By Kurnia · Published October 6, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 22 min read
Adaptasi kapasitas unit RO: pompa, susunan membran, dan pembatas aliran
Permintaan menaikkan kapasitas unit osmosis balik (RO) sering dijawab dengan mengganti membran yang lebih besar atau menambah membran, tanpa menghitung pompa, pembatas aliran, dan jalur umpan. Bab ini menghitung daya hidraulik dan daya poros pompa untuk membran 500, 800, dan 1.000 GPD; ukuran pembatas aliran dari target recovery dan recovery yang terjadi bila pembatas lama dipakai; pemekatan kesadahan dan dosis antiskalan; rugi tekan jalur umpan saat dua membran disusun paralel; serta RO dua lintasan yang memerlukan tangki transit dan pompa kedua. Penjelasan kontinuitas yang keliru untuk kegagalan RO dua lintasan diluruskan; enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.
Pengelola dapur sebuah hotel meminta unit osmosis balik (reverse osmosis, RO) 500 GPD (galon per hari) di dapurnya dinaikkan menjadi 1.000 GPD. Teknisi mengganti membran dengan yang berlabel 1.000 GPD, memakai pompa dan pembatas aliran yang lama, lalu menyalakan unit. Tekanan kerja turun, produksi naik jauh lebih sedikit daripada dua kali lipat, dan TDS permeat naik dari 12 ppm menjadi sekitar 17 ppm. Seminggu kemudian pengelola itu bertanya mengapa air buangannya justru terasa lebih asin daripada dulu. Tidak ada komponen yang rusak. Pompa, membran, pembatas aliran, dan jalur umpan adalah satu sistem, dan hanya satu bagiannya yang diubah. Bab ini menghitung bagian-bagian itu sebelum modifikasi dilakukan, dengan angka lapangan.
Batas pembahasan
Keseimbangan pompa dan membran, daya pompa, pembatas aliran dari target recovery, pemekatan dan antiskalan, susunan paralel dengan satu pompa, dan RO dua lintasan dibahas di sini. Kurva pompa dan kavitasi ada di Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa, penukar panas, dan batas operasi; NDP dan model larutan-difusi di Bab 5 tentang osmosis balik; neraca konsentrat dan risiko kerak di Bab 6 tentang recovery, rejeksi, dan neraca konsentrat RO; rugi tekan selang dan fitting di Bab 9 tentang hidrolika jalur air unit RO. Batas tekanan komponen ada di Bab 10 tentang proteksi tekanan pada instalasi RO.
Keseimbangan pompa dan membran
Debit permeat sebanding dengan luas membran dan tekanan pendorong bersih (net driving pressure, NDP) pada suhu yang sama, seperti diuraikan di Bab 5 tentang osmosis balik. Membran 1.000 GPD mempunyai kemampuan menghasilkan dua kali permeat membran 500 GPD pada NDP yang sama, tetapi hanya bila pompa memasok dua kali debit umpan pada tekanan yang sama. Pompa penguat diafragma pada unit kecil memberi debit yang hanya sedikit bertambah bila tekanan turun. Ketika membran yang lebih besar menarik lebih banyak air, pompa tidak dapat mengikutinya, dan tekanan di muka membran turun sampai debit yang diminta sama dengan debit yang sanggup dipasok pompa.
Tekanan yang turun menurunkan NDP. Menurut model larutan-difusi di Bab 5, aliran garam melewati membran hampir tidak bergantung pada tekanan, sedangkan aliran air sebanding dengan NDP. Air yang lebih sedikit mengencerkan garam yang sama, sehingga TDS permeat naik. Bab 7 tentang normalisasi data kinerja memakai hubungan yang sama: salt passage, bagian garam umpan yang lolos ke permeat, kira-kira berbanding terbalik dengan NDP.
Bila NDP per luas membran turun dari 5,3 bar ke 3,8 bar, pasangan angka yang juga dipakai contoh normalisasi dengan NDP di Bab 7, salt passage naik dengan faktor , dan TDS permeat 12 ppm menjadi sekitar ppm. Batas tekanan kerja minimum sekitar 40 psi (2,8 bar) dikutip untuk kasus ini, tetapi angka yang sama juga dipakai sebagai rekomendasi tekanan untuk unit tanpa pompa, sehingga batas yang lebih tepat dibaca dari lembar data membran.
Daya pompa
Daya hidraulik (hydraulic power) adalah laju energi yang diberikan pompa kepada air. Daya poros (shaft power) adalah daya yang masuk ke poros pompa, yaitu daya hidraulik dibagi efisiensi pompa. Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa dan batas operasi menuliskannya sebagai:
daya hidraulik (W), sama dengan kenaikan tekanan oleh pompa (Pa), yaitu tekanan keluar dikurangi tekanan masuk, debit umpan yang dipompa (m³/s), daya poros (W), dan efisiensi pompa pada titik kerja. Daya listrik lebih besar lagi karena rugi motor.
Misalkan pompa menaikkan tekanan dari 1,0 bar di sisi masuk ke 6,5 bar di sisi keluar, sehingga bar Pa. Recovery 50%. Membran 1.000 GPD menghasilkan L/menit permeat, jadi debit umpannya 5,26 L/menit atau m³/s.
Dengan efisiensi 0,75, yang di sini hanya angka contoh, daya poros sekitar W. Dengan cara yang sama, membran 500 GPD memerlukan sekitar 24 W hidraulik (32 W poros), dan membran 800 GPD sekitar 39 W hidraulik (51 W poros).
Pada kenaikan tekanan yang sama, daya sebanding dengan debit: menggandakan kapasitas berarti menggandakan daya hidraulik. Pompa yang cukup untuk 500 GPD hanya memberi sekitar separuh daya yang dibutuhkan 1.000 GPD. Manual kabinet contoh mencantumkan daya listrik pompa 48 sampai 110 W; perbandingan yang tepat memakai debit dan tekanan pada kurva atau lembar data pompa, seperti titik kerja di Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa, bukan hanya angka watt di label.
Pembatas aliran dari target recovery
Pembatas aliran (flow restrictor) adalah komponen di jalur konsentrat yang menahan aliran buangan agar tekanan di muka membran terjaga dan recovery sesuai target. Ukurannya diturunkan dari neraca air di Bab 6 tentang recovery dan neraca konsentrat:
dan adalah debit permeat dan konsentrat (L/menit), dan recovery. Faktor pemekatan (concentration factor) adalah perbandingan kepekatan konsentrat terhadap kepekatan umpan, kira-kira . Untuk membran 1.000 GPD ( L/menit), debit konsentrat dan pemekatannya pada beberapa target recovery adalah sebagai berikut.
| Target recovery | (L/menit) | Faktor pemekatan | TDS konsentrat dari umpan 300 ppm |
|---|---|---|---|
| 40% | 1,67 | ±496 ppm | |
| 50% | 2,63 | 2,0 | ±594 ppm |
| 60% | 1,75 | 2,5 | ±741 ppm |
| 67% | 1,30 | 3,0 | ±897 ppm |
TDS konsentrat dihitung dengan neraca garam Bab 6, , dengan rejeksi 98%.
Pembatas lama memberi gambaran sebaliknya. Pembatas 800 cc/menit yang dipakai pada membran 1.000 GPD memberi . Faktor pemekatannya sekitar 4,3, TDS konsentrat dari umpan 300 ppm sekitar 1.270 ppm, dan kesadahan 150 mg/L CaCO₃ menjadi sekitar 630 mg/L. Recovery seperti ini terlalu tinggi untuk air sadah tanpa antiskalan. Pembatas 600 cc/menit pada membran 500 GPD (1,31 L/menit) juga memberi recovery sekitar 69%. Itulah sebabnya air buangan pada kasus pembuka terasa lebih asin.
Angka pembatas aliran berlaku pada tekanan kerja tertentu. Setelah pembatas dipasang, debit buangan diukur dengan gelas ukur selama satu menit di luar siklus bilas, seperti diuraikan di Bab 12 tentang instrumen debit dan tekanan, dan recovery dihitung ulang dari angka terukur. Pembatas tidak dilepas atau dilubangi. Pembatas yang terlalu besar juga keliru. Pembatas 4,0 L/menit pada membran 1.000 GPD memberi recovery bila tekanan tetap terjaga, tetapi debit umpan yang diminta naik menjadi 6,6 L/menit. Pompa yang tidak sanggup memasoknya kehilangan tekanan, dan permeat turun. Pembatas melubang atau terlepas adalah bentuk ekstrem dari keadaan ini.
Pemekatan, kerak, dan antiskalan
Recovery acuan untuk unit kabinet adalah 50%. Untuk air sumur sadah tanpa prapengolahan, rentangnya 50 sampai 60%; 65 sampai 80% baru aman dengan antiskalan atau pelunak air. Satu elemen membran umumnya dibatasi pabrikan pada recovery sekitar 15 sampai 20%, sehingga recovery sistem yang tinggi dicapai dengan beberapa elemen, bukan dengan memeras satu elemen. Rentang yang sama dibahas di Bab 6 tentang recovery, rejeksi, dan neraca konsentrat RO.
Batas per elemen dapat diperiksa dengan angka. Bila empat elemen disusun berurutan dan masing-masing mengambil bagian dari aliran yang masuk kepadanya, recovery sistem adalah . Untuk , , di dalam batas 15 sampai 20% per elemen. Untuk dari pembatas lama di atas, , jauh di atas batas itu. Susunan elemen unit contoh tidak diketahui; hitungan ini menganggap susunan berurutan.
Antiskalan (antiscalant) adalah bahan kimia yang ditambahkan ke air umpan untuk mengendalikan kerak. Bila recovery ingin dinaikkan di atas sekitar 60%, praktik industri memakai antiskalan dengan dosis tipikal 2 sampai 5 mg/L air umpan. Massa antiskalan per hari:
dalam mg, dalam mg/L, dan volume umpan sehari dalam L.
Sebagai contoh, umpan 4,2 L/menit selama 8 jam produksi adalah L. Pada 3 mg/L, mg, sekitar 6 g sehari; pada 2 sampai 5 mg/L, 4 sampai 10 g sehari. Jenis dan dosis pasti mengikuti lembar data produk antiskalan dan kimia air setempat. Unit kecil tanpa pompa dosis lebih praktis tetap di recovery sekitar 50% atau memakai pelunak air sebelum RO.
Susunan paralel dengan satu pompa
Dua membran yang disusun paralel menerima umpan dari satu pompa melalui tee pembagi. Debit umpan total menjadi dua kali, dan rugi tekan di jalur umpan naik lebih cepat daripada debit. Dalam bentuk sederhana, head yang diminta sistem dari pompa, yang di Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa disebut kurva sistem, adalah:
koefisien tahanan sistem. Di selang PE, faktor gesek Blasius ikut turun saat naik, sehingga rugi gesek naik sebanding sekitar ; rugi fitting naik sebanding . Faktor gesek Blasius untuk selang PE diuraikan di Bab 9 tentang hidrolika jalur air unit RO.
Bab 9 menghitung rugi jalur umpan 3 m selang 3/8 inci dengan empat siku dan satu solenoid sebesar sekitar 0,19 bar gesek dan 0,09 bar fitting pada 3,15 L/menit, jumlah 0,28 bar. Pada debit 6,3 L/menit, rugi itu menjadi sekitar bar bila seluruhnya mengikuti eksponen 1,75, atau sampai bar bila seluruhnya mengikuti . Kecepatan di selang 3/8 inci menjadi sekitar 3,3 m/s, jauh di atas acuan 1,5 sampai 2 m/s untuk jalur isap. Dengan tekanan statis 2,0 bar, prafilter yang ikut menahan debit ganda membuat tekanan isap mendekati ambang putus sakelar tekanan rendah, sakelar yang dibahas di Bab 12 tentang instrumen dan proteksi kelistrikan unit RO.
Unit kabinet contoh memang memakai empat elemen dengan satu pompa. Susunan itu bekerja karena pompa, elemen, jalur umpan, dan recovery dirancang bersama. Membran yang ditambahkan ke unit jadi tanpa menghitung ulang pompa dan jalur umpan menggeser titik kerja pompa, pertemuan kurva pompa dan kurva sistem menurut Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa, ke debit tinggi dan tekanan rendah.
RO dua lintasan
RO dua lintasan (two-pass RO) adalah susunan yang memakai permeat lintasan pertama sebagai umpan lintasan kedua untuk menurunkan TDS lebih jauh. Kegagalan susunan ini kadang dijelaskan dengan persamaan kontinuitas: aliran 25% umpan yang masuk ke elemen kedua berpenampang sama membuat kecepatannya "jatuh mendekati nol". Penjelasan itu keliru. Kontinuitas berlaku untuk debit yang sama di sepanjang satu saluran; di elemen RO, umpan terbagi menjadi permeat dan konsentrat. Kecepatan yang lebih rendah di elemen kedua hanyalah akibat debit umpannya lebih kecil.
Alasan yang benar ada dua. Pertama, permeat keluar dari lintasan pertama hampir tanpa tekanan, karena tekanan habis dipakai menembus membran. Lintasan kedua tidak dapat berproduksi tanpa pompa kedua, dan pompa itu memerlukan tangki transit agar tidak mengisap langsung dari keluaran membran. Kedua, debit yang tersedia untuk lintasan kedua hanya sebesar permeat lintasan pertama, dan elemen kedua tetap memerlukan aliran konsentrat yang cukup.
Misalkan lintasan pertama menghasilkan 2,1 L/menit dengan rejeksi 98% dari umpan 300 ppm, sehingga permeatnya sekitar ppm. Lintasan kedua pada recovery 50% menghasilkan L/menit. Dengan aturan praktis tekanan osmotik di Bab 5 tentang osmosis balik, tekanan osmotik umpannya sekitar bar, sehingga pompa kedua hanya perlu menutup NDP yang diinginkan dan rugi tekan. TDS permeatnya, dengan rejeksi 95% sebagai angka kasar karena rejeksi pada air sangat encer biasanya lebih rendah, sekitar 0,3 ppm.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Rejeksi diambil 98% seperti tabel pembatas aliran, dan setiap setelan baru diverifikasi dengan pengukuran, bukan dengan hitungan saja.
Contoh 1: pompa dan pembatas untuk menaikkan 500 GPD menjadi 1.000 GPD. Kapasitas unit di dapur hotel pada pembuka bab akan dinaikkan dari 500 GPD menjadi 1.000 GPD, kali ini dengan perhitungan lebih dulu. Air umpan 300 ppm, kesadahan 150 mg/L CaCO₃, tanpa antiskalan. Tekanan statis 2,0 bar, jalur umpan 3 m selang 3/8 inci. Pompa lama memberi kenaikan tekanan 5,5 bar pada debit umpan 500 GPD di recovery 50%.
Langkah 1: debit. L/menit; pada recovery 50%, L/menit.
Langkah 2: daya pompa. Kebutuhan sekitar 48 W hidraulik (64 W poros pada efisiensi 0,75). Pompa lama dirancang untuk debit separuhnya, sekitar 24 W hidraulik. Pompa diganti dengan pompa yang lembar datanya memberi 5,26 L/menit pada kenaikan tekanan 5,5 bar.
Langkah 3: pembatas. Recovery 50% memerlukan L/menit. Pembatas lama 600 cc/menit akan memberi , terlalu tinggi; pembatas diganti dan debit buangannya diukur.
Contoh 2: jalur umpan, lonjakan, dan saluran buangan pada modifikasi yang sama. Modifikasi Contoh 1 belum selesai pada pompa dan pembatas: debit umpan 5,26 L/menit juga melewati jalur umpan dan selang yang lama, dan konsentratnya masuk ke saluran buangan yang lama.
Langkah 4: jalur umpan. Debit 5,26 L/menit di selang 3/8 inci memberi kecepatan sekitar 2,7 m/s, di atas acuan 1,5 sampai 2 m/s. Rugi gesek dan fitting 3 m jalur naik dari sekitar 0,28 bar menjadi sekitar bar. Jalur umpan ditinjau ulang atau diperbesar.
Langkah 5: lonjakan saat solenoid menutup. Kecepatan yang lebih tinggi juga memperbesar lonjakan tekanan di selang umpan ketika solenoid air masuk menutup. Dengan persamaan Joukowsky dari Bab 10 tentang proteksi tekanan pada instalasi RO, , dan = 265 sampai 420 m/s untuk selang PE 3/8 inci: Pa sampai Pa, yaitu 7,2 sampai 11,4 bar sebelum ditambah tekanan statis 2,0 bar. Batas atasnya jauh melewati rating selang sekitar 8,2 bar dan rumah filter sekitar 8,6 bar yang dicatat bab itu. Sebelum modifikasi, kecepatan 1,63 m/s memberi 4,3 sampai 6,9 bar. Menaikkan kapasitas tanpa memperbesar jalur umpan atau menambah peredam lonjakan memindahkan masalah dari membran ke selang dan rumah filter.
Langkah 6: verifikasi. Setelah modifikasi, baseline baru dicatat: tekanan, debit permeat dan buangan, recovery, TDS, dan suhu. Data ternormalisasi dipantau beberapa minggu menurut Bab 7 tentang normalisasi data kinerja; bila debit ternormalisasi turun cepat, recovery dikembalikan.
Langkah 7: saluran buangan. Recovery 50% pada 1.000 GPD berarti konsentrat 2,63 L/menit, atau sekitar L dalam 8 jam produksi, dua kali volume sebelum modifikasi. Saluran buangan, wadah penampung bila konsentrat dimanfaatkan, dan celah udara di ujung selang diperiksa untuk debit itu, seperti diuraikan di Bab 6 tentang penampungan konsentrat; selang buangan yang tertekuk atau terendam menggeser recovery tanpa disadari. Bila pemilik ingin air buangan lebih sedikit, jalannya adalah antiskalan atau pelunak air dengan recovery yang dinaikkan bertahap sambil memantau data ternormalisasi, bukan pembatas yang diperkecil begitu saja.
Contoh 3: pembatas lama pada membran 800 GPD di dapur hotel. Membran kabinet RO di dapur sebuah hotel diganti dari 500 GPD ke 800 GPD, tetapi pembatas 600 cc/menit tetap terpasang. Kesadahan umpan 120 mg/L CaCO₃. Membran 800 GPD menghasilkan L/menit.
Kesadahan konsentrat menjadi mg/L. Recovery sekitar 78% hanya aman dengan antiskalan atau pelunak air, sehingga unit tidak dijalankan pada setelan itu (kondisi berhenti butir 2). Untuk 50%, pembatas harus melewatkan L/menit, dan kesadahan konsentrat turun ke sekitar 240 mg/L. Debit buangan setelah penggantian diukur dengan gelas ukur.
Contoh 4: daya pompa unit 800 GPD di laundry. Unit RO air minum karyawan sebuah laundry memakai membran 800 GPD pada recovery 50%, sehingga debit umpannya L/menit atau m³/s. Pompa menaikkan tekanan dari 1,5 ke 6,0 bar.
Label pompa 54 W menyatakan daya listrik, yang sudah termasuk rugi motor, sehingga angka itu tidak membuktikan pompa sanggup. Yang diperiksa adalah kurva atau lembar data pompa: titik kerja 4,2 L/menit pada kenaikan tekanan 4,5 bar harus tercapai.
Contoh 5: recovery per elemen di laundry. Pemilik laundry yang sama ingin recovery dinaikkan ke 65% agar air buangan berkurang, padahal umpannya air sumur sadah tanpa antiskalan. Empat elemen kabinet dianggap tersusun berurutan, seperti anggapan bab ini.
Pada 65%, setiap elemen mengambil sekitar 23%, di atas batas 15 sampai 20% per elemen; recovery 65 sampai 80% baru aman dengan antiskalan atau pelunak air. Pada 60%, setiap elemen berada di batas atas, dan 60% juga batas atas rentang untuk air sumur sadah. Setelan 65% tidak dipakai sebelum antiskalan atau pelunak terpasang (kondisi berhenti butir 2).
Contoh 6: kebutuhan antiskalan di rumah sakit. Unit RO 1.000 GPD sebuah rumah sakit dijalankan pada recovery 65% dengan antiskalan, 12 jam produksi sehari. Debit umpannya L/menit, atau sekitar 2.900 L sehari.
Pada rentang dosis 2 sampai 5 mg/L, kebutuhannya sekitar 5,8 sampai 14,6 g sehari, sehingga unit memerlukan pompa dosis; unit kecil tanpa pompa dosis lebih praktis tetap di recovery sekitar 50%. Jenis dan dosis pasti mengikuti lembar data produk antiskalan dan kimia air setempat. Konsentrat 1,42 L/menit tetap dialirkan ke saluran buangan, dan data ternormalisasi dipantau sejak minggu pertama.
Kondisi berhenti
Keadaan berikut menghentikan modifikasi kapasitas atau pemakaian unit. Tindakan pada butir itu dilakukan lebih dulu; bila keadaannya tidak teratasi dengan tindakan itu, keputusan selanjutnya diserahkan kepada penanggung jawab peralatan atau personel berwenang.
- Perkiraan tekanan keluar pompa ditambah lonjakan saat solenoid menutup melampaui rating rumah filter atau selang: modifikasi dihentikan (Bab 10 tentang proteksi tekanan pada instalasi RO).
- Recovery terukur setelah modifikasi melebihi batas untuk kesadahan air setempat tanpa antiskalan atau pelunak air: unit tidak dijalankan pada setelan itu (Bab 6 tentang recovery, rejeksi, dan neraca konsentrat RO).
- Tekanan isap saat pompa jalan mendekati ambang putus sakelar tekanan rendah, atau pompa berbunyi kasar: unit dihentikan sampai jalur umpan diperbaiki (Bab 9 tentang hidrolika jalur air unit RO dan Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa dan batas operasi).
- Pengaman tekanan (sakelar, katup searah) dilepas, dijembatani, atau dilubangi untuk "mencoba" unit: tidak dilakukan.
- Komponen bertekanan perlu dilepas: pasokan ditutup, unit dimatikan, tekanan dibuang lebih dulu (Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti).
- Pembatas aliran akan dilepas atau dilubangi: tidak dilakukan.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Membran yang lebih besar langsung memberi permeat yang lebih banyak.
Why is it wrong?
Tanpa pompa yang memasok debit ganda pada tekanan yang sama, tekanan di muka membran turun, produksi tidak berlipat, dan TDS permeat naik. Pembatas lama juga tidak lagi cocok, karena ukurannya dihitung dari debit permeat dan target recovery membran yang lama.
Common misconception
Susunan membran dapat diubah tanpa mengubah sistem di sekitarnya.
Why is it wrong?
Dua membran paralel tidak otomatis menggandakan produksi, karena jalur umpan dan prafilter yang sama harus mengalirkan dua kali debit dan rugi tekannya naik tiga sampai empat kali. RO dua lintasan juga tidak cukup dengan menyambung selang permeat ke membran kedua, karena permeat lintasan pertama hampir tanpa tekanan; diperlukan tangki transit dan pompa kedua.
Common misconception
Daya listrik di label pompa dapat dibandingkan langsung dengan daya hidraulik.
Why is it wrong?
Daya hidraulik lebih kecil daripada daya poros, dan daya poros lebih kecil daripada daya listrik. Perbandingan yang tepat memakai debit dan kenaikan tekanan dari kurva atau lembar data pompa.
Common misconception
Pembatas yang lebih besar, atau pembatas yang dilepas, menaikkan produksi.
Why is it wrong?
Pembatas 4,0 L/menit pada membran 1.000 GPD meminta debit umpan 6,6 L/menit; pompa yang tidak sanggup memasoknya kehilangan tekanan, dan permeat turun. Pembatas yang melubang atau terlepas adalah bentuk ekstrem keadaan ini, sehingga pembatas tidak dilepas atau dilubangi.
Common misconception
Air buangan yang lebih sedikit selalu berarti unit lebih hemat.
Why is it wrong?
Pembatas 800 cc/menit pada membran 1.000 GPD memberi recovery sekitar 77% dan memekatkan kesadahan 150 mg/L menjadi sekitar 630 mg/L. Air buangan dikurangi dengan antiskalan atau pelunak air dan recovery yang dinaikkan bertahap sambil memantau data ternormalisasi, bukan dengan pembatas yang diperkecil begitu saja.
Hubungan dengan bab lain
Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa, penukar panas, dan batas operasi menurunkan daya hidraulik, kurva pompa, dan kavitasi. Bab 5 tentang osmosis balik menjelaskan mengapa TDS permeat naik ketika NDP turun. Bab 6 tentang recovery, rejeksi, dan neraca konsentrat RO memberi neraca air dan garam serta risiko kerak. Bab 9 tentang hidrolika jalur air unit RO memberi rugi tekan jalur umpan, dan Bab 10 tentang proteksi tekanan pada instalasi RO memberi lonjakan tekanan dan rating komponen. Bab 7 tentang normalisasi data kinerja dan diagnosis sistem RO dipakai untuk memantau hasil modifikasi. Bab 12 tentang instrumen debit dan tekanan, tangki tekan, dan proteksi kelistrikan unit RO menjelaskan pengukuran recovery dan sakelar tekanan rendah. Bab 13 tentang komisioning dan perawatan rutin unit RO mencatat baseline yang diulang setelah modifikasi, dan Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti membahas tekanan yang tertahan.
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Unit 800 GPD (2,1 L/menit) bekerja pada recovery 50% dengan kenaikan tekanan pompa 5,5 bar dan efisiensi 0,75. Hitung daya hidraulik dan daya poros.
See the worked solution
L/menit m³/s. W; W. Daya listrik di label lebih besar lagi karena rugi motor, sehingga yang dicocokkan adalah titik kerja 4,2 L/menit pada kenaikan tekanan 5,5 bar di kurva atau lembar data pompa.
Membran 1.000 GPD akan dipakai pada recovery 60%. Hitung debit konsentrat yang harus dilewatkan pembatas, faktor pemekatan, dan kesadahan konsentrat dari umpan 150 mg/L CaCO₃.
See the worked solution
L/menit. Faktor pemekatan . Kesadahan konsentrat mg/L CaCO₃. Recovery 60% berada di batas atas rentang tanpa antiskalan; data ternormalisasi dipantau ketat.
Pembatas terpasang pada membran 1.000 GPD melewatkan 1,05 L/menit. Hitung recovery dan putuskan apakah aman untuk air sumur sadah tanpa antiskalan.
See the worked solution
. Untuk air sumur sadah tanpa antiskalan, rentangnya 50 sampai 60%, sehingga 71% tidak aman. Pembatas diganti untuk recovery sekitar 50% ( = 2,63 L/menit), atau antiskalan atau pelunak air dipasang.
Unit memproses umpan 3,0 L/menit selama 10 jam sehari. Hitung kebutuhan antiskalan harian pada dosis 2 mg/L dan 5 mg/L.
See the worked solution
L. Pada 2 mg/L: 3.600 mg atau 3,6 g; pada 5 mg/L: 9.000 mg atau 9 g sehari. Antiskalan diberikan dengan pompa dosis, dan jenis serta dosis pastinya mengikuti lembar data produk antiskalan dan kimia air setempat.
Rugi jalur umpan 0,28 bar pada 3,15 L/menit. Perkirakan rugi pada 4,5 L/menit dengan eksponen 1,75.
See the worked solution
bar. Eksponen 1,75 berlaku untuk rugi gesek dengan faktor Blasius; bila seluruh rugi dianggap mengikuti seperti rugi fitting, hasilnya sedikit lebih besar, bar.
Laboratorium ingin RO dua lintasan dari dua elemen 400 GPD. Sebutkan komponen wajib di antara lintasan dan hitung produksi lintasan kedua bila lintasan pertama menghasilkan 1,05 L/menit dan lintasan kedua bekerja pada recovery 50%.
See the worked solution
Tangki transit untuk menampung permeat lintasan pertama yang hampir tanpa tekanan, dan pompa kedua yang mengisap dari tangki itu. Produksi lintasan kedua L/menit. Bila lintasan pertama juga bekerja pada recovery 50% (umpan 2,1 L/menit), produk akhir hanya sekitar seperempat umpan awal.
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| October 6, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Adaptasi kapasitas unit RO: pompa, susunan membran, dan pembatas aliran. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/adaptasi-kapasitas-unit-ro-pompa-susunan-membran-dan-pembatas-aliran
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.
Unit 800 GPD (2,1 L/menit) bekerja pada recovery 50% dengan kenaikan tekanan pompa 5,5 bar dan efisiensi 0,75. Hitung daya hidraulik dan daya poros.
Membran 1.000 GPD akan dipakai pada recovery 60%. Hitung debit konsentrat yang harus dilewatkan pembatas, faktor pemekatan, dan kesadahan konsentrat dari umpan 150 mg/L CaCO₃.
Pembatas terpasang pada membran 1.000 GPD melewatkan 1,05 L/menit. Hitung recovery dan putuskan apakah aman untuk air sumur sadah tanpa antiskalan.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Water & Water Treatment · Chapter 15.
Reading order by shelf: Water & Water Treatment · Chapter 13.