Mesin konveyor rak secara rinci: zona, transport rak, sakelar rak, kopling slip, inverter, dan logika bilas
Mesin konveyor rak mencuci rak demi rak tanpa siklus, sehingga kerjanya ditentukan oleh kecepatan transport, letak sakelar rak, dan penghenti di sepanjang lintasan. Bab ini membaca delapan manual konveyor untuk menjelaskan zona dan suhunya, penggerak rak dengan motor roda gigi dan kopling slip, kecepatan dua atau tiga tingkat termasuk lewat inverter, sakelar rak yang menyalakan pompa cuci dan katup bilas, waktu lanjut sesudah rak terakhir, sakelar batas meja, interlock pintu, henti darurat, dan proteksi motor. Kecepatan lintasan dan waktu tinggal rak tidak disebut manual mana pun, jadi bab ini menurunkannya dari kapasitas rak per jam dengan anggapan yang dinyatakan, lalu memakainya untuk menguji konsistensi data manual. Contoh kerja menghitung jarak waktu antar-rak, debit bilas, penghematan air oleh sakelar rak, energi waktu lanjut, gaya tarik penggerak, dan pemakaian air dari penghitung. Enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.
Dapur sebuah hotel mengeluh bahwa mesin konveyornya berhenti sendiri beberapa kali pada jam sarapan, lalu berjalan lagi tanpa disentuh siapa pun. Teknisi yang datang siang hari tidak menemukan gangguan: mesin terisi, panas, dan konveyor berjalan. Keesokan paginya ia menunggu di depan mesin dan melihat sebabnya. Rak bersih menumpuk di meja keluar karena petugas sibuk di tempat lain, rak paling depan menekan sakelar batas meja, dan transport berhenti. Begitu rak diambil, transport berjalan lagi. Mesinnya bekerja seperti yang dirancang. Yang perlu diperbaiki adalah susunan kerja di meja keluar, bukan mesinnya.
Kasus seperti ini khas mesin konveyor. Mesin tipe pintu bekerja per siklus dan berhenti di akhir setiap siklus. Mesin konveyor bekerja terus selama ada rak, dan berhenti karena salah satu dari beberapa penghenti di sepanjang lintasannya. Membedakan penghenti yang bekerja benar dari gangguan yang sebenarnya adalah separuh pekerjaan teknisi konveyor.
Batas pembahasan
Bab ini membahas mesin konveyor rak secara rinci: zona dan suhunya, penggerak rak, kecepatan dan waktu tinggal rak, sakelar rak, logika bilas dan pemakaian air, penghenti di sepanjang lintasan, waktu lanjut sesudah rak terakhir, kecepatan lewat inverter, serta penyetelan mekanis. Sumbernya delapan manual konveyor dari empat pabrikan.
Gambaran umum konveyor di antara tipe mesin lain ada di bab Jenis mesin pencuci piring komersial dan cara kerjanya. Pengisian dan level dibahas di bab Sistem air, booster dan pembagian beban di bab Sistem panas, tangga kendali konveyor di bab Kelistrikan dan logika kendali, dan katalog gangguan konveyor di bab Troubleshooting dan perbaikan. Bab ini merujuk keempatnya dan tidak mengulang isinya.
Delapan manual, empat keluarga
Delapan manual konveyor itu terbagi menjadi empat keluarga. Pembagian ini penting karena setiap keluarga menjawab pertanyaan yang berbeda, dan celah satu keluarga sering terisi oleh keluarga lain.
| Keluarga | Jumlah manual | Ciri yang paling berguna | Celah terbesar |
|---|---|---|---|
| Konveyor satu dan dua tangki satu pabrikan | 4 | Kapasitas rak per jam, air per rak, sakelar MOTOR dan TIMER, kopling dengan sensor | Teks warisan mesin multi-tangki dan uap; kecepatan tidak disebut |
| Konveyor tiga kecepatan | 2 | Volume tangki dan boiler, tiga kecepatan, satu versi dengan inverter, sensor rak di diagram | Kapasitas dan waktu siklus tidak saling cocok |
| Konveyor berkendali elektronik dua kecepatan | 1 | Urutan tombol dan lampu, sakelar meja yang menyala kembali sendiri, program pengurasan | Volume, daya, dan kecepatan tidak disebut |
| Konveyor terowongan bermodul | 1 | Zona prabilas, cuci, dan bilas hemat air dengan probe suhu; prosedur penyetelan pembatas torsi | Lembar data kosong; daya dan volume harus dibaca dari pelat |
Tidak ada satu pun dari delapan manual itu yang menyebut kecepatan lintasan dalam meter per menit, panjang tiap zona, atau lama rak berada di bawah semprotan. Angka yang tersedia hanya kapasitas rak per jam dan, pada sebagian manual, air per rak. Semua besaran waktu dan kecepatan di bab ini diturunkan dari dua angka itu dengan anggapan yang disebut di tempatnya.
Zona dan suhunya
Zona adalah bagian terowongan yang punya semprotan dan, biasanya, tangkinya sendiri. Rak melewati zona-zona itu berurutan dan keluar ke meja bersih.
Konveyor satu tangki punya dua zona: cuci dari tangki yang beresirkulasi, lalu bilas akhir air segar dari booster. Manual menulis urutannya dengan satu kalimat: rak bergerak melewati zona cuci dan zona bilas, lalu keluar ke meja bersih. Tidak ada zona prabilas atau pengering. Piring dibiarkan menetes dan kering di udara sebelum diambil dari rak.
Konveyor dua tangki menambah satu tangki. Tabel suhunya menamai tiga titik, yaitu tangki pertama, tangki kedua, dan bilas akhir, dengan rentang 55–65 °C, 65–70 °C, dan 82–95 °C. Rentang itu sama dengan anjuran suhu cuci, bilas, dan bilas akhir di halaman lain, sehingga tangki kedua dapat dibaca sebagai tangki bilas. Pemetaan ini adalah pencocokan pembaca; manual tidak menuliskannya dalam satu kalimat, dan juga tidak menjelaskan bagaimana tangki kedua diisi.
Konveyor terowongan bermodul paling rinci soal zona. Lembar datanya menggambar tiga modul: prabilas, cuci, dan bilas hemat air (ecorinse). Satu model tidak punya modul prabilas. Panelnya menampilkan suhu dari beberapa probe:
| Probe | Letak | Suhu menurut teks |
|---|---|---|
| 1 | Air masuk | 55 °C |
| 2 | Prabilas | 40–45 °C |
| 3, 4, 5 (teks menyebut juga 6) | Cuci pertama, kedua, ketiga | 55–60 °C |
| 7 | Bilas | 80–85 °C |
Teks menyebut probe 3 sampai 6 sebagai probe cuci, sedangkan panel hanya menampilkan probe 1, 2, 3, 4, 5, dan 7. Halaman lain manual yang sama menulis suhu cuci 50/60 °C dan bilas 75/85 °C. Manual tidak menjelaskan mengapa zona prabilas dijaga lebih dingin daripada zona cuci.
Dua manual lain menyebut zona dengan cara berbeda. Konveyor berkendali elektronik hanya menyebut zona cuci utama (62 °C) dan bilas air segar (85 °C), dengan prabilas manual memakai pancuran tangan di luar mesin. Konveyor tiga kecepatan tidak memakai kata zona sama sekali; yang tertulis adalah satu tangki 70 L, satu boiler 20 L, dan dua sensor rak yang menandai posisi cuci dan bilas di diagram.
Transport rak: motor, peredam, dan kopling
Rak ditarik melewati terowongan oleh motor roda gigi kecil. Daya motornya kecil dibanding pompa cuci:
| Keluarga | Motor transport | Pompa cuci |
|---|---|---|
| Konveyor satu tangki | 0,20 kW (label gambar lama 0,18 kW) | 1,5 kW |
| Konveyor tiga kecepatan | 350 W di tabel, 0,5 HP 380 V di diagram | 1.500 W |
| Konveyor berkendali elektronik | Motor roda gigi bawaan atau motor eksternal | Tidak disebut |
| Konveyor terowongan | Motor dengan peredam putaran | Tidak disebut |
Daya kecil itu cukup karena rak bergerak lambat. Bab Gaya, torsi, putaran, dan transmisi daya menunjukkan bahwa daya adalah hasil kali gaya dan kecepatan. Pada kecepatan rendah, daya 0,2 kW dapat menghasilkan gaya tarik ribuan newton. Contoh kerja 5 menghitungnya. Angka itu menjelaskan mengapa setiap konveyor punya pembatas: gaya sebesar itu cukup untuk mematahkan rak plastik yang tersangkut.
Keempat keluarga melindungi transport dengan cara berbeda.
- Kopling dengan sensor. Pada konveyor satu tangki, motor menyalurkan daya ke sistem transport lewat kopling. Bila mesin kelebihan beban atau rak macet, kopling memberi sinyal untuk mematikan motor. Manual yang sama menyebut sakelar batas di dekat motor dan celah antara kopling dan sensor 2–4 mm. Ketiganya kemungkinan satu mekanisme, tetapi manual tidak memetakannya satu sama lain.
- Kopling slip. Konveyor berkendali elektronik menyebut kopling slip yang bila salah setel harus disetel teknisi pabrikan.
- Pembatas torsi mekanis jenis kopling. Konveyor terowongan memasang pembatas torsi di poros penggerak. Bila rak tersangkut atau terlalu berat, transport melambat hampir berhenti. Prosedur penyetelannya dibahas di bawah.
- Relai termal motor. Konveyor tiga kecepatan versi tanpa inverter mencatu motor lewat kontaktor dan relai beban lebih termal.
Arah putar penting pada semua mesin tiga fasa. Konveyor satu tangki menulis bahwa motor penggerak harus berputar searah jarum jam bila dilihat dari ujung poros keluaran. Konveyor terowongan meminta pemeriksaan putaran peredam searah jarum jam. Bab Kelistrikan dan logika kendali menjelaskan cara membalik arah dengan menukar dua penghantar suplai.
Konveyor juga dibuat untuk dua arah lintasan. Konveyor tiga kecepatan dibuat dalam dua model: R untuk kanan ke kiri dan L untuk kiri ke kanan. Arah ini adalah pilihan model, karena meja kotor dan meja bersih harus berada di sisi yang benar. Arah putar motor yang terbalik bukan cara mengubah arah lintasan.
Kecepatan dan waktu tinggal rak
Semua konveyor dalam sumber punya dua atau tiga kecepatan, dan aturannya sama: kecepatan rendah untuk kotoran berat, kecepatan tinggi untuk kotoran ringan.
| Keluarga | Pilihan kecepatan | Kapasitas menurut manual |
|---|---|---|
| Konveyor satu tangki | Tidak disebut | 225 rak/jam |
| Konveyor dua tangki | Tidak disebut | 268 rak/jam |
| Konveyor tiga kecepatan | Tinggi, sedang, rendah | 160/100/70 rak/jam, ditulis bersama 60/120/180 s |
| Konveyor berkendali elektronik | Lambat, cepat | Tidak disebut |
| Konveyor terowongan | Posisi I dan II sakelar utama; kecepatan otomatis bila terpasang | Tidak disebut |
Dari kapasitas, dua besaran dapat diturunkan. Yang pertama adalah jarak waktu antar-rak, yaitu waktu yang tersedia untuk setiap rak:
dengan kapasitas dalam rak per jam dan dalam detik. Yang kedua adalah kecepatan lintasan. Bila rak masuk rapat tanpa jarak dan panjang rak diketahui, setiap rak menempuh satu panjang rak dalam satu :
dengan dalam meter per menit dan dalam meter. Rak 50 × 50 cm disebut di manual konveyor tiga kecepatan; ukuran yang sama dipakai di bab ini sebagai anggapan untuk mesin lain.
Waktu tinggal rak di dalam mesin, yaitu lama satu titik pada rak berada di dalam terowongan, adalah panjang lintasan basah dibagi kecepatan:
Panjang lintasan basah tidak disebut manual mana pun. Bab ini memakai panjang mesin dari tabel dimensi sebagai pendekatan, dengan catatan bahwa panjang zona semprot pasti lebih pendek daripada panjang badan mesin. Hasilnya adalah batas atas kasar, bukan data mesin.
Rumus kedua dan ketiga berguna untuk satu pekerjaan yang sering terlewat, yaitu memeriksa apakah angka dalam manual saling cocok. Contoh kerja 2 menerapkannya pada konveyor tiga kecepatan dan menemukan bahwa hanya satu dari tiga kecepatannya yang cocok dengan waktu siklus yang tertulis.
Sakelar rak: kapan pompa dan bilas menyala
Mesin konveyor tidak perlu menyalakan pompa cuci dan katup bilas bila tidak ada rak. Sakelar rak memutuskan kapan keduanya bekerja. Ada dua sakelar pada semua keluarga yang menjelaskannya: satu di pintu masuk untuk pompa cuci, satu di depan zona bilas untuk katup bilas.
Konveyor satu tangki menyebutnya aktuator. Aktuator cuci di pintu masuk menyalakan cuci saat rak masuk, tetapi hanya bila sakelar TIMER berada di AUTO. Pada posisi MANUAL, aktuator itu tidak berfungsi; perilaku pompa dan konveyor pada posisi MANUAL tidak dijelaskan lebih lanjut. Aktuator bilas berada sebelum zona bilas. Sentuhan rak membuka katup solenoid bilas akhir, dan katup itu menutup lagi bila tidak ada rak di zona bilas.
Konveyor berkendali elektronik menulisnya lebih ringkas: pompa sirkulasi menyala begitu rak menekan sakelar rak, dan bilas diaktifkan oleh sakelar rak kedua. Rak yang didorong melewati cakar transport ditarik masuk sendiri.
Konveyor tiga kecepatan memakai dua sensor rak, satu di posisi cuci dan satu di posisi bilas. Masing-masing menarik relai, kontak relai menjalankan timer tunda, dan kontak NC timer berada di jalur kontaktor pompa cuci dan relai pompa bilas. Teks manual tidak menjelaskan rantai ini, dan bab Kelistrikan dan logika kendali sudah mencatat bahwa uraiannya adalah pembacaan diagram yang harus diperiksa pada mesinnya.
Konveyor terowongan tidak menyebut sakelar rak dalam teks. Yang disebut adalah waktu lanjut otomatis: operasi berhenti sementara bila tidak ada rak yang masuk, dan menyala lagi saat rak dimasukkan. Mesin itu juga menyebut pilihan kecepatan otomatis, tetapi cara kerjanya tidak dijelaskan.
Satu akibat praktis berlaku untuk semua keluarga: konveyor tidak dapat diuji dengan rak kosong di zona yang salah. Bila sakelar bilas tidak tertekan, katup bilas tidak membuka, dan teknisi yang memeriksa nosel bilas tanpa rak akan mengira nosel tersumbat. Prosedur pembersihan konveyor satu tangki justru memakai rak kosong untuk membilas lengan bilas yang tutup ujungnya dilepas: rak dijalankan melewati mesin seperti operasi biasa, lalu tutup ujung dipasang kembali.
Logika bilas dan konsumsi air
Konveyor satu tangki menulis dua angka yang dapat digabung: 2 L air per rak dan 225 rak per jam, atau 450 L per jam. Dua tangki menulis 268 rak per jam dan 536 L per jam. Kedua pasangan angka itu konsisten, karena hasil kali rak per jam dan liter per rak sama dengan liter per jam.
Bila rak masuk rapat pada kapasitas penuh, katup bilas terbuka terus dan debit bilasnya adalah air per rak dibagi jarak waktu antar-rak:
Bab Sistem panas memakai debit ini untuk menghitung daya booster yang dibutuhkan. Bab ini memakainya untuk hal lain: menunjukkan apa yang dihemat oleh sakelar bilas. Dapur jarang memasukkan rak pada kapasitas penuh sepanjang waktu. Pada jam sepi rak masuk berjarak, dan sakelar bilas menutup katup di antara rak. Air per rak tetap kira-kira sama, karena lama rak di bawah semprotan ditentukan oleh kecepatan lintasan, tetapi air per jam turun sebanding dengan jumlah rak yang benar-benar dicuci. Contoh kerja 3 menghitungnya.
Air bilas tidak dibuang. Pada konveyor, seperti pada tipe pintu, air bilas akhir jatuh ke tangki cuci dan menggantikan sebagian air tangki yang keluar lewat luapan. Prinsip pembaruan ini dibahas di bab Sistem air. Pada konveyor dua tangki dan terowongan bermodul, manual tidak menjelaskan ke tangki mana air bilas mengalir lebih dulu atau apakah air dialirkan berlawanan arah rak dari zona ke zona.
Konveyor terowongan mengatur jumlah air bilas dengan pembatas aliran pada katup solenoid bilas, dan suhu bilasnya dengan termostat yang harus disetel ke suhu yang benar. Angka setelannya tidak tertulis. Mesin itu dapat dilengkapi penghitung air digital dengan pembacaan total (m³) dan parsial (L), serta pilihan penghitung waktu nyala, waktu cuci, waktu bilas, energi, dan alarm suhu bilas, suhu cuci, dan aliran bilas. Penghitung parsial adalah alat paling sederhana untuk memverifikasi air per rak di lapangan. Contoh kerja 6 memakainya.
Penghenti di sepanjang lintasan
Konveyor punya lebih banyak penghenti daripada tipe pintu. Tabel ini merangkum yang disebut manual dan cara mesin dijalankan lagi sesudahnya.
| Penghenti | Yang dihentikan | Cara jalan lagi menurut manual |
|---|---|---|
| Sakelar batas meja keluar | Transport; pada konveyor terowongan juga bilas | Jalan lagi sendiri saat rak diambil (konveyor elektronik dan terowongan); konveyor satu tangki menyebut sakelar meja sebagai opsi |
| Interlock pintu inspeksi | Pompa cuci dan motor transport; pada konveyor terowongan juga katup bilas | Tutup pintu, lalu tekan tombol start atau MOTOR |
| Henti darurat | Semua motor | Putar dan lepas tombol jamur, lalu tekan start |
| Pembatas kopling atau torsi | Transport | Bebaskan sumbatan, lalu start lagi; konveyor terowongan meminta mesin dihentikan dengan tombol darurat lebih dulu |
| Proteksi termal motor | Transport dan pompa sirkulasi | Konveyor elektronik: lanjut setelah motor dingin, kode galat tampil saat mesin dimatikan |
| Waktu lanjut habis | Pompa dan motor | Masukkan rak atau tekan start |
Sakelar batas meja adalah yang paling sering disalahpahami. Manual konveyor elektronik menyebut tujuannya dengan jelas: mencegah piring pecah bila rak bersih tidak diambil dari meja keluar dan rak berikutnya terus didorong keluar. Begitu rak menekan sakelar itu, transport berhenti; begitu beban diangkat, transport berjalan lagi sendiri, dan pompa sirkulasi menyala lagi bila ada rak di dalam mesin. Manual itu juga menyarankan rak dibiarkan di meja keluar sampai piring kering bila memungkinkan, tetapi pada operasi terus-menerus rak harus diambil sebelum sakelar meja tertekan.
Interlock pintu berbeda karena tidak menyala lagi sendiri. Pada konveyor satu tangki, membuka pintu inspeksi saat mesin bekerja mematikan pompa cuci dan motor konveyor, dan sesudah pintu ditutup mesin harus dijalankan lagi dengan sakelar MOTOR. Pada konveyor terowongan, membuka pintu memutus pompa, motor peredam, dan katup bilas, dan operasi dilanjutkan dengan tombol start. Akibatnya, mesin tidak bergerak hanya karena pintu ditutup; orang yang menutup pintu harus menjalankannya dengan sengaja.
Proteksi termal motor pada konveyor elektronik mematikan transport dan pompa sirkulasi bersamaan. Kode galatnya baru tampil sesudah mesin dimatikan, dan manual menulis bahwa pencucian dapat dilanjutkan begitu motor dingin. Bab Troubleshooting dan perbaikan mencatat bahwa kode ini berada di kelompok yang sama dengan pemeriksaan keran, sehingga teknisi perlu membaca konteksnya.
Waktu lanjut dan jeda operasi
Waktu lanjut menghentikan pompa dan motor sesudah rak terakhir keluar. Tujuannya menghemat energi dan keausan tanpa membuang panas tangki.
Konveyor satu tangki menyebutnya Auto Timer: disetel untuk mematikan pompa, motor penggerak, dan kipas ventilasi opsional sesudah rak terakhir keluar. Untuk mulai lagi, operator memasukkan rak atau menekan MOTOR. Lamanya tidak disebut, dan perubahan setelan harus lewat kantor servis.
Konveyor elektronik menyebut lamanya: transport terus berjalan sekitar lima menit sesudah piring keluar, lalu berhenti, sementara kecepatan yang dipilih tetap tersimpan. Manual itu juga meminta mesin tidak dimatikan selama jeda, supaya suhu kerja tetap terjaga. Bila mesin dimatikan, tangki tetap berisi tetapi suhunya tidak lagi dipertahankan.
Konveyor terowongan menyebut waktu lanjut dengan pengembalian otomatis sebagai opsi, dan pada mesin dengan pompa kalor fungsi itu selalu aktif dan tidak dapat dimatikan.
Waktu lanjut dan sakelar meja sama-sama membuat konveyor berhenti tanpa gangguan. Bedanya terlihat dari lampu dan tombol. Pada konveyor elektronik, misalnya, tombol transport menyala biru selama waktu lanjut dan berubah hijau sesudahnya, dan hijau juga saat sakelar meja tertekan. Teknisi yang menerima keluhan "konveyor berhenti sendiri" perlu memastikan dulu apakah salah satu dari keduanya yang bekerja, sebelum mencari gangguan.
Kecepatan dengan inverter
Satu versi konveyor tiga kecepatan menggerakkan motor transport lewat inverter. Sakelar putar tiga langkah menghubungkan terminal 24 V inverter ke tiga masukan digitalnya, masing-masing untuk start dan kecepatan 1, kecepatan 2, dan kecepatan 3. Versi lain dari keluarga yang sama mencatu motor langsung lewat kontaktor dan relai termal, tanpa inverter. Prinsip inverter dibahas di bab VFD: prinsip kerja dan pemilihan.
Manual versi berinverter mengandung beberapa pertentangan yang harus diketahui teknisi sebelum menyentuh mesin.
- Data inverter tertulis 0,75 kW di satu lembar dan 0,37 kW dengan masukan satu fasa 200–240 V di lembar lain, sedangkan motornya bertanda 380 V. Cara motor disambung untuk keluaran inverter tidak disebut.
- Panel menampilkan tombol kecepatan 1, 2, dan 3, sedangkan diagram memakai sakelar putar ke masukan inverter. Jalur kendali yang benar-benar dipakai tidak dijelaskan.
- Tabel alarm memuat alarm komunikasi inverter dan sakelar DIP, tetapi diagram tidak menggambar kabel komunikasi ke papan kendali.
- Parameter inverter, yaitu frekuensi tiap kecepatan dan waktu percepatan, tidak dicantumkan.
Bagi teknisi, akibatnya sederhana. Pada versi berinverter, tiga kecepatan ditentukan oleh parameter yang tersimpan di inverter, bukan oleh motor atau peredamnya. Mengganti inverter tanpa mencatat parameternya lebih dulu akan mengubah kecepatan, dan dengan itu waktu tinggal rak serta air per rak. Parameter lama harus dicatat sebelum inverter diganti. Bila parameter itu tidak dapat dibaca, kecepatan harus diukur lagi sesudah penggantian dengan cara di Contoh kerja 1 dan 2.
Penyetelan dan pemeriksaan mekanis
Manual menyebut beberapa penyetelan mekanis yang khas konveyor.
Celah kopling dan sensor. Pada konveyor satu tangki, celah antara kopling dan sensornya harus 2–4 mm. Celah yang terlalu lebar dapat membuat beban lebih tidak terdeteksi, dan celah yang terlalu sempit dapat memicu henti palsu. Kedua akibat itu adalah tafsiran; manual hanya menyebut angka celahnya.
Pembatas torsi. Konveyor terowongan memberi prosedur paling lengkap. Pembatas dipasang di poros penggerak dan disetel saat komisioning. Bila perlu disetel ulang, mesin dimatikan, tutup plastik kuning dilepas, lintasan dimuati rak penuh sampai 1 m dari sakelar batas ujung, pencucian dijalankan, lalu cincin penyetel dikendurkan dengan alat khusus sampai unit penggerak mulai slip, dan tutup dipasang kembali. Memutar cincin searah jarum jam mengencangkan kopling, berlawanan arah mengendurkan. Manual memperingatkan dua arah kesalahan: kopling yang terlalu kencang dapat mematahkan rak atau bahkan unit penggerak saat macet, sedangkan kopling yang terlalu kendur membuat penggerak slip dan rak tidak maju. Setelan harus sesuai dengan torsi yang dibutuhkan untuk mengangkut barang yang dicuci.
Prosedur itu berhenti pada titik slip dan tidak menyebut langkah sesudahnya, misalnya apakah cincin dikencangkan lagi sedikit dari titik itu. Teknisi tidak boleh mengisi celah ini dengan tebakan. Yang dapat dilakukan adalah mengikuti prosedur apa adanya lalu menguji: rak penuh harus terangkut tanpa slip, dan rak yang ditahan dengan sengaja di pintu masuk harus membuat penggerak slip, bukan mematahkan rak.
Tinggi rel dan meja. Konveyor satu tangki meminta meja dipasang masuk ke mesin dengan dempul di antara meja dan bibir tangki, tinggi rel rak 4–6 mm di atas bibir tangki, dan meja dimiringkan supaya air yang terbawa mengalir kembali ke mesin. Konveyor terowongan menyarankan sakelar batas dipasang di meja keluar. Tinggi rel yang salah membuat rak tersangkut di peralihan meja dan mesin, dan pembatas torsi akan bekerja tanpa ada yang salah di dalam mesin.
Tirai. Tirai menahan percikan air. Konveyor elektronik memakai tirai berkode yang tidak dapat dipasang di tempat yang salah, dengan dua tirai panjang di kedua ujung mesin. Konveyor satu tangki meminta tirai panjang dan pendek dipasang di tempatnya, dan konveyor terowongan meminta sisi pendek tirai menghadap pintu masuk barang. Tirai dilepas, digosok, dibilas, dan dikeringkan setiap akhir hari.
Lengan dan nosel. Lengan cuci atas dan bawah dilepas setiap hari. Pada konveyor satu tangki, lengan bawah dimasukkan miring di antara rel konveyor dan dikunci dengan penahan di atas pin. Konveyor elektronik menyebut lengan bawah lima nosel dan lengan atas enam nosel. Konveyor terowongan meminta nosel cuci menghadap ke arah barang yang dicuci.
Pelumasan. Konveyor satu tangki menulis bahwa motor tidak memerlukan pelumasan. Konveyor terowongan menganjurkan permukaan baja tahan karat dilumasi minyak vaselin bila mesin lama tidak dipakai.
Contoh kerja
Angka pada contoh 6 adalah angka latihan. Anggapan rak 0,5 m dan rak masuk rapat berlaku untuk contoh 1, 2, dan 5.
Contoh 1: jarak waktu dan kecepatan lintasan konveyor satu tangki. Kapasitas 225 rak per jam.
Ukuran lebar mesin pada tabel dimensi adalah 1,15 m; pada konveyor, ukuran itu searah lintasan. Dengan angka itu sebagai pendekatan lintasan basah, waktu tinggal paling lama adalah menit, atau sekitar 37 s. Waktu sebenarnya di bawah semprotan lebih pendek, karena zona cuci dan bilas tidak memenuhi seluruh badan mesin.
Contoh 2: menguji konsistensi konveyor tiga kecepatan. Manual menulis 160, 100, dan 70 rak per jam bersama waktu 60, 120, dan 180 s, dan panjang mesin 1.300 mm. Bila 60, 120, dan 180 s dibaca sebagai waktu tinggal rak di mesin, hitungannya:
| Kecepatan | (m/menit) | Waktu tertulis | Perbandingan | |
|---|---|---|---|---|
| Tinggi, 160 rak/jam | 58,5 s | 60 s | 0,98 | |
| Rendah, 70 rak/jam | 133,7 s | 180 s | 0,74 |
Kecepatan tinggi cocok dalam 2%. Kecepatan rendah meleset seperempat. Manual yang sama menulis pemakaian air 156 L per jam dan 2,6 L per siklus, atau 60 siklus per jam, angka yang lebih mirip mesin siklus 60 s daripada konveyor 160 rak per jam. Kesimpulannya, angka kapasitas dan waktu di manual ini tidak dapat dipakai bersama tanpa konfirmasi pabrikan. Ukur kecepatan lintasan langsung di mesin: tandai rak, catat waktu tempuh satu meter dengan stopwatch, dan bandingkan dengan tabel.
Contoh 3: debit bilas dan penghematan oleh sakelar bilas. Konveyor satu tangki, 2 L per rak.
Pada jam sepi dapur hanya memasukkan 150 rak per jam. Dengan sakelar bilas, air bilas per jam adalah L. Bila katup bilas dibiarkan terbuka terus, mesin memakai L per jam. Selisihnya 150 L per jam, atau sepertiga.
Penghematan air itu juga penghematan daya booster. Dengan anggapan air masuk 55 °C dan bilas 85 °C, laju 150 L per jam sama dengan kg/s, sehingga
Sakelar bilas yang macet terbuka membuang daya sebesar itu terus-menerus selama jam sepi.
Contoh 4: energi waktu lanjut. Pompa cuci 1,5 kW dan motor transport 0,20 kW, total 1,70 kW. Lama waktu lanjut lima menit diambil dari manual konveyor elektronik sebagai ilustrasi, karena manual konveyor satu tangki tidak menyebut lamanya.
Dua belas jeda per hari memakan kWh. Bila waktu lanjut dimatikan dan mesin dibiarkan berjalan tanpa rak selama total tiga jam per hari, energinya kWh. Waktu lanjut menghemat sekitar 3,4 kWh per hari, belum termasuk keausan pompa dan penggerak.
Contoh 5: gaya tarik penggerak. Motor transport 0,20 kW, kecepatan lintasan dari Contoh 1, m/s. Efisiensi peredam dan transmisi dianggap 0,6. Daya mekanis di lintasan sama dengan gaya kali kecepatan, sehingga
Gaya itu setara dengan berat sekitar 390 kg. Itu pada daya pengenal motor; saat lintasan macet, torsi motor dapat naik di atas nilai pengenalnya sebelum proteksi bekerja. Rak plastik yang terjepit di antara rel dan bibir tangki tidak akan bertahan terhadap gaya sebesar itu. Karena itu kopling atau pembatas torsi harus slip lebih dulu, dan karena itu pula pembatas yang dikencangkan berlebihan berbahaya.
Contoh 6: memverifikasi air per rak dengan penghitung. Pada konveyor dengan penghitung air parsial, teknisi mengatur ulang penghitung, menjalankan 60 rak, dan membaca 141 L.
Bila spesifikasi mesin 2 L per rak, pemakaian aktual lebih tinggi . Komponen yang menurut manual mengatur jumlah air bilas adalah regulator tekanan pada konveyor satu tangki dan pembatas aliran katup bilas pada konveyor terowongan; keduanya diperiksa lebih dulu. Sakelar bilas yang tidak kembali sesudah rak lewat juga menambah air, tetapi itu tafsiran dari cara kerjanya. Manual tidak menyebut letak penghitung. Bila penghitung mencatat semua air yang masuk mesin, isian tangki ikut terhitung, jadi pengujian dilakukan sesudah tangki penuh dan tanpa pengurasan di tengahnya.
Kondisi berhenti
Bab Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti menjelaskan prinsipnya. Pada konveyor, pekerjaan dihentikan dalam keadaan berikut.
- Lengan atau tangan perlu masuk ke terowongan. Manual konveyor terowongan melarang memasukkan lengan ke terowongan saat mesin bekerja. Hentikan mesin, isolasi, dan tunggu air serta permukaan dingin.
- Pembatas torsi atau kopling perlu disetel. Prosedurnya dimulai dengan mematikan mesin, dan uji slipnya melibatkan lintasan yang bergerak; hanya teknisi yang menyetelnya, dengan orang lain menjauh dari pintu masuk dan meja.
- Rak macet di dalam mesin. Hentikan dengan tombol darurat lebih dulu, baru bebaskan sumbatannya. Jangan menarik rak saat penggerak masih bertenaga, karena penggerak dapat menarik lagi begitu sumbatan lepas.
- Interlock pintu atau sakelar meja dijembatani untuk pengujian. Jangan tinggalkan mesin dalam keadaan itu dan jangan serahkan kepada operator.
- Arah putar motor terbalik sesudah penggantian kabel atau motor. Jangan jalankan transport dengan rak di lintasan sampai arah putar dibetulkan.
- Mesin tetap bertegangan sesudah dimatikan dengan sakelar panel. Manual konveyor elektronik menulis bahwa mesin tetap bertegangan sampai pemisah suplai di gedung dimatikan.
Salah tafsir yang sering terjadi
Konveyor yang berhenti sendiri tidak selalu rusak. Sakelar batas meja, waktu lanjut, dan interlock pintu semuanya menghentikan transport tanpa gangguan. Periksa lampu atau tombol panel dan letak rak di meja keluar sebelum membuka panel.
Kecepatan lintasan tidak dapat dibaca dari pelat motor. Kecepatan ditentukan bersama oleh motor, peredam, roda penggerak, dan pada versi berinverter oleh parameter inverter. Satu-satunya angka yang dapat dipercaya di lapangan adalah hasil ukur waktu tempuh rak.
Angka kapasitas rak per jam bukan janji hasil cuci. Kapasitas dihitung pada rak yang masuk rapat dan kecepatan tertentu. Untuk kotoran berat, manual meminta kecepatan rendah, yang mengurangi kapasitas tetapi menambah waktu di bawah semprotan.
Kopling yang dikencangkan untuk menghentikan slip bukan perbaikan bila slipnya disebabkan rak yang tersangkut, rel yang terlalu rendah, atau meja yang tidak rata. Menurut manual, setelan pembatas torsi harus sesuai dengan torsi yang dibutuhkan untuk mengangkut barang, dan setelan yang terlalu kencang dapat mematahkan rak atau unit penggerak.
Nosel bilas yang tidak menyemprot saat diuji tanpa rak belum tentu tersumbat. Katup bilas hanya membuka saat sakelar bilas tertekan oleh rak.
Teks manual konveyor tidak selalu berlaku untuk mesin yang sedang dihadapi. Manual konveyor satu pabrikan memakai teks warisan untuk mesin multi-tangki, multi-pintu, dan berpemanas uap, dan kedua manual konveyor tiga kecepatan menyebut mesinnya undercounter di satu kalimat. Cocokkan setiap uraian dengan pelat data dan diagram mesin itu.
Hubungan dengan bab lain
Bab Jenis mesin pencuci piring komersial dan cara kerjanya menempatkan konveyor di antara tipe mesin lain. Bab Sistem air menjelaskan pengisian, level, dan pembaruan air tangki yang juga berlaku di konveyor, dan bab Sistem panas memakai debit bilas konveyor untuk menghitung daya booster. Tangga kendali konveyor satu tangki dan rantai sensor rak konveyor tiga kecepatan dibaca di bab Kelistrikan dan logika kendali, dan gangguan konveyor dikatalogkan di bab Troubleshooting dan perbaikan. Hubungan daya, gaya, dan kecepatan ada di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika, dan prinsip inverter di bab VFD: prinsip kerja dan pemilihan. Diagnosis motor yang tidak mau berputar atau trip mengikuti bab Diagnosis kendali motor. Sasaran cuci, bilas, dan sanitasi yang dijalankan semua zona dibahas di Bab 1.
Latihan dan pembahasan
- Konveyor dua tangki tercatat 268 rak per jam dan 2 L per rak. Hitung jarak waktu antar-rak, kecepatan lintasan dengan anggapan rak 0,5 m masuk rapat, dan debit bilas dalam L/menit.
- Konveyor tiga kecepatan tercatat 100 rak per jam pada kecepatan sedang dengan waktu 120 s dan panjang mesin 1.300 mm. Ujilah konsistensinya seperti di Contoh kerja 2.
- Konveyor satu tangki dipakai 180 rak per jam. Berapa air bilas per jam dengan sakelar bilas, dan berapa persen penghematannya dibanding katup bilas yang terbuka terus pada debit Contoh kerja 3?
- Pada konveyor berkendali elektronik, transport berhenti dan tombol transport menyala hijau. Sebutkan dua penghenti yang dapat menimbulkan tampilan ini tanpa gangguan, dan cara membedakannya.
- Seorang teknisi mengencangkan pembatas torsi karena rak sering tertahan di peralihan meja masuk. Apa yang salah dari tindakan ini, dan apa yang seharusnya diperiksa lebih dulu?
- Mengapa prosedur penyetelan pembatas torsi konveyor terowongan meminta lintasan dimuati rak penuh sampai 1 m dari sakelar batas ujung sebelum cincin dikendurkan?
Kunci jawaban beralasan
- s. m/menit. L/s L/menit. Angka ini sama dengan debit yang dipakai bab Sistem panas untuk menghitung daya booster konveyor dua tangki, sehingga kedua bab saling cocok.
- m/menit dan menit s. Perbandingan dengan 120 s adalah 0,78. Kecepatan sedang juga tidak cocok; hanya kecepatan tinggi yang cocok. Ini memperkuat kesimpulan Contoh kerja 2 bahwa kecepatan harus diukur di mesin.
- Dengan sakelar bilas, L per jam. Tanpa sakelar bilas, 450 L per jam. Selisihnya 90 L per jam, yaitu . Penghematan makin besar bila rak makin jarang.
- Waktu lanjut yang sudah habis dan sakelar batas meja yang tertekan. Bila rak menumpuk di meja keluar dan menekan sakelar meja, transport jalan lagi sendiri begitu rak diambil. Bila meja kosong dan rak terakhir sudah keluar lebih dari sekitar lima menit, yang bekerja adalah waktu lanjut, dan transport jalan lagi saat rak baru didorong melewati cakar transport atau tombol transport ditekan. Interlock pintu juga membuat tombol hijau, tetapi pintunya terbuka dan mudah dilihat.
- Rak yang tertahan di peralihan meja biasanya disebabkan geometri, misalnya rel yang tidak 4–6 mm di atas bibir tangki atau meja yang tidak rata, bukan oleh kopling yang terlalu kendur. Mengencangkan pembatas hanya menambah gaya yang menekan rak ke titik sangkut, sehingga rak atau unit penggerak dapat patah. Periksa dulu tinggi rel, kerataan meja, dan keadaan rak, baru setel pembatas bila slip terjadi dengan lintasan yang bersih.
- Manual meminta setelan sesuai dengan torsi yang dibutuhkan untuk mengangkut barang yang dicuci. Lintasan yang penuh rak berisi menghasilkan beban kerja terberat yang wajar. Mengendurkan cincin sampai penggerak mulai slip pada beban itu menemukan batas bawahnya. Setelan yang ditemukan dengan lintasan kosong akan terlalu kendur untuk operasi penuh, dan rak akan berhenti maju pada jam sibuk.
Referensi
Bab terkait
- Jenis mesin pencuci piring komersial dan cara kerjanya: undercounter, tipe pintu, konveyor rak, pencuci panci, dan sterilisatorDishwashing · Bab 2
- Sistem air mesin pencuci piring: pengisian, level, pompa cuci dan bilas, luapan, dan pembuanganDishwashing · Bab 3
- Sistem panas mesin pencuci piring: pemanas tangki, booster, termostat, pembatas suhu, dan pembagian bebanDishwashing · Bab 4
- Kelistrikan dan logika kendali mesin pencuci piring: suplai, kontaktor, timer, interlock, dan papan kendaliDishwashing · Bab 5
- Troubleshooting dan perbaikan mesin pencuci piring: gejala, kode alarm, pengukuran, dan verifikasiDishwashing · Bab 6
- Gaya, torsi, putaran, dan transmisi dayaMekanikal & Mekatronika · Bab 1
- VFD: prinsip kerja dan pemilihanKelistrikan & Kendali · Bab 67
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
- Diagnosis kendali motor: katalog gejala dan kasusKelistrikan & Kendali · Bab 79
- Siklus pencucian, dosis, pembilasan, sanitasi, dan dispenserDishwashing · Bab 1
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.
Konveyor dua tangki tercatat 268 rak per jam dan 2 L per rak. Hitung jarak waktu antar-rak, kecepatan lintasan dengan anggapan rak 0,5 m masuk rapat, dan debit bilas dalam L/menit.
Konveyor tiga kecepatan tercatat 100 rak per jam pada kecepatan sedang dengan waktu 120 s dan panjang mesin 1.300 mm. Ujilah konsistensinya seperti di Contoh kerja 2.
Konveyor satu tangki dipakai 180 rak per jam. Berapa air bilas per jam dengan sakelar bilas, dan berapa persen penghematannya dibanding katup bilas yang terbuka terus pada debit Contoh kerja 3?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Dishwashing · Bab 8.
Urutan baca menurut rak: Dishwashing · Bab 6.
Bab lain dalam Dishwashing dan Dispensing Kimia.