Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Fisika · Bab 9Kuantitatif

    Fluida statis: tekanan hidrostatis, tekanan ukur, hukum Pascal, dan gaya apung

    Sensor level di tangki deterjen membaca tekanan, bukan tinggi cairan; tangki air di atap memberi tekanan pada keran di lantai bawah tanpa pompa; dongkrak hidrolik mengangkat mesin dengan dorongan tangan; pelampung menutup katup ketika tangki penuh. Semua itu adalah fluida yang diam. Bab ini menjelaskan tekanan dan satuannya, tekanan yang bertambah dengan kedalaman, tekanan mutlak dan tekanan ukur, manometer, kolom air sebagai ukuran tekanan, hukum Pascal dan pengganda gaya hidrolik, gaya apung Archimedes, serta pengukuran level dan massa jenis dari tekanan. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    23 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah laundry memasang sensor level berbasis tekanan di dasar tangki deterjen cair. Selama uji dengan air, layar menunjukkan level yang tepat. Setelah tangki diisi deterjen, layar selalu menunjukkan level lebih tinggi daripada yang terlihat di gelas penduga, dan tangki sempat meluap saat pengisian karena kontroler mengira tangki belum penuh. Sensor tidak rusak. Sensor mengukur tekanan di dasar tangki, dan tekanan itu bergantung pada tinggi cairan sekaligus massa jenisnya. Deterjen lebih berat daripada air, sehingga tinggi yang sama memberi tekanan lebih besar.

    Fluida yang diam punya aturan yang sederhana tetapi sering disalahpahami: tekanan bergantung pada kedalaman, bukan pada bentuk wadah; tekanan diteruskan ke segala arah; dan benda yang tercelup didorong ke atas oleh fluida. Bab ini membangun aturan-aturan itu dan memakainya untuk tangki, manometer, dongkrak, pelampung, dan sensor.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas tekanan, tekanan hidrostatis, tekanan mutlak dan ukur, manometer dan kolom air, hukum Pascal, gaya apung, pengapungan, dan pengukuran level serta massa jenis dari tekanan. Sumber pemilik adalah narasi disiplin Fisika Teknik serta narasi Teknik Mekanikal, yang memuat gaya apung pada benda terapung dan terendam dari buku mekanika fluida, contoh kapal selam dari bahan kuliah, dan definisi tekanan ukur dari buku pegangan teknik mesin.

    Fluida yang mengalir, debit, kontinuitas, dan rugi tekan dibahas di Bab 1 · Fluida & Termal dan Bab 2 · Fluida & Termal rak Fluida & Termal. Pengendalian tekanan dan palu air di instalasi air dibahas di Bab 10 · Air & Pengolahan Air. Sensor dan transmiter proses dibahas di rak Kelistrikan & Kendali. Satuan dan konversinya ada di Bab 3 · Satuan & Matematika.

    Tekanan dan satuannya

    Tekanan adalah gaya tegak lurus per satuan luas:

    p=FAp = \frac{F}{A}

    Satuan SI-nya pascal, 1 Pa = 1 N/m². Pascal sangat kecil untuk pekerjaan teknik, sehingga dipakai kilopascal (kPa), megapascal (MPa), dan bar, dengan 1 bar = 100 kPa. Di lapangan juga dijumpai psi (1 psi ≈ 6,895 kPa), mmHg, dan meter kolom air. Bab 3 · Satuan & Matematika membahas konversi satuan.

    Fluida yang diam menekan setiap permukaan yang disentuhnya dengan gaya yang tegak lurus permukaan itu. Pada satu titik di dalam fluida diam, tekanannya sama ke segala arah. Itulah sebabnya pengukur tekanan dapat dipasang menghadap ke mana pun selama titiknya sama.

    Tekanan bertambah dengan kedalaman

    Bayangkan kolom fluida setinggi hh dengan luas alas AA. Beratnya ρ g h A\rho\,g\,h\,A, dan berat itu ditopang oleh tekanan di alas. Untuk fluida yang massa jenisnya tetap, tekanan pada kedalaman hh di bawah permukaan bebas adalah

    p=p0+ρ g hp = p_0 + \rho\,g\,h

    dengan p0p_0 tekanan di permukaan, biasanya tekanan atmosfer. Suku ρgh\rho g h disebut tekanan hidrostatis.

    Rumus ini memuat tiga akibat penting. Pertama, tekanan hanya bergantung pada kedalaman tegak, bukan pada bentuk atau lebar wadah. Pipa tegak yang tipis dan tangki lebar setinggi sama memberi tekanan yang sama di dasarnya. Kedua, semua titik pada kedalaman yang sama dalam fluida yang sama dan tersambung punya tekanan sama; inilah dasar gelas penduga di sisi tangki dan selang waterpas tukang bangunan. Ketiga, tekanan sebanding massa jenis. Cairan yang lebih berat memberi tekanan lebih besar pada kedalaman yang sama, seperti di kasus pembuka.

    Untuk air, ρg≈9,81\rho g \approx 9{,}81 kPa per meter, sehingga kolom air 10 m memberi sekitar 0,98 bar. Pegangan lapangan "10 meter air kira-kira 1 bar" berasal dari sini.

    Tekanan mutlak dan tekanan ukur

    Udara juga fluida, dan atmosfer bumi menekan semua permukaan dengan tekanan sekitar 101 kPa di permukaan laut. Buku listrik, magnet, dan cahaya dalam sumber memakai nilai kasar tekanan atmosfer sekitar 10510^5 N/m². Kita jarang merasakannya karena tekanan itu bekerja dari segala arah, termasuk dari dalam tubuh.

    Kebanyakan pengukur tekanan di lapangan membaca selisih terhadap atmosfer. Buku pegangan teknik mesin dalam narasi Teknik Mekanikal mendefinisikan tekanan ukur sebagai tekanan di atas atau di bawah tekanan atmosfer. Hubungannya:

    pmutlak=pukur+patmp_\text{mutlak} = p_\text{ukur} + p_\text{atm}

    Manometer ban, manometer pompa, dan pengukur tekanan air membaca tekanan ukur; satuannya sering diberi akhiran g, seperti barg atau psig. Tekanan mutlak dipakai dalam hukum gas dan tabel uap, karena di sana yang berperan adalah tekanan total. Tekanan ukur negatif disebut vakum. Mencampur keduanya adalah sumber kesalahan yang sering, terutama ketika membaca tabel uap atau menghitung gas, yang dibahas di tingkat kuantitatif rak ini.

    Tekanan atmosfer juga menetapkan batas isap. Pompa atau eduktor yang mengisap cairan dari bawah tidak menarik cairan; yang mendorong cairan naik adalah tekanan atmosfer pada permukaan cairan di wadah, seperti dijelaskan di Bab 2 · Dispensing Kimia. Bahkan dengan vakum sempurna di sisi isap, tekanan atmosfer hanya dapat menopang kolom air setinggi 101,3/9,81≈10,3101{,}3/9{,}81 \approx 10{,}3 m. Dalam praktik batasnya jauh lebih rendah karena rugi gesek dan karena air mulai mendidih pada tekanan rendah. Pompa yang harus mengangkat air dari sumur yang dalam karena itu dipasang di bawah atau di dalam sumur, bukan di atasnya.

    Manometer dan kolom cairan

    Tekanan kecil diukur dengan kolom cairan. Manometer pipa U berisi cairan dengan massa jenis ρm\rho_\text{m}; selisih tinggi permukaan cairan di kedua kaki, Δh\Delta h, menunjukkan selisih tekanan:

    Δp=ρm g Δh\Delta p = \rho_\text{m}\,g\,\Delta h

    Manometer berisi air dipakai untuk tekanan kecil, misalnya tekanan saluran udara pengering atau hisapan cerobong. Manometer berisi raksa dipakai untuk tekanan lebih besar, karena raksa 13,6 kali lebih berat daripada air sehingga kolomnya lebih pendek. Karena hubungan yang sama, tekanan sering dinyatakan langsung dalam tinggi kolom, seperti milimeter kolom air atau meter kolom air.

    Konsep head pompa di Bab 3 · Fluida & Termal memakai cara yang sama: head adalah tekanan yang dinyatakan sebagai tinggi kolom fluida yang dipompa.

    Gaya total pada dinding dan dasar tangki

    Tekanan pada dasar tangki rata, sehingga gaya totalnya cukup tekanan dikali luas dasar. Pada dinding tegak, tekanan naik dari nol di permukaan sampai ρgh\rho g h di dasar. Tekanan rata-ratanya terletak di setengah kedalaman, sehingga gaya total pada dinding selebar ww yang dibasahi setinggi hh adalah

    F=12 ρ g h2 wF = \tfrac{1}{2}\,\rho\,g\,h^2\,w

    Gaya itu sebanding kuadrat kedalaman: tangki dua kali lebih tinggi memberi gaya empat kali lebih besar pada dinding selebar sama. Titik kerja gaya total, yang disebut pusat tekanan, berada pada sepertiga tinggi dari dasar, bukan di tengah, karena bagian bawah menerima tekanan lebih besar. Itulah sebabnya tangki panel dan bak beton diperkuat lebih banyak di bagian bawah, dan mengapa dinding bak yang retak biasanya mulai bocor di dekat dasar. Perancangan dinding tangki adalah pekerjaan struktur; rumus ini memberi besar gaya yang harus ditahan.

    Tangki atap dan tekanan di keran

    Tangki air di atap memberi tekanan pada keran di bawahnya tanpa pompa. Tekanan statis di keran, ketika tidak ada aliran, ditentukan oleh beda tinggi permukaan air di tangki dan keran. Gedung bertingkat karena itu punya tekanan yang lebih besar di lantai bawah, dan kadang memerlukan katup penurun tekanan supaya peralatan di lantai bawah tidak menerima tekanan berlebih.

    Ketika air mengalir, sebagian tekanan habis untuk rugi gesek di pipa, sehingga tekanan dinamis di keran lebih kecil daripada tekanan statis. Bab 2 · Fluida & Termal membahas rugi itu. Tekanan statis tetap batas atas yang berguna: peralatan yang dipasang harus tahan terhadapnya ketika semua keran tertutup.

    Hukum Pascal dan pengganda gaya hidrolik

    Perubahan tekanan pada fluida tertutup diteruskan sama besar ke seluruh bagian fluida dan dinding wadahnya. Dongkrak hidrolik memakai hukum ini. Gaya kecil F1F_1 pada torak kecil berluas A1A_1 menimbulkan tekanan F1/A1F_1/A_1, dan tekanan yang sama menekan torak besar berluas A2A_2, sehingga gayanya

    F2=F1 A2A1F_2 = F_1\,\frac{A_2}{A_1}

    Gaya digandakan sebanding perbandingan luas. Seperti pesawat sederhana di Bab 7, tidak ada usaha yang digandakan: volume fluida yang dipindahkan sama, sehingga torak kecil harus bergerak A2/A1A_2/A_1 kali lebih jauh daripada torak besar. Rem hidrolik, pengangkat meja, dan silinder hidrolik bekerja dengan prinsip yang sama.

    Hukum Pascal juga menjelaskan mengapa udara yang terperangkap dalam sistem hidrolik berbahaya bagi kinerjanya: udara mampat, sehingga sebagian gerak torak kecil terbuang untuk memampatkan udara dan rem terasa lunak.

    Tekanan dalam sistem hidrolik kerja biasanya puluhan sampai ratusan bar. Pada tekanan itu, kebocoran sekecil lubang jarum menghasilkan pancaran yang dapat menembus kulit dan menyuntikkan oli ke jaringan tubuh, cedera yang sering tampak kecil di awal tetapi berbahaya. Karena itu selang hidrolik yang dicurigai bocor tidak diraba dengan tangan, melainkan diperiksa dengan selembar karton dari jarak aman, setelah tekanan dilepaskan bila memungkinkan. Pegangan keselamatan ini adalah praktik umum bengkel dan dicatat di sini sebagai saran editorial.

    Gaya apung dan hukum Archimedes

    Benda yang tercelup dalam fluida mengalami tekanan lebih besar di bagian bawahnya daripada di bagian atasnya, karena bagian bawah lebih dalam. Selisih itu menghasilkan gaya ke atas yang disebut gaya apung. Hukum Archimedes menyatakan besarnya: gaya apung sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda,

    Fapung=ρfluida g VtercelupF_\text{apung} = \rho_\text{fluida}\,g\,V_\text{tercelup}

    Buku mekanika fluida dalam narasi Teknik Mekanikal membahas gaya apung pada benda yang terapung dan benda yang terendam. Bahan kuliah dalam narasi yang sama memakai pertanyaan mengapa kapal selam dapat terapung, melayang, dan tenggelam. Jawabannya: benda tenggelam bila beratnya lebih besar daripada gaya apung saat tercelup seluruhnya, melayang bila sama, dan terapung bila lebih kecil. Kapal selam mengubah beratnya dengan mengisi atau mengosongkan tangki pemberat.

    Benda yang terapung tenggelam sebagian sampai gaya apung sama dengan beratnya. Untuk benda padat homogen, bagian yang tercelup sama dengan perbandingan massa jenis benda terhadap massa jenis fluida. Benda bermassa jenis 0,95 kg/L terapung di air dengan 95 persen volumenya di bawah permukaan.

    Gaya apung di peralatan

    Pelampung pada katup pengisi tangki, sakelar level pelampung, dan pelampung penahan buih memakai gaya apung. Pelampung harus menghasilkan gaya apung yang cukup untuk menutup katup melawan tekanan air masuk; pelampung yang bocor dan terisi air kehilangan gaya apungnya, sehingga katup tidak menutup dan tangki meluap. Sakelar pelampung dalam cairan yang lebih ringan daripada air, seperti beberapa pelarut, menghasilkan gaya apung lebih kecil dan dapat gagal mengangkat kontaknya.

    Hidrometer mengukur massa jenis cairan dengan cara terbalik: alat apung yang beratnya tetap tenggelam lebih dalam di cairan yang lebih ringan. Skala pada batangnya langsung membaca massa jenis. Cara ini dapat dipakai untuk memeriksa larutan garam regenerasi pelunak atau larutan produk, dengan membandingkan bacaan terhadap data pemasok.

    Level dan massa jenis dari tekanan

    Sensor tekanan di dasar tangki terbuka mengukur ρgh\rho g h. Kontroler menghitung tinggi cairan dengan membagi tekanan itu dengan ρg\rho g yang disetel:

    h=pukurρ gh = \frac{p_\text{ukur}}{\rho\,g}

    Bila massa jenis yang disetel tidak sama dengan cairan sebenarnya, level yang ditampilkan salah sebanding perbandingan massa jenisnya. Kasus pembuka adalah contohnya: kontroler disetel untuk air, tetapi tangki berisi deterjen yang lebih berat, sehingga level yang ditampilkan lebih tinggi daripada sebenarnya dan sistem pengisian berhenti lebih cepat. Pada sistem yang bekerja terbalik, kesalahan yang sama dapat menyebabkan luapan. Tangki tertutup bertekanan memerlukan sensor kedua di atas permukaan cairan atau sensor beda tekanan, karena tekanan gas di atas cairan ikut terbaca.

    Dua sensor tekanan pada beda tinggi yang diketahui di dalam cairan memberi massa jenis cairan: ρ=Δp/(g Δh)\rho = \Delta p/(g\,\Delta h). Cara ini dipakai untuk memantau kepekatan larutan secara terus-menerus. Penjelasan di bagian ini adalah penerapan editorial; sensor dan pengawatannya dibahas di rak Kelistrikan & Kendali.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Tekanan di dasar tangki. Tangki air terbuka setinggi 2,0 m. Tekanan ukur di dasarnya 1000×9,81×2,0=19,61000 \times 9{,}81 \times 2{,}0 = 19{,}6 kPa atau 0,196 bar. Tekanan mutlaknya sekitar 101,3+19,6=120,9101{,}3 + 19{,}6 = 120{,}9 kPa.

    Contoh 2. Tangki atap. Permukaan air tangki atap 12 m di atas keran lantai dasar. Tekanan statis di keran 1000×9,81×12=117,71000 \times 9{,}81 \times 12 = 117{,}7 kPa, sekitar 1,18 bar. Saat air mengalir, tekanan di keran lebih rendah karena rugi gesek.

    Contoh 3. Manometer pipa U. Manometer berisi air menunjukkan selisih 150 mm antara kedua kaki. Selisih tekanannya 1000×9,81×0,15=1.4721000 \times 9{,}81 \times 0{,}15 = 1.472 Pa, sekitar 1,5 kPa. Bila diisi raksa dengan selisih yang sama, tekanannya 13,6 kali lebih besar.

    Contoh 4. Dongkrak hidrolik. Torak kecil berdiameter 20 mm, torak besar 100 mm. Perbandingan luasnya (100/20)2=25(100/20)^2 = 25. Gaya tangan 200 N pada torak kecil menghasilkan 5.000 N, cukup untuk mengangkat sekitar 510 kg. Untuk mengangkat torak besar 1 cm, torak kecil harus bergerak 25 cm, dalam beberapa langkah pompa.

    Contoh 5. Gaya apung pelampung. Pelampung bervolume 0,5 L tercelup penuh di air. Gaya apungnya 1000×9,81×0,0005=4,91000 \times 9{,}81 \times 0{,}0005 = 4{,}9 N. Bila pelampung bermassa 0,1 kg, gaya bersih ke atas 4,9−0,98=3,94{,}9 - 0{,}98 = 3{,}9 N tersedia untuk menutup katup.

    Contoh 6. Sensor level yang disetel untuk air. Sensor di dasar tangki membaca 0,15 bar. Bila disetel untuk air, level yang ditampilkan 15000/(1000×9,81)=1,5315000/(1000 \times 9{,}81) = 1{,}53 m. Bila cairan sebenarnya bermassa jenis 1,2 kg/L, levelnya 15000/(1200×9,81)=1,2715000/(1200 \times 9{,}81) = 1{,}27 m. Kesalahan 26 cm berasal dari setelan massa jenis, bukan dari sensor.

    Contoh 7. Gaya pada lubang inspeksi. Lubang inspeksi 0,3 × 0,3 m di dinding tangki dengan pusat 1,5 m di bawah permukaan air. Tekanan rata-rata pada tutup kira-kira tekanan di pusatnya, 1000×9,81×1,5=14,71000 \times 9{,}81 \times 1{,}5 = 14{,}7 kPa, sehingga gaya pada tutup 14,7×0,09=1,3214{,}7 \times 0{,}09 = 1{,}32 kN, setara berat sekitar 135 kg. Baut tutup harus menahan gaya itu ketika tangki penuh.

    Contoh 8. Berat semu benda di dalam air. Balok aluminium bervolume 1 L bermassa jenis 2,7 kg/L. Beratnya di udara 2,7×9,81=26,52{,}7 \times 9{,}81 = 26{,}5 N. Di dalam air, gaya apungnya 9,819{,}81 N, sehingga beratnya terasa 16,7 N. Mengangkat benda logam dari dasar bak berisi air terasa lebih ringan sampai benda keluar dari permukaan.

    Contoh 9. Dinding tangki panel. Dinding tangki panel selebar 1 m dibasahi air setinggi 2 m. Gaya totalnya 12×1000×9,81×22×1=19,6\tfrac{1}{2} \times 1000 \times 9{,}81 \times 2^2 \times 1 = 19{,}6 kN, setara berat sekitar 2 ton, bekerja pada ketinggian 2/3=0,672/3 = 0{,}67 m dari dasar. Bila tangki diisi sampai 3 m, gayanya menjadi 44,1 kN, lebih dari dua kali lipat.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan bila:

    1. Tutup lubang inspeksi, flens, atau sambungan pada tangki berisi akan dibuka. Tekanan hidrostatis menghasilkan gaya besar dan isi tangki dapat menyembur; kosongkan atau isolasi lebih dulu sesuai Bab 1 · Keselamatan.
    2. Sensor level menunjukkan nilai yang tidak cocok dengan pengamatan langsung. Jangan mengisi tangki berdasarkan sensor itu sebelum setelan massa jenis dan titik nolnya diperiksa.
    3. Sistem hidrolik akan dibuka sambungannya selama masih bertekanan, atau beban masih ditopang silinder hidrolik. Turunkan beban ke penyangga mekanis dan lepaskan tekanan lebih dulu.
    4. Peralatan akan disambung ke jaringan air yang tekanan statisnya belum diukur, terutama di lantai bawah gedung bertingkat. Ukur dulu, dan pasang katup penurun tekanan bila perlu.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Tangki yang lebih lebar memberi tekanan lebih besar di dasarnya." Tekanan hanya bergantung pada kedalaman dan massa jenis. Tangki lebar memberi gaya total lebih besar pada dasarnya karena luasnya, tetapi tekanannya sama.

    "Manometer membaca tekanan sebenarnya." Kebanyakan manometer membaca tekanan ukur. Hukum gas dan tabel uap memakai tekanan mutlak.

    "Dongkrak hidrolik menciptakan energi." Gaya digandakan, tetapi jarak gerak berkurang dengan perbandingan yang sama, sehingga usaha tidak bertambah.

    "Benda berat selalu tenggelam." Yang menentukan adalah perbandingan berat terhadap gaya apung saat tercelup, yaitu massa jenis rata-rata benda. Kapal baja terapung karena rongganya membuat massa jenis rata-ratanya kecil.

    "Sensor level tekanan mengukur tinggi cairan." Sensor itu mengukur tekanan. Tinggi dihitung dengan massa jenis yang disetel.

    "Tekanan di keran sama dengan tekanan di tangki." Tekanan statis bergantung pada beda tinggi, dan saat mengalir tekanan berkurang lagi karena rugi gesek.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 · Fluida & Termal dan Bab 2 · Fluida & Termal melanjutkan ke fluida yang mengalir, dan Bab 3 · Fluida & Termal memakai head pompa. Bab 10 · Air & Pengolahan Air membahas pengendalian tekanan di instalasi air. Bab 7 memakai prinsip pertukaran gaya dan jarak yang sama dengan dongkrak hidrolik. Bab 3 · Satuan & Matematika membahas satuan tekanan, dan rak Kelistrikan & Kendali membahas sensor tekanan dan level.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan persamaan, satuan, dan apakah tekanannya mutlak atau ukur. Angka dalam soal adalah angka latihan.

    1. Berapa tekanan ukur di dasar tangki air sedalam 3,5 m dalam bar?
    2. Manometer air pada saluran udara pengering menunjukkan selisih 80 mm. Berapa selisih tekanannya dalam pascal?
    3. Berapa tekanan ukur pada kedalaman 2 m di air laut bermassa jenis 1,03 kg/L?
    4. Dongkrak hidrolik punya torak berdiameter 12,5 mm dan 50 mm. Gaya 150 N pada torak kecil menghasilkan gaya berapa pada torak besar?
    5. Sensor tekanan di dasar tangki air membaca 0,25 bar. Berapa tinggi air di atas sensor?
    6. Balok aluminium 1 L (2,7 kg/L) digantung pada timbangan gantung lalu dicelupkan penuh ke dalam air. Berapa bacaan timbangan dalam newton sebelum dan sesudah dicelupkan?

    Kunci jawaban beralasan

    1. p=1000×9,81×3,5=34,3p = 1000 \times 9{,}81 \times 3{,}5 = 34{,}3 kPa, yaitu 0,343 bar tekanan ukur.
    2. Δp=1000×9,81×0,08=785\Delta p = 1000 \times 9{,}81 \times 0{,}08 = 785 Pa. Selisih sekecil ini biasa untuk saluran udara dan sulit dibaca dengan manometer bourdon biasa.
    3. p=1030×9,81×2=20,2p = 1030 \times 9{,}81 \times 2 = 20{,}2 kPa tekanan ukur, sekitar 3 persen lebih besar daripada di air tawar pada kedalaman sama.
    4. Perbandingan luas (50/12,5)2=16(50/12{,}5)^2 = 16, sehingga gaya 150×16=2.400150 \times 16 = 2.400 N. Torak kecil harus bergerak 16 kali lebih jauh daripada torak besar.
    5. h=25000/(1000×9,81)=2,55h = 25000/(1000 \times 9{,}81) = 2{,}55 m, dengan anggapan tangki terbuka dan cairannya air.
    6. Sebelum dicelupkan, 2,7×9,81=26,52{,}7 \times 9{,}81 = 26{,}5 N. Gaya apung 9,819{,}81 N, sehingga sesudah dicelupkan timbangan membaca 26,5−9,8=16,726{,}5 - 9{,}8 = 16{,}7 N.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Berapa tekanan ukur di dasar tangki air sedalam 3,5 m dalam bar?

    2

    Manometer air pada saluran udara pengering menunjukkan selisih 80 mm. Berapa selisih tekanannya dalam pascal?

    3

    Berapa tekanan ukur pada kedalaman 2 m di air laut bermassa jenis 1,03 kg/L?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaKalor, suhu, dan perpindahan panas

    Urutan baca menurut rak: Fisika · Bab 10.

    Satu disiplinGaya, usaha, dan energi

    Bab lain dalam Fisika Teknik.