Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Kelistrikan & Kendali · Bab 50Terapan

    Diagram kendali: simbol IEC, kode referensi, dan rujukan silang

    Bab ini mengajarkan cara membaca dan menggambar diagram kendali mesin menurut keluarga standar IEC: nama jenis diagram menurut IEC 61082-1, cara simbol IEC 60617 disusun dari simbol umum dan tanda fungsi, keadaan kontak yang digambar, kode referensi IEC 81346 dengan huruf kelas edisi 2019, kisi kolom dan rujukan silang kontak ke koil, serta perbandingannya dengan gaya ladder Amerika Utara. Contoh kerja mengubah diagram asut langsung gaya lama dari buku ajar korpus menjadi gaya IEC berkode referensi, lalu menurunkan tabel sambungan dan jumlah inti kabel ke stasiun kendali di mesin. Penandaan terminal dan angka fungsi kontak tidak diulang dari bab komponen kendali, dan logika rangkaian dibahas pada bab logika kendali dasar.

    28 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Pompa sirkulasi sebuah washer-extractor impor tidak mau jalan. Pada diagram mesin, koil kontaktor pompa sirkulasi bertanda -Q4 berada di lembar 5 kolom 3, dan di jalur yang sama ada kontak penutup bertanda -K7 dengan catatan kecil "/9.2". Teknisi laundry itu terbiasa dengan diagram buku ajar yang memberi label K1, TOR, dan MCB tanpa nomor lembar, jadi ia hanya memeriksa lembar 5, menemukan koil -Q4 tidak dicatu, lalu mengganti kontaktornya. Pompa tetap diam. Koil -K7, relai pengunci pintu, ternyata ada di lembar 9 kolom 2, dan catatan "/9.2" itu menunjuk ke sana sejak awal.

    Bab 2 menjelaskan arti kontak NO dan NC, dan Bab 52 menjelaskan jenis dokumen teknik beserta pertanyaan yang dijawab masing-masing. Bab komponen kendali sudah menguraikan nomor terminal kontaktor, angka fungsi 1-2 dan 3-4, serta kontak tukar 11-12-14, sedangkan bab relai waktu menjelaskan perilaku kontak bertunda. Yang belum dibahas adalah bahasa gambarnya: simbol, nama perangkat yang sama di gambar, label, dan daftar komponen, serta cara mengikuti perangkat yang kontaknya tersebar di banyak lembar.

    Batas pembahasan

    Pembahasan mencakup diagram sirkit kendali dan daya tegangan rendah untuk mesin dan panel motor menurut IEC 61082-1, IEC 60617, IEC 81346-1, dan IEC 81346-2, serta konvensi ladder Amerika Utara sejauh diperlukan untuk membaca mesin dari sana. Nomor terminal perangkat tidak diulang dari bab komponen kendali, dan simbol denah instalasi bangunan berada di luar cakupan. Logika penahan diri dan interlock dibahas pada bab logika kendali dasar; rangkaian di sini hanya bahan gambar. Pencocokan diagram dengan panel dilakukan pada panel terisolasi dan terverifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan.

    Norma: PUIL menunjuk keluarga standar IEC

    PUIL 2020 tidak menggambar simbol sendiri, tetapi menunjuk ke IEC. Bagian 5-51, 514.5.1, meminta diagram, grafik, atau tabel yang menunjukkan susunan sirkit serta identitas dan lokasi gawai proteksi, isolasi, dan penyakelaran; 514.5.2 meminta lambang dipilih dari seri IEC 60617. Bagian 5-511, 5110.6.2, meminta diagram atau tabel pengawatan bila susunan sirkit tidak jelas dari susunan fisik perangkat di PHB (istilah PUIL 2020: PSDK), bagan sirkit dipasang di tempat yang mudah dilihat, terminal gawai kendali diberi tanda jelas, dan PHB bergawai kendali dilengkapi gambar dengan penjelasan (5110.5.3 sampai 5110.5.5). Klausul 5110.6.3 lebih tegas: penamaan pada label di PHB harus sesuai dengan IEC 81346-1 dan IEC 81346-2 dan identik dengan penamaan di diagram pengawatan, yang disusun menurut IEC 61082-1.

    Klausul 514.5.1 masih menyebut IEC 61346-1, yang dalam acuan normatif 510.2 bertahun 1996 dan sudah digantikan seri ISO/IEC 81346; edisi berlaku adalah IEC 81346-1:2022 untuk aturan dasar dan IEC 81346-2:2019 untuk huruf kelas. Peralatan listrik pada mesin dikecualikan dari PUIL 2020 oleh 11.3 k); padanannya IEC 60204-1 klausul 16.5 tentang penandaan referensi dan klausul 17 tentang dokumentasi teknik. Jadi gaya IEC bukan selera: pada PHB instalasi, label dan diagram wajib memakai nama yang sama menurut 5110.6.3, dan panel serta stasiun kendali mesin mengikuti prinsip yang sama melalui IEC 60204-1.

    Jenis diagram menurut IEC 61082-1

    Bab 52 membagi dokumen menurut pertanyaan yang dijawabnya. IEC 61082-1:2014 memberi nama baku yang tercetak di kolom judul gambar mesin impor, dan tabel berikut memetakannya ke istilah Bab 52 dan buku ajar korpus.

    Nama IEC 61082-1KlausulIsiIstilah Bab 52 dan korpus
    Diagram ikhtisar (overview diagram)7.2Hubungan antarbagian utama, sering satu garisDiagram blok, diagram satu garis
    Diagram fungsi (function diagram)7.3Fungsi atau logika tanpa perangkat fisikDiagram logika
    Diagram sirkit (circuit diagram)7.4Semua perangkat dan sambungan listriknya, disusun menurut fungsiSkematik; diagram daya dan kontrol; diagram lintasan
    Diagram sambungan (connection diagram)7.5Sambungan fisik antarterminal, termasuk kabel dan intiDiagram pengawatan; diagram terminal
    Tabel sambungan (connection table)9.3Isi diagram sambungan dalam bentuk tabelRencana terminal, jadwal kabel
    Gambar susunan (arrangement drawing)8.3Letak perangkat pada pelat atau lemariTata letak panel

    Buku ajar kendali elektromekanik korpus menyebut tiga gambar: diagram kontrol, diagram daya, dan diagram pengawatan. Dalam istilah IEC, diagram daya dan diagram kontrol adalah dua bagian diagram sirkit yang dipisah menurut fungsi, sering di lembar berbeda. "Diagram lintasan atau aliran" pada buku ajar instalasi motor korpus, dengan rangkaian utama di kiri, pengendali di kanan, dan kode huruf pada setiap elemen, juga diagram sirkit.

    IEC 61082-1 7.1.9 mengatur penyajian sirkit multifase; dalam praktik, penyajian satu garis memakai satu garis untuk beberapa konduktor, dan penyajian lain menggambar setiap konduktor. Diagram daya motor lazim menggambar setiap fasa supaya kutub kontaktor terlihat; diagram ikhtisar lazim satu garis.

    Simbol IEC 60617: simbol umum ditambah tanda

    IEC 60617 adalah basis data daring berisi lebih dari 1.500 simbol grafis, masing-masing bernomor identitas berawalan S. Simbol perangkat penyakelaran disusun dari simbol umum yang diberi tanda tambahan (qualifying symbol). Simbol umum kontak penutup adalah garis yang terbuka dari kontak tetap, dan kontak pembuka garis yang menyentuh kontak tetap. Tanda di kontak tetap menyatakan fungsi perangkat; tanda pada garis putus-putus penghubung mekanis menyatakan cara penggerakannya.

    Unsur simbolBentukArti
    Tanda fungsi kontaktorSetengah lingkaran kecil di kontak tetapKontak utama kontaktor
    Tanda fungsi pemutus sirkitSilang kecil di kontak tetapKontak yang memutus arus gangguan
    Tanda fungsi pemisahGaris pendek melintang di kontak tetapKontak pemisah
    Penggerak tekanGaris putus-putus dengan bentuk tombolTombol tekan
    Penggerak jamurKepala setengah lingkaranTombol stop darurat
    Busur pada kontak bergerakSetengah lingkaran menyerupai parasutKontak bertunda
    KoilPersegi panjangPerangkat penggerak relai atau kontaktor
    MotorLingkaran berhuruf M, jenis arus di bawahnyaMotor, misalnya "M 3~"
    Lampu tandaLingkaran dengan silangLampu indikator
    SekeringPersegi panjang dengan garis di sumbunyaPengaman lebur

    Tanda-tanda itu dapat digabung. Lampiran A IEC 61082-1 memberi beberapa cara menyusun simbol MCB, misalnya simbol pemutus sirkit ditambah tanda pelepas termal dan elektromagnetik, begitu pula MCB dengan RCD (gawai proteksi arus sisa, GPAS). Standar itu juga mengatur penyajian simbol (5.12), dan praktik lazim membolehkan simbol diputar atau dicerminkan asalkan artinya tetap (keyakinan sedang), sehingga dua gambar yang berbeda dapat sama-sama benar.

    Simbol kontak bertunda dijanjikan pada bab relai waktu. Busur pada kontak bergerak menandai gerakan yang diperlambat; kaidah pengingat yang lazim adalah parasut, yaitu gerakan kontak ke arah bukaan busur yang tertunda, sedangkan gerakan sebaliknya seketika (keyakinan sedang). Kontak penutup tunda-nyala karena itu digambar dengan busur yang membuat penutupan terlambat dan pembukaan seketika. Kesimpulan tentang arah tunda selalu dicocokkan dengan diagram waktu pada lembar data relai, seperti diajarkan bab relai waktu.

    Keadaan kontak yang digambar

    Diagram sirkit menggambar setiap kontak pada satu keadaan acuan, dan IEC 61082-1 7.4.4 mengatur penyajian komponen yang memiliki bagian bergerak. Keadaan acuan yang lazim adalah tanpa energi dan tanpa aksi: koil tidak dicatu, tombol tidak ditekan, sakelar pilih di posisi 0, dan sakelar posisi tidak disentuh aktuatornya. Kaidah ini membuat "NO" dan "NC" bermakna tetap, seperti dijelaskan Bab 2. Kontak -Q1 13-14 digambar terbuka walaupun tertutup selama mesin berjalan.

    Sensor proses tidak punya keadaan "tanpa energi" yang jelas: pelampung dapat digambar pada tangki kosong atau penuh, sakelar tekanan pada tekanan nol atau tekanan kerja. Diagram yang baik menuliskan keadaan acuannya, misalnya "digambar pada tangki kosong" atau "pintu terbuka". Sakelar posisi pintu yang digambar pada pintu terbuka menampilkan kontak NO terbuka, padahal selama mesin bekerja kontak itu tertutup; pembaca yang melewatkan catatan keadaan akan mengira logika pengaman pintu terbalik. Posisi kontak di gambar juga bukan bukti posisi kontak di panel: kontak las, pegas patah, atau blok kontak lepas membuat perangkat berbeda dari gambarnya (bab komponen kendali dan Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis).

    Kode referensi IEC 81346

    Kode referensi (reference designation) adalah nama unik perangkat di dalam sistem, dicetak di samping simbol, di label, di daftar komponen, dan di tabel sambungan. IEC 81346-1 membedakan tiga sudut pandang utama, masing-masing dengan tanda awalan.

    TandaAspekMenjawabContoh ilustrasi
    =FungsiUntuk apa objek itu ada=WE2 (mesin cuci nomor 2)
    -ProdukObjek fisik apa-Q1 (kontaktor)
    +LokasiDi mana objek dipasang+PNL1 (panel utama)
    :TerminalTerminal mana pada objek-X1:3, -Q1:14

    Titik dua untuk terminal berasal dari IEC 61666, dan nomor sesudahnya tetap nomor terminal pabrikan dari bab komponen kendali. Edisi 2022 IEC 81346-1 menambahkan aspek tipe. Kode sesudah = dan + pada tabel adalah kode proyek ilustrasi; banyak proyek menetapkannya di lembar keterangan.

    Kode produk dibentuk dari huruf kelas dan nomor urut. Huruf kelas diambil dari Tabel 1 IEC 81346-2:2019, yang menggolongkan objek menurut fungsi bawaannya (inherent function), yaitu fungsi yang melekat pada objek terlepas dari cara pemakaiannya. Tabel berikut memuat kelas yang sering muncul di panel kendali, dengan definisi yang diparafrasekan dari sampel resmi standar.

    HurufDefinisi kelas (parafrase)Contoh di panel kendali
    BMengambil informasi dan memberi representasinyaSakelar posisi, pelampung, sensor suhu
    EMemancarkanElemen pemanas, lampu penerangan
    FMelindungi dari akibat keadaan berbahaya atau tak diinginkanSekering, relai beban lebih, MCB, RCD, SPD
    GMenghasilkan aliran yang dapat dikendalikanGenerator, pompa
    KMengolah sinyal masukan dan memberi keluaranRelai bantu, relai waktu, PLC, relai keselamatan
    MMemberi gerak atau gaya mekanisMotor, solenoid penggerak
    PMenyajikan informasi yang dapat ditangkap indraLampu tanda, meter, klakson
    QMengendalikan akses atau aliranKontaktor, pemutus daya, pemisah, katup
    SMendeteksi aksi manusia dan memberi tanggapanTombol, sakelar pilih, pedal
    TMengubah (mentransformasi)Transformator, penyearah, VFD
    WMenghantarkan dari satu tempat ke tempat lainKabel, rel daya (busbar)
    XMenjadi antarmuka objekBlok terminal, konektor, kotak kontak

    Kelas C (menyimpan), H (mengolah bahan), N (menyelubungi), R (membatasi), dan U (menahan posisi) juga ada; huruf A, I, dan O tidak boleh dipakai, sedangkan D, J, L, V, Y, dan Z dicadangkan. Contoh di kolom kanan adalah penerapan editor, karena standar menegaskan bahwa kelas ditentukan oleh definisinya, bukan oleh nama atau contohnya. Dua akibatnya sering mengejutkan pembaca gaya lama: sakelar posisi pintu adalah B, bukan S, karena mendeteksi posisi benda, bukan tindakan manusia; relai dan PLC adalah K, sedangkan kontaktor daya adalah Q.

    Edisi 2019 mengubah dasar klasifikasi ke fungsi bawaan dan memakai skema tiga tingkat; edisi 2009 masih memakai A untuk objek dengan dua tujuan atau lebih dan E untuk penyedia energi pancaran atau panas. Pada tingkat kedua, satu sumber sekunder untuk edisi 2019 menempatkan kontaktor dan pemutus daya di QA, relai dan relai waktu di KF, sekering dan MCB di FC, tombol di SJ, dan lampu tanda di PF. Sumber itu memisahkan pemutus daya (QA), yang fungsi bawaannya menyakelar aliran energi, dari MCB (FC), yang fungsi bawaannya melindungi kabel dari arus lebih; MPCB pada bab proteksi motor lazim diberi Q sebagai pemutus daya (keyakinan sedang). Karena batas ini tidak selalu seragam antarproyek, diagram yang baik menyatakan edisi dan tabel kelas yang dipakai. Edisi ketiga IEC 81346-2 berada di tahap FDIS sejak Agustus 2026, sehingga kode subkelas masih dapat bergeser.

    Huruf K untuk semua kontaktor dan H untuk lampu tanda di buku ajar korpus, serta -A1 untuk rakitan atau rak PLC, berasal dari konvensi lebih tua (IEC 60750 dan padanannya di Jerman), yang memakai K untuk relai dan kontaktor sekaligus dan A untuk rakitan (keyakinan sedang). Edisi 2019 tidak memakai A, sehingga rak PLC digolongkan menurut fungsi bawaannya, yaitu K. Label kata seperti MCB atau TOR bukan kode referensi: dua MCB di satu panel bernama sama, dan daftar komponen tidak dapat menunjuk salah satunya.

    Bab-bab lain di rak ini memakai konvensi yang sama: huruf kelas edisi 2019 ditambah nomor mulai 1, ditulis dengan awalan "-" sebagai teks biasa (-Q1, terminal -Q1:13), dan kode gaya lama dari buku ajar disebut sekali dalam kurung.

    Kisi kolom, lembar, dan rujukan silang

    Satu kontaktor dapat memiliki kontak di lembar daya, kendali, dan PLC. IEC 61082-1 mengatur penomoran lembar (5.6), kisi referensi (reference grid) berupa kolom bernomor di tepi lembar dan baris berhuruf bila perlu (contoh di Gambar 8 standar), serta rujukan silang (5.8). Setiap jalur arus biasanya menempati satu kolom, sehingga alamat "/3.4" berarti lembar 3, kolom 4. Formatnya berbeda antarperangkat lunak gambar ("3.4", "/3.4", "3-4"), jadi lembar keterangan dibaca lebih dulu.

    Perangkat yang bagiannya tersebar digambar dengan penyajian terpisah (detached representation), yang rujukan silangnya dicontohkan IEC 61082-1. Di gambar mesin hasilnya dua petunjuk. Di bawah koil tercetak tabel kontak (contact image) yang mendaftar semua kontak perangkat itu, termasuk kontak utama, dengan nomor terminal dan alamat letaknya; kontak yang tidak berisi alamat adalah kontak cadangan. Di samping setiap kontak yang terpisah tercetak kode referensi perangkatnya dan alamat koilnya. Tabel kontak ini berbeda dari kontak cermin, jenis kontak bantu fisik di bab komponen kendali.

    Urutan bacanya tetap: dari koil yang dicurigai, baca tabel kontaknya lalu kunjungi setiap alamat; dari kontak yang tidak diketahui asalnya, baca alamat koil di sampingnya. Pada kasus pembuka, kontak -K7 di lembar 5 menunjuk "/9.2"; satu kunjungan ke lembar 9 kolom 2 memperlihatkan koil relai pengunci pintu yang tidak dicatu karena sakelar posisi pintu belum melapor tertutup.

    Rujukan silang juga alat pemeriksa desain. Jumlah kontak yang dipakai tidak boleh melampaui jumlah kontak yang tersedia per jenisnya:

    nNO,pakai≤nNO,adanNC,pakai≤nNC,adan_\text{NO,pakai} \le n_\text{NO,ada} \qquad n_\text{NC,pakai} \le n_\text{NC,ada}

    dengan nn jumlah kontak di tabel kontak satu perangkat, dihitung terpisah untuk penutup dan pembuka. Satu kontak tukar dapat mengisi NO dan NC sekaligus hanya bila kedua jalur boleh berbagi terminal bersama. Kontak utama dihitung sendiri dan tidak dipakai untuk sirkit kendali.

    Gaya ladder Amerika Utara dan gaya IEC

    Mesin dari Amerika Utara sering memakai diagram ladder: dua rel tegak di kiri dan kanan, anak tangga (rung) mendatar bernomor di tepi kiri, dan koil di ujung kanan setiap anak tangga. Simbolnya berakar pada IEEE 315-1975 (penerus ANSI Y32.2), yang kini berstatus inactive-reserved di IEEE, dan label perangkatnya mengikuti kebiasaan industri, misalnya CR untuk relai kendali, M untuk starter motor, OL untuk relai beban lebih, PB untuk tombol, dan LS untuk sakelar batas. NFPA 79, standar kelistrikan mesin industri di Amerika Serikat, memuat lampiran informatif tentang penandaan perangkat (sekunder).

    UnsurGaya IECGaya ladder Amerika Utara
    Arah jalurRel mendatar atas-bawah, jalur tegak berkolomRel tegak kiri-kanan, anak tangga mendatar bernomor
    Kontak NO dan NCGaris miring terbuka atau menyentuhDua garis sejajar; NC diberi garis miring di antaranya
    KoilPersegi panjangLingkaran berisi label, misalnya CR1
    Nama perangkatKode kelas IEC 81346 dan nomorSingkatan kebiasaan (CR, M, OL, PB)
    Rujukan silangTabel kontak di bawah koil, alamat lembar.kolomDaftar nomor anak tangga di sisi kanan koil; nomor bergaris bawah menandai kontak NC
    Nomor kabelBeragam, sering berbasis terminal atau tujuanNomor kabel berganti setiap melewati perangkat
    Tegangan kendali khas230 V AC atau 24 V DC120 V AC dari trafo kendali, rel X1 dan X2

    Kolom gaya Amerika mengikuti praktik lazim, bukan satu standar yang dibaca penuh (keyakinan sedang), dan logikanya sama apa pun gambarnya. Kesulitan membaca biasanya muncul karena garis miring kontak NC gaya Amerika mirip kontak pembuka IEC yang diputar, kontak bertunda ditandai singkatan seperti NOTC (normally open, timed closing), bukan busur, dan nomor anak tangga bukan nomor lembar. Pembaca menuliskan padanan kode IEC di tepi gambar sebelum menelusuri gangguan.

    Contoh kerja 1: mengubah diagram asut langsung gaya lama ke gaya IEC

    Bahan. Buku ajar instalasi motor korpus menggambar rangkaian asut langsung (DOL) dalam dua gambar. Gambar daya: rel R, S, T, MCB tiga kutub berlabel "MCB", kontak utama K1 (1-2, 3-4, 5-6), relai beban lebih berlabel "TOR", dan motor U, V, W. Gambar kendali: rel P dan N, MCB satu kutub yang juga berlabel "MCB", TOR 95-96, STOP, START diparalel K1 13-14, dan koil K1. Tidak ada nomor lembar, kolom, rujukan silang, terminal kabel motor, atau PE.

    Langkah 1: daftar fungsi setiap perangkat, lalu beri huruf kelas. Kontaktor mengendalikan aliran energi, jadi Q. Kedua MCB dan relai beban lebih melindungi, jadi F. Tombol mendeteksi aksi manusia, jadi S; motor M; blok terminal X. Dasarnya definisi Tabel 1, bukan kebiasaan huruf lama.

    Langkah 2: beri nomor urut unik. MCB daya -F1, relai beban lebih -F2, MCB kendali -F3, kontaktor -Q1 (K1 di buku ajar), tombol stop -S1, tombol start -S2, motor -M1, terminal kabel motor -X1. Dua label "MCB" kini menjadi dua nama berbeda. Bila proyek memberi MCB huruf lain, pilihan itu ditulis di lembar keterangan dan dipakai konsisten.

    Langkah 3: perbarui nama konduktor dan tambahkan yang hilang. R, S, T menjadi L1, L2, L3, dan P menjadi fasa yang ditentukan, misalnya L1 setelah -F3, seperti dijelaskan bab sistem tiga fasa. Kabel motor mendapat terminal -X1:1, -X1:2, -X1:3 dan konduktor PE ke badan motor, yang tidak tergambar di diagram asal. Rel N dibawa ke lembar 1 untuk suplai kendali L1-N; suplai langsung tanpa trafo kendali mengikuti bahan asal, dan batasnya dibahas pada bab sirkit kendali.

    Langkah 4: susun lembar dan kolom. Lembar 1 memuat sirkit daya: kolom 1 sampai 3 untuk -F1, -Q1, -F2, -X1, dan -M1, kolom 5 untuk pencabangan suplai kendali melalui -F3 dengan panah ke lembar 2. Lembar 2 memuat sirkit kendali: kolom 1 untuk jalur -F2 95-96, -S1, -S2, dan koil -Q1, kolom 2 untuk kontak penahan -Q1 13-14.

    Langkah 5: gambar pada keadaan acuan dan beri rujukan silang. Semua kontak digambar tanpa energi dan tanpa aksi. Sketsa berikut hanya menunjukkan susunan dan penandaan, bukan bentuk simbol IEC 60617.

    Langkah 6: periksa anggaran kontak. Kontaktor ilustrasi memiliki tiga kontak utama dan satu NO bawaan (13-14). Satu NO dipakai di lembar 2, sehingga nNO,pakai=1≤1n_\text{NO,pakai} = 1 \le 1 dan nNC,pakai=0n_\text{NC,pakai} = 0. Anggaran pas tanpa cadangan; lampu atau sinyal PLC tambahan memerlukan blok kontak bantu.

    Tafsir. Logika tidak berubah. Yang berubah adalah kemampuan orang lain menemukan perangkat: -F3 di label, daftar komponen, dan diagram menunjuk satu benda, dan kontak 13-14 di kolom 2 langsung menunjuk koilnya.

    Contoh kerja 2: stasiun kendali di mesin, tabel sambungan, dan jumlah inti kabel

    Soal. Tombol -S1 dan -S2 dari contoh kerja 1 dipindah ke stasiun kendali logam di mesin (lokasi ilustrasi +MCH; panel +PNL1), ditambah lampu tanda jalan -P1 230 V yang dicatu kontak bantu NO -Q1. Kontak penahan -Q1 13-14 tetap di panel. Tentukan anggaran kontak dan jumlah inti kabel.

    Langkah 1: anggaran kontak. Kontak NO kini dipakai dua kali: penahan dan lampu. Karena kontaktor hanya punya satu NO bawaan, nNO,pakai=2>1n_\text{NO,pakai} = 2 > 1. Ditambahkan blok bantu ilustrasi dengan satu NO dan satu NC, bernomor 33-34 dan 41-42 menurut kaidah bab komponen kendali; lampu memakai 33-34, dan 41-42 menjadi cadangan tanpa alamat di tabel kontak.

    Langkah 2: hitung potensial yang melintasi batas panel. Satu inti kabel diperlukan untuk setiap simpul listrik (potensial) yang harus ada di kedua sisi, ditambah PE dan cadangan:

    ninti=nsimpul+nPE+ncadn_\text{inti} = n_\text{simpul} + n_\text{PE} + n_\text{cad}

    Simpul yang melintas: keluaran -F2 96 ke -S1 (1), antara -S1 dan -S2 yang juga terhubung ke -Q1 13 (2), keluaran -S2 ke koil dan -Q1 14 (3), keluaran -Q1 34 ke lampu (4), dan netral untuk kembalian lampu (5). Jadi nsimpul=5n_\text{simpul} = 5. Stasiun berselungkup logam memerlukan PE, sehingga ninti=5+1=6n_\text{inti} = 5 + 1 = 6 sebelum cadangan.

    Langkah 3: tulis tabel sambungan. Kabelnya diberi kode -W1, dicetak di label kedua ujungnya. Terminal panel -X2 dan stasiun -X3 bernomor sama, sehingga satu baris mewakili satu inti.

    Inti -W1+PNL1Dari perangkat panel+MCHKe perangkat stasiun
    1-X2:1-F2:96-X3:1-S1:11
    2-X2:2-Q1:13-X3:2-S1:12, -S2:13
    3-X2:3-Q1:14, -Q1:A1-X3:3-S2:14
    4-X2:4-Q1:34-X3:4-P1:X1
    5-X2:5N-X3:5-P1:X2
    hijau-kuningPEPEPESelungkup

    Langkah 4: pilih kabel. Kabel kendali -W1 tujuh inti (ilustrasi) memberi satu cadangan untuk tombol tambahan atau inti rusak.

    Tafsir. Jumlah inti dibaca dari diagram sirkit, bukan dari jumlah tombol; yang sering terlupa adalah simpul antara stop dan start, kembalian lampu, dan PE.

    Contoh kerja lapangan

    Contoh di bawah memakai aturan dan rumus bab ini; kode, setelan, dan bacaan ukurnya angka latihan, dan hitungannya dicatat di peta sumber pengembangan. Pencocokan dan pengukuran pada panel dilakukan setelah panel terisolasi dan terverifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan tentang verifikasi keadaan aman.

    Contoh 1: memberi kode panel pompa air panas hotel. Panel lama pompa air panas sebuah hotel berlabel K1, K2, K3, TIMER, TOR1, TOR2, MCB, PRESSURE, dan THERMO. Isinya dua motor pompa, kontaktor dan relai beban lebih kedua pompa, kontaktor dan elemen pemanas tangki, relai waktu penunda pompa kedua, MCB kendali, sakelar tekanan, termostat, tiga lampu tanda, empat tombol, dan satu blok terminal. Menurut fungsi bawaannya: -M1 dan -M2; -Q1, -Q2, dan -Q3; -F1 dan -F2 untuk relai beban lebih, -F3 untuk MCB; -K1 relai waktu; -B1 sakelar tekanan dan -B2 termostat, karena keduanya mengambil informasi; -E1; -P1 sampai -P3; -S1 sampai -S4; -X1. Hasilnya 20 kode unik dalam sembilan kelas. Relai waktu tetap K, sedangkan ketiga kontaktor pindah dari K ke Q.

    Contoh 2: anggaran kontak kontaktor pompa. Kontaktor -Q1 pada panel itu memiliki satu NO bawaan (13-14) dan blok bantu "22", yaitu dua NO dan dua NC menurut Bab 46 tentang komponen kendali. Tabel kontaknya meminta NO untuk penahan diri, lampu jalan -P1, dan sinyal jalan ke sistem gedung, serta NC untuk interlock ke -Q2 dan lampu berhenti -P2:

    nNO,pakai=3≤nNO,ada=3,nNC,pakai=2≤nNC,ada=2n_\text{NO,pakai} = 3 \le n_\text{NO,ada} = 3, \qquad n_\text{NC,pakai} = 2 \le n_\text{NC,ada} = 2

    Anggaran pas tanpa cadangan. Bila pengelola gedung meminta penghitung jam kerja pompa, nNO,pakain_\text{NO,pakai} menjadi 4 dan melampaui 3. Ditambahkan blok bantu bila kontaktor mendukungnya, atau satu fungsi dipindah ke relai lain, lalu tabel kontak dan rujukan silangnya diperbarui.

    Contoh 3: inti kabel stasiun kipas buang dapur. Stasiun kendali logam kipas buang dapur hotel memuat STOP -S1, START -S2, lampu hijau jalan -P1, dan lampu kuning trip -P2, semuanya 230 V; panelnya di ruang mesin. Dengan cara contoh kerja 2, simpul yang melintas adalah -F2:96 ke -S1, titik -S1/-S2 yang juga -Q1:13, keluaran -S2 ke -Q1:14 dan -Q1:A1, kontak bantu NO -Q1 ke -P1, -F2:98 ke -P2, dan netral lampu:

    ninti=nsimpul+nPE+ncad=6+1+1=8n_\text{inti} = n_\text{simpul} + n_\text{PE} + n_\text{cad} = 6 + 1 + 1 = 8

    Lampu kuning menambah satu simpul, bukan dua, karena netralnya bersama. Kabel 7 inti cukup tanpa cadangan; untuk satu cadangan dipilih kabel berinti lebih banyak yang tersedia di proyek.

    Contoh 4: keadaan acuan sakelar tekanan pompa booster. Pada diagram pompa booster air bersih hotel, sakelar tekanan -B1 bercatatan "digambar pada tekanan nol", dan kontak 1-2-nya tergambar tertutup seri dengan koil -Q1. Setelannya menyala pada 2,0 bar dan mati pada 3,5 bar (angka latihan). Saat panel diperiksa dengan pompa terisolasi, pipa masih bertekanan 2,8 bar, dan ohmmeter membaca kontak 1-2 terbuka. Bacaan ini belum berarti sakelar rusak: tekanan terakhir naik sampai 3,5 bar lalu turun perlahan, sehingga kontak tetap terbuka sampai 2,0 bar. Di antara kedua setelan, keadaan kontak bergantung pada arah perubahan tekanan. Diagram hanya menjanjikan keadaan pada tekanan nol.

    Contoh 5: inti putus dan cadangan kabel. Kabel -W1 tujuh inti pada contoh kerja 2 memakai inti 1 sampai 5, inti 6 sebagai cadangan, dan inti hijau-kuning sebagai PE. START jauh tidak bekerja. Kedua ujung kabel dilepas, lalu di ujung stasiun setiap inti bergantian dihubungkan ke inti PE dan resistansinya diukur dari panel. Inti 1, 2, 4, 5, dan 6 terbaca sekitar 1,5 Ω, sedangkan inti 3 terbuka (angka latihan). Inti 3 membawa keluaran -S2, sehingga hasil ini cocok dengan gejalanya. Fungsi inti 3 dipindah ke inti 6 di kedua ujung, baris 3 tabel sambungan diubah, dan label diperbarui. Cadangan kini nol, sehingga kerusakan berikutnya menuntut kabel baru.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan yang bergantung pada diagram, dan jangan mengenergikan ulang, bila:

    1. Kode di label panel berbeda dari kode di diagram, atau satu kode dipakai untuk dua perangkat, sehingga isolasi dapat mengenai perangkat yang salah (PUIL 2020 5110.6.3 untuk PHB instalasi; IEC 60204-1 16.5 untuk panel mesin).
    2. Rujukan silang menunjuk alamat yang tidak berisi koil atau kontak yang dimaksud, atau revisi lembar tidak sama. Konflik diselesaikan lewat pengendalian dokumen, seperti diuraikan Bab 52.
    3. Keadaan acuan sensor pengaman (pintu, tekanan, level) tidak tertulis dan fungsi keselamatan bergantung pada kontak itu.
    4. Pencocokan diagram dengan panel direncanakan dengan panel bertegangan tanpa personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD. Pemisahan dan verifikasi bebas tegangan mengikuti Bab 2 · Keselamatan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Diagram pengawatan adalah gabungan diagram daya dan diagram kontrol." Dua buku ajar korpus mendefinisikannya demikian, dan salah satunya menambahkan bahwa diagram pengawatan tidak umum dipakai di lapangan dan tidak baku. Diagram sambungan dibedakan oleh isinya, yaitu sambungan fisik antarterminal dan inti kabel, dan bersama tabel sambungan justru baku (IEC 61082-1 7.5 dan 9.3) serta dipakai setiap kali panel dirakit.

    "Diagram satu garis menggambar konduktor dengan dua garis atau lebih." Buku ajar instalasi motor korpus menulis kalimat yang saling bertentangan ini. Pada penyajian satu garis, satu garis mewakili beberapa konduktor, dan jumlahnya ditandai garis pendek atau angka.

    "Huruf F pada relai beban lebih berarti fuse." Buku yang sama menulis alasan ini. Hurufnya benar, alasannya keliru: F adalah kelas objek pelindung, dan sekering, relai beban lebih, MCB, dan RCD sama-sama masuk ke sana.

    Hubungan dengan bab lain

    Arti NO dan NC berasal dari Bab 2, jenis dokumen dan pengendalian revisi dari Bab 52, dan membaca diagram lintas disiplin dari Bab 2 · Sistem, Diagram & Diagnosis. Nomor terminal berasal dari bab komponen kendali, kontak bertunda dari bab relai waktu, tombol dan kontak pembuka paksa dari bab tombol dan stop darurat, dan relai beban lebih dari bab proteksi motor. Bahasa gambar ini dipakai pada bab logika kendali dasar, bab sirkit kendali, dan bab desain panel kendali.

    Latihan dan pembahasan

    Kode dalam soal adalah data latihan.

    1. Beri huruf kelas IEC 81346-2:2019 untuk perangkat washer-extractor berikut: kontaktor pemanas, relai waktu, sakelar pelampung, sakelar posisi pintu, tombol start, lampu tanda, elemen pemanas, VFD, PLC, MCB, dan kabel motor.
    2. Di bawah koil -K3 (lembar 4 kolom 6) tercetak tabel kontak: 13-14 /4.2; 21-22 /5.7; 33-34 tanpa alamat; 43-44 /7.1. (a) Kontak mana yang dipakai dan di mana? (b) Kontak mana yang boleh dipakai untuk sinyal baru ke PLC? (c) Di lembar 7 kolom 1, kontak -K3 43-44 tertulis "/4.5". Apa artinya dan apa tindakannya?
    3. Relai -K2 memiliki empat kontak: dua NO dan dua NC. Tabel kontaknya meminta NO di /3.2, /3.5, dan /6.1 serta NC di /4.4. Periksa anggaran kontak dan sebutkan dua cara memperbaikinya.
    4. Sakelar pelampung -B2 digambar dengan catatan "tangki kosong"; kontak 1-2 tergambar tertutup dan seri dengan koil kontaktor pompa pengisi -Q4. Pilih pernyataan yang benar: (A) pompa mengisi saat tangki penuh, karena kontak tergambar tertutup; (B) pompa mengisi saat tangki kosong dan berhenti saat pelampung naik, karena kontak membuka ketika tangki penuh; (C) kontak NC selalu tertutup, jadi pompa selalu jalan; (D) keadaan tangki tidak memengaruhi arti gambar.
    5. Ladder mesin setrika dari Amerika Utara: anak tangga 3 berisi PB1 (NC), PB2 (NO) diparalel kontak M, OL, dan koil M bertanda "3, 6, 9" dengan 9 bergaris bawah; anak tangga 6 berisi kontak M dan lampu PL1; anak tangga 9 berisi kontak M dan lampu PL2 "berhenti". Terjemahkan kodenya ke gaya IEC, jelaskan "3, 6, 9", dan tentukan kebutuhan kontak bantu M.
    6. Uraikan kode "=WE2+PNL1-Q3:14" dan "=WE2+MCH-X3:5". Mengapa bagian "=WE2" diperlukan di laundry yang memiliki tiga washer-extractor berdiagram sama?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Kontaktor pemanas Q (mengendalikan aliran energi); relai waktu dan PLC K (mengolah sinyal; A dilarang di edisi 2019); pelampung dan sakelar posisi pintu B (mengambil informasi keadaan, bukan aksi manusia); tombol S; lampu tanda P; elemen pemanas E (memancarkan panas); VFD T (mengubah besaran energi listrik); MCB F (melindungi kabel dari arus lebih; pemutus daya yang tugas utamanya menyakelar tetap Q); kabel W.
    2. (a) 13-14 di lembar 4 kolom 2, 21-22 di lembar 5 kolom 7, 43-44 di lembar 7 kolom 1; 33-34 cadangan. (b) 33-34, karena NO dan tidak beralamat; setelah dipakai, alamat barunya ditulis di tabel kontak. (c) Alamat koil di kontak (/4.5) tidak sama dengan letak koil (/4.6), mungkin sisa revisi. Konflik dicatat, dicocokkan dengan label fisik pada panel terisolasi, dan gambar diperbaiki lewat pengendalian dokumen, bukan ditebak.
    3. nNO,pakai=3>nNO,ada=2n_\text{NO,pakai} = 3 > n_\text{NO,ada} = 2, sedangkan nNC,pakai=1≤2n_\text{NC,pakai} = 1 \le 2. Satu NO kurang, dan satu NC menganggur. Perbaikan: relai bersusunan tiga NO dan satu NC (atau empat kontak tukar), blok kontak tambahan bila relai mendukungnya, atau memindahkan satu fungsi ke relai lain dengan rujukan silang baru.
    4. B. Keadaan acuan "tangki kosong" berarti kontak 1-2 tertutup ketika tangki kosong, sehingga -Q4 dapat bekerja dan pompa mengisi. Ketika pelampung naik, kontak membuka dan pompa berhenti. A membaca gambar sebagai keadaan saat berjalan, C menyamakan NC dengan "selalu tertutup", dan D mengabaikan catatan keadaan.
    5. PB1 menjadi -S1, PB2 menjadi -S2, M menjadi -Q1, OL menjadi -F2 (kontak NC-nya pada jalur koil), PL1 menjadi -P1, PL2 menjadi -P2, dan kontak-kontak M menjadi kontak -Q1. "3, 6, 9" adalah rujukan silang gaya Amerika: kontak M ada di anak tangga 3, 6, dan 9, dan garis bawah pada 9 menandai kontak NC. Jadi M memerlukan dua NO bantu (penahan diri dan lampu jalan) dan satu NC (lampu berhenti), di luar kontak utama. Dalam gaya IEC, isi ini menjadi tabel kontak di bawah koil -Q1.
    6. "=WE2" menyatakan fungsi atau sistem, yaitu mesin cuci nomor 2; "+PNL1" lokasi, yaitu panel utama; "-Q3" produk, yaitu kontaktor nomor 3; ":14" terminal 14 pada -Q3, yaitu sisi keluar kontak bantu penutup pertama (13-14) menurut bab komponen kendali. "=WE2+MCH-X3:5" adalah terminal 5 blok terminal -X3 di stasiun kendali pada mesin yang sama. Tanpa "=WE2", kode -Q3 muncul tiga kali, sehingga perintah kerja dan label isolasi dapat mengenai mesin yang salah.

    Referensi

    Sumber luar

    • IEC 60617 DB, Graphical symbols for diagrams (basis data daring)webstore.iec.ch
    • IEC 81346-1:2022 (Ed. 2.0), Structuring principles and reference designations, Part 1: Basic rulesiso.org
    • IEC 81346-2:2019 (Ed. 2.0), Structuring principles and reference designations, Part 2: Classification of objects and codes for classesiso.org
    • IEC/FDIS 81346-2 (edisi ketiga, tahap FDIS)iso.org
    • IEC 61082-1:2014 (Ed. 3.0), Preparation of documents used in electrotechnology, Part 1: Ruleswebstore.iec.ch
    • IEC 60204-1:2016+AMD1:2021 CSV (Ed. 6.1), Safety of machinery, Electrical equipment of machines, Part 1webstore.iec.ch
    • IEEE 315-1975, Graphic Symbols for Electrical and Electronics Diagrams (inactive-reserved)standards.ieee.org
    • IEC 81346, Wikipedia (sekunder): tabel subkelas edisi 2019en.wikipedia.org
    • Reference designator, Wikipedia (sekunder): NFPA 79 dan IEEE 315en.wikipedia.org

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Beri huruf kelas IEC 81346-2:2019 untuk perangkat washer-extractor berikut: kontaktor pemanas, relai waktu, sakelar pelampung, sakelar posisi pintu, tombol start, lampu tanda, elemen pemanas, VFD, PLC, MCB, dan kabel motor.

    2

    Di bawah koil -K3 (lembar 4 kolom 6) tercetak tabel kontak: 13-14 /4.2; 21-22 /5.7; 33-34 tanpa alamat; 43-44 /7.1. (a) Kontak mana yang dipakai dan di mana? (b) Kontak mana yang boleh dipakai untuk sinyal baru ke PLC? (c) Di lembar 7 kolom 1, kontak -K3 43-44 tertulis "/4.5". Apa artinya dan apa tindakannya?

    3

    Relai -K2 memiliki empat kontak: dua NO dan dua NC. Tabel kontaknya meminta NO di /3.2, /3.5, dan /6.1 serta NC di /4.4. Periksa anggaran kontak dan sebutkan dua cara memperbaikinya.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaLogika kendali dasar: penahan diri, interlock, jog, dan kendali dua tempat

    Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 51.

    SebelumnyaTombol, lampu indikator, warna, dan stop darurat

    Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 49.

    Satu disiplinTegangan, arus, resistansi, dan daya

    Bab lain dalam Teknik Elektro dan Elektronika.