Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Kelistrikan & Kendali · Bab 85Kuantitatif

    Transistor, MOSFET, dan sakelar elektronik: transistor dan MOSFET sebagai sakelar, penggerak relai dan solenoid, optocoupler, triac, dan relai keadaan padat

    Relai motor drum sebuah mesin pengering laundry kadang tidak menarik, terutama pagi hari saat mesin masih dingin. Relainya sudah diganti, dan gejalanya tetap. Penyebabnya transistor penggerak yang dulu diganti dengan transistor lain berkaki sama tetapi berpenguatan jauh lebih kecil, sehingga transistor itu tidak pernah jenuh. Bab ini menjelaskan sakelar elektronik di papan kendali: transistor bipolar sebagai sakelar dan perhitungan arus basis, penggerak sisi bawah dan sisi atas, MOSFET dan tegangan gate, panas dan pendingin, Darlington dan larik penggerak, optocoupler dan rasio transfer arus, thyristor, triac, dan relai keadaan padat, cara menguji transistor dan MOSFET, serta memilih komponen pengganti.

    26 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Mesin pengering 30 kilogram di sebuah laundry hotel kadang tidak memutar drumnya. Lampu program menyala, kipas berputar, tetapi relai motor drum di papan kendali tidak menarik. Gejalanya paling sering muncul pagi hari, saat mesin masih dingin; setelah satu atau dua siklus, mesin bekerja normal. Teknisi mengganti relai itu, dan seminggu kemudian gejalanya kembali.

    Catatan servis menunjukkan transistor penggerak relai itu pernah diganti setahun sebelumnya dengan transistor lain yang kakinya sama dan "jenisnya NPN juga". Transistor pengganti itu berpenguatan arus jauh lebih kecil. Dengan resistor basis asli, transistor tidak pernah jenuh: pada keadaan dingin koil relai hanya mendapat sekitar 17 V dari 24 V, sedikit di bawah tegangan tarik relai, dan transistor menanggung panas sekitar 0,3 W dalam kemasan kecil. Penguatan transistor naik ketika hangat, sehingga mesin bekerja setelah panel memanas. Bab ini menjelaskan cara transistor, MOSFET, optocoupler, dan triac bekerja sebagai sakelar di papan kendali, beserta perhitungan yang menunjukkan mengapa pengganti "yang mirip" tidak cukup.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas sakelar semikonduktor di papan kendali: transistor bipolar, MOSFET, Darlington dan larik penggerak, optocoupler, thyristor, triac, dan relai keadaan padat, termasuk perhitungan, panas, pengujian, dan penggantian. Fisika semikonduktor dan optokopler ada di Bab 26 · Fisika; resistor dan komponen pasif di Bab 83; dioda dan dioda bebas di Bab 84; daftar jenis keluaran papan dan diagnosis papan secara keseluruhan di Bab 2 · Komputasional; tegangan induksi koil dan peredamnya di Bab 11; pemilihan SSR, pendinginnya, dan kategori pemakaiannya di Bab 46; pemanas ber-SSR dan pembatas suhunya di Bab 58; SSR yang tidak boleh dipakai sebagai pemisah di Bab 31; keluaran sensor PNP dan NPN di Bab 59; keluaran transistor dan triac pada PLC di Bab 63; multimeter dan efek pembebanan di Bab 15; keselamatan alat ukur dan kerja aman di Bab 14 dan Bab 76; dan mesin pengering di Bab 15 · Laundry.

    Sumbernya adalah narasi Teknik Elektro dan Elektronika, terutama buku elektronika praktis, buku dasar elektronika, buku seni elektronika, buku troubleshooting dan perbaikan elektronik tanpa skema, manual perbaikan elektronik, buku teknik elektro, dan bahan ajar elektronika dasar berbahasa Indonesia, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Data komponen tertentu diambil dari lembar data pabrik; angka contoh adalah angka latihan.

    Transistor bipolar sebagai sakelar

    Buku elektronika yang dijelaskan secara sederhana dalam narasi mencatat bahwa tiga terminal transistor adalah kolektor, basis, dan emitor. Bahan ajar dasar listrik dan elektronika dalam narasi menggambarkan transistor sebagai dua dioda yang dipasang berlawanan, sehingga sambungan basis ke emitor dan basis ke kolektor dapat diuji seperti dioda. Arus kecil di basis mengendalikan arus besar di kolektor:

    IC≈β IBI_C \approx \beta \, I_B

    dengan β\beta penguatan arus. Buku elektronika praktis dalam narasi memberi contoh perhitungannya: dengan β\beta 250, arus kolektor 0,5 mA memerlukan arus basis 2 µA. Bahan ajar dasar elektronika dalam narasi mencatat bahwa ketika arus basis nol, tidak ada arus kolektor dan transistor tertutup.

    Sebagai sakelar, transistor hanya dipakai di dua keadaan (nilai literatur umum):

    1. Putus: arus basis nol, transistor tidak menghantar, dan seluruh tegangan catu ada di kolektor ke emitor.
    2. Jenuh: arus basis cukup besar sehingga tegangan kolektor ke emitor turun sampai sekitar 0,1 sampai 0,3 V, dan beban mendapat hampir seluruh tegangan catu.

    Di antara keduanya, transistor bekerja di daerah aktif: tegangan kolektor ke emitor besar sekaligus arusnya besar, sehingga panasnya besar. Itulah yang terjadi di kasus pembuka. Karena β\beta sangat bervariasi antartransistor, bergantung pada arus dan naik dengan suhu, arus basis dirancang beberapa kali lebih besar dari IC/βminI_C/\beta_{\text{min}}, misalnya dua sampai lima kali (nilai literatur umum):

    IB=k ICβmin,RB=Vkendali−VBEIBI_B = k \, \frac{I_C}{\beta_{\text{min}}}, \qquad R_B = \frac{V_{\text{kendali}} - V_{BE}}{I_B}

    dengan kk faktor kelebihan arus basis dan VBEV_{BE} sekitar 0,7 V. Daya transistor yang jenuh kecil: P=VCE(sat) ICP = V_{CE(\text{sat})} \, I_C.

    Penggerak sisi bawah dan sisi atas

    Penggerak sisi bawah memakai transistor NPN atau MOSFET kanal N di antara beban dan 0 V; beban tersambung tetap ke positif. Susunan ini paling umum di papan karena emitor atau source berada di 0 V yang sama dengan mikrokontroler. Penggerak sisi atas memakai PNP atau MOSFET kanal P di antara positif dan beban, sehingga beban tersambung tetap ke 0 V; susunan ini dipilih bila beban atau kabelnya harus bertegangan nol saat mati (nilai literatur umum). Buku troubleshooting dalam narasi mencatat bahwa bila tegangan terukur positif di kolektor dengan emitor terhubung ke 0 V, transistor itu jenis NPN. Susunan yang sama dipakai keluaran sensor tiga kawat di Bab 59.

    Keluaran kolektor terbuka hanya menarik ke 0 V. Buku elektronika praktis mencatat bahwa ketika transistor dimatikan, sebuah resistor menghubungkan logika ke +5 V, yaitu resistor penarik yang memberi keadaan tinggi.

    MOSFET

    MOSFET dikendalikan tegangan, bukan arus. Buku teknik elektro dalam narasi mencatat bahwa gate dipisahkan oleh lapisan tipis silikon dioksida, dan buku dasar elektronika mencatat bahwa karena resistansi gate yang sangat tinggi, praktis tidak ada arus gate. Buku seni elektronika dalam narasi menyebut bahwa MOSFET bekerja baik sebagai sakelar jenuh dan dapat menyakelar beban daya bila digerakkan langsung dari level logika.

    Yang menentukan di lapangan (nilai literatur umum):

    1. Tegangan gate: MOSFET standar baru menghantar penuh pada tegangan gate ke source sekitar 10 V; jenis level logika menghantar penuh pada 4,5 V atau bahkan 2,5 V. Lembar data menyebut resistansi hidup pada tegangan gate tertentu, dan angka itulah yang dipakai.
    2. Resistansi hidup RDS(on)R_{DS(\text{on})}: panasnya P=I2RDS(on)P = I^2 R_{DS(\text{on})}, dan resistansi itu naik ketika MOSFET panas.
    3. Resistor gate dan penarik ke bawah: resistor seri membatasi arus pengisian gate saat menyakelar, dan resistor ke source menjaga MOSFET mati bila keluaran pengendali mengambang, misalnya saat mikrokontroler baru dinyalakan.
    4. Dioda badan: MOSFET daya punya dioda internal dari source ke drain, sehingga arah pemasangannya tidak boleh terbalik.

    Muatan statis. Lapisan oksida gate sangat tipis. Buku dasar elektronika menyebut gate berisolasi pada dasarnya perangkat elektrostatik berresistansi sangat tinggi, dan buku elektronika praktis mengingatkan agar kaki komponen FET tidak disentuh saat ditangani. MOSFET pengganti disimpan dalam kemasan antistatis dan dipasang dengan gelang pembumian.

    Panas dan pendingin

    Buku teknik elektro dalam narasi mencatat bahwa rugi daya terjadi saat penyakelaran dan menjadi panas, sehingga transistor dipasang dengan sekrup ke pendingin. Bahan ajar dasar elektronika mencatat bahwa transistor daya sering memerlukan pendingin, dan bahwa suhu sambungan maksimum transistor silikon biasanya antara 150 dan 200 °C. Suhu sambungan dihitung dari daya dan resistansi termal berderet:

    Tj=Ta+P(Rθjc+Rθcs+Rθsa)T_j = T_a + P \left(R_{\theta jc} + R_{\theta cs} + R_{\theta sa}\right)

    dengan TaT_a suhu udara di sekitar, RθjcR_{\theta jc} dari sambungan ke kemasan, RθcsR_{\theta cs} dari kemasan ke pendingin, dan RθsaR_{\theta sa} dari pendingin ke udara, dalam K/W. Tanpa pendingin, dipakai RθjaR_{\theta ja} dari sambungan langsung ke udara. Manual perbaikan elektronik dalam narasi mencatat bahwa pemasangan ke pendingin sering memerlukan pasta pendingin. Pasta yang kering, sekrup yang kendur, atau isolator yang tertinggal saat penggantian menaikkan suhu sambungan. Buku troubleshooting mencatat bahwa transistor yang terlalu panas dapat menunjukkan bekas abu-abu atau putih di badannya dengan kaki yang hangus.

    Darlington dan larik penggerak

    Dua transistor yang disusun berderet sehingga transistor pertama menggerakkan basis transistor kedua disebut pasangan Darlington. Bahan ajar dasar elektronika dalam narasi mencatat kelebihan susunan ini, yaitu penguatan arusnya yang bisa sangat besar, dan buku panduan elektronika menyebutnya rangkaian yang populer. Akibatnya, tegangan basis ke emitornya sekitar 1,2 sampai 1,4 V dan tegangan jenuhnya sekitar 0,9 sampai 1,2 V, sehingga panasnya beberapa kali transistor tunggal pada arus yang sama (nilai literatur umum).

    Papan kendali sering memakai larik penggerak berisi tujuh atau delapan pasangan Darlington dalam satu IC, lengkap dengan dioda bebas untuk koil relai di dalamnya (nilai literatur umum). Satu kanal yang rusak tidak berarti seluruh IC harus dianggap baik: kanal lain yang berbagi kaki dioda bersama bisa ikut terbebani. Batas arus total IC dan panas paketnya juga harus diperiksa bila banyak kanal menyala bersama.

    Optocoupler

    Optocoupler menggabungkan LED dan fototransistor dalam satu kemasan, seperti dijelaskan di Bab 26 · Fisika. Buku elektronika praktis dalam narasi mencatat bahwa LED itu terpisah secara listrik dari transistornya, dan bahwa cahaya dari LED membangkitkan elektron bebas di fototransistor. Optocoupler dipakai untuk masukan dari luar papan, misalnya sinyal 24 V atau 230 V dari mesin, dan untuk umpan balik di catu daya pensakelaran.

    Ukuran utamanya adalah rasio transfer arus (CTR), perbandingan arus keluaran terhadap arus LED:

    IC,maks=CTR×IFI_{C,\text{maks}} = \text{CTR} \times I_F

    CTR bervariasi antarkomponen dan turun seiring umur LED dan suhu, sehingga rancangan memakai CTR minimum dengan cadangan (nilai literatur umum). Bila arus yang dibutuhkan resistor penarik di keluaran lebih besar dari CTR×IF\text{CTR} \times I_F, keluaran tidak turun penuh ke 0 V, dan mikrokontroler membaca keadaan yang tidak pasti. Buku troubleshooting mencatat bahwa IC pemisah diganti bila ditemukan resistansi rendah di sisi transistornya.

    Thyristor, triac, dan relai keadaan padat

    Buku dasar elektronika dalam narasi menjelaskan penyearah terkendali silikon (SCR) atau thyristor sebagai penyearah daya dengan elektroda gate untuk mengendalikan awal penghantaran, dan buku elektronika praktis mencatat bahwa bila gate berada pada potensial katoda, SCR tidak menghantar. Triac adalah komponen tiga terminal dua arah yang berisi dua thyristor saling berlawanan, seperti dijelaskan buku perhitungan instalasi listrik dalam narasi. Manual perbaikan elektronik mencatat bahwa thyristor dan triac sering dipakai pada tegangan tinggi dan jala-jala AC.

    Sifat yang penting bagi teknisi (nilai literatur umum):

    1. Mengunci sampai arus nol: sekali dipicu, triac terus menghantar sampai arus beban melewati nol, sehingga mematikan sinyal gate tidak memutus beban seketika.
    2. Penyalaan di tengah siklus: buku elektronika praktis mencatat bahwa bila triac dinyalakan di tengah siklus, beban mendapat tegangan bertangga. Tangga tegangan itu menimbulkan derau dan arus lonjakan, sehingga beban resistif biasanya dinyalakan di titik nol tegangan.
    3. Peredam RC dan arus bocor: peredam RC paralel triac melindunginya dari lonjakan tegangan, tetapi juga mengalirkan arus bocor saat triac mati, seperti di Contoh 8.
    4. Panas: tegangan jatuh triac sekitar 1 sampai 1,5 V pada arus kerja, sehingga triac berarus beberapa ampere memerlukan pendingin.

    Relai keadaan padat (SSR) adalah triac atau sepasang thyristor yang dipicu lewat optocoupler dalam satu kemasan. Buku instalasi listrik dalam narasi mencatat bahwa SSR menggantikan atau dipakai bersama relai elektromekanis. Pemilihannya, perhitungan pendinginnya, dan arus bocornya dibahas di Bab 46; kegagalan SSR yang paling berbahaya adalah hubung singkat, sehingga pemanas ber-SSR memerlukan pembatas suhu independen yang memutus lewat kontaktor, seperti di Bab 58; dan SSR tidak boleh dipakai sebagai pemisah untuk kerja aman, seperti di Bab 31.

    Menguji transistor dan MOSFET

    Pengujian tanpa daya memakai mode dioda multimeter, seperti dioda di Bab 84. Buku troubleshooting dalam narasi mencatat bahwa pengukuran dengan mode dioda di antara kaki transistor sangat akurat, dan manual perbaikan elektronik menyebut pengujian transistor biasanya bersifat baik atau tidak baik. Untuk NPN yang baik (nilai literatur umum): basis ke emitor dan basis ke kolektor membaca 0,5 sampai 0,7 V dengan probe merah di basis, arah sebaliknya OL, dan kolektor ke emitor OL di kedua arah. Untuk PNP, polaritas probe dibalik. Bahan ajar cara mengukur komponen dengan multimeter dalam narasi juga memberi cara menentukan kaki kolektor dan emitor dari polaritas probe.

    Di papan, komponen paralel ikut terbaca. Buku troubleshooting menyarankan melepas kaki basis untuk pengujian transistor yang akurat, dan manual perbaikan elektronik mencatat bahwa pemeriksaan transistor yang bocor harus selalu dilakukan di luar rangkaian.

    MOSFET diuji dengan cara lain karena gate-nya terisolasi. Bahan ajar yang sama memberi langkah awal menguji MOSFET dengan probe hitam di drain dan probe merah di gate. Urutan yang umum untuk kanal N (nilai literatur umum): gate dikosongkan dengan menyentuhkan gate ke source, drain ke source membaca OL ke satu arah dan tegangan dioda badan ke arah lain; gate lalu diisi sesaat dengan probe merah, dan drain ke source kini membaca rendah; setelah gate dikosongkan lagi, bacaan kembali OL. MOSFET yang membaca rendah di drain ke source tanpa pengisian gate adalah hubung singkat.

    Saat bekerja, transistor dan MOSFET diukur di kakinya: tegangan kolektor ke emitor atau drain ke source yang lebih dari beberapa ratus milivolt saat keluaran seharusnya menyala berarti transistor tidak jenuh, arus kendali kurang, atau beban terlalu besar.

    Memilih komponen pengganti

    Manual perbaikan elektronik dalam narasi mencatat bahwa penggantian transistor dengan jenis lain cukup umum, terutama pada peralatan berbiaya rendah. Pengganti dibandingkan pada semua rating, bukan hanya kaki dan jenisnya (nilai literatur umum):

    1. Tegangan: tegangan kolektor ke emitor atau drain ke source maksimum di atas tegangan catu dan lonjakan.
    2. Arus: arus kolektor atau drain maksimum dengan cadangan.
    3. Penguatan pada arus kerja: β\beta minimum pada arus beban, atau tegangan gate untuk resistansi hidup yang dibutuhkan.
    4. Daya dan kemasan: kemasan yang sama atau lebih besar, dengan pendingin yang sama.
    5. Urutan kaki: urutan kolektor, basis, dan emitor tidak seragam antarjenis walaupun kemasannya sama; urutan diperiksa di lembar data, bukan ditebak dari bentuk.

    Contoh kerja

    Contoh 1: resistor basis penggerak relai. Koil relai 24 V dengan resistansi 360 Ω menarik 24/360=66,724/360 = 66{,}7 mA. Dengan βmin=100\beta_{\text{min}} = 100 dan faktor kelebihan 3, arus basis 3×0,667=2,03 \times 0{,}667 = 2{,}0 mA. Dari keluaran 5 V: RB=(5−0,7)/0,002=2.150R_B = (5 - 0{,}7)/0{,}002 = 2.150 Ω, dipilih 2,2 kΩ. Daya transistor yang jenuh 0,2×0,0667=130{,}2 \times 0{,}0667 = 13 mW.

    Contoh 2: kasus pembuka. Resistor basis 4,7 kΩ memberi IB=4,3/4.700=0,915I_B = 4{,}3/4.700 = 0{,}915 mA. Rancangan asli memakai transistor dengan βmin=150\beta_{\text{min}} = 150, sehingga βIB=137\beta I_B = 137 mA, dua kali kebutuhan, dan transistor jenuh. Transistor pengganti dengan β=52\beta = 52 pada arus itu dalam keadaan dingin (angka latihan) hanya mengalirkan 52×0,915=47,652 \times 0{,}915 = 47{,}6 mA. Koil mendapat 0,0476×360=17,10{,}0476 \times 360 = 17{,}1 V, di bawah tegangan tarik relai 18 V (75 persen tegangan nominal, angka latihan), dan transistor menanggung (24−17,1)×0,0476=0,33(24 - 17{,}1) \times 0{,}0476 = 0{,}33 W. Ketika panel hangat dan β\beta naik sekitar 15 persen menjadi 60, arusnya 60×0,915=54,960 \times 0{,}915 = 54{,}9 mA dan koil mendapat 19,8 V, sehingga relai menarik, tetapi transistor tetap tidak jenuh dan menanggung (24−19,8)×0,0549=0,23(24 - 19{,}8) \times 0{,}0549 = 0{,}23 W.

    Contoh 3: MOSFET dan tegangan gate. Kipas 24 V, 2 A digerakkan MOSFET kanal N. MOSFET standar dengan RDS(on)=0,05R_{DS(\text{on})} = 0{,}05 Ω pada gate 10 V menanggung 22×0,05=0,22^2 \times 0{,}05 = 0{,}2 W. Bila gate hanya diberi 3,3 V dari mikrokontroler dan resistansinya menjadi sekitar 1 Ω (angka latihan), panasnya 22×1=42^2 \times 1 = 4 W. MOSFET level logika dengan 0,08 Ω pada 2,5 V menanggung 22×0,08=0,322^2 \times 0{,}08 = 0{,}32 W.

    Contoh 4: suhu sambungan. Untuk 4 W pada Contoh 3, dengan Rθjc=1,5R_{\theta jc} = 1{,}5 K/W, Rθcs=0,5R_{\theta cs} = 0{,}5 K/W, pendingin 10 K/W, dan udara panel 45 °C: Tj=45+4×12=93T_j = 45 + 4 \times 12 = 93 °C. Tanpa pendingin, dengan Rθja=62R_{\theta ja} = 62 K/W: 45+4×62=29345 + 4 \times 62 = 293 °C, jauh di atas batas 150 °C, sehingga MOSFET rusak.

    Contoh 5: optocoupler masukan 24 V. LED optocoupler dicatu dari sinyal mesin 24 V lewat resistor 2,2 kΩ: IF=(24−1,2)/2.200=10,4I_F = (24 - 1{,}2)/2.200 = 10{,}4 mA, dan daya resistor 0,01042×2.200=0,240{,}0104^2 \times 2.200 = 0{,}24 W, dipilih 0,5 W. Dengan CTR minimum 50 persen, keluaran dapat mengalirkan 5,2 mA. Resistor penarik 4,7 kΩ ke 5 V hanya membutuhkan 5/4.700=1,065/4.700 = 1{,}06 mA, sehingga keluaran turun penuh, bahkan setelah CTR menua menjadi 25 persen.

    Contoh 6: larik Darlington. Katup solenoid 24 V, 0,3 A digerakkan kanal larik Darlington dengan tegangan jenuh 1,0 V: panasnya 1,0×0,3=0,31{,}0 \times 0{,}3 = 0{,}3 W per kanal, dan empat katup yang menyala bersama memberi 1,2 W di satu IC. Transistor tunggal yang jenuh pada 0,2 V hanya menanggung 0,2×0,3=0,060{,}2 \times 0{,}3 = 0{,}06 W per kanal.

    Contoh 7: triac pemanas. Pemanas 1.000 W pada 230 V menarik 1.000/230=4,351.000/230 = 4{,}35 A. Dengan tegangan jatuh triac 1,2 V, panasnya 1,2×4,35=5,21{,}2 \times 4{,}35 = 5{,}2 W. Untuk suhu sambungan paling tinggi 125 °C, udara 45 °C, Rθjc=2R_{\theta jc} = 2 K/W, dan Rθcs=0,5R_{\theta cs} = 0{,}5 K/W, pendinginnya paling banyak (125−45)/5,2−2,5=12,9(125 - 45)/5{,}2 - 2{,}5 = 12{,}9 K/W.

    Contoh 8: tegangan "hantu" di keluaran triac. Peredam RC 47 nF di triac yang mati mempunyai reaktansi 1/(2π×50×47×10−9)=67,71/(2\pi \times 50 \times 47 \times 10^{-9}) = 67{,}7 kΩ. Multimeter berimpedansi 10 MΩ di keluaran tanpa beban membaca hampir seluruh 230 V, karena 67,7 kΩ jauh lebih kecil dari 10 MΩ. Dengan pemanas 52,9 Ω tersambung, tegangan di pemanas hanya sekitar 230×52,9/67.700=0,18230 \times 52{,}9/67.700 = 0{,}18 V. Bacaan 230 V tanpa beban tidak membuktikan triac hubung singkat; pengukuran diulang dengan mode impedansi rendah atau dengan beban, seperti di Bab 15.

    Contoh 9: membaca uji transistor. Pada transistor NPN, basis ke emitor membaca 0,66 V, basis ke kolektor 0,64 V, kedua arah balik OL, tetapi kolektor ke emitor membaca 0,02 V di kedua arah. Transistor itu hubung singkat kolektor ke emitor walaupun kedua sambungan dioda tampak baik, sehingga pengukuran kolektor ke emitor selalu disertakan.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada orang berwenang bila:

    1. Triac, SSR, atau penggerak yang diperiksa bertegangan jala-jala dan harus diukur saat bertegangan tanpa alat ukur berkategori sesuai, seperti di Bab 14.
    2. SSR atau triac pemanas ditemukan hubung singkat dan pembatas suhu independen tidak ada atau tidak memutus lewat kontaktor, seperti di Bab 58.
    3. Keluaran SSR atau triac akan dianggap sebagai pemisah untuk bekerja pada beban, seperti di Bab 31.
    4. Transistor pengganti dengan rating setara tidak tersedia dan pemilik meminta pengganti "yang kakinya sama" dipasang.
    5. Penggerak berada di rangkaian fungsi keselamatan mesin, misalnya kunci pintu, pemutus pemanas, atau katup gas, sehingga papan diganti dengan suku cadang asli.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Transistor pengganti cukup sama jenis dan kakinya." Penguatan, tegangan, daya, dan urutan kaki juga harus sesuai.
    2. "Transistor yang menyala pasti jenuh." Tanpa arus basis cukup, transistor bekerja di daerah aktif dan panas.
    3. "MOSFET apa saja bisa digerakkan langsung dari mikrokontroler." MOSFET standar memerlukan tegangan gate sekitar 10 V.
    4. "Mematikan gate triac langsung memutus beban." Triac menghantar sampai arus berikutnya melewati nol.
    5. "Bacaan 230 V di keluaran triac yang mati berarti triac hubung singkat." Peredam RC dan arus bocor dapat menghasilkan bacaan itu tanpa beban.
    6. "Optocoupler tidak pernah aus." CTR turun seiring umur dan suhu.
    7. "SSR yang mati sama dengan beban yang terputus." SSR tetap bocor dan dapat gagal hubung singkat.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 26 · Fisika menjelaskan fisika semikonduktor dan optokopler, Bab 83 komponen pasif, Bab 84 dioda dan dioda bebas, Bab 2 · Komputasional keluaran papan kendali, Bab 11 peredam koil, Bab 46 SSR, Bab 58 pemanas ber-SSR, Bab 31 pemisahan, Bab 59 keluaran sensor PNP dan NPN, Bab 63 keluaran PLC, Bab 15 multimeter, Bab 14 dan Bab 76 keselamatan, dan Bab 15 · Laundry mesin pengering.

    Latihan dan pembahasan

    1. Koil relai 12 V dengan resistansi 160 Ω digerakkan dari keluaran 3,3 V lewat transistor dengan βmin=80\beta_{\text{min}} = 80. Dengan faktor kelebihan 3, berapa resistor basisnya?
    2. MOSFET dengan RDS(on)=0,02R_{DS(\text{on})} = 0{,}02 Ω mengalirkan 5 A. Berapa panasnya?
    3. Transistor menanggung 2 W dengan resistansi termal total 25 K/W di udara 50 °C. Berapa suhu sambungannya, dan apakah masih di bawah 150 °C?
    4. Optocoupler dengan arus LED 5 mA dan CTR minimum 20 persen menggerakkan resistor penarik ke 5 V. Apakah resistor 10 kΩ dan 1 kΩ sama-sama bekerja?
    5. Triac mengendalikan pemanas 2 kW pada 230 V dengan tegangan jatuh 1,2 V. Berapa arus dan panasnya?
    6. Multimeter membaca 225 V di keluaran triac yang mati tanpa beban. Apa artinya, dan bagaimana memastikannya?

    Kunci jawaban beralasan

    1. IC=12/160=75I_C = 12/160 = 75 mA, IB=3×75/80=2,8I_B = 3 \times 75/80 = 2{,}8 mA, dan RB=(3,3−0,7)/0,0028=929R_B = (3{,}3 - 0{,}7)/0{,}0028 = 929 Ω, dipilih 910 Ω atau 1 kΩ; dengan 1 kΩ arus basisnya 2,6 mA, faktor kelebihannya masih sekitar 2,8.
    2. 52×0,02=0,55^2 \times 0{,}02 = 0{,}5 W, yang biasanya masih memerlukan luasan tembaga papan atau pendingin kecil, bergantung pada kemasannya.
    3. Tj=50+2×25=100T_j = 50 + 2 \times 25 = 100 °C, masih di bawah 150 °C dengan cadangan 50 K.
    4. Keluaran paling banyak 0,20×5=10{,}20 \times 5 = 1 mA. Resistor 10 kΩ membutuhkan 0,5 mA, sehingga bekerja; resistor 1 kΩ membutuhkan 5 mA, sehingga keluaran tidak turun penuh dan keadaannya tidak pasti.
    5. I=2.000/230=8,7I = 2.000/230 = 8{,}7 A dan panas 1,2×8,7=10,41{,}2 \times 8{,}7 = 10{,}4 W, sehingga triac memerlukan pendingin yang dihitung seperti Contoh 7.
    6. Bacaan itu dapat berasal dari arus bocor lewat peredam RC ke multimeter berimpedansi tinggi, bukan dari triac yang hubung singkat. Pengukuran diulang dengan mode impedansi rendah atau dengan beban tersambung; bila beban tetap bertegangan penuh saat triac mati, triac atau SSR itu hubung singkat.

    Referensi

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Koil relai 12 V dengan resistansi 160 Ω digerakkan dari keluaran 3,3 V lewat transistor dengan βmin=80\beta_{\text{min}} = 80. Dengan faktor kelebihan 3, berapa resistor basisnya?

    2

    MOSFET dengan RDS(on)=0,02R_{DS(\text{on})} = 0{,}02 Ω mengalirkan 5 A. Berapa panasnya?

    3

    Transistor menanggung 2 W dengan resistansi termal total 25 K/W di udara 50 °C. Berapa suhu sambungannya, dan apakah masih di bawah 150 °C?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat