Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Bangunan & Fasilitas · Bab 13Kuantitatif

    Air panas gedung: pemanas bertangki dan langsung, kapasitas dan pemulihan, sirkulasi, pencampuran, energi, dan pengendalian Legionella

    Untuk menghemat listrik, pengelola asrama perawat menurunkan termostat pemanas air dari 60 °C ke 45 °C. Tagihan turun sedikit, tetapi beberapa bulan kemudian pemeriksaan air menemukan Legionella di kepala pancuran kamar yang jarang dipakai. Bab ini membahas sistem air panas gedung: pemanas bertangki dan pemanas langsung, kapasitas simpan dan laju pemulihan, energi pemanasan, pencampuran air panas dan dingin, sirkulasi ulang dan rugi panas pipa, cabang mati, stratifikasi tangki, serta pengendalian Legionella dengan suhu, aliran, dan pembilasan tanpa menimbulkan bahaya melepuh. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    22 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Pengelola sebuah asrama perawat menurunkan termostat pemanas air pusat dari 60 °C ke 45 °C untuk menghemat listrik. Penghuni tidak mengeluh, karena air pancuran tetap hangat, dan tagihan listrik turun sedikit. Beberapa bulan kemudian, pemeriksaan rutin rumah sakit menemukan bakteri Legionella di kepala pancuran beberapa kamar yang jarang dipakai dan di bagian bawah tangki pemanas.

    Penghematan itu nyata, tetapi kecil, dan harganya adalah air yang disimpan dan diedarkan pada suhu yang paling disukai bakteri. Bab ini menjelaskan cara sistem air panas gedung bekerja, cara menghitung kebutuhan dan energinya, dan cara mengendalikan risiko mikroba tanpa membuat penghuni melepuh.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas jenis pemanas, kapasitas simpan dan pemulihan, energi, pencampuran, sirkulasi, rugi panas pipa, cabang mati, stratifikasi, dan pengendalian Legionella untuk air panas gedung. Sumber pemilik adalah narasi disiplin Teknik Bangunan dan Fasilitas, terutama bagian Sistem Plumbing Gedung Lanjutan tentang pemanas air dan pencegahan Legionella, yang merujuk buku plumbing dan pemanas sentral, serta kutipan Practical Plumbing Engineering, ASPE Vol 1, dan ASPE Vol 4.

    Kebutuhan panas mesin cuci dan pengisian serentak di laundry ada di Bab 16 · Laundry; kalor jenis dan perpindahan panas di Bab 10 · Fisika, Fisika 183, dan Fisika 208; mikroba di Bab 1 · Biologi & Mikrobiologi; dan tangki muai serta katup pengaman di bab katup dan pengendalian air. Suhu simpan, suhu edar, suhu di titik pakai, prosedur disinfeksi termal atau kimia, dan jadwal pemeriksaan Legionella yang berlaku diambil dari pedoman kesehatan yang berlaku, SNI 8153-2015, dan petunjuk pabrik; angkanya tidak disalin. Angka yang diberi tanda angka latihan dipakai untuk menunjukkan cara hitung.

    Jenis pemanas air

    Bagian pemanas air dalam narasi, mengutip buku plumbing dan pemanas sentral, membedakan sistem air panas bertangki, yang berventilasi atau tertutup, dan sistem langsung tanpa tangki. Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa pemanas jenis langsung dipakai untuk memberi air panas pada kebutuhan maksimum tanpa penyimpanan.

    1. Pemanas bertangki memanaskan air dan menyimpannya. Daya pemanasnya dapat lebih kecil daripada kebutuhan puncak, karena tangki menutup selisihnya. Kekurangannya adalah rugi panas dinding tangki dan air yang tersimpan lama.
    2. Pemanas langsung memanaskan air saat mengalir. Tidak ada air tersimpan, tetapi dayanya harus memenuhi debit puncak seketika (Contoh 4), sehingga sambungan listrik atau gasnya besar.
    3. Pemanas tak langsung memanaskan air domestik melalui kumparan atau penukar panas dari boiler, uap, atau pompa kalor. Narasi mencatat bahwa pada sistem tak langsung, air pemanas boiler tidak pernah bercampur dengan air domestik, sehingga kerak dan korosi di sirkuit primer berkurang. Practical Plumbing Engineering dalam sumber mengingatkan bahwa lubang pada kumparan seperti itu membentuk sambungan silang antara fluida pemanas dan air yang dipanaskan, seperti di bab pencegahan aliran balik.

    Buku keterampilan plumbing dasar dalam sumber mencatat bahwa di dalam gedung, pipa pasok dibagi di pemanas air menjadi sistem air panas dan air dingin. Narasi juga mencatat dari buku sumber bahwa silinder yang dipanaskan dengan sirkulasi gravitasi dapat memerlukan sekitar dua jam untuk panas penuh, sedangkan dengan pompa sirkulasi sekitar 30 menit atau kurang.

    Kapasitas simpan dan laju pemulihan

    Pemanas bertangki dinilai dengan dua angka: volume air panas yang dapat diambil dari tangki, dan laju pemulihan, yaitu banyaknya air yang dapat dipanaskan per jam oleh pemanasnya. Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa metode memperkirakan kebutuhan dijelaskan dalam satu babnya dan memuat langkah menentukan kapasitas tangki penyimpan yang sebenarnya dibutuhkan.

    Laju pemulihan dihitung dari daya pemanas:

    V˙=Pρ c ΔT\dot{V} = \frac{P}{\rho \, c \, \Delta T}

    dengan PP daya pemanas, cc kalor jenis air sekitar 4,19 kJ/(kg·K), dan ΔT\Delta T kenaikan suhu dari air masuk ke suhu simpan. Pada jam puncak, air yang diambil melebihi yang dipulihkan; selisihnya harus disediakan tangki. Tidak seluruh isi tangki dapat diambil pada suhu yang berguna, karena air dingin yang masuk di bawah bercampur dengan sebagian air panas. Bagian yang dapat dipakai bergantung pada rancangan tangki dan data pabrik (Contoh 3).

    Energi pemanasan

    Energi untuk memanaskan air adalah

    Q=m c ΔTQ = m \, c \, \Delta T

    Energi ini tidak bergantung pada suhu simpan bila air akhirnya dipakai pada suhu campur yang sama, karena air panas yang lebih panas dicampur dengan lebih banyak air dingin (Contoh 2). Yang bergantung pada suhu simpan adalah rugi panas: dinding tangki, pipa sirkulasi, dan pipa cabang kehilangan panas sebanding dengan selisih suhunya terhadap udara sekitar. Fisika 208 menunjukkan cara menghitung rugi itu dan pengaruh isolasi.

    Pada kasus pembuka, menurunkan suhu simpan dari 60 °C ke 45 °C hanya mengurangi rugi panas, bukan energi pemanasan air yang dipakai. Penghematannya sebanding dengan penurunan selisih suhu terhadap udara ruang, yang di Indonesia sekitar 30 °C, sehingga selisih turun dari sekitar 30 K ke 15 K. Penghematan yang sama dapat dicapai dengan memperbaiki isolasi pipa dan tangki tanpa menurunkan suhu. Penghematan yang jauh lebih besar datang dari sumber panas: pompa kalor air panas mengambil panas dari udara sekitar dan memberi beberapa kali energi listrik yang dipakainya, seperti siklus yang dibahas di Fisika 213, dan pemulihan panas dari air buang laundry dibahas di Bab 16 · Laundry.

    Pencampuran air panas dan dingin

    Air di titik pakai biasanya lebih dingin daripada suhu simpan. Narasi mencatat bahwa solusi praktis adalah menyimpan air pada 60 °C lalu mencampurnya dengan katup pencampur ketika suhu lebih rendah dibutuhkan di titik keluar. Bab 16 · Laundry mencatat dari pedoman keselamatan kerja Inggris bahwa katup pencampur termostatik dipasang sedekat mungkin dengan titik pakai bila ada risiko melepuh.

    Bagian air panas dalam campuran dihitung dari neraca energi:

    x=Tcampur−TdinginTpanas−Tdinginx = \frac{T_\text{campur} - T_\text{dingin}}{T_\text{panas} - T_\text{dingin}}

    Katup pencampur termostatik mengatur perbandingan itu secara otomatis dengan elemen yang memuai menurut suhu campuran. Katup yang baik menutup air panas bila air dingin hilang, sehingga penghuni tidak tersiram air panas penuh. Katup ini memerlukan pemeliharaan, karena kerak dan kotoran membuatnya lambat bereaksi, seperti dibahas di bab kelarutan dan kerak.

    Sirkulasi ulang dan rugi panas pipa

    Pada gedung besar, air panas di pipa yang tidak dipakai mendingin, sehingga penghuni menunggu lama dan membuang air dingin sebelum air panas keluar. Sistem sirkulasi ulang mengalirkan air panas terus-menerus melalui pipa edar dan kembali ke pemanas. ASPE Vol 4 dalam sumber mencatat bahwa suhu air yang cukup di pipa dicapai dengan pompa sirkulasi, dan ASPE Vol 1 dalam sumber mencatat bahwa alternatif sirkulasi ulang adalah pemanas jejak listrik di sepanjang pipa distribusi.

    Debit sirkulasi dipilih agar penurunan suhu di sepanjang pipa edar tetap kecil:

    m˙=Q˙rugic ΔTizin\dot{m} = \frac{\dot{Q}_\text{rugi}}{c \, \Delta T_\text{izin}}

    dengan Q˙rugi\dot{Q}_\text{rugi} rugi panas total pipa edar dan ΔTizin\Delta T_\text{izin} penurunan suhu yang diizinkan dari pemanas ke titik terjauh dan kembali (Contoh 5). Pompa sirkulasinya kecil, karena hanya mengatasi rugi gesek pipa edar pada debit kecil, dan pemilihannya mengikuti bab tekanan dan pompa. Pipa edar diseimbangkan dengan katup pengatur agar semua cabang mendapat aliran; cabang yang tidak teraliri mendingin walaupun pompa bekerja.

    Cabang mati dan stratifikasi

    Cabang mati adalah pipa air panas yang tidak teraliri, misalnya cabang ke fixture yang sudah dibongkar atau kamar yang jarang dipakai. Air di dalamnya mendingin ke suhu ruang, yang di Indonesia berada di rentang tumbuh Legionella, dan diam berhari-hari. Volumenya dapat dihitung dari panjang dan diameter pipa (Contoh 6). Bab 16 · Laundry mencatat bahwa volume air antara pemanas dan titik pakai sebaiknya dibuat sekecil mungkin. Cabang mati yang tidak dipakai lagi dipotong sedekat mungkin dengan pipa edar.

    Stratifikasi terjadi di tangki: air panas yang lebih ringan berada di atas, air dingin di bawah. Termostat yang membaca bagian atas tangki dapat menunjukkan 60 °C sementara bagian bawah tetap hangat, di rentang tumbuh bakteri. Lumpur dan kerak di dasar tangki memberi tempat bakteri melekat. Pemanasan berkala seluruh isi tangki, pompa pengaduk, dan pengurasan dasar tangki menurut petunjuk pabrik mengurangi masalah ini (Contoh 9).

    Pengendalian Legionella

    Narasi Teknik Bangunan dan Fasilitas mencatat bahwa Legionella, penyebab penyakit Legionnaires, tumbuh optimal pada rentang 20 sampai 45 °C dan baru mati secara berarti di atas 60 °C. Bab 10 · Utilitas memakai rentang yang sama untuk air menara pendingin. Penularan terutama terjadi melalui percikan halus yang terhirup, misalnya dari pancuran, keran semprot, atau menara pendingin; air yang diminum jarang menjadi jalur penularan. Bab 1 · Biologi & Mikrobiologi menjelaskan dasar pertumbuhan dan pengendalian mikroba.

    Pengendalian bertumpu pada tiga hal:

    1. Suhu. Air panas disimpan dan diedarkan pada suhu yang menghambat bakteri, dan air dingin dijaga tetap dingin, menurut pedoman yang berlaku. Pemeriksaan suhu di titik terjauh pipa edar dan di titik keluar setelah dialirkan sebentar dicatat secara berkala.
    2. Aliran. Air tidak dibiarkan diam: cabang mati dipotong, fixture yang jarang dipakai dialirkan berkala, dan tangki yang tidak dipakai dikuras.
    3. Kebersihan. Kepala pancuran dan aerator dibersihkan dari kerak dan lendir, tangki dikuras dasarnya, dan bahan sambungan yang mendukung pertumbuhan bakteri dihindari.

    Disinfeksi termal, yaitu menaikkan suhu seluruh sistem untuk sementara dan mengalirkan setiap titik, atau disinfeksi kimia, dilakukan menurut prosedur tertulis karena menimbulkan bahaya melepuh dan bahaya bahan kimia. Prosedurnya dibahas dari sisi pembilasan dan disinfeksi pipa di bab pengujian dan komisioning.

    Suhu tinggi dan bahaya melepuh harus diselesaikan bersama. Katup pencampur di dekat titik pakai memungkinkan air diedarkan panas tetapi keluar pada suhu aman, terutama di kamar mandi pasien, anak, dan lansia.

    Air panas untuk laundry dan dapur

    Laundry dan dapur komersial sering memakai air panas dengan pola yang berbeda dari kamar mandi. Mesin cuci mengambil air panas dalam jumlah besar pada awal tahap cuci, sering beberapa mesin bersamaan, dan sebagian mesin memanaskan sendiri air di drum. Mesin pencuci piring memakai air bilas yang lebih panas daripada air kamar mandi dan biasanya punya pemanas penguat sendiri. Bab 16 · Laundry menghitung kebutuhan panas mesin cuci per siklus dan pada pengisian serentak, dan Bab 10 · Dishwashing membahas sambungan air panas mesin pencuci piring.

    Akibatnya bagi sistem gedung ada tiga. Pertama, laundry dan dapur besar sering lebih tepat dilayani pemanas terpisah yang dekat dengan pemakainya, sehingga pipa air panas pendek dan kebutuhan puncaknya tidak mengganggu kamar mandi. Kedua, bila dilayani sistem pusat, kebutuhan puncak mesin dihitung sebagai peralatan berdebit tetap, seperti di bab kebutuhan air. Ketiga, suhu air panas untuk mesin dapat lebih tinggi daripada suhu yang aman di titik pakai tangan, sehingga keran tangan di ruang yang sama memerlukan katup pencampur sendiri.

    Memeriksa sistem air panas di lapangan

    Pemeriksaan berkala yang dapat dilakukan teknisi:

    1. Suhu di keluaran pemanas dan di pipa kembali. Selisihnya menunjukkan rugi panas pipa edar; selisih yang membesar dari bulan ke bulan menunjukkan isolasi rusak atau aliran sirkulasi berkurang.
    2. Suhu di titik terjauh. Keran dibuka dan suhu dicatat setelah waktu alir yang ditetapkan prosedur. Waktu tunggu yang panjang menunjukkan cabang tidak teraliri.
    3. Suhu bagian bawah tangki. Dibaca dari katup kuras atau sensor bawah, untuk mengetahui stratifikasi.
    4. Pompa sirkulasi. Bunyi, panas motor, dan beda tekanan dicatat; pompa yang mati membuat seluruh pipa edar mendingin tanpa gejala lain.
    5. Katup pencampur dan katup pengaman. Suhu campur diuji dan katup pengaman diangkat tuasnya menurut petunjuk pabrik.

    Catatan suhu ini menjadi bukti pengendalian Legionella dan dasar keputusan pemeliharaan.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Energi harian. Asrama memakai 2.000 L air pada suhu simpan per hari. Air masuk 28 °C dan dipanaskan ke 60 °C: Q=2.000×4,19×32=268.000Q = 2.000 \times 4{,}19 \times 32 = 268.000 kJ atau 74 kWh. Dengan efisiensi pemanas 90 persen (angka latihan), energi listrik 83 kWh per hari.

    Contoh 2. Bagian air panas dalam campuran. Pancuran 40 °C dari air panas 60 °C dan air dingin 28 °C: x=(40−28)/(60−28)=0,375x = (40 - 28)/(60 - 28) = 0{,}375. Untuk 1.000 L air pancuran dibutuhkan 375 L air 60 °C. Bila suhu simpan 45 °C, x=12/17=0,71x = 12/17 = 0{,}71, atau 706 L air 45 °C. Energi pemanasannya sama, 375×32=706×17≈12.000375 \times 32 = 706 \times 17 \approx 12.000 L·K, karena yang dipanaskan pada akhirnya adalah 1.000 L dari 28 ke 40 °C.

    Contoh 3. Tangki dan pemulihan. Pemanas 12 kW dengan ΔT=32\Delta T = 32 K memulihkan 12/(4,19×32/3.600)=32212 / (4{,}19 \times 32 / 3.600) = 322 L per jam. Pada jam puncak, kebutuhan setara 600 L air 60 °C. Kekurangan 600−322=278600 - 322 = 278 L disediakan tangki; bila hanya 75 persen isi tangki dapat diambil pada suhu berguna (angka latihan dari data pabrik), volume tangki 278/0,75=370278 / 0{,}75 = 370 L, dipilih 400 L.

    Contoh 4. Pemanas langsung. Satu pancuran 0,15 L/s dari 28 °C ke 40 °C membutuhkan 0,15×4,19×12=7,50{,}15 \times 4{,}19 \times 12 = 7{,}5 kW. Dua pancuran bersamaan 15 kW. Untuk asrama dengan sepuluh pancuran yang dapat dipakai bersamaan pada pagi hari, pemanas langsung memerlukan sekitar 75 kW, jauh di atas pemanas bertangki 12 kW di Contoh 3.

    Contoh 5. Debit sirkulasi. Pipa edar 120 m dengan rugi panas 15 W/m setelah diisolasi (angka latihan; hitung dari Fisika 208): rugi total 1,8 kW. Bila penurunan suhu yang diizinkan 5 K, debit sirkulasi 1.800/(4.190×5)=0,0861.800 / (4.190 \times 5) = 0{,}086 kg/s atau sekitar 310 L per jam.

    Contoh 6. Volume cabang mati. Cabang air panas 15 m berdiameter dalam 20 mm: V=π/4×0,022×15=4,7V = \pi/4 \times 0{,}02^2 \times 15 = 4{,}7 L. Pada debit 0,1 L/s, penghuni menunggu 47 s dan membuang 4,7 L air dingin setiap kali membuka keran, dan bila kamar kosong seminggu, 4,7 L air hangat diam di pipa itu.

    Contoh 7. Pembilasan titik yang jarang dipakai. Bila prosedur meminta mengalirkan sekurang-kurangnya tiga kali volume pipa cabang (angka latihan; prosedur yang berlaku diambil dari pedoman), cabang Contoh 6 dialirkan 3×4,7=143 \times 4{,}7 = 14 L, atau sekitar 2,4 menit pada 0,1 L/s, dengan percikan diminimalkan.

    Contoh 8. Energi pemanasan berkala. Menaikkan tangki 400 L dari 60 °C ke 70 °C (angka latihan): 400×4,19×10=16.800400 \times 4{,}19 \times 10 = 16.800 kJ atau 4,7 kWh. Dengan pemanas 12 kW, waktunya sekitar 23 menit. Selama itu, titik pakai tanpa katup pencampur mengeluarkan air yang dapat melukai, sehingga dilakukan pada jam sepi dengan pemberitahuan.

    Contoh 9. Stratifikasi tangki. Termostat atas membaca 60 °C, tetapi termometer di katup kuras bawah membaca 38 °C. Untuk menaikkan 100 L air terbawah ke 60 °C dibutuhkan 100×4,19×22=9.200100 \times 4{,}19 \times 22 = 9.200 kJ atau 2,6 kWh, kurang dari 15 menit pemanas 12 kW bila airnya diaduk. Tanpa pengadukan, lapisan bawah itu tetap hangat walaupun termostat puas.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan laporkan bila:

    1. Termostat pemanas akan diturunkan di bawah suhu yang ditetapkan pedoman yang berlaku untuk penghematan.
    2. Suhu di titik terjauh pipa edar atau di bagian bawah tangki ditemukan berada di rentang tumbuh bakteri, atau hasil pemeriksaan menemukan Legionella.
    3. Disinfeksi termal atau kimia akan dilakukan tanpa prosedur tertulis, pemberitahuan penghuni, dan alat pelindung diri.
    4. Katup pencampur termostatik akan dilepas atau dilewati, atau suhu titik pakai di kamar pasien, anak, atau lansia melampaui nilai aman.
    5. Pemanas akan dibuka sebelum listrik atau bahan bakar diisolasi, air didinginkan, dan tekanan dibuang. Ikuti Bab 1 · Keselamatan dan bab katup dan pengendalian air.
    6. Pekerjaan di tangki atau kepala pancuran yang terkontaminasi akan dilakukan tanpa pelindung pernapasan yang sesuai, karena percikan dapat terhirup.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Menurunkan suhu simpan menghemat banyak energi." Energi pemanasan air yang dipakai sama; yang turun hanya rugi panas.

    "Air yang tidak diminum tidak berbahaya." Legionella menular melalui percikan yang terhirup dari pancuran dan keran semprot.

    "Termostat 60 °C berarti seluruh tangki 60 °C." Tangki berlapis; bagian bawah dapat jauh lebih dingin.

    "Pemanas langsung selalu lebih hemat." Pemanas langsung menghilangkan rugi simpan, tetapi memerlukan daya puncak besar.

    "Pompa sirkulasi menjamin semua cabang panas." Cabang yang tidak diseimbangkan atau cabang mati tetap dingin.

    "Suhu tinggi dan bahaya melepuh tidak dapat diselesaikan bersama." Katup pencampur di dekat titik pakai menyelesaikan keduanya.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 16 · Laundry memberi kebutuhan panas laundry dan pedoman suhu simpan, Bab 10 · Fisika, Fisika 183, dan Fisika 208 kalor dan perpindahan panas, Bab 1 · Biologi & Mikrobiologi mikroba, bab katup dan pengendalian air tangki muai dan katup pengaman, bab pencegahan aliran balik sambungan silang pemanas tak langsung, bab kelarutan dan kerak kerak di katup dan tangki, bab tekanan dan pompa pompa sirkulasi, Bab 10 · Dishwashing air panas mesin pencuci piring, bab kebutuhan air peralatan berdebit tetap, Fisika 213 siklus pompa kalor, dan Bab 1 · Keselamatan kondisi berhenti. Bab pengujian dan komisioning menyusul dengan pembilasan dan disinfeksi.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    1. Berapa energi untuk memanaskan 500 L air dari 25 °C ke 60 °C?
    2. Berapa bagian air panas 60 °C untuk campuran 45 °C bila air dingin 30 °C?
    3. Berapa daya pemanas langsung untuk 0,2 L/s dengan kenaikan suhu 30 K?
    4. Rugi panas pipa edar 900 W dan penurunan suhu yang diizinkan 4 K. Berapa debit sirkulasi?
    5. Mengapa air sebaiknya disimpan panas lalu dicampur, bukan disimpan pada suhu pakai?
    6. Mengapa cabang mati perlu dipotong walaupun tidak bocor?

    Kunci jawaban beralasan

    1. 500×4,19×35=73.300500 \times 4{,}19 \times 35 = 73.300 kJ, atau sekitar 20,4 kWh sebelum rugi pemanas.
    2. x=(45−30)/(60−30)=0,5x = (45 - 30)/(60 - 30) = 0{,}5, jadi separuh campuran adalah air panas.
    3. P=0,2×4,19×30=25P = 0{,}2 \times 4{,}19 \times 30 = 25 kW, daya yang harus tersedia seketika saat keran dibuka.
    4. m˙=900/(4.190×4)=0,054\dot{m} = 900 / (4.190 \times 4) = 0{,}054 kg/s, atau sekitar 190 L per jam.
    5. Suhu simpan tinggi menghambat Legionella, dan pencampuran di dekat titik pakai memberi suhu aman tanpa menambah energi pemanasan.
    6. Air di cabang mati diam dan mendingin ke rentang tumbuh bakteri, lalu terlepas ke sistem atau ke percikan saat cabang dipakai.

    Referensi

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Berapa energi untuk memanaskan 500 L air dari 25 °C ke 60 °C?

    2

    Berapa bagian air panas 60 °C untuk campuran 45 °C bila air dingin 30 °C?

    3

    Berapa daya pemanas langsung untuk 0,2 L/s dengan kenaikan suhu 30 K?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat