Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Material · Bab 17Kuantitatif

    Oksidasi suhu tinggi dan perlakuan permukaan logam: laju oksidasi dan kerak, rasio Pilling-Bedworth, galvanis celup panas, elektroplating dan hukum Faraday, anodisasi, pasivasi kimia, pengasaman, dan persiapan permukaan untuk cat

    Rangka troli linen galvanis di sebuah hotel patah, dilas di bengkel, lalu dalam tiga minggu berkarat coklat di sekitar lasan, sementara bagian lain rangka masih abu-abu kusam. Di ruang yang sama, kawat elemen pengering membara setiap hari selama bertahun-tahun, padahal braket baja di dekatnya berkerak dan rontok. Bab ini menjelaskan oksidasi suhu tinggi sebagai reaksi kimia yang dikendalikan difusi, laju linear dan parabolik, persamaan Arrhenius, rasio Pilling-Bedworth beserta konfliknya pada magnesium, metalurgi lapisan galvanis celup panas dan ISO 1461, elektroplating dan tebal lapisan dari hukum Faraday, efek sangkar Faraday, anodisasi, pasivasi kimia menurut ASTM A967, pengasaman, uji pecah air, serta persiapan permukaan dan cat. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    23 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Troli linen di sebuah laundry hotel berangka pipa baja yang digalvanis celup panas. Satu troli patah di sambungan kaki setelah membentur pintu lift barang. Teknisi bengkel hotel menggerinda patahan sampai mengkilap, mengelasnya, mengikis terak, lalu menyemprotkan cat perak dari kaleng. Tiga minggu kemudian muncul pita karat coklat di kedua sisi lasan dan catnya terkelupas, sementara bagian lain rangka masih abu-abu kusam. Di ruang yang sama, kawat elemen pemanas pengering membara setiap hari dan sudah bertahun-tahun tidak putus, padahal braket baja tempatnya terpasang berkerak hitam yang rontok bila diketuk.

    Lapisan seng, kerak oksida, dan cat adalah lapisan tipis yang tumbuh, melindungi, atau gagal menurut aturan kimia dan fisika yang dapat dihitung. Bab ini menjelaskan aturan itu.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas oksidasi suhu tinggi dan kerak, rasio Pilling-Bedworth, metalurgi lapisan galvanis celup panas, tebal lapisan elektroplating, anodisasi, pasivasi kimia, pengasaman, dan persiapan permukaan untuk cat. Mekanisme korosi basah, anode korban, dan umur lapisan seng ada di Bab 19 · Kimia tentang korosi elektrokimia. Hukum Faraday dasar dan efisiensi arus ada di Bab 18 · Kimia; lapisan pasif dan warna panas las baja tahan karat di Bab 3; oksida aluminium dan anodisasi sebagai lapisan bukan penghantar di Bab 4; penggetasan hidrogen di Bab 7; asap seng saat mengelas di Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika; dan persamaan Arrhenius untuk laju reaksi di Bab 13 · Kimia. Sumbernya narasi repo buku, OpenStax Chemistry 2e, dan halaman lembaga yang tercatat di peta sumber. Resep bak, suhu, waktu, dan kriteria penerimaan diambil dari standar, lembar data pemasok, dan spesifikasi pelapis; angka latihan hanya untuk cara hitung.

    Oksidasi suhu tinggi: reaksi kimia yang dikendalikan difusi

    OpenStax mencatat bahwa oksigen bereaksi langsung, pada suhu ruang atau suhu tinggi, dengan semua unsur lain kecuali gas mulia, halogen, dan beberapa logam transisi yang kurang reaktif. Di udara panas yang kering, reaksi itu tidak memerlukan elektrolit seperti korosi basah.

    Kerak (scale) adalah lapisan oksida yang tumbuh di permukaan logam yang dipanaskan dalam gas yang mengandung oksigen. Setelah kerak menutup permukaan, reaksi hanya berlanjut bila ion logam atau ion oksigen, bersama elektron, berdifusi menembus kerak. Bahan kuliah Universitas Utah menyatakan bahwa difusi ion dan elektron melalui oksida mengendalikan oksidasi dan menghasilkan hukum laju parabolik Wagner. Dua bentuk laju yang lazim (pengetahuan umum):

    x=kl t(linear)x2=kp t(parabolik)x = k_l\, t \quad \text{(linear)} \qquad\qquad x^2 = k_p\, t \quad \text{(parabolik)}

    dengan xx tebal kerak (µm), tt waktu (jam), klk_l tetapan laju linear (µm/jam), dan kpk_p tetapan laju parabolik (µm²/jam). Laju parabolik (parabolic rate law) adalah pertumbuhan kerak yang makin lambat karena ion harus menempuh kerak yang makin tebal. Kerak padat yang melekat tumbuh dengan laju parabolik. Menurut sumber sekunder di peta sumber, laju linear terjadi bila reaksi di batas fase yang membatasi, misalnya karena kerak berpori atau retak. Seperti cara OpenStax membaca orde reaksi dari grafik yang lurus, data xx terhadap tt yang lurus menandakan laju linear, sedangkan x2x^2 terhadap tt yang lurus menandakan laju parabolik (Contoh 1).

    Tetapan laju naik dengan suhu menurut persamaan Arrhenius dari OpenStax:

    k=A e−Ea/RTk = A\, e^{-E_a/RT}

    dengan AA faktor frekuensi (satuan sama dengan kk), EaE_a energi aktivasi (J/mol), R=8,314R = 8{,}314 J/(mol·K), dan TT suhu mutlak (K). Bahwa kpk_p mengikuti bentuk ini adalah pengetahuan umum; koefisien difusi di Bab 11 tentang difusi mengikuti bentuk yang sama. Karena tebal parabolik sebanding dengan akar kpk_p, kenaikan kpk_p beberapa kali hanya menaikkan tebal kerak sebesar akar kelipatan itu (Contoh 2).

    Di bengkel, buku pegangan teknik manufaktur mencatat bahwa dekarburisasi terjadi bila tungku perlakuan panas dibuka sebelum baja cukup dingin, dan bahwa pada pemotongan oksi-gas bagian baja berikutnya dinaikkan ke suhu nyalanya lalu pemotongan berlanjut.

    Rasio Pilling-Bedworth: kapan kerak melindungi

    Rasio Pilling-Bedworth (Pilling-Bedworth ratio) adalah perbandingan antara volume oksida yang terbentuk dan volume logam yang habis teroksidasi. Rumusnya (pengetahuan umum):

    PBR=Mok ρlgn Mlg ρok\text{PBR} = \frac{M_{ok}\,\rho_{lg}}{n\,M_{lg}\,\rho_{ok}}

    dengan MokM_{ok} dan MlgM_{lg} massa molar oksida dan logam (g/mol), ρok\rho_{ok} dan ρlg\rho_{lg} massa jenis oksida dan logam (g/cm³), dan nn jumlah atom logam per rumus oksida. Tabel buku klasik yang dikutip sebuah dokumen paten memberi magnesium 0,81, aluminium 1,28, nikel 1,52, tembaga 1,68, besi 1,77, dan krom 1,99. Menurut artikel Frontiers in Materials tahun 2021, oksida yang melindungi umumnya ber-PBR di atas 1 dan sebaiknya di bawah 2; di bawah 1 oksida tertarik dan tidak menutup logam sepenuhnya; di atas sekitar 3 oksida menanggung tegangan tekan besar dan mudah lepas. Hitungan dari massa jenis memberi aluminium 1,29 dan magnesium 0,81 (Contoh 3 dan 4).

    Magnesium memperlihatkan konflik antarsumber. PBR 0,81 menyiratkan oksida yang tidak menutup, tetapi OpenStax menulis bahwa magnesium di udara membentuk lapisan oksikarbonat yang melekat erat dan menghambat reaksi lanjut, dan bahwa magnesium dapat dipakai di konstruksi walau terkena api karena terbentuk lapisan oksida pelindung, kecuali bila berupa serbuk halus atau lembaran tipis. Penalaran editorial: PBR menilai geometri oksida murni yang tumbuh dari logam, sedangkan OpenStax berbicara tentang lapisan oksikarbonat di suhu ruang dan logam pejal. Artikel Frontiers sendiri menyebut PBR pedoman kasar karena tegangan, daya lekat, dan mekanisme pertumbuhan oksida ikut menentukan.

    Aluminium memuat ketidakkonsistenan angka. Soal akhir subbab korosi OpenStax memakai potensial Al³⁺/Al −2,07 V, sedangkan lampiran potensial standar buku yang sama memberi −1,662 V; bab ini memakai nilai lampiran, yang sama dengan −1,66 V di buku pegangan teknik manufaktur. Pesannya tetap: aluminium lebih mudah teroksidasi daripada besi, tetapi oksidanya melindungi.

    Kasus pembuka kini terjelaskan. Narasi Sistem Laundry mengutip bahwa kawat elemen pemanas dibuat dari paduan nikel dan krom (nikrom) yang tahan oksidasi di udara saat membara. Penalaran editorial: kerak krom dan nikel tipis, rapat, dan melekat, sehingga kpk_p kecil, sedangkan kerak baja di braket, walaupun ber-PBR 1,77, tumbuh tebal, retak oleh siklus panas dan dingin, lalu rontok, sehingga logam segar terus terbuka.

    Galvanis celup panas: lapisan yang tumbuh dari baja

    Galvanis celup panas (hot-dip galvanizing) adalah pelapisan baja dengan cara mencelup baja ke dalam seng cair sehingga seng bereaksi dengan besi di permukaan. Narasi Fluida dan Termal mendefinisikan galvanisasi sebagai pelapisan pipa atau pelat besi dan baja dengan seng, dan OpenStax mencatat bahwa sekitar separuh produksi seng dipakai untuk melindungi besi dan logam lain dari korosi. Perlindungan seng sebagai penghalang dan anode korban sudah dibahas di Bab 19 · Kimia; bagian ini membahas pembentukan lapisannya.

    Baja dibersihkan, diasamkan, dan diberi fluks sebelum dicelup (pengetahuan umum). Satu makalah di Proceedings of the Estonian Academy of Sciences tahun 2016 menyebut suhu bak sekitar 450 °C; rentang operasinya belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026. Besi dan seng saling berdifusi membentuk serangkaian lapisan paduan seng-besi dengan lapisan seng murni di luar. American Galvanizers Association mencatat bahwa kekerasan lapisan paduan itu mendekati atau melampaui baja struktur yang biasa digalvanis, sedangkan seng luar relatif lunak dan menyerap benturan. Cat menempel; lapisan galvanis tumbuh dari bajanya.

    Makalah Estonia itu juga mencatat bahwa baja bersilikon kurang dari 0,03 persen memberi lapisan kompak, sedangkan 0,03 sampai 0,14 persen (daerah Sandelin) memberi lapisan terlalu tebal, abu-abu, dan kurang melekat. Menurut Galvanizers Association Inggris, EN ISO 1461 direvisi tahun 2022, dan untuk baja lebih tebal dari 6 mm tebal rata-rata minimumnya 85 µm. Nilai untuk baja tipis seperti pipa troli tidak tercatat di sumber bab ini (Contoh 8). Buku pegangan teknik manufaktur menegaskan bahwa ketahanan korosi seng merupakan fungsi tebal lapisannya.

    OpenStax menjelaskan bahwa seng cepat kusam menjadi abu-kebiruan karena lapisan karbonat basa Zn2(OH)2CO3\text{Zn}_2(\text{OH})_2\text{CO}_3 yang melekat dan mempasivasi logam. Patina seng (zinc patina) adalah lapisan karbonat basa seng yang melekat dan memperlambat korosi seng berikutnya. Seng yang terus basah tanpa sirkulasi udara dapat membentuk endapan putih gembur yang disebut karat putih (pengetahuan umum).

    Pada troli di kasus pembuka, gerinda membuang seng di tempat las, dan panas las membakar serta menguapkan seng di pita sekitarnya; Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika mencatat asap seng yang dilepaskan saat itu. Penalaran editorial: yang tertinggal adalah baja telanjang berkerak dan bersisa terak, dan di udara lembap perlindungan korban dari seng di sekitarnya hanya menjangkau jarak pendek. Cat semprot di atas kerak itu terangkat bersama keraknya.

    Elektroplating dan hukum Faraday untuk tebal lapisan

    Elektroplating (electroplating) adalah pelapisan benda penghantar dengan lapisan tipis logam lain melalui elektrolisis, dengan benda dijadikan katode. OpenStax mencatat bahwa tujuannya meliputi ketahanan korosi, penguatan permukaan, tampilan, atau pemurnian, dan mutu lapisan ditentukan komposisi larutan, tegangan sel, dan arus.

    Bab 18 · Kimia memberi massa endapan dari hukum Faraday; teknisi biasanya memerlukan tebal. Dari Q=ItQ = It dan Q=nFQ = nF, lalu volume sama dengan massa dibagi massa jenis dan tebal sama dengan volume dibagi luas, seperti langkah contoh krom OpenStax:

    h=η I t Mz F ρ Ah = \frac{\eta\, I\, t\, M}{z\, F\, \rho\, A}

    dengan hh tebal (cm), η\eta efisiensi arus (pecahan), II arus (A), tt waktu (s), MM massa molar logam (g/mol), zz jumlah elektron per atom, F=96.485F = 96.485 C/mol, ρ\rho massa jenis logam (g/cm³), dan AA luas (cm²); perbandingan I/AI/A adalah rapat arus.

    Rumus itu memberi tebal rata-rata. Buku pegangan teknik manufaktur menyatakan bahwa melapis ke sudut dan tempat sempit bukan hanya sulit tetapi sering tidak mungkin, dan bahwa gejala ini sering disebut sangkar Faraday. Efek sangkar Faraday (Faraday cage effect) adalah melemahnya medan listrik di sudut dalam dan rongga benda penghantar sehingga lapisan yang diendapkan dengan bantuan medan listrik menjadi tipis di sudut dalam dan rongga. Fisikanya umum: medan di dalam rongga penghantar lemah (pengetahuan umum). Gejala yang sama muncul pada cat bubuk elektrostatis, yang menurut buku itu dapat dibantu dengan pistol bermuatan gesek.

    Pelapisan listrik pada baja berkekuatan tinggi dapat memasukkan hidrogen (Bab 7). ASTM B849 memuat pra-perlakuan untuk baja berkekuatan tarik 1.000 MPa atau lebih, dan ASTM B850 memandu perlakuan panas sesudah pelapisan dengan kondisi yang bergantung pada kekuatan tarik baja, tanpa jaminan bebas sepenuhnya dari kerusakan hidrogen. Suhu dan waktunya diambil dari standar dan pemasok pelapisan.

    Anodisasi aluminium

    Anodisasi (anodizing) adalah penebalan lapisan oksida aluminium secara elektrolisis dengan aluminium dijadikan anode. Reaksinya dapat ditulis (pengetahuan umum):

    2 Al+3 H2O→Al2O3+6 H++6e−2\,\text{Al} + 3\,\text{H}_2\text{O} \rightarrow \text{Al}_2\text{O}_3 + 6\,\text{H}^+ + 6e^-

    Buku elektrokimia dalam narasi Kimia membahas lapisan oksida yang tumbuh di anode. Elektroplating mengendapkan logam dari larutan, sedangkan anodisasi mengubah logam benda itu sendiri menjadi oksida; PBR aluminium 1,29 menjelaskan mengapa oksida itu menutup permukaan. Karena lapisannya bukan penghantar (Bab 4), buku pegangan teknik manufaktur mencatat bahwa bila kontak benda terlepas saat dianodisasi, prosesnya berhenti. Lapisan dapat diwarnai dengan pewarna anodisasi dari pemasok industri, lalu disegel; menurut sumber sekunder, pilihan penyegelan meliputi air panas, nikel asetat, natrium dikromat, dan segel ganda. Menurut sumber sekunder pula, MIL-A-8625 membedakan Tipe I asam kromat, Tipe II asam sulfat, dan Tipe III anodisasi keras. Aluminum Anodizers Council menekankan bahwa tebal lapisan dicantumkan di gambar komponen atau dokumen pembelian. Orde tebalnya beberapa sampai puluhan mikrometer.

    Pasivasi kimia dan pengasaman

    Buku pegangan teknik manufaktur mencatat bahwa sebagian penyelesaian permukaan dicapai murni dengan cara kimia, meliputi pengasaman, celup kilap, dan lapisan konversi. Pengasaman (pickling) adalah pembuangan kerak dan oksida dari permukaan logam dengan larutan asam. Asam melarutkan oksida dan sebagian logam, dan reaksinya dengan baja melepaskan hidrogen, salah satu sumber penggetasan di Bab 7. Untuk kerak yang sangat tebal, buku pegangan itu menyebut bak mungkin perlu dipanaskan sampai sekitar 170 sampai 180 °F, yaitu 77 sampai 82 °C.

    Pasivasi kimia (chemical passivation) adalah perlakuan baja tahan karat dengan larutan asam pengoksidasi atau pengkelat untuk membuang besi bebas dan kotoran sehingga lapisan oksida kaya krom terbentuk utuh. OpenStax mencatat bahwa krom dalam baja tahan karat cenderung berkumpul di dekat permukaan dan membentuk oksida pasif. Menurut halaman toko ASTM, ASTM A967 mencakup celup larutan asam nitrat, celup larutan asam sitrat, dan perlakuan elektrokimia; ujinya, antara lain celup air, kelembapan tinggi, semprot garam, tembaga sulfat, dan kain lembap, membuktikan bahwa besi bebas dan bahan asing sudah terbuang; benda dibilas segera setelah keluar dari bak; dan hasilnya tidak boleh tergores asam, bersumur, atau buram. Halaman itu menandai edisi 2017 sebagai historis; edisi yang berlaku belum diperiksa. Perlakuan permukaan baja tahan karat yang lebih lengkap ada di ASTM A380.

    Pengasaman membuang oksida tebal, termasuk warna panas las yang dibahas Bab 3, beserta sedikit logam; pasivasi membuang besi bebas dari permukaan yang sudah bersih.

    Uji pecah air (water-break test) adalah pemeriksaan kebersihan permukaan dengan membasahi permukaan lalu mengamati apakah lapisan air tetap rata atau pecah menjadi tetesan. Buku pegangan teknik manufaktur menyatakan bahwa bila setelah 5 detik terbentuk lapisan air yang rata, benda dianggap bersih. Fisikanya dari OpenStax: air menyebar bila adhesi air dengan permukaan lebih kuat daripada kohesi antarmolekul air, dan membentuk tetesan di permukaan berlilin bila sebaliknya. Tegangan permukaan dan pembasahan dibahas di Bab 21 · Kimia.

    Persiapan permukaan dan cat

    OpenStax menulis bahwa cat melindungi besi selama cat itu utuh, dan bahwa goresan pada cat membentuk sel galvanik Fe(s) | Fe²⁺(aq) || O₂(aq), H₂O(l) | Fe(s). Daya lindung cat karena itu ditentukan daya lekat dan cacat terkecilnya.

    Untuk baja, ISO 8501-1 dipakai sebagai acuan foto tingkat kebersihan. Menurut sumber sekunder, standar itu membedakan kondisi awal A sampai D, dari kerak giling yang masih utuh sampai karat bersumur dalam, dan foto pembanding harus sesuai kondisi awalnya. Menurut lembaga pelatihan, Sa 2½ dan SSPC-SP 10 umumnya diperlakukan setara walau tidak identik, dan SP 10 membatasi noda sampai 5 persen per satuan luas. Angka "15 persen noda" untuk Sa 2½ dari satu sumber pelatihan tidak dapat dipastikan sebagai isi standar, karena sumber lain menyatakan ISO 8501-1 tidak memakai persentase. Profil permukaan (surface profile) adalah kekasaran puncak dan lembah hasil semprot abrasif yang memberi pegangan mekanis bagi cat. Tingkat Sa hanya menyatakan kebersihan; profil ditentukan terpisah.

    Bahasan pelapis buku pegangan teknik manufaktur dalam narasi Logika dan Sistem Teknis memberi beberapa pegangan. Semprot adalah cara paling umum. Pelapis berbasis air menghasilkan lebih sedikit senyawa organik mudah menguap, kurang beracun, dan bahaya kebakarannya lebih kecil daripada pelapis berpelarut. Cat bubuk termoset biasanya disemprot elektrostatis sebagai lapisan kering, dan tebalnya tidak dapat dikendalikan setipis pelapis cair. Urutan di lapangan (penalaran editorial): buang minyak, buang kerak dan karat sampai tingkat yang diminta lembar data cat, lakukan uji pecah air, lalu cat dalam selang waktu yang ditetapkan. Cat di atas baja galvanis memerlukan cat dasar yang dinyatakan cocok oleh pabrik cat (pengetahuan umum).

    Contoh kerja

    Contoh 1: laju parabolik dan linear. Kerak 5 µm terbentuk dalam 1 jam (angka latihan). Parabolik: kp=25k_p = 25 µm²/jam, sehingga setelah 4 jam x=25×4=10x = \sqrt{25 \times 4} = 10 µm dan setelah 100 jam x=2.500=50x = \sqrt{2.500} = 50 µm. Linear: kl=5k_l = 5 µm/jam, sehingga 20 µm dan 500 µm. Kerak yang retak menghabiskan logam sepuluh kali lebih banyak.

    Contoh 2: pengaruh suhu. Dengan Ea=200E_a = 200 kJ/mol (angka latihan), dari 800 °C (1.073,15 K) ke 900 °C (1.173,15 K): ln⁡(k2/k1)=(200.000/8,314)(1/1.073,15−1/1.173,15)=1,91\ln(k_2/k_1) = (200.000/8{,}314)(1/1.073{,}15 - 1/1.173{,}15) = 1{,}91, jadi kpk_p naik e1,91=6,8e^{1{,}91} = 6{,}8 kali, dan tebal parabolik pada waktu yang sama naik 6,8=2,6\sqrt{6{,}8} = 2{,}6 kali.

    Contoh 3: PBR aluminium. Dengan Al2O3\text{Al}_2\text{O}_3 101,96 g/mol dan 3,95 g/cm³, aluminium 26,98 g/mol dan 2,70 g/cm³ (massa jenis nilai literatur umum), dan n=2n = 2: PBR=(101,96×2,70)/(2×26,98×3,95)=275,3/213,1=1,29\text{PBR} = (101{,}96 \times 2{,}70)/(2 \times 26{,}98 \times 3{,}95) = 275{,}3/213{,}1 = 1{,}29.

    Contoh 4: PBR magnesium. MgO 40,30 g/mol dan 3,58 g/cm³, magnesium 24,31 g/mol dan 1,74 g/cm³ (nilai literatur umum), n=1n = 1: PBR=(40,30×1,74)/(24,31×3,58)=70,1/87,0=0,81\text{PBR} = (40{,}30 \times 1{,}74)/(24{,}31 \times 3{,}58) = 70{,}1/87{,}0 = 0{,}81, di bawah 1.

    Contoh 5: tebal lapisan nikel. Rapat arus 200 A/m² selama 30 menit (angka latihan), nikel 58,69 g/mol, 8,90 g/cm³ (nilai literatur umum), z=2z = 2. Muatan per luas 200×1.800=360.000200 \times 1.800 = 360.000 C/m², yaitu 3,73 mol elektron, mengendapkan 1,87 mol atau 109 g nikel per m². Volumenya 109/8,90=12,3109/8{,}90 = 12{,}3 cm³ per 10.000 cm², jadi tebalnya 12,3 µm pada efisiensi 100 persen dan 11,7 µm pada 95 persen (angka latihan).

    Contoh 6: waktu pelapisan krom (contoh OpenStax). Untuk krom 0,010 mm pada 3,3 m² dari larutan krom(III) dengan 33,46 A, OpenStax menghitung volume 33 cm³, massa 33×7,19=23733 \times 7{,}19 = 237 g atau 4,56 mol, muatan 4,56×3×96.485=1,32×1064{,}56 \times 3 \times 96.485 = 1{,}32 \times 10^6 C, dan waktu 3,95×1043{,}95 \times 10^4 s atau 11,0 jam, dengan efisiensi 100 persen. Bila bak hanya mencapai 30 persen (angka latihan; nilai nyata dari pemasok bak), waktunya 11,0/0,30≈3711{,}0/0{,}30 \approx 37 jam.

    Contoh 7: galvanis celup panas dibandingkan pelapisan listrik. Seng 85 µm pada 1 m² bervolume 85 cm³ dan bermassa 85×7,140=60785 \times 7{,}140 = 607 g (massa jenis dari OpenStax), yaitu 9,28 mol, sehingga muatannya 9,28×2×96.485=1,79×1069{,}28 \times 2 \times 96.485 = 1{,}79 \times 10^6 C. Pada 200 A/m² dan efisiensi 100 persen diperlukan sekitar 8.960 s, kira-kira 2,5 jam. Soal OpenStax: seng 0,100 mm pada satu sisi lembaran 3,00 m kali 5,50 m dengan 25,5 A memerlukan 11,8 kg seng dan 379 jam. Penalaran editorial: itulah sebabnya lapisan seng listrik umumnya jauh lebih tipis.

    Contoh 8: memeriksa tebal galvanis. Pelat dasar troli setebal 10 mm diukur di lima titik dengan alat ukur tebal lapisan magnetik (pengetahuan umum): 96, 82, 88, 104, dan 79 µm (angka latihan). Rata-ratanya 449/5=89,8449/5 = 89{,}8 µm, di atas 85 µm untuk baja lebih tebal dari 6 mm. Titik di bawah 85 µm tidak otomatis menolak benda, karena syarat setempat dibaca dari teks standar. Pipa rangka setebal 2 mm masuk kategori lain, jadi nilainya diminta dari sertifikat galvanizer.

    Contoh 9: memperbaiki troli di kasus pembuka. Cat terkelupas, terak, dan kerak di pita las dibuang sampai baja bersih, minyak dicuci, dan permukaan diuji pecah air. Daerah itu lalu dilapisi pelapis yang dinyatakan pabriknya cocok untuk memperbaiki lapisan galvanis, misalnya cat kaya seng (pengetahuan umum). Untuk pipa berdiameter 25 mm dengan pita rusak 40 mm di tiap sisi las 10 mm (angka latihan), luas per sambungan π×25×90=7.069\pi \times 25 \times 90 = 7.069 mm² atau 70,7 cm²; empat sambungan hanya sekitar 0,028 m².

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan ke penyelia, pabrik, atau penyedia jasa yang berwenang bila:

    1. Asam pengasaman, larutan pasivasi, atau bahan berkromat akan dipakai tanpa lembar data keselamatan, alat pelindung diri, ventilasi, dan cara membuang sisa larutan yang disetujui; di bengkel hanya dipakai produk yang ditujukan untuk pekerjaan itu. Kondisi berhenti untuk bahan kimia dibahas di Bab 1 · Keselamatan.
    2. Baut, pegas, atau komponen berkekuatan tinggi akan diasamkan atau dilapisi listrik tanpa prosedur pengurangan risiko hidrogen dari standar dan pemasok pelapisan.
    3. Baja galvanis akan dilas, dipotong, atau digerinda panas tanpa ventilasi isap dan izin kerja panas menurut Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika.
    4. Peralatan pangan, medis, atau bertekanan yang spesifikasinya mensyaratkan perlakuan permukaan tertentu akan diperlakukan ulang tanpa prosedur yang diakui pemilik spesifikasi.
    5. Elemen pemanas menunjukkan kerak mengelupas, penipisan setempat, atau warna tidak merata; mesin diisolasi dari listrik dan elemen diganti menurut manual pabrik.
    6. Rangka penahan beban menunjukkan karat yang menipiskan penampang atau retak di las; penilaiannya diserahkan ke insinyur dan pemeriksa berkualifikasi dengan uji tak merusak di Bab 18.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Lapisan galvanis tetap melindungi daerah las." Gerinda dan panas las membuang seng di pita sekitar las, sehingga daerah itu harus dilapisi ulang.
    2. "Kerak yang makin tebal berarti logam makin cepat habis." Pada kerak padat yang melekat, laju justru makin lambat menurut hukum parabolik; yang berbahaya adalah kerak yang retak dan rontok.
    3. "Semua oksida melindungi logamnya." PBR hanya pedoman kasar; kerak baja ber-PBR 1,77 tetap mengelupas pada siklus panas dan dingin.
    4. "Menggandakan arus menggandakan tebal di setiap titik." Rumus Faraday memberi tebal rata-rata; sudut dalam tetap tipis karena efek sangkar Faraday, dan efisiensi arus jarang 100 persen.
    5. "Pasivasi sama dengan pengasaman." Pengasaman membuang kerak dan oksida tebal beserta sedikit logam; pasivasi membuang besi bebas dari permukaan yang sudah bersih.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 19 · Kimia memberi mekanisme korosi basah dan anode korban; Bab 18 · Kimia hukum Faraday; Bab 3 lapisan pasif; Bab 4 oksida aluminium; Bab 7 penggetasan hidrogen; Bab 13 · Mekanikal & Mekatronika kerja panas; Bab 13 · Kimia persamaan Arrhenius; dan Bab 21 · Kimia pembasahan. Di rak yang sama, Bab 11 membahas koefisien difusi yang mengendalikan pertumbuhan kerak, Bab 16 diagram Ellingham dan elektrolisis logam sebagai sisi termodinamika oksidasi, Bab 14 zona terpengaruh panas di sekitar las tempat lapisan rusak, dan Bab 18 uji tak merusak untuk retak dan tebal lapisan.

    Latihan dan pembahasan

    1. Kerak parabolik 8 µm terbentuk dalam 2 jam. Berapa tebalnya setelah 50 jam, dan berapa bila lajunya linear?
    2. Dengan Ea=150E_a = 150 kJ/mol (angka latihan), berapa kali kpk_p naik dari 700 °C ke 800 °C, dan berapa kali tebal kerak parabolik pada waktu yang sama?
    3. Hitung PBR krom dari Cr2O3\text{Cr}_2\text{O}_3 151,99 g/mol dan 5,22 g/cm³ (nilai literatur umum) serta krom 52,00 g/mol dan 7,19 g/cm³. Apa artinya?
    4. Berapa menit diperlukan untuk melapis seng 20 µm pada 150 A/m² dengan efisiensi arus 90 persen (angka latihan), memakai seng 65,38 g/mol dan 7,140 g/cm³?
    5. Mengapa rak piring berlapis listrik berkarat lebih dulu di sudut dalam sambungannya?
    6. Sebutkan dua pemeriksaan sebelum mengecat rangka baja mesin cuci yang berkarat, beserta alasannya.

    Kunci jawaban beralasan

    1. Parabolik: x=850/2=40x = 8\sqrt{50/2} = 40 µm, karena kuadrat tebal sebanding dengan waktu. Linear: 8×25=2008 \times 25 = 200 µm, lima kali lebih tebal, karena kerak yang tidak melindungi tidak memperlambat reaksi.
    2. ln⁡(k2/k1)=(150.000/8,314)(1/973,15−1/1.073,15)=1,73\ln(k_2/k_1) = (150.000/8{,}314)(1/973{,}15 - 1/1.073{,}15) = 1{,}73, jadi kpk_p naik sekitar 5,6 kali. Tebal parabolik sebanding dengan akar kpk_p, sehingga tebal pada waktu yang sama naik sekitar 2,4 kali.
    3. PBR=(151,99×7,19)/(2×52,00×5,22)=2,01\text{PBR} = (151{,}99 \times 7{,}19)/(2 \times 52{,}00 \times 5{,}22) = 2{,}01, cocok dengan tabel 1,99. Oksida itu menutup logam dengan tegangan tekan sedang, dan kerak krom yang tipis dan melekat ini membantu kawat nikrom tahan membara.
    4. Massa per luas 20×10−4×10.000×7,140=142,820 \times 10^{-4} \times 10.000 \times 7{,}140 = 142{,}8 g/m², yaitu 2,18 mol seng dan 4,37 mol elektron, atau 4,21×1054{,}21 \times 10^5 C/m². Pada 150 A/m² dan efisiensi 90 persen, waktunya 4,21×105/135=3.1204{,}21 \times 10^5/135 = 3.120 s, sekitar 52 menit.
    5. Medan listrik di sudut dalam benda penghantar lemah, sehingga rapat arus di sana kecil dan lapisannya tipis atau tidak ada. Buku pegangan teknik manufaktur menyebutnya efek sangkar Faraday, dan sudut itu juga tempat air tertahan, jadi karat muncul lebih dulu di sana.
    6. Pertama, apakah karat lepas, kerak, dan minyak sudah dibuang sampai tingkat yang diminta lembar data cat, karena cat terangkat bersama lapisan yang tidak melekat. Kedua, uji pecah air, karena lapisan air yang pecah sebelum 5 detik menandakan masih ada minyak.

    Referensi

    Sumber luar

    • OpenStax: Chemistry 2eopenstax.org
    • lecture 29my.eng.utah.edu
    • The Pilling-Bedworth Ratio of Oxides Formed From the Precipitated Phases in Magnesium Alloysfrontiersin.org
    • coating characteristics of batch hot dip galvanizinggalvanizeit.org
    • eniso 1461 2022 publishedgalvanizing.org.uk
    • EN ISO 1461galvanizing.org.uk
    • proc 2016 2 159 165kirj.ee
    • Standard Historical Last Updated: Jan 24, 2025 Track Documentstore.astm.org
    • Standard Specification for Pre-Treatments of Iron or Steel for Reducing Risk of Hydrogen Embrittlementstore.astm.org
    • ASTM B850-98(2022)webstore.ansi.org
    • Military Specification MIL-A-8625anodizing.org
    • Setting the standard for abrasive blast cleaningcorrodere.com

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Kerak parabolik 8 µm terbentuk dalam 2 jam. Berapa tebalnya setelah 50 jam, dan berapa bila lajunya linear?

    2

    Dengan Ea=150E_a = 150 kJ/mol (angka latihan), berapa kali kpk_p naik dari 700 °C ke 800 °C, dan berapa kali tebal kerak parabolik pada waktu yang sama?

    3

    Hitung PBR krom dari Cr2O3\text{Cr}_2\text{O}_3 151,99 g/mol dan 5,22 g/cm³ (nilai literatur umum) serta krom 52,00 g/mol dan 7,19 g/cm³. Apa artinya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat