Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Bangunan & Fasilitas · Bab 26Terapan

    Eskalator tingkat operator: kunci operasi, menyalakan dan mematikan, inspeksi harian, alat pengaman, mengatur penumpang, dan barikade

    Pada pagi hari sebuah seminar besar, buzzer eskalator hotel tidak berbunyi saat sakelar kunci diputar, dan manual pabrik meminta operator memanggil perusahaan perawatan, bukan menjalankan eskalator. Bab ini menjelaskan pekerjaan operator eskalator gedung: pembagian peran antara pemilik, operator, teknisi berwenang, dan pemeriksa berkala menurut Permenaker 6/2017, nama bagian eskalator, kunci operasi dan panel sakelar, urutan menyalakan dan mematikan, inspeksi harian tujuh belas butir, alat pengaman dan apa yang memicunya, cara mengatur penumpang dan kerumunan, serta kapan eskalator dihentikan dan diberi barikade. Angka dari manual perawatan dipakai hanya untuk membaca apa yang diuji kontraktor. Sembilan contoh kerja memakai keputusan dan hitungan sederhana tingkat operator.

    23 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah hotel dengan ruang konvensi di lantai dua menghubungkan lobi dan foyer ruang pertemuan dengan sepasang eskalator selebar 800 mm (angka latihan), satu naik dan satu turun. Pukul 06.45 teknisi jaga yang ditunjuk sebagai operator eskalator memastikan tidak ada orang dan barang di atas eskalator naik, lalu memutar sakelar kunci ke posisi buzzer. Buzzer tidak berbunyi. Manajer acara meminta eskalator tetap dijalankan karena 600 peserta seminar (angka latihan) akan tiba dalam satu jam. Manual pengelolaan operasi eskalator yang dipakai bab ini menjawab dengan satu kalimat: bila alarm tidak berbunyi saat sakelar diputar ke buzzer, hubungi perusahaan perawatan. Operator mengembalikan sakelar ke stop, mencabut kunci, memasang barikade di kedua pendaratan, mencatat kejadian, menelepon kontraktor, dan meminta petugas mengarahkan peserta ke lift dan tangga.

    Keputusan itu tampak berlebihan untuk sebuah bel. Penalaran editorial: buzzer adalah peringatan terakhir sebelum anak tangga bergerak, dan bila bunyinya tidak keluar, operator tidak dapat mengetahui bagian sirkit sakelar mana yang tidak bekerja. Bab ini menjelaskan pekerjaan operator eskalator dari awal sampai akhir hari.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas eskalator pada tingkat operator gedung. Sumbernya dua dokumen pabrik dari folder Drive pemilik: manual pengelolaan operasi eskalator B, yang ditulis untuk pemilik dan operator, dan manual perawatan eskalator A, yang ditulis untuk teknisi eskalator dan dipakai di sini hanya untuk menunjukkan apa yang diuji kontraktor. Angka dari manual A berasal dari satu model eskalator dan tidak boleh dipakai sebagai nilai umum; pembaca memakai manual unitnya sendiri.

    Lift tingkat pemeriksaan dibahas di Bab 24. Tanggap darurat lift dan eskalator, termasuk cedera penumpang, kebakaran, gempa, listrik padam, dan banjir, dibahas di Bab 25. Pembersihan eskalator dibahas di Bab 27, dan cara membaca laporan perawatan kontraktor di Bab 28. Prinsip umum tombol stop darurat dan reset dibahas di Bab 49 · Kelistrikan & Kendali, rem pegas yang menutup saat listrik hilang di Bab 55 · Kelistrikan & Kendali, dan bahaya listrik pada tubuh di Bab 75 · Kelistrikan & Kendali.

    Pekerjaan berikut berada di luar wewenang operator dan teknisi hotel: membuka pelat pendaratan; memperbaiki, mengubah, atau membongkar bagian eskalator; menyetel atau mengukur rem, sakelar pengaman, rantai, dan pegangan tangan; dan mengeluarkan oli dari rangka. Manual B melarang perbaikan, perubahan, dan pembongkaran karena risiko sengatan listrik dan cedera, dan menyerahkan perawatan kepada pabrik atau pihak berkualifikasi. Bab ini tidak memuat prosedur penyetelan.

    Peran pemilik, operator, dan teknisi berwenang

    Manual B membedakan tiga peran. Pemilik eskalator (owner) adalah pihak yang memiliki eskalator dan menunjuk operatornya. Operator eskalator (operator) adalah orang yang langsung bertanggung jawab atas operasi eskalator sehari-hari, termasuk inspeksi harian. Teknisi eskalator berwenang (engineer) adalah orang berkualifikasi profesional yang bertanggung jawab atas perawatan eskalator. Manual itu meminta perawatan dikerjakan pabrik atau pihak berkualifikasi, meminta pemilik tidak membuat kontrak perawatan dengan perusahaan yang tidak berwenang, dan meminta manual diserahkan kepada operator berikutnya bila operator berganti.

    Di Indonesia, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) elevator dan eskalator diatur Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2017. Menurut ringkasan basis data peraturan resmi, pengurus atau pengusaha wajib menerapkan syarat K3 elevator dan eskalator; pemeriksaan dan pengujian meliputi pemeriksaan pertama, berkala, khusus, dan ulang; dan pemeriksaan atau pengujian berkala dilakukan paling sedikit satu tahun sekali oleh Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis dan/atau Ahli K3 bidang elevator dan eskalator. Kalimat ini disusun dari ringkasan, bukan dari pembacaan pasal, sehingga pemilik tetap memeriksa naskahnya. Syarat sertifikat untuk operator eskalator dan lisensi perusahaan perawatan belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 19 Oktober 2026; tanyakan ke dinas ketenagakerjaan setempat atau Ahli K3 bidang elevator dan eskalator.

    PeranPekerjaanBukan pekerjaannya
    Pemilikmenunjuk operator, memilih kontraktor berkualifikasi, menyediakan pemeriksaan berkalapekerjaan teknisi
    Operatorkunci, menyalakan dan mematikan, inspeksi harian, penumpang, barikade, memanggil kontraktormembuka pelat, memperbaiki, menyetel
    Teknisi berwenangperawatan, pengukuran dan penyetelan rem, rantai, sakelar, pegangan tanganmenganggap perawatan rutin sebagai pemeriksaan berkala

    Bagian eskalator yang dikenali operator

    Operator tidak membongkar apa pun, tetapi menyebut bagian yang dilihatnya dengan nama yang sama dengan kontraktor. Nama dan fungsi berikut diambil dari manual B.

    Anak tangga (step) adalah pijakan bergerak yang membentuk tangga eskalator. Sisir (comb) adalah pelat bergigi di ujung pendaratan yang mencegah benda masuk ke sambungan antara anak tangga dan pelat pendaratan. Pelat pendaratan (landing plate) adalah pelat lantai di ujung atas dan ujung bawah eskalator tempat penumpang naik dan turun. Manual B melarang pelat ini dibongkar karena di bawahnya terdapat panel kendali dan motor. Panel samping (skirt panel) adalah panel tegak di kiri dan kanan deretan anak tangga yang berbatasan dengan tepi anak tangga. Celah antara panel samping dan anak tangga adalah tempat sepatu dapat terjepit. Lubang masuk pegangan tangan (handrail inlet) adalah bukaan di ujung balustrade tempat pegangan tangan masuk kembali ke dalam rangka eskalator. Pelindung sudut jepit (wedge guard) adalah pelindung yang mencegah penumpang terjepit di sudut sempit antara eskalator dan plafon di atasnya.

    Daftar inspeksi harian manual B juga menyebut front skirt, panel kaca dan deck, lampu, deflektor, pelat penyekat pencegah masuk, jaring penahan benda jatuh, pagar pencegah jatuh, pengeras suara panduan, dan interlock rana kebakaran. Sebagian bagian itu perlengkapan opsi dan tidak ada di setiap eskalator.

    Kunci operasi dan panel sakelar

    Kunci operasi (operation key) adalah kunci yang dimasukkan ke sakelar kunci eskalator untuk memilih arah, membunyikan buzzer, dan menghentikan eskalator. Manual B meminta kunci ini hanya dipegang orang berwenang, dicabut setelah operasi, dan dikembalikan kepada penanggung jawab. Panel sakelar pada eskalator manual itu terdiri atas sakelar arah naik dan turun, sakelar stop dan buzzer, dan sakelar lampu.

    Tombol stop darurat diberi penutup pelindung agar tidak tertekan tanpa sengaja; dalam keadaan darurat, penutup itu ditekan kuat di bagian tengahnya. Manual B melarang sakelar kunci dioperasikan dengan tangan basah. Bab 75 · Kelistrikan & Kendali menjelaskan mengapa kulit basah menurunkan impedansi tubuh.

    Penalaran editorial: setiap salinan kunci dipegang orang bernama, disimpan terkunci bila tidak dipakai, diserahterimakan antarsif dengan catatan, dan tidak pernah ditinggal tertancap di sakelar. Rancangan lembar catatan dibahas di Bab 9 · Data & Pengukuran.

    Menyalakan dan mematikan

    Manual B memberi urutan berikut.

    LangkahMenyalakanMematikan
    1Pastikan tidak ada penumpang dan benda di atas eskalator.Pastikan tidak ada penumpang.
    2Bila terhubung dengan rana kebakaran, pastikan rana terbuka penuh.Putar sakelar ke buzzer.
    3Putar sakelar ke buzzer; alarm berbunyi. Bila tidak berbunyi, hubungi perusahaan perawatan.Putar sakelar ke stop.
    4Putar sakelar arah ke naik atau turun; lampu menyala bersamaan.Cabut kunci dan kembalikan kepada penanggung jawab.

    Pemeriksaan bahwa eskalator kosong berlaku untuk menyalakan dan juga mematikan. Buzzer dibunyikan sebelum eskalator bergerak dan sebelum eskalator dihentikan. Penalaran editorial: mengubah arah berarti mematikan eskalator menurut urutan di atas, memastikan eskalator kosong, lalu menyalakannya ke arah baru; arah tidak diubah selagi ada orang di atasnya.

    Penghentian normal memakai sakelar kunci, bukan tombol stop darurat. Restart setelah stop darurat mengikuti pemeriksaan di bagian alat pengaman di bawah dan tanggap darurat di Bab 25. Eskalator yang terhubung dengan rana kebakaran berhenti ketika rana mulai menutup. Proteksi kebakaran gedung tingkat pemeriksaan dibahas di Bab 17; bab itu tidak membahas interlock rana eskalator.

    Inspeksi harian

    Manual B meminta operator melakukan inspeksi harian, menghubungi perusahaan perawatan bila ada yang tidak biasa, dan tidak mengoperasikan eskalator bila alat pengaman kurang atau ada halangan. Benda yang terjepit di pengaman lubang masuk pegangan tangan, sisir, anak tangga, atau panel samping dikeluarkan.

    NoBagianYang diperiksa
    1Kondisi operasitanpa bunyi, getaran, atau cacat abnormal
    2Pegangan tangansama cepat dengan anak tangga, tanpa getaran
    3Pengaman lubang masuk pegangan tangantidak hilang atau rusak, tidak ada yang terjepit
    4Front skirtmenurut manual unit
    5Sisirtidak rusak, tidak ada yang terjepit
    6Anak tanggatidak hilang atau rusak, tidak ada yang terjepit
    7Tampilan penyebab berhenti (opsi)tidak menunjukkan tanda abnormal
    8Panel sampingcelah dengan anak tangga tidak berlebih, tidak ada yang terjepit
    9Panel kaca dan decktidak rusak
    10Lampu dan lampu panel samping (opsi)tidak berkedip, penutup akrilik tidak retak
    11Pelindung sudut jepittidak rusak, tidak bergeser
    12 sampai 16Pelat penyekat, jaring penahan benda jatuh, pengeras suara, pagar pencegah jatuh, interlock rana kebakaranmenurut manual unit
    17Deflektortidak rusak, tidak bergeser

    Untuk butir 4 dan 12 sampai 16, catatan sumber hanya memuat nama butir; kriteria rincinya dibaca di manual unit. Penalaran editorial: butir kerusakan, pergeseran, dan benda terjepit diperiksa saat eskalator berhenti, butir 1 dan 2 saat eskalator berjalan kosong, dan hasil dicatat per butir. Manual B juga meminta inspeksi harian setelah gempa reda, sebelum eskalator dijalankan lagi (Bab 25).

    Alat pengaman dan apa yang memicunya

    Manual B mendaftar alat pengaman berikut; alat pendeteksi di daftar ini menghentikan eskalator bila bekerja.

    AlatApa yang dideteksi atau dicegah
    Alat pengaman panel sampingbenda terjepit antara anak tangga dan panel samping
    Alat pengaman sisirbenda tersangkut di sisir
    Tombol stop daruratpenghentian oleh orang
    Pengaman lubang masuk pegangan tanganbenda atau tangan tertarik ke lubang masuk
    Pendeteksi rantai anak tanggarantai anak tangga putus atau mulur berlebih
    Pendeteksi anak tangga abnormal, alat pengaman anak tanggaanak tangga dalam keadaan abnormal
    Alat anti-balik arahgerak berbalik dari arah yang dipilih
    Pelindung panas lebih motor dan rem, pelindung sirkit listrikpanas lebih dan gangguan listrik
    Interlock rana kebakaranrana kebakaran mulai menutup
    Rem elektromagnetikbekerja dan menghentikan eskalator bila sumber daya putus
    Pendeteksi rantai penggerakrantai penggerak putus atau mulur; memutus daya
    Pendeteksi selip pegangan tanganpegangan tangan selip terhadap anak tangga

    Rem tambahan dan sikat panel samping disebut sebagai opsi. Rem elektromagnetik yang bekerja saat daya putus sama sifatnya dengan rem yang ditutup pegas dan dibuka listrik di Bab 55 · Kelistrikan & Kendali.

    Manual A memberi gambaran apa yang diuji kontraktor. Sakelar pengaman anak tangga harus bekerja bila anak tangga terangkat 6,5 sampai 7,5 mm di hidung anak tangga; sakelar pengaman diuji setiap enam bulan dan rem setiap bulan pada eskalator itu. Angka uji di laporan dibahas di Bab 28. Operator tidak menguji alat-alat ini dengan tangan; ia mengenalinya agar tahu bagian mana yang diperiksa setelah eskalator berhenti sendiri.

    Eskalator manual B dapat dilengkapi tampilan penyebab berhenti sebagai opsi, yang menunjukkan bagian pemicu, misalnya tombol stop darurat, panel samping atas atau bawah, sisir, anak tangga, atau rantai. Merah berarti abnormal; hijau berarti eskalator boleh dijalankan lagi. Bila warnanya tidak menjadi hijau, eskalator tidak di-restart.

    Setelah stop darurat, manual B meminta operator memeriksa lubang masuk pegangan tangan, front skirt, sisir, anak tangga, dan panel samping. Bila ada benda atau masalah, perusahaan perawatan dihubungi; bila tidak ada, eskalator dinyalakan menurut urutan biasa. Bila eskalator tidak dapat dinyalakan, berhenti berulang karena sebab yang sama, atau berhenti lagi segera setelah dinyalakan, perusahaan perawatan dihubungi.

    Mengatur penumpang

    Manual B memuat panduan penumpang yang dapat dipasang sebagai tanda dan diucapkan petugas.

    1. Berdiri di dalam garis kuning dan berpegangan pada pegangan tangan; anak kecil dipegang tangannya.
    2. Tidak naik ke pegangan tangan atau deck, dan tidak bersandar keluar.
    3. Tidak membawa kursi roda, kereta bayi, troli belanja, barang besar atau panjang, atau hewan.
    4. Tidak berlari, berjalan, atau duduk di eskalator.
    5. Tidak menyentuh anak tangga, sisir, panel samping, atau lubang masuk pegangan tangan, termasuk dengan ujung payung; sisir dilangkahi saat turun.
    6. Pada eskalator selebar 1.000 mm, dua orang boleh berdiri di satu anak tangga; pada lebar 600 mm dan 800 mm, satu orang.
    7. Sepatu basah dan sepatu lunak dari karet atau vinil dapat terjepit di celah panel samping dan memicu stop darurat; hak runcing dan kaki telanjang juga diperingatkan.
    8. Eskalator tidak dipakai saat kebakaran atau gempa.

    Manual B juga melarang acara yang menimbulkan kerumunan di pendaratan, meminta aliran penumpang diatur saat ramai, dan meminta penumpang dihentikan naik segera bila pendaratan padat. Penalaran editorial: eskalator terus mengantar orang pada laju tetap, sehingga bila orang yang tiba tertahan, antrean terbentuk tepat di depan sisir. Karena itu meja registrasi dan antrean lift tidak ditempatkan di dekat pendaratan, dan tamu dengan koper besar, kursi roda, atau alat bantu jalan diarahkan ke lift.

    Menghentikan layanan dan memasang barikade

    Manual B meminta eskalator dihentikan segera bila ada kegagalan, asap, atau bunyi aneh, lalu perusahaan perawatan dihubungi. Eskalator juga dihentikan segera bila air masuk karena hujan lebat, dan dihentikan sebelum dibersihkan dan dirawat. Tanggap terhadap air, banjir, dan listrik padam dibahas di Bab 25, dan pembersihan di Bab 27.

    Barikade (barricade) adalah pembatas fisik yang dipasang di pendaratan eskalator yang dihentikan agar eskalator tidak dipakai sebagai tangga. Manual B meminta barikade dipasang setiap kali layanan dihentikan dan label peringatan ditempel. Manual itu melarang eskalator yang berhenti dipakai sebagai tempat duduk dan menyebut bahwa eskalator dapat turun karena beban berlebih.

    Penalaran editorial: barikade dipasang di kedua pendaratan sebelum operator meninggalkan tempat, label menyebut alasan dan jalur pengganti, dan barikade baru dilepas setelah eskalator siap dinyalakan dengan operator hadir.

    Pekerjaan panas di dekat eskalator, seperti pengelasan atau pemotongan yang menimbulkan percikan, harus disertai instruksi pencegahan kebakaran karena percikan dapat masuk ke dalam eskalator. Izin kerja dan verifikasi keadaan aman dibahas umum di Bab 2 · Keselamatan.

    Contoh kerja

    Contoh 1: buzzer tidak berbunyi. Kasus pembuka. Langkah 3 urutan menyalakan manual B meminta perusahaan perawatan dihubungi bila alarm tidak berbunyi. Operator tidak memutar sakelar arah; sakelar kembali ke stop, kunci dicabut, barikade dipasang, dan kejadian dicatat dengan jam. Eskalator turun di sebelahnya boleh dinyalakan bila inspeksi hariannya baik dan buzzernya berbunyi, tetapi arahnya tidak diubah untuk menggantikan eskalator naik.

    Contoh 2: pelindung sudut jepit bergeser dan gigi sisir patah. Inspeksi harian menemukan pelindung sudut jepit di pendaratan atas bergeser dan satu gigi sisir bawah patah, yaitu butir 11 dan butir 5 daftar manual B. Manual itu tidak mengizinkan operasi bila alat pengaman kurang. Eskalator tidak dinyalakan, barikade dipasang, kontraktor dipanggil, dan foto kedua temuan dilampirkan pada catatan. Operator tidak memasang kembali pelindung atau mengganti sisir sendiri.

    Contoh 3: pegangan tangan tertinggal. Eskalator bergerak 30 m/min, kecepatan nominal pada contoh manual A. Kecepatan itu sama dengan

    v=3060=0,5 m/sv = \frac{30}{60} = 0{,}5 \text{ m/s}

    Dalam 10 s anak tangga berpindah 5,0 m. Bila pegangan tangan 2 persen lebih lambat (angka latihan), pegangan tangan berpindah 5,0×0,98=4,905{,}0 \times 0{,}98 = 4{,}90 m, sehingga tangan tertinggal 0,10 m dari badan. Pada perjalanan 20 s (angka latihan), selisihnya 0,20 m. Operator tidak menghitung batasnya; ia mencatat butir 2 sebagai temuan dan memanggil kontraktor. Nilai acuan kecepatan pegangan tangan dimiliki kontraktor (Bab 28).

    Contoh 4: kapasitas dua lebar eskalator. Anggap kedalaman anak tangga 0,4 m dan separuh anak tangga terisi (keduanya angka latihan). Pada 30 m/min, jumlah anak tangga yang tiba di pendaratan

    n=30 m/min0,4 m=75 anak tangga per menitn = \frac{30 \text{ m/min}}{0{,}4 \text{ m}} = 75 \text{ anak tangga per menit}

    Pada lebar 800 mm dengan satu orang per anak tangga, lajunya 75×0,5=37,575 \times 0{,}5 = 37{,}5 orang per menit, sehingga 600 peserta memerlukan sekitar 16 menit. Pada lebar 1.000 mm dengan dua orang per anak tangga, lajunya 75 orang per menit dan waktunya 8 menit. Eskalator 800 mm tidak dipercepat dengan meminta dua orang berdiri di satu anak tangga; kedatangan diatur, dan lift serta tangga dipakai sebagai jalur tambahan.

    Contoh 5: kerumunan di pendaratan atas. Eskalator naik mengantar 37,5 orang per menit (Contoh 4). Meja registrasi diletakkan 3 m dari pendaratan atas, sehingga orang hanya dapat meninggalkan area pendaratan 25 orang per menit (keduanya angka latihan). Penumpukan bertambah 37,5−25=12,537{,}5 - 25 = 12{,}5 orang per menit, atau 125 orang dalam 10 menit. Manual B meminta penumpang dihentikan naik segera bila pendaratan padat. Petugas di pendaratan bawah menahan penumpang, dan meja registrasi dipindahkan menjauhi pendaratan sebelum arus dibuka lagi.

    Contoh 6: sepatu lunak dan stop darurat. Seorang tamu bersandal karet berdiri menempel ke panel samping, dan eskalator berhenti mendadak. Tampilan penyebab berhenti (opsi) menunjukkan panel samping bawah berwarna merah. Operator meminta penumpang turun hati-hati, memasang barikade, lalu memeriksa bagian yang disebut manual setelah stop darurat. Tidak ada benda terjepit, tampilan menjadi hijau, dan eskalator dinyalakan lagi dengan urutan lengkap. Bila 30 menit kemudian eskalator berhenti lagi karena sebab yang sama, operator memanggil kontraktor dan tidak menyalakannya lagi.

    Contoh 7: celah anak tangga dan panel samping di laporan kontraktor. Manual A memberi acuan celah anak tangga ke panel samping: X<4X < 4 mm, Y<4Y < 4 mm, dan X+Y<7X + Y < 7 mm, dengan XX dan YY celah di kedua sisi anak tangga. Laporan eskalator naik mencatat X=3,0X = 3{,}0 mm dan Y=4,5Y = 4{,}5 mm (angka latihan). Celah YY tidak di bawah 4 mm, dan jumlahnya 3,0+4,5=7,53{,}0 + 4{,}5 = 7{,}5 mm tidak di bawah 7 mm, sehingga dua syarat gagal. Eskalator turun mencatat X=3,5X = 3{,}5 mm dan Y=3,0Y = 3{,}0 mm; jumlahnya 6,5 mm, dan ketiga syarat terpenuhi. Operator meminta kontraktor menuliskan tindakan untuk eskalator naik sebelum unit dipakai. Acuan ini milik satu model.

    Contoh 8: eskalator berhenti saat kunjungan perawatan. Kontraktor menghentikan eskalator turun selama 3 jam (angka latihan), dan petugas lobi mengusulkan agar tamu berjalan di eskalator yang diam. Manual B meminta barikade agar eskalator tidak dipakai sebagai tangga. Barikade dipasang di kedua pendaratan, label menunjukkan lift dan tangga terdekat, dan jam henti serta jam nyala kembali dicatat.

    Contoh 9: pengelasan di dekat pendaratan. Kontraktor renovasi akan mengelas pagar kaca 3 m dari pendaratan atas (angka latihan). Manual B meminta instruksi pencegahan kebakaran untuk pekerjaan panas di dekat eskalator. Penalaran editorial: pekerjaan itu diberi izin kerja panas (Bab 2 · Keselamatan), eskalator dihentikan dan diberi barikade selama pengelasan, dan setelah pekerjaan selesai operator melakukan inspeksi harian sebelum menyalakan eskalator lagi.

    Kondisi berhenti

    Eskalator tidak dinyalakan, atau dihentikan dan diberi barikade, lalu kontraktor dipanggil, bila:

    1. buzzer tidak berbunyi saat sakelar diputar ke buzzer;
    2. inspeksi harian menemukan bagian hilang, rusak, atau bergeser, alat pengaman kurang, atau ada halangan;
    3. ada kegagalan, asap, bau, bunyi aneh, getaran, atau cacat abnormal saat berjalan;
    4. pegangan tangan tidak bergerak sama cepat dengan anak tangga atau bergetar;
    5. air masuk ke eskalator karena hujan lebat, kebocoran, atau banjir (Bab 25);
    6. eskalator berhenti berulang karena sebab yang sama, berhenti lagi segera setelah dinyalakan, atau tidak dapat dinyalakan;
    7. tampilan penyebab berhenti tidak berubah menjadi hijau;
    8. rana kebakaran tidak terbuka penuh, atau ada kebakaran atau gempa;
    9. terjadi cedera penumpang (Bab 25);
    10. seseorang meminta pelat pendaratan dibuka atau bagian eskalator diperbaiki oleh orang yang tidak berwenang.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Buzzer hanya bel, jadi eskalator tetap aman dijalankan tanpa bunyinya." Buzzer adalah langkah dalam urutan menyalakan, dan manual meminta perusahaan perawatan dihubungi bila bunyinya tidak keluar.

    "Eskalator yang berhenti sama dengan tangga biasa." Manual meminta barikade agar eskalator yang berhenti tidak dipakai sebagai tangga, dan menyebut bahwa eskalator dapat turun karena beban berlebih.

    "Tombol stop darurat adalah cara biasa mematikan eskalator di akhir hari." Penghentian normal memakai sakelar kunci dengan buzzer lalu stop; tombol stop darurat berpenutup agar tidak tertekan tanpa sengaja dan disediakan untuk keadaan darurat.

    "Semua eskalator boleh dinaiki dua orang per anak tangga." Manual B hanya mengizinkannya pada lebar 1.000 mm; lebar 600 mm dan 800 mm untuk satu orang.

    "Setelah stop darurat, cukup putar kunci dan jalankan lagi." Bagian yang biasa memicu stop diperiksa lebih dulu, dan penghentian berulang karena sebab yang sama adalah alasan memanggil kontraktor.

    "Operator boleh membuka pelat pendaratan untuk melihat penyebab berhenti." Pelat pendaratan menutupi panel kendali dan motor, dan manual melarang pembongkarannya.

    Hubungan dengan bab lain

    Lift tingkat pemeriksaan ada di Bab 24, tanggap darurat lift dan eskalator di Bab 25, pembersihan eskalator di Bab 27, dan angka uji di laporan kontraktor di Bab 28. Stop darurat ada di Bab 49 · Kelistrikan & Kendali, rem pegas gagal aman di Bab 55 · Kelistrikan & Kendali, bahaya listrik di Bab 75 · Kelistrikan & Kendali, kondisi berhenti di Bab 1 · Keselamatan, izin kerja di Bab 2 · Keselamatan, proteksi kebakaran gedung di Bab 17, dan lembar periksa di Bab 9 · Data & Pengukuran.

    Latihan dan pembahasan

    1. Operator memastikan eskalator kosong, memutar sakelar ke buzzer, dan buzzer berbunyi. Ia lalu teringat bahwa rana kebakaran di pendaratan atas belum dibuka penuh setelah uji sistem kebakaran semalam. Apa yang dilakukan?
    2. Inspeksi harian menemukan satu lampu panel samping berkedip, sedangkan semua butir lain baik. Bagaimana temuan ini dicatat dan dilaporkan?
    3. Eskalator lebar 600 mm bergerak 30 m/min. Dengan kedalaman anak tangga 0,4 m dan sepertiga anak tangga terisi (angka latihan), berapa orang per menit yang diangkut, dan berapa lama untuk 300 tamu?
    4. Seorang petugas kebersihan memutar sakelar kunci dengan tangan yang masih basah setelah mengepel pendaratan. Apa yang salah?
    5. Tamu rumah sakit dengan kursi roda menunggu di pendaratan bawah eskalator. Apa yang dilakukan petugas?
    6. Laporan kontraktor mencatat celah anak tangga ke panel samping X=2,5X = 2{,}5 mm dan Y=3,8Y = 3{,}8 mm. Apakah memenuhi acuan manual A?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Operator mengembalikan sakelar ke stop, memastikan rana kebakaran terbuka penuh, lalu mengulang urutan dari langkah pertama. Urutan manual B memeriksa rana sebelum buzzer, karena eskalator yang terhubung dengan rana berhenti ketika rana menutup.
    2. Lampu panel samping yang berkedip adalah temuan pada butir 10 daftar inspeksi harian, sehingga dicatat sebagai temuan, tidak sebagai baik. Temuan dilaporkan ke perusahaan perawatan; karena lampu tidak termasuk alat pengaman di daftar manual, keputusan operasi sementara diambil bersama penanggung jawab.
    3. Jumlah anak tangga yang tiba 30/0,4=7530/0{,}4 = 75 per menit; dengan sepertiga terisi dan satu orang per anak tangga, lajunya 75/3=2575/3 = 25 orang per menit. Untuk 300 tamu diperlukan 300/25=12300/25 = 12 menit, sehingga kedatangan tamu diatur atau jalur lain dibuka.
    4. Manual B melarang sakelar kunci dioperasikan dengan tangan basah, dan Bab 75 · Kelistrikan & Kendali menjelaskan bahwa kulit basah menurunkan impedansi tubuh. Kunci operasi juga hanya dipegang orang berwenang, sehingga petugas kebersihan tidak memegangnya dan operator mengeringkan tangan sebelum memegang sakelar.
    5. Panduan penumpang manual B melarang kursi roda dibawa ke eskalator, sehingga petugas mengantar tamu ke lift terdekat. Tanda di pendaratan yang menunjukkan larangan kursi roda, kereta bayi, dan troli serta arah ke lift mengurangi tamu yang terlanjur menunggu di depan sisir.
    6. Celah X=2,5X = 2{,}5 mm dan Y=3,8Y = 3{,}8 mm masing-masing di bawah 4 mm, dan jumlahnya 6,3 mm di bawah 7 mm, sehingga ketiga syarat terpenuhi. Kesimpulan ini hanya berlaku bila eskalator itu memakai acuan manual A; nilai YY yang dekat batas dicatat agar trennya dapat dibandingkan pada laporan berikutnya.

    Referensi

    Sumber luar

    • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2017jdih.kemnaker.go.id

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Operator memastikan eskalator kosong, memutar sakelar ke buzzer, dan buzzer berbunyi. Ia lalu teringat bahwa rana kebakaran di pendaratan atas belum dibuka penuh setelah uji sistem kebakaran semalam. Apa yang dilakukan?

    2

    Inspeksi harian menemukan satu lampu panel samping berkedip, sedangkan semua butir lain baik. Bagaimana temuan ini dicatat dan dilaporkan?

    3

    Eskalator lebar 600 mm bergerak 30 m/min. Dengan kedalaman anak tangga 0,4 m dan sepertiga anak tangga terisi (angka latihan), berapa orang per menit yang diangkut, dan berapa lama untuk 300 tamu?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat