Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Chemistry · Chapter 13Quantitative

    By Kurnia · Published October 16, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 2 · 18 min read

    Laju reaksi: konsentrasi, suhu, luas permukaan, katalis, dan energi aktivasi

    Pembersih kerak bekerja jauh lebih cepat pada larutan hangat, pemutih di gudang yang panas kehilangan kekuatannya lebih cepat daripada di gudang sejuk, dan noda karat di linen dapat berubah menjadi lubang ketika bertemu pemutih peroksida. Semua itu adalah soal laju reaksi. Bab ini membahas definisi dan satuan laju, teori tumbukan dan energi aktivasi, hukum laju dan orde reaksi, reaksi orde satu dan waktu paruh, pengaruh suhu menurut aturan kasar dan persamaan Arrhenius, luas permukaan dan pengadukan, katalis homogen dan heterogen, katalis yang tidak diinginkan di lapangan, laju penguraian bahan kimia dalam penyimpanan, serta cara mengukur dan mengendalikan laju di lapangan. Enam contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Sebuah laundry hotel menyimpan persediaan pemutih klorin untuk tiga bulan di gudang di samping ruang pengering, tempat suhu siang hari sering di atas 35 °C. Setelah dua bulan, linen putih mulai kusam walaupun dosis tidak berubah. Uji kadar menunjukkan pemutih tinggal sekitar separuh kekuatan awalnya. Di cabang lain dengan gudang yang lebih sejuk, pemutih dari pengiriman yang sama masih cukup kuat. Pada minggu yang sama, beberapa sarung bantal berlubang kecil tepat di bekas noda karat setelah diputihkan dengan pemutih peroksida.

    Kedua kejadian itu tidak berhubungan dengan jumlah bahan, tetapi dengan kecepatan reaksi. Pemutih terurai lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi, dan ion besi dari karat mempercepat penguraian peroksida tepat di satu titik sampai serat di situ ikut rusak. Bab ini membahas laju reaksi dan faktor-faktor yang mengendalikannya: konsentrasi, suhu, luas permukaan, dan katalis.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas definisi laju reaksi, teori tumbukan, energi aktivasi, hukum laju, orde reaksi, waktu paruh, persamaan Arrhenius, luas permukaan, katalis, dan laju penguraian dalam penyimpanan. Model yang dipakai adalah hukum laju berpangkat, reaksi orde satu, dan persamaan Arrhenius dengan faktor frekuensi yang dianggap tetap.

    Enzim sebagai katalis biologis dibahas di Bab 7 · Laundry tentang enzim dalam pencucian, dan penguraian pemutih peroksida oleh ion logam di Bab 8 · Laundry tentang oksidator dan penyelesai. Termokimia dibahas di Bab 12 tentang termokimia dan entalpi reaksi, dan kesetimbangan kimia di Bab 14 tentang kesetimbangan kimia dan prinsip Le Chatelier. Fungsi eksponensial dan logaritma dipakai dengan penjelasan di tempat; turunan dan integral tidak diperlukan. Waktu paruh bahan komersial dalam bab ini hanya untuk latihan, bukan data produk.

    Apa itu laju reaksi

    Laju reaksi (reaction rate) adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil reaksi per satuan waktu. Untuk pereaksi yang konsentrasinya turun dari c1c_1 ke c2c_2 dalam selang Δt\Delta t:

    laju rata-rata=−c2−c1Δt\text{laju rata-rata} = -\frac{c_2 - c_1}{\Delta t}

    dengan c1c_1 dan c2c_2 dalam mol/L dan Δt\Delta t dalam satuan waktu yang dipakai. Tanda minus membuat laju bernilai positif ketika pereaksi berkurang. Satuannya mol/(L·s), atau mol/(L·menit) untuk reaksi yang lebih lambat. Sebagai contoh, nitrogen dioksida pada suatu saat selama reaksi dikonsumsi dengan laju 0,00130 M/s, dengan M berarti mol/L.

    Laju biasanya paling besar di awal, ketika pereaksi masih banyak, dan turun seiring waktu. Laju sesaat (instantaneous rate) adalah laju pada satu saat tertentu. Laju itu dibaca sebagai kemiringan garis singgung kurva konsentrasi terhadap waktu, sama seperti kecepatan sesaat dibaca dari grafik posisi di Bab 1 · Fisika tentang gerak lurus dan grafik gerak. Perbandingan laju antarzat mengikuti koefisien persamaan: bila 2 mol A habis untuk setiap 1 mol B yang terbentuk, laju hilangnya A dua kali laju terbentuknya B.

    Teori tumbukan dan energi aktivasi

    Teori tumbukan (collision theory) adalah model yang menjelaskan reaksi sebagai hasil tumbukan antara molekul pereaksi. Molekul harus bertumbukan agar dapat bereaksi, tetapi tidak setiap tumbukan menghasilkan reaksi. Tumbukan harus punya energi yang cukup untuk memutus ikatan lama dan orientasi yang tepat. Energi aktivasi (activation energy), EaE_a, adalah energi minimum yang diperlukan agar reaksi terjadi.

    Energi aktivasi adalah penghalang di antara pereaksi dan hasil reaksi. Reaksi yang sangat eksoterm pun dapat berlangsung sangat lambat bila penghalangnya tinggi. Sintesis amonia, misalnya, eksoterm tetapi merupakan reaksi yang sangat lambat. Kertas dan bensin di udara juga tidak terbakar sendiri pada suhu ruang, walaupun pembakarannya sangat eksoterm, sampai sumber nyala memberi energi untuk melewati penghalang itu.

    Teori tumbukan menjelaskan pengaruh semua faktor laju. Konsentrasi yang lebih tinggi berarti lebih banyak tumbukan per detik. Suhu yang lebih tinggi berarti lebih banyak molekul punya energi di atas EaE_a. Luas permukaan yang lebih besar berarti lebih banyak tempat tumbukan pada padatan. Katalis membuka jalan reaksi lain dengan penghalang yang lebih rendah.

    Konsentrasi, hukum laju, dan waktu paruh

    Untuk banyak reaksi, laju sebanding dengan konsentrasi pereaksi yang dipangkatkan:

    laju=k [A]m[B]n\text{laju} = k\,[A]^m[B]^n

    dengan [A][A] dan [B][B] konsentrasi pereaksi A dan B dalam mol/L, kk tetapan laju, dan mm serta nn orde reaksi terhadap A dan B. Hukum laju (rate law) adalah persamaan yang menghubungkan laju dengan konsentrasi pereaksi seperti ini. Orde reaksi (reaction order) adalah pangkat konsentrasi suatu pereaksi dalam hukum laju. Orde reaksi ditentukan dari percobaan, bukan dari koefisien persamaan. Bila menggandakan konsentrasi A menggandakan laju, reaksi itu orde satu terhadap A; bila menjadikannya empat kali, orde dua; bila laju tidak berubah, orde nol.

    Tetapan laju (rate constant), kk, bergantung pada suhu dan katalis, tetapi tidak pada konsentrasi. Satuannya bergantung pada orde reaksi: untuk reaksi orde satu, satuannya per waktu, misalnya s⁻¹ atau per hari.

    Banyak penguraian, termasuk penguraian sebagian besar bahan aktif dalam penyimpanan, didekati sebagai reaksi orde satu. Konsentrasinya turun secara eksponensial:

    c(t)=c0 e−ktc(t) = c_0\,e^{-kt}

    dengan c0c_0 konsentrasi awal, c(t)c(t) konsentrasi setelah waktu tt, dan kk serta tt memakai satuan waktu yang sama. Bentuk ini sama dengan pengenceran gas oleh ventilasi di Bab 11 tentang stoikiometri gas dan ventilasi: dalam setiap selang waktu yang sama, konsentrasi turun dengan faktor yang sama. Waktu paruh (half-life), t1/2t_{1/2}, adalah waktu sampai konsentrasi tinggal separuh:

    t1/2=ln⁡2k=0,693kt_{1/2} = \frac{\ln 2}{k} = \frac{0{,}693}{k}

    Untuk reaksi orde satu, waktu paruh tidak bergantung pada konsentrasi awal. Setelah satu waktu paruh tersisa 50 persen, setelah dua tersisa 25 persen, setelah tiga 12,5 persen. Setelah sepuluh waktu paruh, tersisa kurang dari 0,1 persen, sehingga dalam praktik bahan dianggap habis. Sebagai contoh, waktu paruh suatu reaksi pada 730 °C adalah 3,58×1033{,}58 \times 10^3 menit.

    Penguraian nyata tidak selalu orde satu. Penguraian larutan hipoklorit, misalnya, dipengaruhi konsentrasi, pH, cahaya, dan pengotor logam, dan lajunya naik lebih cepat pada larutan yang lebih pekat. Model orde satu dipakai di sini untuk memperlihatkan cara berpikir, dan data umur simpan produk diambil dari pemasoknya.

    Pengaruh suhu: aturan kasar dan persamaan Arrhenius

    Aturan kasar yang sering dipakai berbunyi: setiap kenaikan suhu 10 °C, laju reaksi menjadi dua kali. Aturan itu berguna untuk perkiraan cepat, tetapi hanya mendekati untuk reaksi dengan energi aktivasi tertentu di sekitar suhu ruang.

    Persamaan Arrhenius (Arrhenius equation) adalah hubungan yang lebih teliti antara tetapan laju dan suhu:

    k=A e−Ea/(RT)k = A\,e^{-E_a/(RT)}

    dengan AA faktor frekuensi, R=8,314R = 8{,}314 J/(mol·K), dan TT suhu mutlak dalam kelvin; EaE_a ditulis dalam J/mol agar pangkatnya tidak bersatuan. Untuk dua suhu, perbandingan tetapan lajunya:

    k2k1=exp⁡[EaR(1T1−1T2)]\frac{k_2}{k_1} = \exp\left[\frac{E_a}{R}\left(\frac{1}{T_1} - \frac{1}{T_2}\right)\right]

    Bentuk perbandingan ini menganggap faktor AA dan energi aktivasi sama pada kedua suhu. Aturan "dua kali setiap 10 °C" di sekitar 25 °C setara dengan energi aktivasi sekitar 53 kJ/mol, seperti di Contoh 3. Reaksi dengan energi aktivasi lebih besar lebih peka terhadap suhu. Itulah sebabnya pembersih kerak yang hangat bekerja jauh lebih cepat, dan sebabnya bahan kimia disimpan di tempat sejuk. Enzim adalah pengecualian penting: di atas suhu tertentu, enzim rusak dan lajunya justru turun, seperti dibahas di Bab 7 · Laundry tentang enzim dalam pencucian.

    Luas permukaan dan pengadukan

    Reaksi antara padatan dan cairan hanya terjadi di permukaan padatan. Memecah padatan menjadi butir yang lebih kecil memperbesar luas permukaan dan mempercepat reaksi. Percobaan klasik reaksi keping batu pualam dengan asam klorida encer memperlihatkan pengaruh ukuran keping dan konsentrasi.

    Di lapangan, kerak yang tebal dan padat larut lebih lambat daripada lapisan tipis, karena hanya permukaannya yang terkena asam. Pengadukan atau sirkulasi membawa asam segar ke permukaan dan membawa hasil reaksi menjauh, sehingga laju naik. Karena itu pembersihan kerak dengan sirkulasi pompa lebih cepat daripada perendaman diam. Sebaliknya, debu halus bahan yang mudah terbakar, seperti serat kapas di saluran pengering, punya luas permukaan sangat besar dan dapat terbakar jauh lebih cepat daripada bahan yang sama dalam bentuk padat.

    Katalis, termasuk yang tidak diinginkan

    Katalis (catalyst) adalah zat yang menaikkan laju reaksi dan tidak berubah pada akhir reaksi. Katalis bekerja dengan menyediakan jalan reaksi lain yang energi aktivasinya lebih rendah. Katalis tidak mengubah entalpi reaksi dan tidak mengubah posisi kesetimbangan; ia hanya mempercepat tercapainya kesetimbangan.

    Dua jenis katalis dibedakan menurut fasenya. Katalis homogen (homogeneous catalyst) adalah katalis yang berada dalam fase yang sama dengan pereaksi, sedangkan katalis heterogen (heterogeneous catalyst) adalah katalis yang berada dalam fase berbeda. Pada katalis heterogen, pereaksi lebih dulu teradsorpsi di permukaan katalis, sehingga luas permukaan katalis sangat menentukan. Pembuatan amonia, misalnya, memakai katalis besi.

    Katalis industri tidak bekerja selamanya. Pemilihan katalis yang cermat diperlukan untuk selektivitas yang tepat, dan katalis yang teracuni secara tak terpulihkan tidak dapat diregenerasi. Enzim dalam deterjen adalah katalis biologis yang juga dapat rusak dan teracuni, seperti dibahas di Bab 7 · Laundry.

    Katalis tidak selalu sengaja ditambahkan. Ion logam transisi seperti besi, tembaga, dan mangan mempercepat penguraian hidrogen peroksida, seperti dibahas di Bab 8 · Laundry tentang oksidator dan penyelesai. Bila linen membawa noda karat atau serpihan logam, peroksida terurai sangat cepat tepat di titik itu. Oksidasi yang terpusat merusak serat selulosa di sekitarnya dan meninggalkan lubang kecil. Kerusakan katalitik (catalytic damage) adalah sebutan yang sering dipakai untuk kerusakan serat seperti itu. Penstabil peroksida dan pengkelat dalam formulasi bekerja dengan mengikat ion logam itu agar tidak dapat bertindak sebagai katalis.

    Contoh lain: pemutih hipoklorit terurai lebih cepat bila terkontaminasi logam seperti nikel, tembaga, atau besi, misalnya dari wadah atau alat ukur logam. Karena itu pemutih disimpan dalam wadah plastik aslinya, tidak dituang ke wadah logam, dan tidak diambil dengan alat ukur logam. Bahan yang terurai menjadi gas, seperti peroksida, dapat menaikkan tekanan dalam wadah tertutup; tutup wadah peroksida dibuat berventilasi karena alasan ini.

    Laju penguraian dalam penyimpanan dan cara mengukurnya

    Umur simpan bahan kimia aktif dibatasi oleh laju penguraiannya, dan laju itu naik dengan suhu. Dengan aturan kasar dua kali setiap 10 °C, bahan yang disimpan pada 35 °C terurai sekitar dua kali lebih cepat daripada pada 25 °C, dan waktu paruhnya kira-kira separuh. Cahaya matahari mempercepat penguraian hipoklorit, sehingga wadahnya dibuat buram.

    Akibat praktisnya untuk manajemen persediaan: bahan dibeli dalam jumlah yang habis jauh sebelum umur simpannya, disimpan di tempat sejuk dan gelap, dipakai dengan urutan masuk pertama keluar pertama, dan kadar bahan aktif diuji bila hasil kerja menurun, seperti di kasus pembuka. Dosis yang dinaikkan untuk menutupi bahan yang sudah lemah hanya menunda masalah dan menambah sisa hasil penguraian di larutan.

    Laju penguraian atau laju reaksi dapat diperkirakan tanpa peralatan laboratorium yang rumit. Caranya: ukur konsentrasi bahan aktif beberapa kali dengan selang waktu yang diketahui, misalnya dengan titrasi sederhana atau strip uji, catat suhunya, lalu gambarkan hasilnya. Untuk reaksi orde satu, grafik logaritma natural konsentrasi terhadap waktu berupa garis lurus, karena ln⁡c=ln⁡c0−kt\ln c = \ln c_0 - kt. Kemiringan garis itu adalah −k-k, dan waktu paruh dihitung dari 0,693/k0{,}693/k.

    Bila titik-titik itu tidak membentuk garis lurus, model orde satu tidak cocok, atau suhunya berubah selama pengamatan. Dua rangkaian pengukuran pada suhu yang berbeda memberi dua nilai kk, dan dari perbandingannya energi aktivasi dapat dihitung dengan persamaan Arrhenius. Hasil seperti itu hanya berlaku untuk bahan, wadah, dan rentang suhu yang diuji, sehingga dicatat bersama keterangan lengkapnya.

    Mengendalikan laju dalam pekerjaan

    Banyak langkah keselamatan dan mutu di lapangan pada dasarnya adalah pengendalian laju. Bahan pekat ditambahkan sedikit demi sedikit agar panas dan gas dilepas pelan dan sempat dibuang. Larutan didinginkan atau diencerkan bila reaksi terlalu cepat. Pembersih kerak asam komersial biasanya mengandung inhibitor korosi. Inhibitor korosi (corrosion inhibitor) adalah zat yang memperlambat serangan asam pada logam tanpa banyak memperlambat pelarutan kerak; inhibitor itu bekerja dalam rentang suhu dan konsentrasi tertentu, sehingga petunjuk produsen tentang suhu dan waktu kontak perlu diikuti.

    Di sisi lain, sebagian proses justru memerlukan laju yang cukup. Pemutih yang terlalu dingin bekerja terlalu lambat untuk waktu tahap yang tersedia, dan pembersihan yang terlalu singkat meninggalkan kerak. Suhu, konsentrasi, waktu kontak, dan aksi mekanik saling menggantikan sampai batas tertentu, seperti lima faktor pencucian di Bab 5 · Laundry tentang lima faktor pencucian dan batas kompensasi. Mengetahui faktor mana yang mengendalikan laju membantu memilih perubahan yang paling aman.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: Pemutih di gudang sejuk dan panas. Anggap penguraian pemutih orde satu dengan waktu paruh 120 hari pada 25 °C. k=0,693/120=0,00578k = 0{,}693/120 = 0{,}00578 per hari. Setelah 60 hari, yang tersisa e−0,00578×60=e−0,347=0,71e^{-0{,}00578 \times 60} = e^{-0{,}347} = 0{,}71, yaitu 71 persen. Pada 35 °C, dengan aturan dua kali setiap 10 °C, waktu paruhnya 60 hari, dan setelah 60 hari tersisa 50 persen, seperti di kasus pembuka. Untuk persediaan, pemindahan gudang ke tempat sejuk lebih murah daripada menaikkan dosis, dan pembelian dibagi menjadi kiriman yang lebih kecil agar setiap kiriman habis sebelum kadarnya turun banyak.

    Contoh 2: Tetapan laju dari waktu paruh. Reaksi pada 730 °C di bagian waktu paruh mempunyai waktu paruh 3,58×1033{,}58 \times 10^3 menit, sehingga k=0,693/3.580=1,94×10−4k = 0{,}693/3.580 = 1{,}94 \times 10^{-4} per menit. Untuk tinggal 10 persen diperlukan ln⁡10/k=2,303/(1,94×10−4)=11.900\ln 10/k = 2{,}303/(1{,}94 \times 10^{-4}) = 11.900 menit, sekitar 3,3 waktu paruh.

    Contoh 3: Energi aktivasi di balik aturan kasar. Bila laju dua kali dari 25 °C (298,15 K) ke 35 °C (308,15 K): ln⁡2=(Ea/R)(1/298,15−1/308,15)=(Ea/8,314)×1,088×10−4\ln 2 = (E_a/R)(1/298{,}15 - 1/308{,}15) = (E_a/8{,}314) \times 1{,}088 \times 10^{-4}. Maka Ea=0,693×8,314/(1,088×10−4)=53.000E_a = 0{,}693 \times 8{,}314/(1{,}088 \times 10^{-4}) = 53.000 J/mol, sekitar 53 kJ/mol.

    Contoh 4: Membersihkan kerak pada larutan hangat. Untuk reaksi dengan energi aktivasi 80 kJ/mol, pemanasan dari 25 °C ke 60 °C memberi k2/k1=exp⁡[(80.000/8,314)(1/298,15−1/333,15)]=exp⁡(9.622×3,52×10−4)=exp⁡(3,39)=30k_2/k_1 = \exp[(80.000/8{,}314)(1/298{,}15 - 1/333{,}15)] = \exp(9.622 \times 3{,}52 \times 10^{-4}) = \exp(3{,}39) = 30. Aturan kasar memberi 23,5=112^{3{,}5} = 11. Aturan kasar meremehkan pengaruh suhu bila energi aktivasinya besar.

    Contoh 5: Luas permukaan. Kubus padat bersisi 1 cm punya luas permukaan 6 cm². Dipotong menjadi 1.000 kubus bersisi 1 mm, luas totalnya 1.000×6×0,01=601.000 \times 6 \times 0{,}01 = 60 cm², sepuluh kali lipat, dengan massa yang sama.

    Contoh 6: Katalis menurunkan energi aktivasi. Katalis menurunkan energi aktivasi dari 75 ke 50 kJ/mol pada 25 °C. Bila faktor AA dianggap sama, laju naik exp⁡[25.000/(8,314×298,15)]=exp⁡(10,1)=2,4×104\exp[25.000/(8{,}314 \times 298{,}15)] = \exp(10{,}1) = 2{,}4 \times 10^4 kali.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan keputusan berikutnya kepada pengawas pekerjaan bila salah satu keadaan berikut ditemukan:

    1. Reaksi tampak makin cepat: suhu naik terus, buih atau gelembung bertambah, atau bau menguat. Hentikan penambahan bahan, jangan menutup wadah, dan menjauh; ikuti Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti.
    2. Hidrogen peroksida atau oksidator lain terkontaminasi karat, serpihan logam, atau bahan lain. Jangan dipakai dan jangan dikembalikan ke wadah asal, karena penguraian dapat menaikkan tekanan dan suhu.
    3. Larutan pembersih akan dipanaskan atau dipekatkan melebihi petunjuk produsen untuk "mempercepat" kerja. Laju korosi pada logam peralatan juga naik.
    4. Bahan kimia aktif disimpan di dekat pengering, boiler, atau di bawah sinar matahari langsung.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Reaksi yang sangat eksoterm pasti cepat.

    Why is it wrong?

    Entalpi menentukan berapa panas yang dilepas, sedangkan energi aktivasi menentukan seberapa cepat. Kertas dan bensin di udara tidak terbakar sendiri pada suhu ruang walaupun pembakarannya sangat eksoterm.

    Common misconception

    Orde reaksi sama dengan koefisien persamaan.

    Why is it wrong?

    Orde ditentukan dari percobaan. Koefisien persamaan menentukan perbandingan laju antarzat, bukan pangkat konsentrasi dalam hukum laju.

    Common misconception

    Katalis menggeser reaksi ke arah hasil.

    Why is it wrong?

    Katalis mempercepat reaksi ke dua arah dan tidak mengubah posisi kesetimbangan.

    Common misconception

    Naik 10 °C selalu berarti dua kali lebih cepat.

    Why is it wrong?

    Aturan itu kasar; reaksi dengan energi aktivasi besar naik jauh lebih banyak. Pada Contoh 4, persamaan Arrhenius memberi 30 kali, sedangkan aturan kasar hanya 11 kali.

    Common misconception

    Larutan yang lebih pekat selalu lebih baik.

    Why is it wrong?

    Laju reaksi yang diinginkan naik, tetapi laju reaksi yang tidak diinginkan, seperti korosi logam dan kerusakan serat, juga naik. Konsentrasi yang tepat adalah yang memberi hasil dalam waktu tahap tanpa merusak.

    Common misconception

    Pemutih yang lemah cukup ditambah dosisnya.

    Why is it wrong?

    Bahan yang terurai meninggalkan hasil penguraian, dan penyebab penguraiannya tetap ada.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 12 tentang termokimia membahas panas reaksi, dan Bab 11 tentang stoikiometri gas dan ventilasi memakai bentuk eksponensial yang sama untuk pengenceran oleh ventilasi. Bab 1 · Fisika tentang gerak lurus dan grafik gerak memberi cara membaca kemiringan garis singgung yang dipakai untuk laju sesaat. Bab 7 · Laundry tentang enzim dalam pencucian membahas enzim sebagai katalis, dan Bab 8 · Laundry tentang oksidator dan penyelesai membahas penguraian peroksida oleh logam. Bab 9 · Dishwashing tentang mutu air, pelunak, kerak, dan descaling membahas pembersihan kerak, Bab 5 · Laundry tentang lima faktor pencucian membahas kompensasi antarfaktor, dan Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti membahas kondisi berhenti. Bab 14 tentang kesetimbangan kimia membahas apa yang terjadi ketika reaksi berlangsung ke dua arah.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus dan satuan.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Konsentrasi pereaksi turun dari 1,00 ke 0,80 mol/L dalam 50 s. Berapa laju rata-ratanya?

      See the worked solution

      (1,00−0,80)/50=0,0040(1{,}00 - 0{,}80)/50 = 0{,}0040 mol/(L·s), dengan tanda positif karena pereaksi berkurang. Laju rata-rata adalah perubahan konsentrasi dibagi selang waktu, sehingga satuannya mol/L dibagi detik.

    2. Reaksi orde satu dengan waktu paruh 30 menit. Berapa persen tersisa setelah 2 jam?

      See the worked solution

      Dua jam adalah empat waktu paruh, sehingga tersisa (1/2)4=6,25(1/2)^4 = 6{,}25 persen. Hasil yang sama diperoleh dari e−kte^{-kt} dengan k=0,693/30k = 0{,}693/30 per menit dan t=120t = 120 menit, karena e−2,77=0,0625e^{-2{,}77} = 0{,}0625.

    3. Menurut aturan kasar, berapa kali lebih cepat reaksi pada 50 °C dibanding 20 °C?

      See the worked solution

      Kenaikan 30 °C adalah tiga kali 10 °C, sehingga sekitar 23=82^3 = 8 kali, dengan catatan aturan ini kasar. Setiap kenaikan 10 °C menggandakan laju, jadi tiga kenaikan berturut-turut memberi dua kali dua kali dua.

    4. Reaksi dengan energi aktivasi 60 kJ/mol dipanaskan dari 25 °C ke 45 °C. Berapa perbandingan tetapan lajunya?

      See the worked solution

      exp⁡[(60.000/8,314)(1/298,15−1/318,15)]=exp⁡(7.217×2,11×10−4)=exp⁡(1,52)=4,6\exp[(60.000/8{,}314)(1/298{,}15 - 1/318{,}15)] = \exp(7.217 \times 2{,}11 \times 10^{-4}) = \exp(1{,}52) = 4{,}6 kali. Suhu ditulis dalam kelvin karena persamaan Arrhenius memakai suhu mutlak. Aturan kasar memberi 22=42^2 = 4 kali, sedikit lebih rendah, karena energi aktivasi 60 kJ/mol lebih besar dari sekitar 53 kJ/mol yang setara dengan aturan itu.

    5. Mengapa bubuk deterjen larut dan bekerja lebih cepat daripada bongkahan yang sama beratnya?

      See the worked solution

      Luas permukaan bubuk jauh lebih besar, sehingga lebih banyak partikel bersentuhan dengan air pada saat yang sama dan pelarutannya lebih cepat. Bongkahan hanya larut dari permukaan luarnya, dan bagian dalamnya baru terkena air setelah lapisan luar habis.

    6. Mengapa noda karat di linen dapat menjadi lubang setelah diputihkan dengan peroksida?

      See the worked solution

      Ion besi dari karat mengkatalisis penguraian peroksida tepat di titik itu, sehingga laju oksidasi di sana jauh lebih tinggi daripada di bagian kain lainnya. Oksidasi yang terpusat merusak serat selulosa di sekitarnya sampai berlubang, seperti dibahas di Bab 8 · Laundry.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20262Revised to the chapter standard
    October 16, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Laju reaksi: konsentrasi, suhu, luas permukaan, katalis, dan energi aktivasi. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/laju-reaksi-konsentrasi-suhu-luas-permukaan-katalis-dan-energi-aktivasi

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Konsentrasi pereaksi turun dari 1,00 ke 0,80 mol/L dalam 50 s. Berapa laju rata-ratanya?

    2

    Reaksi orde satu dengan waktu paruh 30 menit. Berapa persen tersisa setelah 2 jam?

    3

    Menurut aturan kasar, berapa kali lebih cepat reaksi pada 50 °C dibanding 20 °C?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters