Bahaya listrik pada tubuh: efek arus, luka bakar, kebakaran, dan pertolongan pertama
Bab ini menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh saat arus listrik lewat: peran besar arus, jalur, dan durasi; zona efek arus bolak-balik AC-1 sampai AC-4 menurut IEC 60479-1 (edisi 2018 yang menggantikan IEC TS 60479-1:2005+AMD1:2016); impedansi tubuh yang turun saat kulit basah; alasan 30 mA dipilih untuk RCD proteksi tambahan; luka bakar listrik dan luka bakar busur; mekanisme kebakaran listrik; serta pertolongan pertama menurut pedoman resusitasi 2025. Contoh kerja menghitung arus tubuh pada sentuh tidak langsung di lantai basah laundry dan membandingkannya dengan kurva c1 dan waktu putus RCD. Koreksi korpus mencakup tubuh basah yang disebut makin resistif, anjuran menendang korban, RJP 15:2, dan statistik kebakaran tanpa sumber primer. Bab ini tidak memberi diagnosis medis dan tidak menggantikan pelatihan pertolongan pertama bersertifikat.
Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.
Pukul tujuh pagi di sebuah laundry kiloan, seorang operator mengepel lantai ruang cuci lalu memegang rangka washer-extractor untuk membuka pintunya. Ia tersentak, lengannya kaku sesaat, dan RCD sirkit mesin itu trip. Rekannya berlari mendekat sambil berteriak supaya tangan operator ditendang lepas; kepala regu menahannya. Lima menit kemudian operator mengatakan dirinya baik-baik saja dan ingin melanjutkan kerja. Pemilik bertanya tiga hal: mengapa 230 V bisa membunuh padahal aki 12 V tidak terasa, mengapa RCD 30 mA "masih menyetrum", dan apakah operator perlu dibawa ke dokter walau tampak sehat.
Pertanyaan itu menyangkut tubuh, bukan instalasi. Syarat pemutusan otomatis, impedansi lingkar, dan pemilihan RCD dibahas pada bab proteksi kejut listrik dan bab RCD; uji RCD ada di bab uji pembumian, impedansi lingkar gangguan, dan uji RCD. Yang dijelaskan di sini ialah dasar fisiologis angka-angka itu, apa yang dilakukan arus dan panas pada tubuh, bagaimana instalasi memicu kebakaran, dan apa yang dilakukan orang di sekitar korban. Energi panas dan tekanan busur api dibahas pada bab busur api, dan prosedur pembebasan serta penguncian dibahas pada bab kerja aman.
Batas pembahasan
Cakupannya arus bolak-balik 50 Hz tegangan rendah 230/400 V pada manusia. Arus searah, frekuensi tinggi, tegangan tinggi, dan petir hanya disinggung. Bagian pertolongan pertama merangkum pedoman yang berlaku per September 2026 untuk orang awam dan penolong terlatih; bab ini tidak memberi diagnosis, tidak menentukan pengobatan, dan tidak menggantikan pelatihan pertolongan pertama dan resusitasi jantung paru (RJP) bersertifikat. Angka pada contoh adalah ilustrasi untuk memahami orde besaran, bukan batas aman.
Arus yang melukai, tegangan yang mendorongnya
Efek pada tubuh ditentukan oleh arus yang lewat, jalurnya, dan lama alirannya. Tegangan tetap menentukan karena ia mendorong arus melalui impedansi tubuh ditambah impedansi alas kaki dan lantai, seperti hukum Ohm di Bab 1. Aki 12 V tidak terasa karena kulit kering berimpedansi ribuan ohm pada tegangan serendah itu, sehingga arusnya jauh di bawah ambang persepsi. Pada 230 V kulit mudah tembus dan impedansi turun, sehingga arusnya naik lebih cepat daripada tegangannya.
Jalur menentukan bagian arus yang melewati jantung. Kurva ambang fibrilasi IEC 60479-1 disusun untuk jalur tangan kiri ke kedua kaki; jalur lain dinilai dengan faktor arus jantung, dan jalur yang tidak melintasi dada, misalnya satu kaki ke kaki lain, lebih kecil bahayanya. Durasi menentukan apakah aliran mengenai fase rentan siklus jantung. Arus beberapa ratus miliampere yang putus dalam puluhan milidetik dapat berakhir tanpa fibrilasi, sedangkan arus puluhan miliampere yang bertahan beberapa detik dapat memicunya. Arus bolak-balik 50 Hz juga membuat otot berkontraksi terus, sehingga tangan yang menggenggam konduktor sulit melepas dan durasinya memanjang dengan sendirinya.
Zona efek menurut IEC 60479-1
PUIL 2020 Bagian 4-44, 440.2, mencantumkan IEC 60479-1:2005 (terbit sebagai spesifikasi teknis IEC TS 60479-1:2005) sebagai acuan normatif. Editor memeriksa katalog IEC pada September 2026: IEC 60479-1:2018 (Ed. 1.0) telah terbit sebagai standar internasional, berstatus berlaku, dan menurut kata pengantarnya membatalkan serta menggantikan IEC TS 60479-1:2005+AMD1:2016 dan IEC TR 60479-3:1998. Perubahan teknis utama yang disebut ialah pemindahan efek pada ternak ke Lampiran H; susunan tabel impedansi, gambar zona waktu-arus, dan tabel faktor arus jantung tetap ada. Angka di bawah diambil dari reproduksi sekunder edisi 2005 yang cocok satu sama lain; kesamaannya dengan edisi 2018 berkeyakinan sedang.
Untuk arus bolak-balik 15–100 Hz jalur tangan ke kaki, bidang arus terhadap durasi dibagi oleh garis a, garis b, dan kurva c1, c2, c3:
| Zona | Batas | Efek fisiologis yang lazim |
|---|---|---|
| AC-1 | Sampai garis a (0,5 mA) | Persepsi mungkin, biasanya tanpa reaksi kaget |
| AC-2 | 0,5 mA sampai garis b | Persepsi dan kontraksi otot tak sadar, biasanya tanpa efek berbahaya |
| AC-3 | Garis b sampai c1 | Kontraksi otot kuat tak sadar, sulit bernapas, gangguan irama jantung yang dapat pulih |
| AC-4.1 | c1 sampai c2 | Peluang fibrilasi ventrikel naik sampai sekitar 5 % |
| AC-4.2 | c2 sampai c3 | Peluang fibrilasi sampai sekitar 50 % |
| AC-4.3 | Di atas c3 | Peluang fibrilasi di atas 50 % |
Kurva c1 turun tajam antara 0,1 s dan 1 s karena aliran yang lebih lama makin mungkin mengenai fase rentan siklus jantung. Satu dokumen perusahaan jaringan listrik Inggris mentabulasi c1: sekitar 495 mA pada 0,02 s, 475 mA pada 0,05 s, 440 mA pada 0,1 s, 350 mA pada 0,2 s, 252 mA pada 0,3 s, 145 mA pada 0,4 s, 100 mA pada 0,5 s, 50 mA pada 1 s, dan di bawah 40 mA untuk aliran ratusan detik. Angka itu adalah batas konvensional untuk jalur acuan: di bawah c1 fibrilasi tidak diperkirakan terjadi, sedangkan peluang sekitar 5 % baru dicapai di c2 dan sekitar 50 % di c3. Kurva ini tetap nilai statistik, bukan garis pemisah hidup dan mati. Ambang lepas (let-go) bervariasi antarindividu; satu tinjauan klinis menyebut sekitar 15 mA arus bolak-balik untuk laki-laki dewasa 70 kg dan 3–5 mA untuk kebanyakan anak.
Kenapa RCD 30 mA dan mengapa itu bukan "batas aman"
RCD (gawai proteksi arus sisa, GPAS) jenis umum menurut keluarga IEC 61008 dan IEC 61009 harus memutus paling lama 300 ms pada arus operasi sisa pengenalnya dan paling lama 40 ms pada . Untuk RCD 30 mA, arus sisa 150 mA atau lebih diputus dalam 40 ms. Titik (300 ms, 30 mA) dan (40 ms, 150 mA) berada jauh di bawah c1 (252 mA pada 0,3 s dan sekitar 475 mA pada 0,05 s). Arus di bawah 30 mA boleh jadi tidak memutus sama sekali, tetapi tetap di bawah asimtot c1 walau mengalir lama. Itulah alasan fisiologisnya: arus pengenal 30 mA dengan waktu putus standar menjaga titik arus-waktu yang dijamin standar gawai di bawah c1, selama arus tubuh tidak jauh melampaui beberapa ratus miliampere.
Tiga batasnya perlu dipahami. Pertama, RCD membatasi durasi, bukan besar arus; operator di kasus pembuka tetap merasakan ratusan miliampere selama puluhan milidetik, dan contoh kerja menunjukkan bahwa orang berimpedansi rendah dapat melewati c1 walaupun RCD bekerja sesuai standar. Kedua, RCD hanya melihat arus yang kembali lewat bumi atau PE; orang yang menyentuh fasa dan netral sekaligus, tanpa jalur ke bumi, adalah beban biasa bagi RCD. Ketiga, PUIL 2020 menyebut RCD 30 mA sebagai proteksi tambahan saat proteksi dasar atau proteksi gangguan gagal atau pengguna lalai, dan bukan sarana tunggal proteksi (415.1.1 dan 415.1.2); kewajibannya untuk kotak kontak sampai 32 A bagi orang awam dan peralatan mobil luar ruang ada di 411.3.3. Karena itu buku ajar yang menulis "batas aman arus tubuh 30 mA" mengubah arus pengenal gawai menjadi klaim fisiologis yang tidak ada di standar.
Impedansi tubuh, kulit basah, dan tegangan sentuh
Impedansi tubuh total terdiri atas impedansi kulit di titik masuk dan keluar ditambah impedansi dalam tubuh. Impedansi kulit bergantung pada tegangan, frekuensi, lama aliran, luas dan tekanan kontak, kelembapan, suhu, dan jenis kulit; pada tegangan sentuh tinggi kulit tembus dan kontribusinya menjadi kecil. IEC 60479-1 memberi tabel terpisah untuk kondisi kering, basah air, dan basah air garam, pada persentil 5 %, 50 %, dan 95 % populasi. Untuk jalur tangan ke tangan, kontak luas, kering, persentil 50 %, nilainya turun dari 3.250 Ω pada 25 V menjadi 1.725 Ω pada 100 V, 1.225 Ω pada 225 V, dan 775 Ω pada 700 V ke atas. Pada tegangan sentuh 700 V ke atas nilainya mendekati asimtot: sekitar 575 Ω untuk persentil 5 % dan 1.050 Ω untuk persentil 95 %. Jalur tangan ke kaki berimpedansi sekitar 10–30 % lebih rendah daripada tangan ke tangan.
Kulit basah menurunkan impedansi, terutama pada tegangan rendah, karena air mengisi pori dan lapisan tanduk. Keringat dan air bilasan laundry yang mengandung detergen atau garam lebih buruk lagi. Satu buku ajar instalasi di korpus menulis sebaliknya: tubuh basah membuat hambatan makin besar, lalu menyimpulkan arusnya makin besar, dua pernyataan yang saling bertentangan. Angka persis tabel basah IEC 60479-1 tidak dapat diverifikasi editor dari sumber terbuka; contoh kerja karena itu memakai nilai asimtotik tabel kering sebagai perkiraan konservatif, dengan anggapan kulit basah tidak lagi menyumbang impedansi berarti.
Tegangan yang menggerakkan arus tubuh adalah tegangan sentuh , yaitu beda tegangan antara bagian yang disentuh dan tempat berpijak, bukan selalu tegangan fasa. Pada sistem TN dengan PE utuh, gangguan isolasi ke rangka menaikkan rangka kira-kira sebagian dari selama pengaman memutus; bila PE putus, rangka dapat naik penuh ke 230 V terhadap lantai. Alas kaki kering dan keset isolasi menambah resistansi seri yang besar, sedangkan lantai keramik basah dan sandal basah hampir tidak menambah apa-apa.
Rumus pemeriksa
dengan arus tubuh (A), tegangan sentuh (V), impedansi tubuh tangan ke tangan dari tabel pada tegangan yang jatuh di tubuh (sama dengan bila ; bila besar, nilai tabel tegangan rendah dipakai) (Ω), faktor jalur (1 untuk tangan ke tangan; 0,7–0,9 untuk tangan ke kedua kaki), dan resistansi seri alas kaki, keset, dan lantai (Ω). Hasilnya dibandingkan dengan kurva c1 pada durasi aliran , yang ditentukan waktu putus pengaman:
Asumsinya: kontak luas, 50 Hz, jalur tangan kiri ke kaki (faktor arus jantung 1), impedansi tetap selama aliran, dan tegangan sumber tidak turun oleh beban tubuh. Batasnya: impedansi individu tersebar lebar, sehingga hasil persentil 50 % berarti separuh populasi menerima arus lebih besar; rumus ini untuk memahami orde besaran dan membandingkan pilihan proteksi, bukan untuk menyatakan suatu keadaan aman.
Luka bakar listrik dan luka bakar busur
Arus yang lewat jaringan memanaskannya sebanding dengan , seperti daya pada resistor di Bab 1. Panas terbesar terjadi di titik masuk dan keluar, tempat rapat arus tinggi dan kulit beresistansi besar, sehingga luka tampak kecil di kulit. Di dalam, arus mengikuti jaringan yang lebih konduktif seperti otot, pembuluh, dan saraf, dan kerusakannya bisa jauh lebih luas daripada yang terlihat. Tinjauan klinis menyatakan bahwa luas luka bakar di kulit tidak dapat dipakai untuk menilai kerusakan dalam, dan tidak adanya luka di kulit tidak menyingkirkan cedera dalam yang berat. Kerusakan otot yang luas dapat membebani ginjal, dan korban juga dapat cedera karena jatuh atau terlempar; penilaian dan penanganannya adalah wewenang tenaga medis.
Luka bakar busur berbeda mekanismenya. Arus busur mengalir di udara antara konduktor, bukan lewat tubuh, dan tubuh terbakar oleh radiasi panas, plasma, logam cair, dan pakaian yang tersulut; tinjauan klinis menyebut luka bakar kilat lebih mirip luka bakar termal. Seseorang dapat terkena keduanya sekaligus bila tangannya menjadi bagian lintasan gangguan. Energi insiden, jarak, dan pakaian pelindung busur dibahas pada bab busur api; angka suhu dan tekanan busur yang saling bertentangan di satu buku ajar korpus juga dikoreksi di sana.
Kebakaran listrik: sambungan panas, beban lebih, dan busur seri
Sambungan yang kendur atau teroksidasi menaikkan resistansi kontak, dan daya terpusat di volume kecil. Terminal yang semula 0,5 mΩ melepas 0,13 W pada 16 A; bila menjadi 50 mΩ, dayanya 12,8 W di satu titik, cukup untuk memanggang isolasi dan rumah terminal dari plastik. Arus sirkitnya tidak berubah, sehingga MCB tidak melihat apa-apa. Beban lebih memanaskan seluruh panjang kabel dan dilindungi gawai proteksi arus lebih yang dikoordinasikan dengan kemampuan hantar arus kabel, yang dibahas pada bab proteksi arus lebih.
Busur seri terjadi pada konduktor yang putus sebagian atau sambungan yang renggang: arusnya dibatasi beban, sehingga tidak ada arus lebih dan tidak ada arus sisa. Buku ajar penerangan korpus menjelaskan dengan benar bahwa busur pada gangguan impedansi tinggi sering tidak memutus sekering atau MCB. Busur paralel fasa-PE menimbulkan arus sisa yang dapat dilihat RCD; karena itu PUIL 2020 Lampiran F menyebut RCD sampai 300 mA untuk proteksi dari bahaya kebakaran (F.1.2.3). Untuk busur seri ada gawai deteksi gangguan busur (AFDD) menurut IEC 62606, edisi konsolidasi 2022; penerapannya dibahas di IEC 60364-4-42 Ed. 4.0 (2024). Bagian 4-42 PUIL 2020 tidak ada di salinan korpus, sehingga ketentuan nasionalnya belum diverifikasi.
Di laundry, pemicu yang lazim diperiksa ialah terminal kontaktor pemanas yang kendur, kotak kontak yang dibebani mesin melebihi arus pengenalnya, dan debu serat di dalam panel pengering. Pendeteksinya adalah pemeriksaan torsi dan termografi pada pemeliharaan berkala, yang dibahas pada bab pemeliharaan listrik terencana, dan diagnosis terminal panas yang dibahas pada bab diagnosis instalasi. Kebakaran pada peralatan bertegangan dipadamkan setelah suplai diputus dari tempat yang aman, dengan alat pemadam yang sesuai untuk peralatan listrik, seperti diatur bab K3 laundry pada rak Laundry. Satu buku ajar korpus menyebut oksigen "unsur mudah terbakar"; oksigen tidak terbakar, tetapi menopang pembakaran. Buku ajar lain mengutip data kebakaran permukiman dari BNPB periode 2011–2015 tanpa rujukan dokumen yang dapat ditelusuri; editor tidak menemukan sumber primernya, sehingga angkanya tidak dipakai di sini.
Pertolongan pertama
Pedoman resusitasi yang berlaku per September 2026 ialah 2025 AHA Guidelines for CPR and Emergency Cardiovascular Care dan ERC Guidelines 2025, keduanya terbit Oktober 2025 berdasarkan telaah ILCOR. Untuk henti jantung akibat cedera listrik, AHA 2025 meminta resusitasi standar; teks pendukungnya menekankan keselamatan penolong. Urutan berikut merangkum pedoman itu untuk kejadian tegangan rendah di tempat kerja:
- Jangan sentuh korban yang masih mungkin tersambung. Putuskan suplai lebih dulu: isolator mesin, MCB atau RCD sirkitnya, atau sakelar utama PHB. Setiap pekerja laundry perlu tahu letak isolator dan PHB sebelum kejadian.
- Bila suplai tegangan rendah tidak dapat segera diputus, singkirkan sumber dari korban atau korban dari sumber dengan benda kering nonkonduktor seperti kayu, plastik, atau karton, sambil berdiri di alas kering. Ini upaya terakhir dengan risiko nyata bagi penolong, apalagi di lantai basah. Pada tegangan tinggi atau kabel jaringan yang jatuh, penolong menjauh dan menghubungi PLN; satu sumber klinis menyebut jarak sekurangnya sekitar 6 m.
- Panggil bantuan. Hubungi layanan gawat darurat 119 atau nomor darurat setempat, minta orang lain mengambil AED (defibrilator eksternal otomatis) dan kotak PPPK. ERC 2025 meminta layanan darurat dihubungi segera bila korban tidak responsif.
- Kenali henti jantung: korban tidak responsif dan tidak bernapas normal.
- RJP. AHA 2025 untuk dewasa: tumit satu tangan di tengah dada dan tangan lain di atasnya, kompresi sedalam sekurangnya 5 cm tetapi tidak lebih dari 6 cm, laju 100–120 kali per menit, dada dibiarkan mengembang penuh, jeda sesingkat mungkin; penolong terlatih memberi siklus 30 kompresi dan 2 napas bantuan, sedangkan penolong yang tidak terlatih atau tidak bersedia memberi napas melakukan kompresi saja.
- AED dipasang segera setelah tersedia dan instruksinya diikuti; RJP diteruskan sampai petugas mengambil alih atau korban menunjukkan tanda hidup.
- Luka bakar termal, termasuk luka bakar busur, didinginkan segera dengan air mengalir setelah lokasi aman; ILCOR 2021 merekomendasikan pendinginan aktif dengan air mengalir tanpa menetapkan durasi tertentu. Luka ditutup kasa steril atau kain bersih, tidak diolesi minyak atau salep, dan korban tidak diberi minum bila kesadarannya menurun.
- Korban yang tampak baik tetap diperiksa tenaga medis. Tinjauan klinis menganjurkan setiap korban dewasa cedera listrik menjalani elektrokardiogram (EKG) dan pemantauan, dan dokter yang memutuskan boleh tidaknya korban pulang. Kejadian dicatat dan dilaporkan, dan mesinnya diisolasi sampai penyebab ditemukan.
PUIL 2020 Bagian 9 mewajibkan peralatan PPPK tersedia di tempat kerja pemasangan instalasi dan di ruang kerja listrik berbahaya seperti bengkel dan pabrik (9.5.4.2, 9.5.5.2), tetapi tidak mengatur tata cara RJP. PUIL 2000 Lampiran E masih memuat tata cara lama: 15 kompresi dan 2 napas, 80 kompresi per menit, dan pola 5:1 untuk dua penolong; urutan itu usang dan tidak dipakai (PUIL 2000, sebagai rujukan cadangan). Lampiran yang sama menyebut menghubung-pendekkan atau membumikan penghantar sebagai cara membebaskan korban; bagi orang di sekitar korban, tindakan itu menimbulkan busur dan tidak termasuk langkah pertolongan pertama.
Contoh kerja: arus tubuh pada sentuh tidak langsung di lantai basah laundry
Keadaan kasus pembuka dikonstruksi ulang sebagai ilustrasi. Instalasi TN-C-S 230/400 V. Konduktor PE ke rangka washer-extractor putus di gland yang bergetar, pola yang dibahas pada bab pemasangan lapangan mesin, lalu satu elemen pemanas bocor ke rangka. Operator memegang rangka dengan tangan kiri basah dan berpijak dengan sandal basah di lantai keramik basah. Sirkit mesin dilindungi MCB dan RCD 30 mA yang tipenya sesuai; pemilihan tipe dibahas pada bab RCD.
Langkah 1: tegangan sentuh. Alasan: tanpa PE tidak ada jalur balik berimpedansi rendah yang membagi tegangan, jadi rangka naik hampir penuh. V terhadap lantai. Diambil keadaan terburuk, yaitu titik bocor dekat ujung fasa elemen dengan resistansi gangguan kecil; titik bocor di tengah elemen memberi tegangan lebih rendah.
Langkah 2: impedansi dari tabel. Alasan: tabel IEC memberi nilai tangan ke tangan. Baris terdekat 225 V, kering, persentil 50 %: 1.225 Ω. Untuk kulit basah dipakai asimtot 775 Ω (persentil 50 %) dan 575 Ω (persentil 5 %), karena kontribusi kulit dianggap hilang (asumsi editorial konservatif).
Langkah 3: jalur tangan ke kedua kaki. Alasan: impedansinya 10–30 % lebih rendah; diambil pengurangan 30 %, . Sandal dan lantai basah dianggap .
Sebagai pembanding, kulit kering persentil 50 % memberi A.
Langkah 4: tanpa RCD. Alasan: MCB hanya bereaksi pada arus lebih. Arus 0,42 A di atas arus beban mesin tidak menyentuh daerah magnetik MCB, jadi aliran berlanjut, dan operator tidak dapat melepas genggaman karena arusnya jauh di atas ambang lepas. Nilai c1 adalah 440 mA pada 0,1 s dan 350 mA pada 0,2 s, jadi 424 mA melewati c1 antara 0,1 s dan 0,2 s: zona AC-4 dalam sepersekian detik.
Langkah 5: dengan RCD 30 mA. Alasan: arus lewat tubuh ke lantai adalah arus sisa. , lebih dari 5, sehingga waktu putus standar paling lama 40 ms. Kurva c1 pada 0,02–0,05 s bernilai 495–475 mA. Untuk persentil 50 %, 424 mA berada di bawah c1: zona AC-3, sesuai pengalaman operator yang tersentak dan kaku sesaat. Untuk persentil 5 %, 571 mA berada di atas c1 bahkan pada 0,02 s: zona AC-4.
Langkah 6: tafsir. Alasan: angka harus dikaitkan dengan keputusan. RCD mengubah kejadian yang berpeluang besar berakhir fibrilasi, karena aliran berlanjut makin dalam ke zona AC-4, menjadi kejadian yang pada kebanyakan orang dapat pulih, tetapi tidak menjamin semua orang selamat. Pertahanan utama tetap PE yang utuh, yang membuat MCB memutus dan menahan tegangan sentuh, isolasi yang baik, dan lantai kerja yang dikeringkan. Operator tetap diperiksa medis walau merasa sehat, dan mesin diisolasi sampai PE diperbaiki dan diuji.
Contoh kerja lapangan
Contoh di bawah memakai rumus dan tabel bab ini; angka keadaan yang bukan dari sumber ditandai angka latihan, dan hitungannya dicatat di peta sumber pengembangan. Hasilnya orde besaran untuk membandingkan keadaan dan pilihan proteksi, bukan pernyataan bahwa suatu keadaan aman.
Contoh 1: 24 V dan 230 V di panel dapur. Teknisi dapur hotel menyentuh dua terminal dengan kedua tangan kering, sekali pada sirkit kendali 24 V AC dan sekali pada 230 V (angka latihan). Dengan tabel tangan ke tangan, kontak luas, persentil 50 %, , , dan baris terdekat 25 V untuk 24 V:
Tegangan naik 9,6 kali, tetapi arus naik 25 kali karena impedansi kulit turun pada tegangan tinggi. Arus 7,4 mA sudah di atas ambang persepsi dan di bawah ambang lepas sekitar 15 mA laki-laki dewasa; 188 mA jauh di atas ambang lepas. Pengalaman "tidak apa-apa" pada sirkit tegangan rendah karena itu tidak dapat dipindahkan ke 230 V.
Contoh 2: RCD 300 mA bukan pengganti RCD 30 mA. Sebuah laundry hotel hanya memasang RCD 300 mA di PHB untuk proteksi kebakaran (F.1.2.3), tanpa RCD 30 mA di sirkit mesin (angka latihan). Kasus PE putus pada contoh kerja di atas diulang:
Arus kering di bawah 300 mA, sehingga RCD boleh tidak memutus, dan c1 sudah 252 mA pada 0,3 s. Arus basah di atas tetapi di bawah A, sehingga yang dijamin hanya 300 ms, sedangkan c1 bernilai 440 mA pada 0,1 s dan 252 mA pada 0,3 s. Kedua titik dapat melewati c1. RCD 300 mA melindungi dari kebakaran; proteksi tambahan bagi orang yang disebut PUIL 2020 adalah RCD 30 mA (415.1.1).
Contoh 3: termografi pada beban rendah. Terminal kontaktor pemanas air di dapur rumah sakit, arus beban penuh 32 A, beresistansi kontak 40 mΩ karena kendur (angka latihan). Termografi dijadwalkan pagi hari saat beban hanya 8 A:
Pada seperempat arus, panasnya enam belas kali lebih kecil, dan terminal yang rusak dapat tampak normal. Termografi dilakukan saat beban mendekati tertinggi oleh personel kompeten dengan APD dan alat yang sesuai, dan torsi terminal diperiksa dalam keadaan bebas tegangan terverifikasi.
Contoh 4: rangka mesin pencuci piring dan keran bak. PE mesin pencuci piring di dapur hotel putus dan elemennya bocor ke rangka. Teknisi memegang rangka dengan satu tangan basah dan keran bak baja tahan karat yang terbumi lewat pipa dengan tangan lain (angka latihan). Jalur tangan ke tangan, , asimtot 775 Ω:
Dengan RCD 30 mA, waktu putus paling lama 40 ms dan titiknya di bawah c1 (475 mA pada 0,05 s). Tanpa RCD, MCB tidak bereaksi dan 297 mA melewati c1 antara 0,2 s dan 0,3 s. Perbandingan langsung dengan c1 ini pesimistis karena c1 disusun untuk tangan ke kaki, tetapi keputusannya sama: mesin diisolasi sampai PE diperbaiki dan diuji (kondisi berhenti butir 4).
Kondisi berhenti
- Korban yang mungkin masih tersambung ke sumber tidak disentuh sebelum suplai diputus, atau sebelum dipisahkan dengan benda kering nonkonduktor bila suplai tegangan rendah benar-benar tidak dapat diputus.
- Kabel jaringan atau peralatan tegangan tinggi: tidak ada upaya penyelamatan mendekat; menjauh, amankan area, dan hubungi PLN serta layanan darurat.
- Setelah kejut listrik, RCD yang trip tidak di-reset dan mesin tidak dijalankan lagi sampai penyebabnya ditemukan dan diperbaiki dalam keadaan bebas tegangan terverifikasi (Bab 2 · Keselamatan dan bab kerja aman).
- Rangka mesin yang terasa kesemutan diperlakukan sebagai PE putus atau gangguan isolasi; mesin dihentikan dan diisolasi.
- Lantai tergenang di sekitar mesin atau panel membuat pekerjaan listrik berhenti sampai kering.
- Korban kejut listrik tidak kembali bekerja sebelum diperiksa tenaga medis.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Tubuh basah, hambatannya makin besar." Kebalikannya: air dan keringat menurunkan impedansi kulit, sehingga pada tegangan yang sama arusnya lebih besar.
"30 mA adalah batas aman arus tubuh." Angka 30 mA adalah arus operasi sisa pengenal RCD proteksi tambahan. Keamanannya bergantung pada waktu putus dan besar arus nyata, seperti contoh kerja. Tabel efek arus korpus yang hanya menyebut miliampere tanpa durasi, misalnya "80 mA luka bakar parah, jantung normal", tidak sesuai zona IEC 60479-1.
"Tendang korban dengan sol sepatu." Anjuran itu tercetak di satu buku ajar korpus. Sol sepatu, apalagi yang basah, tidak terjamin mengisolasi; tendangan juga dapat mencederai korban dan membuat penolong terpeleset ke area bertegangan. Yang benar: putuskan suplai; bila tidak mungkin pada tegangan rendah, gunakan benda kering nonkonduktor dari posisi aman.
"RJP dua tiupan lalu lima tekanan, atau 15:2." Buku ajar yang sama menganjurkan dua tiupan, cek nadi 5 detik, lalu lima tekanan, dan PUIL 2000 Lampiran E memakai 15:2 dengan 80 kali per menit. Pedoman 2025: kompresi 100–120 kali per menit sedalam 5–6 cm, 30:2 bagi penolong terlatih atau kompresi saja bagi yang tidak terlatih, dan AED secepatnya.
"Berikan banyak cairan supaya ginjal aman." Anjuran korpus ini mencampur penanganan medis rumah sakit dengan pertolongan pertama. Penolong awam tidak memberi minum kepada korban yang kesadarannya menurun; cairan untuk kerusakan otot diputuskan tenaga medis.
Hubungan dengan bab lain
Prasyaratnya Bab 1, Bab 1 · Keselamatan, dan Bab 2 · Keselamatan, serta bab keselamatan alat ukur dan bab uji pembumian, impedansi lingkar gangguan, dan uji RCD. Bab proteksi kejut listrik memakai dasar fisiologis ini untuk menjelaskan Tabel 41.1 PUIL 2020 dan tegangan sentuh batas 50 V, dan bab RCD membahas tipe dan pemilihannya. Bab pemasangan lapangan mesin memberi kasus PE putus yang dipakai contoh kerja. Bab kerja aman, bab busur api, bab diagnosis instalasi, dan bab pemeliharaan listrik terencana memakai pemahaman bahaya ini. Tanggap darurat laundry secara umum ada di bab K3 laundry pada rak Laundry.
Latihan dan pembahasan
Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi. Angka dalam soal adalah data latihan.
- Teknisi menyentuh terminal fasa 230 V dengan tangan kiri dan netral dengan tangan kanan, tanpa kontak ke bumi, kulit kering. Hitung arus tubuh dengan tabel persentil 50 %, lalu jelaskan apa yang dilakukan RCD 30 mA dan kapan arus melewati c1.
- Pada contoh kerja, operator berdiri di atas keset karet kering yang menambah kΩ. Hitung arus tubuh persentil 50 % dan zonanya. Apa yang terjadi bila keset itu basah dan penuh air bilasan?
- Pilih urutan pertolongan yang benar untuk operator yang tergeletak di samping mesin yang masih bertegangan: (A) tarik tangannya, periksa nadi, lalu panggil bantuan; (B) putus isolator atau MCB, panggil 119 dan minta AED, periksa respons dan napas, RJP 30:2 atau kompresi saja, pasang AED; (C) tendang tangannya lepas, beri minum, lalu antar pulang; (D) putus suplai, lakukan 15:2 dengan 80 kali per menit.
- Mengapa RCD proteksi tambahan memakai 30 mA? (A) 30 mA batas aman arus tubuh; (B) arus pengenal 30 mA dengan waktu putus paling lama 300 ms dan 40 ms pada 150 mA menjaga titik arus-waktu yang dijamin standar gawai di bawah kurva c1; (C) 30 mA adalah ambang persepsi; (D) semua orang dapat melepas genggaman di bawah 30 mA.
- Terminal kontaktor pemanas 20 A mempunyai resistansi kontak 1 mΩ saat baru dan 40 mΩ setelah kendur. Hitung daya panas di terminal pada kedua keadaan, jelaskan mengapa MCB dan RCD tidak bereaksi, dan sebutkan cara menemukannya.
- Setelah kejadian di kasus pembuka, pemilik ingin me-reset RCD dan memakai mesin lagi karena operator merasa sehat. Susun tanggapan beralasan.
Kunci jawaban beralasan
- A (tangan ke tangan, ). Arus masuk dan keluar lewat fasa dan netral, sehingga tidak ada arus sisa dan RCD tidak memutus; MCB juga tidak, karena 0,19 A bukan arus lebih. Membandingkan 188 mA langsung dengan c1 terlalu pesimistis, karena c1 berlaku untuk jalur tangan kiri ke kaki dan faktor arus jantung tangan ke tangan lebih kecil dari 1. Namun 188 mA jauh di atas ambang lepas, sehingga aliran berlangsung terus dan tetap dapat mencapai zona AC-4 dalam orde satu detik. Pelajarannya: pembebasan dan verifikasi bebas tegangan (bab kerja aman), bukan RCD, yang melindungi dari sentuh fasa-netral.
- mA, paling tinggi. Dengan impedansi tubuh pada tegangan tubuh yang sebenarnya (sekitar 2,5 V) nilainya sedikit lebih kecil, mA. Arus ini di atas ambang persepsi 0,5 mA, di bawah ambang lepas rata-rata, dan jauh di bawah c1 untuk durasi berapa pun: terasa, tetapi di luar zona fibrilasi. Keset basah kehilangan resistansinya; air bilasan membentuk jalur di permukaan, dan arus kembali mendekati 0,42 A. Keset hanya membantu bila kering, utuh, dan lantainya tidak tergenang.
- B. A menyentuh korban sebelum suplai putus dan menunda panggilan; C menendang, memberi minum, dan tidak memeriksakan korban; D memutus suplai dengan benar tetapi memakai rasio dan laju usang dari PUIL 2000 Lampiran E.
- B. A keliru karena 30 mA arus pengenal gawai, bukan batas fisiologis; C keliru karena ambang persepsi sekitar 0,5 mA; D keliru karena ambang lepas bervariasi antarindividu dan dapat lebih rendah dari 30 mA.
- : W dan W, empat puluh kali lipat di satu titik. Arus sirkit tetap 20 A, jadi MCB tidak melihat arus lebih, dan tidak ada arus ke bumi, jadi RCD tidak melihat arus sisa. Temuannya lewat termografi saat berbeban oleh personel kompeten dengan APD dan alat yang sesuai, pemeriksaan torsi dalam keadaan bebas tegangan, dan tanda perubahan warna atau bau pada pemeliharaan berkala; busur seri yang menyusul hanya dapat dideteksi AFDD.
- Tolak. RCD trip karena ada arus ke bumi lewat tubuh, jadi gangguannya nyata dan masih ada; menjalankan mesin berarti mengulang kejadian pada orang berikutnya. Mesin diisolasi dan dikunci, PE dan isolasi diperiksa dan diuji dalam keadaan bebas tegangan terverifikasi, lalu diuji ulang sebelum dipakai (kondisi berhenti 3 dan 4). Operator diperiksa tenaga medis dengan EKG walau merasa sehat, karena luka dalam dan gangguan irama jantung tidak selalu terasa (kondisi berhenti 6). Kejadian dicatat sebagai hampir celaka.
Referensi
Sumber luar
- IEC 60479-1:2018 (Ed. 1.0), Effects of current on human beings and livestock, Part 1: General aspectswebstore.iec.ch
- IEC TS 60479-1:2005/AMD1:2016, amandemen edisi yang digantikanwebstore.iec.ch
- National Grid, Company Directive ST: TP21AB (Desember 2020), tabel impedansi tubuh dan kurva c1 dari IEC 60479-1 (sekunder)commercial.nationalgrid.co.uk
- Mohla, Driscoll, Hamer, Panetta, Mitigating electric shock and arc flash energy, PCIC-2010-41, zona IEC TS 60479-1:2005 (sekunder)i-gard.com
- IET Wiring Matters, Changes to RCD testing in BS 7671:2018+A2:2022, waktu putus 300 ms dan 40 ms (sekunder)electrical.theiet.org
- Part 7: Adult Basic Life Support, 2025 American Heart Association Guidelines for CPR and ECC (Circulation, doi:10.1161/CIR.0000000000001369)cpr.heart.org
- Smyth dkk., European Resuscitation Council Guidelines 2025 Adult Basic Life Support, Resuscitation 215 Suppl 1:110771sciencedirect.com
- Part 10: Adult and Pediatric Special Circumstances of Resuscitation, 2025 AHA Guidelines (cedera listrik)cpr.heart.org
- ILCOR CoSTR 2021, Duration of cooling with water for thermal burns (FA 770)costr.ilcor.org
- Zemaitis, Guirguis, Cindass, Electrical Injuries, StatPearls, pembaruan 6 Juli 2025 (sekunder)ncbi.nlm.nih.gov
- Mayo Clinic, Electrical shock: First aid, 18 Juni 2024 (sekunder)mayoclinic.org
- Kementerian Kesehatan RI, Akses darurat medis 119 kini bisa melalui SATUSEHAT Mobile (5 Oktober 2024)kemkes.go.id
- IEC 62606:2013+AMD1:2017+AMD2:2022 CSV (Ed. 1.2), General requirements for arc fault detection deviceswebstore.iec.ch
- IEC 60364-4-42:2024 (Ed. 4.0), Protection against thermal effectswebstore.iec.ch
Bab terkait
- Tegangan, arus, resistansi, dan dayaKelistrikan & Kendali · Bab 1
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
- Hierarki pengendalian, izin kerja, dan verifikasi keadaan amanKeselamatan · Bab 2
- Uji pembumian, impedansi lingkar gangguan, dan uji RCDKelistrikan & Kendali · Bab 18
- Keselamatan alat ukur: kategori ukur, rating, dan verifikasi bebas teganganKelistrikan & Kendali · Bab 14
- Pemasangan lapangan mesin: kabel motor, gland, pembumian, dan isolator lokalKelistrikan & Kendali · Bab 73
- Kerja aman: lima aturan emas, LOTO, izin kerja, dan kompetensiKelistrikan & Kendali · Bab 76
- Busur api: energi insiden, batas pendekatan, dan APDKelistrikan & Kendali · Bab 77
- Diagnosis instalasi: RCD trip, MCB trip, terminal panas, netral putus, dan tegangan rendahKelistrikan & Kendali · Bab 80
- Pemeliharaan listrik terencana dan pemeriksaan berkalaKelistrikan & Kendali · Bab 81
- K3 laundry: bahaya kimia, biologis, fisik, ergonomi, dan tanggap daruratLaundry · Bab 21
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.
Teknisi menyentuh terminal fasa 230 V dengan tangan kiri dan netral dengan tangan kanan, tanpa kontak ke bumi, kulit kering. Hitung arus tubuh dengan tabel persentil 50 %, lalu jelaskan apa yang dilakukan RCD 30 mA dan kapan arus melewati c1.
Pada contoh kerja, operator berdiri di atas keset karet kering yang menambah kΩ. Hitung arus tubuh persentil 50 % dan zonanya. Apa yang terjadi bila keset itu basah dan penuh air bilasan?
Pilih urutan pertolongan yang benar untuk operator yang tergeletak di samping mesin yang masih bertegangan: (A) tarik tangannya, periksa nadi, lalu panggil bantuan; (B) putus isolator atau MCB, panggil 119 dan minta AED, periksa respons dan napas, RJP 30:2 atau kompresi saja, pasang AED; (C) tendang tangannya lepas, beri minum, lalu antar pulang; (D) putus suplai, lakukan 15:2 dengan 80 kali per menit.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 76.
Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 74.