Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Utilitas · Bab 9Terapan

    Refrigerasi komersial dan mesin es: kondensor, pencairan bunga es, refrigeran, jenis mesin es, siklus panen, air, sanitasi, dan diagnosis lapangan

    Dalam sepuluh bulan, catu daya 12 volt pada beberapa mesin es di dapur pelanggan terbakar lima kali, dan setiap kali diganti, bahkan dengan kapasitas yang lebih besar. Cairan pendingin kondensor yang seharusnya bertahan bertahun-tahun ditambah berulang kali, dan produksi es turun sampai seperempat. Catatan pemilik menelusuri akar masalahnya ke kipas pendingin yang macet, yang baru diganti setelah lima catu daya terbakar. Bab ini menjelaskan refrigerasi komersial dan mesin es dari sisi teknisi: lemari dan ruang pendingin, kondensor sebagai tempat panas dibuang, evaporator, pencairan bunga es, pintu, refrigeran dan batas kewenangan, jenis mesin es dan siklus panennya, air, pemasangan, sanitasi, diagnosis lapangan, dan studi kasus kegagalan berantai.

    23 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah perusahaan layanan memasang mesin es di lima dapur pelanggan. Dalam sepuluh bulan berikutnya, catatan servisnya menjadi daftar panjang: catu daya 12 volt yang memasok kipas pendingin terbakar lima kali, dan pada penggantian terakhir dipasang catu daya berkapasitas lebih besar karena yang lama "selalu tidak kuat". Cairan pendingin kondensor, pada sirkuit yang seharusnya tertutup dan bertahan bertahun-tahun, ditambah berulang kali, sekitar 21 sampai 25 liter menurut dua catatan pemilik. Produksi es di satu lokasi turun sampai sekitar seperempat dari biasanya. Satu-satunya unit yang hampir tidak bermasalah adalah unit yang dipasang di ruangan dengan pendingin udara.

    Catu daya yang terbakar adalah gejala, bukan penyebab. Catatan pemilik menyimpulkan bahwa kipas pendingin yang macet dan aus menarik arus berlebihan, dan kipas itu bekerja terus dalam kompartemen yang terlalu panas karena kondensornya kehilangan cairan pendingin. Kipas yang rusak baru diganti setelah lima catu daya terbakar. Bab ini menjelaskan cara mesin pendingin membuang panas, cara merawat dan membersihkan mesin es, dan cara mendiagnosis kegagalan berantai seperti ini sebelum suku cadang yang salah diganti berulang-ulang.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas peralatan pendingin komersial di dapur, laundry, dan rumah sakit: lemari pendingin, ruang pendingin, pendingin air minum, dan mesin es. Siklus kompresi uap, diagram tekanan-entalpi, superpanas, subdingin, dan energi pembuatan es dijelaskan di Fisika 213, dan COP serta pengaruh beda suhu di Fisika 197. Bab ini tidak memberi wewenang membuka sirkuit refrigeran, mengisi atau memulihkan refrigeran, atau mengelas pipa refrigeran; pekerjaan itu memerlukan teknisi refrigerasi yang bersertifikat dan alat yang sesuai. Sumbernya adalah narasi Utilitas Industri, narasi Fluida dan Termal, SOP mesin es dan catatan servis mesin es di Drive pemilik, dan pengetahuan teknik umum yang ditandai di peta sumber. Kapasitas, setelan, dan prosedur pembersihan setiap mesin mengikuti petunjuk pabriknya; angka di bab ini adalah angka latihan atau nilai literatur umum. Nama lokasi, pelanggan, vendor, dan merek pada studi kasus tidak disebut.

    Peralatan pendingin di dapur dan laundry

    PeralatanTugasHal yang sering menjadi masalah
    Lemari pendingin dan pembekuMenyimpan bahan makananKondensor kotor, karet pintu rusak, lampu dalam menyala terus
    Ruang pendinginMenyimpan dalam jumlah besarPintu dibuka lama, bunga es di evaporator, saluran pencairan tersumbat
    Pendingin air minumAir dingin untuk minum dan dapurKebersihan air, kondensor
    Mesin esMembuat dan menyimpan es yang dimakanKerak, sanitasi, kondensor, air masuk

    Semuanya memakai siklus yang sama: kompresor, kondensor, alat ekspansi, dan evaporator, seperti di Fisika 213. Buku teknik refrigerasi dalam narasi mencatat bahwa evaporator adalah bagian sistem tempat refrigeran cair diuapkan, dan bahwa pada sistem kecil kondensor dihubungkan ke evaporator melalui pipa kapiler dan saringan. Panduan mesin es dalam narasi menyebut kompresor sebagai mekanisme yang mendinginkan air di dalam mesin sampai menjadi es.

    Kondensor: tempat panas dibuang

    Mesin pendingin tidak "membuat dingin"; ia memindahkan panas dari dalam ke luar. Panas yang dibuang di kondensor sama dengan panas yang diambil dari dalam ditambah hampir seluruh energi listrik kompresor:

    Q˙kondensor=Q˙evaporator+Pkompresor\dot{Q}_{\text{kondensor}} = \dot{Q}_{\text{evaporator}} + P_{\text{kompresor}}

    Buku teknik refrigerasi dalam narasi mencatat bahwa kondensor biasanya dibuat dari pipa tembaga atau baja dengan sirip yang membantu perpindahan panas cepat. Bila panas tidak dapat dibuang, tekanan dan suhu kondensasi naik, COP turun seperti di Fisika 197, siklus memanjang, kompresor bekerja lebih panas, dan pengaman memutus. Tiga sebab yang paling sering:

    1. Sirip kondensor kotor oleh debu, minyak dapur, dan serat. SOP perawatan pemilik meminta sirip kondensor dibersihkan dengan kuas atau blower pada setiap servis berkala.
    2. Udara panas terisap kembali karena mesin dipasang terlalu rapat ke dinding atau benda lain. SOP instalasi pemilik menetapkan jarak bebas sekurang-kurangnya 40 cm di belakang dan 30 cm di samping, dengan catatan bahwa jarak itu diperlukan untuk sirkulasi udara kondensor agar kompresor tidak terlalu panas.
    3. Ruangan terlalu panas, misalnya dapur tanpa ventilasi yang cukup, seperti dibahas di Bab 16 · Bangunan & Fasilitas. Panduan mesin es dalam narasi bahkan mencatat bahwa beberapa kipas di sekitar mesin dapat mengembalikan kecepatan produksinya.

    Sebagian mesin memakai kondensor berpendingin air, atau sirkuit cairan pendingin tertutup dengan radiator dan kipas. SOP perawatan pemilik untuk mesin es seperti itu meminta level cairan pendingin di tangki cadangan diperiksa dan ditambah bila di bawah garis minimum, serta jalur selangnya diperiksa dari kebocoran. Sirkuit tertutup yang terus memerlukan tambahan cairan sedang bocor, dan kebocoran itulah yang dicari, seperti pada studi kasus di akhir bab.

    Evaporator, pencairan bunga es, dan pintu

    Uap air dari udara yang masuk membeku di sirip evaporator sebagai bunga es. Bunga es tipis tidak mengganggu, tetapi lapisan tebal menghambat aliran udara dan perpindahan panas, sehingga suhu ruang naik walaupun kompresor bekerja terus. Pencairan bunga es dilakukan berkala dengan menghentikan kompresor, dengan pemanas listrik, atau dengan gas panas, dan airnya dialirkan melalui saluran pencairan yang harus bebas dan, untuk pembeku, dipanaskan agar tidak membeku. Saluran pencairan yang tersumbat menghasilkan genangan es di lantai ruang pendingin dan air di bawah lemari.

    Buku teknik refrigerasi dalam narasi mendefinisikan udara infiltrasi sebagai udara yang masuk ke ruang yang dikondisikan melalui celah jendela dan bukaan pintu. Untuk ruang pendingin, udara infiltrasi membawa panas dan uap air sekaligus, sehingga beban dari pintu yang sering dibuka dapat sebesar beban bahan yang didinginkan (Contoh 5). Tirai plastik berlapis, pintu yang menutup sendiri, karet pintu yang utuh, dan kebiasaan tidak membiarkan pintu terbuka mengurangi beban itu. Petunjuk servis mesin es dalam narasi mencatat bahwa lampu yang menyala terus dapat membuat unit bekerja lebih hangat, karena lampu juga menjadi sumber panas di dalam.

    Refrigeran dan batas kewenangan

    Refrigeran yang dipakai peralatan komersial kecil kini sering hidrokarbon atau campuran yang sebagian mudah terbakar. Buku teknik refrigerasi dalam narasi mencatat bahwa refrigeran hidrokarbon mudah terbakar dan sangat mudah meledak bila tercampur udara. Petunjuk servis mesin es dalam narasi mencatat bahwa refrigeran harus dipulihkan bila diwajibkan hukum yang berlaku, bahwa kompresor tidak boleh dibiarkan terbuka lebih dari sekitar 30 menit saat penggantian atau servis, dan bahwa pengering harus berkapasitas dan berjenis refrigeran yang benar.

    Akibat praktisnya untuk teknisi umum:

    1. Sirkuit refrigeran tidak dibuka, ditambah refrigeran, atau dilas tanpa sertifikat dan alat yang sesuai.
    2. Refrigeran tidak dilepas ke udara.
    3. Pada peralatan berefrigeran mudah terbakar, sumber nyala dijauhkan, ruangan diventilasi, dan perbaikan listrik di dekat sirkuit mengikuti petunjuk pabrik.
    4. Pekerjaan teknisi umum pada peralatan pendingin terbatas pada kebersihan kondensor dan evaporator, saluran pencairan, karet pintu, pemasangan, air, sanitasi, dan diagnosis kelistrikan dengan isolasi energi, seperti di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali.

    Jenis mesin es dan siklusnya

    Mesin es komersial yang lazim membuat es kubus atau es pelat pada evaporator berbentuk cetakan atau pelat, es serpih dengan evaporator silinder dan pisau pengikis, atau es butiran. Panduan mesin es dalam narasi mencatat bahwa mesin es modular memberi volume es terbesar karena desainnya.

    Mesin es kubus dan pelat bekerja dalam dua tahap berulang:

    1. Pembekuan: pompa mengalirkan air dari bak ke atas evaporator yang didinginkan, dan es tumbuh lapis demi lapis. Air yang mengalir terus membuat es bening, karena gas dan garam terlarut tertinggal di air yang belum membeku.
    2. Panen: setelah es cukup tebal, mesin mengirim gas panas dari kompresor ke evaporator, seperti di Fisika 213, sehingga es terlepas dan jatuh ke bin. Air bak yang tersisa, yang sudah memekat, dibuang sebagian dan diganti air baru.

    Bin dilengkapi pengendali yang menghentikan produksi ketika bin penuh. Petunjuk servis mesin es dalam narasi mencatat bahwa bila tuas bin terangkat, mesin tidak akan memanen. Mesin yang "tidak membuat es" kadang hanya karena tuas atau sensor bin tersangkut.

    Air untuk mesin es

    Es adalah makanan, sehingga air masuknya harus layak minum dan mesinnya diperlakukan sebagai peralatan makanan. Petunjuk servis mesin es dalam narasi menegaskan bahwa mesin dirancang untuk membuat dan menyimpan es yang dimakan.

    SOP instalasi pemilik meminta survei lokasi untuk memastikan tekanan air sekurang-kurangnya sekitar 1,5 bar, dan meminta filter baru dibilas 2 sampai 3 menit atau sampai airnya jernih sebelum disambungkan ke mesin. Air dengan kesadahan tinggi membentuk kerak di evaporator, pompa, dan pipa distribusi air, seperti dijelaskan di Kimia 202; kerak memperlambat panen, membuat es keruh, dan menjadi tempat bakteri melekat. Air dengan TDS rendah dari unit osmosis balik, seperti di Bab 11 · Air & Pengolahan Air, mengurangi kerak, tetapi beberapa mesin memerlukan sedikit mineral agar sensornya bekerja, sehingga petunjuk pabrik diikuti. Saluran buang mesin dan bin harus lurus, menurun, tanpa tekukan tajam, dan berakhir di saluran gedung dengan celah udara, sesuai SOP instalasi pemilik.

    Memasang mesin es

    SOP instalasi pemilik memuat urutan yang baik untuk diikuti:

    1. Survei lokasi beberapa hari sebelumnya: listrik, tekanan air, saluran buang, dan ruang.
    2. Penempatan di lantai yang rata dan kuat untuk mesin dan bin penuh es, dengan jarak bebas kondensor.
    3. Sambungan air dan filter, termasuk pembilasan filter baru.
    4. Uji bocor setiap sambungan sebelum daya dinyalakan.
    5. Tiga siklus pertama dibuang: es dari tiga siklus awal dibuang untuk memastikan jalur air bersih dari debu sisa pemasangan, dan es siklus berikutnya diperiksa bening, tidak berbau, dan tebalnya merata.
    6. Dokumentasi dan serah terima: foto posisi unit, filter, dan hasil es, laporan servis, dan penjelasan kepada pengguna tentang cara mematikan mesin dalam keadaan darurat.

    Petunjuk servis mesin es dalam narasi juga meminta pemeriksaan bahwa mesin sudah dibumikan dengan benar.

    Sanitasi dan pembersihan

    SOP perawatan berkala pemilik menyusun urutan sanitasi: pelanggan diminta mengosongkan bin sehari sebelumnya; mesin dimatikan dan kabel dicabut; pelat evaporator disemprot cairan sanitasi, didiamkan sekitar 5 menit, lalu dibilas; bak air dikuras dan dindingnya dibersihkan dengan spons lembut; saringan pompa air dibersihkan; dinding bin digosok dengan larutan sanitasi dan dibilas; setelah daya dinyalakan, aliran air di atas pelat diamati merata; dan es dari siklus awal setelah servis dibuang untuk memastikan tidak ada sisa bahan sanitasi. APD yang diminta adalah sarung tangan karet untuk cairan sanitasi dan masker saat membersihkan debu kondensor.

    Petunjuk servis mesin es dalam narasi menambahkan beberapa larangan: jangan memakai larutan pembersih yang mengkorosi pipa tembaga, jangan memakai pembersih jenis amonia pada bagian mana pun, jangan membersihkan dengan semprotan air bertekanan, dan tunggu sampai larutan sanitasi terbuang seluruhnya sebelum melanjutkan. Pembersih kerak dan bahan sanitasi adalah dua tahap yang berbeda; pembersih kerak yang asam tidak dicampur dengan bahan sanitasi berbasis klorin, seperti di bab bahan kimia.

    Diagnosis lapangan

    Panduan mesin es dalam narasi mengingatkan bahwa diagnosis selalu lebih mudah bila buku servis mesin tersedia, dan memberi beberapa pertanyaan awal yang berguna:

    1. Apakah air terisi normal dan pada saat yang tepat dalam siklus? Katup air yang macet terbuka atau tertutup menghasilkan es tipis, es tidak terbentuk, atau air terbuang terus.
    2. Apakah siklus terlalu panjang? Panduan itu mencatat bahwa refrigeran yang kurang dapat menyebabkan siklus panjang, tetapi kondensor kotor dan ruangan panas jauh lebih sering, dan dapat diperiksa tanpa membuka sirkuit.
    3. Apakah ada gas tak terkondensasi? Panduan itu menyarankan mesin dimatikan beberapa menit agar tekanan menyamakan sebelum diperiksa, pekerjaan ini untuk teknisi refrigerasi.
    4. Apakah kompresor berdengung lalu memutus? Panduan itu meminta daya dimatikan bila kompresor berdengung dan memutus oleh pengaman bebannya, karena kompresor yang terus dicoba hidup dapat rusak.

    Pengukuran yang dapat dilakukan teknisi umum dengan aman: suhu udara masuk dan keluar kondensor, suhu ruangan, waktu siklus pembekuan dan panen, arus kompresor dan kipas dengan tang ampere, tegangan suplai, tekanan air masuk, dan berat es per siklus. Membandingkan angka-angka itu dengan data pabrik dan dengan unit sejenis di lokasi lain sering sudah menunjukkan arah penyebabnya.

    Studi kasus: catu daya yang terbakar berulang

    Catatan servis dan memorandum evaluasi pemilik untuk lima mesin es yang sama di lima lokasi, dari pertengahan 2025 sampai April 2026, dirangkum tanpa nama lokasi dan pihak:

    WaktuKejadianTindakan saat itu
    Bulan pertamaCairan pendingin kondensor kurangDitambah 9 L
    Bulan ketigaDua catu daya 12 V dan dua tombol daya rusakDiganti
    Bulan ketigaRelai kendali rusakDiganti
    Bulan kedelapanKatup air gagal, air mengalir terus; mesin mati semingguDilaporkan ke penyedia
    Bulan kesembilanProduksi turun sampai sekitar 30 kg per hariCairan pendingin ditambah 3 kali 4 L
    Bulan kesembilanMesin mati dengan kode galat, interlock bekerjaMesin diminta tidak dinyalakan
    Bulan kesepuluhCatu daya terbakar, diganti; terbakar lagi tiga hari kemudianDiganti dengan kapasitas lebih besar
    Bulan kesepuluhKipas yang rusak ditemukan dan diganti di dua unitPemilik menyimpulkan kipas sebagai penyebab catu daya terbakar

    Memorandum pemilik menyusun rantai kegagalannya: sambungan radiator bocor, cairan pendingin habis, panas kondensor tidak terbuang, kipas bekerja terus dalam kompartemen yang terlalu panas sampai bantalannya aus dan kumparannya rusak, lalu kipas yang rusak menarik arus berlebihan dari catu daya. Memorandum yang sama memeriksa dua dugaan lain dan menolaknya dengan bukti: kerak air tidak berhubungan dengan hilangnya cairan pada sirkuit yang terpisah dari air, dan kerusakan catu daya terjadi di sisi keluaran searah, bukan di pengaman sisi masukan, sehingga tegangan gedung bukan penyebab utamanya. Unit yang dipasang di ruangan berpendingin udara menjadi pembanding yang menunjukkan bahwa panas adalah pemicunya.

    Pelajaran untuk teknisi:

    1. Komponen yang terbakar berulang menunjukkan beban yang salah, bukan komponen yang kurang besar. Memasang catu daya, sekring, atau pengaman yang lebih besar tanpa memperbaiki bebannya memindahkan kerusakan ke tempat lain dan menambah risiko kebakaran, seperti di Bab 17 · Bangunan & Fasilitas.
    2. Cairan yang terus ditambah pada sirkuit tertutup adalah kebocoran, dan kebocoran itu dicari dan diperbaiki, bukan ditutupi dengan penambahan.
    3. Bandingkan dengan unit yang sehat di keadaan yang berbeda untuk memisahkan penyebab lingkungan dari cacat unit.
    4. Catat setiap kejadian dengan tanggal, gejala, dan tindakan, sehingga pola terlihat, seperti di Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis dan bab investigasi insiden.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Energi untuk membuat es. Air masuk 28 °C dibuat menjadi es −3 °C. Energi per kilogram: 4,19×28+334+2,1×3=4584{,}19 \times 28 + 334 + 2{,}1 \times 3 = 458 kJ/kg, dengan kalor laten membeku 334 kJ/kg terbesar seperti di Fisika 213.

    Contoh 2. Produksi harian dan listrik. Mesin membuat 120 kg/hari es seperti Contoh 1: 458×120=54.900458 \times 120 = 54.900 kJ/hari, sekitar 15,3 kWh pendinginan. Dengan COP nyata sekitar 2 (angka latihan), listriknya sekitar 7,6 kWh/hari.

    Contoh 3. Panas yang dibuang ke ruangan. Mesin Contoh 2 membuang sekitar 15,3+7,6=22,915{,}3 + 7{,}6 = 22{,}9 kWh/hari di kondensornya, rata-rata sekitar 0,95 kW sepanjang hari, ke ruangan dapur yang mungkin sudah panas.

    Contoh 4. Penurunan produksi. Produksi turun dari sekitar 120 menjadi 30 kg/hari. Penurunannya 1−30/120=0,751 - 30/120 = 0{,}75, yaitu 75 persen, jauh lebih besar daripada yang dapat dijelaskan oleh air masuk yang sedikit lebih hangat, sehingga arah diagnosisnya adalah pembuangan panas di kondensor.

    Contoh 5. Beban pintu ruang pendingin. Ruang pendingin 3 m kali 3 m kali 2,5 m (22,5 m³) kehilangan sekitar setengah volume udaranya setiap kali pintu dibuka (angka latihan), yaitu sekitar 0,5×22,5×1,2=13,50{,}5 \times 22{,}5 \times 1{,}2 = 13{,}5 kg udara. Beda entalpi udara dapur dan udara ruang pendingin sekitar 65 kJ/kg (angka latihan), sehingga setiap bukaan membawa sekitar 880 kJ. Dengan 60 bukaan sehari, beban pintu sekitar 52.700 kJ, yaitu sekitar 14,6 kWh pendinginan sehari.

    Contoh 6. Tirai plastik. Bila tirai plastik berlapis mengurangi pertukaran udara sekitar 70 persen (angka latihan), beban pintu Contoh 5 turun menjadi sekitar 14,6×0,3=4,414{,}6 \times 0{,}3 = 4{,}4 kWh sehari.

    Contoh 7. Cairan pendingin yang hilang. Memorandum pemilik mencatat sekitar 25 L cairan pendingin ditambahkan dalam 10 bulan pada sirkuit yang seharusnya tidak memerlukan tambahan selama bertahun-tahun. Rata-ratanya 25/10=2,525/10 = 2{,}5 L per bulan. Dengan kapasitas tangki sekitar 4 L, sirkuit itu kosong kurang dari dua bulan setelah setiap pengisian.

    Contoh 8. Arus kipas. Kipas 12 V bernilai 2 A menarik 5 A ketika bantalannya macet (angka latihan). Bila catu daya juga memasok kipas lain dan pengendali, arus tambahan 3 A per kipas yang macet dapat mendorong catu daya melewati batasnya, terutama pada suhu kompartemen yang tinggi yang menurunkan kemampuan catu daya.

    Contoh 9. Membuang es awal. Mesin memanen 2,5 kg es per siklus (angka latihan). Membuang tiga siklus pertama setelah pemasangan atau sanitasi berarti membuang sekitar 3×2,5=7,53 \times 2{,}5 = 7{,}5 kg es, harga kecil dibanding risiko es yang membawa debu pemasangan atau sisa bahan sanitasi.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan laporkan bila:

    1. Pekerjaan memerlukan membuka sirkuit refrigeran, menambah atau memulihkan refrigeran, atau mengelas pipa; serahkan kepada teknisi refrigerasi bersertifikat.
    2. Tercium bau refrigeran atau terdengar desis dari sirkuit, terutama pada refrigeran yang mudah terbakar; jauhkan sumber nyala dan ventilasi ruangan.
    3. Komponen kelistrikan terbakar atau berbau hangus; jangan mengganti komponen yang sama sebelum bebannya diperiksa.
    4. Kompresor berdengung dan memutus berulang; matikan daya dan cari penyebabnya.
    5. Mesin akan dibersihkan atau diperiksa tanpa daya dicabut dan dikunci, seperti di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali.
    6. Bahan pembersih kerak dan bahan sanitasi akan dicampur, atau dipakai bahan berbasis amonia, atau es dari siklus pertama setelah sanitasi akan dipakai.
    7. Air masuk tidak layak minum atau bin tercemar; es tidak boleh dipakai sampai mesin disanitasi.
    8. Interlock atau kode galat pengaman muncul; jangan dijembatani, ikuti Bab 1 · Keselamatan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Catu daya terbakar, berarti catu dayanya kurang besar." Komponen yang terbakar berulang menunjukkan beban yang rusak atau kepanasan.

    "Mesin pendingin membuat dingin." Mesin memindahkan panas ke luar, dan panas itu harus dapat dibuang di kondensor.

    "Mesin es lambat pasti kurang refrigeran." Kondensor kotor dan ruangan panas jauh lebih sering dan dapat diperiksa tanpa membuka sirkuit.

    "Cairan pendingin yang berkurang cukup ditambah." Sirkuit tertutup yang terus berkurang sedang bocor.

    "Es itu dingin, jadi bakteri tidak tumbuh." Bakteri dapat hidup di bak air, pipa distribusi, dan bin; es diperlakukan sebagai makanan.

    "Semakin kuat pembersih, semakin bersih mesin." Pembersih yang salah mengkorosi tembaga dan merusak pelapis evaporator.

    Hubungan dengan bab lain

    Fisika 213 dan Fisika 197 menjelaskan siklus dan COP, Kimia 202 kerak, Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis dan bab investigasi insiden diagnosis dan pencatatan kejadian, Bab 1 · Keselamatan kondisi berhenti, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali isolasi energi listrik, Bab 17 · Bangunan & Fasilitas kebakaran, Bab 16 · Bangunan & Fasilitas ventilasi dapur, Bab 11 · Air & Pengolahan Air unit osmosis balik, dan bab bahan kimia penanganan bahan pembersih.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    1. Berapa energi untuk membuat 80 kg es −2 °C dari air 30 °C, dengan kalor jenis air 4,19, kalor laten 334, dan kalor jenis es 2,1 kJ/(kg·K)?
    2. Lemari pendingin mengambil 0,6 kW dari dalam dengan daya kompresor 0,3 kW. Berapa panas yang dibuang kondensornya?
    3. Produksi mesin es turun dari 100 menjadi 60 kg/hari. Berapa persen penurunannya?
    4. Mengapa jarak bebas di belakang dan samping mesin es penting?
    5. Mengapa es dari siklus pertama setelah sanitasi dibuang?
    6. Mengapa mengganti catu daya dengan yang lebih besar bukan perbaikan?

    Kunci jawaban beralasan

    1. (4,19×30+334+2,1×2)×80=463,9×80=37.100(4{,}19 \times 30 + 334 + 2{,}1 \times 2) \times 80 = 463{,}9 \times 80 = 37.100 kJ, sekitar 10,3 kWh.
    2. 0,6+0,3=0,90{,}6 + 0{,}3 = 0{,}9 kW dibuang di kondensor ke ruangan, karena energi kompresor ikut dibuang.
    3. 1−60/100=0,401 - 60/100 = 0{,}40, yaitu turun 40 persen, sehingga kondensor, ruangan, dan air masuk diperiksa.
    4. Kondensor memerlukan udara sejuk; mesin yang terlalu rapat mengisap kembali udara panasnya sendiri.
    5. Es itu dapat membawa sisa bahan sanitasi atau debu dari jalur air, sehingga tidak layak dimakan.
    6. Beban yang rusak tetap menarik arus berlebihan; kerusakan berpindah dan risiko kebakaran naik.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Berapa energi untuk membuat 80 kg es −2 °C dari air 30 °C, dengan kalor jenis air 4,19, kalor laten 334, dan kalor jenis es 2,1 kJ/(kg·K)?

    2

    Lemari pendingin mengambil 0,6 kW dari dalam dengan daya kompresor 0,3 kW. Berapa panas yang dibuang kondensornya?

    3

    Produksi mesin es turun dari 100 menjadi 60 kg/hari. Berapa persen penurunannya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat