Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Otomotif & Mobilitas Listrik · Bab 16Kuantitatif

    Sepeda motor listrik: arsitektur, motor di roda dan motor tengah, pengendali motor, pedal gas elektronik, pengereman regeneratif, energi per kilometer, dan jangkauan

    Sebuah hotel dengan tiga cabang ingin mengganti sepeda motor pengantar bensin dengan sepeda motor listrik, dan brosur menjanjikan jangkauan 60 km untuk rute harian sekitar 40 km yang memuat tanjakan panjang. Teknisi diminta menilai apakah satu kali pengisian cukup. Bab ini menjelaskan arsitektur sepeda motor listrik, motor di roda dan motor tengah, motor BLDC dan sensor posisi, pengendali motor dan batas arus, pedal gas elektronik dan interlock, pengereman regeneratif dan batasnya, energi per kilometer dari gaya hambat, jangkauan nyata dibandingkan klaim pabrik, dan kelas tegangan. Contoh kerja memakai angka latihan dan satu studi lapangan di Ekuador.

    23 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah hotel dengan tiga cabang di satu kota memakai dua sepeda motor bensin untuk mengantar dokumen, linen cadangan, dan suku cadang kecil antarcabang. Manajemen ingin menggantinya dengan sepeda motor listrik. Brosur pabrik menyebut jangkauan 60 km sekali isi. Catatan odometer sebulan menunjukkan rute harian rata-rata 40 km, termasuk tanjakan panjang menuju cabang di perbukitan, dan kendaraan hampir selalu membawa muatan. Bagian pembelian bertanya kepada teknisi: apakah satu kali pengisian cukup untuk satu hari, dan apa yang harus disiapkan di gedung?

    Brosur saja tidak cukup untuk menjawabnya. Jangkauan adalah energi baterai yang dapat dipakai dibagi energi per kilometer di rute itu, dan energi per kilometer berubah besar karena tanjakan, muatan, kecepatan, dan cara berkendara. Bab ini menjelaskan bagian sepeda motor listrik, cara motor dan pengendalinya bekerja, dan cara menghitung kebutuhan energi rute sebelum membeli.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas sepeda motor listrik roda dua untuk armada operasional: arsitektur, motor di roda dan motor tengah, motor BLDC dan sensor posisi, pengendali motor, pedal gas elektronik dan interlock, pengereman regeneratif, energi per kilometer, jangkauan, dan kelas tegangan. Aliran energi kendaraan dijelaskan di Bab 1; daya, torsi, dan energi gerak di Bab 2; komutasi elektronik dan sensor Hall motor BLDC di Bab 45 · Kelistrikan & Kendali; rumus gaya hambat kendaraan di Bab 5; sel, kapasitas, dan sistem manajemen baterai di Bab 7; inverter, PWM, dan batas regenerasi di Bab 8; kelas tegangan dan keselamatan tegangan tinggi di Bab 9; dan urutan diagnosis kendaraan listrik di Bab 10. Baterai dan pengisian sepeda motor listrik ada di Bab 17, dan konversi sepeda motor bensin ke listrik di Bab 18.

    Membuka pak baterai, pengendali, atau motor, dan bekerja pada kabel daya tidak dibahas; pekerjaan itu milik bengkel resmi menurut manual pabrik. Sumbernya adalah narasi Otomotif, Fisika, dan Mekanikal, satu studi universitas di Ekuador, dan bab terbit Academy; mekanisme yang berlabel pengetahuan umum ditandai di peta sumber. Angka untuk satu kendaraan diambil dari manual pabrik; angka contoh adalah angka latihan.

    Arsitektur sepeda motor listrik

    Sepeda motor listrik (electric motorcycle) adalah sepeda motor yang digerakkan motor listrik dengan energi dari pak baterai yang dibawa kendaraan. Susunan yang umum dijumpai (pengetahuan umum):

    BagianFungsiBab rujukan
    Pak baterai dengan sistem manajemen bateraiMenyimpan energi dan menjaga sel dalam batas tegangan, arus, dan suhuBab 7 dan Bab 17
    Sekring dan pemutus utama atau kontaktorMemutus pak dari sistem saat gangguan atau kunci dimatikanBab 9
    Pengendali motorMengubah arus searah pak menjadi arus tiga fasa yang diaturBab 8
    MotorDi roda belakang, atau di rangka dengan rantai atau sabukBab 45 · Kelistrikan & Kendali
    Pedal gas elektronikMemberi permintaan torsi ke pengendaliBagian di bawah
    Pengubah DC-DCMenurunkan tegangan pak ke 12 V untuk lampu, klakson, dan panelBab 14
    Sakelar interlockKunci kontak, standar samping, dan tuas remBagian di bawah
    PanelMenampilkan keadaan muatan, mode, dan kode galatBab 10

    Narasi Otomotif memuat laporan lapangan bahwa ketika kapasitas dan kerapatan energi baterai naik, pemantauan dan pengendalian yang canggih menjadi penting untuk mencegah panas berlebih, menjaga pengisian yang seimbang, dan memperpanjang umur pakai.

    Di Indonesia, PM 45 Tahun 2020 tentang kendaraan tertentu dengan penggerak motor listrik mengatur sepeda listrik. Sepeda listrik (electric bicycle) adalah kendaraan tertentu beroda dua dengan penggerak motor listrik yang menurut PM 45 Tahun 2020 dibatasi kecepatan paling tinggi 25 km/jam. Menurut salinan teks peraturan dan pemberitaan hukum, sepeda listrik juga wajib memiliki lampu utama, reflektor, rem, dan klakson; penggunanya berhelm dan berusia paling rendah 12 tahun; dayanya dilarang dimodifikasi untuk menambah kecepatan; dan kendaraannya dioperasikan di lajur khusus atau kawasan tertentu. Sepeda motor listrik yang lebih cepat termasuk kendaraan bermotor yang diregistrasi (penalaran editorial); batas daya dan kecepatan resmi antara keduanya belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026. Menurut pemberitaan, pada akhir 2022 terdapat sekitar 32.000 sepeda motor listrik di antara sekitar 125 juta sepeda motor di Indonesia.

    Motor di roda dan motor tengah

    Motor di roda (hub motor) adalah motor listrik yang rotornya menyatu dengan velg roda sehingga memutar roda langsung tanpa rantai atau sabuk. Motor tengah (mid-drive motor) adalah motor listrik yang dipasang di rangka dan memutar roda belakang melalui reduksi rantai, sabuk, atau roda gigi. Hubungan torsi dan putaran keduanya:

    Tmotor=F ri ηred,nroda=60 v2πr,nmotor=i nrodaT_\text{motor} = \frac{F\,r}{i\,\eta_\text{red}}, \qquad n_\text{roda} = \frac{60\,v}{2\pi r}, \qquad n_\text{motor} = i\,n_\text{roda}

    dengan TmotorT_\text{motor} torsi motor (N·m), FF gaya dorong di ban (N), rr jari-jari roda (m), ii rasio reduksi, ηred\eta_\text{red} efisiensi reduksi, vv kecepatan (m/s), dan nn putaran (rpm). Pada motor di roda, i=1i = 1 dan ηred=1\eta_\text{red} = 1.

    Laporan lapangan dalam narasi Mekanikal membandingkan motor spindel berputaran tinggi dan bertorsi kecil dengan motor di roda, yang bertorsi besar pada putaran rendah. Perbandingan berikut adalah pengetahuan umum:

    CiriMotor di rodaMotor tengah
    Torsi yang harus dihasilkan motorSama dengan torsi roda, pada putaran roda yang rendahTorsi roda dibagi rasio reduksi, pada putaran lebih tinggi
    Massa tak berpegasBertambah, suspensi belakang bekerja lebih beratKecil
    Komponen ausBantalan motor, kabel yang ikut bergerak dengan lengan ayunRantai atau sabuk, gir, bantalan
    PendinginanTerbatas, panas terkurung di dalam velgLebih mudah, motor di aliran udara
    Penggantian banKabel motor dilepas di konektor menurut manualSeperti sepeda motor biasa

    Rantai motor tengah mulur karena aus pin dan bus, seperti dibahas di Bab 6 · Mekanikal & Mekatronika tentang rantai rol, dan perawatan rantai dan gir sepeda motor ada di Bab 13. Motor di roda menanjak dengan arus besar pada putaran rendah, sehingga lebih cepat panas di tanjakan panjang bermuatan.

    Motor BLDC, sensor posisi, dan pengendali motor

    Motor sepeda motor listrik umumnya motor magnet permanen tiga fasa, BLDC atau PMSM, yang komutasinya elektronik seperti di Bab 45 · Kelistrikan & Kendali. Pada jenis bersensor, tiga sensor Hall membaca posisi kutub rotor. Narasi Fisika memuat bahasan efek Hall dari buku listrik, magnet, dan cahaya; cara kerja sensornya pengetahuan umum: medan magnet rotor membelokkan pembawa muatan di keping semikonduktor, dan tegangan kecil yang timbul diubah menjadi sinyal tinggi atau rendah. Jenis tanpa sensor membaca GGL lawan dan perlu urutan asut khusus, seperti dijelaskan di Bab 45 · Kelistrikan & Kendali. Gejala sensor Hall atau kabelnya terganggu (pengetahuan umum): motor tersentak, bergetar, atau tidak mau berangkat dari diam, tetapi berjalan normal setelah didorong.

    Pengendali motor (motor controller) adalah perangkat elektronika daya yang mengubah arus searah pak baterai menjadi arus tiga fasa yang diatur untuk motor, sesuai permintaan pedal gas dan batas perlindungannya. Pada tegangan sepeda motor listrik, jembatan tiga fasanya umumnya memakai MOSFET, dengan PWM seperti di Bab 8 (pengetahuan umum). Pengendali membatasi arus baterai, arus fasa, suhu pengendali dan motor, dan tegangan pak terendah. Rugi diabaikan, daya di kedua sisi pengendali kira-kira sama, dan tegangan rata-rata fasa adalah D VpakD\,V_\text{pak} seperti di Bab 8:

    Vpak Ipak≈D Vpak Ifasa⇒Ifasa≈IpakDV_\text{pak}\,I_\text{pak} \approx D\,V_\text{pak}\,I_\text{fasa} \quad\Rightarrow\quad I_\text{fasa} \approx \frac{I_\text{pak}}{D}

    dengan IpakI_\text{pak} arus baterai (A), IfasaI_\text{fasa} arus fasa motor (A), dan DD siklus kerja PWM antara 0 dan 1. Pada putaran rendah, DD kecil, sehingga arus fasa dapat beberapa kali arus baterai walaupun daya kecil (penalaran editorial dari Bab 8). Karena torsi sebanding arus fasa, berangkat pelan di tanjakan bermuatan memanaskan motor dan pengendali tanpa menguras banyak energi.

    Ketika suhu mendekati batas, pengendali menurunkan daya, seperti penurunan daya karena suhu di Bab 8. Keluhan "motor mati sendiri di tanjakan" sering berasal dari perlindungan ini atau dari tegangan pak yang turun di bawah batas saat arus besar, bukan dari baterai kosong. Catat suhu, keadaan muatan, kode galat, dan kondisi rute seperti urutan diagnosis di Bab 10.

    Pedal gas elektronik, interlock, dan sistem 12 V

    Pedal gas elektronik (electronic throttle) adalah grip putar pada setang yang mengirim sinyal tegangan ke pengendali sebagai permintaan torsi, tanpa kabel gas mekanis. Di dalamnya biasanya ada sensor Hall dan magnet yang ikut berputar (pengetahuan umum). Rentang tegangan sinyal berbeda antarproduk dan diambil dari manual pabrik. Pengendali umumnya menolak berjalan bila gas sudah terbuka ketika kunci dinyalakan, dan mode berkendara membatasi arus atau kecepatan.

    Sepeda motor listrik yang menyala tidak bersuara, sehingga interlock penting (pengetahuan umum): sakelar standar samping mencegah motor berjalan saat standar turun, dan sakelar tuas rem memutus permintaan gas. Staf armada mematikan kunci sebelum turun, karena gas yang tersentuh dapat membuat kendaraan melompat.

    Lampu, klakson, panel, dan kumparan kontaktor dicatu 12 V dari pengubah DC-DC; sebagian kendaraan juga membawa aki 12 V kecil (pengetahuan umum). Aki dan kelistrikan 12 V sepeda motor dibahas di Bab 14, dan gangguan 12 V yang menimbulkan banyak kode galat di Bab 10.

    Pengereman regeneratif pada sepeda motor

    Batas regenerasi di Bab 8 berlaku juga di sini: baterai penuh atau dingin, batas arus dan suhu motor, kecepatan rendah, dan kestabilan. Narasi Otomotif mencatat bahwa pengereman regeneratif dapat mengurangi keausan rem dan debu partikulat halus, dan Bab 2 menegaskan bahwa regenerasi tidak menggantikan rem gesek.

    Ciri khas sepeda motor (pengetahuan umum, penalaran dari perpindahan beban di Bab 15): motor biasanya hanya memutar roda belakang, sedangkan saat mengerem beban berpindah ke roda depan. Roda belakang hanya dapat memberi sebagian kecil gaya pengereman sebelum tergelincir, sehingga energi yang dapat dipulihkan kecil dan rem depan tetap rem utama. Regenerasi yang kuat di jalan basah dapat membuat roda belakang selip. Sebagian skuter mengaktifkan regenerasi saat gas dilepas, sebagian lagi saat tuas rem disentuh. Pada pagi hari, setelah pengisian penuh, regenerasi melemah, dan pengendara merasakan kendaraan "lebih licin" di turunan.

    Energi per kilometer dari gaya hambat

    Energi per kilometer (energy consumption per kilometre) adalah energi yang diambil dari baterai untuk menempuh satu kilometer, biasanya dinyatakan dalam watt-jam per kilometer. Gaya hambat pada kecepatan tetap memakai rumus Bab 5, digabung untuk tanjakan:

    F=m g (Crrcos⁡θ+sin⁡θ)+12 ρ CdA v2F = m\,g\,(C_{rr}\cos\theta + \sin\theta) + \tfrac{1}{2}\,\rho\,C_d A\,v^2

    dengan mm massa kendaraan, pengendara, dan muatan (kg), g=9,81g = 9{,}81 m/s², CrrC_{rr} koefisien hambatan gelinding, θ\theta sudut tanjakan, ρ\rho massa jenis udara (kg/m³), CdAC_d A hasil kali koefisien hambat dan luas depan (m²), dan vv kecepatan (m/s). Karena 1 Wh sama dengan 3.600 J, gaya dalam newton langsung memberi energi per kilometer di roda:

    eroda=F×1.0003.600=F3,6,ebaterai=erodaηe_\text{roda} = \frac{F \times 1.000}{3.600} = \frac{F}{3{,}6}, \qquad e_\text{baterai} = \frac{e_\text{roda}}{\eta}

    dengan ee dalam Wh/km dan η\eta efisiensi rantai dari baterai ke roda. Untuk sepeda motor kecil dipakai Crr=0,015C_{rr} = 0{,}015, ujung atas rentang Bab 5, CdA=0,6C_d A = 0{,}6 m², dan η=0,75\eta = 0{,}75; ketiganya angka latihan.

    Ukuran nyata datang dari studi universitas di Ekuador pada sepeda motor listrik berpak litium 60 V 30 Ah di rute 25,8 km. Menurut abstrak di repositori universitas itu, konsumsinya sekitar 41,3 Wh/km di jalan datar, sekitar 97,7 Wh/km di tanjakan 12 persen, dan mendekati nol di turunan. Hitungan di Contoh 2 mendekati angka tanjakan itu; angka datarnya jauh di atas hitungan kecepatan tetap, karena lalu lintas nyata penuh percepatan dan pengereman. Tegangan pak tidak menentukan energi per kilometer; yang menentukan adalah massa, medan, kecepatan, dan pola berhenti-jalan (penalaran editorial).

    Jangkauan: klaim pabrik dan pemakaian nyata

    Jangkauan dihitung seperti di Bab 10:

    d=Epakaiebaterai,Epakai=Vnom C fd = \frac{E_\text{pakai}}{e_\text{baterai}}, \qquad E_\text{pakai} = V_\text{nom}\,C\,f

    dengan dd jangkauan (km), VnomV_\text{nom} tegangan nominal pak (V), CC kapasitas (Ah), dan ff bagian kapasitas yang dapat dipakai. Studi Ekuador memperkirakan jangkauan campuran 29,8 km, sekitar separuh dari 60 km di spesifikasi pabrik.

    Klaim pabrik biasanya diperoleh pada kondisi yang menguntungkan, seperti pengendara ringan, jalan datar, kecepatan sedang yang tetap, baterai baru, dan seluruh kapasitas terpakai (pengetahuan umum); cara uji klaim untuk satu produk ditanyakan ke pabrik. Di armada, jangkauan berkurang karena muatan, tanjakan, berhenti-jalan, kecepatan tinggi (hambatan udara naik dengan kuadrat kecepatan), angin, tekanan ban kurang seperti di Bab 15, baterai dingin atau menua seperti di Bab 7, dan cadangan yang sengaja disisakan.

    Cara menilai yang dianjurkan (penalaran editorial):

    1. Ukur rute nyata: jarak per segmen dan panjang tanjakan.
    2. Uji coba kendaraan sejenis selama beberapa hari di rute itu, dengan muatan biasa, dan ukur energi pengisian dengan kWh meter di stopkontak (Contoh 7).
    3. Pakai energi per kilometer hari terburuk, bukan rata-rata brosur.
    4. Sisakan cadangan sekitar 20 persen, dan hitung juga dengan kapasitas setelah baterai menua.
    5. Bila tidak cukup, pilih pak lebih besar, pak kedua, pengisian siang, atau layanan tukar baterai seperti di Bab 17.

    Kelas tegangan dan bahaya

    Tegangan sistem yang umum dijumpai pada sepeda motor listrik sekitar 48, 60, dan 72 V (pengetahuan umum). Angka ini kebiasaan industri, bukan standar resmi; sumber resmi Indonesia yang menetapkannya tidak ditemukan. Bab 9 memberi batas kelas A sampai sekitar 60 V DC. Dengan sel litium berbasis nikel sekitar 3,7 V nominal dan 4,2 V penuh menurut Bab 7, pak 13 seri bertegangan 48,1 V nominal dan 54,6 V penuh, pak 16 seri 59,2 V dan 67,2 V, dan pak 20 seri 74 V dan 84 V.

    Penalaran editorial dari Bab 7 dan Bab 9: pak 72 V nominal, yang penuh sekitar 84 V, melewati batas kelas A, dan pak 60 V yang penuh juga melewatinya, sedangkan pak 48 V tetap di bawahnya. Pak di atas batas itu diperlakukan dengan aturan tegangan tinggi di Bab 9. Pak 48 V pun berbahaya: arus hubung singkatnya sangat besar, dan kunci pas atau cincin yang menjembatani kutub dapat meleleh dan membakar, seperti kasus di Bab 9.

    Teknisi fasilitas memeriksa dari luar (ban, rem, lampu, kabel terjepit, bekas panas di konektor pengisian) dan mengatur pengisian di gedung; membuka pak, pengendali, atau motor adalah pekerjaan bengkel resmi.

    Contoh kerja

    Contoh 1: energi per kilometer di jalan datar. Massa total 180 kg, Crr=0,015C_{rr} = 0{,}015, CdA=0,6C_d A = 0{,}6 m², ρ=1,2\rho = 1{,}2 kg/m³, dan kecepatan 30 km/jam, yaitu 8,33 m/s (angka latihan). Fgel=0,015×180×9,81=26,5F_\text{gel} = 0{,}015 \times 180 \times 9{,}81 = 26{,}5 N dan Fudara=0,5×1,2×0,6×8,332=25,0F_\text{udara} = 0{,}5 \times 1{,}2 \times 0{,}6 \times 8{,}33^2 = 25{,}0 N, sehingga F=51,5F = 51{,}5 N. Energi di roda 51,5/3,6=14,351{,}5/3{,}6 = 14{,}3 Wh/km, dan dari baterai 14,3/0,75=19,114{,}3/0{,}75 = 19{,}1 Wh/km. Daya di roda hanya 51,5×8,33=42951{,}5 \times 8{,}33 = 429 W.

    Contoh 2: tanjakan 12 persen. Pada kemiringan 12 persen, θ=arctan⁡0,12\theta = \arctan 0{,}12, sin⁡θ=0,119\sin\theta = 0{,}119 dan cos⁡θ=0,993\cos\theta = 0{,}993. F=180×9,81×(0,015×0,993+0,119)+25,0=26,3+210,4+25,0=261,7F = 180 \times 9{,}81 \times (0{,}015 \times 0{,}993 + 0{,}119) + 25{,}0 = 26{,}3 + 210{,}4 + 25{,}0 = 261{,}7 N. Energi di roda 261,7/3,6=72,7261{,}7/3{,}6 = 72{,}7 Wh/km, dan dari baterai 72,7/0,75=96,972{,}7/0{,}75 = 96{,}9 Wh/km, kurang dari 1 persen di bawah 97,7 Wh/km studi Ekuador. Daya di roda 261,7×8,33=2,18261{,}7 \times 8{,}33 = 2{,}18 kW, lima kali daya di jalan datar.

    Contoh 3: berhenti-jalan. Mempercepat 180 kg ke 30 km/jam memerlukan Ek=0,5×180×8,332=6.250E_k = 0{,}5 \times 180 \times 8{,}33^2 = 6.250 J, yaitu 1,74 Wh di roda atau 1,74/0,75=2,311{,}74/0{,}75 = 2{,}31 Wh dari baterai. Sepuluh kali percepatan per kilometer di lalu lintas padat (angka latihan), tanpa regenerasi, menambah 23,1 Wh/km, sehingga totalnya 19,1+23,1=42,219{,}1 + 23{,}1 = 42{,}2 Wh/km. Berhenti-jalan dapat menjelaskan sebagian besar selisih Contoh 1 dengan 41,3 Wh/km terukur (penalaran editorial).

    Contoh 4: energi yang dipulihkan regenerasi. Dari 40 km/jam, yaitu 11,11 m/s, Ek=0,5×180×11,112=11.111E_k = 0{,}5 \times 180 \times 11{,}11^2 = 11.111 J, yaitu 3,09 Wh. Bila roda belakang mengambil 30 persen pengereman dan efisiensi kembali ke baterai 0,7 (angka latihan), yang pulih 3,09×0,3×0,7=0,653{,}09 \times 0{,}3 \times 0{,}7 = 0{,}65 Wh. Mempercepat kembali ke 40 km/jam mengambil 3,09/0,75=4,123{,}09/0{,}75 = 4{,}12 Wh dari baterai, sehingga regenerasi hanya mengembalikan sekitar 16 persennya.

    Contoh 5: jangkauan dari studi Ekuador. Pak 60 V 30 Ah menyimpan 60×30=1.80060 \times 30 = 1.800 Wh. Dengan 90 persen terpakai (angka latihan), energi pakai 1.620 Wh. Di jalan datar, 1.620/41,3=391.620/41{,}3 = 39 km; di tanjakan terus-menerus, 1.620/97,7=171.620/97{,}7 = 17 km. Klaim 60 km memerlukan 1.800/60=301.800/60 = 30 Wh/km bila seluruh kapasitas dipakai, angka yang hanya tercapai pada kondisi ringan.

    Contoh 6: rute antarcabang hotel. Rute 40 km per hari terdiri atas 32 km jalan kota, 4 km tanjakan sekitar 12 persen, dan 4 km turunan (angka latihan). Dengan angka studi Ekuador, energinya 32×41,3+4×97,7+4×0=1.321,6+390,8=1.71232 \times 41{,}3 + 4 \times 97{,}7 + 4 \times 0 = 1.321{,}6 + 390{,}8 = 1.712 Wh, lebih dari 1.620 Wh energi pakai pak 60 V 30 Ah. Dengan cadangan 20 persen, diperlukan 1.712×1,2=2.0551.712 \times 1{,}2 = 2.055 Wh energi pakai, atau 2.055/0,9=2.2832.055/0{,}9 = 2.283 Wh nominal, sekitar 38 Ah pada 60 V. Kendaraan seperti di brosur tidak cukup untuk sehari tanpa pengisian siang atau pak kedua, sampai uji coba di rute membuktikan sebaliknya; titik pengisiannya disiapkan menurut Bab 17.

    Contoh 7: mengukur energi per kilometer di armada. Pengisian sebuah sepeda motor uji setelah menempuh 40 km tercatat 1,9 kWh di kWh meter stopkontak. Dengan efisiensi pengisi 0,85 (angka latihan), energi yang masuk baterai 1.900×0,85=1.6151.900 \times 0{,}85 = 1.615 Wh, sehingga energi per kilometer dari baterai 1.615/40=40,41.615/40 = 40{,}4 Wh/km, dan dari jala-jala 1.900/40=47,51.900/40 = 47{,}5 Wh/km. Angka jala-jala dipakai untuk biaya listrik, angka baterai untuk jangkauan.

    Contoh 8: torsi motor di roda dan motor tengah. Untuk tanjakan Contoh 2 dengan jari-jari roda 0,25 m, torsi roda 261,7×0,25=65,4261{,}7 \times 0{,}25 = 65{,}4 N·m pada n=60×8,33/(2π×0,25)=318n = 60 \times 8{,}33/(2\pi \times 0{,}25) = 318 rpm. Motor di roda harus memberi 65,4 N·m langsung. Motor tengah dengan reduksi 10 cukup memberi 6,5 N·m pada 3.183 rpm, atau 6,9 N·m bila efisiensi reduksi 0,95. Pemeriksaan: 65,4×2π×318/60=2,1865{,}4 \times 2\pi \times 318/60 = 2{,}18 kW, sama dengan daya di Contoh 2.

    Contoh 9: arus baterai dan arus fasa. Pada Contoh 2, daya dari baterai 2,18/0,75=2,912{,}18/0{,}75 = 2{,}91 kW, sehingga arus pak 60 V sekitar 2.908/60=482.908/60 = 48 A. Saat berangkat pelan di tanjakan yang sama, arus pak hanya 30 A pada siklus kerja 0,3 (angka latihan), tetapi arus fasa 30/0,3=10030/0{,}3 = 100 A. Dengan batas arus fasa 100 A (angka latihan), pengendali sudah di batasnya walaupun arus baterai kecil.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pemakaian atau pekerjaan, amankan kendaraan, dan serahkan ke bengkel resmi atau pabrik bila:

    1. Pak, pengendali, atau motor berasap, berbau hangus, berdesis, atau terlalu panas disentuh; jauhkan orang dan ikuti Bab 9.
    2. Kendaraan terendam sampai pak atau pengendali di bawah air, jatuh keras, atau tertabrak di area pak.
    3. Panel menampilkan galat isolasi, galat sel, atau galat suhu yang belum ditangani menurut manual.
    4. Kabel daya, konektor pak, atau terminal pengendali terlihat meleleh, berubah warna, terjepit, atau tergores sampai isolasinya terbuka.
    5. Kendaraan bergerak sendiri, gas tidak kembali, atau interlock standar samping dan tuas rem tidak bekerja.
    6. Rem depan atau belakang melemah; regenerasi tidak boleh dijadikan alasan menunda perbaikan rem gesek.
    7. Pekerjaan memerlukan pembukaan pak, pengendali, motor, atau pengukuran pada kabel daya.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Jangkauan di brosur adalah jangkauan harian armada." Jangkauan bergantung pada energi per kilometer di rute nyata; studi Ekuador mendapat sekitar separuh angka spesifikasi.
    2. "Tegangan pak yang lebih tinggi membuat motor lebih hemat." Energi per kilometer ditentukan massa, medan, kecepatan, dan pola berhenti-jalan, sedangkan tegangan lebih tinggi membawa pak melewati batas kelas A.
    3. "Rute berbukit tidak masalah karena turunan mengisi baterai." Regenerasi pada sepeda motor kecil hanya mengembalikan sebagian kecil energi tanjakan, terutama karena bekerja di roda belakang saja.
    4. "Motor yang mati sendiri di tanjakan berarti baterainya rusak." Penyebab yang lebih sering adalah penurunan daya karena suhu atau batas tegangan pak saat arus besar.
    5. "Tegangan 48 sampai 72 V aman disentuh karena bukan tegangan tinggi." Pak 60 V yang penuh dan pak 72 V berada di atas batas kelas A, dan pak 48 V dapat memberi arus hubung singkat yang membakar.

    Hubungan dengan bab lain

    Dasar bab ini ada di Bab 1 dan Bab 2 tentang aliran energi kendaraan, Bab 45 · Kelistrikan & Kendali tentang komutasi BLDC, Bab 5 tentang gaya hambat, dan Bab 7 sampai Bab 10 tentang baterai traksi, inverter, keselamatan tegangan tinggi, dan diagnosis. Rantai ada di Bab 6 · Mekanikal & Mekatronika dan Bab 13, kelistrikan 12 V di Bab 14, dan rem sepeda motor di Bab 15. Bab 17 melanjutkan dengan baterai dan pengisian, dan Bab 18 dengan konversi sepeda motor bensin.

    Latihan dan pembahasan

    1. Massa total 200 kg, Crr=0,015C_{rr} = 0{,}015, CdA=0,6C_d A = 0{,}6 m², ρ=1,2\rho = 1{,}2 kg/m³, kecepatan tetap 25 km/jam di jalan datar, dan efisiensi 0,75. Berapa gaya hambat dan energi per kilometer dari baterai?
    2. Pak 48 V 25 Ah dipakai 90 persen kapasitasnya, dan uji coba memberi 38 Wh/km. Berapa jangkauannya?
    3. Kendaraan pada Latihan 1 menaiki tanjakan 8 persen pada 25 km/jam. Berapa gaya, daya di roda, dan energi per kilometer dari baterai?
    4. Setelah menempuh 52 km, pengisian tercatat 2,4 kWh di kWh meter. Dengan efisiensi pengisi 0,85, berapa energi per kilometer dari baterai dan dari jala-jala?
    5. Gaya dorong yang diperlukan 240 N dan jari-jari roda 0,23 m. Berapa torsi motor di roda, dan berapa torsi motor tengah dengan reduksi 8 bila rugi reduksi diabaikan?
    6. Arus pak 20 A pada siklus kerja PWM 0,25. Berapa kira-kira arus fasa, dan mengapa angka ini penting?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Fgel=0,015×200×9,81=29,4F_\text{gel} = 0{,}015 \times 200 \times 9{,}81 = 29{,}4 N dan Fudara=0,5×1,2×0,6×6,942=17,4F_\text{udara} = 0{,}5 \times 1{,}2 \times 0{,}6 \times 6{,}94^2 = 17{,}4 N, jadi F=46,8F = 46{,}8 N. Energi di roda 46,8/3,6=13,046{,}8/3{,}6 = 13{,}0 Wh/km dan dari baterai 13,0/0,75=17,313{,}0/0{,}75 = 17{,}3 Wh/km; angka nyata akan lebih besar karena berhenti-jalan.
    2. Energi pak 48×25=1.20048 \times 25 = 1.200 Wh dan energi pakai 0,9×1.200=1.0800{,}9 \times 1.200 = 1.080 Wh. Jangkauannya 1.080/38=28,41.080/38 = 28{,}4 km, dan dengan cadangan 20 persen rute yang aman sekitar 1.080/(38×1,2)=23,71.080/(38 \times 1{,}2) = 23{,}7 km.
    3. sin⁡θ=0,080\sin\theta = 0{,}080, sehingga F=29,3+156,5+17,4=203,2F = 29{,}3 + 156{,}5 + 17{,}4 = 203{,}2 N. Daya di roda 203,2×6,94=1,41203{,}2 \times 6{,}94 = 1{,}41 kW dan energi dari baterai 203,2/3,6/0,75=75,2203{,}2/3{,}6/0{,}75 = 75{,}2 Wh/km, lebih dari empat kali jalan datar.
    4. Energi ke baterai 2.400×0,85=2.0402.400 \times 0{,}85 = 2.040 Wh, jadi 2.040/52=39,22.040/52 = 39{,}2 Wh/km dari baterai. Dari jala-jala 2.400/52=46,22.400/52 = 46{,}2 Wh/km, angka yang dipakai untuk biaya listrik armada.
    5. Torsi roda 240×0,23=55,2240 \times 0{,}23 = 55{,}2 N·m, yang harus diberikan langsung oleh motor di roda. Motor tengah dengan reduksi 8 cukup memberi 55,2/8=6,955{,}2/8 = 6{,}9 N·m, tetapi berputar delapan kali lebih cepat dan menambah rantai atau sabuk yang aus.
    6. Ifasa≈20/0,25=80I_\text{fasa} \approx 20/0{,}25 = 80 A, empat kali arus pak. Angka ini penting karena panas motor dan pengendali mengikuti arus fasa, sehingga kendaraan dapat menurunkan daya di tanjakan pelan walaupun arus baterai terlihat kecil.

    Referensi

    Sumber luar

    • dspace.ups.edu.ecdspace.ups.edu.ec
    • Peraturan Menteri Nomor pm45 Tahun 2020 tentang KENDARAAN TERTENTU DENGAN MENGGUNAKAN PENGGERAK MOTOR LISTRIKapi-law.crpg.info
    • electric two wheelers in indonesiacleantechnica.com

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Massa total 200 kg, Crr=0,015C_{rr} = 0{,}015, CdA=0,6C_d A = 0{,}6 m², ρ=1,2\rho = 1{,}2 kg/m³, kecepatan tetap 25 km/jam di jalan datar, dan efisiensi 0,75. Berapa gaya hambat dan energi per kilometer dari baterai?

    2

    Pak 48 V 25 Ah dipakai 90 persen kapasitasnya, dan uji coba memberi 38 Wh/km. Berapa jangkauannya?

    3

    Kendaraan pada Latihan 1 menaiki tanjakan 8 persen pada 25 km/jam. Berapa gaya, daya di roda, dan energi per kilometer dari baterai?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat