Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Otomotif & Mobilitas Listrik · Bab 18Terapan

    Konversi sepeda motor BBM ke listrik: aturan di Indonesia, komponen pengganti, menghitung kebutuhan motor dan baterai, pengawatan dan pengaman, uji, dan risiko konversi tanpa izin

    Teknisi laundry rumah sakit ditawari kit konversi murah untuk tiga sepeda motor pengantar lama, dengan janji dapat dipasang sendiri tanpa uji tipe. Bab ini menjelaskan aturan konversi di Indonesia menurut PM 39/2023, program bantuan Permen ESDM 3/2023 dan 13/2023 beserta status sumbernya, komponen yang dilepas dan dipasang, cara menghitung kebutuhan daya, torsi, dan energi baterai, pengawatan dan pengaman arus searah, uji setelah konversi, dan risiko konversi tanpa izin. Konversi hanya dikerjakan bengkel bersertifikat; bab ini membantu teknisi menilai penawaran, bukan merakitnya.

    20 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Seorang pemasok menawari teknisi laundry rumah sakit "kit konversi murah" untuk tiga sepeda motor pengantar linen bermesin 110 cc yang sudah tua. Isinya motor di roda, pengendali, pak baterai "bekas tetapi masih bagus", dan pengisi daya, dengan janji dapat dipasang sendiri dalam sehari di bengkel rumah sakit. Harganya jauh di bawah biaya konversi di bengkel bersertifikat. Ketika ditanya tentang uji tipe, pemasok menjawab bahwa itu tidak perlu karena banyak orang memakainya tanpa uji.

    Manajer meminta teknisi menilai tawaran itu. Teknisi perlu tahu apa yang diatur negara, apa yang sebenarnya dibeli, apakah motor dan baterai kit itu cukup untuk rute laundry, dan apa yang dapat salah pada pengawatan arus searah yang dirakit tanpa perhitungan.

    Batas pembahasan

    Bab ini bukan panduan merakit konversi. Konversi sepeda motor hanya dikerjakan bengkel konversi bersertifikat; teknisi fasilitas tidak melakukan konversi sendiri, tidak membuka pak, dan tidak mengubah pengendali. Bab ini membantu teknisi menilai penawaran, memahami aturan, menghitung kebutuhan secara kasar untuk membandingkan spesifikasi, dan mengenali pengawatan yang tidak aman.

    Gaya hambat, energi per kilometer, dan cara mengukurnya dibahas di Bab 16; baterai, pengisi, dan tempat pengisian di gedung di Bab 17; sel dan sistem manajemen baterai di Bab 7; prapengisian kapasitor tautan DC di Bab 8; kelas tegangan dan isolasi di Bab 9; uji resistans isolasi di Bab 17 · Kelistrikan & Kendali; koordinasi pengaman dan kabel di Bab 23 · Kelistrikan & Kendali; kemampuan hantar arus di Bab 27 · Kelistrikan & Kendali; susut tegangan di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali; dan rem sepeda motor di Bab 15. Sumbernya adalah cuplikan peraturan dan halaman resmi, pemberitaan, narasi Otomotif dan Keselamatan Teknik, dan bab terbit Academy. Angka contoh adalah angka latihan.

    Aturan konversi di Indonesia

    Konversi sepeda motor listrik (electric motorcycle conversion) adalah penggantian sistem penggerak motor bakar pada sepeda motor yang sudah teregistrasi dengan sistem penggerak motor listrik berbasis baterai. Menurut berkas peraturan di JDIH, PM 39 Tahun 2023 tentang konversi sepeda motor dengan penggerak motor bakar menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai menggantikan PM 65 Tahun 2020. Isi pokoknya menurut cuplikan JDIH:

    1. Sepeda motor bermesin bakar yang sudah teregistrasi dan teridentifikasi, dengan BPKB dan STNK, dapat dikonversi.
    2. Perubahan pokok dari aturan lama mencakup registrasi dan identifikasi, komponen konversi, klasifikasi bengkel konversi menjadi dua tipe, permohonan konversi, lokasi pengujian tipe konversi, pemeriksaan kelaikan komponen, serta pembinaan dan pengawasan.
    3. Bengkel yang memenuhi persyaratan mendapat sertifikat, dan daftarnya dimuat di situs Kementerian Perhubungan.
    4. Pemilik atau penanggung jawab bengkel mengajukan permohonan pengujian setiap sepeda motor yang dikonversi kepada Direktur Jenderal.
    5. Sepeda motor yang lulus uji tipe menerima surat keputusan Direktur Jenderal, sertifikat uji tipe konversi, dan pengesahan instalasi sistem penggerak motor listrik.

    Bengkel konversi (conversion workshop) adalah bengkel yang memenuhi persyaratan PM 39 Tahun 2023 dan bersertifikat untuk mengonversi sepeda motor bermesin bakar menjadi sepeda motor listrik. Menurut pemberitaan tentang aturan lama, konversi hanya dilakukan di bengkel yang mendapat izin Direktur Jenderal, dan motor hasil konversi diuji lagi untuk mendapat sertifikat uji tipe baru, dengan uji keselamatan sistem penggerak listrik dan uji tipe fisik kendaraan. Menurut pemberitaan, biaya uji tipe sekitar Rp4,5 juta pada 2023, dan jumlah bengkel bersertifikat pada 2023 puluhan (sumber berbeda antara 22 dan 26). Apakah PM 39 Tahun 2023 sudah diubah sesudah 2023 belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026; daftar bengkel dan persyaratan terbaru diperiksa di situs Kementerian Perhubungan sebelum memesan.

    Program bantuan dan statusnya

    Program bantuan berubah dari tahun ke tahun. Tabel ini mencatat nomor dan isi sejauh tercatat, dengan status sumbernya:

    PeraturanIsi pokokStatus sumber
    Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2023Pedoman umum bantuan konversi; penerima perorangan pemilik sepeda motor bermesin bakar; disalurkan melalui bengkel konversi bersertifikat; batas biaya konversi Rp17.000.000 untuk motor 110 sampai 150 cc; potongan Rp7.000.000 per unit; kuota paling banyak 50.000 unit tahun anggaran 2023 dan 150.000 unit tahun anggaran 2024Resmi, cuplikan JDIH.
    Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2023Bantuan naik menjadi Rp10 juta per unit (Desember 2023)Resmi, cuplikan halaman Kementerian ESDM, dikuatkan pemberitaan.
    Permenperin Nomor 6 Tahun 2023, diubah Permenperin Nomor 21 Tahun 2023Pembanding untuk pembelian sepeda motor listrik baru, ditetapkan dan berlaku 20 Maret 2023: potongan harga, terdaftar di SISAPIRA, TKDN paling rendah 40 persen, kuota 200.000 unit tahun anggaran 2023 dan 600.000 unit tahun anggaran 2024; perubahan 2023 memperluas penerima ke WNI berusia paling rendah 17 tahun dengan KTP-el, satu NIK satu unit, potongan Rp7 jutaPermenperin 6/2023: resmi, cuplikan; perubahan 21/2023: sekunder, dua sumber.

    Menurut pemberitaan, sampai pertengahan Januari 2024 bantuan konversi telah diterima 145 dari 181 pemohon senilai sekitar Rp1,4 miliar. Kelanjutan bantuan konversi pada 2025 disebut belum jelas karena efisiensi anggaran, dan status program pada 2025 sampai 2026 belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026. Perluasan penerima ke badan usaha juga belum terverifikasi, sehingga motor milik hotel atau rumah sakit belum tentu memenuhi syarat. Menurut pemberitaan, PMK 38 Tahun 2023 yang sering disebut bersamaan adalah insentif pajak untuk mobil dan bus listrik, bukan sepeda motor.

    Komponen yang dilepas dan dipasang

    Susunan umum konversi (pengetahuan umum); rincian untuk satu jenis motor ditetapkan bengkel dan uji tipe:

    DilepasDipasang
    Mesin, karburator atau injeksi, knalpotMotor listrik di roda atau di rangka, dengan pengendali
    Tangki bensinPak baterai dengan sistem manajemen baterai di kotak yang tahan air
    Transmisi dan kopling pada motor manualPengisi daya dan soket pengisian
    Alternator dan sebagian kelistrikan pengapianPengubah DC-DC ke 12 V untuk lampu, klakson, dan panel
    Sekring utama, kontaktor atau pemutus utama, kunci kontak, pedal gas elektronik, interlock standar samping dan tuas rem, panel

    Rangka, rem, suspensi, dan roda tetap, tetapi bebannya berubah: pak baterai dan motor di roda memindahkan massa, dan rem harus tetap memadai seperti di Bab 15. Dokumen kendaraan mencatat jenis dan nomor mesin, sehingga konversi mengubah data registrasi dan memerlukan uji tipe konversi menurut PM 39 Tahun 2023 (penalaran editorial).

    Menghitung kebutuhan motor dan baterai

    Perhitungan ini dipakai untuk membandingkan spesifikasi penawaran, bukan untuk merancang konversi. Daya kontinu motor dihitung dari gaya hambat pada kecepatan target, dan daya puncak dari tanjakan dan percepatan, dengan rumus di Bab 16:

    Proda=F v,Pbaterai=Prodaη,Troda=F r,Fpercepatan=m aP_\text{roda} = F\,v, \qquad P_\text{baterai} = \frac{P_\text{roda}}{\eta}, \qquad T_\text{roda} = F\,r, \qquad F_\text{percepatan} = m\,a

    dengan PP daya (W), FF gaya hambat ditambah gaya percepatan (N), vv kecepatan (m/s), η\eta efisiensi baterai ke roda, TrodaT_\text{roda} torsi di roda (N·m), rr jari-jari roda (m), mm massa (kg), dan aa percepatan (m/s²). Pelat nama motor harus memuat daya kontinu, bukan hanya daya puncak, seperti dijelaskan di Bab 8.

    Energi pak dihitung dari jarak harian dan energi per kilometer hasil uji coba, dan arus puncaknya dibandingkan dengan kemampuan sel:

    Epak=d e kf,Ipuncak=Pbaterai,puncakVnom,Isel=IpuncaknpE_\text{pak} = \frac{d\,e\,k}{f}, \qquad I_\text{puncak} = \frac{P_\text{baterai,puncak}}{V_\text{nom}}, \qquad I_\text{sel} = \frac{I_\text{puncak}}{n_p}

    dengan dd jarak (km), ee energi per kilometer (Wh/km), kk faktor cadangan, ff bagian kapasitas yang dapat dipakai, dan npn_p jumlah sel paralel. Pak harus cukup untuk energi dan juga untuk arus: pak kecil yang energinya cukup dapat terlalu lemah untuk arus tanjakan, sehingga sel memanas dan cepat menua (penalaran editorial dari Bab 7). Batas biaya Rp17 juta untuk motor 110 sampai 150 cc dalam Permen ESDM 3/2023 menggambarkan ukuran motor yang menjadi sasaran program.

    Pengawatan dan pengaman

    Rangkaian daya konversi bekerja pada arus searah puluhan ampere. Prinsip yang harus dipenuhi bengkel (pengetahuan umum dan penerapan bab terbit):

    1. Sekring utama (main fuse) adalah sekring di dekat kutub positif pak yang memutus arus hubung singkat sebelum kabel daya terbakar. Arus pengenalnya di atas arus kontinu pengendali dan di bawah kemampuan hantar arus kabel, seperti aturan IB≤In≤IZI_\text{B} \le I_\text{n} \le I_\text{Z} di Bab 23 · Kelistrikan & Kendali.
    2. Sekring dan pemutus berperingkat DC pada tegangan penuh pak. Busur arus searah tidak padam sendiri di titik nol seperti arus bolak-balik, sehingga gawai AC tidak boleh dipakai (pengetahuan umum).
    3. Kontaktor utama menutup setelah kapasitor pengendali diisi lewat resistor prapengisian, seperti di Bab 8.
    4. Penampang kabel dipilih dari kemampuan hantar arus dan susut tegangan, seperti di Bab 27 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 28 · Kelistrikan & Kendali.
    5. Konektor berperingkat arus dan tegangan pak, terkunci, dan tidak dapat terpasang terbalik.
    6. Kabel daya terlindung dari gesekan rangka, panas, dan lengan ayun; kotak pak tahan hujan dan genangan.
    7. Pak terisolasi dari rangka, seperti sistem terapung di Bab 9; pak di atas sekitar 60 V diperlakukan sebagai tegangan tinggi.

    Narasi Keselamatan Teknik mengutip buku instalasi listrik bahwa kemampuan melakukan isolasi yang aman adalah keterampilan pokok setiap teknisi listrik. Pada sepeda motor hasil konversi, kemampuan itu dimulai dari rancangan: pemutus utama yang mudah dijangkau dan sekring yang benar.

    Uji setelah konversi

    Uji tipe konversi oleh Kementerian Perhubungan menentukan apakah motor boleh dipakai di jalan, seperti ketentuan PM 39 Tahun 2023 di atas. Menurut pemberitaan, acuan internasional yang disebut untuk baterai sepeda motor listrik adalah regulasi PBB UN R136. Isi uji yang lazim pada standar seperti itu (pengetahuan umum) mencakup perlindungan dari sentuh listrik, getaran, kejut termal, hubung singkat luar, pengisian dan pengosongan berlebih, dan ketahanan pak terhadap api.

    Narasi Otomotif memuat laporan lapangan bahwa uji hubung singkat, pengisian berlebih, pengosongan berlebih, suhu tinggi, perangkat keselamatan, dan penuaan sel litium memerlukan gerbang keselamatan wajib di setiap baris pelaksanaannya. Uji seperti itu dikerjakan laboratorium, bukan bengkel rumah sakit. Uji bengkel sebelum serah terima (pengetahuan umum, penalaran editorial):

    1. Kontinuitas dan polaritas rangkaian daya dan 12 V.
    2. Uji resistans isolasi antara pak dan rangka bila tegangan pak di atas batas kelas A, seperti di Bab 17 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 9.
    3. Fungsi interlock standar samping, tuas rem, dan penolakan gas terbuka saat kunci dinyalakan.
    4. Uji rem penuh dengan massa baru, seperti di Bab 15.
    5. Uji jalan bermuatan di rute nyata dengan pencatatan arus, suhu, dan energi per kilometer.

    Risiko konversi tanpa izin

    Narasi Keselamatan Teknik mencatat bahwa mengenali bahaya mungkin tahap termudah dalam penilaian risiko. Untuk kit di kasus pembuka, bahayanya jelas:

    1. Legalitas: motor tidak sesuai data registrasi dan tidak memiliki sertifikat uji tipe konversi; bantuan pemerintah juga hanya disalurkan melalui bengkel bersertifikat. Sanksi menurut undang-undang lalu lintas tidak diverifikasi dan tidak ditulis di bab ini.
    2. Keselamatan: sel bekas tanpa riwayat atau tanpa sistem manajemen baterai, pengisi yang bukan pasangan pak, tanpa sekring utama, kabel terlalu kecil, kotak pak tidak tahan air, serta massa dan rem yang tidak dihitung ulang (pengetahuan umum).
    3. Kebakaran di gedung: motor seperti itu diisi di gudang laundry atau parkir basement, sehingga risikonya pindah ke gedung, seperti di Bab 17.
    4. Asuransi dan tanggung jawab: akibat konversi tanpa uji tipe terhadap asuransi kendaraan, asuransi gedung, dan tanggung jawab bila terjadi kecelakaan atau kebakaran belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026; perusahaan asuransi dan bagian hukum ditanya secara tertulis sebelum keputusan.

    Peran teknisi fasilitas adalah menilai dan mendokumentasikan: memeriksa sertifikat bengkel di daftar Kementerian Perhubungan, meminta janji uji tipe untuk setiap unit, membandingkan spesifikasi dengan perhitungan, menyiapkan tempat pengisian menurut Bab 17, dan merawat motor hasil konversi sebatas pemeriksaan luar.

    Contoh kerja

    Contoh 1: daya kontinu pada 60 km/jam. Massa total 180 kg, Crr=0,015C_{rr} = 0{,}015, CdA=0,6C_d A = 0{,}6 m², dan ρ=1,2\rho = 1{,}2 kg/m³ (angka latihan dari Bab 16). Pada 16,67 m/s, F=26,5+0,5×1,2×0,6×16,672=26,5+100,0=126,5F = 26{,}5 + 0{,}5 \times 1{,}2 \times 0{,}6 \times 16{,}67^2 = 26{,}5 + 100{,}0 = 126{,}5 N. Daya di roda 126,5×16,67=2,11126{,}5 \times 16{,}67 = 2{,}11 kW, dan dengan efisiensi 0,8 (angka latihan) daya dari baterai sekitar 2,64 kW.

    Contoh 2: daya puncak. Tanjakan 12 persen pada 30 km/jam memerlukan 261,7 N dan 2,18 kW di roda, seperti di Bab 16. Percepatan dari diam ke 40 km/jam dalam 8 detik (angka latihan) memberi a=11,11/8=1,39a = 11{,}11/8 = 1{,}39 m/s² dan F=180×1,39+26,5+44,4=320,9F = 180 \times 1{,}39 + 26{,}5 + 44{,}4 = 320{,}9 N; di akhir percepatan daya di roda 320,9×11,11=3,57320{,}9 \times 11{,}11 = 3{,}57 kW, atau 4,46 kW dari baterai. Motor berdaya kontinu sekitar 3 kW dengan daya puncak di atas 3,6 kW sesuai untuk latihan ini, dan pak serta pengendali harus mampu memberi sekitar 4,5 kW.

    Contoh 3: torsi dan putaran motor di roda. Dengan jari-jari roda 0,25 m, tanjakan memerlukan 261,7×0,25=65,4261{,}7 \times 0{,}25 = 65{,}4 N·m pada 318 rpm, percepatan memerlukan 320,9×0,25=80,2320{,}9 \times 0{,}25 = 80{,}2 N·m, dan 60 km/jam berarti 60×16,67/(2π×0,25)=63760 \times 16{,}67/(2\pi \times 0{,}25) = 637 rpm. Lembar data motor di roda harus memuat torsi sekitar 80 N·m dan putaran sampai sekitar 640 rpm pada tegangan pak.

    Contoh 4: energi pak. Rute laundry 50 km per hari dengan 35 Wh/km hasil uji coba (angka latihan) memerlukan 50×35=1.75050 \times 35 = 1.750 Wh. Dengan 90 persen kapasitas terpakai dan tanpa cadangan tambahan, pak perlu 1.750/0,9=1.9441.750/0{,}9 = 1.944 Wh, yaitu 1.944/59,2=32,81.944/59{,}2 = 32{,}8 Ah pada pak 16 seri. Dengan sel 2,5 Ah, susunan 16s14p memberi 35 Ah dan 2.072 Wh dari 224 sel.

    Contoh 5: arus puncak dan sel. Daya puncak 4,46 kW pada 59,2 V memerlukan 4.457/59,2=754.457/59{,}2 = 75 A, atau 75/35=2,1575/35 = 2{,}15C untuk pak 35 Ah. Setiap sel dari 14 paralel menanggung 75/14=5,475/14 = 5{,}4 A. Bila lembar data sel membatasi 2C, yaitu 5 A (angka latihan), pak 16s14p cukup untuk energi tetapi tidak untuk arus. Perlu paling sedikit 75/5=15,175/5 = 15{,}1, dibulatkan 16 paralel (40 Ah), atau pengendali yang arus puncaknya dibatasi.

    Contoh 6: memilih sekring utama. Arus kontinu pengendali 50 A dan kemampuan hantar arus kabel daya 80 A menurut lembar data kabel (angka latihan). Sekring 63 A memenuhi 50≤63≤8050 \le 63 \le 80, dan harus berperingkat DC untuk tegangan pak penuh 67,2 V. Sekring 100 A tidak melindungi kabel, dan sekring 40 A akan putus saat menanjak.

    Contoh 7: kabel daya terlalu kecil. Kabel tembaga pergi-pulang 3 m membawa 75 A. Dengan resistivitas 0,0225 Ω\Omega·mm²/m dari Bab 28 · Kelistrikan & Kendali, kabel 10 mm² memiliki R=0,0225×3/10=0,0068R = 0{,}0225 \times 3/10 = 0{,}0068 Ω\Omega, susut 75×0,0068=0,5175 \times 0{,}0068 = 0{,}51 V (0,9 persen), dan panas 752×0,0068=3875^2 \times 0{,}0068 = 38 W. Kabel 4 mm² memberi 0,017 Ω\Omega, susut 1,27 V (2,1 persen), dan panas 95 W di sepanjang kabel.

    Contoh 8: prapengisian kapasitor pengendali. Kapasitor masukan pengendali 2.000 µF dan resistor prapengisian 100 Ω\Omega (angka latihan) memberi τ=100×0,002=0,2\tau = 100 \times 0{,}002 = 0{,}2 s, sehingga kapasitor hampir penuh setelah sekitar 5τ=15\tau = 1 s. Tanpa prapengisian, menutup kontaktor pada 67,2 V dengan resistans rangkaian 0,02 Ω\Omega (angka latihan) memberi lonjakan awal sampai 67,2/0,02=3.36067{,}2/0{,}02 = 3.360 A, cukup untuk mengelas kontak kontaktor.

    Contoh 9: biaya dan bantuan. Dengan batas biaya Rp17 juta dalam Permen ESDM 3/2023, pemilik perorangan menanggung paling banyak 17−7=1017 - 7 = 10 juta rupiah dengan bantuan 2023, atau 17−10=717 - 10 = 7 juta rupiah dengan bantuan Rp10 juta menurut Permen ESDM 13/2023. Pemeriksaan pemberitaan Januari 2024: delapan unit kali Rp7 juta ditambah 137 unit kali Rp10 juta sama dengan Rp1.426 juta untuk 145 penerima, sesuai angka sekitar Rp1,4 miliar. Untuk tiga motor laundry, kelayakan bantuan dan programnya pada 2026 belum dapat dipastikan, sehingga anggaran disusun tanpa bantuan dan bantuan diperlakukan sebagai potongan yang mungkin.

    Kondisi berhenti

    Hentikan rencana atau pemakaian, dan serahkan keputusan kepada manajemen, bengkel konversi bersertifikat, atau pihak berwenang bila:

    1. Penawaran konversi tidak berasal dari bengkel yang tercantum di daftar Kementerian Perhubungan, atau tidak menjanjikan uji tipe untuk setiap unit.
    2. Kit memakai sel bekas tanpa riwayat, pak tanpa sistem manajemen baterai, pengisi tanpa identitas, atau tanpa sekring utama.
    3. Teknisi diminta merakit, membuka pak, atau mengubah pengendali sendiri.
    4. Motor hasil konversi yang sudah ada berbau hangus, berasap, kabelnya meleleh, atau pak menggembung; jauhkan orang dan ikuti Bab 9.
    5. Tegangan pak di atas sekitar 60 V dan pekerjaan memerlukan sentuhan pada rangkaian daya.
    6. Data STNK atau BPKB tidak sesuai kendaraan hasil konversi; kendaraan tidak dipakai di jalan sampai bagian hukum memutuskan.
    7. Rem, ban, atau suspensi tidak lagi memadai setelah massa berubah.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Konversi hanya urusan teknis, tidak perlu izin." PM 39 Tahun 2023 mensyaratkan bengkel bersertifikat dan uji tipe untuk setiap motor hasil konversi.
    2. "Bantuan konversi pasti tersedia setiap tahun." Program berubah tiap tahun, dan statusnya pada 2025 sampai 2026 belum terverifikasi.
    3. "Pak yang energinya cukup pasti cukup." Pak juga harus mampu memberi arus puncak tanpa melewati batas sel.
    4. "Sekring makin besar makin aman karena tidak sering putus." Sekring yang terlalu besar tidak melindungi kabel, dan sekring AC tidak cocok untuk arus searah.
    5. "Motor 48 sampai 72 V aman dirakit siapa saja." Pak di atas sekitar 60 V termasuk tegangan tinggi, dan pak 48 V pun dapat memberi arus hubung singkat yang membakar.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 16 memberi gaya hambat dan energi per kilometer, dan Bab 17 baterai, pengisi, dan tempat pengisian di gedung. Dasar baterai, motor, dan inverter ada di Bab 7 dan Bab 8, dan keselamatan tegangan tinggi di Bab 9. Pengawatan memakai Bab 23 · Kelistrikan & Kendali, Bab 27 · Kelistrikan & Kendali, dan Bab 28 · Kelistrikan & Kendali, uji isolasi memakai Bab 17 · Kelistrikan & Kendali, dan rem sepeda motor dibahas di Bab 15.

    Latihan dan pembahasan

    1. Massa total 180 kg, Crr=0,015C_{rr} = 0{,}015, CdA=0,6C_d A = 0{,}6 m², dan ρ=1,2\rho = 1{,}2 kg/m³. Berapa daya di roda dan daya dari baterai pada 50 km/jam di jalan datar dengan efisiensi 0,8?
    2. Berapa torsi roda dan putaran untuk tanjakan 15 persen pada 20 km/jam, dengan massa yang sama dan jari-jari roda 0,27 m?
    3. Rute 30 km dengan 45 Wh/km, cadangan 20 persen, dan 90 persen kapasitas terpakai. Berapa energi pak, dan berapa ampere-jam pada pak 20 seri bertegangan nominal 74 V?
    4. Arus kontinu pengendali 40 A dan kemampuan hantar arus kabel 55 A. Apakah sekring 50 A DC memenuhi, dan apa syarat tambahannya?
    5. Resistor prapengisian 150 Ω\Omega dan kapasitor 1.500 µF. Berapa tetapan waktu dan kira-kira waktu sampai kapasitor hampir penuh?
    6. Biaya konversi satu motor di bengkel bersertifikat Rp15 juta. Berapa yang ditanggung pemilik perorangan dengan bantuan Rp7 juta dan Rp10 juta, dan apa yang harus diperiksa lebih dulu?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Pada 13,89 m/s, F=26,5+0,5×1,2×0,6×13,892=26,5+69,4=95,9F = 26{,}5 + 0{,}5 \times 1{,}2 \times 0{,}6 \times 13{,}89^2 = 26{,}5 + 69{,}4 = 95{,}9 N. Daya di roda 95,9×13,89=1,3395{,}9 \times 13{,}89 = 1{,}33 kW dan dari baterai 1,33/0,8=1,671{,}33/0{,}8 = 1{,}67 kW, sehingga motor 3 kW kontinu memiliki cadangan.
    2. sin⁡θ=0,148\sin\theta = 0{,}148, sehingga F=26,2+261,9+11,1=299,2F = 26{,}2 + 261{,}9 + 11{,}1 = 299{,}2 N dan torsi roda 299,2×0,27=80,8299{,}2 \times 0{,}27 = 80{,}8 N·m. Putaran roda 60×5,56/(2π×0,27)=19660 \times 5{,}56/(2\pi \times 0{,}27) = 196 rpm, jadi motor di roda harus memberi torsi besar pada putaran rendah.
    3. Energi pak 30×45×1,2/0,9=1.80030 \times 45 \times 1{,}2/0{,}9 = 1.800 Wh, dan kapasitasnya 1.800/74=24,31.800/74 = 24{,}3 Ah. Pak 20 seri penuh bertegangan sekitar 84 V, sehingga pak itu termasuk tegangan tinggi dan hanya dikerjakan orang berwenang.
    4. Sekring 50 A memenuhi 40≤50≤5540 \le 50 \le 55 dan melindungi kabel. Syarat tambahannya adalah peringkat DC pada tegangan pak penuh dan kemampuan memutus arus hubung singkat pak.
    5. τ=150×0,0015=0,225\tau = 150 \times 0{,}0015 = 0{,}225 s, dan kapasitor hampir penuh setelah sekitar 5τ=1,15\tau = 1{,}1 s. Kontaktor utama baru menutup setelah tegangan kapasitor mendekati tegangan pak, sehingga kontaknya tidak mengelas.
    6. Pemilik menanggung 15−7=815 - 7 = 8 juta rupiah atau 15−10=515 - 10 = 5 juta rupiah. Lebih dulu diperiksa apakah program masih berjalan, apakah pemilik memenuhi syarat penerima, dan apakah bengkel tercantum di daftar resmi, karena status 2025 sampai 2026 belum terverifikasi.

    Referensi

    Sumber luar

    • jdih.kemenkoinfra.go.idjdih.kemenkoinfra.go.id
    • Ubah Motor Bensin Jadi Listrik? Boleh, tapi Harus Uji Tipe Lagioto.detik.com
    • Makin Menarik, Program Konversi Motor Listrik Dapat Bantuan 10 Juta Rupiahesdm.go.id
    • Pemerintah Sudah Cairkan Rp1,4 Miliar Subsidi Konversi Motor Listrikekonomi.bisnis.com
    • Subsidi Konversi Motor Listrik Belum Jelas di 2025, Terhalang Efisiensi Anggaraninvestortrust.id
    • permenperin no 6 tahun 2023peraturan.go.id
    • Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2023peraturan.bpk.go.id

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Massa total 180 kg, Crr=0,015C_{rr} = 0{,}015, CdA=0,6C_d A = 0{,}6 m², dan ρ=1,2\rho = 1{,}2 kg/m³. Berapa daya di roda dan daya dari baterai pada 50 km/jam di jalan datar dengan efisiensi 0,8?

    2

    Berapa torsi roda dan putaran untuk tanjakan 15 persen pada 20 km/jam, dengan massa yang sama dan jari-jari roda 0,27 m?

    3

    Rute 30 km dengan 45 Wh/km, cadangan 20 persen, dan 90 persen kapasitas terpakai. Berapa energi pak, dan berapa ampere-jam pada pak 20 seri bertegangan nominal 74 V?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat