Osiloskop untuk teknisi papan: cara kerja dan pengaturan, probe dan titik acuan, pemicu, mengukur riak, pulsa, PWM, dan sinyal komunikasi, serta bahaya mengukur sisi jala-jala
Papan kendali mesin pencuci piring konveyor di sebuah hotel mengatur ulang dirinya sekitar dua kali sehari, sementara multimeter selalu membaca rel 5 volt di 5,02 volt. Osiloskop dengan pemicu tepi turun menangkap penurunan sesaat ke 4,1 volt selama sekitar satu milidetik setiap kali kontaktor pemanas menarik. Bab ini menjelaskan osiloskop dari sisi teknisi papan: apa yang ditampilkan dan apa yang tidak dapat ditampilkan multimeter, pengaturan tegangan per kotak, waktu per kotak, dan kopel AC atau DC, probe kali satu dan kali sepuluh serta pembebanannya, titik acuan dan klip tanah, pemicu dan tangkapan tunggal, cara mengukur riak, pulsa, PWM, jam, dan sinyal komunikasi, lebar pita, serta bahaya mengukur sisi jala-jala dengan osiloskop yang dibumikan.
Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.
Mesin pencuci piring konveyor di dapur sebuah hotel berhenti sendiri sekitar dua kali sehari. Layarnya padam sesaat, lalu mesin memulai urutan dari awal, dan rak yang sedang lewat harus dicuci ulang. Teknisi mengukur rel 5 V papan kendali dengan multimeter berkali-kali, dan bacaannya selalu 5,02 V. Ia mengganti papan, dan dua hari kemudian gejalanya kembali.
Teknisi kedua memasang osiloskop di rel 5 V, dengan probe dan klip tanahnya di titik uji sisi tegangan rendah papan, lalu mengatur pemicu tepi turun pada 4,7 V dengan tangkapan tunggal. Setengah jam kemudian layar menangkap penurunan ke 4,1 V selama sekitar 1,2 ms, tepat ketika kontaktor pemanas tangki menarik. Kabel 0 V papan ternyata berbagi jalur dengan koil kontaktor yang peredamnya hilang. Multimeter merata-rata tegangan selama ratusan milidetik, sehingga penurunan sesingkat itu tidak pernah terlihat. Bab ini menjelaskan cara memakai osiloskop untuk melihat apa yang tidak dapat ditunjukkan multimeter, dan batas keselamatannya.
Batas pembahasan
Bab ini membahas osiloskop dua atau empat saluran yang dipakai teknisi di papan kendali dan sisi tegangan rendah peralatan: pengaturan, probe, titik acuan, pemicu, pengukuran yang lazim, lebar pita, dan keselamatan. Nilai puncak, nilai efektif, dan faktor puncak ada di Bab 4 dan Bab 10; multimeter dan efek pembebanan di Bab 15; keselamatan alat ukur dan kategori ukur di Bab 14; kerja aman dan bahaya listrik pada tubuh di Bab 76 dan Bab 75; proteksi kejut listrik dan kelas peralatan di Bab 21; riak di Bab 84 dan Bab 86; PWM dan penggerak di Bab 2 · Komputasional dan Bab 85; isi protokol, alamat, dan register komunikasi di Bab 5 · Komputasional; peredam koil di Bab 11; menangkap gangguan berselang dengan pencatat data di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis; dan kelistrikan mesin pencuci piring di Bab 5 · Dishwashing.
Pengukuran di sisi jala-jala dan sisi primer catu daya dengan osiloskop dikerjakan hanya oleh orang yang kompeten dengan probe diferensial atau osiloskop bersaluran terisolasi yang berkategori ukur sesuai.
Sumbernya adalah narasi Teknik Elektro dan Elektronika, terutama buku troubleshooting dan perbaikan elektronik tanpa skema, manual perbaikan elektronik, buku elektronika praktis, buku panduan elektronika, buku dasar elektronika, dan bahan ajar dasar listrik dan elektronika berbahasa Indonesia, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Spesifikasi osiloskop dan probe tertentu diambil dari manual alatnya; angka contoh adalah angka latihan.
Apa yang ditunjukkan osiloskop
Buku elektronika praktis dalam narasi mencatat bahwa multimeter tidak dapat menunjukkan bentuk gelombang, dan untuk itu diperlukan osiloskop. Buku troubleshooting menyebut bahwa selain multimeter digital, osiloskop adalah salah satu alat yang paling sering dipakai untuk menguji bentuk gelombang di meja servis, dan bahwa osiloskop dapat memeriksa bentuk gelombang penting di dalam perangkat dengan cepat.
Buku panduan elektronika dalam narasi menjelaskan bahwa osiloskop menampilkan waktu pada sumbu X dan tegangan atau arus pada sumbu Y. Buku elektronika praktis menyebut cara kerja osiloskop dasar sederhana. Layar dibagi menjadi kotak, biasanya 10 kotak mendatar dan 8 kotak tegak (nilai literatur umum), sehingga:
dengan dan jumlah kotak tegak dan mendatar, dan periode. Osiloskop digital juga menghitung sendiri nilai puncak ke puncak, rata-rata, efektif, frekuensi, dan perbandingan nyala; angka otomatis itu tetap dicocokkan dengan gambar, karena pengaturan yang salah membuatnya keliru.
Manual perbaikan elektronik dalam narasi mencatat bahwa semua bentuk gelombang dapat digolongkan menjadi sinus atau kompleks, dan buku teknologi listrik mencatat bahwa bentuk gelombang yang nilai rata-ratanya tidak nol dapat dipandang sebagai gabungan komponen DC dan komponen AC. Itulah dasar pemilihan kopel di bawah.
Pengaturan dasar
Urutan pengaturan yang menghindari layar kosong (nilai literatur umum):
- Tegangan per kotak dipilih sehingga sinyal mengisi sekitar setengah sampai tiga perempat tinggi layar.
- Waktu per kotak dipilih sehingga dua sampai lima periode tampak, atau sehingga kejadian yang dicari mengisi sebagian besar layar.
- Kopel DC menampilkan seluruh tegangan, termasuk komponen DC; kopel AC membuang komponen DC sehingga riak kecil di atas tegangan besar dapat diperbesar, seperti di Contoh 7.
- Garis nol: masukan dihubungkan ke tanah dari menu, lalu jejaknya ditempatkan pada garis kotak yang diketahui.
- Pemicu diatur pada saluran sinyal, dengan tingkat di tengah sinyal.
Probe, pembebanan, dan titik acuan
Manual perbaikan elektronik dalam narasi mencatat bahwa resistansi masukan baku penguat tegak osiloskop adalah 1 MΩ, dan bahan ajar dasar listrik dan elektronika menyarankan memilih sakelar peredam probe pada kali satu atau kali sepuluh. Probe kali sepuluh membagi sinyal sepuluh kali dan menaikkan resistansi masukan menjadi sekitar 10 MΩ dengan kapasitansi yang jauh lebih kecil, sehingga lebih sedikit membebani rangkaian dan lebih baik untuk sinyal cepat (nilai literatur umum). Pengaturan kali sepuluh pada probe harus sama dengan pengaturan pada saluran osiloskop; bila tidak, bacaan salah sepuluh kali, seperti di Contoh 5.
Probe kali sepuluh dikompensasi lebih dulu dengan sinyal kotak dari terminal uji osiloskop, sampai sudut gelombang kotak itu tajam, tanpa lengkung ke atas atau ke bawah.
Klip tanah. Pada osiloskop meja biasa, klip tanah semua probe terhubung ke pembumian lewat kabel daya osiloskop (nilai literatur umum). Akibatnya:
- Klip tanah hanya dipasang di titik yang memang berpotensial bumi atau tanah sekunder yang terpisah dari jala-jala.
- Klip tanah yang dipasang di titik bertegangan, misalnya sisi primer catu daya switching, menghubung-singkat titik itu ke bumi lewat probe dan osiloskop, seperti di Bab 86.
- Kabel tanah probe yang panjang membentuk lingkar yang menangkap derau, sehingga untuk sinyal cepat dipakai pegas tanah pendek di ujung probe. Buku seni elektronika dalam narasi juga memberi contoh bahwa kapasitansi kecil dari sambungan yang terputus bersama resistansi masukan osiloskop membentuk rangkaian pendiferensial, sehingga sambungan probe yang lepas menghasilkan gambar yang menipu.
Osiloskop tidak pernah "diambangkan" dengan memutus pembumian kabel dayanya. Rangkanya lalu dapat bertegangan jala-jala, dan perlindungan kejut listriknya hilang, seperti di Bab 21. Untuk mengukur dua titik yang tidak berpotensial bumi dipakai probe diferensial atau dua saluran dengan pengurangan matematis, dan untuk sisi jala-jala dipakai probe diferensial atau osiloskop bersaluran terisolasi yang berkategori ukur sesuai, seperti di Bab 14.
Pemicu dan tangkapan tunggal
Tanpa pemicu, gambar bergulir dan tidak terbaca. Pemicu memulai tampilan pada saat sinyal melewati tingkat tertentu dengan arah tertentu (nilai literatur umum):
- Tepi naik atau tepi turun pada tingkat tegangan yang dipilih, untuk sinyal berulang.
- Otomatis: menampilkan jejak walaupun tidak ada pemicu, berguna untuk mencari sinyal.
- Normal: hanya menampilkan saat pemicu terjadi.
- Tunggal: menangkap satu kejadian lalu berhenti, untuk gangguan berselang seperti di kasus pembuka.
- Lebar pulsa atau pemicu luar: menangkap pulsa yang lebih pendek atau lebih panjang dari batas, atau memicu dari sinyal lain, misalnya koil kontaktor.
Dua saluran sangat membantu: saluran 1 di rel yang turun, saluran 2 di sinyal yang dicurigai sebagai penyebab. Buku teknologi listrik dalam narasi mencatat bahwa di dalam rangkaian sering ada dua atau lebih bentuk gelombang arus atau tegangan sekaligus, dan urutan waktu di antara keduanya yang menunjukkan sebab dan akibat. Untuk gangguan yang terjadi beberapa kali seminggu, pencatat data di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis lebih cocok; osiloskop dipakai sesudah kejadiannya dipersempit.
Mengukur riak dan tegangan catu
Riak diukur dengan kopel AC dan skala kecil, di terminal kapasitor atau titik pakai, dengan pegas tanah pendek (nilai literatur umum). Bentuk gigi gergaji berfrekuensi 100 Hz menunjukkan riak penyearah, seperti di Bab 84; lonjakan berfrekuensi puluhan kilohertz menunjukkan derau catu daya switching, seperti di Bab 86. Penurunan sesaat saat beban berubah ditangkap dengan kopel DC, pemicu tepi turun, dan tangkapan tunggal, seperti di kasus pembuka. Sumber derau yang lazim adalah koil kontaktor atau katup tanpa peredam, seperti di Bab 11, dan jalur 0 V yang dipakai bersama beban berarus besar.
Mengukur pulsa, PWM, dan jam
Buku seni elektronika dalam narasi menggambarkan pulsa sebagai sinyal berbentuk persegi, dan buku dasar elektronika menyebut keluaran berupa deretan gelombang kotak simetris atau gelombang persegi tidak simetris. Buku panduan elektronika mencatat bahwa menurut definisinya, waktu nyala ditambah waktu mati sama dengan satu periode. Untuk PWM:
Multimeter membaca kira-kira nilai rata-rata itu, seperti di Bab 2 · Komputasional, tetapi hanya osiloskop yang menunjukkan apakah tepi pulsanya bersih, apakah tegangan puncaknya penuh, dan apakah ada lonjakan saat transistor penggerak mati, seperti di Bab 85.
Jam mikrokontroler dapat diperiksa di kaki kristal dengan probe kali sepuluh. Buku troubleshooting dalam narasi menyebut bentuk gelombang yang diambil dari kristal mikroprosesor; probe kali satu dapat membebani osilator sampai berhenti, sehingga yang dipakai probe kali sepuluh (nilai literatur umum).
Probe logika adalah alat yang lebih sederhana untuk keadaan digital. Manual perbaikan elektronik dalam narasi menjelaskan bahwa ujung probe disentuhkan ke titik rangkaian yang diperiksa, bahwa memori di probe menunjukkan apakah level logika pernah berubah, dan bahwa probe logika dapat dipakai untuk memeriksa keadaan di kaki IC.
Mengukur sinyal komunikasi
Pada RS-485 atau jalur serial lain, osiloskop menunjukkan apakah ada sinyal, berapa tingginya, dan apakah tepinya bersih. Lebar satu bit adalah , dan satu byte dengan bit awal dan bit akhir memerlukan sekitar sepuluh bit (nilai literatur umum). Pantulan karena terminasi hilang dan derau dari kabel daya, seperti dijelaskan di Bab 5 · Komputasional, tampak sebagai riak di tepi bit dan lonjakan yang tidak mengikuti data. Pasangan diferensial diukur dengan dua saluran dan pengurangan matematis, atau dengan probe diferensial, bukan dengan klip tanah di salah satu kawatnya. Isi pesan dibaca dengan alat atau perangkat lunak protokol, bukan dari gambar osiloskop.
Lebar pita dan laju cuplik
Osiloskop dan probe punya lebar pita. Sinyal yang lebih cepat dari lebar pita tampak lebih kecil dan tepinya lebih landai. Perkiraan umum untuk waktu naik yang ditampilkan adalah (nilai literatur umum), sehingga osiloskop 20 MHz menampilkan tepi tercepat sekitar 17,5 ns. Osiloskop digital juga mencuplik sinyal; laju cuplik yang terlalu rendah untuk waktu per kotak yang dipilih dapat menampilkan frekuensi palsu. Untuk papan kendali peralatan, osiloskop 50 sampai 100 MHz dengan probe yang sesuai biasanya cukup (nilai literatur umum).
Nilai puncak dan nilai efektif
Buku dasar elektronika dalam narasi menanyakan mengapa amplitudo gelombang tidak sinus umumnya diukur sebagai nilai puncak ke puncak, bukan nilai efektif atau rata-rata; jawabannya, bentuknya beragam sehingga perbandingan tetap antara ketiganya hanya berlaku untuk sinus. Manual perbaikan elektronik mencatat bahwa bacaan osiloskop berupa nilai puncak ke puncak yang diubah ke nilai efektif dengan membaginya dengan sekitar 2,8, yaitu , dan itu hanya berlaku untuk sinus, seperti di Bab 4. Untuk gelombang lain, nilai efektif dihitung oleh osiloskop atau dibaca dengan alat true RMS, seperti di Bab 15.
Urutan kerja di papan
Urutan yang aman dan cepat saat memakai osiloskop di papan kendali (nilai literatur umum):
- Periksa alat lebih dulu: probe dan saluran diuji dengan sinyal kotak terminal uji osiloskop, dan pengaturan kali satu atau kali sepuluh disamakan.
- Tentukan titik acuan: tanah sekunder papan atau terminal 0 V catu daya, bukan sisi primer dan bukan rangka yang belum diketahui potensialnya.
- Pasang dalam keadaan mati: papan dimatikan, ujung probe dikaitkan dan klip tanah dijepitkan, lalu papan dinyalakan. Ujung probe yang tergelincir di antara dua kaki IC dapat menghubung-singkat keduanya.
- Mulai lebar, lalu persempit: pemicu otomatis, kopel DC, skala besar; setelah sinyal tampak, skala diperkecil dan pemicu dipindah ke normal atau tunggal.
- Telusuri sinyal: manual perbaikan elektronik dalam narasi menyarankan menempatkan probe di masukan rangkaian dan memeriksa apakah sinyal ada, dan buku troubleshooting menyarankan memeriksa setiap transistor dan IC di tempat sinyal berhenti.
- Catat: gambar disimpan bersama pengaturannya (tegangan per kotak, waktu per kotak, probe, kopel, dan pemicu), dan bila tersedia dibandingkan dengan gambar di manual servis atau papan yang baik.
Contoh kerja
Contoh 1: skala tegangan. Sinyal 5 V pada 2 V per kotak tingginya 2,5 kotak; pada 1 V per kotak tingginya 5 kotak dari 8 kotak layar, sehingga lebih mudah dibaca.
Contoh 2: periode dan frekuensi. Satu periode selebar 4 kotak pada 0,5 ms per kotak: ms dan Hz. Untuk PWM 20 kHz, µs, dan 10 µs per kotak menampilkan dua periode di 10 kotak.
Contoh 3: perbandingan nyala PWM. Pulsa 24 V menyala 1,5 kotak dari periode 5 kotak: dan tegangan rata-rata V, mendekati bacaan multimeter mode DC.
Contoh 4: sinus dari puncak ke puncak. Sekunder trafo kendali terbaca 68 V puncak ke puncak: puncaknya 34 V dan nilai efektifnya V.
Contoh 5: pengaturan probe yang tidak sama. Probe diatur kali sepuluh, tetapi saluran osiloskop diatur kali satu. Layar menunjukkan 0,5 V, padahal tegangan sebenarnya V.
Contoh 6: pembebanan probe. Titik ukur berimpedansi sumber 100 kΩ. Dengan probe kali satu (1 MΩ), bacaan turun menjadi kali nilai sebenarnya, galat 9 persen; dengan probe kali sepuluh (10 MΩ), kali, galat sekitar 1 persen. Untuk sinyal cepat, kapasitansi probe kali satu yang jauh lebih besar membuat galatnya lebih besar lagi.
Contoh 7: riak di rel 24 V. Riak 0,4 V puncak ke puncak pada 100 Hz. Dengan kopel DC pada 5 V per kotak, riak itu hanya kotak dan tidak terlihat. Dengan kopel AC pada 50 mV per kotak, riak itu setinggi kotak dan bentuknya jelas.
Contoh 8: kasus pembuka. Pemicu tepi turun pada 4,7 V, tangkapan tunggal, 0,5 ms per kotak. Penurunan ke 4,1 V selama 1,2 ms selebar kotak. Bila pendeteksi tegangan turun mikrokontroler bekerja pada 4,4 V (angka latihan), penurunan itu cukup untuk mengatur ulang papan. Multimeter yang merata-rata selama sekitar 300 ms (angka latihan) melihat penurunan rata-rata hanya sekitar V, tidak terbaca.
Contoh 9: bit RS-485. Pada 9.600 bit per detik, satu bit selebar µs dan satu byte sepuluh bit sekitar 1,04 ms. Pada 200 µs per kotak, layar 10 kotak menampilkan 2 ms, kira-kira dua byte.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada orang berwenang bila:
- Pengukuran harus dilakukan di sisi jala-jala atau sisi primer catu daya switching, sedangkan probe diferensial atau osiloskop bersaluran terisolasi yang berkategori ukur sesuai tidak tersedia, seperti di Bab 14.
- Seseorang mengusulkan memutus pembumian kabel daya osiloskop supaya klip tanah dapat dipasang di titik bertegangan.
- Probe, kabel, atau rumah osiloskop rusak, atau kategori ukurnya tidak tertulis.
- Kejadian yang dicari baru muncul setelah pengaman atau interlock mesin dijembatani.
- Gambar osiloskop dijadikan satu-satunya dasar untuk mengganti papan mahal, padahal pengaturan dan probe belum diperiksa dengan sinyal yang diketahui.
Salah tafsir yang sering terjadi
- "Multimeter stabil berarti tegangannya stabil." Penurunan sesingkat milidetik tidak terlihat oleh multimeter.
- "Klip tanah probe boleh dipasang di mana saja." Pada osiloskop yang dibumikan, klip tanah terhubung ke bumi.
- "Bacaan otomatis osiloskop pasti benar." Pengaturan probe, skala, dan pemicu yang salah membuat angkanya keliru.
- "Nilai efektif selalu puncak ke puncak dibagi 2,8." Itu hanya berlaku untuk sinus.
- "Probe kali satu lebih teliti karena tidak membagi sinyal." Probe kali satu lebih membebani rangkaian dan lebar pitanya lebih kecil.
- "Riak tidak ada karena tidak terlihat di layar." Riak kecil hanya terlihat dengan kopel AC dan skala kecil.
Hubungan dengan bab lain
Bab 15 menjelaskan multimeter, Bab 14 kategori ukur, Bab 76 dan Bab 75 kerja aman dan bahaya listrik, Bab 21 proteksi kejut listrik, Bab 4 dan Bab 10 nilai puncak, efektif, dan faktor puncak, Bab 84 dan Bab 86 riak dan catu daya, Bab 2 · Komputasional dan Bab 85 PWM dan penggerak, Bab 5 · Komputasional komunikasi data, Bab 11 peredam koil, Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis gangguan berselang, dan Bab 5 · Dishwashing kelistrikan mesin pencuci piring.
Latihan dan pembahasan
- Sinyal 12 V ditampilkan pada 5 V per kotak. Berapa kotak tingginya, dan skala apa yang lebih baik?
- Satu periode selebar 2,5 kotak pada 20 µs per kotak. Berapa frekuensinya?
- Pulsa 24 V menyala 2 kotak dari periode 8 kotak. Berapa perbandingan nyala dan tegangan rata-ratanya?
- Sinus terbaca 34 V puncak ke puncak. Berapa nilai efektifnya?
- Probe kali sepuluh dipakai dengan saluran yang diatur kali satu, dan layar menunjukkan 0,8 V. Berapa tegangan sebenarnya?
- Berapa lebar satu bit dan satu byte sepuluh bit pada 19.200 bit per detik?
Kunci jawaban beralasan
- kotak; pada 2 V per kotak tingginya 6 kotak dari 8, sehingga lebih mudah dibaca tanpa terpotong.
- µs, sehingga kHz.
- dan tegangan rata-rata V.
- V, karena sinus berpuncak 17 V; perhitungan ini tidak berlaku untuk gelombang tidak sinus.
- V; pengaturan saluran disamakan dengan probe sebelum pengukuran lain.
- Satu bit µs dan satu byte sekitar 0,52 ms, sehingga 100 µs per kotak menampilkan sekitar dua byte.
Referensi
Bab terkait
- Multimeter digital: tegangan, arus, resistansi, true RMS, dan efek pembebananKelistrikan & Kendali · Bab 15
- Keselamatan alat ukur: kategori ukur, rating, dan verifikasi bebas teganganKelistrikan & Kendali · Bab 14
- Kerja aman: lima aturan emas, LOTO, izin kerja, dan kompetensiKelistrikan & Kendali · Bab 76
- Bahaya listrik pada tubuh: efek arus, luka bakar, kebakaran, dan pertolongan pertamaKelistrikan & Kendali · Bab 75
- Arus bolak-balik: sinus, frekuensi, nilai efektif, dan fasorKelistrikan & Kendali · Bab 4
- Dioda dan penyearah di papan kendali: memilih dan menguji dioda, penyearah setengah gelombang, gelombang penuh, dan jembatan, kapasitor filter dan riak, regulator zener, serta dioda pelindungKelistrikan & Kendali · Bab 84
- Catu daya papan kendali: regulator linear dan disipasinya, catu daya switching, rel tegangan, mengukur di bawah beban, dan bahaya sisi primerKelistrikan & Kendali · Bab 86
- Papan kendali dan mikrokontroler: bagian mikrokontroler, catu daya dan reset, masukan digital dan analog, keluaran dan penggerak, dan diagnosis papanKomputasional · Bab 2
- Komunikasi data perangkat lapangan: serial, bus dan alamat, protokol tanya-jawab, register, pemeriksaan galat, dan diagnosisKomputasional · Bab 5
- Magnet dan induksi: Faraday-Lenz, induktansi, energi tersimpan, dan tegangan induksi saat pemutusanKelistrikan & Kendali · Bab 11
- Diagnosis gangguan berselang: menangkap kejadian, pencatat data, memicu gejala dengan aman, sambungan longgar, panas, getaran, dan lembapSistem, Diagram & Diagnosis · Bab 12
- Kelistrikan dan logika kendali mesin pencuci piring: suplai, kontaktor, timer, interlock, dan papan kendaliDishwashing · Bab 5
- Harmonisa: sumber, ukuran, dan akibatnyaKelistrikan & Kendali · Bab 10
- Transistor, MOSFET, dan sakelar elektronik: transistor dan MOSFET sebagai sakelar, penggerak relai dan solenoid, optocoupler, triac, dan relai keadaan padatKelistrikan & Kendali · Bab 85
- Proteksi kejut listrik: proteksi dasar, proteksi gangguan, pemutusan otomatis, dan kelas peralatanKelistrikan & Kendali · Bab 21
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.
Sinyal 12 V ditampilkan pada 5 V per kotak. Berapa kotak tingginya, dan skala apa yang lebih baik?
Satu periode selebar 2,5 kotak pada 20 µs per kotak. Berapa frekuensinya?
Pulsa 24 V menyala 2 kotak dari periode 8 kotak. Berapa perbandingan nyala dan tegangan rata-ratanya?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 88.
Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 86.