Baut, mur, dan sambungan ulir: kelas kekuatan, torsi pengencangan, prapenegangan, pengunci ulir, dan kegagalan sambungan
Baut rumah bantalan washer-extractor di sebuah laundry kendur dua kali dalam sebulan, walaupun teknisi selalu mengencangkannya 'sekuat tangan' dan kali kedua memakai baut baru berlapis seng dengan torsi dari tabel baut kering. Bab ini menjelaskan cara kerja sambungan baut dari sisi teknisi: prapenegangan sebagai tujuan pengencangan, bagian dan ukuran ulir, kelas kekuatan dan tanda kepala, hubungan torsi dan gaya jepit yang bergantung pada gesekan, tabel torsi pabrik untuk baut kering, berlapis, dan berpengunci ulir, cara baut kendur dan cara mencegahnya, urutan pengencangan, baut baja tahan karat dan logam lunak, serta tanda kegagalan sambungan. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
Baut rumah bantalan sebuah washer-extractor di laundry rumah sakit ditemukan kendur saat pemeriksaan bulanan. Teknisi mengencangkannya "sekuat tangan" dengan kunci ring. Dua minggu kemudian bunyi ketukan muncul lagi saat ekstraksi, dan satu baut sudah longgar. Kali ini teknisi memasang baut baru berlapis seng, membeli kunci momen, dan mengencangkannya menurut tabel torsi untuk baut kering yang ia temukan di internet. Satu baut putus di ulirnya ketika dikencangkan, dan dua lainnya terasa "lembek" sebelum mencapai angka tabel.
Ketiga kejadian berasal dari satu salah paham: tujuan mengencangkan baut bukan mencapai angka torsi, tetapi menghasilkan gaya jepit yang tepat. Torsi hanya cara tidak langsung untuk mencapainya, dan hubungan keduanya bergantung pada gesekan. Bab ini menjelaskan hubungan itu dan cara membaca tabel torsi pabrik.
Batas pembahasan
Bab ini membahas prapenegangan, bagian ulir, kelas kekuatan, hubungan torsi dan gaya jepit, tabel torsi pabrik, pengunci ulir, urutan pengencangan, baut dari bahan lain, dan kegagalan sambungan, untuk baut dan mur pada mesin dan peralatan. Narasi disiplin Teknik Mekanikal dan Mekatronika hanya memuat sedikit kutipan tentang sambungan baut, sehingga sumber utama bab ini adalah manual servis washer-extractor kaku milik pemilik, terutama bagian persyaratan torsi pengencang dan perawatan pencegahan, ditambah pengetahuan teknik umum yang ditandai di peta sumber.
Torsi sebagai hasil kali gaya dan lengan ada di Bab 1, gesekan statik dan kinetik di Fisika 175, gaya tak seimbang drum di Fisika 207, korosi galvanik pada pasangan logam berbeda di Kimia 209, dan ulir pipa di bab material pipa. Torsi, kelas baut, dan jenis pengunci ulir untuk sambungan tertentu diambil dari dokumen perakitan mesin itu. Manual servis yang menjadi sumber bab ini sendiri menyatakan bahwa bila dokumen perakitan menyebut torsi atau pengunci ulir yang berbeda, dokumen perakitan yang dipakai. Angka di bab ini adalah contoh dari manual sumber, nilai literatur umum, atau angka latihan, dan ditandai.
Mengapa baut menjepit, bukan menahan
Sambungan baut yang baik bekerja seperti pegas yang diregangkan. Ketika mur diputar, baut memanjang sedikit dan menarik kedua bagian sambungan saling menekan. Gaya tarik di baut ini disebut prapenegangan, dan gaya tekan yang sama besar di antara permukaan disebut gaya jepit. Beban luar yang bekerja pada sambungan, misalnya gaya bergetar dari drum yang tak seimbang, sebagian besar ditahan oleh gesekan dan tekanan antara permukaan yang terjepit, bukan oleh batang baut yang menahan beban itu langsung.
Selama gaya jepit lebih besar daripada beban luar, permukaan tidak bergeser dan baut hanya merasakan sebagian kecil perubahan beban. Bila gaya jepit terlalu kecil, permukaan bergeser sedikit demi sedikit setiap putaran, baut menerima beban bolak-balik penuh, ulir aus, dan baut kendur atau patah karena lelah. Itulah sebab baut yang "sekuat tangan" pada kasus pembuka kendur lagi: gaya jepitnya tidak diketahui dan kemungkinan terlalu rendah.
Manual servis sumber menjelaskan dari sisi lain: baut dibuat dengan suaian longgar agar mudah dirakit, dan pada torsi yang benar sebagian besar torsi pengencangan habis di ulir dan di bawah kepala, sedangkan sisanya memberi gesekan yang mencegah ulir tergelincir. Ketika gesekan itu dikalahkan oleh lenturan, pemuaian termal, tekanan dalam, beban kerja, atau benturan, ulir tergelincir dan baut kendur; begitu ulir mulai tergelincir, getaran mempercepat kendurnya.
Bagian sambungan ulir
Unsur sambungan ulir yang perlu dikenali teknisi:
- Diameter nominal ulir, misalnya M10 atau 3/8 inci.
- Kisar, yaitu jarak antarpuncak ulir dalam mm, atau jumlah ulir per inci. Ulir kasar, misalnya M10 × 1,5 atau 3/8-16 (16 ulir per inci), paling umum dan lebih tahan terhadap kotoran dan kerusakan; ulir halus, misalnya M10 × 1,25 atau 3/8-24, memberi penyetelan lebih halus. Keduanya tidak dapat dipertukarkan.
- Luas tegangan tarik, yaitu luas penampang efektif ulir yang dipakai untuk menghitung tegangan baut. Nilainya dari tabel ulir (Contoh 1).
- Panjang kait, yaitu panjang ulir yang benar-benar bersentuhan antara baut dan mur atau lubang berulir. Pada logam lunak seperti aluminium, panjang kait perlu lebih panjang agar ulir lubang tidak terkelupas.
- Ring dan mur. Ring datar membagi tekanan di bawah kepala dan mur; ring pegas dan mur pengunci adalah cara penguncian yang dibahas di bawah. Manual servis sumber meminta penggantian baut, mur, ring datar, dan ring pegas sesuai urutan yang ditunjukkan gambar suku cadang.
Buku teori mesin dan kekuatan bahan dalam narasi memberi contoh baut yang dimasukkan melalui selongsong lalu murnya diputar sampai pas, susunan sederhana yang memperlihatkan bahwa baut menarik dan selongsong ditekan.
Kelas kekuatan dan tanda kepala
Kekuatan baut ditunjukkan oleh kelasnya, yang dicap di kepala. Pada baut metrik, kelas ditulis dengan dua angka, misalnya 8.8, 10.9, atau 12.9: angka pertama dikali 100 adalah kekuatan tarik nominal dalam MPa, dan angka kedua dikali sepuluh adalah persentase kekuatan luluh terhadap kekuatan tarik (nilai literatur umum). Baut kelas 8.8 punya kekuatan tarik nominal sekitar 800 MPa dan kekuatan luluh sekitar 640 MPa. Pada baut inci, kelas SAE ditandai garis radial di kepala; manual servis sumber memuat tabel untuk kelas SAE 1, 2, 4, 5, 7, dan 8 serta kelas ASTM yang setara.
Dua hal yang perlu diingat:
- Kelas mur harus sepadan. Mur yang lebih lemah daripada baut membuat ulir mur terkelupas sebelum baut mencapai prapenegangannya.
- Baut pengganti harus berkelas sama atau lebih tinggi, dan ukuran serta kisarnya sama. Baut tanpa tanda kelas diperlakukan sebagai kelas terendah.
Baut baja tahan karat dicap dengan golongan bahannya, misalnya A2 atau A4 pada baut metrik. Manual servis sumber memuat tabel terpisah untuk baja tahan karat 18-8 dan 316, kuningan, dan aluminium, dengan torsi yang lebih rendah daripada baut baja karbon berkelas tinggi.
Torsi dan prapenegangan
Hubungan torsi dan prapenegangan yang umum dipakai adalah
dengan torsi pengencangan, prapenegangan, diameter nominal, dan faktor mur, yaitu angka tanpa satuan yang memuat gesekan di ulir dan di bawah kepala. Untuk baut baja kering, sekitar 0,20; untuk baut berlapis seng atau kadmium sekitar 0,15; dan untuk baut yang dilumasi lebih rendah lagi (nilai literatur umum). Angka yang sebenarnya bergantung pada permukaan, lapisan, dan pelumas, dan dapat berbeda cukup jauh dari angka itu.
Akibatnya, torsi yang sama memberi prapenegangan yang sangat berbeda bila permukaannya berbeda. Itulah sebab manual servis sumber memuat tabel torsi terpisah untuk baut kering dan baut berlapis. Untuk baut 1/2-13 kelas SAE 5, tabel dalam manual edisi yang lebih baru mencantumkan 75 ft·lb atau 102 N·m untuk baut kering dan 56 ft·lb atau 76 N·m untuk baut berlapis. Contoh 1 dan Contoh 2 menunjukkan bahwa kedua angka itu memberi prapenegangan yang hampir sama, yaitu sekitar tiga perempat kekuatan uji baut.
Manual edisi yang lebih lama menegaskan aturan yang berasal dari hubungan ini: jangan melumasi baut, dan nilai dalam tabel adalah torsi maksimum yang dianjurkan, dihitung dari data ASTM dan SAE yang diterbitkan. Baut yang dilumasi lalu dikencangkan dengan angka baut kering menerima prapenegangan jauh di atas rancangan dan dapat luluh atau putus (Contoh 4), seperti satu baut pada kasus pembuka.
Tabel torsi pabrik
Manual servis sumber memberi beberapa aturan pemakaian tabel torsi:
- Tabel dipakai hanya bila petunjuk pemasangan atau servis tidak menyebut torsi untuk sambungan itu.
- Gunakan pengencang baru.
- Gunakan kunci momen untuk memastikan kekencangan.
- Jangan melumasi pengencang; nilai tabel adalah torsi maksimum yang dianjurkan dan dapat berbeda menurut jenis sambungan dan paking, sehingga dipakai sebagai pedoman.
- Tabel berlaku untuk semua jenis kepala, walaupun gambarnya memperlihatkan baut kepala segi enam.
Tabel itu disusun menurut ukuran dan kisar ulir, kelas baut, dan keadaan permukaan: berlapis seng atau kadmium, kering, dan dengan beberapa jenis pengunci ulir. Untuk satu ukuran dan kelas, angka untuk baut berlapis paling rendah, angka untuk baut kering di tengah, dan angka untuk pengunci ulir tertentu lebih tinggi. Teknisi yang membaca kolom yang salah pada kasus pembuka mengencangkan baut berlapis dengan angka baut kering.
Dokumen perakitan tertentu memuat torsi khusus. Gambar rakitan bantalan utama dalam manual sumber mencatat torsi 24 sampai 26 ft·lb (288 sampai 312 in·lb) untuk satu kelompok baut dan 18 sampai 20 ft·lb (216 sampai 240 in·lb) untuk kelompok lain. Angka itu yang dipakai untuk sambungan tersebut, bukan angka tabel umum.
Mengapa baut kendur dan cara mencegahnya
Baut kendur karena tiga sebab utama:
- Gaya jepit awal terlalu rendah, sehingga permukaan bergeser oleh beban bolak-balik.
- Kehilangan prapenegangan setelah pemasangan, karena permukaan kasar yang terjepit menjadi rata, paking menipis, cat di bawah kepala tertekan, atau pemuaian dan penyusutan termal, seperti di Fisika 183.
- Putaran balik mur oleh getaran melintang, ketika permukaan bergeser sedikit setiap siklus dan ulir ikut tergelincir.
Cara mencegahnya dimulai dari prapenegangan yang benar. Manual servis sumber menyebut bahwa cara paling efektif mencegah kendurnya bagian berulir adalah pemakaian pengunci ulir yang benar: cairan yang melumasi saat perakitan lalu mengeras, menyegel ulir terhadap korosi, dan menahan ulir agar tidak tergelincir. Manual itu memilih kekuatan pengunci ulir menurut ukuran baut dan memakai jenis tahan suhu tinggi untuk baut besar tertentu, dan memakai jenis kekuatan tinggi untuk baut pemasangan rumah bantalan.
Cara pemakaiannya juga ditetapkan: ulir dibersihkan dengan pelarut, diberi cairan perintis dan dibiarkan kering, lalu beberapa tetes pengunci diberikan pada bagian ulir yang akan bertaut; pada lubang buntu, tetesan dimasukkan sampai ke dasar ulir dalam. Pengunci ulir harus mengisi rongga ulir sepenuhnya agar kekuatannya maksimal.
Cara mekanis lain, seperti mur pengunci bersisipan nilon, mur ganda, pin belah, dan kawat pengaman, menahan mur agar tidak berputar balik, tetapi tidak menggantikan prapenegangan yang cukup. Ring pegas belah banyak dipakai, tetapi pada sambungan yang bergetar kuat, perannya jauh lebih kecil daripada prapenegangan yang benar.
Melepas baut berpengunci ulir kuat
Pengunci ulir kekuatan tinggi tidak dapat dilepas dengan kunci biasa tanpa merusak ulir. Manual servis sumber mencatat bahwa pengunci ulir kekuatan tinggi dapat dilemahkan dengan pemanasan setempat sampai sekurang-kurangnya 260 °C (500 °F), lalu dibongkar selagi panas, dan sisa perekat yang mengeras dibersihkan dengan pelarut paking. Pemanasan dilakukan dengan memperhatikan segel, pelumas, dan bahan mudah terbakar di sekitarnya, karena rumah bantalan berisi gemuk dan segel karet yang rusak pada suhu itu.
Urutan pengencangan
Sambungan dengan banyak baut, seperti tutup rumah bantalan, flens pompa, dan dudukan motor, dikencangkan bertahap dan bersilang:
- Semua baut dipasang dan diputar dengan tangan sampai menyentuh.
- Baut dikencangkan bersilang sampai sekitar sepertiga torsi akhir, lalu dua pertiga, lalu torsi penuh (urutan dan tahap ini adalah praktik umum; dokumen perakitan dapat menetapkan lain).
- Putaran terakhir diulang mengelilingi sambungan, karena baut yang dikencangkan lebih dulu kehilangan sebagian prapenegangannya ketika baut lain menarik permukaan.
Urutan bersilang membuat permukaan menutup rata sehingga paking tertekan seragam dan rumah bantalan tidak miring. Rumah bantalan yang miring karena urutan yang salah membuat bantalan bekerja tidak sejajar, seperti dibahas di bab bantalan.
Kunci momen dipakai dengan benar: ditarik pelan dan rata sampai berbunyi, tidak disentak, disimpan pada setelan terendah, dan diperiksa kalibrasinya berkala. Ekstensi yang memperpanjang lengan kunci mengubah torsi yang sampai ke baut (Contoh 6).
Baut baja tahan karat dan logam lunak
Baut baja tahan karat dipakai di bagian yang basah dan terkena bahan kimia. Kelemahannya adalah kecenderungan ulir menggaruk dan menyatu ketika dikencangkan, terutama bila baut dan mur sama-sama baja tahan karat dan diputar cepat. Manual servis sumber memuat torsi yang lebih rendah untuk baut baja tahan karat bila dipakai senyawa antigesek pada ulirnya, sesuai hubungan torsi dan prapenegangan di atas. Baut baja tahan karat pada bagian aluminium atau baja karbon dalam air membentuk pasangan galvanik, seperti di Kimia 209.
Pada logam lunak seperti aluminium dan kuningan, batasnya sering bukan baut tetapi ulir lubang. Manual servis sumber mencantumkan torsi 11,9 ft·lb atau 16 N·m untuk baut aluminium 3/8-16, jauh di bawah 31 ft·lb atau 42 N·m untuk baut baja kelas SAE 5 ukuran yang sama dalam keadaan kering. Ulir lubang di rumah aluminium yang terkelupas diperbaiki dengan sisipan ulir menurut petunjuk pabrik, bukan dengan baut yang lebih panjang atau lebih besar tanpa pertimbangan.
Kegagalan sambungan dan pemeriksaan
Tanda sambungan baut yang bermasalah:
- Garis tanda bergeser. Garis cat yang ditarik melintang dari baut ke permukaan setelah pengencangan memperlihatkan bila mur berputar.
- Debu karat atau serbuk logam di sekitar kepala. Tanda gerakan kecil berulang di antara permukaan yang terjepit.
- Bunyi ketukan saat beban berubah, seperti pada ekstraksi di kasus pembuka.
- Baut patah di ulir pertama yang bertaut, dengan permukaan patah bergaris seperti pantai: patah lelah karena prapenegangan kurang.
- Baut memanjang atau ulirnya meregang, tanda pernah dikencangkan melampaui luluh; baut seperti itu dibuang.
Manual servis sumber memasukkan pemeriksaan kekencangan dan keausan baut pondasi dan baut pelat penguat bantalan belakang ke dalam daftar perawatan bulanan. Manual itu juga menjelaskan bahwa mesin cuci kaku saat ekstraksi meneruskan gaya ke lantai sampai sekitar 30 kali gaya mesin bersuspensi lentur, sehingga baut pondasinya bekerja jauh lebih berat. Bab 10 · Laundry dan Fisika 216 membahas gaya pada washer-extractor dari sisi mesin.
Contoh kerja
Contoh 1. Prapenegangan baut kering. Baut 1/2-13 kelas SAE 5, kering, torsi 102 N·m dari tabel manual. Dengan dan mm (nilai literatur): kN. Luas tegangan tarik ulir ini 91,5 mm² (nilai literatur), sehingga tegangannya MPa, sekitar 75 persen kekuatan uji baut kelas SAE 5 sebesar 586 MPa (nilai literatur).
Contoh 2. Baut berlapis dengan angka berlapis. Baut yang sama, berlapis seng, torsi 76 N·m dari kolom baut berlapis, : kN. Prapenegangannya hampir sama dengan Contoh 1, walaupun torsinya 25 persen lebih kecil.
Contoh 3. Baut berlapis dengan angka kering. Baut berlapis dikencangkan 102 N·m: kN dan tegangan 585 MPa, sama dengan kekuatan ujinya. Baut berada di ambang deformasi permanen, seperti baut yang terasa lembek pada kasus pembuka.
Contoh 4. Baut dilumasi oli. Baut yang dilumasi oli dengan (angka latihan) dikencangkan 102 N·m: kN dan tegangan 731 MPa, di atas kekuatan uji dan kekuatan luluh baut kelas SAE 5 (sekitar 634 MPa, nilai literatur). Baut meregang permanen atau putus, alasan aturan jangan melumasi baut bila tabelnya untuk baut kering.
Contoh 5. Mengubah satuan torsi. Satu ft·lb sama dengan 1,356 N·m dan satu in·lb sama dengan 0,113 N·m. Torsi 24 sampai 26 ft·lb di gambar rakitan bantalan sama dengan 32,5 sampai 35,3 N·m, dan 288 in·lb juga sama dengan 32,5 N·m, sehingga kedua angka di gambar itu sesuai satu sama lain.
Contoh 6. Kunci momen dengan ekstensi. Kunci momen dengan panjang efektif 300 mm dipakai dengan ekstensi kunci kaki gagak 50 mm segaris. Bila disetel 102 N·m tanpa koreksi, torsi di baut menjadi N·m, 17 persen lebih besar. Setelan yang benar untuk 102 N·m di baut adalah N·m.
Contoh 7. Gaya jepit dibanding gaya tak seimbang. Rumah bantalan dijepit empat baut 3/8-16 kelas SAE 5, kering, 42 N·m: setiap baut kN, total 88 kN. Ketidakseimbangan 2 kg pada jari-jari 0,3 m di 800 rpm memberi gaya kN (angka latihan; lihat Fisika 207). Gaya jepit sekitar 20 kali gaya itu; bila prapenegangan hilang separuh karena pengencangan sekuat tangan, cadangan itu cepat habis oleh gesekan yang tidak merata dan beban kejut.
Contoh 8. Kehilangan prapenegangan. Prapenegangan 40,2 kN dari Contoh 1 turun 10 persen dalam beberapa jam pertama karena permukaan dan cat di bawah kepala tertekan (angka latihan). Prapenegangan menjadi 36,2 kN. Pada sambungan berpaking, kehilangannya dapat lebih besar, sehingga petunjuk pabrik kadang meminta pengencangan ulang setelah mesin bekerja.
Contoh 9. Baut pada rumah aluminium. Baut 3/8-16 pada ulir aluminium dikencangkan 16 N·m menurut tabel bahan aluminium, bukan 42 N·m menurut tabel baja SAE 5 kering. Dengan angka baja, ulir aluminium menerima gaya sekitar kali lebih besar dan dapat terkelupas.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan bila:
- Baut pada rumah bantalan, puli, dudukan motor, atau pondasi akan dikencangkan atau dilepas sebelum mesin dimatikan, dikunci, dan diberi tanda, seperti manual sumber mewajibkan sebelum servis sabuk dan puli; ikuti Bab 1 · Keselamatan.
- Baut pengganti tidak diketahui kelasnya, ukurannya, atau kisarnya, atau tidak ada torsi dari dokumen perakitan maupun tabel pabrik.
- Baut terasa lembek, terus berputar tanpa torsi naik, atau ulirnya rusak saat dikencangkan. Hentikan, lepas, dan periksa baut dan ulir lubang.
- Baut ditemukan patah, memanjang, atau bergaris lelah pada sambungan yang berputar atau bergetar. Laporkan dan periksa sambungan di sekitarnya sebelum mesin dijalankan.
- Pengunci ulir kuat akan dilepas dengan pemanasan di dekat gemuk, segel, kabel, atau bahan mudah terbakar.
- Kunci momen tidak diketahui kalibrasinya, atau ekstensi dipakai tanpa koreksi.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Makin kencang makin aman." Baut yang dikencangkan melewati luluh kehilangan prapenegangan dan dapat putus.
"Angka torsi berlaku untuk semua baut berukuran sama." Torsi bergantung pada kelas, lapisan, pelumas, dan pengunci ulir.
"Oli di ulir membuat pengencangan lebih tepat." Oli menurunkan gesekan sehingga angka torsi kering memberi prapenegangan berlebih.
"Ring pegas sudah cukup mencegah kendur." Pencegah kendur yang utama adalah prapenegangan yang benar, ditambah pengunci yang sesuai.
"Baut lama masih bagus kalau ulirnya tidak rusak." Baut yang pernah dikencangkan berat dapat sudah meregang dan kehilangan lapisan penguncinya; manual sumber meminta pengencang baru.
"Baut baja tahan karat selalu lebih baik." Baut baja tahan karat lebih tahan korosi, tetapi sering lebih lemah daripada baut baja kelas tinggi dan ulirnya mudah menyatu.
Hubungan dengan bab lain
Bab 1 memberi torsi, Fisika 175 gesekan, Fisika 207 gaya tak seimbang, Kimia 209 korosi galvanik, bab material pipa ulir pipa, Fisika 183 pemuaian termal, Bab 10 · Laundry dan Fisika 216 washer-extractor, Bab 1 · Keselamatan kondisi berhenti, dan Bab 1 · Material kegagalan material. Bab bantalan, bab poros dan kopling, dan bab sabuk di rak ini memakai sambungan baut yang dibahas di sini.
Latihan dan pembahasan
Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.
- Ubah 75 ft·lb menjadi N·m.
- Baut 3/8-16 kelas SAE 5, kering, dikencangkan 42 N·m dengan . Berapa prapenegangannya?
- Dengan luas tegangan tarik 50,0 mm², berapa tegangan baut soal 2?
- Torsi 50 N·m harus sampai di baut. Kunci momen 250 mm dipakai dengan ekstensi segaris 50 mm. Berapa setelannya?
- Mengapa manual sumber meminta pengencang baru saat perakitan ulang?
- Mengapa baut berlapis seng tidak boleh dikencangkan dengan angka tabel baut kering?
Kunci jawaban beralasan
- N·m, sesuai angka 102 N·m di tabel manual.
- kN prapenegangan di batang baut.
- MPa, sekitar 75 persen kekuatan uji kelas SAE 5.
- Setelan N·m, karena ekstensi memperpanjang lengan dan menambah torsi di baut.
- Baut lama dapat sudah meregang, lelah, atau kehilangan lapisan dan penguncinya, sehingga prapenegangannya tidak dapat dipastikan.
- Lapisan seng menurunkan gesekan, sehingga angka kering memberi prapenegangan sekitar sepertiga lebih besar dan baut dapat luluh.
Referensi
Bab terkait
- Gaya, torsi, putaran, dan transmisi dayaMekanikal & Mekatronika · Bab 1
- Gesekan dan hambatan gerak: gesekan statik dan kinetik, bidang miring, dan hambatan fluidaFisika · Bab 4
- Dinamika rotor: ketidakseimbangan statik dan dinamik, penyeimbangan, putaran kritis, dan tegangan sentrifugalFisika · Bab 23
- Korosi elektrokimia dan proteksinya: sel korosi, laju korosi, galvanik dan sumuran, pasivasi, proteksi katodik, dan inhibitorKimia · Bab 19
- Material pipa dan alat sambung: logam, plastik, kelas tekanan, pemuaian, ulir, solder, lem, press, dan fusiBangunan & Fasilitas · Bab 4
- Pemuaian termal dan perubahan fase: pemuaian, tegangan termal, kalor jenis, dan kalor latenFisika · Bab 11
- Washer-extractor: muatan, level air, aksi mekanik, dan ekstraksiLaundry · Bab 10
- Proyek integratif: menganalisis washer-extractor dengan neraca gaya, getaran, energi, dan panasFisika · Bab 28
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
- Struktur material, pemilihan, korosi, dan kegagalanMaterial · Bab 1
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Ubah 75 ft·lb menjadi N·m.
Baut 3/8-16 kelas SAE 5, kering, dikencangkan 42 N·m dengan . Berapa prapenegangannya?
Dengan luas tegangan tarik 50,0 mm², berapa tegangan baut soal 2?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Mekanikal & Mekatronika · Bab 4.
Urutan baca menurut rak: Mekanikal & Mekatronika · Bab 2.
Bab lain dalam Teknik Mekanikal dan Mekatronika.