By Kurnia · Published October 22, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 20 min read
Saraf dan otak: neuron, potensial aksi, sinaps dan neurotransmiter, bagian-bagian otak, refleks dan waktu reaksi, serta efek arus listrik pada saraf
Juru masak hotel menarik tangan dari wajan panas sebelum sempat berpikir, sedangkan operator laundry yang memegang rangka mesin bocor arus merasa tangannya menempel dan tidak bisa dilepas. Bab ini menjelaskan dasar biologi kedua kejadian: neuron dan sel glia, potensial membran istirahat dan potensial aksi, mielin, sinaps kimia dan listrik, neurotransmiter, susunan saraf pusat dan tepi, serta bagian-bagian otak. Bab menghitung ayunan potensial, laju letupan, tunda sinaps, jarak tempuh selama waktu reaksi, dan arus tubuh pada kulit kering dan basah. Bagian akhir menjelaskan cara arus listrik dari luar merangsang saraf dan otot, lalu merujuk efek arus dan pertolongan pertama ke Bab 75 · Kelistrikan & Kendali serta proteksi kejut listrik ke Bab 21 · Kelistrikan & Kendali.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Di dapur sebuah hotel, juru masak menyentuh gagang wajan panas, dan tangannya sudah tertarik sebelum ia sempat berkata "panas". Pada minggu yang sama, operator laundry memegang rangka mesin cuci yang bocor arus; tangannya "menempel" sampai RCD trip. Mengapa tangan pertama bergerak lebih cepat daripada pikiran, sedangkan tangan kedua tidak bisa dilepas? Gerak menarik tangan adalah refleks yang diatur sumsum tulang belakang tanpa menunggu otak. Arus listrik dari luar merangsang saraf dan otot seperti sinyal saraf biasa, dan otot penutup jari lebih kuat daripada otot pembukanya. Bab ini menjelaskan dasar biologinya, supaya teknisi paham mengapa pengaman mesin dan proteksi listrik tidak dapat digantikan oleh "refleks yang cepat".
Batas pembahasan
Bab ini membahas sistem saraf dari sisi biologi, dari sel saraf sampai efek arus listrik dari luar pada saraf dan otot. Hukum Ohm dan daya ada di Bab 1 · Kelistrikan & Kendali tentang tegangan, arus, resistansi, dan daya. Zona efek arus menurut IEC 60479-1, luka bakar listrik, dan pertolongan pertama ada di Bab 75 · Kelistrikan & Kendali tentang bahaya listrik pada tubuh. Proteksi dasar, proteksi gangguan, dan pemutusan otomatis ada di Bab 21 · Kelistrikan & Kendali tentang proteksi kejut listrik, dan pemilihan RCD di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang RCD. Tidur, jam biologis, dan kelelahan dibahas di Bab 34 tentang tidur dan kerja shift malam, sedangkan pertanyaan tentang kesadaran di Bab 35 tentang kesadaran.
Bab ini tidak memberi diagnosis; keluhan saraf, cedera kepala, dan korban sengatan listrik dinilai tenaga kesehatan.
Neuron dan sel glia
Neuron (neuron) adalah sel khusus yang dapat menerima dan meneruskan sinyal listrik dan kimia. Sel glia (glial cell) adalah sel sistem saraf yang menopang neuron secara fisik dan metabolik, termasuk menyekat akson serta mengangkut nutrien dan sisa metabolisme. Neuron dapat diibaratkan kawat, dan glia petugas perusahaan listrik yang merawat kawat itu.
Badan sel (soma) berisi inti sel. Dendrit menerima pesan dari neuron lain, bukit akson menjumlahkan sinyal dari banyak sinaps, dan akson meneruskan sinyal ke terminal akson yang melepas zat kimia ke sel berikutnya. Akson neuron motorik manusia dapat sepanjang satu meter, dari pangkal tulang belakang sampai jari kaki. Mielin (myelin) adalah lapisan lemak yang dibuat sel glia untuk menyekat akson sehingga sinyal merambat jauh lebih cepat. Celah berkala di sepanjang selubung mielin disebut nodus Ranvier, tempat sinyal "diisi ulang". Jenis sel glia dan tugasnya:
| Jenis glia | Letak | Tugas utama |
|---|---|---|
| Astrosit | Sistem saraf pusat | Memberi nutrien, mengatur kadar ion, menopang sinaps, membentuk sawar darah-otak |
| Glia satelit | Sistem saraf tepi | Memberi nutrien dan menopang neuron |
| Mikroglia | Sistem saraf pusat | Membersihkan sel mati dan melawan mikroorganisme |
| Oligodendrosit | Sistem saraf pusat | Membuat mielin; satu sel melayani beberapa akson |
| Sel Schwann | Sistem saraf tepi | Membuat mielin untuk satu akson saja |
| Glia radial | Otak yang sedang berkembang | Perancah bagi neuron yang berpindah |
| Sel ependimal | Rongga otak dan kanal sumsum | Ikut menghasilkan cairan serebrospinal |
Otak manusia berisi sekitar 86 miliar neuron. Glia pernah ditaksir sepuluh kali lebih banyak daripada neuron, sedangkan riset laboratorium Herculano-Houzel yang lebih baru memberi nisbah hampir 1:1.
Potensial membran istirahat
Potensial membran (membrane potential) adalah beda muatan listrik antara bagian dalam dan bagian luar sel. Neuron yang beristirahat bermuatan negatif di dalam, sekitar 70 mV lebih negatif daripada di luar (−70 mV), dan angkanya berbeda menurut jenis neuron dan spesies. Lapisan lipid membran tidak dapat dilewati ion, sehingga ion keluar masuk lewat protein saluran ion. Saluran yang membuka dan menutup karena perubahan tegangan disebut saluran ion bergerbang tegangan. Kadar ion di luar dan di dalam neuron:
| Ion | Di luar sel (mM) | Di dalam sel (mM) | Nisbah luar/dalam |
|---|---|---|---|
| Na⁺ | 145 | 12 | 12 |
| K⁺ | 4 | 155 | 0,026 |
| Cl⁻ | 120 | 4 | 30 |
| Anion organik | tidak dicantumkan | 100 | tidak ada |
Saluran bocor kalium jauh lebih banyak daripada saluran bocor natrium, sehingga K⁺ keluar lebih cepat daripada Na⁺ masuk dan bagian dalam sel menjadi negatif. Pompa natrium-kalium memindahkan tiga Na⁺ ke luar dan dua K⁺ ke dalam untuk setiap ATP, sehingga muatan negatif di dalam terjaga. Membran istirahat mirip baterai kecil sekitar 0,07 V yang terus diisi ulang pompa.
Potensial aksi dan rambatannya
Potensial aksi (action potential) adalah pembalikan singkat potensial membran istirahat yang merambat sendiri di sepanjang akson. Rangsang dari sel indra atau neuron lain mendepolarisasi membran sampai potensial ambang, sekitar −55 mV. Saluran Na⁺ di bukit akson lalu membuka, ion positif masuk, dan membran naik sampai sekitar +40 mV. Peristiwa ini bersifat semua-atau-tidak-sama-sekali: begitu ambang tercapai, neuron selalu berdepolarisasi penuh. Saluran Na⁺ lalu menutup dan untuk sementara tidak dapat dibuka, sedangkan saluran K⁺ membuka sehingga K⁺ keluar dan membran kembali negatif, sempat lebih negatif daripada istirahat (hiperpolarisasi) sebelum kembali ke −70 mV.
Periode refrakter (refractory period) adalah selang sesudah potensial aksi ketika neuron sulit atau tidak dapat melepaskan potensial aksi baru. Ukuran ayunan potensial dihitung dengan
dengan perubahan potensial membran (mV), potensial sesudah perubahan (mV), dan potensial sebelum perubahan (mV). Potensial aksi dibentuk ulang dengan kekuatan penuh di setiap titik akson, sehingga cedera di jari kaki tidak terasa lebih lemah daripada cedera di hidung hanya karena jaraknya lebih jauh.
Kecepatan rambat dipengaruhi diameter akson dan arus yang bocor dari akson; mielin mencegah kebocoran sehingga rambat lebih cepat. Nodus Ranvier panjangnya sekitar satu mikrometer dan berisi saluran Na⁺ dan K⁺, sehingga potensial aksi dibentuk ulang dari nodus ke nodus; lompatan ini disebut konduksi saltatori dan juga menghemat energi. Pada penyakit yang merusak mielin, misalnya sklerosis multipel, rambat melambat karena arus bocor dari bagian yang dulu tersekat.
Sinaps dan neurotransmiter
Sinaps (synapse) adalah sambungan tempat sinyal diteruskan dari satu neuron ke neuron lain atau ke sel sasaran. Neurotransmiter (neurotransmitter) adalah zat kimia pembawa pesan sistem saraf yang disimpan dalam vesikel sinaps. Pada sinaps kimia, potensial aksi yang tiba di terminal akson membuka saluran Ca²⁺ bergerbang tegangan. Ion kalsium yang masuk membuat vesikel melepas neurotransmiter ke celah sinaps, lalu zat itu berdifusi dan menempel pada reseptor di membran pascasinaps. Satu vesikel berisi sekitar 10.000 molekul neurotransmiter, dan reseptor hanya cocok untuk neurotransmiter tertentu seperti kunci dan gembok.
Asetilkolin di sambungan saraf-otot membuka saluran Na⁺ sehingga membran otot berdepolarisasi, sedangkan GABA membuka saluran Cl⁻ sehingga membran pascasinaps terhiperpolarisasi dan neuron makin sulit melepas potensial aksi. Masukan perangsang dan penghambat dijumlahkan di bukit akson; hanya selisih bersih yang mencapai ambang yang memicu potensial aksi, sehingga "derau" acak tersaring. Sesudah sinyal lewat, neurotransmiter berdifusi menjauh, diurai enzim, atau diserap kembali oleh neuron pengirim.
Sinaps kimia menimbulkan tunda sekitar satu milidetik dan alirannya satu arah. Sinaps listrik menghubungkan dua sel lewat protein celah (gap junction) sehingga arus lewat hampir seketika; sinaps listrik di talamus diduga ikut mengatur tidur gelombang lambat, yang dibahas di Bab 34 tentang tahap tidur. Neurotransmiter utama dan keterlibatannya:
| Neurotransmiter | Terlibat dalam |
|---|---|
| Asetilkolin | Kerja otot, memori |
| Beta-endorfin | Nyeri, rasa senang |
| Dopamin | Suasana hati, tidur, belajar |
| GABA | Fungsi otak, tidur |
| Glutamat | Memori, belajar |
| Norepinefrin | Jantung, usus, kewaspadaan |
| Serotonin | Suasana hati, tidur |
Banyak obat bekerja di sinaps sebagai agonis (peniru) atau antagonis (penghalang) neurotransmiter; pemakaiannya untuk orang tertentu adalah keputusan dokter. Sinaps juga dapat menguat atau melemah dalam jangka panjang di hipokampus, dan perubahan ini menjadi dasar belajar dan memori.
Susunan saraf pusat dan tepi
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang, dibungkus tiga lapis selaput otak, dan mengapung dalam cairan serebrospinal yang berfungsi sebagai bantalan. Sistem saraf tepi menghubungkan sistem saraf pusat dengan otot, organ, dan indra; bagian somatiknya membawa pesan indra masuk lewat serat aferen dan perintah gerak keluar lewat serat eferen. Manusia mempunyai 12 saraf kranial dan 31 saraf spinal, masing-masing saraf spinal berisi akson sensorik dan motorik.
Sistem saraf otonom mengatur organ dalam tanpa kendali sadar. Bagian simpatis menyiapkan tubuh untuk "lawan atau lari": pupil melebar, denyut jantung dan tekanan darah naik, hati melepas glukosa, dan adrenalin mengalir ke darah. Bagian parasimpatis mengembalikan tubuh ke keadaan "istirahat dan cerna": denyut jantung melambat dan pencernaan dirangsang. Kaitan sistem simpatis dengan stres kerja malam dibahas di Bab 34 tentang kelelahan dan kerja shift.
Bagian-bagian otak
Permukaan otak, korteks serebri, berlipat menjadi tonjolan (girus) dan lekukan (sulkus). Lekukan terdalam, fisura longitudinal, membagi otak menjadi belahan kiri dan kanan, yang dihubungkan korpus kalosum berisi sekitar 200 juta akson. Belahan kiri mengendalikan sisi kanan tubuh dan sebaliknya.
| Bagian | Fungsi utama |
|---|---|
| Lobus frontal | Korteks motorik, korteks prefrontal untuk penalaran dan kendali dorongan, area Broca untuk menghasilkan bahasa |
| Lobus parietal | Korteks somatosensori untuk sentuhan, suhu, dan nyeri; rasa posisi tubuh |
| Lobus temporal | Pendengaran, area Wernicke untuk memahami bahasa, hipokampus untuk membentuk memori |
| Lobus oksipital | Penglihatan |
| Talamus | Relai semua indra kecuali penciuman; ikut mengatur kesadaran, kewaspadaan, dan tidur |
| Hipotalamus | Suhu tubuh, makan dan minum, hormon lewat kelenjar hipofisis, ritme sirkadian |
| Amigdala | Rasa takut dan makna emosional memori |
| Ganglia basal | Kendali gerak, postur, dan motivasi |
| Serebelum | Keseimbangan, koordinasi, belajar gerak baru |
| Batang otak (otak tengah, pons, medula) | Napas, tekanan darah, denyut jantung, menelan, kewaspadaan; formasio retikularis mengatur siklus tidur-bangun |
Satu bagian otak dapat terlibat dalam lebih dari satu proses, dan satu perilaku biasanya melibatkan banyak bagian. Riset tentang belahan otak yang dominan untuk perilaku tertentu juga tidak konsisten.
Kecelakaan kerja paling terkenal dalam ilmu otak menimpa Phineas Gage, mandor rel kereta di Vermont, pada 13 September 1848: batang besi dari lubang ledakan menembus tengkoraknya. Kepribadiannya dilaporkan berubah, sejalan dengan hilangnya kendali dorongan di lobus frontal, walaupun ada bukti perubahan itu dibesar-besarkan. EEG merekam aktivitas listrik otak dengan ketepatan milidetik dan banyak dipakai dalam riset tidur. Stroke, yaitu terputusnya aliran darah ke satu bagian otak, menghilangkan fungsi bagian itu.
Refleks dan waktu reaksi
Refleks (reflex) adalah gerak cepat tanpa sadar yang dikendalikan sambungan sinaps setempat di sumsum tulang belakang, misalnya menarik tangan dari benda panas. Refleks lutut dikendalikan satu sinaps antara neuron sensorik dan neuron motorik, lalu sinaps dengan interneuron meneruskan kabar ke otak, misalnya bahwa tangan tadi panas. Karena itu juru masak di kasus pembuka menarik tangan sebelum sadar akan rasa panas. Refleks menghemat waktu karena pesan tidak perlu ke otak dan kembali.
Waktu reaksi (reaction time) adalah selang antara munculnya rangsang dan dimulainya tindakan yang disengaja. Waktu reaksi rata-rata manusia terhadap rangsang penglihatan dapat diambil 0,25 s, dan pengemudi dengan waktu reaksi 0,500 s yang melaju 30,0 m/s menempuh 15,0 m sebelum kakinya menginjak rem. Selama waktu reaksi kecepatan dianggap tetap, sehingga
dengan jarak tempuh sebelum tindakan dimulai (m), kecepatan benda atau kendaraan (m/s), dan waktu reaksi (s). Waktu reaksi paling cepat pada dewasa muda dan melambat pada usia lanjut, dan alkohol dikaitkan dengan reaksi yang lebih lambat, yaitu waktu reaksi bertambah. Kurang tidur juga menurunkan fungsi kognitif dan motorik, seperti dibahas di Bab 34 tentang utang tidur. Artinya, mesin yang bergerak lebih cepat daripada reaksi manusia harus dihentikan pengaman, bukan refleks operator, seperti pengaman tangan di Bab 28 · Laundry tentang keselamatan setrika gulung.
Arus listrik dari luar pada saraf dan otot
Neuron dan sel otot dapat dirangsang karena membrannya mempunyai saluran ion bergerbang tegangan dan potensial ambang. Arus listrik dari luar yang lewat jaringan menggeser potensial membran; bila depolarisasinya mencapai ambang, potensial aksi terjadi seperti dipicu rangsang alami. Arus 5 sampai 30 mA ke atas dapat merangsang kontraksi otot berkelanjutan, seperti yang dilakukan impuls saraf biasa. Kejut listrik (electric shock) adalah reaksi fisiologis atau cedera akibat arus listrik dari luar yang mengalir lewat tubuh. Tubuh relatif penghantar yang baik karena kandungan airnya, dan keparahan kejut ditentukan besar arus, jalur arus, lama kejut, dan frekuensi arus.
| Arus lewat tubuh | Efek yang disebut |
|---|---|
| Sekitar 1 mA | Ambang terasa |
| Kurang dari 5 mA | Tidak nyaman, tampaknya tidak berbahaya; banyak aturan keselamatan memakai 5 mA sebagai batas |
| 5 sampai 30 mA ke atas | Kontraksi otot berkelanjutan; korban dapat tidak mampu melepas sumber |
| Di atas 300 mA | Jantung dan diafragma berkontraksi selama kejut; napas dan detak berhenti, sering pulih sesudahnya; kematian mungkin terjadi bila arus lewat jantung |
Korban tidak dapat melepas kawat karena arus merangsang semua otot tangan sekaligus, dan otot penutup jari lebih kuat daripada otot pembukanya; kontraksi otot kaki dan badan juga dapat "melempar" korban ke belakang. Fibrilasi ventrikel (ventricular fibrillation) adalah denyut jantung yang sangat tidak teratur dan sering mematikan. Sebagian besar kematian akibat kejut disebabkan fibrilasi ventrikel, dan defibrilator memakai kejut terkendali untuk menolong jantung yang berfibrilasi.
Hambatan kulit kering sekitar 200 kΩ dan tubuh basah kuyup 10,0 kΩ, sehingga 120 V AC memberi 0,6 mA pada kulit kering tetapi 12 mA pada kulit basah, di atas ambang "tidak bisa lepas". Alas kaki berisolasi dan bekerja dengan satu tangan mengurangi peluang arus lewat jantung. Angka hambatan dan arus ini adalah angka buku ajar Amerika Serikat untuk 120 V dan tidak memuat ambang fibrilasi yang bergantung pada lama aliran; zona IEC 60479-1, impedansi tubuh, dan pertolongan pertama ada di Bab 75 · Kelistrikan & Kendali tentang bahaya listrik pada tubuh. Karena tangan dapat tidak terlepas dan jantung dapat terganggu sebelum orang sempat bereaksi, arus harus dicegah lewat tubuh atau diputus otomatis: proteksi dasar dan pemutusan otomatis di Bab 21 · Kelistrikan & Kendali tentang proteksi kejut listrik, dan RCD di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang RCD.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.
Contoh 1: ayunan potensial. Dari potensial istirahat −70 mV ke ambang −55 mV diperlukan mV. Dari istirahat ke puncak +40 mV, ayunannya mV atau 0,110 V. Depolarisasi pemicu hanya persen dari ayunan penuh; sisanya berjalan sendiri.
Contoh 2: tunda sinaps. Refleks lutut melewati satu sinaps kimia, sehingga tunda sinapsnya sekitar 1 ms. Jalur sadar yang melewati 8 sinaps menambah sekitar 8 ms. Dibanding waktu reaksi 0,25 s, angka itu persen, sehingga sebagian besar waktu reaksi dipakai untuk rambat dan pengolahan di otak serta penggerakan otot.
Contoh 3: jarak tempuh selama waktu reaksi. Mobil antar-jemput tamu melaju 36 km/jam, yaitu m/s. Dengan s, mobil menempuh m sebelum rem disentuh; dengan 0,50 s, m. Contoh pengemudi di bagian waktu reaksi: m.
Contoh 4: tangan di depan setrika gulung. Linen bergerak masuk dengan kecepatan 10 m/menit, yaitu m/s; kecepatan tiap mesin ada di manual pabrik. Selama 0,25 s, jari yang terjepit linen tertarik m atau 4,2 cm; bila operator lelah dan bereaksi dalam 0,50 s, 8,3 cm. Karena itu batang pengaman harus menghentikan mesin sendiri.
Contoh 5: arus tubuh kulit kering dan basah. Dengan angka hambatan di bagian arus listrik: A atau 0,6 mA untuk kulit kering, dan A atau 12 mA untuk kulit basah. Dengan hambatan yang sama pada 230 V, mA dan mA; impedansi tubuh nyata berubah dengan tegangan, lihat Bab 75 · Kelistrikan & Kendali tentang bahaya listrik pada tubuh. Kulit basah memperbesar arus kali.
Contoh 6: arus langsung ke jantung di rumah sakit. Arus sekecil 20,0 μA yang langsung mengenai jantung saat operasi dapat memicu fibrilasi ventrikel; dengan hambatan jantung 300 Ω, tegangannya V atau 6,00 mV. Arus 0,020 mA itu kali lebih kecil daripada ambang terasa 1 mA, sehingga kebocoran yang tidak terasa di kulit tetap penting bagi peralatan yang tersambung ke pasien; persyaratannya mengikuti manual pabrik dan aturan fasilitas kesehatan.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada orang berwenang bila:
- Seseorang tersengat dan masih menempel pada sumber: jangan menyentuhnya, putuskan suplai, panggil bantuan, dan ikuti pertolongan pertama di Bab 75 · Kelistrikan & Kendali.
- Korban sengatan tampak pulih: penilaiannya tetap diserahkan kepada tenaga kesehatan, kejadiannya dilaporkan, dan mesinnya diisolasi.
- Ada yang merasa kesemutan atau tersentak saat menyentuh rangka mesin, keran, atau rel: hentikan pemakaian alat, beri tanda, dan laporkan ke teknisi listrik berkompeten sesuai Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman.
- Rekan mendadak bingung, sulit bicara, lemah di satu sisi tubuh, atau pingsan, termasuk sesudah jatuh atau terbentur: hentikan pekerjaan dan panggil layanan darurat; jangan menebak penyebabnya.
- Pekerjaan menuntut reaksi cepat (mesin berputar, kendaraan, bagian bertegangan) sementara pekerja sangat mengantuk, di bawah pengaruh alkohol, atau baru minum obat yang membuat kantuk: ganti orang, seperti dibahas di Bab 34 tentang kelelahan kerja shift.
- Ada usulan melepas pengaman mesin karena "operator bisa refleks", atau usulan "mengetes setrum" dengan tangan: tolak dan laporkan.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Refleks saya cukup cepat untuk menarik tangan dari mesin.
Why is it wrong?
Dengan waktu reaksi sekitar 0,25 s, bagian mesin yang bergerak sudah menarik tangan beberapa sentimeter, dan arus 5 sampai 30 mA ke atas justru membuat tangan menggenggam.
Common misconception
Tegangan rendah pasti aman.
Why is it wrong?
Efek ditentukan arus yang lewat tubuh, jalurnya, dan lamanya; kulit basah menurunkan hambatan sehingga arus pada tegangan yang sama naik sampai dua puluh kali.
Common misconception
Listrik menarik tangan ke kawat.
Why is it wrong?
Arus merangsang otot; otot penutup jari lebih kuat daripada otot pembuka, sehingga tangan menggenggam sumber.
Common misconception
Sinyal saraf melemah di akson yang panjang.
Why is it wrong?
Potensial aksi dibentuk ulang dengan kekuatan penuh di sepanjang akson, dan mielin membuatnya lebih cepat, bukan lebih kuat.
Common misconception
Otak kiri untuk logika, otak kanan untuk kreativitas.
Why is it wrong?
Hasil riset lateralisasi tidak konsisten; kedua belahan bekerja sama lewat korpus kalosum.
Hubungan dengan bab lain
Bab 1 · Kelistrikan & Kendali tentang tegangan, arus, resistansi, dan daya memberi hukum Ohm untuk menghitung arus tubuh, Bab 75 · Kelistrikan & Kendali tentang bahaya listrik pada tubuh merinci zona efek arus dan pertolongan pertama, dan Bab 21 · Kelistrikan & Kendali tentang proteksi kejut listrik serta Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang RCD menjelaskan proteksi kejut listrik dan RCD yang mencegah arus mengalir cukup lama untuk melukai. Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman mengatur kerja aman listrik, dan Bab 28 · Laundry tentang keselamatan setrika gulung menerapkan waktu reaksi pada pengaman setrika gulung. Bab 34 tentang tidur dan kerja shift malam memakai hipotalamus, talamus, dan formasio retikularis untuk menjelaskan tidur dan kerja malam, dan Bab 35 membahas kesadaran.
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Sebuah neuron istirahat pada −70 mV menerima masukan perangsang sehingga membrannya naik ke −58 mV. Apakah potensial aksi terjadi, dan apa yang dapat membuatnya terjadi?
See the worked solution
Belum, karena −58 mV masih 3 mV di bawah ambang −55 mV. Masukan perangsang lain yang datang hampir bersamaan dapat menjumlah di bukit akson dan mencapai ambang, sedangkan masukan penghambat dapat membatalkannya.
Bila satu impuls beserta pemulihannya memerlukan 1,5 ms, berapa laju letupan maksimumnya?
See the worked solution
Satu impuls harus selesai sebelum impuls berikutnya dimulai, sehingga laju maksimum impuls per detik. Angka ini masih berorde impuls per detik, orde laju letupan maksimum neuron.
Teknisi mendorong troli linen 1,2 m/s ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka. Bandingkan jarak tempuh selama waktu reaksi 0,25 s dan 0,60 s saat lelah.
See the worked solution
Pada 0,25 s troli bergerak m, dan pada 0,60 s bergerak m. Selisihnya 0,42 m terjadi sebelum tangan sempat menahan troli, sehingga kelelahan memperpanjang jarak bahaya.
Berapa tegangan yang membuat arus 5 mA lewat kulit kering 200 kΩ dan kulit basah 10 kΩ?
See the worked solution
Untuk kulit kering V, dan untuk kulit basah V. Tangan basah menurunkan tegangan yang diperlukan dua puluh kali, sehingga kerja listrik di lantai basah laundry jauh lebih berbahaya.
Seorang pasien setelah cedera dapat mengikuti perintah dan membaca, tetapi tidak dapat menghasilkan kata-kata. Bagian otak mana yang paling mungkin terlibat?
See the worked solution
Gejala itu sesuai dengan kerusakan area Broca di lobus frontal, yang penting untuk menghasilkan bahasa. Penilaian penyebab pada orang sungguhan adalah pekerjaan tenaga kesehatan.
Mengapa operator di kasus pembuka tidak dapat melepas rangka mesin, padahal ia ingin melepasnya?
See the worked solution
Arus bolak-balik dari rangka merangsang saraf dan otot tangan seperti impuls saraf, sehingga semua otot tangan berkontraksi tanpa kehendaknya. Otot penutup jari lebih kuat daripada otot pembuka, sehingga tangannya menggenggam sampai RCD memutus arus.
Referensi
External sources
- OpenStax: Biology 2eopenstax.org
- OpenStax: Psychology 2eopenstax.org
- OpenStax: University Physics Volume 2openstax.org
- OpenStax: University Physics Volume 1openstax.org
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 30, 2026 | 2 | Revised to the chapter standard |
| October 22, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Saraf dan otak: neuron, potensial aksi, sinaps dan neurotransmiter, bagian-bagian otak, refleks dan waktu reaksi, serta efek arus listrik pada saraf. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/saraf-dan-otak-neuron-potensial-aksi-sinaps-dan-neurotransmiter-bagian-bagian-otak-refleks-dan-waktu-reaksi-serta-efek-arus-listrik-pada-saraf
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Sebuah neuron istirahat pada −70 mV menerima masukan perangsang sehingga membrannya naik ke −58 mV. Apakah potensial aksi terjadi, dan apa yang dapat membuatnya terjadi?
Bila satu impuls beserta pemulihannya memerlukan 1,5 ms, berapa laju letupan maksimumnya?
Teknisi mendorong troli linen 1,2 m/s ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka. Bandingkan jarak tempuh selama waktu reaksi 0,25 s dan 0,60 s saat lelah.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Biology & Microbiology · Chapter 34.
Reading order by shelf: Biology & Microbiology · Chapter 32.
Bab lain dalam Biologi dan Mikrobiologi.