By Kurnia · Published October 22, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 19 min read
Pertahanan tubuh bawaan: kulit dan selaput lendir, sel fagosit, peradangan dan demam, sistem komplemen, dan mengapa luka kecil di tangan pekerja penting
Petugas sortir linen kotor di laundry rumah sakit tergores tepi troli, hanya menempel plester, lalu bekerja terus tanpa mencuci luka atau melapor; dua hari kemudian jarinya merah, bengkak, hangat, dan nyeri, dan ia meriang. Bab ini menjelaskan pertahanan bawaan tubuh: penghalang fisik kulit dan selaput lendir, penghalang kimia seperti lisozim dan pH, sel fagosit dan sel pembunuh alami, pengenalan patogen, sistem komplemen, serta peradangan dan demam. Bagian akhir menerjemahkannya menjadi aturan untuk luka kecil di tangan pekerja: mencuci dan menutup luka, sarung tangan yang tidak menggantikan kebersihan tangan menurut WHO, dan kapan melapor ke petugas kesehatan kerja. Bab tidak memberi diagnosis atau anjuran obat.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Misalkan seorang petugas sortir linen kotor di laundry sebuah rumah sakit tergores tepi troli besi di punggung jari telunjuk pada awal shift pagi. Lukanya kecil dan hampir tidak berdarah, jadi ia hanya menempel plester, memakai sarung tangan, dan melanjutkan menyortir sprei kotor tanpa mencuci luka atau melapor. Setelah melepas sarung tangan untuk istirahat makan, ia tidak mencuci tangan karena merasa tangannya tadi terlindung. Dua hari kemudian jarinya merah, bengkak, hangat, nyeri, dan sulit ditekuk, dan ia merasa meriang. Supervisor bertanya mengapa luka sekecil itu bisa begini dan apakah harus dilaporkan. Bab ini menjelaskan pertahanan bawaan yang ditembus luka itu dan apa yang terjadi ketika jari meradang; jawabannya ada di bagian tentang luka dan di Contoh 6.
Batas pembahasan
Bab ini membahas imunitas bawaan. Antibodi, sel B dan sel T, dan molekul MHC dibahas di Bab 25 tentang pertahanan adaptif; vaksin di Bab 26 tentang vaksin dan kekebalan kelompok; cara mikroba menembus pertahanan di Bab 23 tentang faktor virulensi; infeksi kulit dari spa dan linen di Bab 21; kebersihan tangan, benda tajam, dan prosedur pascapajanan di Bab 11; APD sortir linen di Bab 21 · Laundry tentang K3 laundry; dan linen infeksius di Bab 14 · Laundry tentang higiene linen.
Bab ini tidak memberi diagnosis atau anjuran obat. Luka yang meradang, demam, dan pajanan darah diperiksa tenaga kesehatan.
Dua lapis pertahanan: bawaan dan adaptif
Imunitas bawaan nonspesifik (nonspecific innate immunity) adalah pertahanan bawaan tubuh yang melawan berbagai patogen tanpa menyasar patogen tertentu. Pertahanan ini merupakan mekanisme bawaan tubuh manusia, tidak diperoleh seiring waktu, tidak mempunyai ingatan, dan bekerja segera atau sangat cepat. Pertahanan ini juga tidak sempurna: patogen kadang dapat menembusnya, dan responsnya dapat merusak tubuh sendiri sehingga ikut menimbulkan tanda dan gejala. Imunitas bawaan tidak ditimbulkan oleh infeksi atau vaksinasi, muncul sekitar satu miliar tahun lalu dalam evolusi hewan, dan bila tidak cukup, respons adaptif dikerahkan.
| Golongan | Isi | Contoh |
|---|---|---|
| Fisik | Penghalang, gerakan mekanis, mikrobioma | Kulit, selaput lendir, gerak silia, mikrobiota normal |
| Kimia | Zat dan enzim cairan tubuh, peptida antimikroba, protein plasma, sitokin, pemicu radang | Lisozim, asam lambung, defensin, komplemen, histamin |
| Seluler | Granulosit dan agranulosit | Neutrofil, makrofag, sel pembunuh alami |
Ketiga golongan bekerja bersama dan sering tumpang tindih.
Penghalang fisik: kulit, selaput lendir, dan gerakan mekanis
Kulit terdiri atas epidermis, dermis yang berisi folikel rambut, kelenjar keringat, saraf, dan pembuluh darah, serta hipodermis berlemak. Lapisan teratas epidermis berisi sel mati yang padat keratin, sehingga permukaannya tangguh dan tahan enzim bakteri. Asam lemak membuat permukaan kering, asin, dan asam, dan sel mati terus mengelupas bersama mikroba yang menempel. Patogen di kulit dimatikan oleh kekeringan dan keasaman, dan mikroba baik yang hidup di kulit bersaing dengan patogen.
Infeksi dapat terjadi bila penghalang kulit rusak; luka menjadi jalan masuk patogen oportunistik yang dapat menyebar ke jaringan lebih dalam. Sebuah kasus dari California selatan, Amerika Serikat, menggambarkan seorang tukang kebun: jamur biasanya tidak menginfeksi kulit sehat, tetapi luka kecil seperti tusukan duri membuka jalan bagi jamur tanah penyebab sporotrikosis, lalu bakteri ikut menimbulkan infeksi sekunder. Setelah sembuh, ia lebih menghargai sarung tangan dan pakaian pelindung.
Selaput lendir (mucous membrane) adalah lapisan sel epitel lembap yang melapisi permukaan dalam tubuh dan biasanya dibasahi sekresi antimikroba. Sel epitelnya terikat sambungan rapat, dan lendirnya menjerat kotoran serta mikroba. Eskalator mukosilia (mucociliary escalator) adalah sistem yang mendorong lendir dan kotoran keluar dari saluran napas lewat gerak silia, batuk, atau menelan; merokok merusaknya. Di usus, sel goblet menghasilkan lendir dan gerak peristaltik mendorong isinya keluar.
Gerakan mekanis lain adalah aliran urin yang membilas saluran kemih serta air mata, kedipan, bulu mata, dan kelopak mata yang melindungi mata. Mikrobiota normal menempati tempat menempel dan bersaing memperebutkan nutrien; antibiotik yang menghabiskan mikrobiota usus dapat membuka jalan bagi diare Clostridioides difficile.
Penghalang kimia: lisozim, pH, dan peptida antimikroba
Kelenjar sebasea mengeluarkan sebum yang menutup pori folikel rambut. Bakteri Cutibacterium acnes dan jamur Malassezia mengurai sebum menjadi asam oleat yang membuat permukaan kulit agak asam. Udara kering atau sebum yang berkurang membuat kulit lebih rentan terhadap patogen yang biasanya dihambat pH rendah, dan banyak pelembap diformulasikan untuk mengimbanginya.
Lisozim (lysozyme) adalah enzim antibakteri yang memutus ikatan antara NAG dan NAM pada peptidoglikan dinding sel bakteri. Lisozim ada di air mata, lendir, dan sekresi lain, dan lebih efektif terhadap bakteri Gram positif karena bakteri ini tidak mempunyai membran luar pelindung. Air mata juga mengandung laktoferin yang mengikat besi sehingga mikroba kekurangan besi. Cairan lambung yang sangat asam membunuh sebagian besar mikroba, urin rata-rata ber-pH sekitar 6, dan serumen ber-pH 3 sampai 5 karena asam lemaknya. Keasaman dibandingkan lewat kadar ion hidrogen:
dengan kadar ion hidrogen (mol/L) dan pH tanpa satuan; selisih satu satuan pH berarti kadar ion hidrogen berbeda 10 kali.
Peptida antimikroba (antimicrobial peptides, AMP) adalah golongan zat antimikroba nonspesifik berspektrum luas yang dibuat sel. Defensin dibuat sel epitel, makrofag, dan neutrofil; katelisidin dari sel epitel dan makrofag serta dermsidin dari kelenjar keringat bekerja di kulit; histatin dari kelenjar ludah menghambat jamur; dan bakteriosin dibuat mikrobiota usus. Sebagian besar merusak membran mikroba. Hati juga melepas protein fase akut ke darah saat radang, misalnya protein C-reaktif yang melapisi bakteri dan transferin yang mengikat besi.
Sel-sel pertahanan bawaan
Semua sel darah berasal dari sel punca hematopoietik di sumsum tulang. Leukosit dibagi menjadi granulosit yang sitoplasmanya berbutir dan agranulosit yang tidak berbutir.
| Sel | Ciri | Peran dalam pertahanan bawaan |
|---|---|---|
| Neutrofil (PMN) | Inti 3 sampai 5 lobus; leukosit terbanyak di darah | Menelan bakteri ekstraseluler, degranulasi, jaring ekstraseluler |
| Eosinofil | Inti 2 sampai 3 lobus, butir merah jingga | Melawan protozoa dan cacing; berperan dalam alergi |
| Basofil | Inti 2 lobus, butir biru tua | Melepas histamin; alergi dan radang |
| Sel mast | Tinggal di jaringan dekat kulit dan selaput lendir | Melepas histamin; memicu radang |
| Monosit | Leukosit terbesar, inti tidak berlobus | Menjadi makrofag dan sel dendritik di jaringan |
| Sel pembunuh alami (NK) | Limfosit berbutir | Membunuh sel terinfeksi virus dan sel kanker |
Jumlah lobus inti neutrofil juga ditulis 2 sampai 5. Jaring ekstraseluler neutrofil adalah anyaman kromatin berlapis protein antimikroba; protein beracunnya dapat ikut membunuh sel tubuh, tetapi kerusakan itu diperbaiki setelah infeksi teratasi. Nanah (pus) adalah kumpulan patogen mati, neutrofil, cairan jaringan, dan sel lain yang terbunuh fagosit di tempat infeksi. Praktik memancing "nanah terpuji" sejak Galen pada abad ke-2 Masehi sampai abad ke-17 kini diketahui tidak membantu penyembuhan.
Sel NK mengenali sel yang penanda MHC-nya berkurang dan molekul pengaktifnya bertambah, lalu melepas perforin yang melubangi sel sasaran dan granzim yang memicu sel itu mati terprogram. Rincian MHC ada di Bab 25 tentang pertahanan adaptif.
Mengenali patogen dan fagositosis
Fagosit (phagocyte) adalah sel yang fungsi utamanya mencari, menelan, dan membunuh patogen. Fagositosis pertama kali diamati Ilya Metchnikoff (1845 sampai 1916) pada bintang laut pada tahun 1880-an.
Ekstravasasi (extravasation) adalah proses leukosit menembus dinding kapiler untuk mencapai jaringan yang terinfeksi. Komplemen C5a dan sitokin dari makrofag jaringan membuat dinding kapiler memasang molekul perekat; leukosit melambat, menggelinding, lalu menyelip di antara sel dinding kapiler. Neutrofil biasanya tiba lebih dulu, sering dalam hitungan jam setelah infeksi bakteri, sedangkan monosit dapat perlu beberapa hari untuk keluar dan menjadi makrofag.
Pola molekul terkait patogen (pathogen-associated molecular patterns, PAMP) adalah motif molekul yang umum pada banyak kelompok patogen, misalnya peptidoglikan, flagelin, lipopolisakarida, lipopeptida, dan asam nukleat virus. Reseptor pengenal pola (pattern recognition receptors, PRR) adalah reseptor di permukaan atau di dalam fagosit yang mengikat PAMP. Reseptor mirip Toll adalah salah satu golongannya dan tampaknya termasuk bagian tertua sistem imun. Opsonisasi (opsonization) adalah pelapisan patogen oleh suatu zat sehingga fagosit lebih mudah mengenali, menelan, dan menghancurkannya; opsoninnya antara lain antibodi dan komplemen C3b dan C4b.
Fagosit menjulurkan kaki semu, menelan patogen ke dalam fagosom, lalu fagosom menjadi asam sampai pH 4 sampai 5 dan menyatu dengan lisosom menjadi fagolisosom. Enzim seperti lisozim, fosfolipase, dan protease mencerna patogen, sementara ledakan pernapasan menghasilkan superoksida, hidrogen peroksida, dan radikal hidroksil. Sisa yang tidak tercerna dikeluarkan; makrofag dan sel dendritik juga menyajikan potongan patogen kepada sistem adaptif, seperti di Bab 25 tentang pertahanan adaptif. Sebagian patogen lolos dari fagositosis dengan kapsul atau dengan bertahan di dalam fagosom, seperti di Bab 23 tentang faktor virulensi.
Sistem komplemen
Sistem komplemen (complement system) adalah rangkaian protein plasma yang menjadi aktif bila ada mikroba penyerbu dan menghasilkan opsonisasi, peradangan, dan pelisisan patogen. Sistem ini disebut terdiri atas lebih dari 30 protein, termasuk C1 sampai C9, yang beredar sebagai prekursor; perkiraan lain menyebut sekitar 20 protein larut yang terus dibuat sel hati dan makrofag.
| Jalur | Pemicu | Perlu antibodi? |
|---|---|---|
| Alternatif | C3 aktif dengan sendirinya; C3b menempel pada permukaan mikroba | Tidak |
| Klasik | Antibodi yang sudah terikat pada patogen mengaktifkan kompleks C1 | Ya; lebih efisien |
| Lektin | Lektin pengikat manosa, protein fase akut, mengikat karbohidrat mikroba | Tidak |
Ketiga jalur bermuara pada C3 yang terpecah menjadi C3a dan C3b, lalu C5 menjadi C5a dan C5b. Hasilnya empat: opsonisasi oleh C3b dan C4b; peradangan oleh C3a dan C5a yang memicu sel mast; kemotaksis, terutama oleh C5a yang menarik neutrofil; dan sitolisis. Kompleks penyerang membran (membrane attack complex, MAC) adalah struktur cincin dari protein komplemen C6 sampai C9 yang menembus membran sel sasaran sehingga sel pecah dan mati. MAC hanya efektif terhadap bakteri Gram negatif karena tidak dapat menembus peptidoglikan tebal bakteri Gram positif; untuk bakteri Gram positif, opsonisasi lebih penting. Protein pengatur tubuh mencegah komplemen menempel pada sel sendiri.
Peradangan dan demam
Peradangan (inflammation) adalah respons bawaan nonspesifik yang ditandai kemerahan, bengkak, panas, nyeri, dan gangguan fungsi, biasanya di tempat cedera atau infeksi. Peradangan diatur sitokin, yaitu protein sinyal antarsel seperti interleukin, kemokin, dan interferon; manusia mempunyai sekurang-kurangnya 40 jenis sitokin.
Segera setelah cedera pembuluh darah menyempit sebentar, lalu histamin dari sel mast melebarkan pembuluh dan membuatnya lebih bocor. Aliran darah dan cairan yang bertambah mengencerkan toksin dan produk bakteri, membawa fagosit, dan menimbulkan lima tanda radang. Bradikinin membuat kapiler tetap melebar, neutrofil berdatangan, dan nanah terbentuk; biasanya setelah beberapa hari makrofag membersihkan nanah dan perbaikan jaringan dimulai.
| Tanda | Istilah | Sebab |
|---|---|---|
| Kemerahan | Eritema | Pembuluh kecil melebar, darah lebih banyak dekat permukaan |
| Bengkak | Edema | Cairan dan protein keluar dari kapiler yang lebih bocor |
| Panas | Aliran darah ke tempat cedera bertambah | |
| Nyeri | Reseptor nyeri di jaringan terangsang | |
| Gangguan fungsi | Tidak dirinci; tampak sebagai jari sulit ditekuk pada kasus pembuka |
Bila radang akut gagal menyingkirkan patogen, radang menjadi kronis; luka dapat sembuh di permukaan sementara patogen masih ada di jaringan lebih dalam, dan pada tuberkulosis terbentuk granuloma.
Demam (fever) adalah tanda peradangan menyeluruh yang menaikkan suhu tubuh dan merangsang respons imun. Suhu tubuh normal 37 °C (98,6 °F) diatur hipotalamus. Pirogen eksogen seperti lipopolisakarida bakteri Gram negatif memicu leukosit melepas pirogen endogen, yaitu IL-1, IL-6, interferon-γ, dan faktor nekrosis tumor, yang lewat prostaglandin E2 menyetel ulang hipotalamus. Selama demam kulit tampak pucat karena pembuluhnya menyempit dan otot menggigil; ketika demam reda, pembuluh kulit melebar dan tubuh berkeringat.
Demam membantu karena merangsang leukosit dan karena patogen manusia adalah mesofil yang tumbuh paling baik sekitar 35 °C; hati juga menahan besi dari darah. Demam yang terlalu kuat merusak jaringan, misalnya demam di atas 42 °C (108 °F) pada sindrom syok toksik. Sitokin juga menimbulkan lesu, pegal, dan mual, yang mungkin mendorong orang beristirahat dan tidak menulari orang lain.
Luka kecil di tangan pekerja: sarung tangan, cuci tangan, dan kapan melapor
Luka melewatkan keratin, kekeringan, dan keasaman kulit, sehingga mikroba dari linen kotor, limbah, atau bahan pangan langsung bertemu jaringan; inilah jalur parenteral di Bab 23 tentang cara mikroba membuat sakit. Patogen dapat masuk lewat lecet atau tusukan kulit. Langkah berikut tunduk pada prosedur fasilitas:
-
Cuci lalu tutup. Kulit yang luka dicuci dengan sabun dan air mengalir tanpa digosok keras atau dipencet, seperti di Bab 14 · Laundry tentang higiene linen, lalu ditutup penutup kedap air yang diganti bila basah atau kotor.
-
Sarung tangan sesuai tugas. Bab 21 · Laundry tentang K3 laundry meminta sarung tangan tahan tusuk atau tahan cairan untuk menyortir linen kotor. Menurut lembar informasi WHO tentang pemakaian sarung tangan, sarung tangan tidak sepenuhnya mencegah tangan tercemar, karena mikroba dapat masuk lewat lubang kecil atau saat sarung tangan dilepas, sehingga kebersihan tangan tetap diperlukan setelah melepasnya. WHO pada 2025 menegaskan bahwa sarung tangan tidak pernah menggantikan kebersihan tangan.
-
Dapur. Pekerja dengan luka terbuka di tangan melapor dan tidak menangani makanan siap saji sampai diizinkan, seperti di Bab 7 tentang sanitasi dapur.
-
Melapor. Luka saat menangani linen kotor, limbah, atau benda yang mungkin tercemar darah atau cairan tubuh dilaporkan segera dan mengikuti prosedur pascapajanan di Bab 11 tentang kewaspadaan standar. Permenkes Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit mewajibkan rumah sakit mencatat dan melaporkan K3RS secara bulanan dan tahunan, dengan laporan bulanan yang memuat insiden kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja, dan menyebut unit pelayanan kesehatan kerja. Status berlakunya per 22 Oktober 2026 belum dapat dipastikan. Di hotel dan laundry di luar rumah sakit, pekerja mengikuti prosedur K3 perusahaan.
-
Memantau. Tanda radang yang bertambah setelah hari pertama, kemerahan yang meluas, nanah, atau demam dan meriang berarti pekerja diperiksa dokter hari itu juga, seperti di Bab 21 tentang infeksi kulit.
Untuk kasus pembuka: luka seharusnya dicuci dan dilaporkan pada hari pertama, dan tangan dibersihkan setiap kali sarung tangan dilepas. Pada hari kedua, lima tanda radang ditambah meriang menunjukkan respons yang meluas ke seluruh tubuh, sehingga petugas berhenti menyortir, melapor ke petugas kesehatan kerja, dan diperiksa hari itu. Apakah lukanya terinfeksi dan bagaimana menanganinya diputuskan tenaga kesehatan.
Contoh kerja
Angka dalam contoh dan soal latihan di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.
Contoh 1: suhu demam dalam dua satuan. Dengan , 37 °C sama dengan 98,6 °F, 38 °C sama dengan 100,4 °F, dan 40 °C sama dengan 104 °F. Untuk 42 °C, °F, yang dibulatkan menjadi 108 °F seperti di bagian demam.
Contoh 2: bakteri di luka yang dibiarkan. Misalkan 100 bakteri masuk ke luka dan waktu generasinya 30 menit. Bila tidak dihambat, setelah 4 jam terjadi generasi, sehingga bakteri, dengan rumus pertumbuhan di Bab 1 tentang pertumbuhan mikroba. Neutrofil yang tiba dalam hitungan jam harus menghadapi jumlah itu, bukan 100.
Contoh 3: mencuci segera atau terlambat. Misalkan mencuci luka dengan sabun dan air mengalir mengangkat 2 log bakteri; reduksi log dibahas di Bab 3 tentang kinetika kematian mikroba. Dicuci segera, 100 bakteri menjadi . Dicuci setelah 4 jam seperti Contoh 2, bakteri tersisa, atau 256 kali lebih banyak.
Contoh 4: waktu kebersihan tangan per shift. Petugas sortir melepas sarung tangan 10 kali dalam satu shift, dan setiap kali melakukan gosok tangan berbasis alkohol 20 sampai 30 detik, durasi WHO yang dikutip Bab 11 tentang kewaspadaan standar. Totalnya sampai detik, yaitu sekitar 3,3 sampai 5 menit per shift.
Contoh 5: persediaan sarung tangan. Laundry mempunyai 12 petugas sortir per shift, tiga shift sehari, dan setiap petugas memakai 10 pasang sarung tangan per shift. Kebutuhannya pasang sehari. Bila satu kotak berisi 50 pasang, diperlukan , dibulatkan ke atas menjadi 8 kotak sehari.
Contoh 6: keputusan pada kasus pembuka. Termometer berskala Fahrenheit menunjukkan 100,6 °F, yaitu °C, di atas suhu normal 37 °C. Luka terjadi 48 jam sebelumnya, dan kelima tanda radang ada. Tanda lokal yang lengkap ditambah suhu yang naik adalah alasan berhenti menyortir, melapor, dan diperiksa tenaga kesehatan hari itu; angka ini bukan dasar diagnosis.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada atasan, petugas kesehatan kerja, atau tenaga kesehatan bila:
- Kulit tertusuk atau tergores benda yang mungkin tercemar darah atau cairan tubuh, atau cairan tubuh terpercik ke mata, mulut, atau luka; lakukan pertolongan pertama menurut prosedur pascapajanan dan lapor segera seperti di Bab 11.
- Luka terjadi saat menyortir linen kotor atau menangani limbah; cuci, tutup, dan laporkan pada hari itu, seperti di Bab 14 · Laundry.
- Pekerja dapur mempunyai luka terbuka di tangan; ia melapor dan tidak menangani makanan siap saji sampai diizinkan.
- Kemerahan meluas, bengkak dan nyeri bertambah, ada nanah, atau pekerja demam dan meriang; ia berhenti bekerja dan diperiksa dokter hari itu, seperti di Bab 21.
- Sarung tangan robek saat menangani linen kotor; lepaskan, bersihkan tangan, periksa kulit, lalu pakai yang baru.
- Kulit tangan pecah-pecah sampai kebersihan tangan terasa perih; laporkan ke petugas kesehatan kerja, jangan diam-diam mengurangi kebersihan tangan.
- Pekerja diminta menilai sendiri apakah luka terinfeksi atau memakai obat tanpa petunjuk tenaga kesehatan.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Luka sekecil itu tidak perlu dicuci atau dilaporkan.
Why is it wrong?
Luka sekecil apa pun membuka jalur parenteral dan melewatkan keratin, kekeringan, dan keasaman kulit, seperti duri pada kasus sporotrikosis.
Common misconception
Tadi pakai sarung tangan, jadi tangan pasti bersih.
Why is it wrong?
Menurut WHO, mikroba dapat mencapai tangan lewat lubang kecil atau saat sarung tangan dilepas, sehingga kebersihan tangan tetap diperlukan.
Common misconception
Nanah berarti luka sembuh dengan baik.
Why is it wrong?
Nanah adalah kumpulan neutrofil, patogen mati, dan sel rusak; memancing nanah tidak membantu penyembuhan.
Common misconception
Merah dan bengkak di sekitar luka pasti infeksi.
Why is it wrong?
Peradangan juga terjadi pada cedera tanpa infeksi; yang menilai ada atau tidaknya infeksi adalah tenaga kesehatan.
Common misconception
Demam selalu merugikan.
Why is it wrong?
Demam membantu pertahanan dengan merangsang leukosit dan menghambat patogen mesofil, tetapi demam yang terlalu tinggi merusak jaringan; penanganannya diputuskan dokter.
Hubungan dengan bab lain
Bab 23 menjelaskan cara mikroba menembus pertahanan ini, Bab 25 lapis pertahanan adaptif, dan Bab 26 vaksin. Bab 11 tentang kewaspadaan standar, Bab 14 · Laundry tentang linen, Bab 21 · Laundry tentang K3 laundry, Bab 7 tentang dapur, dan Bab 21 tentang infeksi kulit menerapkannya di tempat kerja. Bab 1 tentang pertumbuhan mikroba dan Bab 3 tentang kinetika kematian mikroba memberi rumus pertumbuhan dan reduksi log.
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Serumen ber-pH 4 dan urin ber-pH 6. Berapa kali kadar ion hidrogen serumen dibanding urin?
See the worked solution
Selisihnya 2 satuan pH, sehingga perbandingannya kali. Serumen jauh lebih asam, dan keasaman ini termasuk penghalang kimia telinga.
Termometer seorang pekerja menunjukkan 102,2 °F. Berapa dalam derajat Celsius, dan apa yang dilakukan?
See the worked solution
Suhunya °C, dua derajat di atas suhu normal 37 °C. Pekerja berhenti bekerja, melapor ke petugas kesehatan kerja, dan diperiksa tenaga kesehatan, tanpa menebak diagnosis atau memilih obat sendiri.
Mengapa lisozim lebih efektif terhadap bakteri Gram positif?
See the worked solution
Lisozim memutus ikatan NAG dan NAM pada peptidoglikan dinding sel. Bakteri Gram negatif mempunyai membran luar yang melindungi peptidoglikannya, sedangkan bakteri Gram positif tidak.
MAC tidak dapat membunuh bakteri Gram positif. Hasil komplemen mana yang lebih penting untuk bakteri itu?
See the worked solution
Opsonisasi oleh C3b dan C4b lebih penting, karena peptidoglikan tebal menghalangi MAC. Patogen yang terlapis opsonin lebih mudah dikenali dan ditelan fagosit.
Juru masak dengan luka kecil di jari ingin tetap menyiapkan salad karena memakai sarung tangan. Bagaimana jawabannya?
See the worked solution
Pekerja dengan luka terbuka di tangan melapor dan tidak menangani makanan siap saji sampai diizinkan, seperti di Bab 7 tentang sanitasi dapur. Sarung tangan tidak sepenuhnya mencegah pencemaran dan tidak menggantikan kebersihan tangan menurut WHO.
Luka di tangan tampak sudah menutup, tetapi bengkak dan nyeri bertahan lebih dari seminggu. Mengapa tetap dilaporkan?
See the worked solution
Luka dapat sembuh di permukaan sementara patogen masih ada di jaringan lebih dalam dan memicu radang kronis. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan, karena pekerja tidak dapat menilai jaringan di bawah kulit.
Referensi
External sources
- OpenStax: Microbiologyopenstax.org
- OpenStax: Biology 2eopenstax.org
- GLOVE USE INFORMATION LEAFLETcdn.who.int
- Gloves do not replace hand hygienewho.int
- PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 66 TAHUN 2016 TENTANGperaturan.bpk.go.id
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 30, 2026 | 2 | Revised to the chapter standard |
| October 22, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Pertahanan tubuh bawaan: kulit dan selaput lendir, sel fagosit, peradangan dan demam, sistem komplemen, dan mengapa luka kecil di tangan pekerja penting. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/pertahanan-tubuh-bawaan-kulit-dan-selaput-lendir-sel-fagosit-peradangan-dan-demam-sistem-komplemen-dan-mengapa-luka-kecil-di-tangan-pekerja-penting
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Serumen ber-pH 4 dan urin ber-pH 6. Berapa kali kadar ion hidrogen serumen dibanding urin?
Termometer seorang pekerja menunjukkan 102,2 °F. Berapa dalam derajat Celsius, dan apa yang dilakukan?
Mengapa lisozim lebih efektif terhadap bakteri Gram positif?
Nearby chapters
Reading order by shelf: Biology & Microbiology · Chapter 25.
Reading order by shelf: Biology & Microbiology · Chapter 23.
Bab lain dalam Biologi dan Mikrobiologi.