Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Electrical & Control · Chapter 80Applied

    By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read

    Diagnosis instalasi: RCD trip, MCB trip, terminal panas, netral putus, dan tegangan rendah

    Jalan diagnosis gangguan instalasi bangunan tegangan rendah di usaha kecil: RCD yang trip karena arus bocor kumulatif, isolasi turun, netral bersentuhan atau tertukar dengan PE, atau tipe yang tidak cocok untuk VFD; MCB yang trip karena beban lebih, hubung pendek, arus asut, atau pengaman yang terlalu kecil dan aus; terminal panas karena sambungan longgar, tanpa ferrule, atau Cu-Al; netral putus dengan hitungan pergeseran titik netral dari tiga tegangan terukur; serta tegangan rendah dan kedip yang dipilah antara sisi operator jaringan dan sisi pelanggan. Contoh kerja menelusuri RCD utama 30 mA yang trip setiap pagi saat dua mesin cuci mulai memanaskan air, dengan hitungan arus bocor kumulatif dan langkah isolasi sirkit. Termografi hanya diperkenalkan; teori beban tak seimbang, uji isolasi, uji RCD, dan tang ampere dirujuk ke babnya. Pengaman yang trip tidak pernah dijembatani, diganti rating lebih besar, atau ditahan; pengukuran bertegangan hanya disebut dengan prasyarat personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    High-risk material

    This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Setiap pagi sekitar pukul tujuh, RCD (gawai proteksi arus sisa, GPAS) utama sebuah laundry kiloan memutus seluruh listrik tepat saat kedua washer-extractor mulai memanaskan air. Karyawan menaikkan tuasnya lagi dan menahannya beberapa detik, dan setengah jam kemudian semuanya berjalan normal sampai besok pagi. Pemilik bertanya apakah RCD itu diganti MCB biasa saja, karena "yang penting ada pengaman". Di ruang setrika, MCB sirkit ketel uap turun hampir setiap sore, dan seorang tukang menyarankan MCB 16 A diganti 25 A. Kedua usul itu memindahkan risiko dari pengaman ke orang dan kabel.

    Batas pembahasan

    Cakupannya instalasi 230/400 V, 50 Hz, bersistem TN-C-S yang menurut PUIL 2020 411.4 umumnya berlaku di Indonesia, dengan PHB dan sirkit akhir usaha kecil. Langkah umum diagnosis ada di Bab 78 dan penerapannya pada mesin berkontaktor di Bab 79. Sisi operator jaringan hanya diamati dari awal instalasi; batas tanggung jawabnya ada di Bab 13 tentang sistem suplai tegangan rendah, dan pemilihan RCD di Bab 22. Bab ini bahan belajar, bukan instruksi kerja. Pengukuran bertegangan (arus bocor, arus, tegangan, termografi) hanya dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD (Bab 14 dan Bab 77); pekerjaan pada konduktor dan terminal dilakukan setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan dan Bab 76 tentang kerja aman. Angka pada contoh adalah ilustrasi.

    Pengaman yang trip adalah saksi

    Trip RCD atau MCB adalah data; gangguannya belum tentu berada di pengaman. PUIL 2020 411.3.3 mewajibkan RCD tidak lebih dari 30 mA untuk kotak kontak a.b. sampai 32 A yang dipakai orang awam untuk penggunaan umum, dan 415.1.1 menempatkannya sebagai proteksi tambahan bila proteksi dasar atau proteksi gangguan gagal atau pengguna lalai. Mesin cuci berhubungan tetap tidak termasuk 411.3.3, tetapi di ruang basah RCD 30 mA tetap proteksi yang tersisa di antara tangan operator dan rangka bertegangan.

    Karena itu tiga tindakan dikeluarkan dari daftar pilihan: menjembatani atau melepas RCD, mengganti RCD 30 mA dengan yang kurang peka atau MCB dengan arus pengenal di atas kemampuan kabel, dan menahan tuas. Menahan tuas tidak mencegah RCD memutus, karena pelepasnya bebas dari tuas, tetapi mengulang pengenergian gangguan yang belum diketahui. Bukti diagnosis memakai tiga kode seperti Bab 79: (A) pengamatan tanpa membuka PHB: jam, beban yang menyala, cuaca, bau, catatan; (M) uji bebas tegangan setelah isolasi: resistansi isolasi dan kontinuitas; (H) pengukuran bertegangan yang tidak dapat diganti, dengan prasyarat di atas.

    RCD trip

    RCD menjumlah arus sesaat semua konduktor aktif yang melewati trafo arusnya. Selisihnya, arus sisa (residual current) IΔI_\Delta, adalah semua arus yang kembali lewat PE, pipa, atau tanah:

    IΔ≤∑kIbocor,k+∑jU0Riso,jI_\Delta \le \sum_k I_{\text{bocor},k} + \sum_j \frac{U_0}{R_{\text{iso},j}}

    dengan Ibocor,kI_{\text{bocor},k} arus bocor normal peralatan ke-kk (mA), U0U_0 tegangan fasa terhadap bumi (V), dan Riso,jR_{\text{iso},j} resistansi isolasi bagian yang rusak (kΩ, sehingga hasilnya mA). Penjumlahan aritmetika adalah batas atas, karena arus bocor kapasitif dan resistif tidak sefase; tang arus bocor yang menjepit semua konduktor aktif di keluaran RCD membaca jumlah fasornya (Bab 16).

    Menurut Bab 18, RCD tidak boleh memutus sampai separuh arus pengenalnya dan harus memutus pada arus pengenalnya, jadi RCD 30 mA boleh memutus di mana saja antara 15 dan 30 mA. Bab 16 memakai pembanding BS 7671 531.3.2: arus konduktor proteksi kumulatif di hilir satu RCD tidak lebih dari 30 % arus pengenalnya, yaitu 9 mA; padanannya di PUIL 2020 Bagian 5-53 belum dapat dipastikan. PUIL 2020 314.1 meminta instalasi dibagi dalam sirkit untuk mengurangi trip RCD akibat arus PE yang bukan gangguan, dan Lampiran E Bagian 5-51 memuat batas arus konduktor proteksi peralatan menurut IEC 61140: peralatan hubungan tetap atau stasioner 7 sampai 20 A boleh 0,5 mA per ampere, di atas 20 A 10 mA. Dua mesin cuci stasioner 16 A yang hanya diketahui memenuhi batas itu boleh membocorkan masing-masing sampai 8 mA, berdua 16 mA, di atas 15 mA. Tanpa data pabrikan, yang menurut 516 membuat Lampiran E menjadi pegangan, keduanya tidak ditaruh di hilir satu RCD 30 mA; dengan data pabrikan atau hasil ukur, jumlah nyatanya dinilai.

    Empat keluarga penyebab dibedakan oleh pola waktunya; setiap butir menulis pola, uji pembeda, lalu tindakan.

    • Arus bocor kumulatif. Trip saat beban tertentu menyala bersamaan, tidak pernah pada beban sedikit. (A) korelasi dengan beban; (H) tang arus bocor per sirkit dan di keluaran RCD. Bagi sirkit ke beberapa RCD; bandingkan dengan data pabrik.
    • Isolasi turun. Satu sirkit; memburuk saat lembap, pagi, setelah dicuci atau banjir; membaik setelah panas. (M) resistansi isolasi per sirkit dan per peralatan. Keringkan atau ganti bagian; uji ulang.
    • Netral bersentuhan atau tertukar dengan PE di hilir RCD, atau netral dipakai bersama. Trip saat beban besar mana pun menyala, termasuk sirkit yang sehat; tidak trip tanpa beban. (M) resistansi isolasi N terhadap PE dengan netral dilepas dari rel; penelusuran netral per sirkit. Pisahkan netral per sirkit; perbaiki titik sentuh.
    • Tipe RCD tidak cocok. Mesin ber-VFD; trip acak saat surja atau pensakelaran, atau justru tidak trip pada uji. (A) tipe pada badan RCD terhadap manual mesin. Ganti tipe sesuai beban, bukan sensitivitas.

    Pada keluarga ketiga, MCB satu kutub memutus fasa saja, sehingga titik sentuh N-PE pada sirkit yang MCB-nya dimatikan tetap tersambung ke rel netral bersama. Arus netral sirkit lain terbagi antara netral dan jalur PE menurut perbandingan resistansinya, sehingga uji "matikan satu per satu" menunjuk sirkit yang salah. Bila N dan PE tertukar di satu kotak kontak atau terminal mesin di hilir RCD, seluruh arus beban titik itu kembali lewat PE, dan RCD memutus seketika setiap kali beban di titik itu dinyalakan; uji kontinuitas dan polaritas setelah isolasi menemukannya (Bab 18). PE yang disambung ke netral di kotak kontak, netral yang dipakai bersama, dan N-PE yang tidak diikat di PHB utama tercatat sebagai penyebab tidak laik operasi; pengikatan N-PE tepat satu, di awal instalasi.

    Keluarga keempat menyangkut bentuk arus. Tipe AC hanya dijamin untuk arus sisa sinus; tipe A menambah arus searah berdenyut, tipe F arus sisa frekuensi campuran dari penggerak satu fasa, dan tipe B arus searah halus. VFD satu fasa memerlukan tipe F atau B, sedangkan penyearah tiga fasa, seperti VFD tiga fasa, memerlukan tipe B. RCD yang tipenya terlalu rendah dapat dibutakan arus searah dan tidak memutus saat gangguan sungguhan; masalah ini hanya terlihat dari tipe yang tercetak dan manual mesin. RCD rusak dibuktikan dengan uji RCD (Bab 18), dan surja dapat memicu trip sesaat tanpa arus bocor tetap; keduanya disimpulkan setelah empat keluarga di atas tersingkir.

    MCB trip

    Menurut IEC 60898-1, untuk arus pengenal sampai 63 A, pelepas termal tidak memutus dalam satu jam pada 1,13 kali arus pengenal dari keadaan dingin dan memutus dalam kurang dari satu jam pada 1,45 kali, sedangkan pelepas magnetik memutus seketika pada 3 sampai 5 kali arus pengenal untuk kurva B, 5 sampai 10 kali untuk kurva C, dan 10 sampai 20 kali untuk kurva D.

    • Seketika saat MCB dinaikkan, tanpa beban dinyalakan. Hubung pendek pada kabel atau peralatan yang tersambung tetap. (M) resistansi L-N dan L-PE sirkit dengan beban dilepas. Cari titik gangguan; jangan dinaikkan lagi.
    • Seketika saat satu beban dinyalakan. Hubung pendek pada beban itu, atau arus asut motor, trafo, atau banyak catu LED melewati ambang magnetik. (H) rekaman arus puncak saat asut; beban dilepas: MCB bertahan. Beban diperiksa; kurva dikaji dengan uji lingkar (Bab 18).
    • Beberapa menit sampai jam setelah beban penuh. Beban lebih: arus desain melebihi arus pengenal. (H) arus efektif sejati pada jam sibuk. Bagi beban ke sirkit baru.
    • Pada arus di bawah pengenal, MCB terasa panas. Terminal MCB kendur memanaskan pelepas termal; panel panas; MCB aus setelah banyak memutus hubung pendek. (A) perubahan warna; termografi; (M) torsi dan resistansi sambungan. Perbaiki terminal; ganti MCB yang sama.

    Batas tindakannya syarat koordinasi PUIL 2020 433.1:

    IB≤In≤IZ,I2≤1,45 IZI_\text{B} \le I_\text{n} \le I_\text{Z}, \qquad I_2 \le 1{,}45\, I_\text{Z}

    dengan IBI_\text{B} arus desain sirkit, InI_\text{n} arus pengenal pengaman, IZI_\text{Z} kemampuan hantar arus kontinu kabel, dan I2I_2 arus yang memastikan pengaman bekerja dalam waktu konvensional (A). Bila IB>InI_\text{B} > I_\text{n}, beban dikurangi atau sirkit ditambah; InI_\text{n} di atas IZI_\text{Z} menjadikan kabel sekering. Kurva C pada arus pengenal yang sama dapat sah untuk arus asut motor bila ambang magnetik bawahnya memberi margin terhadap puncak siklus pertama (patokan Bab 47: sekurangnya dua kali arus asut efektif) dan impedansi lingkar hasil uji masih memenuhi ZsIa≤U0Z_\text{s} I_\text{a} \le U_0 (411.4.4) dengan IaI_\text{a} ujung atas pita magnetik yang baru.

    Terminal panas

    Bab 72 tentang perakitan panel memberi daya panas sambungan Pk=I2RkP_\text{k} = I^2 R_\text{k}. Panas mengoksidasi permukaan kontak, oksida menaikkan resistansi, dan resistansi menaikkan panas, tanpa arus sirkit berubah. MCB tidak melihatnya, RCD juga tidak karena tidak ada arus yang hilang ke bumi, dan busur pada kabel tegangan rendah pun sering tidak terdeteksi sekering atau MCB. Penyebabnya di lapangan:

    • Sekrup kendur karena torsi awal tidak sesuai data pabrikan, siklus panas-dingin, atau getaran (Bab 72).
    • Kawat serabut tanpa ujung yang sesuai. PUIL 2020 526.8.1 meminta terminal yang sesuai atau perlakuan ujung supaya kawat serabut dan halus tidak terpisah atau mekar. Ferrule yang dipres sesuai ukuran mencegah serabut terpotong saat dijepit.
    • Tembaga-aluminium. PUIL 2020 K.52.11.3.3 meminta klem khusus yang menyebar tekanan dan menghilangkan lapisan oksida, dan melarang terminal kuningan atau berkadar tembaga tinggi tanpa lapisan atau pencegah korosi.
    • Dua konduktor pada satu terminal yang tidak dirancang untuk itu; K.52.11.3.4 meminta sepatu kabel, selongsong, atau gawai lain yang menjepit semuanya.
    • Kelebihan beban, misalnya kotak kontak 16 A untuk ketel uap 3,5 kW yang bekerja terus mendekati arus pengenalnya.

    Terminal yang sudah berubah warna tidak dikencangkan lalu dipakai lagi. Setelah isolasi, konduktor yang teroksidasi dipotong, ujung baru dipasang, terminal rusak diganti, dan torsinya dicatat (Bab 72); rumah terminal yang meleleh berarti seluruh gawai diganti.

    Kamera termal memperlihatkan titik panas yang tidak terlihat dari arus. Bacaannya bermakna pada beban cukup dan dibandingkan dengan komponen serupa pada arus serupa, karena kenaikan suhu sambungan kira-kira sebanding kuadrat arus. Pemindaian PHB berbeban dengan pintu terbuka mensyaratkan penilaian busur api, personel kompeten, dan APD, dan tidak ada yang disentuh atau dikencangkan (Bab 77); kriteria kenaikan suhu, jadwal, dan pencatatan tren ada di Bab 81 tentang pemeliharaan listrik terencana.

    Netral putus dan tegangan tidak seimbang

    Diagnosis netral putus berjalan berlawanan arah dengan rumus Millman Bab 9: dari tegangan terukur ke besar pergeseran titik netral (neutral point displacement), tanpa mengetahui beban. Bila Uk′U'_k tegangan fasa-netral terukur pada sisi beban dan UijU_{ij} tiga tegangan antarfasa, besar pergeseran terhadap titik tengah segitiga tegangan antarfasa adalah

    ∣UˉN’G∣=13(U1′2+U2′2+U3′2−U122+U232+U3123)\left|\bar{U}_\text{N'G}\right| = \sqrt{\frac{1}{3}\left(U'^2_1 + U'^2_2 + U'^2_3 - \frac{U^2_{12} + U^2_{23} + U^2_{31}}{3}\right)}

    dengan G titik tengah segitiga, yang pada suplai seimbang sama dengan netral sumber. Rumus ini diturunkan bab ini dari sifat titik berat segitiga dan tidak bergantung pada beban. Sebagai selisih dua kuadrat besar, hasilnya peka terhadap galat acak (galat 1 % pada tegangan antarfasa saja menggeser hasil Contoh 6 antara 50 dan 68 V), sehingga keenam tegangan dibaca dengan satu alat pada rentang sama, berdekatan waktu, pada beban tetap, dan hasilnya dipakai sebagai orde besar yang diperiksa dengan tegangan netral terhadap PE. Pola khasnya satu fasa turun ketika fasa lain naik (Bab 9).

    Netral beresistansi tinggi memberi pola yang lebih kecil dan berubah dengan beban; titik yang dicurigai terminal netral masuk sub-PHB, rel netral yang dijejali, kotak sambung, dan terminal netral kWh meter. Bila pola pergeseran yang sama sudah terukur di awal instalasi, dekat titik pengikatan N-PE, atau rangka logam dan pipa terasa bertegangan terhadap lantai, yang putus mungkin konduktor PEN di sisi jaringan. Di titik pengikatan, voltmeter N-PE tidak menolong karena N dan PE naik bersama; instalasi dikeluarkan dari operasi dan operator jaringan dihubungi (Bab 9).

    Tegangan rendah dan kedip: sisi jaringan atau sisi pelanggan

    IEC 60038 menganjurkan tegangan di terminal suplai tidak menyimpang lebih dari ±10 % dari nominal, yaitu sekitar 207 sampai 253 V untuk 230 V. Di dalam instalasi, PUIL 2020 Bagian 2, 2.2.3.1, membatasi susut tegangan antara terminal pelanggan dan titik mana pun sampai 4 % dari tegangan pengenal pada arus yang ditentukan. Uji pembedanya mengukur tegangan di dua titik bersamaan, di awal instalasi dekat kWh meter dan di peralatan, pada beban kecil lalu pada beban jam sibuk:

    ΔUsuplai=Uawal,0−Uawal,B,ΔUinstalasi=Uawal,B−Ualat,B\Delta U_\text{suplai} = U_\text{awal,0} - U_\text{awal,B}, \qquad \Delta U_\text{instalasi} = U_\text{awal,B} - U_\text{alat,B}

    dengan indeks 0 beban kecil dan B beban jam sibuk (V). Susut instalasi di atas 4 % berasal dari kabel terlalu kecil atau panjang, atau sambungan beresistansi, dan titiknya dilokalisasi dengan mengukur sepanjang jalur seperti metode bagi dua di Bab 78. Bila tegangan awal instalasi sudah rendah pada beban kecil, rekamannya dibawa ke operator jaringan.

    Kedip tegangan (voltage dip), menurut ringkasan EN 50160, standar Eropa, adalah turunnya tegangan efektif di bawah 90 % nilai yang ditetapkan selama 10 ms sampai satu menit. Kedip akibat beban sendiri kira-kira arus lonjak dikali impedansi lingkar fasa-netral dari sumber sampai titik ukur. Rekaman bersamaan di dua titik membedakannya: kedip di awal instalasi tanpa beban sendiri menyala berasal dari jaringan, sedangkan kedip yang bersamaan dengan asut motor sendiri dan lebih dalam di hilir berasal dari instalasi.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Syarat pengukuran bertegangan dan isolasi di Batas pembahasan berlaku untuk semua contoh.

    Contoh 1: RCD utama laundry trip setiap pagi, mencari polanya. Laundry di pembuka bab bersuplai satu fasa 230 V, TN-C-S, dengan RCD 30 mA tipe AC -F1 di hilir sakelar utama dan MCB -F2 sampai -F8; -F7 dan -F8 menyuplai washer-extractor WE1 dan WE2 ber-VFD satu fasa dan berpemanas air listrik. Catatan tiga minggu (A): trip hanya pukul 07.00 sampai 07.20, dalam satu menit setelah pemanas mesin kedua bekerja, lebih sering setelah malam hujan, tidak pernah sore, dan setelah 30 menit tuas bertahan. Pola ini cocok dengan isolasi basah yang mengering oleh panas; hubung singkat ke PE atau sentuhan N-PE akan menjatuhkan RCD juga sore hari. Pagi berikutnya, sebelum mesin menyala, -F2 sampai -F8 diturunkan, -F1 dinaikkan dan bertahan, lalu MCB dinaikkan satu per satu dengan beban seperti biasa, tanpa jembatan: RCD bertahan saat WE1 memanas sendiri dan memutus ketika WE2 ikut memanas. Percobaan ini sejalan dengan Kondisi berhenti 3 karena catatan sudah memberi pola terukur tanpa tanda gangguan tetap: satu percobaan per susunan, disaksikan, tanpa orang menyentuh rangka, berhenti pada trip pertama. Tang arus bocor (H) membaca, sore, 1,1; 1,6; 1,0; dan 0,4 mA untuk -F2 sampai -F5, 1,3 mA untuk -F6, dan 2,6 mA untuk tiap mesin cuci; pagi saat pemanas mulai, WE1 8,2 mA dan WE2 4,8 mA, dengan -F6 mati.

    Isore=4,1+1,3+2,6+2,6=10,6 mA,Ipagi=4,1+8,2+4,8=17,1 mAI_\text{sore} = 4{,}1 + 1{,}3 + 2{,}6 + 2{,}6 = 10{,}6\ \text{mA}, \qquad I_\text{pagi} = 4{,}1 + 8{,}2 + 4{,}8 = 17{,}1\ \text{mA}

    Jumlah sore sudah di atas pembanding 9 mA, dan jumlah pagi di pita 15 sampai 30 mA: yang dicari jumlah, bukan satu sirkit.

    Contoh 2: RCD utama laundry, sumber kebocoran dan keputusan. Setelah kedua mesin Contoh 1 diisolasi, dikunci, dan diverifikasi bebas tegangan, elemen pemanas yang dilepas dari kontaktornya terukur 0,025 MΩ (WE1) dan 0,05 MΩ (WE2) terhadap rangka pada 500 V DC (M), dengan batas atas arus bocor 230/25=9,2230/25 = 9{,}2 mA dan 230/50=4,6230/50 = 4{,}6 mA. Karena tang membaca jumlah fasor, kenaikan WE1 berarti bocoran elemen 8,2−2,6=5,68{,}2 - 2{,}6 = 5{,}6 sampai 8,22−2,62=7,8\sqrt{8{,}2^2 - 2{,}6^2} = 7{,}8 mA dan WE2 2,2 sampai 4,0 mA, di bawah batas atas, jadi elemen basah cukup menjelaskannya. Elemen tidak dialiri listrik untuk dikeringkan. Kriteria elemen mengikuti data pabrik, bukan nilai minimum sirkit instalasi; puluhan kiloohm yang berubah dengan kelembapan cukup untuk menyatakannya tidak layak, dan kedua mesin berhenti sampai elemennya ditangani; kedua elemen diganti. -F1 bertipe AC, padahal VFD satu fasa memerlukan tipe F atau B, sehingga RCD itu dapat tidak memutus pada gangguan berkomponen searah, dan 10,6 mA pada satu RCD melampaui 9 mA. Karena itu WE1 dan WE2 masing-masing diberi RCD 30 mA bertipe sesuai manual mesin, dalam ilustrasi ini tipe F (2,6 mA, 8,7 %), -F2 dan -F3 serta -F4 sampai -F6 masing-masing satu RCD 30 mA (2,7 mA, 9 %), dan -F1 dilepas. RCD hulu untuk proteksi kebakaran, bila dipasang, dipilih jenis tertunda berarus lebih besar dan bertipe tidak lebih rendah daripada RCD hilirnya, karena arus searah dari sirkit VFD juga melewatinya. Setiap RCD diuji dengan alat uji RCD (Bab 18), dan arus bocornya dicatat sebagai garis dasar tren. Mengganti -F1 dengan MCB akan menghapus satu-satunya proteksi yang bereaksi pada puluhan miliampere di ruang basah.

    Contoh 3: MCB ketel uap di ruang setrika hotel. MCB 16 A sirkit ketel uap 3,5 kW di ruang setrika laundry hotel turun hampir setiap sore; kabelnya 2,5 mm² dengan IZI_\text{Z} 24 A, dan tang ampere true RMS membaca 15,1 A pada jam trip.

    IB=3 500230=15,2 A,1,13×16=18,1 A,1,45×16=23,2 AI_\text{B} = \frac{3\,500}{230} = 15{,}2\ \text{A}, \qquad 1{,}13 \times 16 = 18{,}1\ \text{A}, \qquad 1{,}45 \times 16 = 23{,}2\ \text{A}

    Arus terukur jauh di bawah 18,1 A, sehingga trip ini cocok dengan butir keempat bagian MCB: terminal kendur memanaskan pelepas termal, atau MCB aus. Usul MCB 25 A ditolak karena InI_\text{n} melampaui IZI_\text{Z} (433.1), dan Kondisi berhenti 1 berlaku.

    Contoh 4: titik panas di PHB laundry rumah sakit. Pemindaian berbeban, dengan prasyarat di bagian terminal panas, mencatat kenaikan suhu terminal terhadap udara pada tiga MCB sejenis: A 6 K pada 10 A, B 22 K pada 20 A, dan C 15 K pada 10 A. Karena kenaikan suhu kira-kira sebanding kuadrat arus,

    ΔTB,harapan≈6×(2010)2=24 K\Delta T_\text{B,harapan} \approx 6 \times \left(\frac{20}{10}\right)^2 = 24\ \text{K}

    MCB B wajar walaupun angkanya terbesar, sedangkan MCB C, pada arus yang sama dengan A, 2,5 kali lebih panas dan dicatat sebagai temuan: setelah isolasi, torsi dan resistansi sambungannya diperiksa.

    Contoh 5: kedip saat pompa rumah sakit diasut. Perekam di awal instalasi dan di sub-PHB pompa rumah sakit mencatat kedip setiap kali pompa satu fasa diasut; arus asutnya 50 A, impedansi jaringan 0,15 Ω, dan impedansi instalasi sampai sub-PHB 0,35 Ω.

    ΔUawal=50×0,15=7,5 V,ΔUsub=50×(0,15+0,35)=25 V\Delta U_\text{awal} = 50 \times 0{,}15 = 7{,}5\ \text{V}, \qquad \Delta U_\text{sub} = 50 \times (0{,}15 + 0{,}35) = 25\ \text{V}

    Dari 230 V, awal instalasi turun 3,3 %, sedangkan sub-PHB turun 10,9 % ke 205 V, di bawah 90 %, sehingga tergolong kedip. Kedip yang lebih dalam di hilir dan bersamaan dengan asut sendiri berasal dari instalasi, jadi tidak dilaporkan ke operator jaringan.

    Contoh 6: netral putus di sub-PHB ruang setrika. Di sub-PHB ruang setrika terukur 172, 258, dan 273 V fasa-netral, sedangkan ketiga tegangan antarfasa 400 V.

    ∣UˉN’G∣=1722+2582+2732−160 0003=170 677−160 0003=59,7 V\left|\bar{U}_\text{N'G}\right| = \sqrt{\frac{172^2 + 258^2 + 273^2 - 160\,000}{3}} = \sqrt{\frac{170\,677 - 160\,000}{3}} = 59{,}7\ \text{V}

    Tegangan netral terhadap PE di sub-PHB yang sama terbaca sekitar 60 V, padahal pada instalasi sehat beberapa volt. Dua bukti independen itu menunjuk netral putus atau beresistansi tinggi di hulu sub-PHB, bukan suplai rendah, yang menurunkan tegangan antarfasa dan ketiga tegangan fasa bersama.

    Kondisi berhenti

    Pekerjaan dihentikan, atau instalasi tidak dioperasikan lagi, bila salah satu keadaan berikut ditemukan; keputusan lanjutannya diserahkan kepada personel kompeten yang ditugaskan atas instalasi itu:

    1. RCD atau MCB ditemukan dijembatani, dilepas, ditahan dengan benda, atau diganti dengan rating atau sensitivitas yang lebih longgar: sirkit dikeluarkan dari operasi sampai pengaman semula terpasang dan gangguannya ditemukan.
    2. RCD memutus seketika setiap kali dinaikkan dengan semua MCB turun, atau MCB memutus seketika tanpa beban: ada gangguan tetap, dan pengaman tidak dinaikkan berulang-ulang.
    3. Pengaman trip lagi setelah dua kali dinaikkan tanpa pola yang menjelaskan: tidak ada percobaan ketiga sebelum uji isolasi.
    4. Orang merasakan kesemutan dari rangka mesin, pipa, atau lantai, atau pergeseran titik netral besar sudah terukur di awal instalasi: orang dijauhkan, instalasi diputus dari hulu, dan operator jaringan dihubungi bila titiknya di sisi sambungan pelanggan (Bab 9).
    5. Tegangan satu fasa naik bersamaan dengan fasa lain turun: dianggap netral putus sampai terbukti bukan, dan beban satu fasa dilepas dengan gawai yang memutus semua kutub.
    6. Terminal, rel, atau kotak kontak berubah warna, meleleh, berbau hangus, atau berbunyi: PHB tidak dibuka dan terminal tidak dikencangkan dalam keadaan bertegangan; suplai diputus dari hulu (Bab 77).
    7. Pengukuran bertegangan direncanakan tanpa personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, atau APD (Bab 14), atau konduktor akan disentuh sebelum isolasi, penguncian, dan verifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan dan Bab 76.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    RCD sering trip berarti RCD-nya terlalu peka atau rusak.

    Why is it wrong?

    Pada Contoh 1, RCD memutus di dalam pitanya; yang terlalu besar arus bocor gabungan.

    Common misconception

    Stop kontak yang panas tidak akan terbakar, karena MCB pasti trip.

    Why is it wrong?

    Buku ajar instalasi penerangan lama masih menulis demikian. Sambungan kendur tidak menaikkan arus sirkit; panasnya berasal dari resistansi di satu titik, dan MCB bereaksi pada arus, bukan pada panas terminal.

    Common misconception

    Menahan tuas sampai mesin hangat sudah menyelesaikan masalah.

    Why is it wrong?

    Menahan tuas hanya mengulang pengenergian gangguan; pada Contoh 2 itu berarti elemen berisolasi 25 kΩ dialiri listrik setiap pagi.

    Common misconception

    MCB yang sering trip cukup diganti yang lebih besar.

    Why is it wrong?

    Arus pengenal di atas kemampuan hantar arus kabel menjadikan kabel sekering (433.1), seperti usul MCB 25 A pada Contoh 3.

    Hubungan dengan bab lain

    Prasyaratnya Bab 1 · Keselamatan dan Bab 2 · Keselamatan (energi tersimpan dan keadaan aman), Bab 14 sampai Bab 18 (alat ukur, tang ampere dan arus bocor, uji isolasi, dan uji RCD), Bab 9 (netral putus), serta Bab 72 dan Bab 73 (perakitan panel dan arus bocor VFD pada pemasangan lapangan). Metodenya dari Bab 78 dan Bab 79; kelanjutannya Bab 81 tentang pemeliharaan listrik terencana.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi. Angka dalam soal adalah data latihan, dan syarat pengukuran bertegangan di Batas pembahasan berlaku.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Dua mesin cuci stasioner 16 A berhubungan tetap, masing-masing tepat pada batas Lampiran E PUIL 2020 Bagian 5-51, ditambah beban lain 3 mA, berada di hilir satu RCD 30 mA. Hitung arus bocor kumulatif dan nilai terhadap 9 mA dan 15 mA.

      See the worked solution

      Batas tiap mesin 0,5×16=80{,}5 \times 16 = 8 mA, sehingga jumlahnya 8+8+3=198 + 8 + 3 = 19 mA, lebih dari dua kali 9 mA dan di atas 15 mA; RCD dapat memutus pada operasi normal. Kedua mesin dipisah ke RCD masing-masing dan beban lain ke RCD ketiga, sesuai tujuan pembagian sirkit 314.1.

    2. Di sub-PHB tiga fasa terukur 243, 267, dan 189 V fasa-netral dan ketiga tegangan antarfasa 400 V. Hitung besar pergeseran titik netral dan sebutkan satu pengukuran lain yang memeriksanya.

      See the worked solution

      ∑U′2=166 059\sum U'^2 = 166\,059 dan ∑Uij2/3=160 000\sum U_{ij}^2/3 = 160\,000, sehingga ∣UˉN’G∣=6 059/3=44,9|\bar{U}_\text{N'G}| = \sqrt{6\,059/3} = 44{,}9 V, tanda netral putus atau beresistansi tinggi di hulu. Pemeriksanya tegangan netral terhadap PE di sub-PHB itu, yang semestinya berorde 45 V dengan selisih wajar sampai belasan volt.

    3. MCB kurva B 16 A memutus seketika setiap kali kompresor satu fasa diasut dengan arus asut terekam 55 A (efektif) selama 0,3 s; kabelnya 2,5 mm² ber-IZI_\text{Z} 24 A, dan impedansi lingkar terukur 1,1 Ω. Bolehkah diganti C 16 A, D 16 A, atau B 25 A?

      See the worked solution

      Pita magnetik B16, 48 sampai 80 A, memuat 55 A, jadi trip seketika dapat terjadi. C16 memenuhi 433.1 dan 411.4.4 (ZsZ_\text{s} maksimum 230/160=1,44230/160 = 1{,}44 Ω), tetapi marginnya 80/55=1,4580/55 = 1{,}45, di bawah patokan 2 Bab 47, sehingga berisiko tetap trip; D16 memberi margin 160/55=2,9160/55 = 2{,}9 tetapi ZsZ_\text{s} maksimum 230/320=0,72230/320 = 0{,}72 Ω dilampaui, dan B25 melanggar In≤IZI_\text{n} \le I_\text{Z}. Keduanya tidak boleh, dan arus asut kompresor diperiksa lebih dulu terhadap data pabrikan, karena kapasitor atau pengasut yang rusak menaikkannya.

    4. Setelah isolasi, resistansi sambungan terminal masuk tiga kutub pemutus sub-PHB terukur 0,8; 9,6; dan 0,8 mΩ dengan mikroohmmeter. Arus beban jam sibuk 25 A. Hitung daya panas tiap sambungan dan tentukan tindakan.

      See the worked solution

      Dengan P=I2RP = I^2 R, kutub sehat membuang 252×0,0008=0,525^2 \times 0{,}0008 = 0{,}5 W dan kutub tengah 252×0,0096=6,025^2 \times 0{,}0096 = 6{,}0 W, dua belas kalinya. Tindakannya seperti di bagian terminal panas: konduktor teroksidasi dipotong, ujung baru dipasang, terminal atau pemutus berbekas panas diganti, torsi dicatat, lalu termografi diulang saat beban kembali.

    5. Laundry P: awal instalasi 231 V (beban kecil) dan 229 V (jam sibuk), mesin 206 V. Laundry Q: 212 V dan 205 V, mesin 199 V. Di mana masalah tegangan rendah masing-masing?

      See the worked solution

      P: susut suplai 2 V (0,9 %) dan susut instalasi 23 V (10 %), jadi masalahnya di dalam instalasi, di atas 4 %. Q: awal instalasi turun dari 212 ke 205 V (3,0 %), di bawah 207 V, sedangkan susut instalasi 6 V (2,6 %) di bawah 4 %, jadi masalahnya di sisi suplai dan rekamannya dibawa ke operator jaringan.

    6. RCD 30 mA memutus setiap kali setrika, pompa, atau pengering, yang masing-masing di sirkit berbeda, dinyalakan, juga saat MCB sirkit yang dicurigai sudah diturunkan. Tanpa beban besar RCD bertahan, dan tang arus bocor tiap peralatan membaca di bawah 2 mA. Sebab yang paling mungkin: (A) arus bocor kumulatif; (B) netral bersentuhan dengan PE di hilir RCD; (C) RCD rusak; (D) tipe AC tidak cocok?

      See the worked solution

      B. Titik sentuh N-PE membelokkan arus netral beban mana pun ke PE, dan MCB satu kutub tidak memutus netral; A tidak cocok karena bocoran tiap peralatan kecil, C tidak bergantung beban, dan D tidak menjelaskan trip pada tiga sirkit tanpa VFD. Uji pembedanya resistansi isolasi N terhadap PE per sirkit dengan netral dilepas dari rel setelah isolasi.

    Referensi

    External sources

    • IET Wiring Matters 77 (September 2019), Which RCD Type? (sekunder)electrical.theiet.org
    • Electrical Installation Guide, Types of RCDs (sekunder)electrical-installation.org
    • IET Wiring Matters 85 (Mei 2021), Earth leakage: BS 7671 531.3.2 (sekunder)electrical.theiet.org
    • IEC 60898-1:2015+AMD1:2019 CSV (Ed. 2.1), Circuit-breakers for overcurrent protection for household and similar installations, Part 1webstore.iec.ch
    • Janitza, Voltage dips and voltage interruptions, merujuk EN 50160 (sekunder)janitza.com
    • IEC 60038:2009, IEC standard voltages, klausul 4.1 (pratinjau resmi)cdn.standards.iteh.ai

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 30, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Diagnosis instalasi: RCD trip, MCB trip, terminal panas, netral putus, dan tegangan rendah. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/diagnosis-instalasi-rcd-trip-mcb-trip-terminal-panas-netral-putus-dan-tegangan-rendah

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated

    Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.

    1

    Dua mesin cuci stasioner 16 A berhubungan tetap, masing-masing tepat pada batas Lampiran E PUIL 2020 Bagian 5-51, ditambah beban lain 3 mA, berada di hilir satu RCD 30 mA. Hitung arus bocor kumulatif dan nilai terhadap 9 mA dan 15 mA.

    2

    Di sub-PHB tiga fasa terukur 243, 267, dan 189 V fasa-netral dan ketiga tegangan antarfasa 400 V. Hitung besar pergeseran titik netral dan sebutkan satu pengukuran lain yang memeriksanya.

    3

    MCB kurva B 16 A memutus seketika setiap kali kompresor satu fasa diasut dengan arus asut terekam 55 A (efektif) selama 0,3 s; kabelnya 2,5 mm² ber-IZI_\text{Z} 24 A, dan impedansi lingkar terukur 1,1 Ω. Bolehkah diganti C 16 A, D 16 A, atau B 25 A?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextPemeliharaan listrik terencana dan pemeriksaan berkala

    Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 81.

    PreviousDiagnosis kendali motor: katalog gejala dan kasus

    Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 79.

    Same disciplineTegangan, arus, resistansi, dan daya

    Bab lain dalam Teknik Elektro dan Elektronika.