Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Air & Pengolahan Air · Bab 17Kuantitatif

    Pengolahan pendahuluan dan sedimentasi: saringan, penangkap pasir dan lemak, ekualisasi, netralisasi, bak pengendap, beban permukaan, waktu tinggal, dan beban pelimpah

    Pompa pengangkat di bak penampung IPAL sebuah laundry rumah sakit tersumbat serat hampir setiap minggu, dan air keluaran bak pengendapnya keruh setiap jam sibuk. Penyebabnya ada di depan pengolahan biologis: saringan yang terlalu kasar, tidak ada bak ekualisasi, dan bak pengendap yang menerima debit puncak tiga kali rata-rata. Bab ini menjelaskan pengolahan pendahuluan dan sedimentasi: saringan dan penangkap serat, penangkap pasir, penangkap lemak, ekualisasi debit dan mutu, netralisasi pH, prinsip pengendapan, beban permukaan, waktu tinggal, beban pelimpah, lumpur dan buih di bak pengendap, dan gangguan yang sering muncul.

    24 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Laundry sebuah rumah sakit mengalirkan air buangan mesin cucinya ke bak penampung, lalu pompa pengangkat memindahkannya ke IPAL di halaman belakang. Hampir setiap minggu pompa itu berhenti karena impelernya terbungkus serat dan potongan kain. Setelah pompa diganti dengan yang lebih besar, masalah baru muncul: air keluaran bak pengendap keruh setiap pukul sembilan sampai dua belas siang, dan lapisan lumpur mengapung di permukaan bak pada sore hari.

    Teknisi yang memeriksa menemukan bahwa saringan di depan bak penampung berlubang dua sentimeter, terlalu besar untuk menahan serat kain. Tidak ada bak ekualisasi, sehingga setiap kali beberapa mesin membuang air bersamaan, pompa besar meneruskan semburan itu langsung ke bak pengendap. Debit puncak ke bak pengendap ternyata tiga kali debit rata-rata, dan lumpur yang lama tertinggal di dasar bak membusuk lalu terangkat oleh gelembung gas. Semua masalah itu terletak sebelum pengolahan biologis. Bab ini menjelaskan pengolahan pendahuluan dan sedimentasi, dan cara menghitung apakah ukurannya sesuai dengan debit yang benar-benar datang.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas pengolahan pendahuluan dan sedimentasi dari sisi teknisi dan operator: saringan, penangkap pasir, penangkap lemak, ekualisasi, netralisasi, bak pengendap, beban permukaan, waktu tinggal, beban pelimpah, lumpur, dan gangguan. Koagulasi, flokulasi, dan pemisahan flok untuk air minum ada di Bab 3; karakteristik air limbah di Bab 16; sumber beban laundry dan rangkaian IPAL di Bab 17 · Laundry; perangkap lemak dalam pemeliharaan plumbing di Bab 15 · Bangunan & Fasilitas; pompa di Bab 9 · Bangunan & Fasilitas; asam dan basa di Bab 15 · Kimia; bahan kimia di pekerjaan teknisi di Bab 6 · Keselamatan; ruang terbatas di Bab 11 · Keselamatan. Sumbernya adalah narasi Teknik Air dan Lingkungan, terutama buku pegangan operasi instalasi, dua buku matematika operator air limbah, buku teknologi proses, dan buku pengolahan air limbah industri, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Ukuran akhir unit ditetapkan perancang yang berwenang. Angka rancangan umum ditandai nilai literatur umum; angka contoh adalah angka latihan.

    Urutan pengolahan pendahuluan

    Pengolahan pendahuluan melindungi unit-unit sesudahnya. Urutan yang umum untuk IPAL kecil (nilai literatur umum):

    1. Saringan: menahan benda besar dan serat yang menyumbat pompa dan pipa.
    2. Penangkap pasir: mengendapkan pasir dan butiran berat yang mengikis pompa dan memenuhi bak.
    3. Penangkap lemak: memisahkan minyak dan lemak yang mengapung.
    4. Bak ekualisasi: meratakan debit dan mutu air limbah sebelum diolah.
    5. Netralisasi: membawa pH ke rentang yang dapat diterima unit berikutnya, sering di bak ekualisasi itu sendiri. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pengolahan air limbah industri tentang sebuah instalasi yang dilengkapi bak ekualisasi sekaligus netralisasi.
    6. Bak pengendap pertama: mengendapkan padatan tersuspensi yang dapat mengendap sebelum pengolahan biologis.

    Tidak semua IPAL memiliki keenam unit. IPAL laundry kecil sering menggabungkan saringan serat, bak ekualisasi dengan pengaduk dan netralisasi, lalu pengolahan fisika-kimia atau biologis, seperti dijelaskan di Bab 17 · Laundry.

    Saringan dan penangkap serat

    Saringan kasar berupa batang sejajar menahan benda besar seperti kain lap, botol, dan sarung tangan. Untuk laundry, yang paling merepotkan adalah serat halus dari kain, yang lolos dari saringan kasar lalu menggulung di impeler pompa dan menyumbat pipa kecil. Penangkap serat, berupa keranjang atau saringan berlubang beberapa milimeter, dipasang di saluran buangan mesin atau di depan bak penampung (nilai literatur umum).

    Saringan yang tidak dibersihkan menyumbat dan membuat air meluap, sehingga jadwal pembersihan sama pentingnya dengan ukuran lubangnya. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku matematika operator air limbah yang menghitung volume hasil saringan per tahun; hasil saringan dicatat volumenya, ditiriskan, dan dibuang sebagai sampah menurut ketentuan setempat.

    Penangkap pasir

    Pasir dan butiran berat lebih cepat mengendap dari bahan organik. Penangkap pasir memanfaatkan perbedaan ini: aliran diperlambat sampai sekitar 0,3 m/s, cukup lambat untuk mengendapkan pasir tetapi cukup cepat untuk membawa bahan organik ringan (nilai literatur umum). Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pegangan operasi instalasi bahwa bila kecepatannya terlalu rendah, pasir dan bahan organik sama-sama mengendap, sehingga endapannya membusuk dan berbau. Narasi itu juga mengutip buku matematika operator bahwa berat jenis pasir di air limbah berkisar 1,2 sampai 2,5.

    Di laundry, pasir terbawa dari linen kotor tempat terbuka, kain lap, dan seragam kerja. Jumlahnya kecil, tetapi bila tidak ditangkap, ia mengisi dasar bak ekualisasi dan mengurangi volume efektifnya dari bulan ke bulan.

    Penangkap lemak

    Penangkap lemak adalah bak dengan sekat yang memperlambat aliran, sehingga minyak dan lemak naik ke permukaan dan tertahan, sementara air keluar dari bawah sekat (nilai literatur umum). Kinerjanya ditentukan oleh waktu tinggal, suhu, dan bentuk minyak:

    1. Waktu tinggal: makin lama, makin banyak tetesan minyak sempat naik.
    2. Suhu: lemak hewani cair pada suhu air cuci panas dan baru membeku setelah dingin. Air buangan yang terlalu panas membawa lemak cair melewati penangkap.
    3. Emulsi: minyak yang sudah diemulsikan deterjen tidak naik walaupun waktu tinggalnya panjang.
    4. Pengurasan: lemak yang menumpuk mengurangi volume efektif; bila tidak dikuras, lemak terbawa keluar.

    Pemeriksaan dan pengurasan perangkap lemak gedung dibahas di Bab 15 · Bangunan & Fasilitas.

    Ekualisasi: meratakan debit dan mutu

    Mesin laundry membuang air dalam semburan, dan buangan setiap tahap berbeda pH, suhu, dan bahannya. Bak ekualisasi menampung semburan itu, mengaduknya supaya mutunya merata, lalu memompa keluar dengan debit yang hampir tetap ke unit berikutnya. Dengan begitu, bak pengendap dan pengolahan biologis menerima beban yang tenang, tidak semburan.

    Volume bak ekualisasi ditentukan dari selisih terbesar antara air yang masuk dan air yang dipompa keluar. Bila laundry bekerja beberapa jam sehari sedangkan pompa keluar bekerja lebih lama dengan debit tetap, bak harus menampung kelebihan selama jam kerja:

    Vek≈(Qmasuk−Qpompa)tkerjaV_{\text{ek}} \approx \left(Q_{\text{masuk}} - Q_{\text{pompa}}\right) t_{\text{kerja}}

    untuk debit masuk yang kira-kira tetap selama jam kerja. Untuk debit masuk yang berubah-ubah, selisih terbesar dicari dari kurva kumulatif debit masuk dan debit keluar jam demi jam, ditambah cadangan (nilai literatur umum). Bak ekualisasi juga memerlukan pengaduk atau aerasi supaya padatan tidak mengendap dan air tidak membusuk.

    Netralisasi pH

    Air buangan laundry dapat sangat basa di tahap cuci utama dan agak asam di tahap penetral. Di bak ekualisasi, sebagian saling menetralkan. Sisanya dinetralkan dengan menambah asam atau basa, biasanya dengan pompa dosis yang dikendalikan sensor pH. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku penukar ion bahwa pH juga dapat diturunkan dengan menambah asam.

    Perhitungan dosis dari pH saja hanya perkiraan bawah, karena air limbah mengandung alkalinitas yang menyangga perubahan pH, seperti dijelaskan untuk penyangga dan kurva titrasi di Bab 15 · Kimia. Dosis yang sebenarnya ditentukan dengan menitrasi sampel di laboratorium atau di lapangan. Asam dan basa pekat ditangani dengan alat pelindung dan aturan penyimpanan di Bab 6 · Keselamatan.

    Prinsip pengendapan

    Partikel yang lebih berat dari air turun dengan kecepatan yang bergantung pada ukuran dan beratnya. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku teknologi proses bahwa pengendapan gravitasi hanya efisien untuk partikel besar, lebih dari sekitar 50 µm, dan bahwa bahan penggumpal sering dipakai untuk memperbaiki pengendapan. Penggumpalan partikel halus menjadi flok dijelaskan di Bab 3.

    Bak pengendap ideal bekerja dengan aturan sederhana: partikel tertangkap bila kecepatan mengendapnya lebih besar dari kecepatan air naik di bak. Narasi yang sama mengutip buku matematika operator bahwa laju pelimpahan didasarkan pada kecepatan aliran ke atas.

    Beban permukaan

    Beban permukaan, atau laju pelimpahan permukaan, adalah debit dibagi luas permukaan bak:

    vo=QAv_o = \frac{Q}{A}

    dengan QQ dalam m³/hari dan AA dalam m², sehingga vov_o dalam m³/m²/hari atau m/hari. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku matematika operator air limbah yang mendefinisikan laju pelimpahan permukaan dengan persamaan ini. Angka ini setara kecepatan air naik di bak. Partikel dengan kecepatan mengendap lebih kecil dari vov_o terbawa keluar.

    Yang menentukan adalah luas, tidak kedalaman. Bak yang lebih dalam dengan luas yang sama tidak menangkap partikel yang lebih halus, walaupun waktu tinggalnya lebih lama. Beban permukaan dihitung pada debit rata-rata dan pada debit puncak, karena air keruh muncul pada saat puncak.

    Waktu tinggal dan beban pelimpah

    Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku matematika operator air limbah bahwa waktu tinggal didefinisikan sebagai volume dibagi debit:

    t=VQt = \frac{V}{Q}

    Narasi itu juga mengutip buku pegangan operasi instalasi bahwa waktu tinggal bak pengendap berkisar satu sampai tiga jam. Waktu tinggal yang terlalu pendek tidak memberi kesempatan partikel mengendap; yang terlalu panjang membuat air dan lumpur membusuk, terutama pada suhu tropis.

    Beban pelimpah adalah debit dibagi panjang pelimpah tempat air jernih keluar:

    qw=QLq_w = \frac{Q}{L}

    dalam m³/m/hari. Pelimpah yang terlalu pendek membuat air mengalir cepat di dekatnya dan menarik partikel ke atas. Narasi yang sama mengutip buku matematika operator yang menghitung laju pelimpahan dari debit dan panjang pelimpah. Pelimpah juga harus rata: pelimpah yang miring membuat air keluar hanya di satu sisi, sehingga beban setempatnya jauh lebih besar dari hasil hitungan.

    Lumpur dan buih di bak pengendap

    Padatan yang mengendap membentuk lumpur di dasar bak, dan minyak serta buih mengapung di permukaan. Keduanya harus dikeluarkan teratur. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku matematika operator tentang lumpur yang ditarik dari bak pengendap dengan kadar padatan 5 persen. Pengolahan lumpur selanjutnya dibahas di bab lain rak ini.

    Gangguan yang sering muncul (nilai literatur umum):

    1. Air keluar keruh pada jam sibuk: beban permukaan puncak terlalu tinggi; ekualisasi kurang atau tidak ada.
    2. Lumpur mengapung: lumpur terlalu lama di dasar, membusuk dan menghasilkan gas; penarikan lumpur kurang sering.
    3. Aliran pintas: air masuk langsung menuju pelimpah tanpa menyebar, karena sekat masuk rusak, pelimpah miring, atau perbedaan suhu air masuk dan air di bak.
    4. Bau: lumpur dan air yang membusuk; waktu tinggal terlalu lama atau lumpur tidak ditarik.
    5. Buih dan minyak di pelimpah: penangkap lemak penuh atau tidak bekerja, atau sekat penahan buih rusak.

    Membersihkan bak dan menguras lumpur tidak memerlukan masuk ke dalam bak bila peralatannya benar. Bila harus masuk, prosedur ruang terbatas di Bab 11 · Keselamatan berlaku, karena bak air limbah dapat mengandung hidrogen sulfida dan kekurangan oksigen.

    Pengoperasian harian unit pendahuluan

    Unit pendahuluan sering dianggap bagian yang "tidak perlu diurus" karena tidak ada mikroba yang harus dijaga. Kenyataannya, sebagian besar panggilan darurat IPAL kecil berasal dari unit-unit ini. Pemeriksaan harian yang umum (nilai literatur umum):

    1. Saringan dan penangkap serat: dibersihkan setiap hari kerja atau lebih sering pada hari sibuk; volume hasil saringan dicatat, karena kenaikan mendadak menunjuk masalah di hulu, seperti kantong cucian yang robek atau kain lap yang ikut terbuang.
    2. Bak penampung dan pompa: pelampung level bergerak bebas, pompa bergantian bila ada dua, dan arus motor pompa dicatat; arus yang naik menunjuk impeler mulai tersumbat.
    3. Bak ekualisasi: pengaduk atau aerasi bekerja, pH dan suhu dicatat pada jam yang sama setiap hari, dan level tertinggi harian dicatat untuk mengetahui apakah volumenya masih cukup.
    4. Netralisasi: sensor pH dikalibrasi menurut jadwal, wadah asam atau basa diperiksa isinya, dan pompa dosis tidak bocor.
    5. Bak pengendap: ketinggian lapisan lumpur diukur dengan tongkat atau tabung pengukur lumpur, kejernihan air di pelimpah diamati, buih dikeluarkan, dan pelimpah dibersihkan dari lumut.
    6. Penangkap lemak: tebal lapisan lemak diperiksa; dikuras sebelum lemak memenuhi sekitar seperempat volumenya (nilai literatur umum).

    Catatan harian ini menjadi data untuk diagnosis. Air keruh di bak pengendap jauh lebih mudah dijelaskan bila catatan menunjukkan bahwa level bak ekualisasi penuh sejak pukul sembilan atau pompa dosis asam berhenti sejak kemarin.

    Contoh kerja

    Contoh 1: beban permukaan pada debit rata-rata dan puncak. Bak pengendap persegi 3 m × 1,5 m dengan kedalaman air 2 m menerima debit rata-rata 60 m³/hari. Luasnya 4,5 m², jadi vo=60/4,5=13,3v_o = 60/4{,}5 = 13{,}3 m/hari. Pada jam sibuk, debit tanpa ekualisasi mencapai 12 m³/jam atau setara 288 m³/hari, sehingga vo=288/4,5=64v_o = 288/4{,}5 = 64 m/hari. Bila batas rancangan yang dipakai 24 m/hari pada debit rata-rata dan 48 m/hari pada puncak (angka latihan dari rentang literatur), bak ini cukup pada rata-rata tetapi terlampaui pada puncak.

    Contoh 2: waktu tinggal. Volume bak pada Contoh 1 adalah 4,5×2=94{,}5 \times 2 = 9 m³. Pada debit rata-rata 2,5 m³/jam, t=9/2,5=3,6t = 9/2{,}5 = 3{,}6 jam; pada debit puncak 12 m³/jam, t=9/12=0,75t = 9/12 = 0{,}75 jam. Waktu tinggal rata-rata sedikit di atas rentang satu sampai tiga jam, tetapi saat puncak terlalu pendek.

    Contoh 3: volume ekualisasi. Laundry membuang 60 m³ selama 10 jam kerja, kira-kira 6 m³/jam. Pompa ekualisasi diatur 3,75 m³/jam selama 16 jam. Selama 10 jam kerja, masuk 60 m³ dan keluar 3,75×10=37,53{,}75 \times 10 = 37{,}5 m³, jadi bak menampung sekitar 22,5 m³. Dengan cadangan 20 persen, volume efektif sekitar 27 m³. Setelah ekualisasi, bak pengendap menerima 3,75 m³/jam, yaitu beban permukaan 90/4,5=2090/4{,}5 = 20 m/hari, di bawah batas rata-rata Contoh 1.

    Contoh 4: beban pelimpah. Bak pengendap bulat berdiameter 4 m memiliki pelimpah keliling sepanjang π×4=12,6\pi \times 4 = 12{,}6 m. Pada debit 90 m³/hari, qw=90/12,6=7,1q_w = 90/12{,}6 = 7{,}1 m³/m/hari, rendah dan aman. Bila pelimpah miring sehingga hanya seperempat kelilingnya yang mengalirkan air, beban setempatnya empat kali, sekitar 28 m³/m/hari.

    Contoh 5: kecepatan di penangkap pasir. Saluran penangkap pasir selebar 0,3 m dengan kedalaman air 0,1 m mengalirkan 0,01 m³/s. Luas aliran 0,03 m², jadi kecepatan 0,01/0,03=0,330{,}01/0{,}03 = 0{,}33 m/s, dekat dengan sasaran sekitar 0,3 m/s. Bila debit turun ke 0,004 m³/s pada kedalaman yang sama, kecepatan 0,13 m/s dan bahan organik ikut mengendap.

    Contoh 6: partikel yang tertangkap. Pada beban permukaan 20 m/hari, partikel yang mengendap 1,5 m/jam atau 36 m/hari tertangkap, sedangkan partikel yang mengendap 0,5 m/jam atau 12 m/hari terbawa keluar. Menambah kedalaman bak tidak mengubah hasil ini; memperluas bak atau menggumpalkan partikel yang mengubahnya.

    Contoh 7: perkiraan dosis netralisasi. Air di bak ekualisasi 22,5 m³ ber-pH 11, jadi kadar ion hidroksida sekitar 10−310^{-3} mol/L atau 22,5 mol untuk seluruh bak. Asam sulfat memberi dua ion hidrogen per molekul, jadi diperlukan sekitar 11,3 mol atau 11,3×98=1,111{,}3 \times 98 = 1{,}1 kg asam murni. Angka ini batas bawah; alkalinitas air limbah biasanya membuat kebutuhan sebenarnya beberapa kali lebih besar, sehingga dosis ditetapkan dengan titrasi sampel.

    Contoh 8: lumpur dari bak pengendap. Air limbah 60 m³/hari dengan TSS 150 mg/L, dan bak pengendap menyisihkan 60 persen. Padatan yang tertangkap 60×150×0,6/1.000=5,460 \times 150 \times 0{,}6/1.000 = 5{,}4 kg kering per hari. Pada kadar padatan 5 persen, lumpur basahnya sekitar 5,4/0,05=1085{,}4/0{,}05 = 108 kg, kira-kira 0,11 m³ per hari.

    Contoh 9: penangkap lemak. Debit puncak dari dapur dan laundry linen dapur 0,5 L/s, dan waktu tinggal yang dipakai 30 menit (angka latihan). Volume efektif 0,5×1.800=9000{,}5 \times 1.800 = 900 L, sekitar 0,9 m³, belum termasuk ruang untuk lemak dan endapan yang menumpuk di antara dua pengurasan.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan minta keputusan perancang, penyelia, atau pemilik IPAL bila:

    1. Pekerjaan memerlukan masuk ke bak, sumur pompa, atau saluran tertutup tanpa izin masuk ruang terbatas, uji udara, dan penjaga.
    2. Netralisasi memakai asam atau basa pekat tanpa pompa dosis tertutup, alat pelindung, dan tempat cuci mata.
    3. Ukuran bak atau pompa akan diubah tanpa perhitungan beban permukaan dan waktu tinggal pada debit puncak.
    4. Lumpur, hasil saringan, atau lemak akan dibuang ke saluran umum atau tempat yang tidak diizinkan.
    5. Air limbah meluap dari bak ke lingkungan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Bak yang lebih dalam mengendapkan lebih baik." Penangkapan partikel ditentukan oleh luas permukaan dan beban permukaan, tidak oleh kedalaman.
    2. "Ukuran bak dihitung dari debit harian." Air keruh muncul pada debit puncak; beban permukaan dan waktu tinggal diperiksa pada puncak, atau puncak diratakan dengan ekualisasi.
    3. "Pompa yang lebih besar menyelesaikan penyumbatan." Pompa besar tanpa saringan serat tetap tersumbat, dan semburannya merusak kinerja bak pengendap.
    4. "Waktu tinggal panjang selalu lebih baik." Waktu tinggal terlalu panjang membuat air dan lumpur membusuk, berbau, dan lumpurnya mengapung.
    5. "Dosis netralisasi dapat dihitung dari pH saja." Alkalinitas menyangga pH, sehingga dosis sebenarnya ditetapkan dengan titrasi.
    6. "Penangkap lemak menangkap semua minyak." Minyak yang diemulsikan deterjen panas lolos; suhu dan dosis deterjen di hulu ikut menentukan.
    7. "Bak ekualisasi tidak perlu diaduk karena hanya penampung." Tanpa pengaduk atau aerasi, padatan mengendap di bak ekualisasi, volume efektifnya berkurang, dan air yang tertahan berjam-jam membusuk sebelum sampai ke pengolahan berikutnya.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 16 memberi karakteristik air limbah, Bab 17 · Laundry sumber beban laundry dan rangkaian IPAL, Bab 2 neraca massa dan waktu tinggal, Bab 3 koagulasi dan pemisahan flok, Bab 15 · Bangunan & Fasilitas perangkap lemak, Bab 9 · Bangunan & Fasilitas pompa, Bab 15 · Kimia penyangga dan titrasi, Bab 6 · Keselamatan bahan kimia, dan Bab 11 · Keselamatan ruang terbatas. Bab berikutnya di rak ini membahas pengolahan biologis dengan lumpur aktif.

    Latihan dan pembahasan

    1. Bak pengendap bulat berdiameter 3 m menerima 50 m³/hari. Berapa beban permukaannya?
    2. Bak itu berkedalaman air 2,5 m. Berapa waktu tinggalnya dalam jam?
    3. Laundry membuang 40 m³ selama 8 jam, dan pompa ekualisasi dipasang 2,5 m³/jam. Berapa volume yang harus ditampung bak ekualisasi selama jam kerja?
    4. Pelimpah keliling bak pada Latihan 1 menerima 50 m³/hari. Berapa beban pelimpahnya?
    5. Mengapa air keluaran bak pengendap keruh hanya pada jam sibuk, padahal hitungan pada debit rata-rata aman?
    6. Lumpur di bak pengendap mengapung setiap sore. Apa penyebab yang paling mungkin dan apa tindakannya?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Luas π×1,52=7,07\pi \times 1{,}5^2 = 7{,}07 m², jadi vo=50/7,07=7,1v_o = 50/7{,}07 = 7{,}1 m/hari.
    2. Volume 7,07×2,5=17,77{,}07 \times 2{,}5 = 17{,}7 m³ dan debit 50/24=2,0850/24 = 2{,}08 m³/jam, jadi waktu tinggal 17,7/2,08=8,517{,}7/2{,}08 = 8{,}5 jam. Angka ini jauh di atas satu sampai tiga jam, sehingga air dan lumpur cenderung membusuk; bak ini lebih cocok dipakai bersama penarikan lumpur yang sering.
    3. Masuk 40 m³ dan keluar 2,5×8=202{,}5 \times 8 = 20 m³ selama 8 jam, jadi bak menampung sekitar 20 m³, ditambah cadangan.
    4. Panjang pelimpah π×3=9,4\pi \times 3 = 9{,}4 m, jadi beban pelimpah 50/9,4=5,350/9{,}4 = 5{,}3 m³/m/hari.
    5. Tanpa ekualisasi, debit pada jam sibuk dapat beberapa kali debit rata-rata. Beban permukaan pada saat itu melampaui kecepatan mengendap sebagian partikel, sehingga partikel itu terbawa keluar.
    6. Lumpur terlalu lama di dasar, membusuk dan menghasilkan gas yang mengangkatnya. Tindakannya menarik lumpur lebih sering, memeriksa bahwa pipa dan pompa lumpur tidak tersumbat, dan memeriksa bahwa waktu tinggal tidak terlalu panjang.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Bak pengendap bulat berdiameter 3 m menerima 50 m³/hari. Berapa beban permukaannya?

    2

    Bak itu berkedalaman air 2,5 m. Berapa waktu tinggalnya dalam jam?

    3

    Laundry membuang 40 m³ selama 8 jam, dan pompa ekualisasi dipasang 2,5 m³/jam. Berapa volume yang harus ditampung bak ekualisasi selama jam kerja?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat