Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Bangunan & Fasilitas · Bab 7Dasar

    Fixture dan sambungan peralatan: keran, katup henti, selang fleksibel, mesin cuci, mesin pencuci piring, unit RO, dan celah udara

    Mesin cuci baru di laundry rumah sakit disambung ke keran dinding tanpa katup henti, ujung selang buangnya dimasukkan dalam-dalam ke pipa tegak sampai terendam, dan unit RO di dapur sebelahnya membuang airnya ke pipa di belakang perangkap. Dalam tiga minggu, selang air pecah pada malam hari, cucian berbau air buangan, dan dapur berbau selokan. Bab ini membahas fixture plambing, keran dan katup henti, sambungan ulir dan kompresi, selang fleksibel, permukaan luapan dan celah udara, sambungan air dan buangan mesin cuci, mesin pencuci piring, dan unit RO, serta stasiun bilas mata di area bahan kimia, dari sisi gedung. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    21 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah laundry rumah sakit menerima mesin cuci baru. Teknisi kontraktor menyambung selang air mesin langsung ke keran dinding yang lama tanpa katup henti di dekat mesin, memasukkan ujung selang buang dalam-dalam ke pipa tegak buangan sampai terendam, lalu pergi. Di dapur sebelahnya, unit RO untuk air minum dipasang dengan selang buangan yang disambung ke pipa di belakang perangkap wastafel.

    Dalam tiga minggu, tiga hal terjadi. Selang air mesin pecah pada malam hari, air menggenang di lantai sampai pagi, dan katup yang dapat ditutup ternyata ada di ruang pompa di lantai lain. Petugas mengeluh bahwa sebagian cucian berbau air buangan. Dapur berbau selokan setiap kali unit RO berhenti membuang air. Ketiganya berasal dari sambungan di sisi gedung, bukan dari mesinnya. Bab ini menjelaskan cara sambungan itu seharusnya dibuat dan diperiksa.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas fixture plambing, keran dan katup henti, sambungan ulir dan kompresi, selang fleksibel, permukaan luapan dan celah udara, sambungan air dan buangan mesin cuci, mesin pencuci piring, dan unit RO, serta stasiun bilas mata, dari sisi gedung. Sumber pemilik adalah narasi disiplin Teknik Bangunan dan Fasilitas, terutama bagian fixture dari ASPE Vol 4 dan Practical Plumbing Engineering, bagian pencegahan aliran balik, serta langkah pemasangan dari buku keterampilan plumbing dasar, buku plumbing rumah, dan buku plumbing dan pemanas sentral.

    Sisi mesin sudah dibahas di bab lain: washer-extractor di Bab 10 · Laundry, pemasangan mesin pencuci piring di Bab 10 · Dishwashing, hidrolika dan bahan selang unit RO di Bab 9 · Air & Pengolahan Air, dan palu air di Bab 10 · Air & Pengolahan Air. Perangkap dan ven ada di bab air buangan, perangkap, dan ven. Pencegahan aliran balik secara lengkap, termasuk pemutus vakum, katup periksa ganda, RPZ, dan dispenser kimia, dibahas di bab pencegahan aliran balik di tingkat berikutnya rak ini. Jarak celah udara, tinggi pipa tegak, ukuran sambungan, dan syarat stasiun bilas mata diatur SNI 8153-2015, peraturan setempat, dan petunjuk pabrik; angkanya tidak disalin. Angka yang diberi tanda angka latihan dipakai untuk menunjukkan cara hitung.

    Fixture: penerima air dan pembuang

    Fixture plambing adalah perlengkapan yang menerima air bersih, memakainya, dan membuang air bekasnya ke sistem buangan: kloset, wastafel, bak cuci, pancuran, saluran lantai, dan bak cuci peralatan. Practical Plumbing Engineering dalam sumber mendefinisikan kloset sebagai fixture yang menerima kotoran manusia dan membuangnya melalui pipa buangan dengan air sebagai media pembawa, dan bab fixture-nya membahas fixture, perlengkapan fixture, dan aksesorinya.

    ASPE Vol 4 dalam sumber mencatat bahwa bak cuci dapur komersial umumnya lebih besar dan lebih dalam daripada bak cuci dapur rumah, dan bahwa fixture yang bukan bak cuci dapur dan bukan bak cuci servis digolongkan sebagai bak cuci saja. Bahan fixture beragam: porselen, baja tahan karat, besi tuang berlapis email, dan plastik. ASPE Vol 4 dalam sumber menyebut plastik sebagai golongan umum untuk berbagai bahan sintetis yang dipakai pada fixture.

    Tiga syarat umum fixture yang berlaku dari sisi gedung:

    1. Perangkap yang cukup. Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa ukuran perangkap untuk setiap fixture harus cukup untuk mengosongkan fixture dengan cepat.
    2. Saringan di lubang keluar. Buku yang sama menganjurkan saringan awet di lubang keluar semua fixture kecuali yang perangkapnya menyatu.
    3. Paking yang tahan. Buku yang sama mencatat bahwa dempul dan gips tidak cocok sebagai paking fixture karena larut terbawa air selama pemakaian.

    Keran dan katup henti

    Buku keterampilan plumbing dasar dalam sumber menyebut keran sebagai katup yang mengatur aliran air pada bak cuci, bak mandi, atau pancuran. Keran tekan berpaking karet menutup aliran dengan menekan paking ke dudukan; ketika menetes, paking atau dudukannya perlu diganti. Buku plumbing dan pemanas sentral dalam sumber mencatat bahwa mengganti paking keran adalah pekerjaan yang relatif sederhana, dan buku keterampilan plumbing dasar mencatat bahwa batang katup harus dilepas untuk mengganti paking atau dudukan. Keran kartrid keramik dan keran bola bekerja dengan prinsip lain, dan suku cadangnya mengikuti pabrik.

    Katup henti adalah katup kecil di pipa suplai setiap fixture atau peralatan, di antara pipa dinding dan selang peralatan. Fungsinya satu: memungkinkan satu peralatan dimatikan untuk perbaikan atau keadaan darurat tanpa mematikan seluruh cabang. Pada kasus pembuka, tidak adanya katup henti di dekat mesin membuat kebocoran berlangsung sampai pagi (Contoh 4). Syarat praktisnya:

    1. Dapat dijangkau. Katup henti berada di tempat yang dapat dicapai tanpa membongkar peralatan atau lemari.
    2. Diberi tanda. Katup air panas dan air dingin diberi tanda, dan katup cabang ruangan dicatat lokasinya di gambar terpasang.
    3. Diuji berkala. Katup yang tidak pernah diputar dapat macet atau bocor di batangnya ketika akhirnya dibutuhkan. Memutarnya beberapa kali setahun menjaga katup tetap bekerja.

    Buku plumbing rumah dalam sumber mencatat bahwa sambungan dorong tersedia sebagai sambungan lurus, T, siku, dan bahkan katup henti.

    Sambungan ulir dan kompresi

    Katup henti dan selang peralatan biasanya disambung dengan ulir atau mur kompresi. Sambungan kompresi mengunci pipa dengan cincin yang ditekan mur ke badan sambungan. ASPE Vol 1 dalam sumber mendefinisikan sambungan kompresi sebagai sambungan yang menyatukan pipa atau tabung dengan tekanan atau gesekan. Buku plumbing rumah dalam sumber memuat urutannya: mur kompresi lalu cincin kompresi dimasukkan ke ujung pipa, lalu cincin dan mur didorong ke ulir katup, dan pasta sambungan pipa dioleskan pada ulir katup henti atau mur kompresi.

    Kesalahan umum pada sambungan kompresi adalah mengencangkan berlebihan, sehingga cincin memipihkan pipa tembaga atau pipa plastik, dan memakai ulang cincin lama pada pipa yang sudah berubah bentuk. Sambungan ulir lurus pada selang peralatan menyegel dengan paking karet di dalam mur, bukan dengan ulirnya; pita atau pasta di ulir tidak menggantikan paking yang hilang. Kecocokan bahan pasta dan paking dengan pipa plastik dibahas di bab polimer dan elastomer, dan pemilihan bahan pipa dan alat sambung di bab material pipa.

    Selang fleksibel peralatan

    Selang fleksibel menghubungkan katup henti ke peralatan yang bergetar atau perlu dipindahkan untuk servis: mesin cuci, mesin pencuci piring, unit RO, dan pemanas air. Selang bekerja di bawah tekanan jaringan setiap saat, termasuk ketika mesin tidak dipakai, sehingga kegagalannya terjadi tanpa peringatan dan sering pada malam hari.

    Penyebab umum selang pecah:

    1. Umur bahan. Karet di dalam selang menua karena panas, klorin, dan tekanan berulang. Petunjuk pabrik biasanya memberi masa ganti; selang yang lebih tua daripada itu diganti walaupun tampak baik.
    2. Tekukan tajam. Selang yang ditekuk melewati radius minimumnya, atau terjepit di antara mesin dan dinding, retak di titik tekuk.
    3. Lonjakan tekanan. Katup isi mesin cuci menutup cepat dan menimbulkan palu air (Contoh 3), yang berulang ratusan kali sehari di laundry.
    4. Mur yang terlalu kencang atau berkarat. Mur logam berkarat dan mur plastik yang dikencangkan dengan kunci retak setelah beberapa waktu.

    Selang air panas diberi kelas suhu yang sesuai. Selang yang menggembung, retak, atau berkarat di murnya diganti sebelum dipakai.

    Permukaan luapan dan celah udara

    ASPE Vol 4 dalam sumber mendefinisikan permukaan luapan sebagai titik tempat air meluap dari fixture atau peralatan. Celah udara adalah jarak tegak terbuka antara lubang keluar air bersih dan permukaan luapan itu. Karena tidak ada sambungan fisik, air kotor di bawahnya tidak mungkin tertarik kembali ke pipa air bersih ketika tekanan pipa turun.

    Bagian pencegahan aliran balik dalam narasi menempatkan celah udara sebagai metode proteksi yang paling kuat, dan mencatat bahwa celah udara melindungi dari sifon balik. Tekanan balik tidak mungkin terjadi melalui celah udara karena tidak ada sambungan fisik. Pemutus vakum atmosferik adalah alternatif yang lebih lemah: Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa jenis ini hanya melindungi dari sifon balik, dan ASPE Vol 4 menjelaskan bahwa di bagian atasnya ada lubang yang memasukkan udara ke pipa.

    Celah udara juga dipakai di sisi buangan. Buangan tidak langsung berarti pipa buangan peralatan berakhir di atas penerima yang berperangkap, misalnya pipa tegak terbuka, bak penampung, atau saluran lantai, dengan celah terbuka di antaranya. Bila saluran gedung tersumbat atau meluap, air buangan tidak dapat naik ke dalam peralatan. Buku plumbing rumah, dalam langkah pemasangan mesin pencuci piring, mencatat bahwa sebagian ketentuan mewajibkan pemasangan perlengkapan celah udara untuk tujuan ini.

    Sambungan air dan buangan mesin cuci

    Sisi air. Mesin cuci komersial membutuhkan air dingin dan sering air panas, masing-masing dengan katup henti yang dapat dijangkau, saringan di lubang masuk mesin, dan tekanan dinamis dalam rentang yang ditulis pabrik (Contoh 1). Katup isi mesin adalah katup solenoid yang menutup cepat. Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa bunyi palu air di gedung kadang terjadi selama tahap cuci dan bilas mesin cuci atau mesin pencuci piring, dan bahwa alat komersial untuk meredam lonjakan itu disebut peredam palu air. Bab 10 · Air & Pengolahan Air menjelaskan cara palu air dihitung dan diredam.

    Sisi buangan. Mesin besar membuang air melalui katup buang secara gravitasi ke saluran lantai atau parit, seperti di Bab 10 · Laundry; mesin dengan pompa buang mengalirkan air ke pipa tegak terbuka atau bak penampung berperangkap. Tiga hal diperiksa:

    1. Celah udara di ujung selang. Ujung selang buang berada di atas permukaan air di pipa tegak, tidak terendam. Bila terendam, air buangan di pipa tegak dapat tersedot kembali ke mesin ketika mesin mengisi air atau ketika selang menyifon. Ini sebab bau air buangan pada cucian di kasus pembuka.
    2. Tinggi ujung dan lengkung selang. Tinggi ujung keluaran selang buang, biasanya bibir pipa tegak, dan puncak lengkungnya mengikuti petunjuk pabrik. Lengkung yang tinggi mencegah air drum mengalir keluar sendiri selama selang belum terisi, tetapi tidak menghentikan sifon yang sudah berjalan: bila selang penuh air dan ujungnya lebih rendah dari permukaan air di drum, air tetap mengalir melewati puncak lengkung. Pencegahnya adalah ujung keluaran yang lebih tinggi dari permukaan air drum, atau pemutus sifon berupa lubang atau katup udara di puncak lengkung bila disyaratkan pabrik (Contoh 2).
    3. Kapasitas penerima. Pipa tegak dan perangkapnya harus mampu menerima debit puncak pompa atau katup buang tanpa meluap (Contoh 7). Bab air buangan menunjukkan bahwa buangan berdeterjen dalam jumlah besar juga menimbulkan zona busa di pipa tegak.

    Sambungan mesin pencuci piring

    Mesin pencuci piring di bawah meja disambung ke katup henti air panas atau dingin sesuai petunjuk pabrik, dan buangannya ke saluran berperangkap dengan celah udara atau lengkung tinggi yang disyaratkan. Buku plumbing rumah dalam sumber memuat langkah memasang kaki penyetel di keempat sudut ketika mesin masih rebah, lalu menyambung buangan dan air. Mesin konveyor dan mesin pintu angkat di dapur komersial mengikuti persyaratan pabrik yang lebih rinci, termasuk tinggi selang buang, sifon, dan kapasitas saluran, yang sudah disusun di Bab 10 · Dishwashing.

    Dari sisi gedung, yang perlu disiapkan adalah katup henti yang dapat dijangkau, tekanan dan suhu air yang sesuai, saluran buang berperangkap yang tahan panas, dan, bila dispenser bahan kimia dipasang, sambungan air dispenser yang dilindungi dari aliran balik seperti di Bab 4 · Dispensing Kimia.

    Sambungan unit RO

    Practical Plumbing Engineering dalam sumber mencatat bahwa osmosis balik adalah teknik yang terutama dipakai untuk menghilangkan garam dari air. Unit RO membuang sebagian air umpan sebagai air buangan pekat secara terus-menerus ketika memproduksi air (Contoh 6). Sambungan di sisi gedung terdiri atas tiga titik:

    1. Air umpan dari katup henti, dengan tekanan dalam rentang unit; bila tekanan jaringan melebihi batas, katup penurun tekanan dipasang seperti di Bab 10 · Air & Pengolahan Air.
    2. Buangan ke pipa buangan wastafel melalui klem sadel di pipa ekor, yaitu pipa pendek di antara lubang keluar bak dan perangkap, di sisi fixture dari perangkap. Bila sadel dipasang di pipa di belakang perangkap (sisi saluran), selang buangan RO terbuka langsung ke gas saluran, dan bila buangan mesin berhenti, gas itu masuk ke dapur. Inilah bau selokan di dapur pada kasus pembuka.
    3. Keran air produk di bak cuci. Sebagian keran RO memuat celah udara di badannya, sehingga selang buangan melewati celah itu sebelum turun ke pipa buangan.

    Bahan selang, ukuran, dan rugi tekan jalur RO dibahas di Bab 9 · Air & Pengolahan Air.

    Stasiun bilas mata di area bahan kimia

    Ruang laundry dan dapur yang menyimpan dan memakai bahan kimia pekat, seperti alkali, asam, dan oksidator, memerlukan sarana bilas darurat. ASPE Vol 4 dalam sumber mencatat bahwa tersedia stasiun gabungan pancuran darurat dan bilas mata. Dari sisi plambing, stasiun ini membutuhkan suplai yang tidak dapat ditutup tanpa sengaja, air bersuhu suam agar korban mampu membilas cukup lama, dan buangan atau saluran lantai untuk air bilasnya. Debit, lama bilas, suhu, dan jarak dari titik bahaya diatur standar yang berlaku dan lembar data keselamatan bahan kimia; angka di Contoh 8 adalah angka latihan. Bahaya bahan kimia yang menentukan kebutuhannya dibahas di bab reaktivitas bahan kimia.

    Stasiun bilas yang tidak pernah dialirkan berisi air diam dan dapat menumbuhkan mikroba, seperti dibahas di Bab 1 · Biologi & Mikrobiologi. Pengaliran berkala menurut prosedur pemeliharaan menjaga mutu air dan sekaligus menguji alirannya.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Tekanan dinamis di lubang masuk mesin. Tekanan statis di katup henti 2,0 bar. Saat mesin mengisi, rugi tekan di pipa cabang, katup henti, selang, dan saringan masuk 0,4 bar (angka latihan). Tekanan dinamis 2,0−0,4=1,62{,}0 - 0{,}4 = 1{,}6 bar. Bila petunjuk pabrik meminta tekanan minimum 1,0 bar (angka latihan), sambungan memenuhi. Bila saringan masuk tersumbat dan rugi naik ke 1,2 bar, tekanan turun ke 0,8 bar dan mesin lambat mengisi.

    Contoh 2. Sifon pada selang buang. Permukaan air di drum 0,50 m di atas lantai. Ujung selang buang di pipa tegak 0,40 m di atas lantai, dan puncak lengkung selang 0,90 m. Setelah pompa buang mengisi selang penuh air, beda tinggi 0,10 m antara permukaan air drum dan ujung selang mendorong sifon dengan beda tekanan 1.000×9,81×0,10=9811.000 \times 9{,}81 \times 0{,}10 = 981 Pa, sehingga drum terkuras pelan selama mengisi walaupun puncak lengkung jauh di atas drum. Menaikkan puncak lengkung saja tidak menolong, karena selang yang penuh air mengalirkan air melewati puncak selama ujungnya lebih rendah dari sumber. Sifon berhenti bila ujung keluaran dinaikkan di atas permukaan air drum, misalnya ke pipa tegak setinggi yang diminta pabrik (angka latihan: 0,70 m, sehingga beda tingginya berbalik menjadi 0,20 m melawan aliran), atau bila udara dapat masuk di puncak lewat pemutus sifon yang disyaratkan pabrik.

    Contoh 3. Palu air saat katup solenoid menutup. Air mengalir 2,0 m/s di pipa suplai. Dengan cepat rambat gelombang 1.200 m/s (angka latihan untuk pipa logam), lonjakan tekanan bila katup menutup seketika: Δp=ρaΔv=1.000×1.200×2,0=2,4\Delta p = \rho a \Delta v = 1.000 \times 1.200 \times 2{,}0 = 2{,}4 MPa atau 24 bar. Pada pipa 10 m, waktu pantul 2L/a=20/1.200=0,0172L/a = 20/1.200 = 0{,}017 s; katup solenoid yang menutup dalam waktu sekitar itu mendekati penutupan seketika. Lonjakan sebesar ini, yang berulang setiap kali mesin mengisi, menjelaskan mengapa selang dan sambungan cepat rusak tanpa peredam. Selang dan pipa plastik yang elastis menurunkan cepat rambat gelombang, sehingga lonjakan nyata lebih kecil daripada hitungan ini; hitungan ini adalah batas atasnya.

    Contoh 4. Air yang hilang ketika selang pecah. Selang pecah dan mengalirkan 0,40 L/s selama 8 jam sampai pagi: 0,40×8×3.600=11.5200{,}40 \times 8 \times 3.600 = 11.520 L atau sekitar 11,5 m³. Dengan katup henti di dekat mesin dan petugas jaga yang menutupnya dalam 10 menit, air yang hilang 0,40×600=2400{,}40 \times 600 = 240 L.

    Contoh 5. Gaya pada ujung selang. Selang berdiameter dalam 13 mm pada tekanan 4 bar. Luas penampang π/4×0,0132=1,33×10−4\pi/4 \times 0{,}013^2 = 1{,}33 \times 10^{-4} m². Gaya yang mendorong mur selang lepas 4×105×1,33×10−4=534 \times 10^5 \times 1{,}33 \times 10^{-4} = 53 N, terus-menerus siang dan malam. Pada lonjakan 24 bar dari Contoh 3, tekanan sesaatnya 4+24=284 + 24 = 28 bar dan gaya sesaatnya sekitar 370 N.

    Contoh 6. Buangan unit RO. Unit memproduksi 200 L air per hari dengan perolehan 25 persen (angka latihan). Air umpan 200/0,25=800200/0{,}25 = 800 L, buangan 800−200=600800 - 200 = 600 L per hari. Bila produksi berlangsung 10 jam, laju buangan 600/600=1,0600/600 = 1{,}0 L/min, kecil tetapi terus-menerus, sehingga sambungan buangan yang bocor akan membasahi lemari setiap hari.

    Contoh 7. Pipa tegak meluap. Pompa buang mesin mengalirkan 1,5 L/s ke pipa tegak berdiameter 50 mm setinggi 0,75 m di atas perangkap, sedangkan perangkap dan cabangnya hanya mampu menyalurkan 1,0 L/s (angka latihan). Volume pipa tegak π/4×0,052×0,75=1,47\pi/4 \times 0{,}05^2 \times 0{,}75 = 1{,}47 L. Kelebihan 0,5 L/s mengisi pipa tegak dalam 1,47/0,5=2,91{,}47/0{,}5 = 2{,}9 s, lalu air meluap ke lantai.

    Contoh 8. Kebutuhan air stasiun bilas mata. Debit bilas 1,5 L/min selama 15 menit (angka latihan): 1,5×15=22,51{,}5 \times 15 = 22{,}5 L. Pancuran darurat dengan debit 75 L/min (angka latihan) selama 15 menit membutuhkan 1.125 L. Bila stasiun dilayani pemanas suam terpisah, kapasitas pemanas dan tangkinya harus mampu memberi volume itu pada suhu suam.

    Contoh 9. Menghitung katup henti ruang laundry. Ruang dengan 4 mesin cuci (air panas dan dingin), 2 bak cuci (panas dan dingin), 1 unit RO, dan 1 dispenser bahan kimia membutuhkan 4×2+2×2+1+1=144 \times 2 + 2 \times 2 + 1 + 1 = 14 katup henti, ditambah 2 katup cabang ruangan untuk air panas dan dingin. Daftar ini dicatat di gambar terpasang dengan nomor dan lokasi, sehingga petugas jaga tahu katup mana yang ditutup ketika satu peralatan bocor.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan bila:

    1. Selang, katup henti, atau sambungan akan dilepas sebelum katup di hulunya ditutup dan tekanan dibuang melalui keran.
    2. Peralatan listrik di ruang basah akan disentuh atau dipindahkan sebelum diisolasi dari listrik; ikuti rak Kelistrikan & Kendali dan Bab 1 · Keselamatan.
    3. Katup henti macet atau bocor di batangnya ketika diputar. Jangan dipaksa dengan kunci; tutup katup cabang di hulunya, lalu ganti katupnya.
    4. Selang menggembung, retak, berkarat di murnya, atau terpuntir di belakang mesin.
    5. Ujung selang buang terendam di pipa tegak, atau buangan peralatan disambung langsung ke pipa buangan tanpa celah udara yang disyaratkan pabrik.
    6. Stasiun bilas mata tidak mengalir atau suplainya tertutup sementara bahan kimia pekat sedang ditangani.
    7. Sambungan dispenser atau peralatan bahan kimia akan dilepas tanpa membilas jalurnya dan memakai alat pelindung diri.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Keran dinding sudah cukup sebagai katup henti." Keran dinding yang jauh atau tertutup mesin tidak dapat dicapai saat darurat; katup henti harus dekat dan dapat dijangkau.

    "Selang yang tidak bocor masih aman." Selang menua dari dalam dan pecah tanpa peringatan, sehingga diganti menurut umur dan pemeriksaan.

    "Ujung selang buang harus masuk dalam agar tidak terlempar keluar." Ujung yang terendam menghilangkan celah udara; selang diikat di tempatnya, ujungnya tetap di atas permukaan air.

    "Pita ulir menyegel sambungan selang." Sambungan ulir lurus menyegel dengan paking di dalam mur.

    "Sadel buangan RO boleh di mana saja di pipa buangan." Sadel di sisi saluran dari perangkap membuka jalan bagi gas selokan.

    "Pemutus vakum sama dengan celah udara." Pemutus vakum atmosferik hanya melindungi dari sifon balik dan dapat gagal; celah udara tidak memiliki bagian bergerak.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 3 memberi gambaran umum plumbing, bab material pipa bahan dan alat sambung, bab penyediaan air bersih tekanan di titik pemakaian, bab air buangan perangkap, ven, dan zona busa, Bab 10 · Laundry sisi mesin cuci, Bab 10 · Dishwashing pemasangan mesin pencuci piring, Bab 4 · Dispensing Kimia dispenser mesin pencuci piring, Bab 9 · Air & Pengolahan Air jalur RO, Bab 10 · Air & Pengolahan Air palu air dan katup penurun tekanan, bab polimer dan elastomer paking dan selang, bab reaktivitas bahan kimia bahaya yang menentukan stasiun bilas, Bab 1 · Biologi & Mikrobiologi mikroba di air diam, dan Bab 1 · Keselamatan kondisi berhenti. Bab pencegahan aliran balik di tingkat berikutnya membahas pemutus vakum, katup periksa ganda, RPZ, dan dispenser kimia.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    1. Tekanan statis 2,5 bar dan rugi tekan saat mengisi 0,7 bar. Berapa tekanan dinamis di lubang masuk mesin?
    2. Selang pecah mengalirkan 0,30 L/s selama 6 jam. Berapa liter air yang hilang?
    3. Berapa gaya pada mur selang berdiameter dalam 10 mm pada tekanan 5 bar?
    4. Mengapa ujung selang buang mesin cuci tidak boleh terendam di pipa tegak?
    5. Mengapa klem sadel buangan RO dipasang di pipa ekor di atas perangkap?
    6. Mengapa dempul tidak dipakai sebagai paking fixture?

    Kunci jawaban beralasan

    1. 2,5−0,7=1,82{,}5 - 0{,}7 = 1{,}8 bar, lalu dibandingkan dengan tekanan minimum di petunjuk pabrik mesin.
    2. 0,30×6×3.600=6.4800{,}30 \times 6 \times 3.600 = 6.480 L, sekitar 6,5 m³, yang dapat dicegah dengan katup henti dekat mesin.
    3. A=π/4×0,0102=7,85×10−5A = \pi/4 \times 0{,}010^2 = 7{,}85 \times 10^{-5} m², sehingga F=5×105×7,85×10−5=39F = 5 \times 10^5 \times 7{,}85 \times 10^{-5} = 39 N.
    4. Ujung yang terendam menghilangkan celah udara, sehingga air buangan dapat tersedot kembali ke mesin dan mencemari cucian.
    5. Di sisi fixture dari perangkap, segel air tetap menahan gas saluran; di belakang perangkap, gas langsung masuk ke selang dan ruangan.
    6. Dempul dan gips larut terbawa air selama pemakaian, sehingga sambungan fixture lama-kelamaan bocor; paking harus dari bahan tahan air.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Tekanan statis 2,5 bar dan rugi tekan saat mengisi 0,7 bar. Berapa tekanan dinamis di lubang masuk mesin?

    2

    Selang pecah mengalirkan 0,30 L/s selama 6 jam. Berapa liter air yang hilang?

    3

    Berapa gaya pada mur selang berdiameter dalam 10 mm pada tekanan 5 bar?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    Satu disiplinBeban, elemen struktur, dan jalur gaya

    Bab lain dalam Teknik Bangunan dan Fasilitas.