahan. Boiler versi satu fasa 3,6 kW tersambung antara L1 dan netral; versi tiga fasa 6 kW tersambung ke L1, L2, L3, dan netral.
    • Kabel pemanas boiler satu fasa. Daftar sambungan edisi 2020 menulis kabel dari kontaktor ke pemanas boiler 1,5 mm² merah; edisi 2015 menulis 4 mm² hitam. Nama berkas edisi 2015 berbunyi "Ganti Kabel Heater Hitam". Manual tidak menjelaskan alasannya, dan Contoh kerja 3 menghitung arusnya.
    • Tipe pintu satu pabrikan. Dua set diagram: tiga fasa 415 V dengan booster 9 kW, tangki 3 kW, dan pompa cuci 0,9 kW lewat relai beban lebih; satu fasa 230 V dengan booster dan tangki masing-masing 2 kW, pompa tanpa relai beban lebih. Diagram kendali kedua versi identik.

    Rangkaian daya

    Rangkaian daya menghubungkan suplai ke beban lewat pengaman dan kontaktor.

    MesinPemanas: pengaman → penyakelarPengaman kendali
    Undercounter relaitanpa MCB; kontaktor C1 booster, C2 tangkisekring FU1–FU3 5 A
    Tipe pintu satu pabrikanpemutus 1K → kontaktor 1KM booster, 2KM tangki1FU 5 A; 4FU 1 A; catu 5 V untuk lampu
    Undercounter berpapanMCB C20 → K5 → boiler; MCB C16 → bimetal → pemanas tangki → papanMCB C6
    Hood boiler 12 kWMCB C25 3P → K1 → dua elemen 6 kW paralelMCB C6
    Konveyor satu tangki1K → 3KM tangki; 2K → 1KM (booster 1–2); 3K → 2KM (booster 3–4)trafo kendali 415 V ke 220 V dan 110 V
    Konveyor tiga kecepatanMCB C50 3P → K5 → boiler 24 kW; MCB C32 3P → K4 → tangki 12 kWMCB C6

    Ada dua cara memasang termostat pengaman. Pada undercounter berpapan, bimetal boiler memutus kumparan K5, sedangkan bimetal tangki seri langsung di jalur daya pemanas. Pada konveyor tiga kecepatan, kedua bimetal seri dengan kumparan kontaktor. Pencuci panci edisi 2021 menaruh dua termostat 110 °C seri dengan kumparan kontaktor utama yang mencatu kedua kontaktor pemanas. Bab 58 · Kelistrikan & Kendali menjelaskan mengapa pemutus pengaman sebaiknya memutus jalur yang terpisah dari termostat kendali.

    Relai beban lebih untuk motor hanya digambar pada sebagian mesin: tipe pintu versi tiga fasa, konveyor, dan pencuci panci edisi 2021. Undercounter dan hood kecil tidak menggambarkannya, dan manual tidak menjelaskan alasannya.

    Membaca satu siklus dari rangkaian relai dan timer

    Mesin tipe pintu satu pabrikan tidak memakai papan kendali. Seluruh siklusnya dikerjakan relai dan empat timer: KT1 46 s (cuci I), KT2 4 s (jeda), KT3 10 s (bilas), dan KT4 76 s (cuci II). Diagramnya terdiri atas 21 cabang. Jenis kontak NO atau NC dibaca dari bentuk simbol, karena teks manual tidak menjelaskannya. Urutannya:

    1. Level. Sakelar tekanan tangki punya dua kontak: level tinggi (THL) dan level rendah (TLL). Relai level KA1 ditarik saat THL menutup, lalu menahan diri lewat TLL dan kontaknya sendiri. Begitu air turun di bawah TLL, KA1 lepas. Ini pola penahan diri dari Bab 51 · Kelistrikan & Kendali.
    2. Pemanas. Booster (kontaktor 1KM) dan tangki (2KM) dicatu dari titik sesudah rantai level itu. 1KM lewat termostat booster BT dan termostat pengaman BST; 2KM lewat termostat tangki TT dan kontak NC milik 1KM.
    3. Pintu. Sakelar pintu bermagnet menarik relai KA2. Kontak KA2 berada di jalur timer dan jalur isi, sehingga menutup pintu memulai siklus dan membukanya menghentikan.
    4. Pilihan waktu cuci. Sakelar SB2 menarik relai KA3 atau tidak. Bila KA3 ditarik, KT1 (46 s) yang berjalan; bila tidak, KT4 (76 s).
    5. Cuci. Kontaktor pompa cuci 3KM dicatu lewat kontak bertunda KT1 atau KT4 yang masih tertutup. Sinyal deterjen 2FU paralel dengan 3KM.
    6. Jeda dan bilas. Saat KT1 atau KT4 habis, pompa cuci berhenti dan kontak kedua timer itu menarik KT2. Sesudah 4 s, KT2 menarik KT3. Selama 10 s, katup bilas SV, pompa bilas, dan sinyal bahan bantu bilas 3FU bekerja, asalkan KA1 menyatakan tangki berisi.
    7. Isi. Satu cabang lain mencatu SV dan pompa bilas bila tangki belum penuh dan pintu tertutup. Artinya tangki diisi lewat jalur bilas, dari booster.

    Dengan KT1, satu siklus berlangsung 46+4+10=6046 + 4 + 10 = 60 s, sama dengan "one min. per rack" di teks manual. Contoh kerja 4 menulis cabang pemanasnya sebagai persamaan logika.

    Mesin relai lain memakai pola serupa. Undercounter relai memakai timer T1–T3, relai level R1, dan relai pintu R2; tipe pintu berpapan sederhana memakai timer SJ1–SJ3 dan relai J1–J3.

    Interlock

    Interlock memastikan beban hanya bekerja bila syaratnya terpenuhi.

    InterlockCara kerja menurut manual atau diagramMesin
    Sakelar pintu bermagnetpintu terbuka menghentikan siklus; "buka pintu sedikitnya 2 detik lalu tutup" bila mesin tidak mau mulaitipe pintu satu pabrikan
    Pintu ke masukan papanpintu terbuka menjeda; tertutup melanjutkanmesin berpapan kendali
    Pintu inspeksi konveyormotor cuci dan konveyor berhenti; harus dinyalakan ulangkonveyor
    Izin levelpemanas dan timer dicatu sesudah sakelar levelmesin relai, konveyor berpelampung
    Pemanasan bergantiankontak NC kontaktor booster di jalur kontaktor tangkitipe pintu, konveyor satu tangki
    Sakelar rakrak menyalakan pompa cuci dan bilaskonveyor
    Sakelar batas meja keluarrak di ujung meja menghentikan transportkonveyor
    Kopling dan sensor motorrak macet membuat kopling slip dan sensor mematikan motor; celah 2–4 mmkonveyor satu pabrikan
    Henti daruratmenghentikan semua motordua konveyor

    Bab 70 · Kelistrikan & Kendali membahas mengapa interlock pintu adalah fungsi keselamatan dan bagaimana penjembatanannya dicegah.

    Konveyor: sakelar rak, timer, dan transport

    Pada konveyor satu pabrikan, tangga kendalinya dimulai dari relai start J2 yang dicatu lewat sakelar magnet pintu, tombol stop NC, dan kontak relai beban lebih. Tombol start ditahan kontak J2 sendiri. Sakelar cuci X1 menarik relai J3, dan pengatur waktu otomatis SJ2 memutus pompa dan motor sesudah rak terakhir. Sakelar bilas X2 menarik relai J4 yang membuka katup bilas. Pompa cuci dan motor konveyor dicatu dari simpul yang sama, sehingga keduanya selalu berjalan bersama.

    Konveyor tiga kecepatan memakai sensor rak. Sensor B1 di zona cuci menarik relai K1, dan sensor B2 di zona bilas menarik relai K2. Kontak K1 dan K2 menjalankan timer tunda T.1 dan T.2, dan kontak NC kedua timer itu berada di jalur kontaktor pompa cuci K3 dan relai pompa bilas K7. Teks manual tidak menjelaskan fungsi rantai ini sama sekali, sehingga uraian di atas adalah pembacaan diagram yang harus diperiksa pada mesinnya. Kecepatan konveyor tiga tingkat diatur sakelar putar yang masuk ke masukan inverter; versi tanpa inverter memakai kontaktor dan relai termal.

    Kendali elektronik

    Pada mesin berpapan kendali, kontaktor dan katup tidak lagi disakelar timer, melainkan keluaran papan. Papan satu keluarga mesin punya masukan dan keluaran yang tercantum di diagramnya:

    • Masukan: J5 untuk sakelar pintu dan sakelar tekanan boiler serta tangki; J6 untuk dua NTC 10 kΩ.
    • Keluaran: J7.1 pompa deterjen, J7.2 pompa bahan bantu bilas, J7.3 pompa buang, J7.5 pompa cuci, J8.1 pompa bilas, J8.2 katup isi, J9.1 kumparan kontaktor boiler K5, dan J10.1 pemanas tangki.

    Papan menyakelar kumparan kontaktor pemanas besar, bukan pemanasnya langsung. Diagram dan daftar sambungan mesin yang sama tidak sepakat apakah katup isi ada di J8.1 atau J8.2.

    Manual servis menjelaskan lebih jauh. Relai keluaran RL10 menyakelar kontaktor pemanas booster dan RL2 pemanas tangki. Pemancar tekanan memberi tegangan yang dibaca papan; di luar 0,3–4,0 V, kendali mematikan mesin karena sinyalnya tidak masuk akal. Menu diagnosis servis hanya dapat dibuka dengan mesin mati dan kap terbuka. Manual lain memberi menu dosis (deterjen 11 s, bahan bantu bilas 25 s) dan waktu cuci yang hanya diubah teknisi. Logika di dalam papan, seperti kapan relai mana aktif atau apakah boiler dan pemanas tangki boleh menyala bersamaan, tidak dijelaskan manual mana pun. Bab 63 · Kelistrikan & Kendali membahas pengendali terprogram secara umum.

    Antarmuka dispenser

    Mesin tanpa pompa dosis bawaan memberi sinyal ke dispenser luar.

    MesinTerminalBatas beban
    Undercounter relai, tipe pintu satu pabrikan2FU dan N (cuci), 3FU dan N (bilas), 220–230 Vtidak lebih dari 3 A
    Tipe pintu berpapan sederhana2FU dan N, 3FU dan Ntidak lebih dari 5 A
    Hood Eropajalur enam pin: L1, N, RINSE, WASH, FILL, PE0,5 A
    Hood lainsteker cable harness100 VA
    Konveyor berkendali elektronikX3: FILL, WASH, RINSE, cadangan, L1, N, PEL1 dan N bersekring 4 A
    Konveyor terowonganDD (cuci) dan BB (bilas), tegangan suplai1 A

    Satu manual tipe pintu dengan dispenser bawaan menyuruh menyambung sinyal ke "2FU & N" dan "3FU & N", padahal suplainya 230 V tiga fasa tanpa netral dan jalur balik di diagramnya berlabel L21. Penyambung yang mengikuti teks akan mencari terminal yang tidak ada. Diagram yang menentukan, dan pertentangan seperti ini ditanyakan ke pabrikan.

    Rangkaian lemari sterilisator

    Rangkaian lemari sterilisator alat makan sederhana. Sakelar S1 16 A/250 V memutus fasa dan netral. Pemanas kuarsa 300 W dicatu lewat bimetal 75 °C. Lampu UV 15 W dicatu lewat kontak relai K1, dan kumparan K1 dicatu lewat sakelar magnet MS1, yang menurut pembaca diagram adalah sakelar pintu. Akibatnya, membuka pintu memadamkan lampu UV, tetapi pemanas tetap bekerja. Teks manualnya menyebut alat "berhenti otomatis bila pintu dibuka", sedangkan kalimat lain di halaman yang sama hanya menyebut lampu yang padam. Sampai pabrikan mengonfirmasi, bagian dalam lemari tidak boleh dianggap aman disentuh hanya karena pintunya terbuka.

    Contoh kerja

    Hitungan memakai angka manual dan beban resistif (cos⁡φ=1\cos\varphi = 1); daya motor diperlakukan sama, sebagai penyederhanaan. Untuk tiga fasa seimbang, IL=P/(3 UL)I_\text{L} = P/(\sqrt3\,U_\text{L}), dengan 3×400=692,8\sqrt3 \times 400 = 692{,}8 V dan 3×415=718,8\sqrt3 \times 415 = 718{,}8 V (Bab 8 · Kelistrikan & Kendali).

    1. Arus dari daya total. Konveyor tiga kecepatan: boiler 24 kW, tangki 12 kW, pompa cuci 1,5 kW, pompa bilas 0,25 kW, dan motor 0,35 kW, jumlah 38,1 kW. IL=38 100/692,8=55,0I_\text{L} = 38\,100/692{,}8 = 55{,}0 A, persis "MAX CURRENT 55 A" di manual. Per sirkuit: boiler 24 000/692,8=34,624\,000/692{,}8 = 34{,}6 A di bawah MCB 50 A; tangki 17,3 A di bawah MCB 32 A. Uji yang sama pada hood boiler 12 kW memberi 12 000/692,8=17,312\,000/692{,}8 = 17{,}3 A untuk boiler saja, cocok dengan 18 A di pelat, sedangkan semua beban (15,3 kW) memberi 22,1 A. Arus pelat mesin ini hanya mencakup boiler. Manual tidak menjelaskan apakah papan mencegah beban lain menyala bersamaan, sehingga kabel dan pengaman dipilih dari pelat dan manual, bukan dari tebakan.

    2. Satu fasa dibanding tiga fasa. Untuk beban seimbang berdaya sama, I1f=P/UI_{1f} = P/U dan I3f=P/(3 UL)I_{3f} = P/(\sqrt3\,U_\text{L}), sehingga perbandingannya 3×380/220=3,0\sqrt3 \times 380/220 = 3{,}0. Undercounter relai menulis 24 A dan 12 A, perbandingan 2,0. Diagram menjelaskan selisihnya: pada versi tiga fasa hanya booster yang dibagi ke tiga fasa, sedangkan pompa tetap di L1, sehingga bebannya tidak seimbang. Pada versi satu fasa, booster 4,5 kW menarik 4 500/220=20,54\,500/220 = 20{,}5 A dan pompa 660 W menarik 3,0 A, jumlah 23,5 A, dekat dengan 24 A, bila pemanas tangki tidak menyala bersamaan booster. Angka 12 A tidak dapat dihitung ulang dengan pasti dari label diagramnya. Undercounter berpapan lebih jelas: versi satu fasa 3,6 kW menarik 3 600/230=15,73\,600/230 = 15{,}7 A, versi tiga fasa 6 kW menarik 6 000/692,8=8,76\,000/692{,}8 = 8{,}7 A. Daya 67% lebih besar, arus per saluran 45% lebih kecil.

    3. Kabel pemanas 3,6 kW. Arus pemanas I=3 600/230=15,65I = 3\,600/230 = 15{,}65 A. Rapat arus J=I/AJ = I/A pada kabel 1,5 mm² adalah 15,65/1,5=10,415{,}65/1{,}5 = 10{,}4 A/mm²; pada 4 mm², 3,93{,}9 A/mm². Sebagai pembanding, kabel suplai mesin yang sama, 2,5 mm² pada 16 A, bekerja pada 6,4 A/mm². Hanya kabel 1,5 mm² yang rapat arusnya lebih tinggi daripada kabel suplai mesinnya sendiri. Hitungan ini bukan penilaian kemampuan hantar arus, yang bergantung pada jenis kabel, suhu ruang panel, dan cara pemasangan (Bab 27 · Kelistrikan & Kendali); ia hanya menunjukkan mengapa penggantian ke 4 mm² masuk akal.

    4. Waktu siklus dan persamaan logika. Dari setelan timer tipe pintu satu pabrikan: 46+4+10=6046 + 4 + 10 = 60 s (KT1) dan 76+4+10=9076 + 4 + 10 = 90 s (KT4), atau 60 dan 40 rak per jam. Undercounter relai menulis 76+2+12=9076 + 2 + 12 = 90 s di teks, tetapi legendanya 90+4+10=10490 + 4 + 10 = 104 s; kedua angka dicatat.

    Dengan notasi Bab 58 · Kelistrikan & Kendali (· berarti seri, + paralel, garis atas berarti kontak NC), cabang pemanas tipe pintu itu terbaca:

    KA1=SB1⋅(THL+TLL⋅KA1)\mathrm{KA1} = \mathrm{SB1} \cdot (\mathrm{THL} + \mathrm{TLL} \cdot \mathrm{KA1})1KM=SB1⋅(THL+TLL⋅KA1)⋅BT⋅BST,2KM=SB1⋅(THL+TLL⋅KA1)⋅TT⋅1KM‾\mathrm{1KM} = \mathrm{SB1} \cdot (\mathrm{THL} + \mathrm{TLL} \cdot \mathrm{KA1}) \cdot \mathrm{BT} \cdot \mathrm{BST}, \qquad \mathrm{2KM} = \mathrm{SB1} \cdot (\mathrm{THL} + \mathrm{TLL} \cdot \mathrm{KA1}) \cdot \mathrm{TT} \cdot \overline{\mathrm{1KM}}

    SB1 adalah sakelar daya; THL dan TLL kontak sakelar tekanan; BT, BST, dan TT bernilai 1 selama termostatnya belum membuka. Saat tangki penuh dan booster dingin, 1KM = 1, sehingga 1KM‾=0\overline{\mathrm{1KM}} = 0 dan 2KM = 0 walaupun TT = 1. Setelah BT membuka, 1KM = 0 dan pemanas tangki boleh menyala. Itulah pemanasan bergantian dalam bentuk logika.

    5. Pemanasan bergantian dalam ampere. Konveyor satu tangki pada 415 V: 47 kW penuh memerlukan 47 000/718,8=65,447\,000/718{,}8 = 65{,}4 A, sedangkan 38 kW suplai memerlukan 52,9 A. Selisih 12,5 A sama dengan arus pemanas tangki 9 kW. Label "97AMP" di diagram mesin ini tidak cocok dengan kedua angka dan tidak dijelaskan, sehingga tidak boleh dipakai sebagai arus beban.

    6. Batas sinyal dispenser. Dengan S=UIS = U I: 220 V × 3 A = 660 VA; 220 V × 5 A = 1.100 VA; 230 V × 0,5 A = 115 VA (anggapan tegangan 230 V); 100 VA tertulis langsung. Batas antarmesin berbeda sampai sebelas kali, sehingga dispenser yang aman di satu mesin dapat memutus sekring di mesin lain.

    Contoh kerja lapangan

    Contoh di bawah memakai rumus dan angka manual bab ini dengan penyederhanaan yang sama (cos⁡φ=1\cos\varphi = 1, beban tiga fasa dianggap seimbang); angka yang bukan dari sumber ditandai angka latihan. Semua pengukuran arus pada mesin bertegangan dikerjakan teknisi berwenang dengan tang ampere berkategori ukur sesuai, dan panel hanya dibuka mengikuti kondisi berhenti butir 1.

    Contoh 1: undercounter satu fasa di bar hotel. Undercounter berpapan versi satu fasa bersuplai 230 V dengan pelat 16 A dan kabel tiga inti 2,5 mm². Di dalamnya, boiler 3,6 kW dilindungi MCB C20 dan pemanas tangki 2,2 kW dilindungi MCB C16:

    Iboiler=3 600230=15,7 A,Itangki=2 200230=9,6 AI_\text{boiler} = \frac{3\,600}{230} = 15{,}7\ \text{A}, \qquad I_\text{tangki} = \frac{2\,200}{230} = 9{,}6\ \text{A}

    Bila keduanya menyala bersamaan, arusnya 25,2 A, jauh di atas pelat. Pelat 16 A hanya mencakup boiler, sama seperti hood boiler 12 kW di Contoh kerja 1. Bila pemutus suplai 16 A sering trip saat mesin memanaskan, itu dapat menjadi petunjuk bahwa kedua pemanas menyala bersamaan. Temuan itu dilaporkan ke pabrikan; pengaman suplai tidak diperbesar tanpa menghitung ulang kabelnya menurut Bab 27 · Kelistrikan & Kendali tentang kemampuan hantar arus.

    Contoh 2: satu kelompok booster konveyor hilang. Konveyor satu tangki di dapur hotel membilas di bawah 82 °C pada jam sibuk. Empat elemen booster 9 kW dicatu dua kelompok: pemutus 2K ke kontaktor 1KM untuk booster 1 sampai 2, dan pemutus 3K ke 2KM untuk booster 3 sampai 4. Arus satu kelompok 18 kW pada 415 V:

    IL=18 0003×415=18 000718,8=25,0 AI_\text{L} = \frac{18\,000}{\sqrt3 \times 415} = \frac{18\,000}{718{,}8} = 25{,}0\ \text{A}

    Teknisi membaca 25 A di keluaran 2K dan 0 A di keluaran 3K saat booster seharusnya memanaskan (angka latihan). Kelompok booster 3 sampai 4 tidak bekerja, dan daya booster tinggal 18 kW, sejalan dengan hitungan suhu di Bab 6 tentang troubleshooting. Pemeriksaan berikutnya, dengan mesin terisolasi, adalah pemutus 3K, kumparan dan kontak 2KM, lalu kedua elemennya.

    Contoh 3: tangki panas, bilas dingin. Mesin tipe pintu tiga fasa 415 V di dapur sebuah rumah sakit membilas dingin, sedangkan air tangkinya tetap panas. Level normal berarti SB1⋅(THL+TLL⋅KA1)=1\mathrm{SB1} \cdot (\mathrm{THL} + \mathrm{TLL} \cdot \mathrm{KA1}) = 1, dan booster yang dingin berarti BT = 1. Dengan persamaan Contoh kerja 4, bila BST trip:

    1KM=1⋅BT⋅BST=1⋅1⋅0=0,2KM=1⋅TT⋅1KM‾=TT\mathrm{1KM} = 1 \cdot \mathrm{BT} \cdot \mathrm{BST} = 1 \cdot 1 \cdot 0 = 0, \qquad \mathrm{2KM} = 1 \cdot \mathrm{TT} \cdot \overline{\mathrm{1KM}} = \mathrm{TT}

    Pemanas tangki tetap bekerja menurut termostatnya, cocok dengan gejala. Bila 1KM menutup tetapi elemen booster putus, 1KM‾=0\overline{\mathrm{1KM}} = 0 mengunci pemanas tangki, sehingga tangki ikut dingin; dugaan ini tidak cocok. Tang ampere di suplai membaca 5,4 A saat TT menutup dan pompa berjalan (angka latihan), sama dengan tangki 3 kW ditambah pompa 0,9 kW, 3 900/718,8=5,43\,900/718{,}8 = 5{,}4 A, tanpa 12,5 A dari booster. Kontinuitas BST dan kumparan 1KM lalu diperiksa dengan mesin terisolasi. BST yang trip termasuk kondisi berhenti di Bab 4 tentang sistem panas: penyebabnya dicari dulu.

    Contoh 4: lemari sterilisator di rumah sakit. Petugas ingin mengambil sendok dari lemari sterilisator yang lampu UV-nya padam saat pintu dibuka. Arus menurut daya pengenal pada 230 V:

    Ipemanas=300230=1,30 A,IUV=15230=0,065 AI_\text{pemanas} = \frac{300}{230} = 1{,}30\ \text{A}, \qquad I_\text{UV} = \frac{15}{230} = 0{,}065\ \text{A}

    Dengan pintu tertutup arusnya 1,37 A. Tang ampere teknisi membaca 1,3 A pada penghantar fasa saat pintu terbuka (angka latihan). Hanya lampu UV yang padam; pemanas kuarsa tetap bekerja, sesuai diagram. Selisih 0,065 A hanya 4,8% dari arus total, sehingga padamnya lampu hampir tidak mengubah arus; yang menentukan adalah 1,3 A yang tetap mengalir. Bagian dalam lemari diperlakukan panas dan bertegangan sampai sakelar S1 dimatikan dan kabinet dingin.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada teknisi berwenang bila:

    1. Pekerjaan memerlukan membuka kotak listrik atau panel. Isolasi di pemisah gedung, kunci, dan verifikasi bebas tegangan mengikuti Bab 76 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 14 · Kelistrikan & Kendali; tombol panel bukan isolasi.
    2. Suplai akan diubah dari tiga fasa ke satu fasa atau sebaliknya. Kabel, pengaman, dan RCD suplai harus dihitung ulang untuk arus baru, dan pekerjaan mengikuti diagram pabrikan.
    3. Seseorang mengusulkan menjembatani sakelar pintu, sakelar level, termostat pengaman, atau sensor kopling agar mesin "jalan dulu".
    4. Diagram dan teks manual bertentangan, misalnya terminal netral yang tidak ada, dan sambungan bergantung pada jawabannya.
    5. Arah putar motor perlu dibalik dengan menukar penghantar suplai. Manual konveyor memintanya disertai uji jalan sesaat; itu pekerjaan teknisi dengan mesin kosong dan orang menjauh dari konveyor.
    6. Menu servis yang menyalakan relai keluaran satu per satu akan dipakai. Menu itu menyalakan pemanas dan pompa langsung, sehingga hanya untuk teknisi yang memahami akibatnya.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Mesin aman karena tombolnya sudah OFF." Tiga manual menyatakan sebaliknya.

    "Arus satu fasa selalu √3 kali arus tiga fasa." Itu hanya untuk beban seimbang yang sama. Diagram undercounter relai memperlihatkan beban yang tidak seimbang.

    "Arus di pelat sama dengan jumlah semua beban." Pada beberapa mesin, pelat hanya mencakup boiler.

    "Label ampere di diagram adalah arus beban." Label "97AMP" dan "27AMP" tidak dijelaskan manual dan tidak cocok dengan daya mesinnya.

    "Teks manual lebih benar daripada diagram." Kasus terminal N dan lemari sterilisator menunjukkan teks bisa salah. Bila keduanya bertentangan, tanyakan ke pabrikan.

    "Logika papan kendali bisa ditebak dari peta konektor." Peta konektor hanya menunjukkan sambungan; urutan dan prioritasnya ada di perangkat lunak yang tidak dijelaskan manual.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 8 · Kelistrikan & Kendali menurunkan rumus daya tiga fasa, Bab 46 · Kelistrikan & Kendali–Bab 51 · Kelistrikan & Kendali menjelaskan kontaktor, relai waktu, diagram, dan logika yang dibaca di sini, Bab 58 · Kelistrikan & Kendali menjelaskan susunan pengaman pemanas, Bab 22 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 27 · Kelistrikan & Kendali memilih RCD dan kabel, dan Bab 70 · Kelistrikan & Kendali membahas interlock pintu sebagai fungsi keselamatan. Bab sistem panas menghitung daya pemanas yang disakelar rangkaian ini, dan bab troubleshooting memakai cara membaca diagram di bab ini untuk mencari gangguan.

    Latihan dan pembahasan

    1. Hood boiler 12 kW bersuplai 400 V tiga fasa. Hitung arus boiler dan bandingkan dengan arus pelat 18 A.
    2. Undercounter berpapan versi satu fasa memakai boiler 3,6 kW pada 230 V. Hitung arusnya dan resistansi elemennya.
    3. Tuliskan persamaan logika kontaktor tangki 2KM tipe pintu satu pabrikan, lalu jelaskan apa yang terjadi bila kontak NC 1KM las tertutup.
    4. Pada tipe pintu yang sama, sakelar SB2 dipindah sehingga KT4 yang berjalan. Berapa lama satu siklus dan berapa rak per jam?
    5. Dispenser luar menarik 0,8 A pada 230 V. Pada mesin mana di tabel antarmuka dispenser ia aman disambung?
    6. Teknisi menemukan lemari sterilisator yang lampunya padam saat pintu dibuka. Apakah itu cukup untuk menyatakan bagian dalamnya aman disentuh?

    Kunci jawaban beralasan

    1. 12 000/692,8=17,312\,000/692{,}8 = 17{,}3 A, cocok dengan 18 A. Jumlah semua beban 15,3 kW memberi 22,1 A, sehingga arus pelat hanya mencakup boiler.
    2. I=3 600/230=15,7I = 3\,600/230 = 15{,}7 A; R=2302/3 600=14,7 ΩR = 230^2/3\,600 = 14{,}7\ \Omega.
    3. 2KM=SB1⋅(THL+TLL⋅KA1)⋅TT⋅1KM‾\mathrm{2KM} = \mathrm{SB1} \cdot (\mathrm{THL} + \mathrm{TLL} \cdot \mathrm{KA1}) \cdot \mathrm{TT} \cdot \overline{\mathrm{1KM}}. Bila kontak NC 1KM las tertutup, saling kunci hilang: pemanas tangki dapat menyala bersama booster, dan arus suplai naik dari 12,5 A ke 16,7 A pada versi tiga fasa 415 V.
    4. 76+4+10=9076 + 4 + 10 = 90 s; 3 600/90=403\,600/90 = 40 rak per jam.
    5. 0,8 A × 230 V = 184 VA. Aman pada terminal 2FU/3FU (3 A atau 5 A) dan X3 bersekring 4 A; melebihi batas 0,5 A dan 100 VA, dan dekat batas 1 A konveyor terowongan.
    6. Tidak. Diagramnya hanya memutus lampu UV; pemanas tetap dicatu lewat bimetal. Isolasi listrik dan tunggu bagian dalam dingin sebelum menyentuh.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Hood boiler 12 kW bersuplai 400 V tiga fasa. Hitung arus boiler dan bandingkan dengan arus pelat 18 A.

    2

    Undercounter berpapan versi satu fasa memakai boiler 3,6 kW pada 230 V. Hitung arusnya dan resistansi elemennya.

    3

    Tuliskan persamaan logika kontaktor tangki 2KM tipe pintu satu pabrikan, lalu jelaskan apa yang terjadi bila kontak NC 1KM las tertutup.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat