Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Water & Water Treatment · Chapter 5Quantitative

    By Kurnia · Published October 6, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 22 min read

    Osmosis balik: tekanan osmotik, tekanan pendorong bersih, dan membran komposit

    Osmosis balik memisahkan air dari garam terlarut dengan tekanan yang melampaui tekanan osmotik. Bab ini menurunkan perkiraan tekanan osmotik dari TDS dengan persamaan van 't Hoff dan aturan praktis, menjelaskan model larutan-difusi pada lapisan poliamida, menguraikan tekanan pendorong bersih (NDP) beserta suku-sukunya, faktor koreksi suhu (TCF), polarisasi konsentrasi, dan susunan elemen gulungan spiral. Contoh kerja menghitung tekanan osmotik air payau, NDP sebelum dan sesudah tekanan balik permeat naik, serta debit pada air 15 °C. Enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab; angka mesin dan membran adalah contoh, bukan spesifikasi.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    High-risk material

    This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Sebuah restoran di daerah pegunungan memakai unit osmosis balik (reverse osmosis, RO) berpompa untuk air minum dan air masak. Saat dipasang di musim kemarau, alat ukur debit di jalur air bersih menunjukkan sekitar 2,1 L/menit. Tiga bulan kemudian, ketika musim hujan datang, angkanya tinggal sekitar 1,5 L/menit. Tidak ada filter yang diganti, pompa berbunyi normal, dan TDS air hasil masih rendah. Teknisi baru dapat menilai keadaan itu setelah mengukur suhu air baku: angkanya turun dari sekitar 25 °C menjadi 15 °C. Penurunan debit sebesar itu justru sesuai perkiraan untuk membran yang sehat, dan penjelasannya ada pada cara air menembus membran.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas osmosis dan osmosis balik, tekanan osmotik dan perkiraannya dari TDS (padatan terlarut total, total dissolved solids), model larutan-difusi, tekanan pendorong bersih (net driving pressure, NDP), faktor koreksi suhu (temperature correction factor, TCF), polarisasi konsentrasi, serta susunan membran komposit dan elemen gulungan spiral. Pertanyaannya adalah apa yang terjadi di permukaan membran: mengapa tekanan pompa tidak seluruhnya menjadi aliran air bersih, berapa bagian yang habis untuk melawan tekanan osmotik, dan mengapa suhu, tekanan balik, serta penumpukan garam di dekat membran mengubah debit tanpa ada komponen yang rusak.

    Tekanan, debit, dan kecepatan dalam saluran sudah dibahas di Bab 1 · Fluida & Termal tentang tekanan, debit, dan kontinuitas. Rugi tekan pipa ada di Bab 2 · Fluida & Termal tentang Bernoulli dan rugi tekan, dan pompa ada di Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa dan batas operasi; keduanya tidak diulang. Parameter mutu air dibahas di Bab 1 tentang mutu air, perkiraan TDS dari konduktivitas di Bab 23 · Kimia tentang kimia analitik lapangan, dan letak RO dalam alur pengolahan air di Bab 2 tentang aliran pengolahan air. Recovery, rejeksi, dan neraca konsentrat dibahas di Bab 6. Normalisasi data dan diagnosis ada di Bab 7, sedangkan prapengolahan, pembersihan, sanitasi, dan pengawetan membran ada di Bab 8.

    Osmosis dan arah aliran yang dibalik

    Membran semipermeabel melewatkan air jauh lebih mudah daripada ion terlarut. Bila larutan encer dan larutan pekat dipisahkan oleh membran seperti itu, air berpindah dari sisi encer ke sisi pekat sampai keadaan setimbang. Osmosis (osmosis) adalah perpindahan alami air melalui membran semipermeabel dari larutan encer ke larutan pekat. Tekanan osmotik (osmotic pressure) adalah tekanan yang harus diberikan pada sisi pekat agar perpindahan itu berhenti; lambangnya π\pi, dengan satuan pascal atau bar.

    Osmosis balik (reverse osmosis, RO) adalah pemisahan air dari garam terlarut dengan membalik arah osmosis. Pompa memberi tekanan hidraulik pp pada sisi umpan yang lebih besar daripada tekanan osmotiknya, sehingga air bergerak dari sisi pekat menembus membran ke sisi encer. Ion terlarut sebagian besar tertinggal dan keluar bersama aliran konsentrat. Permeat (permeate) adalah air yang menembus membran, sedangkan konsentrat (concentrate) adalah aliran sisi umpan yang membawa ion tertolak keluar dari elemen. Syarat paling dasar dapat ditulis:

    p>πp > \pi

    Ketaksamaan ini baru syarat perlu. Ia hanya mengatakan bahwa tanpa tekanan di atas π\pi tidak ada air bersih yang dihasilkan. Berapa banyak air yang dihasilkan bergantung pada selisih tekanan yang benar-benar tersisa di permukaan membran setelah semua pengurang diperhitungkan, yaitu NDP yang dibahas di bawah. Akibat langsungnya mudah diamati di lapangan: air baku yang lebih asin memiliki π\pi lebih besar, sehingga unit yang sama menghasilkan air lebih sedikit bila tekanan kerjanya tidak dinaikkan.

    Tekanan osmotik dari TDS

    Untuk larutan encer, tekanan osmotik dapat diperkirakan dengan persamaan van 't Hoff:

    π=i C R T\pi = i\,C\,R\,T

    Di sini ii adalah jumlah partikel yang dihasilkan satu satuan zat terlarut (untuk NaCl yang terurai menjadi Na⁺ dan Cl⁻, i=2i = 2), CC konsentrasi molar zat terlarut (mol/m³), RR tetapan gas 8,314 J/(mol·K), dan TT suhu mutlak (K). Hasilnya dalam pascal. Persamaan ini menganggap larutan ideal, yaitu ion tidak saling memengaruhi. Anggapan itu cukup dekat untuk air tawar dan payau, tetapi makin menyimpang ketika larutan makin pekat; pada air laut persamaan ideal cenderung memberi angka sedikit lebih besar daripada nilai terukur.

    Di lapangan, yang tersedia biasanya TDS dalam mg/L, bukan konsentrasi molar. Untuk air yang dianggap setara NaCl pada 25 °C dipakai aturan praktis berikut:

    π≈0,0008 bar×TDS\pi \approx 0{,}0008\ \text{bar} \times \text{TDS}

    dengan TDS dalam mg/L (atau ppm untuk air tawar). Aturan ini setara sekitar 0,08 bar per 100 mg/L. Ia memberi orde besaran yang berguna untuk keputusan cepat, dengan dua batas. Pertama, ia menganggap seluruh TDS berupa NaCl; air yang didominasi ion bervalensi dua seperti kalsium, magnesium, atau sulfat menghasilkan jumlah partikel per miligram yang berbeda, sehingga π\pi sebenarnya bisa berbeda untuk TDS yang sama. Kedua, angka itu adalah tekanan osmotik air umpan. Di permukaan membran, garam lebih pekat karena dua sebab: sebagian air sudah diambil sepanjang elemen, dan garam menumpuk di lapisan dekat membran (polarisasi konsentrasi). Karena itu NDP yang dihitung dengan π\pi umpan selalu sedikit optimistis.

    Tabel berikut memakai aturan praktis tersebut untuk melihat orde besaran tekanan osmotik pada beberapa jenis air, beserta kelas membran yang sesuai.

    TDS air baku (mg/L)π\pi perkiraan (bar)Kelas air dan membran
    2500,20air keran; kondisi uji umum membran rumah tangga
    5000,40batas atas membran air keran (TWRO)
    1.0000,80payau ringan; mulai pertimbangkan membran air payau (BWRO)
    5.0004,0air payau
    10.0008,0batas atas wilayah BWRO
    35.000≈ 28air laut; membran dan pompa air laut (SWRO), tekanan 50 sampai 60 bar

    Pola yang perlu dibaca dari tabel ini adalah skalanya. Untuk air keran, tekanan osmotik hanya sepersekian bar dan hampir seluruh tekanan pompa tersedia untuk mendorong air. Untuk air laut, tekanan osmotik saja sudah puluhan bar, jauh di atas kemampuan pompa unit rumah tangga atau komersial kecil. Prapengolahan seperti pasir, karbon, atau resin tidak menurunkan salinitas, sehingga air payau dan air laut memerlukan kelas membran dan pompa yang berbeda, bukan tambahan tabung filter.

    Model larutan-difusi

    Membran RO sering digambarkan sebagai saringan berlubang sangat halus. Gambaran itu menyesatkan untuk membran poliamida. Model larutan-difusi (solution-diffusion model) adalah model perpindahan air dan garam pada membran ini: molekul air larut ke dalam lapisan aktif poliamida, berdifusi melintasinya karena dorongan tekanan, lalu keluar di sisi permeat. Ion garam juga dapat larut dan berdifusi, tetapi jauh lebih sedikit, sehingga sebagian besar tertolak.

    Model ini menjelaskan dua perilaku yang sering membingungkan. Aliran air sebanding dengan tekanan pendorong bersih, sedangkan aliran garam hampir tidak bergantung pada tekanan dan lebih ditentukan oleh beda konsentrasi. Akibatnya, ketika tekanan pendorong turun, air yang lewat berkurang tetapi garam yang lewat relatif tetap, sehingga air hasil menjadi sedikit lebih asin. Sebaliknya, pada tekanan pendorong yang lebih tinggi, air hasil menjadi sedikit lebih tawar. Kesimpulan ini dipakai lagi saat menormalisasi data kinerja di Bab 7.

    Ungkapan "pori 0,0001 mikron" yang beredar di brosur juga menyesatkan. Angka itu setara 0,1 nanometer, lebih kecil daripada ukuran sebuah molekul air, sehingga tidak dapat menjelaskan bagaimana air lewat. Yang dapat diukur dan dipakai adalah koefisien permeabilitas air, rejeksi garam, dan NDP.

    Tekanan pendorong bersih

    Tekanan yang dibaca di pengukur tekanan umpan tidak seluruhnya mendorong air menembus membran. Sebagian hilang sebagai rugi tekan sepanjang elemen, sebagian ditahan oleh tekanan balik di sisi permeat, dan sebagian dipakai untuk melawan selisih tekanan osmotik antara sisi umpan dan sisi permeat. Tekanan pendorong bersih (net driving pressure, NDP) adalah sisa tekanan yang benar-benar mendorong air menembus membran setelah ketiga pengurang itu diperhitungkan:

    NDP=pf−Δpfc2−pp−(πˉ−πp)\text{NDP} = p_\text{f} - \frac{\Delta p_\text{fc}}{2} - p_\text{p} - \left(\bar{\pi} - \pi_\text{p}\right)

    Simbol pfp_\text{f} adalah tekanan umpan di masuk elemen (bar), Δpfc\Delta p_\text{fc} penurunan tekanan dari ujung umpan ke ujung konsentrat sepanjang elemen (bar), ppp_\text{p} tekanan balik di sisi permeat (bar), πˉ\bar{\pi} tekanan osmotik rata-rata di sisi umpan (bar), dan πp\pi_\text{p} tekanan osmotik permeat (bar). Suku Δpfc/2\Delta p_\text{fc}/2 dipakai karena tekanan di sisi umpan menurun sepanjang elemen, sehingga yang mewakili adalah nilai rata-ratanya. Permeat yang baik memiliki TDS rendah, sehingga πp\pi_\text{p} biasanya mendekati nol.

    Setiap suku mempunyai penyebab fisik yang berbeda, dan itu membantu diagnosis. Δpfc\Delta p_\text{fc} naik bila celah aliran di dalam elemen mulai tersumbat. ppp_\text{p} naik bila jalur air bersih tertekuk, terlalu panjang dan menanjak, atau bila tangki tekan mulai penuh. πˉ\bar{\pi} naik bila air baku makin asin, bila recovery dinaikkan, atau bila polarisasi konsentrasi memburuk. Unit tanpa tangki tekan mendapat keuntungan dari sisi ini: tekanan balik permeatnya mendekati nol.

    Debit permeat sebanding dengan NDP, menurut hubungan yang juga dipakai lembar desain pabrikan membran:

    Qp=A⋅SE⋅TCF⋅FF⋅NDPQ_\text{p} = A \cdot S_\text{E} \cdot \text{TCF} \cdot \text{FF} \cdot \text{NDP}

    QpQ_\text{p} adalah debit permeat, AA koefisien permeabilitas air membran, SES_\text{E} luas aktif membran, TCF faktor koreksi suhu (tanpa satuan, bernilai 1 pada 25 °C), dan FF faktor penurunan akibat pengotoran (fouling factor, tanpa satuan, 1 untuk membran bersih). Satuan AA dipilih agar hasil kali di kanan bersatuan debit. Selama AA, SES_\text{E}, TCF, dan FF tetap, debit berubah sebanding dengan NDP: NDP yang turun 30% menurunkan debit sekitar 30% walaupun pompa bekerja penuh.

    Suhu dan faktor koreksi suhu

    Kapasitas nominal membran dinyatakan pada suhu air 25 °C. Pada air yang lebih dingin, molekul air berdifusi lebih lambat di dalam lapisan poliamida, sehingga permeabilitas membran turun dan debit ikut turun. Air dingin memang sedikit lebih kental dan menambah rugi gesek di selang, tetapi sumbangan itu kecil dibanding turunnya permeabilitas membran. Faktor koreksi suhu (temperature correction factor, TCF) adalah pengali tanpa satuan yang menyesuaikan debit membran terhadap suhu air, bernilai 1 pada 25 °C. Lembar desain satu pabrikan membran memakai faktor koreksi berikut, dengan TT suhu air dalam derajat Celsius:

    TCF=exp⁡ ⁣[3020(1298−1273+T)](T≤25)\text{TCF} = \exp\!\left[3020\left(\frac{1}{298} - \frac{1}{273 + T}\right)\right] \quad (T \le 25)TCF=exp⁡ ⁣[2640(1298−1273+T)](T≥25)\text{TCF} = \exp\!\left[2640\left(\frac{1}{298} - \frac{1}{273 + T}\right)\right] \quad (T \ge 25)

    Angka 298 adalah 25 °C dalam kelvin, dibulatkan. Konstanta 3020 dan 2640 berlaku untuk membran poliamida pabrikan tersebut; pabrikan lain dapat memakai konstanta yang sedikit berbeda, sehingga hasilnya diperlakukan sebagai perkiraan lapangan. Dari persamaan itu diperoleh TCF sekitar 0,48 pada 5 °C, 0,58 pada 10 °C, 0,70 pada 15 °C, 0,84 pada 20 °C, 1,16 pada 30 °C, dan 1,33 pada 35 °C.

    Kenaikan debit pada air hangat tidak gratis. Pada suhu lebih tinggi rejeksi garam turun, sehingga air hasil sedikit lebih asin. Satu lembar data membran rumah tangga membatasi suhu air maksimum 45 °C, dan batas mesin bisa lebih rendah; yang berlaku adalah batas paling ketat di antara keduanya.

    Polarisasi konsentrasi dan aliran silang

    Ketika air menembus membran, garam yang tertolak tertinggal di dekat permukaannya. Polarisasi konsentrasi (concentration polarization) adalah terbentuknya lapisan tipis di dekat permukaan membran yang lebih pekat daripada air umpan di tengah saluran. Lapisan itu menaikkan tekanan osmotik tepat di permukaan membran, sehingga NDP turun walaupun tekanan pompa tidak berubah, dan menaikkan kecenderungan garam yang sukar larut mengendap sebagai kerak.

    Aliran silang (cross-flow) adalah aliran sejajar permukaan membran yang akhirnya keluar sebagai konsentrat, dan aliran inilah yang menipiskan lapisan itu. Di dalam elemen gulungan spiral, celah aliran umpan hanya sekitar 1 mm, sehingga bilangan Reynolds di celah itu hanya beberapa ratus. Pencampuran di dekat membran terutama dihasilkan oleh jaring pemisah umpan (feed spacer) yang terus membelokkan aliran, bukan oleh turbulensi seperti di pipa. Karena itu pembatas aliran konsentrat (flow restrictor) dan katup konsentrat tidak boleh disumbat atau dicekik. Aliran silang yang terlalu kecil menebalkan lapisan polarisasi dan mempercepat kerak; aliran yang dibuka terlalu lebar menurunkan tekanan umpan dan membuang air. Pengaturannya dibahas sebagai recovery di Bab 6.

    Membran komposit dan elemen gulungan spiral

    Membran pada unit RO rumah tangga dan komersial kecil berjenis komposit. Membran komposit lapis tipis (thin-film composite, TFC) adalah membran berlapis yang lapisan aktifnya sangat tipis dan ditopang lapisan penyangga. Lapisan teratas adalah lapisan aktif poliamida setebal sekitar 0,2 µm, kurang dari 200 nm, yang menentukan rejeksi. Di bawahnya ada lapisan penyangga polisulfon berpori yang menahan lapisan aktif terhadap tekanan, dan paling bawah kain poliester yang memberi kekuatan mekanis. Lapisan aktif TFC menolak sekitar 95 sampai 99% garam terlarut. Membran juga menahan bakteri secara fisik, tetapi sistem RO tidak boleh disebut steril: kebocoran kecil di cincin-O, sambungan, atau segel elemen dapat meloloskan air yang tidak melewati membran, dan klaim kesehatan memerlukan sertifikasi, misalnya menurut NSF/ANSI 58.

    Elemen gulungan spiral (spiral-wound element) adalah susunan amplop membran yang digulung di dalam rumah silinder. Dua lembar membran direkatkan pada tiga sisi menjadi amplop yang mengapit jaring pengumpul permeat. Beberapa amplop, dipisahkan jaring pemisah umpan, digulung mengelilingi pipa berlubang di tengah elemen. Air umpan mengalir sejajar sumbu di luar amplop, air yang menembus membran berputar ke dalam menuju pipa tengah, dan sisanya keluar di ujung sebagai konsentrat. Susunan ini memuat luas membran yang besar di dalam rumah silinder kecil, misalnya ukuran 1812 atau 3012 pada unit rumah tangga.

    Celah sempit di antara lembaran itulah titik lemahnya. Serbuk karbon dari filter karbon baru yang tidak dibilas, lumpur halus, atau endapan logam mudah tersangkut di jaring pemisah dan menaikkan Δpfc\Delta p_\text{fc}. Permukaan lapisan aktif juga mudah tercemar minyak kulit, sehingga membran dipegang pada bagian luarnya saja. Cara mencegah dan menangani gangguan ini ada di Bab 8 tentang prapengolahan dan pembersihan membran.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Contoh-contoh ini menilai angka, bukan izin membuka atau menyetel unit; batasnya tetap kondisi berhenti di bawah.

    Contoh 1: NDP dan tekanan balik permeat. Data sebuah unit berpompa: pf=6,5p_\text{f} = 6{,}5 bar, Δpfc/2=0,3\Delta p_\text{fc}/2 = 0{,}3 bar, pp=0,5p_\text{p} = 0{,}5 bar, πˉ=0,4\bar{\pi} = 0{,}4 bar, dan πp≈0\pi_\text{p} \approx 0.

    NDP=(6,5−0,3−0,5)−(0,4−0)=5,3 bar\text{NDP} = (6{,}5 - 0{,}3 - 0{,}5) - (0{,}4 - 0) = 5{,}3\ \text{bar}

    Selang air bersih kemudian tertekuk dan tekanan balik naik menjadi 2,0 bar:

    NDP=(6,5−0,3−2,0)−0,4=3,8 bar\text{NDP} = (6{,}5 - 0{,}3 - 2{,}0) - 0{,}4 = 3{,}8\ \text{bar}

    NDP turun (5,3−3,8)/5,3≈28%(5{,}3 - 3{,}8)/5{,}3 \approx 28\%. Bila membran, suhu, dan pengotoran tidak berubah, debit permeat ikut turun sekitar 28%, misalnya dari 2,1 menjadi sekitar 1,5 L/menit. Penyebabnya ada di jalur hilir, bukan di membran.

    Contoh 2: debit pada air 15 °C di restoran pembuka. Membran berkapasitas nominal 800 GPD (galon AS per hari) pada 25 °C setara 800×3,785/1440≈2,10800 \times 3{,}785/1440 \approx 2{,}10 L/menit. Pada 15 °C:

    TCF=exp⁡ ⁣[3020(1298−1288)]=exp⁡(−0,352)≈0,70\text{TCF} = \exp\!\left[3020\left(\frac{1}{298} - \frac{1}{288}\right)\right] = \exp(-0{,}352) \approx 0{,}70

    Debit perkiraan menjadi 2,10×0,70≈1,472{,}10 \times 0{,}70 \approx 1{,}47 L/menit, atau sekitar 560 GPD. Inilah keadaan restoran di pembuka: debit 1,5 L/menit pada air 15 °C sesuai dengan perkiraan untuk membran yang sehat. Untuk benar-benar memastikan, data perlu dinormalisasi terhadap suhu dan tekanan, seperti di Bab 7 tentang normalisasi data kinerja.

    Contoh 3: sumur payau di hotel pesisir. Sebuah hotel pesisir ingin memakai unit berpompa kelas air keran, dengan tekanan umpan sekitar 5 bar, untuk sumur ber-TDS 3.200 mg/L:

    π≈0,0008×3200=2,56 bar\pi \approx 0{,}0008 \times 3200 = 2{,}56\ \text{bar}

    Tekanan osmotik itu memakan sekitar separuh tekanan umpan, sedangkan air keran 250 mg/L hanya memakan 0,20 bar. Dengan suku lain seperti Contoh 1 (Δpfc/2=0,3\Delta p_\text{fc}/2 = 0{,}3 bar, pp=0,5p_\text{p} = 0{,}5 bar), NDP air sumur 1,64 bar, hanya 41% dari 4,0 bar untuk air keran, dan angka itu masih optimistis karena memakai π\pi umpan. TDS di atas 1.000 mg/L masuk wilayah membran air payau (BWRO), jauh di atas batas 500 mg/L membran air keran. Tekanan pompa tidak dinaikkan (kondisi berhenti butir 2 dan 5); pemilihan membran dan pompa kelas air payau diserahkan kepada perancang sistem.

    Contoh 4: prafilter mampet di dapur rumah sakit. Unit pada Contoh 1 (NDP 5,3 bar, 2,1 L/menit) melayani dapur gizi sebuah rumah sakit. Sebulan kemudian tekanan umpan di masuk elemen tinggal 5,2 bar karena prafilter mulai mampet, sedangkan suku lain tetap:

    NDP=(5,2−0,3−0,5)−0,4=4,0 bar\text{NDP} = (5{,}2 - 0{,}3 - 0{,}5) - 0{,}4 = 4{,}0\ \text{bar}

    Debit turun sebanding menjadi 2,1×4,0/5,3≈1,62{,}1 \times 4{,}0/5{,}3 \approx 1{,}6 L/menit, sekitar 25% lebih rendah. Menurut model larutan-difusi, aliran garam relatif tetap, sehingga TDS permeat ikut naik sedikit walaupun membran tidak berubah. Yang diperiksa lebih dahulu adalah prafilter, dan rumah filter baru dibuka setelah listrik dan air diisolasi serta tekanan dibuang (kondisi berhenti butir 1). Menaikkan tekanan pompa untuk mengejar debit hanya menunda penemuan penyebabnya.

    Contoh 5: air umpan hangat di laundry hotel. Unit 800 GPD di laundry sebuah hotel mengambil air dari tangki atap yang pada musim kemarau mencapai 32 °C. Karena suhunya di atas 25 °C, dipakai konstanta 2640:

    TCF=exp⁡ ⁣[2640(1298−1305)]=exp⁡(0,203)≈1,23\text{TCF} = \exp\!\left[2640\left(\frac{1}{298} - \frac{1}{305}\right)\right] = \exp(0{,}203) \approx 1{,}23

    Debit perkiraan 2,10×1,23≈2,62{,}10 \times 1{,}23 \approx 2{,}6 L/menit, lebih dari 20% di atas nominal, sementara rejeksi turun dan TDS permeat sedikit naik. Kenaikan sebesar itu sesuai suhu; kenaikan yang jauh melebihi perkiraan TCF dicari penyebabnya dengan normalisasi di Bab 7. Keadaannya lain bila jalur air dingin tercampur air panas laundry dan suhu umpan terbaca 50 °C. Batas 45 °C lembar data terlampaui, atau batas mesin bila lebih rendah, sehingga unit dihentikan dan diserahkan kepada orang yang berwenang (kondisi berhenti butir 3).

    Contoh 6: dua penyebab sekaligus di hotel dataran tinggi. Unit sebuah hotel di dataran tinggi memberi 2,1 L/menit saat diuji pada 25 °C dengan NDP 5,3 bar. Kini air 20 °C (TCF 0,84), dan selang permeat yang dinaikkan ke dispenser di lantai atas menambah tekanan balik menjadi 1,2 bar:

    NDP=(6,5−0,3−1,2)−0,4=4,6 bar,Qp≈2,1×0,84×4,65,3≈1,53 L/menit\text{NDP} = (6{,}5 - 0{,}3 - 1{,}2) - 0{,}4 = 4{,}6\ \text{bar}, \qquad Q_\text{p} \approx 2{,}1 \times 0{,}84 \times \frac{4{,}6}{5{,}3} \approx 1{,}53\ \text{L/menit}

    Hubungan ini berlaku karena AA, SES_\text{E}, dan FF dianggap tetap. Suhu saja menurunkan debit 16% menjadi sekitar 1,76 L/menit, lalu tekanan balik menurunkannya lagi 13% dari angka itu, sehingga totalnya turun sekitar 27%. Keduanya bukan kerusakan membran. Jalur permeat dapat diperbaiki, suhu tidak, dan penilaian membran menunggu normalisasi di Bab 7.

    Kondisi berhenti

    Bab ini menjelaskan prinsip, bukan prosedur membuka atau menyetel unit. Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada orang yang berwenang bila salah satu keadaan berikut ditemui:

    1. Rumah membran, rumah filter, atau sambungan selang perlu dibuka sementara pompa masih dapat menyala atau saluran masih bertekanan. Isolasi listrik dan air serta buang tekanan lebih dahulu menurut prosedur fasilitas dan Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti.
    2. Tekanan umpan terbaca di atas batas lembar data membran atau rumahnya. Jangan menaikkan tekanan pompa untuk mengejar debit yang turun sebelum penyebabnya diketahui.
    3. Suhu air umpan melewati batas lembar data membran atau batas mesin, mana pun yang lebih rendah.
    4. Air hasil akan dinyatakan aman diminum hanya berdasarkan bacaan TDS. RO bukan jaminan steril; kelayakan air minum memerlukan uji laboratorium.
    5. TDS air baku terukur di atas batas kelas membran yang terpasang, yaitu 500 mg/L untuk membran air keran atau sekitar 10.000 mg/L untuk membran air payau: tekanan pompa tidak dinaikkan untuk mengimbanginya. Prapengolahan tidak menurunkan salinitas, sehingga pemilihan kelas membran dan pompa diserahkan kepada perancang atau pemasok.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Debit yang turun berarti membran kotor.

    Why is it wrong?

    Debit juga turun karena air lebih dingin, tekanan balik permeat naik, air baku lebih asin, atau tekanan umpan turun akibat prafilter tersumbat. Membran baru dapat dinilai setelah suku-suku itu disingkirkan, dan cara sistematisnya adalah normalisasi di Bab 7.

    Common misconception

    Setiap penurunan debit diatasi dengan menaikkan tekanan pompa.

    Why is it wrong?

    Tekanan yang lebih tinggi memang menaikkan NDP, tetapi tidak menghilangkan tekanan balik permeat, polarisasi konsentrasi, atau kerak. Tekanan juga dibatasi oleh membran, rumah, dan selang.

    Common misconception

    Tekanan osmotik air umpan sama dengan tekanan osmotik di permukaan membran.

    Why is it wrong?

    Garam lebih pekat di dekat membran dan di ujung elemen, sehingga NDP sebenarnya lebih kecil daripada hasil hitung dengan π\pi umpan.

    Common misconception

    Membran adalah saringan berpori, jadi tekanan lebih tinggi pasti memaksa lebih banyak garam lolos.

    Why is it wrong?

    Menurut model larutan-difusi, yang terjadi justru sebaliknya: tekanan yang lebih tinggi menaikkan aliran air lebih banyak daripada aliran garam.

    Common misconception

    TDS permeat yang rendah membuktikan air aman diminum.

    Why is it wrong?

    Sistem RO tidak boleh disebut steril, karena kebocoran kecil di cincin-O, sambungan, atau segel elemen dapat meloloskan air yang tidak melewati membran. Kelayakan air minum memerlukan uji laboratorium, seperti kondisi berhenti butir 4.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 · Fluida & Termal tentang tekanan, debit, dan kontinuitas dan Bab 2 · Fluida & Termal tentang rugi tekan memberi dasar suku Δpfc\Delta p_\text{fc} dan tekanan balik permeat, sedangkan Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa membahas pompa yang menyediakan pfp_\text{f}. Bab 1 tentang mutu air dan Bab 23 · Kimia tentang konduktometri menjelaskan parameter air dan perkiraan TDS yang menjadi masukan perkiraan π\pi. Bab 6 tentang recovery dan neraca konsentrat menghitung bagaimana recovery memekatkan konsentrat dan menaikkan πˉ\bar{\pi}. Bab 7 tentang normalisasi data kinerja memakai TCF dan NDP untuk memisahkan pengaruh suhu dan tekanan dari kondisi membran, dan Bab 8 tentang prapengolahan dan pembersihan membahas cara menjaga celah elemen tetap bersih. Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya dan energi tersimpan menjadi dasar kondisi berhenti.

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Air sumur memiliki TDS 800 mg/L yang dianggap setara NaCl, suhu 25 °C. Hitung tekanan osmotiknya dengan aturan praktis dan dengan van 't Hoff, lalu jelaskan mengapa keduanya berbeda sedikit.

      See the worked solution

      Aturan praktis: π≈0,0008×800=0,64\pi \approx 0{,}0008 \times 800 = 0{,}64 bar. Van 't Hoff: C=0,8/58,44=0,01369C = 0{,}8/58{,}44 = 0{,}01369 mol/L = 13,69 mol/m³; π=2×13,69×8,314×298,15≈6,79×104\pi = 2 \times 13{,}69 \times 8{,}314 \times 298{,}15 \approx 6{,}79 \times 10^{4} Pa = 0,68 bar. Selisih sekitar 6% berasal dari faktor yang dibulatkan dalam aturan praktis; keduanya menganggap larutan NaCl ideal.

    2. Sebuah unit bekerja dengan pf=7,0p_\text{f} = 7{,}0 bar, Δpfc/2=0,4\Delta p_\text{fc}/2 = 0{,}4 bar, pp=0,8p_\text{p} = 0{,}8 bar, πˉ=0,5\bar{\pi} = 0{,}5 bar, dan πp≈0\pi_\text{p} \approx 0. Hitung NDP. Bila tekanan balik permeat naik menjadi 1,5 bar, berapa NDP baru dan berapa persen perkiraan penurunan debit?

      See the worked solution

      NDP awal =(7,0−0,4−0,8)−0,5=5,3= (7{,}0 - 0{,}4 - 0{,}8) - 0{,}5 = 5{,}3 bar. NDP baru =(7,0−0,4−1,5)−0,5=4,6= (7{,}0 - 0{,}4 - 1{,}5) - 0{,}5 = 4{,}6 bar. Bila AA, TCF, dan FF tetap, debit turun sebanding: (5,3−4,6)/5,3≈13%(5{,}3 - 4{,}6)/5{,}3 \approx 13\%. Penyebabnya ada di jalur air bersih.

    3. Membran berkapasitas 1.200 GPD pada 25 °C dipasang pada air 10 °C. Hitung TCF dengan persamaan, lalu perkiraan debitnya. Apakah penurunan itu tanda kerusakan?

      See the worked solution

      TCF=exp⁡[3020(1/298−1/283)]=exp⁡(−0,537)≈0,58\text{TCF} = \exp[3020(1/298 - 1/283)] = \exp(-0{,}537) \approx 0{,}58. Debit perkiraan 1200×0,58≈7001200 \times 0{,}58 \approx 700 GPD. Penurunan ini adalah respons normal terhadap suhu; kesimpulan tentang kondisi membran baru dapat ditarik setelah data dinormalisasi.

    4. Bandingkan dua tindakan pada jalur konsentrat: pembatas aliran dilepas sehingga konsentrat mengalir bebas, dan selang konsentrat diklem setengah tertutup agar "hemat air". Apa akibat masing-masing terhadap tekanan umpan, NDP, dan polarisasi konsentrasi?

      See the worked solution

      Pembatas dilepas: tahanan jalur konsentrat hilang, tekanan umpan di membran turun, NDP dan debit permeat turun, dan air terbuang jauh lebih banyak. Selang diklem: tekanan umpan naik tetapi aliran silang berkurang, recovery naik, garam lebih pekat di ujung elemen, polarisasi konsentrasi menebal, dan risiko kerak naik. Keduanya salah; aliran konsentrat diatur menurut recovery yang dirancang.

    5. Sebuah unit berpompa bekerja pada tekanan umpan sekitar 4,8 sampai 5,5 bar. Dengan aturan praktis, mengapa unit itu tidak dapat mengolah air laut ber-TDS 35.000 mg/L, walaupun ditambah prafilter?

      See the worked solution

      Tekanan osmotik air laut sekitar 0,0008×35000=280{,}0008 \times 35000 = 28 bar, jauh di atas tekanan umpan 4,8 sampai 5,5 bar. Syarat p>πp > \pi tidak terpenuhi, sehingga tidak ada permeat. Prafilter tidak menurunkan salinitas; yang diperlukan adalah membran dan pompa kelas air laut.

    6. Menurut model larutan-difusi, apa yang terjadi pada TDS permeat bila tekanan umpan turun karena prafilter tersumbat, sementara TDS umpan dan suhu tetap? Mengapa pengamatan ini penting sebelum menyimpulkan bahwa membran rusak?

      See the worked solution

      Aliran air turun sebanding NDP, sedangkan aliran garam hampir tetap, sehingga TDS permeat naik dan rejeksi tampak turun. Membran bisa tampak memburuk padahal penyebabnya tekanan umpan yang turun. Prafilter dan tekanan diperiksa dulu, dan salt passage dinormalisasi terhadap NDP sebelum membran dinilai.

    Referensi

    External sources

    • FilmTec, Design equations and parameters (salinan distributor, sekunder)lenntech.com

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    October 6, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Osmosis balik: tekanan osmotik, tekanan pendorong bersih, dan membran komposit. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/osmosis-balik-tekanan-osmotik-tekanan-pendorong-bersih-dan-membran-komposit

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated

    Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.

    1

    Air sumur memiliki TDS 800 mg/L yang dianggap setara NaCl, suhu 25 °C. Hitung tekanan osmotiknya dengan aturan praktis dan dengan van 't Hoff, lalu jelaskan mengapa keduanya berbeda sedikit.

    2

    Sebuah unit bekerja dengan pf=7,0p_\text{f} = 7{,}0 bar, Δpfc/2=0,4\Delta p_\text{fc}/2 = 0{,}4 bar, pp=0,8p_\text{p} = 0{,}8 bar, πˉ=0,5\bar{\pi} = 0{,}5 bar, dan πp≈0\pi_\text{p} \approx 0. Hitung NDP. Bila tekanan balik permeat naik menjadi 1,5 bar, berapa NDP baru dan berapa persen perkiraan penurunan debit?

    3

    Membran berkapasitas 1.200 GPD pada 25 °C dipasang pada air 10 °C. Hitung TCF dengan persamaan, lalu perkiraan debitnya. Apakah penurunan itu tanda kerusakan?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextRecovery, rejeksi, dan neraca konsentrat RO

    Reading order by shelf: Water & Water Treatment · Chapter 6.

    PreviousInstrumen, kontrol, dan diagnosis kualitas air

    Reading order by shelf: Water & Water Treatment · Chapter 4.

    Same disciplineKoagulasi, pemisahan, filtrasi, dan desinfeksi

    Bab lain dalam Water Treatment Plant.