Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Bangunan & Fasilitas · Bab 10Kuantitatif

    Hidrolika drainase: Manning, kemiringan, kecepatan gerus, kapasitas, loncatan hidraulik, buangan sesaat mesin, dan air hujan

    Saluran buangan dapur sebuah hotel tersumbat lemak setiap dua bulan walaupun pipanya cukup besar, sementara saluran laundry di sebelahnya meluap setiap kali dua mesin menguras bersamaan. Pada musim hujan, talang atap gedung yang sama melimpas ke dinding. Ketiga gejala itu dijelaskan oleh aliran gravitasi di pipa miring. Bab ini membahas aliran sebagian penuh, rumus Manning dan koefisien kekasaran, kecepatan gerus, kemiringan, kapasitas setengah penuh, kecepatan akhir di pipa tegak dan loncatan hidraulik di kakinya, buangan sesaat mesin dan bak penampung, serta debit air hujan atap dengan metode rasional. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    22 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Saluran buangan dapur sebuah hotel harus dibersihkan dari endapan lemak setiap dua bulan, walaupun diameternya satu ukuran lebih besar daripada gambar rencana. Di sebelahnya, saluran laundry meluap dari pipa tegak terbuka setiap kali dua mesin menguras bersamaan, padahal kapasitas pipa itu menurut kontraktor "cukup untuk enam mesin". Pada musim hujan, talang atap gedung yang sama melimpas ke dinding, dan noda air muncul di plafon lantai teratas.

    Tiga gejala itu berasal dari satu jenis aliran: air yang mengalir karena gravitasi di pipa atau talang miring, dengan permukaan bebas. Aliran itu berbeda dari aliran di pipa air bersih yang penuh dan bertekanan. Bab ini menjelaskan cara menghitungnya.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas aliran sebagian penuh, rumus Manning, kecepatan gerus, kemiringan, kapasitas, pipa tegak dan loncatan hidraulik, buangan sesaat mesin, dan air hujan atap. Sumber pemilik adalah narasi disiplin Teknik Bangunan dan Fasilitas, terutama bagian Sistem Plumbing Gedung Lanjutan tentang hidrolika pipa drainase dan drainase air hujan, yang merujuk Practical Plumbing Engineering dan buku plumbing gedung bertingkat.

    Perangkap, ven, dan zona busa ada di bab air buangan, perangkap, dan ven; sambungan buangan mesin dan celah udara di bab fixture dan sambungan peralatan. Perangkap lemak dibahas di bab pemeliharaan plumbing di tingkat berikutnya rak ini, dan pengolahan limbah laundry di Bab 17 · Laundry. Ukuran pipa buangan, kemiringan minimum, fixture unit buangan, intensitas hujan rencana, dan ukuran talang yang berlaku diatur SNI 8153-2015, peraturan setempat, dan data hujan setempat; angkanya tidak disalin. Angka dari buku Amerika dalam narasi ditulis sebagai contoh dari buku sumber; angka lain diberi tanda angka latihan.

    Aliran sebagian penuh di pipa miring

    Pipa buangan mendatar dipasang miring dan tidak dirancang mengalir penuh. Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa pipa buangan gedung untuk air kotor dirancang mengalir setengah penuh pada beban puncak. Ruang udara di atas air memungkinkan udara bergerak bebas ke ven, sehingga tekanan di pipa tetap dekat tekanan atmosfer dan segel perangkap tidak terganggu, seperti dibahas di bab air buangan.

    Aliran seperti ini disebut aliran saluran terbuka. Gaya yang mendorong air adalah komponen berat air sepanjang kemiringan pipa, dan yang menahan adalah gesekan dinding. Ketika keduanya seimbang, kedalaman dan kecepatan air tetap sepanjang pipa; ini disebut aliran seragam. Buku yang sama mencatat bahwa sambungan cabang ke separuh atas pipa buangan gedung dianjurkan, sehingga air dari cabang masuk di atas permukaan air dan tidak membendung aliran utama.

    Rumus Manning

    Kecepatan aliran seragam di saluran terbuka dihitung dengan rumus Manning. Dalam satuan SI:

    v=1nR2/3S1/2v = \frac{1}{n} R^{2/3} S^{1/2}

    dengan vv kecepatan rata-rata dalam m/s, nn koefisien kekasaran Manning, RR jari-jari hidraulik dalam m, yaitu luas penampang basah dibagi keliling basah, dan SS kemiringan pipa dalam m/m. Debit adalah Q=vAQ = v A, dengan AA luas penampang basah.

    Untuk pipa bulat berdiameter DD yang mengalir penuh atau tepat setengah penuh, R=D/4R = D/4. Akibatnya, kecepatan pada setengah penuh sama dengan kecepatan pada penuh, sedangkan debitnya separuh (Contoh 1). Pada kedalaman yang lebih rendah daripada setengah, kecepatan turun.

    Bagian plumbing lanjutan dalam narasi mencatat nilai nn dari Practical Plumbing Engineering untuk pipa besi cor dan pipa baja galvanis: 0,012 untuk ukuran 1,25 sampai 1,5 inci, 0,013 untuk 2 sampai 3 inci, 0,014 untuk 4 inci, 0,015 untuk 5 sampai 6 inci, dan 0,016 untuk 8 inci ke atas. Nilai itu naik dengan ukuran pada tabel buku sumber; pipa PVC lebih licin, dan nilainya diambil dari data pabrik. Narasi juga mencatat contoh tabel buku sumber: pipa 4 inci pada kemiringan 1/4 inci per kaki mengalirkan sekitar 114 gpm saat penuh, dan pipa 6 inci sekitar 315 gpm. Contoh 2 menunjukkan bahwa rumus Manning memberi angka yang sama.

    Rumus Manning memperlihatkan dua sifat yang penting di lapangan:

    1. Kemiringan berpengaruh dengan akar kuadrat. Kemiringan dua kali lipat hanya menaikkan kecepatan sekitar 41 persen.
    2. Diameter berpengaruh kuat pada debit. Debit penuh sebanding dengan D8/3D^{8/3}: pipa satu setengah kali lebih besar mengalirkan hampir tiga kali debit pada kemiringan yang sama.

    Kecepatan gerus

    Air buangan membawa pasir, sisa makanan, serat, dan lemak. Bila kecepatannya terlalu rendah, padatan mengendap di dasar pipa dan lama-kelamaan menyumbat. Practical Plumbing Engineering dalam sumber menganjurkan kecepatan 2 ft/s atau 0,61 m/s sebagai minimum untuk menimbulkan efek gerus di pipa yang membawa air kotor. Narasi mencatat bahwa untuk buangan berlemak dianjurkan minimum sekitar 4 ft/s atau 1,22 m/s, karena lemak mengendap dan mengeras di dinding pipa yang dingin. Keduanya contoh dari buku sumber, bukan ketentuan di Indonesia.

    Kecepatan gerus menjelaskan kasus dapur di awal bab. Pipa yang lebih besar dengan debit yang sama mengalir lebih dangkal, dan pada kedalaman rendah kecepatannya turun. Pipa yang terlalu besar justru lebih cepat kotor. Untuk lemak, kecepatan 1,22 m/s memerlukan kemiringan yang jarang dapat dicapai di dalam gedung (Contoh 4), sehingga lemak harus ditahan sebelum masuk ke pipa, yaitu di perangkap lemak.

    Kemiringan dan ruang yang tersedia

    Kemiringan dipilih di antara dua batas. Batas bawah adalah kecepatan gerus pada debit yang biasa terjadi, bukan hanya pada debit puncak. Batas atas datang dari ruang: pipa yang terlalu miring memerlukan tinggi langit-langit yang besar pada pipa panjang, dan kemiringan yang sangat curam pada pipa pendek membuat air meninggalkan padatan di belakangnya. Bahan modul plumbing dalam sumber mencatat bahwa cabang pipa air kotor harus dibuat dengan kemiringan yang benar dan lurus. Pipa yang melendut di antara penyangga membentuk cekungan tempat padatan mengendap, sehingga jarak penyangga di bab material pipa penting juga untuk drainase.

    Narasi mencatat bahwa beberapa modul pelatihan dasar memakai satu kemiringan 1/4 inci per kaki untuk semua ukuran, sedangkan kode yang lebih rinci membedakannya menurut diameter. Kemiringan minimum yang berlaku di Indonesia diambil dari SNI 8153-2015.

    Pipa tegak dan loncatan hidraulik

    Di pipa tegak buangan, air jatuh melekat pada dinding dan makin cepat sampai gesekan dinding menahannya. Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa setelah itu kecepatan tetap ketika aliran turun lebih jauh di pipa tegak; kecepatan tetap ini disebut kecepatan akhir. Narasi Fluida & Termal mengutip buku yang sama: untuk pipa tegak 3 inci yang mengalir pada kapasitas praktis yang dianjurkan, kecepatan akhirnya sekitar 10,2 ft/s atau 3,11 m/s. Kecepatan ini tercapai setelah jatuh beberapa meter dan tidak terus naik dengan tinggi gedung.

    Di kaki pipa tegak, air yang cepat masuk ke pipa mendatar yang alirannya jauh lebih lambat. Perubahan mendadak ini menimbulkan loncatan hidraulik: permukaan air naik tiba-tiba dan dapat memenuhi penampang pipa. Narasi mencatat bahwa loncatan terjadi kira-kira sepuluh kali diameter pipa tegak dari fitting dasar, dan Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa di hilir loncatan, aliran tidak tetap dan bergelombang berlanjut sampai gesekan menurunkan kecepatannya ke kecepatan aliran seragam.

    Di daerah ini udara terjebak dan tekanannya naik, sehingga perangkap yang tersambung dekat kaki pipa tegak mengalami tekanan balik dan zona busa, seperti di bab air buangan. Karena itu sambungan cabang dihindari di daerah loncatan.

    Fixture unit buangan

    Seperti pada air bersih di bab kebutuhan air, beban buangan dari fixture biasa dinyatakan dengan fixture unit buangan, yang memuat peluang pemakaian bersamaan. Bagian lanjutan narasi mencatat dari bahan modul plumbing dan buku keterampilan plumbing dasar bahwa satu fixture unit buangan kira-kira setara satu kaki kubik buangan per menit, yaitu 28,3 L/menit atau 0,47 L/s, kira-kira laju buangan puncak satu wastafel. Fixture unit dijumlahkan per ruas, lalu diubah menjadi ukuran pipa dengan tabel dalam ketentuan, yang sudah memperhitungkan aliran setengah penuh dan kemiringan.

    Angka 0,47 L/s per unit hanya untuk memberi rasa besaran, bukan untuk menjumlahkan debit, karena peluang pemakaian bersamaan makin kecil bila jumlah fixture makin banyak. Peralatan yang membuang dengan debit tetap dan terjadwal, seperti mesin cuci, dihitung terpisah dengan debit pengurasannya.

    Memeriksa saluran di lapangan

    Teknisi dapat memeriksa saluran yang bermasalah tanpa membongkar seluruhnya:

    1. Kemiringan. Diukur dengan waterpass dan meteran pada bagian pipa yang terlihat, atau dari elevasi dasar pipa di dua lubang pembersih.
    2. Uji aliran. Air dengan volume diketahui dituang di hulu, lalu waktu dan cara keluarnya diamati di hilir. Aliran yang tertahan lalu keluar mendadak menunjukkan cekungan atau sumbatan sebagian.
    3. Kamera pipa. Kamera yang dimasukkan dari lubang pembersih memperlihatkan endapan, lemak, akar, sambungan bergeser, dan pipa melendut.
    4. Catatan kejadian. Waktu meluap dicocokkan dengan jadwal mesin dan pemakaian dapur, karena luapan yang selalu bertepatan dengan pengurasan mesin menunjukkan masalah kapasitas, bukan sumbatan.

    Buangan sesaat mesin dan bak penampung

    Pipa buangan dari fixture biasa menerima aliran yang singkat dan acak. Mesin cuci industri, mesin pencuci piring, dan pengurasan tangki membuang volume besar dalam waktu singkat, sering dengan suhu tinggi. Bab fixture dan sambungan peralatan menunjukkan bahwa pipa tegak terbuka dapat meluap dalam beberapa detik bila debit masuk melebihi kapasitas keluarnya. Debit yang perlu dibandingkan dengan kapasitas pipa adalah debit puncak gabungan mesin yang dapat menguras bersamaan, bukan debit rata-rata harian.

    Ada dua cara menampung debit itu. Pertama, pipa yang cukup besar untuk debit gabungan pada setengah penuh. Kedua, bak penampung atau parit berperangkap yang menerima buangan mesin dengan cepat dan melepaskannya ke saluran gedung dengan debit lebih kecil; volume bak menyimpan selisih keduanya (Contoh 6). Pada kasus pembuka, kapasitas "enam mesin" dihitung dari rata-rata, padahal dua mesin yang menguras bersamaan sudah melampaui kapasitas setengah penuh pipa itu (Contoh 5). Suhu dan zat kimia buangan mesin juga menentukan bahan pipa dan bak, seperti di Bab 17 · Laundry dan Bab 10 · Dishwashing.

    Air hujan atap

    Air hujan dialirkan dari atap melalui talang dan pipa tegak air hujan ke saluran hujan, sumur resapan, atau penampungan. Debit puncak dari atap dihitung dengan metode rasional:

    Q=C i A3.600Q = \frac{C \, i \, A}{3.600}

    dengan QQ dalam L/s, CC koefisien limpasan (mendekati 1 untuk atap kedap), ii intensitas hujan rencana dalam mm/jam, dan AA luas atap dalam m². Intensitas rencana diambil dari data hujan setempat dan ketentuan yang berlaku.

    Beberapa pegangan dari sumber:

    1. Ukuran tidak boleh mengecil. Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa ukuran pipa air hujan dan pipa tegak air hujan tidak boleh mengecil searah aliran, dan bahwa talang dirancang dengan cara yang mirip sistem pembuang atap.
    2. Koordinasi dengan struktur. Buku plumbing gedung bertingkat dalam sumber mencatat bahwa lokasi dan ukuran talang harus dikoordinasikan dengan rencana struktur, dan memberi contoh jarak maksimum antarpipa tegak air hujan 75 ft atau 22,86 m.
    3. Aturan praktis luas penampang. Narasi mencatat aturan dari buku sumber: satu inci persegi luas penampang pipa tegak air hujan untuk setiap 150 ft² atau 13,94 m² atap. Aturan ini berlaku untuk intensitas hujan buku sumber; di Indonesia intensitasnya sering jauh lebih tinggi, sehingga aturan itu hanya untuk pemeriksaan kasar.
    4. Dipisah dari air kotor. Narasi mencatat dari buku plumbing gedung bertingkat bahwa air hujan tidak boleh disalurkan bercampur dengan air buangan sanitasi kecuali pada pembuangan paling bawah, dan bila digabung wajib diberi perangkap.

    Talang yang melimpas pada kasus pembuka dapat berasal dari pipa tegak yang tersumbat daun, saringan atap yang tertutup, atau kapasitas yang tidak cukup untuk intensitas hujan setempat (Contoh 7 dan 8).

    Contoh kerja

    Contoh 1. Kecepatan dan debit pipa 100 mm. Pipa 100 mm, n=0,014n = 0{,}014, kemiringan 2 persen. R=0,1/4=0,025R = 0{,}1/4 = 0{,}025 m, R2/3=0,0855R^{2/3} = 0{,}0855, S1/2=0,141S^{1/2} = 0{,}141. Kecepatan v=(1/0,014)×0,0855×0,141=0,86v = (1/0{,}014) \times 0{,}0855 \times 0{,}141 = 0{,}86 m/s. Luas penuh 0,007850{,}00785 m², debit penuh 6,86{,}8 L/s, dan debit setengah penuh 3,43{,}4 L/s dengan kecepatan yang sama, 0,86 m/s.

    Contoh 2. Mencocokkan tabel buku sumber. Pipa 4 inci (0,1016 m), n=0,014n = 0{,}014, kemiringan 1/4 inci per kaki = 0,0208. Manning memberi v=0,89v = 0{,}89 m/s dan Q=7,2Q = 7{,}2 L/s. Tabel buku sumber: 114 gpm ×0,06309=7,2\times 0{,}06309 = 7{,}2 L/s dan 2,91 ft/s =0,89= 0{,}89 m/s. Keduanya cocok, sehingga tabel itu adalah rumus Manning yang ditabelkan.

    Contoh 3. Kemiringan untuk kecepatan gerus. Untuk pipa 100 mm pada Contoh 1, kecepatan sebanding dengan S1/2S^{1/2}. Kecepatan 0,61 m/s memerlukan S=0,02×(0,61/0,86)2=0,010S = 0{,}02 \times (0{,}61/0{,}86)^2 = 0{,}010, atau 1 persen. Pada kemiringan 0,5 persen, kecepatan 0,430{,}43 m/s, di bawah batas gerus buku sumber.

    Contoh 4. Kemiringan untuk buangan berlemak. Kecepatan 1,22 m/s pada pipa yang sama memerlukan S=0,02×(1,22/0,86)2=0,040S = 0{,}02 \times (1{,}22/0{,}86)^2 = 0{,}040, atau 4 persen. Pada pipa 20 m, beda tinggi 20×0,04=0,820 \times 0{,}04 = 0{,}8 m, yang jarang tersedia di bawah lantai dapur. Lemak harus ditahan di perangkap lemak sebelum masuk pipa.

    Contoh 5. Dua mesin menguras bersamaan. Dua mesin masing-masing menguras 2,5 L/s (Contoh 5 di bab air buangan). Debit gabungan 5,0 L/s melampaui kapasitas setengah penuh pipa 100 mm pada 2 persen (3,4 L/s) dan mendekati kapasitas penuhnya (6,8 L/s). Pipa 150 mm dengan n=0,015n = 0{,}015 pada 2 persen memberi v=1,06v = 1{,}06 m/s, debit penuh 18,718{,}7 L/s, dan setengah penuh 9,39{,}3 L/s, sehingga cukup.

    Contoh 6. Bak penampung buangan mesin. Dua mesin menguras masing-masing 150 L dalam 60 s, total 5,0 L/s, sedangkan saluran keluar bak menyalurkan 3,0 L/s (angka latihan). Selisih 2,0 L/s selama 60 s menumpuk 120 L di bak. Bak dengan volume kerja 120 L ditambah ruang bebas di atasnya menampung pengurasan itu tanpa meluap, lalu kosong dalam 120/3=40120/3 = 40 s setelah mesin selesai menguras.

    Contoh 7. Debit air hujan atap. Atap 500 m², C=1,0C = 1{,}0, intensitas rencana 100 mm/jam (angka latihan): Q=1,0×100×500/3.600=13,9Q = 1{,}0 \times 100 \times 500 / 3.600 = 13{,}9 L/s. Bila satu pipa tegak air hujan direncanakan menyalurkan 5 L/s (angka latihan), dibutuhkan tiga pipa tegak.

    Contoh 8. Aturan praktis buku sumber. Atap 500 m² = 5.382 ft². Menurut aturan satu inci persegi per 150 ft², luas penampang total 5.382/150=35,95.382/150 = 35{,}9 in². Dengan empat pipa tegak, tiap pipa sekitar 9 in², atau diameter 4×9/π=3,4\sqrt{4 \times 9/\pi} = 3{,}4 in. Hasil ini perlu dibandingkan dengan Contoh 7 yang memakai intensitas setempat; bila intensitas setempat lebih tinggi, aturan praktis memberi ukuran yang terlalu kecil.

    Contoh 9. Letak loncatan hidraulik. Pipa tegak 100 mm masuk ke pipa buangan gedung. Loncatan terjadi kira-kira 10×0,1=1,010 \times 0{,}1 = 1{,}0 m dari fitting dasar. Cabang lantai dasar yang tersambung dalam jarak itu berada di daerah tekanan dan busa, sehingga sebaiknya disambung lebih jauh ke hilir atau ke pipa terpisah.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan panggil perencana bila:

    1. Mesin atau peralatan baru berdebit buang besar akan disambung ke pipa buangan yang ada tanpa memeriksa debit puncak gabungan terhadap kapasitas setengah penuh.
    2. Pipa buangan akan diganti dengan kemiringan lebih kecil dari yang direncanakan, atau dipasang melendut di antara penyangga.
    3. Air buangan meluap dari pipa tegak, saluran lantai, atau lubang pembersih. Hentikan pemakaian peralatan di hulunya.
    4. Bak kontrol, sumur, atau saluran akan dimasuki untuk memeriksa endapan. Ikuti prosedur ruang terbatas dan Bab 1 · Keselamatan.
    5. Pipa air hujan akan disambung ke saluran air kotor tanpa perangkap, atau saluran air kotor ke saluran hujan.
    6. Talang, saringan atap, atau pipa tegak air hujan tersumbat saat hujan dan air menggenang di atap. Genangan menambah beban atap; jangan naik ke atap yang basah tanpa pengaman jatuh.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Pipa buangan yang lebih besar selalu lebih aman." Pipa yang terlalu besar mengalir dangkal dan lambat, sehingga padatan dan lemak mengendap.

    "Kemiringan dua kali menggandakan kapasitas." Kecepatan dan debit naik sebanding akar kemiringan, sekitar 41 persen.

    "Pipa buangan dirancang mengalir penuh." Pipa buangan gedung dirancang setengah penuh pada beban puncak agar udara bebas bergerak.

    "Air di pipa tegak gedung tinggi makin lama makin cepat." Air mencapai kecepatan akhir setelah beberapa meter.

    "Kapasitas saluran laundry dihitung dari pemakaian air harian." Yang menentukan adalah debit puncak gabungan mesin yang menguras bersamaan.

    "Air hujan boleh masuk saluran air kotor karena sama-sama air buangan." Debit hujan dapat membanjiri saluran air kotor dan membuka segel perangkap; penggabungan hanya di tempat dan cara yang diizinkan.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab air buangan, perangkap, dan ven memberi dasar sistem buangan, tekanan balik, dan zona busa, bab fixture dan sambungan peralatan sambungan buangan mesin, Bab 17 · Laundry limbah laundry, bab material pipa penyangga dan bahan, Bab 10 · Dishwashing buangan mesin pencuci piring, Bab 1 · Fluida & Termal kontinuitas, dan Bab 1 · Keselamatan kondisi berhenti. Bab pemeliharaan plumbing di tingkat berikutnya membahas perangkap lemak dan penyumbatan.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    1. Pipa 100 mm pada kemiringan 2 persen mengalir 0,86 m/s. Berapa kecepatannya pada kemiringan 1 persen?
    2. Berapa debit setengah penuh pipa 100 mm yang mengalir 0,86 m/s?
    3. Pipa 80 mm, n=0,013n = 0{,}013, kemiringan 1 persen. Berapa kecepatan dan debit penuhnya?
    4. Atap 300 m² dengan intensitas 120 mm/jam dan C=1,0C = 1{,}0. Berapa debit puncaknya?
    5. Mengapa sambungan cabang dihindari dekat kaki pipa tegak?
    6. Mengapa saluran dapur yang dibesarkan justru lebih cepat tersumbat lemak?

    Kunci jawaban beralasan

    1. 0,86×0,01/0,02=0,610{,}86 \times \sqrt{0{,}01/0{,}02} = 0{,}61 m/s, karena kecepatan Manning sebanding dengan akar kemiringan.
    2. Q=0,86×0,00785/2=0,0034Q = 0{,}86 \times 0{,}00785 / 2 = 0{,}0034 m³/s atau 3,4 L/s, separuh debit penuh pada kecepatan yang sama.
    3. R=0,02R = 0{,}02 m, v=(1/0,013)×0,022/3×0,1=0,57v = (1/0{,}013) \times 0{,}02^{2/3} \times 0{,}1 = 0{,}57 m/s, dan Q=0,57×0,00503=2,8Q = 0{,}57 \times 0{,}00503 = 2{,}8 L/s.
    4. Q=1,0×120×300/3.600=10Q = 1{,}0 \times 120 \times 300 / 3.600 = 10 L/s, yang dibagi ke pipa tegak air hujan sesuai kapasitasnya.
    5. Loncatan hidraulik di sekitar kaki pipa tegak memenuhi penampang dan menaikkan tekanan udara, sehingga perangkap cabang terdorong dan busa keluar.
    6. Debit yang sama di pipa lebih besar mengalir lebih dangkal dan lambat, di bawah kecepatan gerus, sehingga lemak mengendap.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Pipa 100 mm pada kemiringan 2 persen mengalir 0,86 m/s. Berapa kecepatannya pada kemiringan 1 persen?

    2

    Berapa debit setengah penuh pipa 100 mm yang mengalir 0,86 m/s?

    3

    Pipa 80 mm, n=0,013n = 0{,}013, kemiringan 1 persen. Berapa kecepatan dan debit penuhnya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat