Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Dishwashing · Bab 10Terapan

    Instalasi dan komisioning mesin pencuci piring: lokasi, sambungan air, buangan, ventilasi, listrik, dan uji pertama

    Banyak gangguan mesin pencuci piring pada bulan pertama berasal dari pemasangan, bukan dari mesinnya: selang buang yang terlalu tinggi, pipa yang tidak dibilas sebelum disambung, pemanas yang dinyalakan sebelum booster terisi, atau ventilasi yang tidak pernah dihitung. Bab ini menyusun syarat pemasangan dari manual pabrikan menjadi satu urutan kerja: penerimaan dan pengangkatan, lokasi dan perataan, sambungan air, buangan, ventilasi dan uap, listrik, dispenser dan probe, lalu urutan komisioning dari pemeriksaan pelat data sampai pelatihan operator. Contoh kerja menghitung kebutuhan udara buang, membaca pasangan tekanan dan suhu uap, suhu air buangan, susut tegangan saat komisioning, kebocoran pemisah udara, dan lama pengisian awal. Enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    22 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah konveyor baru tiba di dapur hotel. Tim pemasang menyambung listrik lebih dulu, menyalakan semua pemutus di panel mesin untuk memeriksa lampu, lalu baru menyambung air keesokan harinya. Saat mesin akhirnya diisi, booster tidak memanas. Satu elemennya sudah putus. Manual mesin itu menulis peringatan yang sederhana: pemutus booster disetel mati dari pabrik, dan tidak boleh dinyalakan sebelum semua tangki dan booster terisi air lewat pengisian otomatis. Elemen itu sempat bertegangan di dalam booster kosong.

    Kejadian seperti ini tidak tercatat sebagai kerusakan mesin, tetapi biayanya sama. Manual pabrikan memuat syarat pemasangan dan urutan komisioning, tetapi tersebar di bab yang berbeda dan sering hanya berupa satu kalimat. Bab ini menyusunnya menjadi satu urutan kerja.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas siapa yang memasang, penerimaan dan pengangkatan, lokasi dan perataan, sambungan air, buangan, ventilasi dan uap, sambungan listrik, dispenser dan probe, serta urutan komisioning sampai serah terima. Sumbernya semua manual di rak ini.

    Syarat tekanan, suhu, dan kapasitas buangan dibahas di bab Sistem air, proteksi suplai dan RCD di bab Kelistrikan dan logika kendali, pengukuran kesadahan dan setelan pelunak di bab Mutu air, pelunak, kerak, dan descaling, meja dan rel konveyor di bab Mesin konveyor rak secara rinci, dan nomor program serta pengisian awal booster pada mesin berpapan di bab Kendali elektronik. Uji pra-energi dan komisioning mesin secara umum ada di Bab 74 · Kelistrikan & Kendali, susut tegangan di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali, pembumian dan ikatan ekuipotensial di Bab 29 · Kelistrikan & Kendali, serta ventilasi dan uap di Bab 16 · Laundry.

    Siapa yang memasang dan menyerahkan

    Semua manual yang membahas pemasangan menyerahkannya kepada orang yang berwenang, dan beberapa menyebut lebih jauh.

    • Konveyor berkendali elektronik meminta mesin dipasang oleh teknisi pabrikan atau dealer, disambung oleh teknisi berwenang menurut standar dan aturan setempat untuk air, air limbah, listrik, dan ventilasi, lalu dikomisioning oleh teknisi berwenang dari pabrikan. Pada saat itu operator dilatih.
    • Konveyor terowongan meminta pemasangan oleh staf terlatih menurut semua aturan yang berlaku dan petunjuk pabrikan.
    • Satu keluarga mesin menulis bahwa petunjuk pemasangannya ditujukan bagi pemasang berwenang, dengan instalasi listrik mengikuti standar lokal dan internasional, aturan bangunan, ketentuan perusahaan listrik, pencegahan kecelakaan, pencegahan kebakaran, dan aturan IEC. Garansinya gugur bila pemasangan tidak mengikuti aturan setempat.
    • Satu hood menyebut bahwa dosis dan kesadahan disetel teknisi servis berwenang saat komisioning.

    Kalimat-kalimat itu memisahkan tiga peran. Pemasang menyiapkan lokasi dan sambungan gedung. Teknisi berwenang menyambung mesin ke sambungan itu. Teknisi pabrikan atau mitranya menjalankan komisioning, menyetel parameter, dan melatih operator. Pada pekerjaan nyata ketiganya bisa orang yang sama, tetapi tanggung jawabnya tetap tiga.

    Penerimaan dan pengangkatan

    Pemeriksaan pertama dilakukan sebelum mesin dipindah dari tempat bongkar.

    • Periksa kelengkapan dengan surat jalan dan cari kerusakan angkut.
    • Bila ada kerusakan, simpan bahan kemasan dan beri tahu pengirim. Tujuh manual satu pabrikan memberi batas tiga hari sesudah pengiriman. Konveyor berkendali elektronik meminta perusahaan angkutan, asuransi, dan pabrikan segera diberi tahu.
    • Angkut dengan kemasan dan paletnya bila mungkin, dengan forklift atau alat angkat berkapasitas cukup. Periksa letak titik berat sebelum mengangkat, dan ganjal mesin dengan balok kayu bila memakai forklift.
    • Jangan merusak kabel sambungan saat membongkar kemasan, lepas bahan kemasan dan lapisan pelindung, lalu periksa lagi kerusakan angkut.

    Lokasi dan penempatan

    Syarat lokasi dari manual dapat dikelompokkan menjadi lima.

    Lantai dan kerataan. Mesin ditempatkan di permukaan yang padat, rata, stabil, dan datar, lalu diratakan dengan kaki yang dapat disetel dan waterpas. Konveyor satu tangki meminta mesin diposisikan dan diratakan sebelum sambungan pipa dibuat. Konveyor terowongan memasang peredam karet di bawah kaki. Undercounter relai dan tipe pintu meminta mesin datar untuk semua sambungan listrik dan air.

    Ruang. Konveyor terowongan meminta ruang yang berventilasi cukup, bebas debu, terang, dan tanpa risiko ledakan. Lokasi harus bebas beku menurut satu hood dan dua konveyor, supaya sistem air di dalam mesin tidak membeku; satu konveyor menulis bahwa mesin tidak boleh disimpan di bawah 0 °C. Bahan mudah terbakar dijauhkan, terutama dari lemari sterilisator yang berpemanas.

    Akses. Undercounter relai dan tipe pintu meminta lokasi dipilih dengan mempertimbangkan sambungan listrik, air, buangan, meja, dispenser, dan ruang untuk perawatan harian. Satu hood meminta keran air mudah dijangkau dan tidak berada di belakang mesin.

    Dinding. Satu hood meminta sisi belakang mesin disegel ke dinding supaya air tidak masuk, atau dipasangi penutup belakang bila mesin berdiri di tengah ruangan. Lubang di rangka belakang untuk saluran juga disegel. Di sudut, jarak ke dinding samping 107 mm.

    Meja. Pada tipe pintu, meja baja tahan karat dipasang menumpang di atas dinding tangki mesin, lalu celahnya diberi silikon. Ketentuan meja konveyor, termasuk tinggi rel, dibahas di bab Mesin konveyor rak secara rinci.

    Sambungan air

    Syarat tekanan, suhu, dan kesadahan ada di bab Sistem air dan bab Mutu air. Yang dibahas di sini adalah cara menyambungnya.

    • Selang baru. Konveyor terowongan dan dua hood menulis bahwa selang lama tidak boleh dipakai ulang. Salah satu hood itu juga melarang selang dipendekkan atau dirusak. Selang tidak boleh ditekuk atau dipotong; perpanjangan memakai selang bertekanan yang sesuai. Konveyor berkendali elektronik memasukkan selang air ke dalam daftar komponen yang aus dan harus diperiksa saat servis.
    • Pipa dibilas dulu. Konveyor satu tangki meminta pipa air dan pipa uap dibilas tuntas sebelum disambung ke katup manual atau katup solenoid. Serpihan dari pipa baru adalah salah satu penyebab katup isi yang tidak menutup, seperti dicatat bab Troubleshooting dan perbaikan.
    • Saringan kotoran. Satu hood memasang saringan kotoran di antara keran gedung dan selang, untuk mencegah partikel dari pipa masuk dan menimbulkan karat dari luar pada alat makan dan mesin. Konveyor terowongan meminta katup air di tempat yang mudah dijangkau, tempat saringan masuk disambung.
    • Air panas dan dingin. Konveyor terowongan punya dua sambungan berwarna: merah untuk air panas dan biru untuk air dingin, yang terakhir hanya untuk mesin dengan pemulihan energi uap.
    • Uji kebocoran. Sesudah semua sambungan, buka keran dan periksa kebocoran sebelum mesin dinyalakan.

    Sambungan buangan

    Tinggi selang buang dan kapasitas saluran sudah dibahas di bab Sistem air: dengan pompa buang, tinggi maksimum 650 mm pada dua manual dan 0,75 m pada satu manual; tanpa pompa, selang tidak boleh lebih dari 100 mm di atas lantai dan saluran lantai wajib. Dari sisi pemasangan, ada beberapa ketentuan tambahan.

    • Sifon. Konveyor satu tangki menyambung buangan lewat sifon ke saluran kotor. Satu hood menulis bahwa saluran buang di lokasi harus bersifon. Konveyor terowongan meminta saluran lantai bersifon tanpa hambatan.
    • Selang tidak dibiarkan lepas di lantai. Selang dapat tergesek sampai bocor; ikat di tempatnya dan jangan ditekuk.
    • Tahan panas. Konveyor terowongan meminta semua bahan pada instalasi buangan tahan 70 °C. Contoh kerja 3 menunjukkan mengapa.
    • Meja miring ke mesin. Pada konveyor, meja dimiringkan supaya air yang terbawa kembali ke mesin, bukan ke lantai.

    Manual servis menggambar sudut 30–45° pada detail sambungan selang ke sifon tanpa penjelasan di teks. Sudut itu tidak boleh dijadikan aturan tanpa konfirmasi pabrikan.

    Ventilasi dan uap

    Ventilasi adalah syarat pemasangan yang paling sering terlewat. Manual memberi tiga jenis ketentuan.

    Angka aliran udara buang. Empat manual tipe pintu satu pabrikan menulis bahwa aturan setempat mungkin mewajibkan kap buang atau ventilator dari pemasok lain, dan bila diperlukan aliran udara buangnya sedikitnya 2,8 m³/menit. Konveyor berkendali elektronik menulis udara buang 800–1.000 m³/jam dan meminta sistem pasokan dan pembuangan udara dirancang menurut pedoman VDI 2052. Contoh kerja 1 membandingkan kedua angka itu.

    Ketentuan umum. Konveyor terowongan meminta ventilasi atau penyedotan yang cukup untuk mencegah kerusakan akibat uap dari mesin. Satu keluarga mesin meminta mesin diuji di ruang berventilasi baik. Lemari sterilisator meminta tidak ada benda yang menghalangi aliran udara di sekitar dan di bawahnya.

    Lubang isap di mesin. Konveyor berkendali elektronik punya lubang isap di atas mesin dan pipa udara buang; handuk atau benda lain tidak boleh diletakkan di atasnya, dan pipa udara buang tidak boleh ditutup. Konveyor satu tangki meminta ventilasinya diperiksa setiap enam bulan saat mesin dingin. Konveyor terowongan menggambar corong pembuangan uap dengan celah 50 mm di atas leher keluaran mesin, untuk mesin berpelindung percikan berkerah atau berpemulihan panas.

    Uap sebagai pemanas. Dua konveyor dapat dipanaskan uap. Konveyor terowongan meminta katup isolasi lokal 1 inci BSP pada pasokan uap, tekanan uap 0,5–1,5 bar (sampai 3 bar bila dipesan), dan saluran kondensat yang miring menuju sistem pemulihan atau pompa sirkulasi supaya kondensat terbuang otomatis. Konveyor berkendali elektronik mengizinkan tekanan uap 30–400 kPa pada suhu 107,1–151,8 °C. Contoh kerja 2 membaca pasangan angka itu. Prinsip uap dan kondensat dibahas di Bab 16 · Laundry.

    Sambungan listrik

    Proteksi suplai, versi satu fasa dan tiga fasa, serta tabel arus dibahas di bab Kelistrikan dan logika kendali. Untuk pemasangan, manual menambahkan beberapa langkah.

    • Pelat data lebih dulu. Undercounter relai, konveyor terowongan, dan lemari sterilisator meminta data pelat mesin dibandingkan dengan suplai di lokasi sebelum menyambung. Satu keluarga mesin meminta suplai dipastikan cukup untuk mengoperasikan mesin.
    • Pemisah dan pengaman. Pemisah semua kutub, RCD, dan pengaman lebur atau pemutus daya dipasang di instalasi gedung, seperti dirinci di bab Kelistrikan dan logika kendali.
    • Pembumian. Satu keluarga mesin memperingatkan bahwa sambungan bumi wajib untuk mencegah sengatan listrik, dengan terminal bertanda simbol bumi. Ikatan ekuipotensial dibahas di Bab 29 · Kelistrikan & Kendali.
    • Kabel. Lemari sterilisator melarang kabel daya diletakkan dekat sumber panas atau tempat air bocor.
    • Arah putar. Konveyor satu tangki meminta motor penggerak berputar searah jarum jam dilihat dari ujung poros, dan pompa tiga fasanya mengikuti panah di rumah pompa. Konveyor terowongan meminta semua motor tiga fasa diperiksa arah putarnya, termasuk kompresor pompa kalor, pompa resirkulasi, dan kipas pengering. Manual servis menulis bahwa pemeriksaan arah putar tidak diperlukan karena pompanya satu fasa.

    Arah putar pompa sentrifugal yang terbalik tidak selalu terlihat: pompa tetap mengalirkan air tetapi dengan tekanan jauh lebih rendah. Pemeriksaan dilakukan dengan membandingkan arah poros terhadap panah, bukan dengan melihat apakah air keluar.

    Dispenser dan probe

    Dispenser bahan kimia umumnya disediakan pemasok bahan kimia, dan manual hanya menyediakan titik sambungnya.

    • Titik suntik. Satu hood punya nipel dosis di atas boiler untuk bahan bantu bilas dan nipel di tangki untuk deterjen, disambung dengan selang PVC 6 mm luar dan 4 mm dalam yang dikunci klem. Konveyor terowongan meminta deterjen dimasukkan dekat pipa isap pompa, sedikitnya 15 cm dari dasar tangki. Konveyor berkendali elektronik meminta katup searah di dekat titik dosis bahan bantu bilas, karena dosis berlangsung melawan tekanan balik. Bab Sistem air merangkum titik injeksi semua manual.
    • Probe konduktivitas. Satu hood meminta probe konduktivitas dipasang di bagian datar dasar tangki. Konveyor berkendali elektronik menyediakan sumbat yang dilepas untuk memasang elektroda konduktivitas dari alat dosis.
    • Beban listrik dispenser. Satu hood membatasi dispenser yang dicatu dari kabel harness mesin sampai 100 VA. Bab Kelistrikan dan logika kendali membahas antarmuka sinyalnya.
    • Isolasi saat memasang. Pemasangan dispenser dimulai dengan menguras tangki dan mematikan pemisah gedung atau mencabut steker.

    Urutan komisioning

    Tidak ada manual yang memberi daftar komisioning lengkap dari awal sampai akhir. Urutan di bawah disusun dari langkah-langkah yang tersebar di manual, dengan sumber setiap langkah di peta sumber.

    1. Periksa pelat data terhadap suplai. Tegangan, fasa, frekuensi, dan arus. Catat tegangan tanpa beban di terminal mesin.
    2. Periksa sambungan air dan buangan. Keran terbuka, tidak bocor, selang buang pada tinggi yang benar, pipa luapan terpasang pada mesin tanpa pompa buang.
    3. Matikan pemutus pemanas. Pada konveyor satu tangki, pemutus booster mati dari pabrik dan baru dinyalakan sesudah tangki dan booster penuh. Pada konveyor terowongan, pemutus boiler dibuka lebih dulu dan baru diaktifkan sesudah dipastikan air keluar dari nosel bilas.
    4. Isi mesin. Nyalakan dan biarkan pengisian otomatis berjalan. Pada mesin berpapan dengan booster bertekanan, pengisian awal booster harus selesai tanpa kap dibuka. Pada konveyor satu tangki, pompa dibiarkan mati sampai mesin penuh.
    5. Nyalakan pemanas. Sesudah penuh, nyalakan pemutus pemanas.
    6. Periksa arah putar. Semua motor tiga fasa.
    7. Tunggu suhu kerja. Bandingkan tampilan dengan termometer di tangki dan di air bilas. Konveyor terowongan siap pada tangki cuci 55/60 °C.
    8. Setel air dan bahan kimia. Ukur kesadahan, setel pelunak, isi garam dan air pada wadahnya, pancing selang dosis, lalu setel dosis menurut pemasok bahan kimia.
    9. Muat nomor program dan setelan. Pada mesin berpapan, periksa nomor program dan versi perangkat lunak.
    10. Uji interlock. Pintu atau kap, sakelar meja, henti darurat. Setiap penghenti harus benar-benar menghentikan fungsi yang disebut manual.
    11. Uji jalan dengan rak. Jalankan beberapa siklus atau rak, periksa hasil cuci, suhu bilas, tekanan semprot, dan kebocoran. Ukur tegangan di terminal saat semua pemanas menyala.
    12. Serahkan. Latih operator pada penyalaan, pembersihan harian, isi garam, dan tindakan saat lampu galat menyala. Serahkan manual dan catatan setelan.

    Contoh kerja

    Angka hasil ukur pada contoh 4, contoh 5, dan latihan adalah angka latihan.

    Contoh 1: dua angka udara buang. Tipe pintu menulis sedikitnya 2,8 m³/menit, konveyor berkendali elektronik 800–1.000 m³/jam.

    2,8 m3/menit×60=168 m3/jam2{,}8\ \text{m}^3/\text{menit} \times 60 = 168\ \text{m}^3/\text{jam}

    Konveyor itu membutuhkan 800/168=4,8800/168 = 4{,}8 sampai 1000/168=6,01000/168 = 6{,}0 kali udara buang tipe pintu. Dalam dapur cuci 4 × 5 × 3 m, atau 60 m³, angka tipe pintu setara dengan 168/60=2,8168/60 = 2{,}8 pergantian udara per jam, sedangkan 1.000 m³/jam setara dengan 16,7 pergantian per jam. Kap dapur yang cukup untuk satu tipe pintu tidak cukup untuk konveyor.

    Contoh 2: tekanan uap pengukur atau mutlak. Catatan pembaca konveyor terowongan bertanya apakah 0,5 bar dan 1,5 bar adalah tekanan pengukur atau mutlak. Pasangan suhunya menjawab. Dari tabel uap jenuh, seperti dipakai di Bab 16 · Laundry, suhu jenuh pada 1,5 bar mutlak sekitar 111,4 °C, pada 2,5 bar mutlak sekitar 127,4 °C, dan pada 4,0 bar mutlak sekitar 143,6 °C.

    Tertulis di manualBila dibaca sebagai pengukurSuhu jenuhSuhu di manual
    0,5 bar1,5 bar mutlak111,4 °C110,8 °C
    1,5 bar2,5 bar mutlak127,4 °C127 °C
    3 bar4,0 bar mutlak143,6 °C143 °C

    Ketiganya cocok dengan tekanan pengukur. Konveyor berkendali elektronik juga cocok: 400 kPa pengukur adalah sekitar 5,0 bar mutlak, dengan suhu jenuh 151,8 °C, sama dengan angka manualnya. Manometer di jalur uap lokasi membaca tekanan pengukur, jadi angka itu dapat dipakai langsung.

    Contoh 3: suhu air buangan. Satu keluarga mesin mengosongkan tangki 70 L lalu membilas ruang cuci dengan air 90 °C dari boiler 20 L. Dengan anggapan air tangki 60 °C, seluruh isi boiler dipakai, dan keduanya bercampur di sifon,

    Tcampur=70×60+20×9070+20=66,7 ∘CT_\text{campur} = \frac{70 \times 60 + 20 \times 90}{70 + 20} = 66{,}7\ ^\circ\text{C}

    Campuran itu sudah mendekati 70 °C, dan bagian terakhir pengurasan adalah air 90 °C yang lewat sendiri. Bahan saluran buang yang tidak tahan suhu itu akan melunak atau bocor di sambungan. Itulah alasan ketentuan 70 °C di manual konveyor terowongan, walaupun angka 90 °C di sini berasal dari mesin lain.

    Contoh 4: susut tegangan saat komisioning. Di terminal mesin tiga fasa, tegangan antarfasa terukur 398 V tanpa beban dan 384 V saat semua pemanas menyala.

    ΔU=398−384398×100%=3,5%\Delta U = \frac{398 - 384}{398} \times 100\% = 3{,}5\%

    Angka itu dibandingkan dengan batas susut tegangan yang berlaku untuk instalasi, yang dibahas di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali. Pengukuran ini juga mengungkap sambungan terminal yang longgar: susut yang jauh lebih besar di satu fasa daripada fasa lain menandakan tahanan sambungan, bukan kabel yang terlalu kecil.

    Contoh 5: kebocoran pemisah udara. Manual servis meminta pemeriksaan visual apakah air bocor dari luapan pemisah udara ke ruang tangki, dan bila ada, jumlahnya tidak boleh lebih dari 100 mL per langkah pengisian. Teknisi menampung 240 mL selama tiga langkah pengisian.

    2403=80 mL per langkah\frac{240}{3} = 80\ \text{mL per langkah}

    Hasilnya di bawah batas, jadi masih dapat diterima. Catat angkanya di laporan komisioning sebagai pembanding untuk servis berikutnya.

    Contoh 6: lama pengisian awal. Hood manual servis bertangki 21 L dengan booster 10,3 L. Pada booster bertekanan, pengisian awal berlangsung sampai level siap tangki tercapai. Dengan katup isi 5 L/menit dan anggapan seluruh volume diisi lewat katup itu,

    t=21+10,35=6,3 menitt = \frac{21 + 10{,}3}{5} = 6{,}3\ \text{menit}

    Pada varian katup 15 L/menit, sekitar 2,1 menit. Enam menit cukup lama untuk tergoda membuka kap. Bila kap dibuka, pengisian awal dianggap terputus dan program tetap terkunci, sehingga waktu itu terbuang.

    Kondisi berhenti

    Prinsip umumnya ada di Bab 1 · Keselamatan. Pemasangan dan komisioning dihentikan dalam keadaan berikut.

    • Data pelat tidak cocok dengan suplai lokasi.
    • Pemutus pemanas akan dinyalakan sebelum tangki dan booster terisi.
    • Tidak ada pemisah semua kutub atau RCD di instalasi gedung, atau pembumian belum diukur.
    • Saluran buang tidak bersifon, tidak tahan panas, atau tidak mampu menerima aliran pengurasan.
    • Lokasi tidak bebas beku, atau ventilasi yang diwajibkan aturan setempat belum tersedia.
    • Pipa uap dibuka tanpa katup isolasi lokal, atau kondensat tidak dapat terbuang.
    • Mesin akan diserahkan sebelum interlock pintu, sakelar meja, dan henti darurat diuji.
    • Pemasangan dispenser dimulai tanpa tangki dikuras dan suplai mesin diisolasi.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Mesin yang lampunya menyala belum tentu boleh dinyalakan pemanasnya. Pemanas booster dan boiler baru dinyalakan sesudah air terbukti ada di dalamnya, misalnya air keluar dari nosel bilas.

    Selang lama yang masih tampak baik bukan pengganti selang baru. Tiga manual melarang selang lama dipakai ulang, dan satu manual memasukkan selang air ke daftar komponen aus.

    Ventilasi bukan urusan gedung semata. Angka udara buang konveyor bisa enam kali angka tipe pintu, dan kap yang ada belum tentu cukup.

    Tekanan uap di manual adalah tekanan pengukur, sesuai pasangan suhunya. Membacanya sebagai tekanan mutlak membuat pasokan uap disetel terlalu rendah.

    Arah putar pompa yang salah tidak selalu membuat pompa diam. Pompa sentrifugal yang terbalik tetap mengalirkan air dengan tekanan rendah, dan gejalanya mirip lengan semprot tersumbat.

    Komisioning bukan hanya menyalakan mesin. Pengukuran air, setelan pelunak, dosis, interlock, tegangan saat beban, dan pelatihan operator adalah bagian dari serah terima, dan manual menyerahkan sebagiannya kepada teknisi berwenang pabrikan.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab Jenis mesin pencuci piring komersial dan cara kerjanya menjelaskan mesin yang dipasang. Syarat air dan buangan ada di bab Sistem air, urutan pemanasan dan pemutus booster di bab Sistem panas, suplai dan proteksi di bab Kelistrikan dan logika kendali, meja, rel, dan sakelar meja konveyor di bab Mesin konveyor rak secara rinci, pengisian awal dan nomor program di bab Kendali elektronik, pengukuran air dan setelan pelunak di bab Mutu air, pelunak, kerak, dan descaling, serta gangguan akibat pemasangan di bab Troubleshooting dan perbaikan. Komisioning mesin secara umum ada di Bab 74 · Kelistrikan & Kendali, susut tegangan di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali, pembumian di Bab 29 · Kelistrikan & Kendali, uap dan ventilasi di Bab 16 · Laundry, dan dosis serta dispenser di Bab 1.

    Latihan dan pembahasan

    1. Dapur cuci 3 × 4 × 2,8 m dipasangi satu tipe pintu yang membutuhkan 2,8 m³/menit. Berapa pergantian udara per jam yang setara, dan berapa bila konveyor 1.000 m³/jam dipasang di ruang yang sama?
    2. Manometer uap di lokasi membaca 1,0 bar. Bila tekanan atmosfer dianggap 1,0 bar dan suhu jenuh pada 2,0 bar mutlak sekitar 120,2 °C, berapa suhu uap yang sampai ke penukar panas konveyor, dan apakah tekanan ini dalam batas konveyor terowongan?
    3. Tegangan antarfasa di terminal 402 V tanpa beban dan 391 V saat pemanas menyala. Berapa persen susutnya?
    4. Mengapa pemutus booster konveyor satu tangki disetel mati dari pabrik, dan kapan boleh dinyalakan?
    5. Undercounter tanpa pompa buang dipasang dengan ujung selang buang 150 mm di atas lantai. Apa akibatnya, dan bagaimana memperbaikinya?
    6. Saat komisioning hood, tekanan semprot cuci tampak lemah padahal lengan semprot bersih dan tangki penuh. Pompanya tiga fasa. Apa yang diperiksa lebih dulu, dan mengapa?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Volume ruang 3×4×2,8=33,63 \times 4 \times 2{,}8 = 33{,}6 m³. Udara buang 2,8×60=1682{,}8 \times 60 = 168 m³/jam, setara 168/33,6=5,0168/33{,}6 = 5{,}0 pergantian per jam. Untuk konveyor, 1000/33,6=29,81000/33{,}6 = 29{,}8 pergantian per jam. Ruang sekecil itu tidak dirancang untuk konveyor; ventilasinya harus dirancang ulang menurut pedoman yang diminta manual.
    2. 1,0 bar pengukur adalah 2,0 bar mutlak, sehingga suhu uapnya sekitar 120,2 °C. Tekanan itu berada di antara 0,5 dan 1,5 bar pengukur, jadi dalam batas konveyor terowongan.
    3. ΔU=(402−391)/402×100%=2,7%\Delta U = (402 - 391)/402 \times 100\% = 2{,}7\%. Bandingkan dengan batas di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali, dan bandingkan ketiga fasa satu sama lain untuk mencari sambungan yang longgar.
    4. Elemen booster yang bertegangan di dalam booster kosong memanas di udara dan dapat putus. Pemutus baru dinyalakan sesudah tangki dan booster terisi penuh lewat pengisian otomatis. Pada konveyor terowongan, tanda yang dipakai adalah air keluar dari nosel bilas.
    5. Manual servis membatasi tinggi selang 100 mm untuk pembuangan gravitasi; di atas itu air tertinggal di tangki dan selang. Akibatnya tangki tidak kosong saat dikuras, air basi tertinggal, dan bau serta endapan muncul. Perbaikannya adalah menurunkan ujung selang ke saluran lantai di bawah 100 mm, atau memasang mesin berpompa buang bila saluran lantai tidak ada.
    6. Arah putar pompa. Pompa sentrifugal tiga fasa yang berputar terbalik tetap mengalirkan air dengan tekanan rendah. Bandingkan arah poros dengan panah di rumah pompa; bila terbalik, tukar dua penghantar suplai sesuai bab Kelistrikan dan logika kendali, dengan mesin terisolasi.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Dapur cuci 3 × 4 × 2,8 m dipasangi satu tipe pintu yang membutuhkan 2,8 m³/menit. Berapa pergantian udara per jam yang setara, dan berapa bila konveyor 1.000 m³/jam dipasang di ruang yang sama?

    2

    Manometer uap di lokasi membaca 1,0 bar. Bila tekanan atmosfer dianggap 1,0 bar dan suhu jenuh pada 2,0 bar mutlak sekitar 120,2 °C, berapa suhu uap yang sampai ke penukar panas konveyor, dan apakah tekanan ini dalam batas konveyor terowongan?

    3

    Tegangan antarfasa di terminal 402 V tanpa beban dan 391 V saat pemanas menyala. Berapa persen susutnya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaAnatomi Global Tek D1M / TC-RB

    Urutan baca menurut rak: Dishwashing · Bab 11.

    SebelumnyaMutu air, pelunak, kerak, dan descaling mesin pencuci piring

    Urutan baca menurut rak: Dishwashing · Bab 9.

    Satu disiplinSiklus pencucian, dosis, pembilasan, sanitasi, dan dispenser

    Bab lain dalam Dishwashing dan Dispensing Kimia.