Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Fluida & Termal · Bab 17Terapan

    Chiller berpendingin udara dari sisi operator: sirkuit air dingin, debit minimum dan maksimum, beda suhu, volume loop, sakelar aliran dan interlock pompa, batas beku, urutan nyala dan mati, alarm, catatan harian, dan batas pekerjaan teknisi refrigerasi

    Chiller berpendingin udara di atap sebuah hotel berhenti berulang kali menjelang subuh karena suhu air keluar rendah, padahal catatan harian sudah tiga minggu menunjukkan beda suhu evaporator yang naik dan rugi tekan yang turun akibat saringan tersumbat. Bab ini menjelaskan chiller dari sisi operator: perlengkapan sirkuit air dingin, debit minimum dan maksimum, beda suhu sebagai ukuran beban, volume loop minimum, sakelar aliran dan interlock pompa, batas putus beku, urutan nyala dan mati, keluarga pengaman dan cara membaca alarm, serta ketidakseimbangan tegangan 2 persen menurut manual dibandingkan dengan bab terbit. Bab ini juga memberi susunan catatan harian dan menegaskan pekerjaan yang menjadi milik teknisi refrigerasi bersertifikat. Sembilan contoh kerja memakai angka dari tiga dokumen pabrik.

    23 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Chiller berpendingin udara 100 ton refrigerasi di atap sebuah hotel berhenti tiga kali dalam dua minggu menjelang subuh, saat beban kamar paling rendah, dengan pesan suhu air keluar rendah, dan operator jaga me-reset setiap kali. Catatan harian menunjukkan beda suhu air evaporator naik dari sekitar 6 K menjadi 8 K pada beban subuh yang hampir sama, sementara selisih bacaan manometer masuk dan keluar evaporator mengecil. Kontraktor mengukur debit sekitar 6 L/s dan menemukan saringan masuk evaporator hampir tertutup serpihan pekerjaan pipa. Manual pabrik untuk ukuran itu memberi debit minimum 7,6 L/s dan menyatakan bahwa debit di bawah minimum menimbulkan pemutusan suhu rendah berulang. Beda suhu, debit terukur, dan jumlah pemutusan adalah angka latihan. Pengaman bekerja benar; penyebabnya di sisi air, wilayah operator, dan tandanya tercatat tiga minggu sebelumnya.

    Batas pembahasan

    Sumber bab ini tiga dokumen pabrik dari folder Drive pemilik:

    1. manual pemasangan, operasi, dan perawatan chiller ulir berpendingin udara 70 sampai 125 ton refrigerasi, terbit 1995 dengan refrigeran HCFC-22, selanjutnya manual pertama;
    2. panduan rekayasa chiller ulir berpendingin udara berpenggerak kecepatan variabel, tanpa prosedur start, perawatan, atau daftar alarm;
    3. manual kendali dan pemecahan masalah chiller ulir berpendingin udara, yang terpotong di halaman cetak 80 sehingga daftar alarm, jadwal perawatan, dan lembar lognya tidak terbaca.

    Angka satu dokumen adalah contoh dokumen itu; chiller Anda mengikuti manualnya sendiri. Siklus, superpanas, dan subdingin ada di Bab 25 · Fisika, COP di Bab 17 · Fisika, kewenangan refrigeran di Bab 9 · Utilitas, ton refrigerasi di Bab 10 · Utilitas, pompa di Bab 12 dan Bab 9 · Bangunan & Fasilitas, sakelar proses di Bab 58 · Kelistrikan & Kendali, interlock dan urutan di Bab 51 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 54 · Kelistrikan & Kendali, sensor di Bab 60 · Kelistrikan & Kendali, pemakai air dingin di Bab 15 tentang unit koil kipas dan Bab 16 tentang unit pengolah udara, dan menara pendingin di Bab 18. Chiller berpendingin air tidak dibahas karena tidak ada sumbernya. Pekerjaan sirkuit refrigeran dan panel 400 V berada di luar wewenang teknisi hotel.

    Sirkuit air dingin di sisi chiller

    Sirkuit air dingin (chilled water loop) adalah jaringan pipa tertutup yang membawa air dari evaporator chiller ke koil pemakai lalu mengembalikannya ke evaporator. Panduan rekayasa meminta pompa mendorong air ke evaporator dan pembuangan di titik rendah. Manual pertama meminta di pipa masuk dan keluar evaporator ventilasi udara, manometer berkatup henti, peredam getar, katup isolasi, termometer, dan tee pembersih; pipa masuk ditambah saringan dan katup pelepas tekanan air, pipa keluar ditambah katup penyeimbang dan sakelar aliran bila dipakai.

    Katup pelepas dipasang di antara evaporator dan katup isolasi masuk, karena bejana yang terkurung katup tertutup dapat naik tekanannya saat airnya memanas. Panduan rekayasa meminta saringan, sebaiknya 40 mesh, dekat masukan dan dapat diisolasi. Manometer dipasang di pipa lurus pada elevasi sama; satu manometer bermanifold yang dibaca bergantian menghilangkan galat kalibrasi. Tekanan air maksimum evaporator 215 psig (sekitar 14,8 bar) pada manual pertama dan 150 psig (10,3 barg) pada evaporator standar panduan rekayasa; yang berlaku pelat nama unit.

    Pipa dibilas sebelum disambung, dengan bypass sementara agar evaporator tidak terkena kotoran dan pembilas asam; menurut manual kendali, saringan pemasangan awal pada pompa dilepas dalam 24 jam setelah start. Pengolahan air ditetapkan spesialis, karena air tanpa pengolahan menimbulkan kerak, korosi, alga, dan lendir. Evaporator yang kotor dibilas balik lebih dulu, lalu dibersihkan kimia dengan bahan yang disetujui pemasok, tanpa asam yang merusak baja, baja galvanis, polipropilena, atau tembaga.

    Debit minimum dan maksimum, rugi tekan, dan beda suhu

    Debit minimum evaporator (minimum evaporator flow) adalah debit air terkecil yang menurut tabel pabrik masih menjamin aliran turbulen dan perpindahan panas yang baik di dalam tabung evaporator. Tabel manual pertama:

    Ukuran (ton refrigerasi)708090100110125
    Debit minimum (L/s)5,36,16,87,68,39,5
    Debit maksimum (L/s)15,918,220,422,725,028,4

    Debit di bawah minimum membuat aliran laminar, menurunkan perpindahan panas, dan menimbulkan hilangnya kendali katup ekspansi atau pemutusan suhu rendah berulang; debit terlalu tinggi mengikis tabung dan merusak penyangga serta sekat. Pada aliran primer variabel, panduan rekayasa membatasi perubahan debit 10 persen debit rancangan per menit. Debit diatur dengan katup penyeimbang dan diperiksa lewat rugi tekan evaporator, yang diukur dengan manometer yang sama tanpa katup, saringan, atau fitting dan dibandingkan dengan kurva pabrik.

    Beda suhu evaporator (evaporator delta T) adalah selisih suhu air masuk dan air keluar evaporator. Beban evaporator:

    Q˙=V˙ ρ cp (Tmasuk−Tkeluar)\dot{Q} = \dot{V}\,\rho\,c_p\,(T_\text{masuk} - T_\text{keluar})

    dengan Q˙\dot{Q} beban (kW), V˙\dot{V} debit (L/s), ρ\rho massa jenis air sekitar 1 kg/L, dan cpc_p kalor jenis air sekitar 4,19 kJ/(kg·K). Manual kendali memakai kondisi acuan AHRI air masuk 12 °C dan keluar 7 °C, dan memakai beda suhu evaporator sebagai ukuran beban gedung. Pada debit tetap, beda suhu mengikuti beban (Contoh 4); pada beban tetap, beda suhu yang membesar berarti debit turun. Bab 10 · Utilitas menyebut penukar kotor sebagai sebab beda suhu mengecil pada beban sama; dokumen-dokumen ini tidak mendukungnya, dan hal ini dicatat di peta sumber.

    Volume loop minimum

    Volume loop (loop volume) adalah jumlah seluruh air di dalam sirkuit air dingin, termasuk pipa, evaporator, koil pemakai, dan tangki. Menurut panduan rekayasa, volume besar menambah massa termal, menstabilkan suhu air, dan mengurangi siklus nyala-mati kompresor; bila kurang, tangki atau pipa yang lebih besar dipasang.

    Vmin=k×Q˙nomV_\text{min} = k \times \dot{Q}_\text{nom}

    dengan VminV_\text{min} volume minimum (L), Q˙nom\dot{Q}_\text{nom} kapasitas nominal (kW), dan kk faktor volume (L/kW). Untuk tata udara, minimumnya 3 gal/ton, ditulis 3,25 L/kW di manual kendali dan 3,2 L/kW di panduan rekayasa, yang menyarankan 5,4 sampai 8,6 L/kW. Untuk proses keduanya memberi 6,5 L/kW, dan untuk aliran primer variabel panduan rekayasa memberi 8,6 sampai 10,8 L/kW. Volume evaporator saja tidak pernah cukup: evaporator chiller 100 ton pada manual pertama menampung 121,5 L, sedangkan minimum loopnya lebih dari 1.100 L (Contoh 3). Penambahan tangki adalah keputusan perancang.

    Sakelar aliran, bukti aliran, dan interlock pompa

    Bukti aliran (proof of flow) adalah sinyal kontak ke pengendali chiller yang menyatakan bahwa air dingin benar-benar mengalir. Sakelar aliran (flow switch) adalah sakelar proses yang kontaknya menutup bila air mengalir dan membuka bila aliran turun di bawah setelannya.

    Manual pertama menyebut sakelar aliran pilihan, tetapi bukti aliran wajib, misalnya kontak bantu starter pompa, yang disambung seri dengan sakelar bila sakelar dipakai. Panduan rekayasa mewajibkan sakelar di pipa keluar evaporator, dan manual kendali, pada konfigurasi tanpa kendali pompa, meminta sakelar dan kontak interlock pompa sama-sama tertutup sebelum pendinginan mulai. Pemasangan menurut manual pertama: tegak, dengan paling sedikit 5 kali diameter pipa lurus mendatar di tiap sisi, jauh dari siku, orifis, dan katup; panah searah aliran; udara dibuang agar sakelar tidak bergetar; disetel membuka bila debit turun di bawah nominal. Pengendalinya menunggu 6 detik setelah kehilangan aliran sebelum mematikan unit; pemutusan berulang diserahkan ke servis berkualifikasi. Manual kendali memberi alarm bila pompa diperintah mati tetapi sakelar tetap tertutup, tanda kontaktor pompa lengket atau sakelar rusak.

    Interlock manual pertama memakai tiga titik: masukan Auto/Stop dari luar, kontak kendali pompa dari chiller, dan masukan bukti aliran. Membuka Auto/Stop membawa kompresor ke mode membuang beban, lalu kontak pompa membuka 1 sampai 30 menit kemudian menurut setelan; pompa tetap jalan paling sedikit 1 menit setelah perintah stop. Membuka bukti aliran mematikan chiller seketika, sehingga bukti aliran bukan cara normal mematikan chiller; penghentian normal membuang beban kompresor sekitar setengah menit agar start berikutnya tanpa beban. Panduan rekayasa juga melarang sakelar aliran dipakai untuk menyalakan dan mematikan unit.

    Setpoint, batas putus beku, dan batas operasi

    Batas putus suhu air keluar (leaving water temperature cutout) adalah suhu air keluar evaporator yang bila dilewati ke bawah membuat pengendali mengurangi kapasitas sampai mematikan kompresor untuk mencegah pembekuan. Di sebagian besar Indonesia udara luar tidak turun di bawah titik beku (pengetahuan umum), sehingga ancaman beku datang dari sisi refrigeran, misalnya saat debit rendah; manual pertama memperingatkan bahwa tekanan refrigeran yang terlalu rendah dapat membekukan dan memecahkan tabung evaporator.

    Aturan manual pertama: batas putus air paling sedikit 5 °F (2,8 K) di bawah setpoint, batas putus refrigeran paling sedikit 15 °F (8,3 K) di bawah setpoint, dan pemutusan terjadi bila simpangan di bawah batas melewati 30 °F·detik. Untuk setpoint 40 °F (4,4 °C) tanpa glikol, tabelnya memberi batas putus air 35 °F (1,7 °C) dan refrigeran 22 °F (-5,6 °C); setpoint lebih rendah memerlukan glikol. Derajat-detik (degree-seconds) adalah ukuran gabungan besar simpangan suhu di bawah batas dan lamanya simpangan bertahan, sehingga simpangan besar memicu pemutusan lebih cepat daripada simpangan kecil (Contoh 7).

    Manual kendali memberi setpoint bawaan 44 °F yang dicetak 6,6 °C (konversinya 6,7 °C), titik beku air tawar 34 °F (1,1 °C) tempat chiller mati, suhu luar 0 sampai 52 °C, air masuk paling tinggi 35 °C, dan air keluar 4,4 sampai 15 °C; di bawah 4,4 °C perlu modifikasi brine dari pabrik. Panduan rekayasa memberi air keluar 4,4 sampai 21,1 °C pada satu tabel tetapi maksimum 15,6 °C di halaman lain, sehingga batas selalu dibaca dari manual unit sendiri. Setpoint dan batas putus diubah teknisi berwenang; operator mencatat nilainya dan melaporkan bila berbeda dari catatan komisioning.

    Urutan nyala dan mati

    Pemanas karter (crankcase heater) adalah pemanas listrik pada kompresor yang menjaga oli tetap hangat agar refrigeran cair tidak terkumpul di kompresor selama mesin mati. Manual pertama meminta pemanas karter menyala paling sedikit 24 jam sebelum operasi, dan manual kendali meminta hal yang sama untuk pemanas separator oli, sehingga sakelar utama tidak dibuka saat chiller berhenti sementara.

    Pra-start dan start menurut manual pertama, dengan pelaku menurut penalaran editorial:

    1. Sambungan listrik kencang, tegangan dalam rentang pakai, ketidakseimbangan paling besar 2 persen, urutan fasa benar (elektrisi berkompeten).
    2. Katup servis refrigeran dan oli terbuka (teknisi refrigerasi).
    3. Kipas kondensor bebas berputar, diperiksa dengan daya terisolasi; pemanas karter menyala 24 jam (operator).
    4. Evaporator diisi sambil membuka ventilasi atas; pompa jalan, bocor diperiksa, debit diatur, rugi tekan diukur, sakelar aliran disetel, interlock dibuktikan (operator dan teknisi gedung).
    5. Stop, setpoint diperiksa, pompa jalan, Auto; setelah sekitar 30 menit stabil, tekanan refrigeran dan kaca intip dicatat operator dan ditafsirkan teknisi.

    Urutan otomatis manual kendali: perintah start, pompa jalan, aliran diverifikasi, kompresor start tanpa beban, beban ditambah, lalu sirkuit lain; penghentian kebalikannya. Manual pertama menyalakan kompresor dengan jumlah start paling sedikit dan mematikan yang jam kerjanya paling banyak, logika berurutan seperti di Bab 54 · Kelistrikan & Kendali.

    Stop sementara: tombol Stop membuat kompresor membuang beban 20 detik lalu berhenti, sakelar utama tetap tertutup, lalu pompa dimatikan. Stop panjang: teknisi menguji bocor refrigeran, sakelar pompa dan utama dibuka dan dikunci, katup air ditutup, dan tekanan refrigeran diperiksa tiap 3 bulan; start ulangnya mengulang langkah pra-start.

    Pengaman dan cara membaca alarm

    Manual pertama membagi diagnostik dalam lima kelas berurutan prioritas: penghentian mesin atau sirkuit, masing-masing dengan reset manual atau otomatis, dan peringatan informatif. Lampu merah berkedip untuk kelas reset manual, dan layar hanya merinci diagnostik tertinggi. Daftar alarm manual kendali ada di bagian yang terpotong. Keluarga pengaman yang terbaca di manual pertama, dengan ambang khusus mesin dan refrigerannya; kolom kanan adalah penalaran editorial:

    KeluargaLangkah operator
    Aliran air; suhu air keluar rendahperiksa pompa, katup, saringan, udara, setpoint
    Suhu atau tekanan refrigeran, suhu buang, olicatat; periksa koil dan kipas kondensor; teknisi refrigerasi
    Belitan, beban lebih, kontaktor lengketelektrisi atau teknisi servis
    Fasa hilang atau terbalik, ketidakseimbangan arus 15 dan 30 persen, tegangan lebih atau kurangelektrisi dan pengelola listrik
    Sensor terbuka atau hubung singkat; stop daruratperiksa sambungan dengan daya terisolasi; cari sebab penekanan

    Cara membaca alarm (penalaran editorial dari ketentuan manual): catat kelas, pesan, waktu, suhu air, debit, dan jumlah kompresor jalan sebelum menekan apa pun; diagnostik reset manual tidak di-reset berulang. Manual kendali melarang jumper pada komponen kendali dan melarang mengoperasikan kontaktor dengan tangan.

    Ketidakseimbangan tegangan. Kedua manual memakai definisi yang sama dengan Bab 9 · Kelistrikan & Kendali:

    u=100×max⁡∣Ui−Uˉ∣Uˉu = \frac{100 \times \max\lvert U_i - \bar{U}\rvert}{\bar{U}}

    dengan uu ketidakseimbangan (persen), UiU_i tegangan antarfasa (V), dan Uˉ\bar{U} rata-rata ketiganya (V). Batas kedua manual 2 persen; bila lebih, manual kendali meminta perusahaan listrik dihubungi dan unit tidak dioperasikan. Bab 9 · Kelistrikan & Kendali mengutip NEMA MG 1 yang tidak menganjurkan operasi motor di atas 5 persen, Bab 41 · Kelistrikan & Kendali mengutip anjuran Departemen Energi Amerika Serikat paling besar 1 persen dan faktor penurunan daya sekitar 0,95 pada 2 persen, dan Bab 79 · Kelistrikan & Kendali memakai anjuran 1 persen. Manual unit pengolah udara dari folder yang sama memakai definisi lain, yaitu beda dua fasa kurang dari 2 persen tegangan nominal. Angka-angka ini tidak bertentangan: 1 persen sasaran catu yang sehat, 2 persen batas manual chiller, dan 5 persen batas umum motor (penalaran editorial). Relai fasa ada di Bab 47 · Kelistrikan & Kendali; pengukurannya pekerjaan bertegangan oleh orang berkompeten (Bab 76 · Kelistrikan & Kendali).

    Catatan harian operator

    Manual pertama meminta log operator karena tren kondisi operasi membuat masalah dapat dicegah sebelum terjadi. Formulir lognya berupa gambar dan lembar log manual kendali terpotong; pemeriksaan berikut diambil dari teks perawatan manual pertama:

    • Mingguan, setelah sekitar 30 menit stabil: tekanan refrigeran evaporator dan kondensor dari layar dan kaca intip; superpanas dan subdingin diukur teknisi bila muatan tampak kurang.
    • Bulanan: superpanas dan subdingin dicatat; kipas kondensor diputar dengan tangan, dengan pemutus dibuka dan dikunci; kotoran koil diperiksa.
    • Tahunan: level oli, muatan, analisis oli, uji bocor, serta pemeriksaan kendali, pengaman, dan komponen listrik oleh organisasi servis berkualifikasi; saringan dibersihkan, kipas diperiksa, dan koil kondensor dicuci dengan sikat lunak, dengan penghambat bila deterjen ber-pH di atas 8,5.

    Butir catatan harian susunan editorial: jam, suhu luar, setpoint, suhu air masuk dan keluar dan beda suhunya, bacaan manometer masuk dan keluar, status pompa dan sakelar aliran, jumlah kompresor jalan, arus dan tegangan dari layar, diagnostik dan siapa yang me-reset, tekanan refrigeran dari layar, serta keadaan kaca intip, koil, dan kipas. Sensor air manual kendali berupa termistor 5 kΩ pada 25 °C di sumur nosel evaporator: 16.325 Ω pada 0 °C, 11.506 Ω pada 7 °C, 9.044 Ω pada 12 °C, dan 3.266 Ω pada 35 °C. Bacaan layar yang meragukan diperiksa dengan mengukur resistansinya saat daya terisolasi (Contoh 8; Bab 60 · Kelistrikan & Kendali).

    Batas pekerjaan teknisi refrigerasi dan aturan refrigeran

    Ketiga dokumen membatasi pemasangan, start, dan servis untuk teknisi berkualifikasi, dan manual kendali meminta start diawasi teknisi refrigerasi berkualifikasi. Pekerjaan teknisi refrigerasi menurut dokumen-dokumen ini: membuka sirkuit, mengisi, mengurangi, dan memulihkan refrigeran; mengukur superpanas dan subdingin (Bab 25 · Fisika); uji bocor; uji katup ekspansi; level dan penggantian oli; serta pengujian pengaman dan menu servis. Angka sakelar tekanan manual pertama berlaku untuk HCFC-22 dan mesin itu saja.

    Menurut manual kendali, refrigeran menggeser oksigen dan uapnya lebih berat dari udara, sehingga dapat menyebabkan aritmia jantung, pingsan, dan kematian; katup pelepas tidak dibuang di dalam gedung menurut ANSI/ASHRAE 15; dan obor tidak dipakai sebelum refrigeran dipulihkan. Manual pertama memperingatkan radang dingin bila refrigeran menyentuh kulit. Batas yang sama untuk pendingin kecil ada di Bab 9 · Utilitas.

    Manual pertama mengutip aturan Amerika Serikat: sejak 1 Juli 1992 servis wajib memakai sistem pemulihan untuk refrigeran CFC dan HCFC, dan refrigeran dipulihkan oleh teknisi bersertifikat EPA. Aturan itu tidak berlaku langsung di Indonesia. Di Indonesia, Permendag No. 55 Tahun 2014 melarang impor barang berbasis sistem pendingin yang menggunakan refrigeran HCFC-22, baik terisi maupun kosong, mulai 1 Januari 2015, dan menyebut tujuan menghapus penggunaan HCFC secara menyeluruh sebelum tahun 2030. Aturan impor terbaru, aturan servis chiller HCFC-22 yang sudah terpasang, dan aturan sertifikasi teknisi refrigerasi belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 19 Oktober 2026; tanyakan ke lembaga sertifikasi profesi bidang refrigerasi atau dinas ketenagakerjaan setempat, dan minta kontraktor menunjukkan sertifikat teknisinya.

    Contoh kerja

    Contoh 1: Debit dan beban. Chiller 100 ton boleh dialiri 7,6 sampai 22,7 L/s. Debit terukur 9 L/s dengan beda suhu 6 K (angka latihan): Q˙=9×4,19×6=226\dot{Q} = 9 \times 4{,}19 \times 6 = 226 kW, setara 226/3,517=64226/3{,}517 = 64 ton refrigerasi (Bab 10 · Utilitas), sekitar 64 persen kapasitas nominal.

    Contoh 2: Kasus pembuka. Beban subuh 200 kW (angka latihan): pada 8 L/s beda suhunya 200/(8×4,19)=6,0200/(8 \times 4{,}19) = 6{,}0 K, pada 6 L/s 8,0 K. Debit 6 L/s hanya 6/7,6=796/7{,}6 = 79 persen minimum. Pada debit minimum beban itu memberi 200/(7,6×4,19)=6,3200/(7{,}6 \times 4{,}19) = 6{,}3 K, sehingga beda suhu subuh di atas 6,3 K menjadi garis peringatan di log (penalaran editorial).

    Contoh 3: Volume loop. Kapasitas 100×3,517=351,7100 \times 3{,}517 = 351{,}7 kW, sehingga minimumnya 3,25×351,7=1.1433{,}25 \times 351{,}7 = 1.143 L atau 3,2×351,7=1.1253{,}2 \times 351{,}7 = 1.125 L, dengan rentang disarankan 1.899 sampai 3.025 L. Dengan V=π4d2LV = \tfrac{\pi}{4} d^2 L (angka latihan), pipa diameter dalam 150 mm sepanjang 40 m berisi 707 L dan pipa 100 mm sepanjang 60 m 471 L; ditambah evaporator 121,5 L dan koil 150 L, loop sekitar 1.450 L. Minimum terpenuhi; bila kompresor sering nyala-mati, perancang menilai tangki.

    Contoh 4: Beda suhu kecil pada malam hari. Debit nominal untuk 351,7 kW pada beda 5 K adalah 351,7/(4,19×5)=16,8351{,}7/(4{,}19 \times 5) = 16{,}8 L/s. Pada beban 30 persen (105,5 kW) dan debit tetap, ΔT=105,5/(16,8×4,19)=1,5\Delta T = 105{,}5/(16{,}8 \times 4{,}19) = 1{,}5 K, tanda beban kecil.

    Contoh 5: Ketidakseimbangan tegangan. Contoh manual pertama 221, 230, dan 227 V: rata-rata 226 V, simpangan terbesar 5 V, u=100×5/226=2,2u = 100 \times 5/226 = 2{,}2 persen, sehingga chiller tidak dijalankan. Contoh manual kendali 243, 236, dan 238 V: rata-rata 239 V, simpangan 4 V, u=1,7u = 1{,}7 persen, memenuhi batas, tetapi di atas anjuran 1 persen di Bab 41 · Kelistrikan & Kendali, sehingga elektrisi mencari sebabnya.

    Contoh 6: Batas putus untuk setpoint 44 °F. Setpoint 44 °F sama dengan 6,7 °C. Batas putus air paling tinggi 44−5=3944 - 5 = 39 °F (3,9 °C) dan batas putus refrigeran paling tinggi 44−15=2944 - 15 = 29 °F (-1,7 °C). Dengan batas putus 35 °F dan 22 °F, setpoint paling rendah 40 °F (4,4 °C) tanpa glikol.

    Contoh 7: Derajat-detik. Batas pemutusan 30 °F·detik. Air keluar yang bertahan 3 °F di bawah batas putus memutus chiller setelah 30/3=1030/3 = 10 detik, dan yang 1 °F di bawah setelah 30 detik. Dalam SI, 30 °F·detik sama dengan 30/1,8=16,730/1{,}8 = 16{,}7 K·detik.

    Contoh 8: Termistor. Layar menunjukkan air keluar 7 °C, padahal pemakai mengeluh kurang dingin. Dengan daya terisolasi, sensor diukur di ujungnya 9.044 Ω, yaitu 12 °C menurut tabel, dan dari konektor papan termasuk kabel sekitar 11.500 Ω, nilai untuk 7 °C (angka latihan). Selisih sekitar 2.460 Ω ada di kabel atau konektor, sehingga pengendali mengira air sudah dingin (penalaran editorial).

    Contoh 9: Urutan stop dan tunda pompa. Sistem otomasi mematikan pompa dan chiller dengan satu sinyal jam (angka latihan), sehingga bukti aliran terbuka seketika dan chiller mati mendadak tanpa membuang beban. Sinyal jam dipindah ke Auto/Stop saja, dan pompa dikendalikan kontak pompa chiller dengan tunda 2 menit. Uji stopwatch: kompresor berhenti pada detik ke-25 dan pompa pada detik ke-120 (angka latihan), memenuhi syarat paling sedikit 60 detik.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada teknisi refrigerasi, elektrisi, atau perwakilan servis bila:

    1. Diagnostik kelas reset manual muncul, atau diagnostik yang sama kembali setelah satu kali reset.
    2. Pemutusan karena aliran atau suhu air rendah berulang, atau debit di luar rentang tabel.
    3. Ketidakseimbangan tegangan di atas 2 persen, tegangan di luar rentang pakai, atau urutan fasa salah.
    4. Ada tanda kebocoran refrigeran: desis, noda oli, atau bunga es di pipa. Jauhkan orang dari ruang tertutup di dekatnya, jangan memakai api, dan panggil teknisi refrigerasi bersertifikat.
    5. Ada usul memasang jumper pada pengaman, mengoperasikan kontaktor dengan tangan, atau memakai bukti aliran sebagai tombol stop.
    6. Pekerjaan memerlukan membuka panel 400 V, kotak terminal kompresor, atau menyentuh kipas kondensor. Dapat ada lebih dari satu pemutus; semua diisolasi, dikunci, dan diberi label menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali.
    7. Setpoint, batas putus, atau jenis fluida akan diubah di luar tabel manual.
    8. Akses kerja di atap tidak aman (Bab 10 · Keselamatan).

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Sakelar aliran boleh dipakai untuk mematikan chiller." Membuka bukti aliran mematikan chiller seketika tanpa membuang beban kompresor; penghentian normal lewat Auto/Stop.

    "Beda suhu kecil berarti evaporator kotor." Pada debit tetap, beda suhu mengikuti beban (Contoh 4).

    "Kaca intip bening berarti muatan refrigeran cukup." Menurut manual pertama, kaca intip bening saja bukan bukti; teknisi memeriksa superpanas, subdingin, dan tekanan.

    "Ketidakseimbangan 2 persen aman karena NEMA mengizinkan sampai 5 persen." Batas manual chiller 2 persen, dan di atasnya chiller tidak dijalankan.

    Hubungan dengan bab lain

    Prasyaratnya Bab 25 · Fisika tentang siklus refrigerasi, Bab 58 · Kelistrikan & Kendali tentang sakelar proses, dan Bab 9 · Kelistrikan & Kendali tentang ketidakseimbangan tegangan; lanjutannya Bab 15 dan Bab 16 tentang pemakai air dingin dan Bab 18 tentang menara pendingin.

    Latihan dan pembahasan

    Angka soal adalah angka latihan kecuali disebut dari manual.

    1. Chiller 80 ton pada tabel manual pertama dialiri 5,5 L/s. Apa kesimpulannya, dan apa yang diperiksa?
    2. Debit 12 L/s dan beda suhu 5 K. Berapa beban dalam kW dan ton refrigerasi?
    3. Tegangan antarfasa 396, 404, dan 389 V. Hitung ketidakseimbangannya dan putuskan menurut manual pertama dan Bab 41 · Kelistrikan & Kendali.
    4. Hitung volume loop minimum chiller 125 ton dengan 3,2 L/kW, dan volume pada batas bawah rentang disarankan, 5,4 L/kW.
    5. Setpoint air keluar 42 °F. Berapa batas putus air dan refrigeran paling tinggi menurut manual pertama?
    6. Kontraktor mengusulkan menjumper sakelar aliran yang sering memutus agar kamar tidak panas. Bagaimana tanggapan Anda?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Debit minimum ukuran 80 ton 6,1 L/s, sehingga 5,5 L/s sekitar 90 persen minimum dan aliran berisiko laminar. Periksa saringan, katup, udara di pipa, dan pompa sebelum chiller dijalankan lagi.
    2. Q˙=12×4,19×5=251\dot{Q} = 12 \times 4{,}19 \times 5 = 251 kW, setara 251/3,517=71,5251/3{,}517 = 71{,}5 ton refrigerasi. Massa jenis air diambil 1 kg/L.
    3. Rata-rata 396,3 V dan simpangan terbesar 7,7 V, sehingga u=1,9u = 1{,}9 persen. Angka ini memenuhi batas 2 persen manual, tetapi hampir dua kali anjuran 1 persen di Bab 41 · Kelistrikan & Kendali, sehingga elektrisi mencari penyebabnya.
    4. Kapasitas 125×3,517=439,6125 \times 3{,}517 = 439{,}6 kW, sehingga minimumnya 3,2×439,6=1.4073{,}2 \times 439{,}6 = 1.407 L. Pada 5,4 L/kW volumenya 2.374 L; selisihnya adalah air tambahan bila perancang memilih rentang disarankan.
    5. Batas putus air paling tinggi 42−5=3742 - 5 = 37 °F (2,8 °C) dan batas putus refrigeran 42−15=2742 - 15 = 27 °F (-2,8 °C). Nilai yang dipasang tetap dipastikan teknisi dari tabel manual unit.
    6. Tolak usul itu, karena manual kendali melarang jumper pada komponen kendali dan tanpa bukti aliran evaporator dapat membeku. Pemutusan berulang menunjuk debit kurang atau sakelar yang salah pasang atau salah setel, dan itulah yang diperiksa.

    Referensi

    Sumber luar

    • peraturan.bpk.go.idperaturan.bpk.go.id

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Chiller 80 ton pada tabel manual pertama dialiri 5,5 L/s. Apa kesimpulannya, dan apa yang diperiksa?

    2

    Debit 12 L/s dan beda suhu 5 K. Berapa beban dalam kW dan ton refrigerasi?

    3

    Tegangan antarfasa 396, 404, dan 389 V. Hitung ketidakseimbangannya dan putuskan menurut manual pertama dan Bab 82.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat