Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Komputasional · Bab 2Terapan

    Papan kendali dan mikrokontroler: bagian mikrokontroler, catu daya dan reset, masukan digital dan analog, keluaran dan penggerak, dan diagnosis papan

    Layar sebuah mesin pencuci piring berkedip setiap dua detik dan mesin tidak mau memulai siklus. Teknisi mengganti papan kendali, tetapi papan baru menunjukkan gejala yang sama. Penyebabnya ternyata kabel sensor suhu yang terkelupas dan menyentuh rangka, sehingga catu 5 volt papan terbebani dan mikrokontroler terus direset. Papan kendali bukan kotak hitam: ia terdiri dari bagian-bagian yang dapat diukur satu per satu. Bab ini menjelaskan bagian sebuah papan kendali, catu daya papan, reset, jam, dan anjing penjaga, masukan digital, masukan analog dan pengubah analog ke digital, keluaran dan penggerak, hubungan dengan PLC, dan urutan diagnosis papan sebelum memutuskan papan itu rusak.

    24 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Layar sebuah mesin pencuci piring berpintu berkedip setiap dua detik: menyala, menampilkan logo, lalu padam, lalu menyala lagi. Mesin tidak mau memulai siklus. Teknisi pertama yang datang memeriksa sekring, menemukannya baik, dan menyimpulkan papan kendali rusak. Papan pengganti dipesan dan dipasang seminggu kemudian. Layarnya berkedip dengan cara yang persis sama.

    Teknisi kedua mulai dari tempat lain. Ia mengukur tegangan catu 5 volt di papan dan mendapat angka yang turun naik antara 3,9 dan 4,4 volt. Ketika ia melepas konektor sensor suhu tangki, tegangan langsung stabil di 5,0 volt dan layar berhenti berkedip. Kabel sensor itu terkelupas dekat pemanas dan menyentuh rangka, sehingga catu papan terbebani, tegangannya turun di bawah batas kerja mikrokontroler, dan mikrokontroler terus direset. Papan pertama sebenarnya tidak rusak. Bab ini menjelaskan bagian-bagian sebuah papan kendali dan cara memeriksanya satu per satu sebelum menyimpulkan papan itu rusak.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas papan kendali berbasis mikrokontroler dari sisi teknisi servis: bagian-bagiannya, catu daya papan, reset, jam, dan anjing penjaga, masukan digital, masukan analog, keluaran dan penggerak, hubungan dengan PLC, dan urutan diagnosis. Merancang rangkaian dan memprogram mikrokontroler tidak dibahas. Sensor, sinyal, dan relai dasar ada di Bab 2 · Kelistrikan & Kendali; sensor diskret dan pengawatan PNP dan NPN di Bab 59 · Kelistrikan & Kendali; relai pintar dan PLC di Bab 63 · Kelistrikan & Kendali; kendali elektronik mesin pencuci piring di Bab 8 · Dishwashing; keselamatan alat ukur di Bab 14 · Kelistrikan & Kendali; gangguan berselang di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis. Representasi data, program kendali, dan keandalan perangkat lunak dibahas di bab-bab berikutnya rak ini. Pekerjaan pada papan yang tersambung ke tegangan jaringan mengikuti prosedur kerja aman yang berlaku. Sumbernya adalah narasi Berpikir Komputasional, narasi Teknik Elektro dan Elektronika, dan narasi Matematika Teknik, ditambah pengetahuan elektronika umum yang ditandai di peta sumber. Angka teknis umum ditandai nilai literatur umum; angka contoh adalah angka latihan.

    Bagian sebuah papan kendali

    Mesin servis modern hampir semuanya dikendalikan papan dengan mikrokontroler, yaitu komputer kecil dalam satu cip yang memuat pengolah, memori, dan pin masukan dan keluaran. Narasi Berpikir Komputasional mengutip buku panduan elektronika bahwa mikrokontroler yang populer berukuran 4 bit, 8 bit, 16 bit, dan 32 bit, dan bahwa mikrokontroler dengan pengolah di atas 100 MHz dianggap berkinerja tinggi. Mikrokontroler di papan mesin cuci atau dispenser biasanya jauh lebih sederhana dari komputer, tetapi bekerja terus-menerus dan harus tahan gangguan.

    Bagian yang umum pada sebuah papan kendali (nilai literatur umum):

    1. Catu daya papan: mengubah tegangan jaringan atau tegangan dari trafo menjadi tegangan rendah yang stabil, misalnya 12 V untuk relai dan 5 V atau 3,3 V untuk mikrokontroler.
    2. Mikrokontroler: pengolah, memori program, memori data, dan pin. Buku yang sama dalam narasi mencatat bahwa hubungan antara memori dan pengolah dicapai melalui bus alamat.
    3. Memori parameter: menyimpan setelan dan riwayat galat walaupun listrik padam.
    4. Rangkaian masukan: menyesuaikan sinyal sensor, sakelar, dan tombol supaya aman dibaca mikrokontroler.
    5. Rangkaian keluaran: transistor, relai, atau triac yang menggerakkan kontaktor, katup, pompa, dan lampu.
    6. Komunikasi dan tampilan: layar, tombol, dan sambungan ke perangkat lain.

    Narasi yang sama mengutip sebuah laporan proyek mikrokontroler yang menyebut ciri sebuah mikrokontroler dengan sampai 45 pin masukan dan keluaran umum yang tahan 5 V. Setiap pin mempunyai batas tegangan dan arus; papan dirancang supaya sinyal dari luar tidak langsung mengenai pin.

    Catu daya papan

    Sebagian besar kerusakan papan yang tampak "mati" atau "berkelakuan aneh" berawal dari catu daya. Narasi Teknik Elektro dan Elektronika mengutip buku diagnosis dan perbaikan elektronika konsumen bahwa regulator transistor atau IC yang rusak mungkin tidak memberi tegangan yang benar ke IC penggerak, dan agar regulator transistor yang bocor diperiksa bila tegangan keluarannya lebih rendah dari normal. Buku manual perbaikan elektronika dalam narasi yang sama meminta diperiksa apakah jalur siaga memasok 5 V yang diperlukan.

    Ada dua jenis regulator. Narasi itu mengutip buku panduan elektronika bahwa, berbeda dengan regulator pensaklaran, regulator linear bekerja terus-menerus seratus persen waktu. Regulator linear membuang selisih tegangan sebagai panas, sehingga cepat panas bila beban berlebih. Regulator pensaklaran lebih efisien, tetapi bagian primernya bertegangan jaringan. Buku diagnosis elektronika dalam narasi mengingatkan bahwa semua komponen yang terhubung ke lilitan primer trafo pensaklaran berada pada potensial tanah panas, artinya bertegangan berbahaya terhadap rangka dan tanah. Pengukuran di bagian itu memakai alat ukur dengan kategori yang sesuai, seperti di Bab 14 · Kelistrikan & Kendali, dan acuan ukur yang benar.

    Tanda catu daya bermasalah: tegangan rendah atau turun naik, regulator sangat panas, kapasitor elektrolit menggembung, dan gejala yang muncul hanya ketika relai atau beban tertentu bekerja.

    Reset, jam, dan anjing penjaga

    Narasi Berpikir Komputasional mengutip buku panduan elektronika bahwa reset saat daya dinyalakan menempatkan mikrokontroler dalam keadaan reset ketika listrik pertama kali diberikan, dan bahwa jam instruksi penting dalam rancangan sistem tertanam. Tiga rangkaian ini menentukan apakah mikrokontroler dapat bekerja sama sekali:

    1. Reset saat daya dinyalakan: menahan mikrokontroler sampai catu stabil, lalu memulai program dari awal.
    2. Pendeteksi tegangan turun: mereset mikrokontroler bila catu turun di bawah ambang, supaya program tidak berjalan kacau pada tegangan rendah. Pada kasus pembuka, rangkaian inilah yang terus mereset papan.
    3. Jam: kristal atau resonator yang menentukan kecepatan kerja. Jam yang berhenti membuat mikrokontroler diam.
    4. Anjing penjaga: pewaktu yang mereset mikrokontroler bila program berhenti memberi tanda hidup, misalnya karena macet. Fungsinya dibahas lebih rinci di bab keandalan perangkat lunak kendali rak ini.

    Reset berulang terlihat sebagai layar yang berkedip, bunyi awal yang berulang, atau relai yang berdetak setiap beberapa detik. Gejala itu menunjuk catu, jam, atau program yang macet, bukan hampir pasti papan yang rusak.

    Masukan digital

    Masukan digital hanya membedakan dua keadaan, tinggi atau rendah, misalnya sakelar pintu tertutup atau terbuka. Narasi Berpikir Komputasional mengutip buku panduan elektronika bahwa keadaan pin masukan dan keluaran umum tetap pada nilai asalnya setelah sebuah instruksi dilaksanakan, dan bahwa sebagai contoh, sebuah sakelar dapat diganti dengan tombol tekan. Rangkaian masukan yang umum (nilai literatur umum):

    1. Resistor penarik ke atas atau ke bawah: memastikan pin mempunyai keadaan yang jelas ketika sakelar terbuka. Tanpa itu, pin mengambang dan membaca derau.
    2. Penyaring dan peredam pantulan: kontak mekanis memantul beberapa milidetik saat menutup; penyaring rangkaian atau program membuat pantulan itu tidak terbaca sebagai beberapa tekanan.
    3. Pemisah optik: memisahkan sinyal dari luar, misalnya 24 V atau tegangan jaringan, dari mikrokontroler, sehingga gangguan dan tegangan berbahaya tidak sampai ke pin.
    4. Ambang tegangan: tegangan di antara ambang rendah dan tinggi tidak jelas terbaca; sakelar yang kotor atau kabel yang panjang dapat menghasilkan tegangan di daerah itu.

    Sensor diskret tiga kawat dengan keluaran PNP atau NPN dan pengawatannya dibahas di Bab 59 · Kelistrikan & Kendali.

    Masukan analog dan pengubah analog ke digital

    Sensor suhu, tekanan, dan level memberi tegangan atau arus yang berubah terus. Narasi Berpikir Komputasional mengutip buku penjelasan elektronika bahwa inti proses ini adalah transduser atau sensor. Narasi Teknik Elektro dan Elektronika mengutip buku elektronika praktis bahwa sinyal analog yang akan diubah menjadi kata digital harus dicuplik lebih dulu, dan narasi Matematika Teknik mengutip buku dasar instrumentasi dan pengukuran bahwa kuantisasi sinyal waktu diskret menimbulkan batas ketelitian.

    Pengubah analog ke digital dengan nn bit dan tegangan acuan VrefV_{\text{ref}} membagi rentang menjadi 2n2^n langkah:

    ΔV=Vref2n,N=VinVref (2n−1)\Delta V = \frac{V_{\text{ref}}}{2^n}, \qquad N = \frac{V_{\text{in}}}{V_{\text{ref}}}\,(2^n - 1)

    dengan NN angka hasil konversi. Sensor resistif seperti termistor biasanya dipasang dalam pembagi tegangan bersama resistor tetap, sehingga perubahan hambatan menjadi perubahan tegangan. Narasi Berpikir Komputasional juga mengutip buku penjelasan elektronika tentang bentuk sinyal ketika derau ditambahkan; derau pada kabel sensor ikut terbaca dan sering tampak sebagai nilai yang berlompatan.

    Papan yang dirancang baik mengenali sensor putus dan sensor hubung singkat: tegangan yang mendekati batas atas atau batas bawah rentang dibaca sebagai galat sensor, tidak sebagai suhu ekstrem. Bila papan tidak melakukannya, sensor yang putus dapat terbaca sebagai sangat dingin dan pemanas menyala terus, sehingga pengaman suhu perangkat keras tetap diperlukan.

    Keluaran dan penggerak

    Pin mikrokontroler hanya mampu mengalirkan arus kecil, biasanya belasan sampai puluhan miliampere (nilai literatur umum), sehingga beban dihubungkan melalui penggerak:

    1. Transistor atau MOSFET untuk relai kecil, lampu, katup solenoid arus searah, atau kipas.
    2. Relai untuk beban yang lebih besar atau bertegangan jaringan; kumparannya digerakkan transistor.
    3. Triac atau relai padat untuk beban arus bolak-balik yang sering dihidup-matikan.
    4. Modulasi lebar pulsa, yaitu menyalakan dan mematikan dengan cepat dengan perbandingan waktu tertentu, untuk mengatur kecepatan kipas atau pompa arus searah.

    Kumparan relai dan solenoid menyimpan energi magnet. Saat dimatikan, kumparan menghasilkan lonjakan tegangan yang dapat merusak transistor penggerak; dioda bebas yang dipasang terbalik di kumparan menyerap lonjakan itu. Dioda yang hilang atau putus adalah penyebab umum transistor penggerak yang terus rusak.

    Narasi Berpikir Komputasional juga mengutip buku proyek elektronika tentang keterampilan penting seperti cara tidak merusak proyek sendiri; di lapangan, cara paling umum merusak papan adalah menyambung beban yang arusnya melebihi kemampuan keluaran, atau menghubung-singkat keluaran saat mengukur.

    Hubungan dengan PLC dan relai pintar

    Narasi Berpikir Komputasional mengutip buku teknik elektro tentang perangkat yang disambungkan ke modul masukan dan keluaran PLC. PLC dan relai pintar, yang dibahas di Bab 63 · Kelistrikan & Kendali, juga berisi mikrokontroler, tetapi dikemas dengan rangkaian masukan dan keluaran yang tahan lingkungan industri, catu yang terpisah, dan program yang dapat diubah pengguna. Papan kendali mesin dibuat khusus untuk satu jenis mesin, programnya ditanam pabrik, dan masukan dan keluarannya sering langsung di papan. Cara mendiagnosisnya sama: catu, masukan, program atau keadaan, dan keluaran, diperiksa berurutan.

    Diagnosis papan langkah demi langkah

    Urutan yang umum dipakai sebelum menyimpulkan papan rusak (nilai literatur umum):

    1. Keselamatan: kenali bagian bertegangan jaringan di papan dan pakai alat ukur yang sesuai. Lepas daya dan isolasi sebelum mencabut konektor.
    2. Pemeriksaan visual: bekas panas, komponen menggembung, jalur putus, korosi, konektor longgar, air atau kotoran di papan.
    3. Memori galat: baca dan catat kode galat sebelum mereset, seperti di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis.
    4. Catu daya: ukur setiap tegangan catu papan dengan beban terpasang. Bila rendah, lepas konektor beban satu per satu untuk mencari yang membebani.
    5. Reset dan jam: perhatikan apakah papan terus memulai ulang.
    6. Masukan: bandingkan tampilan nilai sensor di menu servis dengan ukuran langsung, misalnya suhu air dengan termometer, atau hambatan sensor dengan tabel pabrik.
    7. Keluaran: dari menu uji, perintahkan satu keluaran menyala dan ukur tegangan di beban. Bila papan memberi tegangan tetapi beban tidak bekerja, masalahnya di kabel atau beban.
    8. Baru kemudian papan: bila catu, masukan, dan keluaran luar sudah terbukti baik dan gejala tetap ada, papan atau programnya dicurigai.

    Langkah 4 sampai 7 sering menemukan penyebab di luar papan, seperti pada kasus pembuka, dan menghemat papan pengganti yang mahal.

    Contoh kerja

    Contoh 1: resolusi pengubah analog ke digital. Pengubah 10 bit dengan acuan 5 V mempunyai langkah 5/1.024=4,885/1.024 = 4{,}88 mV. Pengubah 12 bit dengan acuan yang sama mempunyai langkah 1,22 mV. Bila sensor memberi 10 mV per derajat, pengubah 10 bit dapat membedakan sekitar 0,5 derajat, dengan syarat derau lebih kecil dari satu langkah.

    Contoh 2: termistor dalam pembagi tegangan. Termistor 10 kΩ pada 25 °C dipasang dengan resistor tetap 10 kΩ ke 5 V. Pada 25 °C, tegangan 2,5 V dan angka 10 bit sekitar 512. Pada 60 °C, termistor dengan parameter beta 3.950 (nilai literatur umum untuk jenis yang sering dipakai) bernilai sekitar 2,49 kΩ, tegangan 5×2,49/12,49=1,05 \times 2{,}49/12{,}49 = 1{,}0 V, dan angka sekitar 204. Bila sensor hubung singkat, tegangan mendekati 0 V; bila putus, mendekati 5 V. Papan yang baik membaca kedua keadaan itu sebagai galat sensor.

    Contoh 3: panas regulator linear. Regulator linear menurunkan 12 V menjadi 5 V dengan arus 150 mA. Panas (12−5)×0,15=1,05(12 - 5) \times 0{,}15 = 1{,}05 W, cukup membuat regulator kecil tanpa pendingin sangat panas. Regulator pensaklaran dengan efisiensi sekitar 85% hanya menyerap 5×0,15/0,85=0,885 \times 0{,}15/0{,}85 = 0{,}88 W dari 12 V, dengan rugi sekitar 0,13 W.

    Contoh 4: mencari beban yang menekan catu. Pada kasus pembuka, catu 5 V terukur 3,9 sampai 4,4 V. Konektor dilepas satu per satu dengan daya dimatikan setiap kali: setelah konektor tampilan dilepas, tegangan masih rendah; setelah konektor sensor suhu tangki dilepas, tegangan 5,0 V. Hambatan antara kabel sensor dan rangka diukur dan ternyata hampir nol. Kabel diganti dan dirutekan menjauhi pemanas.

    Contoh 5: resistor penarik ke atas. Sakelar pintu menghubungkan pin ke 0 V, dengan resistor penarik 10 kΩ ke 5 V. Saat sakelar tertutup, arus 5/10.000=0,55/10.000 = 0{,}5 mA. Pada kabel panjang di lingkungan lembap, arus sekecil itu kadang tidak cukup membersihkan kontak; sebagian rancangan memakai arus beberapa miliampere atau memakai sakelar berkontak emas. Penggantian sakelar harus mengikuti jenis dari pabrik.

    Contoh 6: penggerak relai. Kumparan relai 12 V dengan hambatan 400 Ω menyerap 12/400=3012/400 = 30 mA. Arus itu digerakkan transistor, tidak langsung oleh pin, dan kumparannya diberi dioda bebas. Bila transistor penggerak rusak berulang setelah diganti, dioda itu diperiksa lebih dulu.

    Contoh 7: modulasi lebar pulsa. Kipas arus searah 12 V digerakkan dengan perbandingan nyala 25%. Tegangan rata-rata 0,25×12=30{,}25 \times 12 = 3 V. Multimeter biasa dapat menunjukkan angka rata-rata itu, tetapi tegangan sesaat di kipas tetap 0 atau 12 V; untuk melihat bentuknya diperlukan osiloskop.

    Contoh 8: reset karena relai. Papan dispenser kadang memulai ulang tepat saat relai pompa menyala. Tegangan 5 V diukur dengan pencatat nilai minimum dan turun sesaat ke 4,2 V setiap relai menyala, di bawah ambang pendeteksi tegangan turun sekitar 4,3 V (angka latihan). Penyebabnya kapasitor penyangga catu yang menua; setelah diganti, penurunan hanya sampai 4,8 V dan papan tidak lagi memulai ulang.

    Contoh 9: menu uji keluaran. Dari menu servis, keluaran katup isi diperintahkan menyala. Tegangan 230 V terukur di konektor papan, tetapi katup tidak membuka. Hambatan kumparan katup diukur tak hingga: kumparan putus. Papan tidak perlu diganti; katup yang diganti.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan pada papan dan minta keputusan penyelia atau dukungan pabrik bila:

    1. Papan mempunyai bagian bertegangan jaringan dan pengukuran memerlukan kerja di dekat bagian itu tanpa alat ukur dan prosedur yang sesuai.
    2. Ada bekas terbakar, komponen meledak, atau bau hangus pada papan.
    3. Diagnosis memerlukan menjembatani masukan pengaman, seperti sakelar pintu atau pengaman suhu, untuk "melihat apakah papan bekerja".
    4. Penggantian papan memerlukan pemuatan program atau parameter yang tidak tersedia atau tidak jelas versinya.
    5. Papan pengganti berbeda nomor atau versinya dari papan asli tanpa pernyataan kesetaraan dari pabrik.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Layar mati berarti papan rusak." Catu daya, beban yang menekan catu, atau sekring sering menjadi penyebabnya.
    2. "Ganti papan dulu, nanti dilihat." Papan pengganti yang mengalami gejala yang sama membuang biaya dan waktu.
    3. "Semua bagian papan bertegangan rendah." Bagian primer catu pensaklaran bertegangan jaringan.
    4. "Nilai sensor di layar pasti benar." Nilai itu dihitung dari tegangan yang dapat terganggu kabel, sambungan, dan derau.
    5. "Pin mikrokontroler dapat langsung menggerakkan relai." Pin hanya mampu arus kecil; diperlukan penggerak.
    6. "Dioda kecil di kumparan relai tidak penting." Tanpa dioda itu, transistor penggerak dapat rusak berulang.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 2 · Kelistrikan & Kendali memberi dasar sensor dan relai, Bab 59 · Kelistrikan & Kendali sensor diskret, Bab 63 · Kelistrikan & Kendali PLC dan relai pintar, Bab 8 · Dishwashing kendali elektronik mesin pencuci piring, Bab 14 · Kelistrikan & Kendali keselamatan alat ukur, dan Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis cara menangkap gangguan yang berselang. Bab berikutnya di rak ini membahas bilangan dan representasi data yang dipakai papan untuk menyimpan nilai sensor, parameter, dan kode galat.

    Latihan dan pembahasan

    1. Sebutkan enam bagian sebuah papan kendali dan satu gejala bila bagian itu bermasalah.
    2. Pengubah 12 bit memakai acuan 3,3 V. Berapa langkahnya, dan berapa angka hasil untuk masukan 1,65 V?
    3. Regulator linear menurunkan 24 V menjadi 5 V dengan arus 100 mA. Berapa panasnya?
    4. Layar berkedip setiap beberapa detik. Sebutkan tiga dugaan penyebab dan cara membedakannya.
    5. Mengapa sensor suhu yang putus berbahaya bila papan tidak mengenalinya sebagai galat?
    6. Menu uji menunjukkan keluaran pompa menyala, tetapi pompa diam. Bagaimana memastikan apakah masalahnya di papan atau di luar papan?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Catu daya (layar mati atau papan memulai ulang), mikrokontroler (tidak ada tanggapan sama sekali walaupun catu baik), memori parameter (setelan hilang setelah listrik padam), rangkaian masukan (nilai sensor tidak masuk akal), rangkaian keluaran (beban tidak menyala walaupun diperintah), dan komunikasi atau tampilan (tombol tidak bertanggapan atau layar kosong).
    2. Langkah 3,3/4.096=0,813{,}3/4.096 = 0{,}81 mV. Angka hasil 1,65/3,3×4.095=2.0481{,}65/3{,}3 \times 4.095 = 2.048, kira-kira di tengah rentang.
    3. (24−5)×0,1=1,9(24 - 5) \times 0{,}1 = 1{,}9 W, terlalu besar untuk regulator kecil tanpa pendingin; regulator pensaklaran lebih cocok.
    4. Catu yang turun (diukur dengan pencatat nilai minimum), beban yang menekan catu (dicari dengan melepas konektor satu per satu), dan program yang macet sehingga anjing penjaga mereset (gejala tetap ada walaupun catu stabil dan semua beban dilepas). Jam yang tidak stabil juga mungkin, tetapi lebih jarang; dugaan itu diperiksa terakhir, setelah catu dan beban terbukti baik.
    5. Sensor putus pada pembagi tegangan dapat terbaca sebagai suhu sangat rendah, sehingga papan terus menyalakan pemanas. Tanpa pengaman suhu perangkat keras, air atau elemen dapat terlalu panas.
    6. Ukur tegangan di konektor keluaran papan saat keluaran diperintah. Bila ada tegangan yang benar, periksa kabel, sambungan, dan pompa; bila tidak ada, periksa penggerak dan relai di papan, setelah memastikan catu papan baik.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Sebutkan enam bagian sebuah papan kendali dan satu gejala bila bagian itu bermasalah.

    2

    Pengubah 12 bit memakai acuan 3,3 V. Berapa langkahnya, dan berapa angka hasil untuk masukan 1,65 V?

    3

    Regulator linear menurunkan 24 V menjadi 5 V dengan arus 100 mA. Berapa panasnya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat