Pembekuan logam dan pengecoran: nukleasi dan pendinginan lanjut, dendrit dan struktur butir cor, penyusutan dan aturan Chvorinov, saluran tuang dan penambah, gas larut dan porositas, proses cor, dan cacat cor
Rumah pompa perunggu tuang pengganti yang murah di dapur sebuah hotel merembes di bagian tebalnya, dan potongannya memperlihatkan rongga bersudut serta lubang jarum yang bulat. Bab ini menjelaskan pembekuan logam dengan fisika dan kimia: kalor laten dan perpindahan panas, nukleasi dan pendinginan lanjut, dendrit dan tiga zona butir coran, segregasi, penyusutan, dan aturan Chvorinov beserta turunannya dari hukum konduksi. Bab ini juga membahas saluran tuang dan penambah, hukum Henry dan Sieverts untuk porositas hidrogen, proses cor, dan cara membaca cacat cor. Setiap bagian memisahkan apa yang diterangkan fisika, apa yang berupa aturan empiris, dan apa yang menjadi kerja rekayasa pengecoran.
Pompa sirkulasi air panas di dapur sebuah hotel memakai rumah pompa perunggu tuang. Ketika rumah aslinya retak terbentur troli, bagian pengadaan membeli rumah pengganti "setara" dengan harga kurang dari separuh suku cadang pabrik. Dua minggu kemudian permukaan luar di dekat bos saluran keluar yang tebal selalu basah, padahal tidak ada retak yang tampak. Ketika bagian yang basah digerinda tipis, tampak gugusan rongga kecil bersudut di tengah bagian paling tebal. Di dudukan segel yang dibubut ada pula beberapa lubang jarum yang bulat dan mengilap.
Rongga bersudut adalah rongga susut: logam di bagian tebal membeku paling akhir, menyusut, dan tidak lagi mendapat pasokan logam cair. Lubang bulat adalah gelembung gas yang keluar dari larutan ketika logam membeku. Keduanya dijelaskan fisika dan kimia: kalor laten dan perpindahan panas menentukan bagian mana yang membeku terakhir, dan kelarutan gas menentukan berapa banyak gas yang dilepaskan. Bab ini juga menunjukkan bagian mana yang berupa aturan empiris dan bagian mana yang menjadi kerja rekayasa pengecoran.
Batas pembahasan
Bab ini membahas pembekuan logam dan pengecoran dari sisi fisika dan kimianya. Kalor laten dengan contoh air ada di Bab 11 · Fisika tentang perubahan fase, hukum Fourier di Bab 24 · Fisika tentang perpindahan panas, dan kelarutan gas dalam air di Bab 5 · Kimia. Likuidus dan solidus dibahas di Bab 10 tentang diagram fase, batas butir di Bab 9 tentang struktur kristal, dan nukleasi dalam transformasi padat di Bab 11. Jenis besi tuang ada di Bab 2, paduan tembaga dan aluminium di Bab 4, porositas las di Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika, zona lebur las di Bab 14, uji tak merusak di Bab 18, dan penerimaan suku cadang di Bab 8. Peleburan, penuangan, dan rancangan cetakan rinci adalah pekerjaan pengecoran. Sumbernya narasi Ilmu Material, Mekanikal, Kimia, dan Fluida dan Termal, OpenStax Chemistry 2e, dan sumber luar di peta sumber. Asal setiap angka proses ditandai.
Membeku berarti membuang kalor laten
Logam cair di dalam cetakan harus kehilangan kalor lanjut (superheat), yaitu kalor untuk turun dari suhu tuang ke titik beku, lalu kalor laten pembekuan. Pembekuan (solidification) adalah perubahan logam cair menjadi padat yang disertai pelepasan kalor laten pada suhu beku atau di dalam rentang suhu beku. OpenStax Chemistry 2e mencatat bahwa pembekuan adalah proses eksoterm dan bahwa kurva pendinginan memperlihatkan bagian datar pada suhu perubahan fase. Selama bagian datar itu kalor terus keluar tetapi suhu tetap, karena kalor laten dilepas atom yang menata diri menjadi kristal; prinsipnya sama dengan es di Bab 11 · Fisika, hanya arahnya terbalik.
Logam murni membeku pada satu suhu; paduan membeku di dalam rentang antara likuidus dan solidus. Narasi Mekanikal mengutip buku pegangan rekayasa manufaktur bahwa besi murni mempunyai titik beku lebih tinggi daripada paduan besi-karbon, dasar segregasi di bawah.
Kalor laten mengalir melalui lapisan logam yang sudah membeku, menyeberangi celah logam dan cetakan, lalu masuk ke cetakan dengan laju menurut hukum Fourier tentang konduksi. Narasi Fluida dan Termal juga mencatat hukum Fourier. Bagian yang kalornya paling sulit dibuang membeku paling akhir. Titik panas (hot spot) adalah bagian coran yang membeku paling akhir karena kalornya paling lambat keluar. Bagian tebal, sudut dalam, dan pertemuan beberapa dinding adalah titik panas, dan di sanalah rongga susut pada kasus pembuka ditemukan.
Nukleasi dan pendinginan lanjut
Kristal tidak langsung tumbuh begitu titik beku tercapai. Nukleasi (nucleation) adalah pembentukan inti kristal baru yang cukup besar untuk terus tumbuh di dalam cairan. Inti yang terlalu kecil larut kembali karena permukaan padat-cair memerlukan energi. Keseimbangan energi volume dan energi permukaan memberi jari-jari kritis (rumus pengetahuan umum):
dengan jari-jari kritis (m), energi antarmuka padat-cair (J/m²), titik beku (K), kalor laten per volume (J/m³), dan pendinginan lanjut (K). Makin besar pendinginan lanjut, makin kecil inti yang sudah stabil dan makin banyak inti terbentuk.
Pendinginan lanjut (undercooling) adalah selisih antara titik beku setimbang dan suhu nyata cairan ketika kristal mulai terbentuk. Buku kimia umum dalam narasi Kimia menjelaskan bahwa pendinginan lanjut terjadi bila kalor diambil begitu cepat sehingga molekul tidak sempat menata diri menjadi struktur padat yang teratur. Inti yang terbentuk sendiri di tengah cairan bersih (nukleasi homogen) memerlukan pendinginan lanjut besar. Nukleasi heterogen (heterogeneous nucleation) adalah pembentukan inti kristal di atas permukaan padat yang sudah ada, misalnya dinding cetakan atau partikel, sehingga pendinginan lanjut yang diperlukan jauh lebih kecil. Angka pendinginan lanjut dan energi antarmuka logam tidak ditemukan di sumber bab ini; rumusnya dipakai untuk membaca arah.
Penghalus butir menambah tempat nukleasi sehingga butirnya kecil (pengetahuan umum), dan magnesium pada besi tuang nodular di Bab 2 mengubah bentuk grafit saat membeku. Butir halus umumnya lebih kuat, sesuai hubungan ukuran butir dan kekuatan di Bab 9.
Dendrit, struktur butir coran, dan segregasi
Ujung kristal yang menjorok ke cairan yang lebih dingin membuang kalor lebih cepat, tumbuh lebih cepat, lalu bercabang. Dendrit (dendrite) adalah kristal bercabang seperti pohon yang tumbuh ke arah cairan yang lebih dingin selama pembekuan. Pada paduan, cairan di depan antarmuka diperkaya unsur yang ditolak kristal sehingga titik bekunya turun; pendinginan lanjut konstitusional ini memperkuat pertumbuhan dendrit (pengetahuan umum).
Coran yang dituang ke cetakan dingin biasanya memperlihatkan tiga zona (pengetahuan umum). Zona tepi (chill zone) di dinding berbutir halus dan acak karena pendinginan lanjut besar dan nukleasi heterogen. Zona kolumnar ke arah dalam berbutir memanjang searah aliran kalor, karena butir yang tumbuh searah aliran kalor mengalahkan yang lain. Zona ekuiaksial di tengah berbutir sama sumbu dan lebih kasar, tumbuh di cairan yang suhunya hampir seragam.
Segregasi (segregation) adalah ketidakmerataan komposisi di dalam logam yang timbul karena kristal yang membeku lebih dulu berbeda komposisinya dari cairan sisa. Karena besi murni membeku lebih tinggi daripada paduan besi-karbon, kristal pertama lebih miskin karbon dan cairan sisa makin kaya karbon dan pengotor. Cairan sisa itu membeku terakhir di garis tengah dan titik panas, pada suhu lebih rendah, sehingga batas butir tetap lemah ketika coran mulai menyusut. Itulah dasar retak panas pada coran dan garis tengah las di Bab 14. Untuk baja yang harus sangat bersih, narasi Ilmu Material mengutip peleburan ulang terak listrik: terak di dalam cetakan tembaga dipanaskan untuk melebur ulang batangan cor, dan hasilnya baja dengan inklusi rendah dan struktur mikro homogen.
Penyusutan dan aturan Chvorinov
Logam menyusut dalam tiga tahap (pengetahuan umum): penyusutan cair sampai titik beku, penyusutan saat membeku karena padatan lebih rapat, dan kontraksi padat sampai suhu ruang. Dua tahap pertama dipasok penambah; tahap ketiga, kebalikan pemuaian termal di Bab 11 · Fisika, diatasi dengan pola yang sedikit lebih besar.
Penyusutan volume saat membeku menurut salinan tabel kuliah pengecoran yang beredar (sumber sekunder, untuk membandingkan): aluminium 6,6 persen (salinan lain 7,1), paduan aluminium dengan 12 persen silikon 3,8, tembaga 4,9, kuningan 70 tembaga dan 30 seng 4,5, baja karbon 2,5 sampai 3 (salinan lain 2,5 sampai 4), dan besi tuang putih 4 sampai 5,5 persen. Besi tuang kelabu justru memuai sekitar 2,5 persen karena grafit yang mengendap bervolume besar, salah satu sebab ia mudah dicor.
Modulus coran (casting modulus) adalah perbandingan volume suatu bagian coran terhadap luas permukaannya yang membuang kalor ke cetakan. Aturan Chvorinov:
dengan waktu beku (s), volume (mm³), luas pendingin (mm²), eksponen yang biasanya 2, dan tetapan cetakan (s/mm²). Menurut buku teks proses manufaktur yang dikutip sumber sekunder, bergantung pada bahan cetakan, sifat termal logam, dan suhu tuang, dan diambil dari percobaan dengan cetakan, logam, dan suhu tuang yang sama walaupun bentuknya berbeda.
Bentuk aturan empiris ini dapat diturunkan dari fisika (penalaran editorial, hukum konduksi sebagai pengetahuan umum). Bila pasir dianggap sangat tebal dan logam jauh lebih menghantar, hambatan kalor ada di pasir, dan kalor yang diserap pasir sebanding dengan akar waktu. Menyamakannya dengan kalor yang harus dibuang, , memberi:
dengan massa jenis logam cair (kg/m³), kalor laten (J/kg), kalor jenis cair (J/(kg·K)), selisih suhu tuang dan titik beku (K), titik beku dan suhu awal cetakan (K), serta (W/(m·K)), (kg/m³), dan (J/(kg·K)) sifat bahan cetakan. Rumus ini menerangkan eksponen 2 dan isi tetapan , tetapi hanya untuk cetakan pasir. Sifat pasir berubah dengan kadar air dan kepadatan, jadi tetapan nyata tetap diambil dari coran percobaan.
Saluran tuang dan penambah
Sistem saluran (gating system) adalah rangkaian cawan tuang, saluran turun, pengalir, dan saluran masuk yang membawa logam cair dari ladel ke rongga cetakan. Buku istilah teknik mesin dalam narasi Mekanikal mendefinisikan coran sebagai logam yang dituang ke cetakan untuk membentuk benda, saluran masuk sebagai saluran dari dasar pengalir ke dalam cetakan, drag sebagai belahan bawah cetakan atau pola, dan kotak inti sebagai kotak dengan bukaan tempat inti dibentuk. Prinsip rancangannya (pengetahuan umum): mengisi dengan tenang tanpa turbulensi supaya kulit oksida tidak terlipat masuk, mengisi rongga sebelum ujung aliran membeku, dan memberi jalan keluar bagi udara dan gas cetakan.
Penambah (riser) adalah wadah logam cair yang menempel pada coran dan membeku sesudah coran supaya dapat memasok logam ke bagian yang menyusut. Modulusnya harus lebih besar daripada bagian yang dipasoknya. Sumber sekunder mencatat satu panduan yang meminta waktu beku penambah sedikitnya 25 persen lebih lama daripada coran; karena sumber aslinya tidak jelas, bab ini memakainya sebagai angka latihan. Coran dirancang membeku terarah: dari bagian tipis yang jauh, ke bagian tebal, lalu ke penambah. Bila bagian tebal terpisah dari penambah oleh bagian tipis yang membeku lebih dulu, jalur pasokan tertutup dan rongga susut terbentuk, seperti di bos rumah pompa pada kasus pembuka. Bentuk pola, inti, pemadatan pasir, dan urutan penuangan adalah kerja rancang dan kriya yang dibuktikan dengan coran percobaan.
Gas larut dan porositas
Logam cair melarutkan gas, terutama hidrogen. Menurut OpenStax Chemistry 2e, kelarutan gas dalam cairan sebanding dengan tekanan parsial gas di atasnya, dengan tetapan yang bergantung pada gas, pelarut, dan suhu (hukum Henry):
dengan kelarutan gas (mol/L), tekanan parsial (atm), dan tetapan Henry. OpenStax juga mencatat bahwa gas dapat membentuk larutan lewat jenuh bila larutan dihangatkan atau tekanannya diturunkan, seperti gelembung dari air panas di Bab 5 · Kimia tentang kelarutan.
Hukum Sieverts (Sieverts' law) adalah hubungan kesetimbangan yang menyatakan bahwa kelarutan gas diatomik dalam logam sebanding dengan akar kuadrat tekanan parsial gas diatomik di atas logam.
dengan kelarutan hidrogen (mL per 100 g logam pada kondisi standar), tetapan yang bergantung suhu dan paduan, dan tekanan parsial hidrogen (atm). Akar kuadrat muncul karena satu molekul H₂ menjadi dua atom hidrogen terlarut (pengetahuan umum).
Sumber sekunder mencatat bahwa kelarutan hidrogen dalam aluminium jauh lebih besar di fase cair daripada padat. Sebuah makalah metalurgi tahun 1957 menyebut kelarutan sekitar 0,7 mL per 100 g aluminium cair pada 660 °C, nilai dua peneliti awal yang kemudian diverifikasi peneliti lain. Kelarutan di aluminium cair naik bila suhu naik (pengetahuan umum), jadi lelehan yang terlalu panas menyerap lebih banyak gas. Angka untuk aluminium padat dan persamaan suhunya belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026.
Menurut model klasik, hidrogen yang ditolak kristal terkumpul di cairan sisa di sela dendrit sampai melampaui batas larutnya, lalu keluar sebagai gelembung yang terperangkap. Narasi Mekanikal mengutip gambaran yang sama untuk las: porositas adalah gelembung gas yang terperangkap dalam logam las yang membeku. Porositas gas (gas porosity) adalah kumpulan rongga bulat berdinding halus di dalam logam yang terbentuk dari gas yang keluar dari larutan saat pembekuan. Sumber sekunder mencatat bahwa cara pori mulai terbentuk masih diperdebatkan, jadi model klasik dipakai sebagai gambaran kerja.
Hidrogen datang terutama dari uap air pada bahan baku, perkakas, fluks, dan udara yang bereaksi dengan aluminium cair (pengetahuan umum). Penangkalnya mengikuti hukum Sieverts: lelehan dibilas gas lembam sehingga tekanan parsial hidrogen turun, bahan dijaga kering, dan suhu lelehan tidak berlebihan (pengetahuan umum).
Proses cor dan cacat cor
Buku istilah teknik mesin dalam narasi Mekanikal memuat istilah cetakan pasir, misalnya pasir penyangga, bahan berkarbon pelapis cetakan, dan alat penumbuk pasir, serta impression untuk rongga di cetakan cetak tekan. Proses yang umum (pengetahuan umum):
| Proses | Laju beku | Ciri |
|---|---|---|
| Cetakan pasir | lambat | murah untuk jumlah sedikit dan benda besar; permukaan kasar |
| Cetakan logam permanen | sedang sampai cepat | butir lebih halus dan ukuran lebih tepat |
| Cetak tekan | sangat cepat | dinding tipis dalam jumlah besar; udara terperangkap dapat menjadi pori |
| Cor presisi lilin hilang | sedang | detail halus untuk bagian kecil |
Laju beku menentukan ukuran butir, jarak lengan dendrit, besar pori, dan waktu gas untuk keluar.
Buku istilah yang sama mendefinisikan wash sebagai cacat coran akibat erosi pasir, cod sebagai tonjolan pasir yang tertinggal di cetakan oleh sebagian pola, dan snag sebagai pembuangan sirip dan bagian kasar coran dengan gerinda. Cacat lain (pengetahuan umum):
| Cacat | Ciri | Sebab |
|---|---|---|
| Rongga susut | bersudut, di titik panas | penyusutan tanpa pasokan cairan |
| Porositas gas | bulat dan halus | gas larut ditolak saat membeku |
| Retak panas | bergerigi, di sudut dalam | penyusutan ditahan saat cairan sisa masih di batas butir |
| Sambungan dingin, salah alir | garis pertemuan aliran, bagian tak terisi | logam membeku terlalu cepat |
| Inklusi pasir dan oksida | butir pasir, kulit oksida | erosi cetakan dan turbulensi |
Coran yang bocor dibaca dari letak (titik panas menunjuk susut, permukaan atas menunjuk gas atau inklusi), bentuk, dan apakah rongganya tembus menurut uji tekan. Bukti di dalam diambil dengan radiografi atau ultrasonik oleh pemeriksa bersertifikat seperti di Bab 18 tentang uji tak merusak. Kolam las adalah coran kecil yang membeku sangat cepat; porositas las di Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika adalah gas yang sama, dan mengelas coran berpori berisiko, seperti kaki rumah pompa besi tuang di Bab 2 yang retak di samping lasannya.
Fisika, aturan empiris, dan rekayasa pengecoran
Ringkasan penalaran editorial:
| Gejala | Hukum fisika atau kimia | Bagian empiris | Rekayasa proses |
|---|---|---|---|
| Waktu beku | kalor laten, konduksi | tetapan Chvorinov | letak penambah |
| Ukuran butir | nukleasi | takaran penghalus butir | resep lelehan |
| Penyusutan | massa jenis, pemuaian | angka susut paduan | ukuran pola |
| Porositas gas | hukum Henry dan Sieverts | kelarutan nyata paduan | pembilasan, bahan kering |
| Mutu coran | tidak ada | batas penerimaan standar | pemeriksaan |
Fisika dan kimia memberi arah dan orde besaran; angka untuk merancang dan menerima coran datang dari percobaan, standar, dan pengalaman pengecoran.
Contoh kerja
Contoh 1: neraca kalor membekukan aluminium. Dua kilogram aluminium dituang pada 700 °C; titik bekunya 660 °C menurut tabel sifat di Bab 4. Kalor jenis cair 1,1 kJ/(kg·K) dan kalor laten 400 kJ/kg adalah angka latihan. Kalor lanjut kJ dan kalor laten kJ, jadi sampai membeku cetakan menyerap 888 kJ, 90 persennya kalor laten. Dengan kalor jenis padat 0,897 J/(g·°C) dari OpenStax, pendinginan padat ke 25 °C kira-kira kJ.
Contoh 2: tetapan cetakan dari fisika. Dengan angka latihan kg/m³, J/kg, J/(kg·K), K, K, dan pasir dengan : J/m³; dibagi 635, dikuadratkan, dan dikali menjadi ; dibagi memberi s/m², yaitu 2,23 s/mm². Angka contoh buku teks yang dikutip sumber sekunder 2,0 s/mm², jadi orde besarnya cocok.
Contoh 3: kubus dan pelat bervolume sama. Dengan s/mm² (angka latihan), kubus 100 mm mempunyai mm dan detik, sekitar 9,3 menit. Pelat 200 kali 200 kali 25 mm bervolume sama dengan luas mm², jadi mm dan detik, 36 persen waktu kubus.
Contoh 4: titik panas di bos rumah pompa. Dinding 8 mm bermodulus sekitar mm, jadi detik. Bos kubus 40 mm yang menempel pada dinding hanya membuang kalor dari lima sisi: mm dan detik, empat kali lebih lama. Dinding di sekelilingnya membeku dulu dan menutup pasokan ke bos.
Contoh 5: ukuran penambah. Penambah silinder dengan tinggi sama dengan diameter bermodulus . Supaya membeku 25 persen lebih lama daripada kubus Contoh 3 (angka latihan), modulusnya sedikitnya mm, jadi mm, dibulatkan 112 mm. Sisi yang menempel pada coran diabaikan, jadi hasilnya perkiraan awal.
Contoh 6: volume yang harus dipasok. Kubus aluminium 100 mm bervolume 1,0 L. Dengan penyusutan 6,6 sampai 7,1 persen (sumber sekunder), logam yang harus dipasok 66 sampai 71 mL, belum termasuk penyusutan cair. Penambah 112 mm bervolume L, dan hanya sekitar 6 persen isinya terpakai. Ukuran penambah ditentukan waktu bekunya, bukan volume susut.
Contoh 7: pembilasan dan hukum Sieverts. Bila tekanan parsial hidrogen turun ke seperempat, kelarutan kesetimbangan turun ke kali. Untuk menurunkannya ke sepersepuluh, tekanan parsial harus turun ke .
Contoh 8: gas yang dibawa hidrogen terlarut. Satu kilogram aluminium cair jenuh pada 660 °C membawa mL hidrogen pada kondisi standar, atau mL pada 660 °C dan 1 atm. Volume aluminiumnya cm³ dengan massa jenis dari Bab 4. Bila semua hidrogen menjadi pori pada 1 atm (anggapan terburuk), porositasnya persen; bila sepersepuluhnya saja (angka latihan), 0,65 persen, cukup untuk membuat bagian bertekanan merembes.
Contoh 9: kelonggaran pola. Dengan muai panjang aluminium per kelvin dari Bab 11 · Fisika, kontraksi padat dari 660 ke 25 °C kira-kira persen. Bagian 200 mm memerlukan pola sekitar mm. Kelonggaran nyata diambil dari tabel pengecoran.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan serahkan keputusan ke pabrik, insinyur, atau penyelia bila:
- Coran bertekanan, misalnya rumah pompa, badan katup, atau rumah filter, merembes atau berpori tembus. Isolasi, buang tekanan, dan ganti dengan suku cadang sesuai spesifikasi pabrik; jangan menambal tanpa persetujuan.
- Coran besi tuang retak di jalur uap, air panas bertekanan, atau gas. Pengelasannya mengikuti batas wewenang di Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika.
- Suku cadang cor pengganti datang tanpa identitas bahan, tanda tekanan kerja, atau sertifikat untuk layanan bertekanan, uap, atau air minum. Barang ditahan menurut Bab 8 tentang pemeriksaan barang datang.
- Ada rencana melebur atau menuang logam di bengkel hotel. Logam cair yang menyentuh perkakas atau cetakan lembap dapat menyembur karena air mendadak menjadi uap (penalaran editorial); pekerjaan itu milik pengecoran.
- Pori ditemukan di daerah segel, ulir, atau dinding yang menerima tekanan. Penilaiannya diserahkan ke pemeriksa bersertifikat dan pabrik.
Salah tafsir yang sering terjadi
- "Pori kecil di permukaan hasil bubutan hanya cacat tampilan." Pori di permukaan sering ujung jaringan rongga di dalam, terutama di titik panas. Pada bagian bertekanan, jaringan itu menjadi jalur rembes.
- "Coran yang lebih tebal pasti lebih kuat." Bagian tebal membeku lambat, berbutir kasar, dan rentan rongga susut. Tebal yang seragam dengan rusuk penguat sering lebih baik.
- "Semua logam menyusut saat membeku." Besi tuang kelabu memuai sekitar 2,5 persen karena grafit, sedangkan aluminium menyusut lebih dari 6 persen (sumber sekunder).
- "Aturan Chvorinov memberi waktu beku yang pasti." Bentuk rumusnya dari fisika, tetapi tetapannya dari percobaan dengan cetakan, logam, dan suhu tuang yang sama.
- "Gas di dalam lelehan keluar sendiri bila didiamkan." Kelarutan mengikuti tekanan parsial hidrogen dan suhu, dan lelehan di udara lembap terus menyerap hidrogen.
Hubungan dengan bab lain
Bab 11 · Fisika memberi kalor laten dan pemuaian termal, Bab 24 · Fisika hukum Fourier di balik aturan Chvorinov, dan Bab 5 · Kimia kelarutan gas dalam air. Bab 10 tentang diagram fase menjelaskan rentang beku paduan, Bab 9 batas butir, dan Bab 11 nukleasi dalam transformasi padat. Bab 2 dan Bab 4 memuat bahan yang dicor, Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika dan Bab 14 pembekuan di las, Bab 18 pemeriksaan coran, dan Bab 8 penerimaan suku cadang.
Latihan dan pembahasan
- Hitung waktu beku silinder dengan diameter dan tinggi 60 mm bila s/mm² (angka latihan), lalu bandingkan dengan kubus 100 mm.
- Mengapa coran besi tuang kelabu umumnya memerlukan penambah yang lebih kecil daripada coran baja berbentuk sama?
- Pembilasan menurunkan tekanan parsial hidrogen di atas lelehan aluminium ke sepersembilan. Berapa kelarutan kesetimbangan dibanding semula?
- Potongan badan katup kuningan yang bocor memperlihatkan rongga bersudut di bagian paling tebal. Apa sebabnya, dan apa yang dapat diubah pengecoran?
- Mengapa butir di dekat dinding cetakan lebih halus daripada butir di tengah coran?
- Hitung ukuran pola untuk bagian tembaga 150 mm dengan muai panjang per kelvin (Bab 11 · Fisika) dan titik lebur 1.085 °C (Bab 4).
Kunci jawaban beralasan
- Untuk silinder dengan tinggi sama dengan diameter, mm, jadi detik. Kubus 100 mm memerlukan 556 detik, jadi silinder membeku dalam 36 persen waktu kubus.
- Grafit yang mengendap saat besi tuang kelabu membeku bervolume besar dan mengimbangi penyusutan logamnya. Baja menyusut sekitar 2,5 sampai 3 persen saat membeku, jadi memerlukan pasokan logam cair yang lebih banyak.
- Menurut hukum Sieverts kelarutan sebanding dengan akar tekanan parsial, jadi kelarutan turun ke kali semula. Penurunan tekanan parsial harus jauh lebih besar daripada penurunan gas yang diinginkan.
- Rongga bersudut di bagian tebal adalah rongga susut di titik panas yang terputus dari pasokan logam cair. Pengecoran dapat menambah penambah di sana, mengatur pembekuan terarah, atau membuat tebal lebih seragam dengan inti.
- Dinding cetakan yang dingin memberi pendinginan lanjut besar dan permukaan untuk nukleasi heterogen, sehingga terbentuk sangat banyak inti dan butirnya halus. Di tengah coran pendinginan lebih lambat dan intinya lebih sedikit, jadi butirnya lebih kasar.
- Kontraksi padatnya kira-kira persen, jadi polanya sekitar mm. Angka ini perkiraan fisika; kelonggaran nyata diambil dari tabel pengecoran.
Referensi
Sumber luar
- OpenStax: Chemistry 2eopenstax.org
- NPTEL Fundamentals of Material Processing Inptel.ac.in
- Extractive Metallurgy Division - Gas Content of Solid Aluminum by Solid Extraction and Vacuum Fusiononemine.org
- Casting Defects and Designslideshare.net
Bab terkait
- Pemuaian termal dan perubahan fase: pemuaian, tegangan termal, kalor jenis, dan kalor latenFisika · Bab 11
- Perpindahan panas kuantitatif: konduksi berlapis, konveksi, radiasi, resistansi termal, isolasi, dan penukar panasFisika · Bab 24
- Gaya antarmolekul dan sifat zat: gaya dispersi, dipol, ikatan hidrogen, titik didih, dan kelarutanKimia · Bab 5
- Diagram fase paduan: komponen, fase, dan aturan fase Gibbs, sistem isomorf, eutektik dan eutektoid, aturan tuas, paduan solder timah, dan membaca diagram besi-karbon secara kuantitatifMaterial · Bab 10
- Struktur kristal dan cacat logam: sel satuan BCC, FCC, dan HCP, kerapatan atom, dislokasi dan slip, batas butir, mekanisme penguatan, dan pemulihan serta rekristalisasiMaterial · Bab 9
- Difusi dan transformasi fase: hukum Fick, koefisien difusi dan persamaan Arrhenius, kedalaman difusi, nukleasi dan pertumbuhan, kurva TTT dan CCT, martensit, dan kaitannya dengan perlakuan panasMaterial · Bab 11
- Besi dan baja: kadar karbon, fase, besi tuang, baja karbon dan paduan rendah, sebutan mutu, dan mengenalinya di lapanganMaterial · Bab 2
- Tembaga, kuningan, perunggu, dan aluminium: sifat, paduan, korosi khas, sambungan, dan pemakaiannya di mesin dan pipaMaterial · Bab 4
- Sambungan las, brazing, solder, dan perekat dalam perbaikan: proses, cacat, tegangan sisa, keselamatan kerja panas, dan batas wewenangMekanikal & Mekatronika · Bab 13
- Metalurgi daerah las: siklus termal dan laju pendinginan, zona lebur sebagai coran kecil, zona terpengaruh panas, karbon ekuivalen dan pemanasan awal, retak hidrogen, retak panas, las baja tahan karat dan aluminium, dan perlakuan panas pasca lasMaterial · Bab 14
- Uji tak merusak: pemeriksaan visual, penetran, partikel magnet, ultrasonik, radiografi, dan arus eddy, prinsip fisika, cacat yang dapat dan tidak dapat ditemukan, kualifikasi personel, dan membaca laporanMaterial · Bab 18
- Memilih bahan suku cadang: syarat layanan, padanan mutu, pengganti yang aman, pemeriksaan barang datang, dan dokumentasiMaterial · Bab 8
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Hitung waktu beku silinder dengan diameter dan tinggi 60 mm bila s/mm² (angka latihan), lalu bandingkan dengan kubus 100 mm.
Mengapa coran besi tuang kelabu umumnya memerlukan penambah yang lebih kecil daripada coran baja berbentuk sama?
Pembilasan menurunkan tekanan parsial hidrogen di atas lelehan aluminium ke sepersembilan. Berapa kelarutan kesetimbangan dibanding semula?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Material · Bab 13.
Urutan baca menurut rak: Material · Bab 11.