Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Electrical & Control · Chapter 1Quantitative

    By Kurnia · Published September 25, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 18 min read

    Tegangan, arus, resistansi, dan daya

    Ketika indikator sebuah perangkat meredup, tegangan, arus, resistansi, dan daya memberi cara untuk menelusuri apa yang berubah pada rangkaian. Bab ini membangun hubungan antara beda potensial, perpindahan muatan, sifat komponen, dan laju pemindahan energi. Hukum Ohm dan persamaan daya dipakai pada rangkaian resistif arus searah dengan asumsi yang dinyatakan, lalu diuji lewat pembagian tegangan serta sambungan seri dan paralel. Enam contoh kerja menerapkannya pada lampu indikator, terminal berkarat, pembagi tegangan sensor, dan baterai cadangan, disertai kondisi berhenti demi keselamatan.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    High-risk material

    This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Lampu indikator pada sebuah modul kontrol menyala redup setelah sebuah beban tambahan dipasang. Modul masih bekerja, tetapi teknisi tidak tahu apakah tegangan sumber turun, arus beban bertambah, sambungan memiliki resistansi berlebih, atau lampunya memang menerima daya lebih kecil. Keempat kemungkinan itu tidak dapat dibedakan hanya dengan menyebut "listriknya melemah". Kita perlu menguraikan apa yang dimaksud tegangan, arus, resistansi, dan daya, lalu mengikuti hubungan kuantitatifnya dalam model rangkaian.

    Batas pembahasan

    Bab ini memakai rangkaian arus searah dengan komponen resistif. Model ini menjelaskan hubungan dasar, tetapi tidak mewakili semua komponen atau keadaan operasi, dan setiap hasil hitung bergantung pada asumsi yang disebutkan. Arus bolak-balik dibahas di Bab 4, sedangkan reaktansi dan impedansi beban nyata di Bab 5. Cara memakai multimeter dan pengaruh alat ukur pada rangkaian ada di Bab 15, dan keselamatan alat ukur serta verifikasi bebas tegangan di Bab 14. Efek arus listrik pada tubuh dibahas di Bab 75. Bab ini tidak memuat langkah kerja pada rangkaian bertegangan.

    Saat indikator meredup

    Mulailah dengan pertanyaan yang bisa diuji: besaran apa yang berubah pada cabang lampu ketika beban baru bekerja? Tegangan (voltage) adalah beda potensial antara dua titik, bukan sifat satu titik yang berdiri sendiri. Arus listrik (electric current) adalah laju perpindahan muatan melalui suatu penampang penghantar. Resistansi (resistance) adalah perbandingan antara beda potensial pada sebuah elemen dan arus yang melaluinya dalam kondisi tertentu. Daya listrik (electric power) adalah laju energi dipindahkan atau diubah. Keempatnya saling terkait, tetapi tidak dapat saling menggantikan.

    Gambar rangkaian membantu menetapkan batas analisis. Sebuah cabang adalah lintasan yang menghubungkan dua simpul melalui elemen rangkaian; simpul adalah titik sambung tempat tegangan dapat dibandingkan. Sumber memberi energi per satuan muatan pada batasnya, sedangkan beban menerima atau mengubah energi. Rangkaian tertutup menyediakan lintasan bagi arus. Jika lintasan terputus, arus cabang bernilai nol meskipun beda potensial masih mungkin terukur pada bagian tertentu.

    Tegangan selalu memerlukan dua titik: titik ukur dan titik acuan. Menyatakan bahwa "titik A bernilai 5 V" hanya lengkap bila acuannya disebutkan atau sudah ditetapkan pada gambar. Tegangan antara A dan B ditulis sebagai VAB=VA−VBV_{AB}=V_A-V_B. Jika urutannya dibalik, tandanya berubah: VBA=−VABV_{BA}=-V_{AB}. Tanda negatif tidak berarti tegangan itu tidak ada; tanda itu menunjukkan urutan titik yang dipilih.

    Dalam skema, satu titik dapat dipilih sebagai acuan nol volt dan diberi label ground. Label itu hanya pilihan referensi untuk menyatakan tegangan; ia tidak membuktikan bahwa titik tersebut terhubung ke bumi pelindung atau aman disentuh. Karena itu, pahami sambungan fisik dan batas sistem, lalu nyatakan besaran serta titik ukur saat melaporkan tegangan.

    Arus mempunyai arah acuan. Arah arus konvensional didefinisikan sebagai arah aliran muatan positif, sedangkan elektron pada penghantar logam bergerak dengan arah rata-rata yang berlawanan. Kedua deskripsi tidak bertentangan karena arah panah adalah konvensi yang dipakai secara konsisten. Jika hasil persamaan arus bernilai negatif terhadap panah yang dipilih, arus sebenarnya berlawanan arah dengan panah itu.

    Tegangan, muatan, dan energi per muatan

    Tegangan menghubungkan energi dengan muatan. Jika energi sebesar WW dipindahkan ketika muatan QQ berpindah antara dua titik, beda potensialnya adalah V=W/QV=W/Q. Simbol VV menyatakan tegangan dalam volt, WW energi dalam joule, dan QQ muatan dalam coulomb; satu volt setara dengan satu joule per coulomb. Rumus ini mendefinisikan energi per muatan; ia tidak dengan sendirinya menentukan berapa arus yang akan muncul pada beban.

    Sebuah sumber ideal 9 V memberi perubahan energi 9 J untuk setiap 1 C muatan yang melewati sumber. Ini tidak berarti sumber selalu mengirimkan 9 J setiap detik. Untuk mengetahui laju energi, kita masih perlu mengetahui muatan yang bergerak setiap detik, yaitu arus. Selain itu, sumber nyata memiliki batas dan karakteristik yang tidak tersirat oleh angka ideal pada gambar.

    Pada resistor, energi listrik yang diterima umumnya berubah menjadi energi internal dan panas. Motor, baterai yang sedang diisi, atau elemen penyimpan energi mempunyai pertukaran energi yang berbeda. Arah perpindahan energi dibaca dari polaritas tegangan dan arah arus, bukan dari nama komponennya saja.

    Sumber tegangan dan sumber arus adalah model yang menetapkan suatu besaran sebagai kendali ideal. Sumber tegangan ideal mempertahankan tegangan tertentu tanpa memedulikan arus beban; sumber arus ideal mempertahankan arus tanpa memedulikan tegangan. Komponen fisik tidak ideal untuk semua beban: pada sumber praktis, tegangan dapat turun ketika beban menarik arus. Periksa asumsi sumber ideal bila hasil hitung tidak cocok dengan respons perangkat nyata.

    Arus, resistansi, dan hukum Ohm

    Untuk arus konstan, I=Q/tI=Q/t, dengan II arus dalam ampere, QQ muatan dalam coulomb, dan tt waktu dalam sekon; satu ampere sama dengan satu coulomb per sekon. Untuk arus yang berubah terhadap waktu, bentuk umumnya i=dq/dti=dq/dt, dengan huruf kecil untuk besaran sesaat.

    Resistansi RR diukur dalam ohm (Ω\Omega). Pada elemen yang memenuhi model resistif linear, hukum Ohm menghubungkan tegangan dan arus:

    V=IRV=IR

    Di sini VV ialah beda potensial pada elemen dalam volt, II arus yang melaluinya dalam ampere, dan RR resistansi dalam ohm. Bentuk setaranya I=V/RI=V/R dan R=V/IR=V/I selama pembagi tidak nol. Persamaan ini berlaku ketika resistansi dapat dianggap tetap pada kondisi yang dianalisis. Suhu, bahan, keadaan operasi, frekuensi, dan struktur komponen dapat membuat hubungannya berubah atau menjadi tidak linear.

    Dalam rangkaian seri sederhana, arus yang sama melewati setiap elemen, dan beda potensial terbagi sesuai resistansinya. Dalam rangkaian paralel ideal, tegangan cabang sama, sedangkan arus cabang berbeda sesuai resistansi. Hukum arus Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah arus yang masuk ke sebuah simpul sama dengan jumlah arus yang keluar, sesuai kekekalan muatan.

    Kebalikan resistansi disebut konduktansi, dengan satuan siemens: G=1/RG=1/R dan I=GVI=GV. Konduktansi memudahkan penghitungan beberapa cabang paralel, karena setiap cabang menerima tegangan yang sama. Pengubahan bentuk ini tidak membuat elemen non-ohmik menjadi linear.

    Resistansi ekuivalen merangkum pengaruh beberapa resistor dari terminal yang dipandang. Untuk resistor seri, Req=R1+R2+⋯+RnR_{eq}=R_1+R_2+\cdots+R_n; untuk resistor paralel, 1/Req=1/R1+1/R2+⋯+1/Rn1/R_{eq}=1/R_1+1/R_2+\cdots+1/R_n. Rumus ini berlaku saat sambungan benar-benar seri atau paralel; komponen lain yang terhubung ke simpul dapat mengubah bentuk ekuivalennya.

    Pengaruh beban tambahan bergantung pada cara menyambungnya. Satu resistor 6 Ω\Omega pada sumber ideal 12 V menarik 12/6=212/6=2 A. Bila resistor kedua 6 Ω\Omega dipasang paralel, tiap cabang tetap menerima 12 V dan menarik 2 A, sehingga sumber memasok 4 A dan resistansi ekuivalen turun menjadi 3 Ω\Omega. Bila resistor kedua justru disambung seri, resistansi total menjadi 12 Ω\Omega dan arus turun menjadi 1 A. Ungkapan "menambah komponen" karena itu belum cukup untuk menyimpulkan arus naik atau turun.

    Daya dan laju perpindahan energi

    Untuk tegangan dan arus searah yang konstan, P=VIP=VI, dengan PP daya dalam watt, VV tegangan pada elemen dalam volt, dan II arus yang melewatinya dalam ampere; satu watt sama dengan satu joule per sekon. Untuk beban pasif, tegangan positif pada terminal tempat arus masuk membuat PP positif, yang berarti elemen menyerap daya.

    Dengan hukum Ohm pada resistor, persamaan daya dapat ditulis P=I2RP=I^2R atau P=V2/RP=V^2/R. Bentuk pertama berguna ketika arus diketahui; bentuk kedua saat tegangan pada resistor diketahui. Pilih rumus yang cocok dengan data, dan pastikan tegangan yang dimasukkan adalah tegangan pada resistor itu, bukan otomatis tegangan sumber.

    Energi yang dipindahkan selama selang waktu tertentu dengan daya konstan memenuhi E=PtE=Pt, dengan EE dalam joule, PP dalam watt, dan tt dalam sekon. Jika daya berubah terhadap waktu, energi diperoleh dengan mengakumulasikan daya selama interval. Daya listrik masuk juga tidak selalu sama dengan daya keluaran yang berguna; sebagian dapat menjadi panas atau tersimpan sementara.

    Nilai daya pada sebuah elemen tidak menjelaskan sendiri apakah elemen itu aman dipakai. Pemilihan komponen memerlukan spesifikasi komponen dan kondisi sistem, dan angka pabrik tidak boleh dipindahkan antarmodel.

    Menyusun model sebelum menghitung

    Ambil rangkaian sumber ideal 12 V dan dua resistor seri, R1=2 ΩR_1=2\ \Omega dan R2=4 ΩR_2=4\ \Omega. Tujuannya menentukan arus, tegangan pada setiap resistor, dan daya yang diserap masing-masing. Asumsikan sumber mempertahankan 12 V, resistor linear dan tetap, sambungan ideal, serta keadaan tunak arus searah. Asumsi ini dinyatakan karena hasilnya berubah bila sumber memiliki resistansi internal berarti, sambungan buruk, atau resistansi berubah saat memanas.

    Resistansi total Req=2+4=6 ΩR_{eq}=2+4=6\ \Omega, sehingga I=12/6=2I=12/6=2 A. Tegangan pada resistor pertama V1=(2)(2)=4V_1=(2)(2)=4 V dan pada resistor kedua V2=(2)(4)=8V_2=(2)(4)=8 V. Hukum tegangan Kirchhoff memeriksa hasil ini: 4+8=124+8=12 V, sama dengan tegangan sumber. Rasio tegangan 1:2 sesuai rasio resistansi 2:4 karena arus seri sama.

    Daya pada R1R_1 adalah (22)(2)=8(2^2)(2)=8 W dan pada R2R_2 adalah (22)(4)=16(2^2)(4)=16 W, jumlahnya 24 W. Sumber memasok VI=(12)(2)=24VI=(12)(2)=24 W, sehingga neraca daya seimbang. Pemeriksaan ini menguji konsistensi model dan aritmetika; ia tidak membuktikan bahwa rangkaian fisik memiliki rating yang tepat.

    Kesalahan yang sering terjadi adalah memakai tegangan sumber pada elemen yang salah. Memasukkan 12 V dan 4 Ω\Omega ke P=V2/RP=V^2/R memberi 36 W untuk R2R_2, padahal tegangan pada R2R_2 hanya 8 V sehingga dayanya 82/4=168^2/4=16 W. Rumusnya tepat, tetapi masukannya tidak sesuai titik ukur. Pemeriksaan silang dengan I2RI^2R mengungkap ketidakcocokan itu.

    Pembagi tegangan (voltage divider) adalah dua resistor seri yang dipakai untuk menghasilkan tegangan di antara sumber dan acuan. Tanpa beban berarti pada titik keluaran, tegangan pada resistor bawah adalah Vout=VinR2/(R1+R2)V_{out}=V_{in}R_2/(R_1+R_2), dengan VinV_{in} tegangan sumber, R1R_1 resistor sisi sumber, dan R2R_2 resistor dari keluaran ke acuan. Jika Vin=10V_{in}=10 V dan kedua resistor bernilai 5 kΩ\text{k}\Omega, keluaran tanpa beban 5 V. Masukan perangkat berikutnya menjadi beban paralel terhadap R2R_2, sehingga keluaran turun di bawah setengah sumber. Pembagi tegangan bukan sumber tegangan ideal; hasilnya bergantung pada impedansi beban.

    Batas model resistif arus searah

    Kapasitor dan induktor menyimpan energi dan membuat hubungan tegangan dan arus bergantung pada waktu; analisis arus bolak-balik memerlukan impedansi dan fase. Sumber nyata dapat memiliki resistansi internal, sehingga tegangan terminal berubah dengan beban. Sambungan dan penghantar juga tidak selalu ideal. Analisis yang lebih jauh memerlukan pengukuran dan model komponen yang sesuai, dan data produk harus dibedakan dari fakta umum.

    Pada modul indikator di pembuka bab, model ini memberi hipotesis yang bisa diuji. Bila beban tambahan dipasang paralel, resistansi ekuivalen turun dan arus total naik; bila sumber memiliki resistansi internal, tegangan terminal ikut turun dan lampu pada cabang yang sama menerima daya lebih kecil. Kesimpulan yang lebih pasti memerlukan rangkaian lengkap, kurva sumber, serta data komponen. Tanpa itu, dugaan tetap berupa hipotesis, bukan diagnosis akhir. Model resistif arus searah juga tidak cukup untuk menetapkan parameter desain atau sertifikasi instalasi.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Setiap contoh dikerjakan sebagai soal tertulis atau pada rangkaian yang sudah dipisahkan dari sumber. Pengukuran pada panel bertenaga mengikuti bagian Kondisi berhenti dan hanya dikerjakan personel berwenang.

    Contoh 1: lampu indikator 24 V pada panel mesin cuci. Lampu indikator berpelat 24 V dan 1,2 W dipasang pada sirkit kendali arus searah. Dari P=VIP=VI dan P=V2/RP=V^2/R:

    I=1,2 W24 V=0,05 A,R=(24 V)21,2 W=480 ΩI=\frac{1{,}2\ \text{W}}{24\ \text{V}}=0{,}05\ \text{A}, \qquad R=\frac{(24\ \text{V})^2}{1{,}2\ \text{W}}=480\ \Omega

    Pemeriksaan silang V/I=24/0,05=480 ΩV/I=24/0{,}05=480\ \Omega cocok. Sepuluh lampu serupa yang terpasang paralel menarik 0,5 A dan 12 W dari catu kendali. Angka 480 Ω\Omega adalah resistansi setara pada titik kerja; ohmmeter pada lampu dingin dapat membaca nilai lain, sehingga pembacaan itu tidak dipakai untuk menyimpulkan lampu rusak.

    Contoh 2: indikator meredup setelah beban ditambah. Catu kendali 24 V pada panel pengering dimodelkan sebagai sumber ideal 24 V seri dengan resistansi internal 0,5 Ω\Omega. Beban awalnya setara 48 Ω\Omega, lalu beban tambahan setara 12 Ω\Omega, misalnya beberapa koil katup, dipasang paralel. Sebelum penambahan, I=24/48,5=0,495I=24/48{,}5=0{,}495 A dan tegangan terminal 24−0,495×0,5=23,7524-0{,}495\times0{,}5=23{,}75 V. Sesudahnya, beban paralel menjadi 48×12/60=9,6 Ω48\times12/60=9{,}6\ \Omega, arus 24/10,1=2,3824/10{,}1=2{,}38 A, dan tegangan terminal 22,81 V. Lampu yang resistansinya dianggap tetap menerima (22,81/23,75)2=0,922(22{,}81/23{,}75)^2=0{,}922 kali daya semula, turun sekitar 7,8%. Model ini menjelaskan peredupan di pembuka bab sebagai hipotesis; kepastiannya memerlukan kurva sumber dan data komponen.

    Contoh 3: terminal berkarat pada koil katup pencuci piring. Koil katup air sebuah mesin pencuci piring di dapur hotel berpelat 24 V arus searah dan 8 W, sehingga resistansinya 242/8=72 Ω24^2/8=72\ \Omega. Terminal yang berkarat menambah 6 Ω\Omega seri. Arus menjadi 24/78=0,30824/78=0{,}308 A, tegangan koil 0,308×72=22,150{,}308\times72=22{,}15 V atau 92,3% tegangan sumber, dan 1,85 V jatuh di terminal. Daya koil I2R=6,82I^2R=6{,}82 W dan daya di terminal 0,57 W; jumlahnya sama dengan daya sumber 24×0,308=7,3824\times0{,}308=7{,}38 W. Panas 0,57 W itu terkumpul pada satu titik sambung kecil, sehingga terminal memanas. Apakah koil masih menarik pada 22 V ditentukan data koilnya, bukan rumus ini.

    Contoh 4: pembagi tegangan dibebani masukan pengendali. Sinyal sensor suhu tangki air panas sebuah rumah sakit dibentuk oleh pembagi Vin=10V_{in}=10 V dengan R1=R2=10 kΩR_1=R_2=10\ \text{k}\Omega, yang tanpa beban memberi 5 V. Masukan pengendali dengan resistansi 100 kΩ\Omega terpasang paralel dengan R2R_2:

    R2∥Rin=10×100110=9,09 kΩ,Vout=10×9,0910+9,09=4,76 VR_2\parallel R_{in}=\frac{10\times100}{110}=9{,}09\ \text{k}\Omega, \qquad V_{out}=10\times\frac{9{,}09}{10+9{,}09}=4{,}76\ \text{V}

    Keluaran meleset sekitar 4,8% dari 5 V. Dengan masukan 1 MΩ\Omega, cabang bawah menjadi 9,90 kΩ\Omega dan keluaran 4,98 V, meleset sekitar 0,5%. Resistansi masukan perangkat berikutnya karena itu dibaca dari datanya sebelum angka keluaran pembagi dipercaya.

    Contoh 5: baterai cadangan 12 V pada panel kendali hotel. Baterai cadangan 12 V berkapasitas 7 Ah mencatu panel kendali yang menarik 0,35 A. Dari I=Q/tI=Q/t, muatan tersimpan Q=7×3 600=25 200Q=7\times3\,600=25\,200 C, dan dari V=W/QV=W/Q energi idealnya 12×25 200=302 40012\times25\,200=302\,400 J atau 84 Wh. Waktu cadangan ideal t=Q/I=25 200/0,35=72 000t=Q/I=25\,200/0{,}35=72\,000 s, yaitu 20 jam. Daya beban P=VI=4,2P=VI=4{,}2 W, dan E=Pt=4,2×72 000=302 400E=Pt=4{,}2\times72\,000=302\,400 J, sama dengan energi tadi. Tegangan baterai nyata turun selama pengosongan, sehingga waktu cadangan diambil dari data baterai, bukan dari hitungan ini.

    Contoh 6: dua lampu berbeda daya tersambung seri. Saat mengganti lampu indikator, lampu 24 V 1,2 W dan lampu 24 V 3 W tersambung seri secara keliru pada catu 24 V. Dari Contoh 1, lampu 1,2 W setara 480 Ω\Omega, dan lampu 3 W setara 242/3=192 Ω24^2/3=192\ \Omega. Arus seri 24/672=0,035724/672=0{,}0357 A. Tegangan lampu 1,2 W menjadi 0,0357×480=17,140{,}0357\times480=17{,}14 V dan lampu 3 W hanya 6,86 V. Daya lampu 1,2 W I2R=0,612I^2R=0{,}612 W, atau 51% dari daya pelatnya, sedangkan lampu 3 W hanya 0,245 W, atau 8,2%. Lampu berdaya kecil justru lebih terang, karena pada arus yang sama elemen dengan resistansi lebih besar menyerap daya lebih besar. Hitungan memakai resistansi titik kerja; lampu nyata berubah resistansinya saat suhunya turun, jadi angkanya hanya menunjukkan arah, bukan nilai pasti.

    Kondisi berhenti

    1. Rangkaian terhubung ke instalasi listrik jaringan, sistem tenaga, inverter, penggerak motor, baterai berenergi tinggi, atau kapasitor yang belum dipastikan aman: jangan menyentuh, membuka, memasang probe, atau mengubah sambungan. Serahkan kepada personel berwenang dengan prosedur peralatan itu.
    2. Identitas sumber, batas tegangan dan arus, atau keadaan isolasi tidak dapat dipastikan dari dokumen dan label: hentikan pekerjaan sampai statusnya jelas.
    3. Ada bagian terbuka yang status energinya tidak diketahui, atau tombol daya tampak mati tetapi skema menunjukkan sumber cadangan atau umpan balik dari beban: anggap bertegangan dan hentikan pekerjaan.
    4. Terminal, kabel, atau komponen terasa panas, berbau hangus, atau berubah warna: jangan melanjutkan uji coba beban; laporkan ke penanggung jawab listrik.
    5. Hasil hitung dipakai untuk memilih rating komponen, kabel, atau proteksi: berhenti dan gunakan data pabrik serta perhitungan orang yang berwenang. Bab ini tidak menetapkan rating.
    6. Latihan hitung dilakukan pada soal tertulis atau simulasi. Praktik pada rangkaian berenergi memerlukan izin kerja dan langkah pengamanan yang berlaku di tempat kerja.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Tegangan adalah jumlah listrik yang mengalir.

    Why is it wrong?

    Tegangan mengukur energi per muatan antara dua titik, sedangkan arus mengukur laju aliran muatan. Jika lintasan terbuka, tegangan dapat ada sementara arus nol.

    Common misconception

    Arus terpakai oleh resistor, jadi arus sesudahnya lebih kecil.

    Why is it wrong?

    Pada rangkaian seri dalam keadaan tunak, arus masuk dan keluar sama. Yang turun pada elemen resistif adalah energi per muatan; arus baru terbagi di simpul cabang.

    Common misconception

    Ground selalu nol volt dan selalu sama dengan bumi.

    Why is it wrong?

    Nol volt adalah acuan yang dipilih untuk model. Dua bagian sistem dengan acuan berbeda tidak boleh dianggap terhubung hanya karena simbolnya serupa, dan membalik probe hanya mengubah tanda.

    Common misconception

    Hukum Ohm berlaku untuk semua komponen.

    Why is it wrong?

    Perbandingan V/IV/I hanya memberi resistansi tetap bila elemen cukup linear pada rentang itu. Lampu pijar, dioda, sensor, dan baterai tidak otomatis memiliki resistansi konstan.

    Common misconception

    Daya lebih besar berarti kinerja lebih baik.

    Why is it wrong?

    Daya bukan energi total, dan pada resistor daya positif berarti energi diubah menjadi panas. Rating daya komponen diambil dari data produknya, bukan disimpulkan dari contoh hitung.

    Hubungan dengan bab lain

    Satuan, konversi, dan angka penting yang dipakai di sini dibahas di Bab 3 · Satuan & Matematika. Arus bolak-balik, nilai efektif, dan fasor ada di Bab 4, dilanjutkan reaktansi dan impedansi di Bab 5. Pemakaian multimeter dan efek pembebanan alat ukur dibahas di Bab 15, dengan keselamatan alat ukur di Bab 14. Penghantar dan kabel dibahas di Bab 26, terminal panas sebagai gejala instalasi di Bab 80, dan efek arus pada tubuh di Bab 75.

    Latihan dan pembahasan

    Kerjakan tiap soal dengan menyatakan asumsi serta satuan.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Muatan 8 C berpindah antara dua titik ketika energi berubah 40 J. Berapa besar beda potensialnya? Jelaskan apa yang belum dapat diketahui dari angka itu.

      See the worked solution

      Dari definisi V=W/QV=W/Q, tegangan adalah 40/8=540/8=5 V. Nilai ini menghubungkan perubahan energi dengan muatan antara dua titik, tetapi tidak menentukan arus tanpa informasi rangkaian, sumber, dan beban.

    2. Sebuah resistor 10 Ω\Omega dipasang pada sumber ideal 20 V. Hitung arus dan daya resistor dengan dua cara untuk daya.

      See the worked solution

      Hukum Ohm memberi I=20/10=2I=20/10=2 A, dan daya P=VI=(20)(2)=40P=VI=(20)(2)=40 W. Pemeriksaan dengan P=I2R=(22)(10)=40P=I^2R=(2^2)(10)=40 W konsisten; hasil ini mengandaikan resistor tetap dan sumber ideal, dan tidak menyatakan rating komponen nyata.

    3. Dua resistor 3 Ω\Omega dan 9 Ω\Omega disusun seri pada sumber ideal 12 V. Hitung arus, jatuh tegangan pada masing-masing resistor, dan periksa jumlah tegangan.

      See the worked solution

      Resistansi seri total 3+9=12 Ω3+9=12\ \Omega, maka arusnya 1 A, tegangan pada resistor 3 Ω\Omega adalah 3 V, dan pada resistor 9 Ω\Omega adalah 9 V. Jumlahnya 12 V, sama dengan sumber; bila arus seri tidak sama di kedua resistor, gambar sambungan perlu ditinjau ulang.

    4. Dua resistor 6 Ω\Omega disusun paralel pada sumber ideal 12 V. Tentukan resistansi ekuivalen, arus setiap cabang, serta arus total.

      See the worked solution

      Untuk dua cabang 6 Ω\Omega, 1/Req=1/6+1/6=1/31/R_{eq}=1/6+1/6=1/3, sehingga Req=3 ΩR_{eq}=3\ \Omega. Masing-masing cabang menarik 2 A dan totalnya 4 A, cocok dengan 12/3=412/3=4 A pada sambungan paralel ideal.

    5. Pembagi tegangan tanpa beban memiliki R1=2 kΩR_1=2\ \text{k}\Omega, R2=3 kΩR_2=3\ \text{k}\Omega, dan Vin=10V_{in}=10 V. Hitung keluaran. Jika sebuah beban dipasang paralel dengan R2R_2, apakah keluaran tetap dijamin 6 V? Terangkan.

      See the worked solution

      Vout=10(3)/(2+3)=6V_{out}=10(3)/(2+3)=6 V tanpa beban. Beban paralel menurunkan resistansi ekuivalen sisi bawah sehingga keluaran turun, dan karena nilai beban tidak diberikan, keluarannya tidak dapat dihitung; 6 V bukan jaminan untuk semua beban.

    6. Dalam perhitungan resistor seri, seseorang memperoleh arus 2 A, tegangan elemen pertama 3 V, dan tegangan elemen kedua 8 V dari sumber ideal 12 V. Tunjukkan pemeriksaan yang gagal dan sebutkan kemungkinan yang perlu diperiksa sebelum memperbaiki hitungan.

      See the worked solution

      Jumlah jatuh tegangan 3+8=113+8=11 V, bukan 12 V, sehingga hukum tegangan Kirchhoff tidak terpenuhi pada lintasan seri dengan sumber ideal. Periksa polaritas, nilai resistansi dan arus, apakah kedua nilai benar-benar tegangan elemen pada lintasan yang sama, dan apakah ada elemen yang terlewat, tanpa mengubah angka secara sembarang agar jumlahnya cocok.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 25, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Tegangan, arus, resistansi, dan daya. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/tegangan-arus-resistansi-dan-daya

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated

    Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.

    1

    Muatan 8 C berpindah antara dua titik ketika energi berubah 40 J. Berapa besar beda potensialnya? Jelaskan apa yang belum dapat diketahui dari angka itu.

    2

    Sebuah resistor 10 Ω\Omega dipasang pada sumber ideal 20 V. Hitung arus dan daya resistor dengan dua cara untuk daya.

    3

    Dua resistor 3 Ω\Omega dan 9 Ω\Omega disusun seri pada sumber ideal 12 V. Hitung arus, jatuh tegangan pada masing-masing resistor, dan periksa jumlah tegangan.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters