Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Water & Water Treatment · Chapter 12Quantitative

    By Kurnia · Published October 6, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 22 min read

    Instrumen debit dan tekanan, tangki tekan, dan proteksi kelistrikan unit RO

    Unit osmosis balik (RO) berpompa diawasi dan dilindungi oleh sedikit komponen: pengukur debit di jalur permeat dan buangan, manometer di titik kritis, tangki tekan berkantong, sakelar tekanan rendah dan tinggi, solenoid, dan rangkaian interlock dengan pembumian serta pengaman arus sisa. Bab ini menghitung recovery dari dua pengukur debit, beda tekanan prafilter dari bacaan pompa mati dan jalan, kapasitas efektif tangki tekan dari hukum Boyle dengan tekanan mutlak, dan arus beban pompa dibanding rating sakelar, semuanya dengan angka lapangan. Pengujian dilakukan tanpa jumper dan tanpa kerja bertegangan; enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    High-risk material

    This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Sebuah unit osmosis balik (reverse osmosis, RO) bertangki di rumah makan mulai hidup-mati sendiri setiap beberapa menit, padahal tidak ada yang membuka keran. Pada saat yang sama, pelanggan mengeluh air di keran cepat habis dan mengalir lemah. Teknisi pertama mengganti pompa. Keluhan tetap ada. Teknisi kedua memeriksa tangki saat kosong dan menemukan tekanan udaranya hampir nol, lalu memeriksa katup searah di jalur permeat yang ternyata bocor balik. Dua komponen murah itu menjelaskan semua gejala.

    Batas pembahasan

    Komponen yang membuat unit dapat dibaca dan dilindungi dibahas di sini: pengukur debit di jalur permeat dan buangan, manometer dan letaknya, tangki tekan berkantong, sakelar tekanan rendah (LPS) dan tinggi (HPS), solenoid air masuk dan bilas, interlock seri, arus beban terhadap rating sakelar, serta pembumian dan pengaman arus sisa. Logika kendali pompa dengan sakelar proses ada di Bab 58 · Kelistrikan & Kendali tentang kendali pompa, pemanas, dan proses dengan sakelar proses; kerja aman listrik, pemutusan, dan penguncian di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman, LOTO, dan izin kerja; tipe dan lokasi wajib RCD di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang RCD. Katup penurun tekanan (PRV) dan palu air ada di Bab 10 tentang proteksi tekanan pada instalasi RO; pola gejala untuk diagnosis di Bab 7 tentang normalisasi data kinerja dan diagnosis sistem RO.

    Pengukur debit dan recovery

    Pengukur debit luas variabel (variable area flowmeter), atau rotameter, adalah tabung tegak berbentuk kerucut berisi pelampung. Makin besar debit, makin tinggi pelampung naik, dan debit dibaca langsung dari skala tanpa catu daya. Rotameter disarankan dipasang di jalur permeat dan jalur buangan sekaligus, sehingga recovery dapat dibaca setiap saat. Kabinet contoh hanya punya pengukur debit di jalur permeat; debit buangannya diukur dengan gelas ukur selama satu menit di luar siklus bilas, seperti cara tampung di Bab 6 tentang recovery, rejeksi, dan neraca konsentrat RO.

    Recovery (recovery) adalah bagian air umpan yang menjadi permeat, dan faktor pemekatan (concentration factor, FP) adalah berapa kali konsentrat lebih pekat daripada air umpan. Keduanya dihitung dengan rumus dari Bab 6 tentang recovery:

    R=QpQp+Qc,FP≈11−RR = \frac{Q_\text{p}}{Q_\text{p} + Q_\text{c}}, \qquad \text{FP} \approx \frac{1}{1 - R}

    QpQ_\text{p} debit permeat dan QcQ_\text{c} debit buangan (L/menit), RR recovery (pecahan), dan FP faktor pemekatan untuk rejeksi tinggi.

    Bila pengukur permeat membaca 2,1 L/menit dan buangan 2,1 L/menit, R=2,1/4,2=0,50R = 2{,}1/4{,}2 = 0{,}50, FP = 2,0. Bila buangan 4,9 L/menit: R=2,1/7,0=0,30R = 2{,}1/7{,}0 = 0{,}30, FP ≈ 1,43. Buangan 4,0 L/menit atau lebih pada permeat 2,1 L/menit (recovery sekitar 34% atau kurang) ditafsirkan sebagai tanda katup konsentrat terlalu terbuka atau solenoid bilas bocor. Pembacaan diambil setelah unit berproduksi stabil, bukan saat solenoid bilas terbuka, karena debit buangan saat bilas jauh lebih besar dan recovery akan terlihat terlalu rendah.

    Manometer dan beda tekanan

    Manometer tabung Bourdon berisi gliserin dipasang di titik kritis: sebelum dan sesudah prafilter, serta di masuk dan keluar membran. Isian cairan meredam getar jarum akibat denyut pompa diafragma, sehingga jarum dapat dibaca. Pada kabinet contoh, manometer tekanan kerja terpasang setelah tiga prafilter dan sebelum pompa. Bacaannya kira-kira tekanan PDAM dikurangi rugi prafilter, sekitar 2,5 bar saat produksi normal di unit lapangan acuan, dan tidak menunjukkan tekanan membran. Manometer buangan membaca jalur konsentrat; bila terpasang sebelum katup konsentrat, bacaannya diperkirakan 4,5 sampai 5,5 bar, dan bila sesudah katup mendekati nol.

    Rugi prafilter dibaca dari dua bacaan manometer tekanan kerja, cara yang juga dipakai Bab 7 tentang normalisasi data kinerja:

    Δpprafilter≈pmati−pjalan\Delta p_\text{prafilter} \approx p_\text{mati} - p_\text{jalan}

    pmatip_\text{mati} dan pjalanp_\text{jalan} adalah bacaan manometer tekanan kerja saat pompa mati dan saat pompa jalan (bar). Sebagai contoh, bacaan 2,8 bar saat pompa mati dan 2,5 bar saat jalan memberi 0,3 bar. Bacaan 2,8 dan 1,5 bar memberi 1,3 bar, jauh di atas ambang awal 0,5 bar di atas baseline, sehingga prafilter diperiksa. Bila bacaan saat pompa mati sudah di bawah sekitar 1 bar, masalahnya di pasokan, bukan di prafilter.

    Letak manometer buangan diperiksa dengan uji seperempat putaran: katup konsentrat diputar sedikit ke arah menutup, tidak sampai tertutup penuh, sambil jarum diamati. Jarum yang naik berarti manometer berada sebelum katup. Katup dikembalikan ke posisi bertanda semula.

    Manometer di masuk dan keluar membran memberi satu angka lagi: rugi tekan sepanjang elemen, Δpfc=pmasuk−pkeluar\Delta p_\text{fc} = p_\text{masuk} - p_\text{keluar}. Misalkan manometer masuk membran membaca 5,5 bar dan manometer buangan sebelum katup 5,0 bar; rugi tekannya 0,5 bar, dan separuhnya, sekitar 0,25 bar, masuk ke persamaan NDP yang dipakai Bab 11 tentang jenis unit RO sebagai Δpfc/2\Delta p_\text{fc}/2. Angka ini dicatat di baseline. Bila kemudian naik ke 0,6 bar pada debit yang sama, rugi tekan naik 20%. Kenaikan seperti ini menandai celah aliran di dalam elemen mulai tersumbat, seperti dijelaskan Bab 5 tentang osmosis balik, dan Bab 7 tentang normalisasi data kinerja memakainya sebagai pemicu tindakan.

    Tangki tekan berkantong

    Tangki tekan menyimpan permeat di dalam kantong karet. Prapengisian (precharge) adalah udara yang diisi lebih dulu ke ruang di luar kantong, beserta tekanannya saat tangki kosong. Saat permeat masuk, udara itu termampatkan; saat keran dibuka, udara mendorong air keluar tanpa pompa harus menyala. Tekanan prapengisiannya 7 sampai 8 psi, diukur saat tangki kosong, dan kapasitas efektifnya hanya sekitar 60 sampai 70% volume total.

    Angka 60 sampai 70% itu dapat diturunkan dari hukum Boyle untuk proses isotermal, dengan tekanan mutlak:

    p1V1=p2V2p_1 V_1 = p_2 V_2

    Saat tangki kosong, udara mengisi seluruh volume tangki VtV_\text{t} pada tekanan prapengisian mutlak pprep_\text{pre}. Saat tangki terisi sampai tekanan maksimum mutlak pmaksp_\text{maks}, volume udara tinggal Vt ppre/pmaksV_\text{t}\,p_\text{pre}/p_\text{maks}. Sisanya adalah air yang dapat keluar sampai tekanan kembali ke prapengisian:

    VairVt=1−pprepmaks\frac{V_\text{air}}{V_\text{t}} = 1 - \frac{p_\text{pre}}{p_\text{maks}}

    Tekanan mutlak (absolute pressure) adalah tekanan manometer ditambah tekanan atmosfer, sekitar 1,013 bar. Prapengisian 7 psi setara sekitar 0,48 bar manometer, atau 1,50 bar mutlak. Tekanan maksimum tangki ditentukan oleh titik putus HPS atau katup penutup otomatis unit. Tabel berikut memakai beberapa nilai:

    pmaksp_\text{maks} (bar manometer)pmaksp_\text{maks} mutlak (bar)Bagian volume yang dapat keluar
    2,03,011−1,50/3,01≈0,501 - 1{,}50/3{,}01 \approx 0{,}50
    3,04,011−1,50/4,01≈0,631 - 1{,}50/4{,}01 \approx 0{,}63
    4,05,011−1,50/5,01≈0,701 - 1{,}50/5{,}01 \approx 0{,}70

    Rentang 60 sampai 70% sesuai dengan tekanan maksimum sekitar 2,7 sampai 4 bar. Tangki 12 L pada pmaksp_\text{maks} 3 bar mengeluarkan sekitar 12×0,63≈7,512 \times 0{,}63 \approx 7{,}5 L. Bila tekanan manometer dipakai langsung tanpa ditambah tekanan atmosfer, hasilnya 1−0,48/3,0=0,841 - 0{,}48/3{,}0 = 0{,}84, terlalu besar.

    Prapengisian yang salah setel mengubah angka itu. Prapengisian 1,0 bar pada pmaksp_\text{maks} 3 bar memberi 1−2,01/4,01≈0,501 - 2{,}01/4{,}01 \approx 0{,}50, sehingga tangki 12 L hanya mengeluarkan sekitar 6 L. Prapengisian yang hilang sama sekali membuat air di akhir pengambilan keluar tanpa dorongan, dan kantong yang bocor membuat tangki terisi air di kedua sisi. Keduanya memperpendek siklus pompa.

    Prapengisian diperiksa dengan pengukur tekanan ban pada pentil tangki, setelah pasokan ditutup dan tangki dikosongkan melalui keran. Bila yang keluar dari pentil adalah air, kantong sudah bocor dan tangki diganti.

    Air permeat tidak membawa sisa klor, karena klor sudah diserap tahap karbon sebelum membran. Air yang diam di tangki tanpa pengambilan berhari-hari dapat ditumbuhi bakteri dan biofilm. Tangki yang lama tidak dipakai dikuras sebelum air diminum lagi. Sanitasinya ada di Bab 8 tentang prapengolahan, pembersihan, sanitasi, dan pengawetan membran RO.

    Sakelar tekanan dan solenoid

    Sakelar tekanan rendah (low pressure switch, LPS) adalah sakelar di sisi masuk yang menghentikan pompa bila pasokan air hilang, agar pompa tidak berjalan kering. Kontaknya terbuka tanpa tekanan dan menutup di atas titik setelnya. Pada sakelar umum, titik putusnya sekitar 0,15 sampai 0,35 bar (putus sekitar 2,3 psi, sambung sekitar 5 psi). LPS mendeteksi air ada atau tidak, bukan tekanan yang sedikit kurang.

    Sakelar tekanan tinggi (high pressure switch, HPS) adalah sakelar yang membaca tekanan sisi permeat atau tangki. Kontaknya tertutup dalam keadaan biasa dan membuka saat tekanan mencapai titik setel, sehingga pompa berhenti ketika tangki penuh atau keran ditutup. Solenoid air masuk membuka saat pompa jalan dan menutup saat berhenti, sehingga air PDAM tidak terus mengalir ke pembuangan saat unit diam. Solenoid bilas membuka jalur konsentrat penuh menurut jadwal; manual kabinet contoh menetapkan 1 menit 30 detik saat dinyalakan, 8 detik setelah tangki penuh, dan 1 menit 30 detik setiap 7,5 jam operasi.

    Kasus pembuka mempunyai jalur lain. Katup searah (check valve) di jalur permeat adalah katup yang menahan air tangki agar tidak kembali ke membran. Bila klapnya aus, tekanan tangki bocor balik, HPS menyambung lagi, dan unit hidup-mati sendiri; air buangan juga tetap menetes saat unit mati.

    Interlock seri dan arus beban

    Interlock seri (series interlock) adalah susunan kontak pengaman yang disambung berurutan ke koil kontaktor, sehingga satu kontak yang terbuka sudah menghentikan pompa. Pada panel komersial 220 VAC, tombol henti darurat (tertutup normal), LPS, dan HPS disambung seri ke koil kontaktor. Kontak bantu kontaktor menyambung pompa dan solenoid air masuk; timer menggerakkan solenoid bilas. Bila salah satu kontak seri terbuka (pasokan hilang, tangki penuh, atau tombol darurat ditekan), koil kehilangan tegangan dan pompa berhenti. Sakelar tekanan hanya membawa arus koil, bukan arus pompa. Pada unit rumah tangga 24 VDC, LPS dan HPS umumnya disambung seri langsung ke pompa tanpa kontaktor. Logika ini sama dengan rangkaian kendali pompa dengan sakelar proses di Bab 58 · Kelistrikan & Kendali.

    Sambungan langsung hanya boleh bila arus pompa berada di bawah rating kontak sakelar. Untuk arus searah:

    I=PUI = \frac{P}{U}

    II arus (A), PP daya listrik pompa (W), dan UU tegangan (V). Untuk motor arus bolak-balik, arus sebenarnya lebih besar daripada P/UP/U karena faktor daya, dan arus saat motor mulai berputar lebih besar lagi daripada arus kerjanya.

    Manual kabinet contoh mencantumkan 48, 54, 96, atau 110 W. Pompa 48 W pada 24 VDC menarik 48/24=2,048/24 = 2{,}0 A; pompa 110 W pada 24 VDC menarik 110/24≈4,6110/24 \approx 4{,}6 A. Daya yang sama pada 220 V hanya sekitar 110/220=0,5110/220 = 0{,}5 A sebelum faktor daya. Tegangan rendah berarti arus besar: sakelar tekanan yang cukup untuk 0,5 A belum tentu tahan 4,6 A. Rating kontak dibaca dari badan sakelar; bila arus pompa melebihinya, sakelar mengendalikan relai atau kontaktor, bukan pompa langsung.

    Pembumian dan pengaman arus sisa

    Badan logam pompa, panel, dan rel DIN disambung ke konduktor pembumian (PE). Pengaman arus sisa (RCBO atau RCD) 30 mA disarankan pada sirkuit yang dekat air. Pengaman arus sisa (residual current device, RCD) adalah pengaman yang memutus bila ada arus yang bocor ke bumi, termasuk lewat tubuh orang, sedangkan pengaman arus lebih (MCB) memutus arus lebih dan hubung pendek. Yang satu tidak menggantikan yang lain. Tipe, sensitivitas, dan lokasi wajib RCD menurut PUIL 2020 dibahas di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang RCD. Panel komersial dapat dilengkapi voltmeter dan amperemeter untuk memantau tegangan suplai dan arus pompa.

    Pekerjaan di dalam panel dilakukan dalam keadaan tanpa tegangan: MCB dimatikan, ketiadaan tegangan diperiksa dengan alat uji, dan pemutusan diamankan menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman. Fungsi LPS diuji dengan menutup keran pasokan dan mengamati pompa berhenti; fungsi HPS diuji dengan menutup keran permeat atau membiarkan tangki penuh. Kedua uji itu tidak memerlukan pelepasan kabel atau jumper, dan tidak ada jumper yang boleh tertinggal di panel.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Semua bacaan diambil dari instrumen yang terpasang di luar panel. Pekerjaan di dalam panel atau pada komponen bertekanan mengikuti kondisi berhenti di bawah.

    Contoh 1: unit rumah makan yang hidup-mati sendiri. Kasus pembuka diperiksa dengan data berikut. Pasokan ditutup dan tangki 12 L dikosongkan; pentil membaca 0,1 bar. Setelah prapengisian dikembalikan ke 0,5 bar dan unit berjalan, HPS memutus pada tekanan tangki 3,0 bar. Pompa unit 110 W pada 24 VDC disambung langsung lewat LPS dan HPS; badan sakelar bertuliskan 3 A.

    Langkah 1: kapasitas tangki sebelum perbaikan. Dengan prapengisian 0,1 bar (1,11 bar mutlak): 1−1,11/4,01≈0,721 - 1{,}11/4{,}01 \approx 0{,}72, sekitar 8,7 L. Volumenya besar, tetapi air di akhir pengambilan keluar dengan tekanan yang sangat rendah, sehingga keran terasa lemah begitu tangki mulai berkurang.

    Langkah 2: kapasitas setelah perbaikan. Dengan 0,5 bar (1,51 bar mutlak): 1−1,51/4,01≈0,621 - 1{,}51/4{,}01 \approx 0{,}62, sekitar 7,5 L, dikeluarkan dengan tekanan antara 3,0 dan 0,5 bar.

    Langkah 3: hidup-mati sendiri. Prapengisian tidak menyebabkan unit hidup tanpa ada pengambilan. Penyebabnya katup searah yang bocor balik; katup diganti, lalu diperiksa bahwa unit tetap mati selama 30 menit tanpa pengambilan dan air buangan berhenti.

    Langkah 4: rating sakelar. Arus pompa 110/24≈4,6110/24 \approx 4{,}6 A melebihi 3 A. Sakelar dapat terbakar kontaknya. Sambungan diubah agar LPS dan HPS mengendalikan relai yang menyambung pompa, dikerjakan dalam keadaan tanpa tegangan menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman oleh orang yang berwenang.

    Langkah 5: recovery. Setelah perbaikan, pengukur permeat membaca 2,1 L/menit dan gelas ukur buangan 2,0 L dalam satu menit: R=2,1/4,1≈0,51R = 2{,}1/4{,}1 \approx 0{,}51. Angka ini dicatat sebagai baseline.

    Langkah 6: panjang siklus pompa. Setelah air diambil, pompa mengisi kembali volume yang dapat dikeluarkan tangki, dan waktu isinya kira-kira t=Vair/Qpt = V_\text{air}/Q_\text{p}. Dengan 7,5 L dan produksi 2,1 L/menit, t≈7,5/2,1≈3,6t \approx 7{,}5/2{,}1 \approx 3{,}6 menit, sehingga pengambilan yang sering hanya membuat pompa hidup beberapa kali per jam. Misalkan kantong bocor dan ruang efektif tangki tinggal sekitar 1 L: pompa hidup sekitar 1/2,1×60≈291/2{,}1 \times 60 \approx 29 detik setiap kali sedikit air diambil, dan jumlah start pompa naik berlipat. Start yang sering memanaskan motor dan mempercepat aus kontak sakelar, sehingga siklus pendek diperlakukan sebagai gejala yang dicari penyebabnya, bukan sebagai kebiasaan unit.

    Contoh 2: recovery kabinet RO di dapur hotel. Pengukur permeat kabinet RO di dapur sebuah hotel membaca 2,1 L/menit. Setelah bilas 1 menit 30 detik saat unit dinyalakan selesai, gelas ukur menampung 4,4 L buangan dalam satu menit.

    R=2,12,1+4,4=2,16,5≈0,32,FP≈11−0,32≈1,48R = \frac{2{,}1}{2{,}1 + 4{,}4} = \frac{2{,}1}{6{,}5} \approx 0{,}32, \qquad \text{FP} \approx \frac{1}{1 - 0{,}32} \approx 1{,}48

    Buangan 4,0 L/menit atau lebih pada permeat 2,1 L/menit menunjuk katup konsentrat yang terlalu terbuka atau solenoid bilas yang bocor. Keduanya diperiksa lebih dulu, sebelum membran dicurigai. Bila setelah perbaikan buangan terukur sekitar 2,1 L/menit, recovery kembali sekitar 0,50, dan angka itu yang dicatat sebagai baseline.

    Contoh 3: rugi prafilter unit RO di laundry. Baseline unit RO air minum karyawan sebuah laundry: manometer tekanan kerja 2,7 bar saat pompa mati dan 2,5 bar saat jalan. Pada kunjungan berikutnya bacaannya 2,7 dan 1,7 bar.

    Δpprafilter≈2,7−1,7=1,0 bar\Delta p_\text{prafilter} \approx 2{,}7 - 1{,}7 = 1{,}0\ \text{bar}

    Baseline 0,2 bar, sehingga kenaikannya 0,8 bar, di atas ambang 0,5 bar. Bacaan saat pompa mati tidak berubah, jadi yang diperiksa adalah prafilter, dan kartrid baru dilepas setelah pasokan ditutup dan tekanan dibuang (kondisi berhenti butir 5). Bila pada kunjungan lain bacaan saat pompa mati hanya 0,8 bar, masalahnya ada di pasokan; mengganti kartrid tidak menyelesaikannya.

    Contoh 4: rugi tekan elemen di instalasi gizi rumah sakit. Unit RO kabinet di instalasi gizi sebuah rumah sakit diberi manometer masuk membran dan manometer buangan sebelum katup konsentrat, seperti disarankan di bagian manometer. Baseline 5,6 dan 5,1 bar; kini 5,6 dan 4,95 bar pada debit permeat dan suhu yang sama.

    Δpfc=5,6−4,95=0,65 bar,0,65−0,500,50=0,30\Delta p_\text{fc} = 5{,}6 - 4{,}95 = 0{,}65\ \text{bar}, \qquad \frac{0{,}65 - 0{,}50}{0{,}50} = 0{,}30

    Rugi tekan sepanjang elemen naik 30%, melewati pemicu kenaikan 15% yang dipakai Bab 7 tentang normalisasi data kinerja RO, dan suku Δpfc/2\Delta p_\text{fc}/2 di persamaan NDP naik dari 0,25 menjadi 0,325 bar. Unit dijadwalkan untuk evaluasi dan pembersihan menurut Bab 8 tentang prapengolahan, pembersihan, dan sanitasi membran RO. Rumah membran tidak dibuka sebelum pasokan ditutup dan tekanan dibuang.

    Contoh 5: tangki tekan 20 L di pantry hotel. Tangki 20 L di pantry sebuah hotel diberi prapengisian 8 psi, batas atas rentang prapengisian, dan HPS memutus pada 2,8 bar. Prapengisian itu setara sekitar 0,55 bar manometer atau 1,56 bar mutlak, dan 2,8 bar menjadi 3,81 bar mutlak.

    VairVt=1−1,563,81≈0,59\frac{V_\text{air}}{V_\text{t}} = 1 - \frac{1{,}56}{3{,}81} \approx 0{,}59

    Air yang dapat diambil sekitar 20×0,59≈11,820 \times 0{,}59 \approx 11{,}8 L, bukan 16 L hasil hitungan dengan tekanan manometer (1−0,55/2,8≈0,801 - 0{,}55/2{,}8 \approx 0{,}80). Bila staf pantry mengambil 10 L sekaligus, pompa mengisinya kembali dalam sekitar t=10/2,1≈4,8t = 10/2{,}1 \approx 4{,}8 menit. Kebutuhan puncak yang lebih besar daripada 11,8 L dicocokkan dengan Bab 11 tentang jenis unit RO dan cara memilihnya.

    Contoh 6: pompa yang hidup-mati di ruang perawat rumah sakit. Pompa unit RO bertangki di ruang perawat sebuah rumah sakit berhenti tak lama setelah menyala, lalu menyala lagi. Baseline unit sama dengan contoh di bagian manometer: 2,8 bar saat pompa mati dan 2,5 bar saat jalan, atau rugi prafilter 0,3 bar. Kini manometer tekanan kerja membaca 0,9 bar saat pompa mati dan 0,2 bar saat jalan.

    Δpprafilter≈0,9−0,2=0,7 bar\Delta p_\text{prafilter} \approx 0{,}9 - 0{,}2 = 0{,}7\ \text{bar}

    Kenaikannya 0,7−0,3=0,40{,}7 - 0{,}3 = 0{,}4 bar, belum melewati ambang 0,5 bar, sedangkan bacaan saat pompa mati di bawah sekitar 1 bar, sehingga masalahnya di pasokan, bukan di prafilter. Titik putus LPS sekitar 2,3 psi, atau 2,3×0,0689≈0,162{,}3 \times 0{,}0689 \approx 0{,}16 bar, dan titik sambungnya sekitar 5 psi atau 0,34 bar. Bacaan 0,2 bar saat jalan hanya sedikit di atas titik putus, sedangkan 0,9 bar saat pompa mati jauh di atas titik sambung, sehingga LPS membuka begitu tekanan turun sedikit dan menutup lagi setelah pompa berhenti. LPS bekerja sesuai fungsinya dan tidak dijumper (kondisi berhenti butir 4); pasokan diperiksa lebih dulu, dan tekanan masuk yang dibutuhkan unit dibaca dari manual.

    Kondisi berhenti

    Pada setiap keadaan berikut, tindakan di butir itu dilakukan, lalu keputusan selanjutnya diserahkan kepada penanggung jawab peralatan atau orang yang berwenang menangani unit dan panelnya.

    1. Tangki tidak menahan prapengisian, atau pentilnya mengeluarkan air: unit tidak dipakai sampai prapengisian dipulihkan atau tangki diganti.
    2. Arus pompa melebihi rating kontak sakelar yang menyambungnya langsung: unit dihentikan sampai relai atau kontaktor dipasang.
    3. Badan logam pompa atau panel tidak tersambung ke pembumian, atau RCD tidak memutus saat tombol ujinya ditekan: unit tidak dijalankan (Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang RCD).
    4. Panel perlu dibuka, kabel dilepas, atau sakelar diganti: pekerjaan dilakukan dalam keadaan tanpa tegangan menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, oleh orang yang berwenang. Tidak ada jumper pada LPS, HPS, atau tombol darurat.
    5. Rumah filter, tangki, atau sambungan perlu dilepas: pasokan ditutup dan tekanan dibuang lebih dulu, menurut Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti.
    6. Air diam di tangki tanpa pengambilan berhari-hari: tangki dikuras sebelum air diminum lagi.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Manometer tekanan kerja menunjukkan tekanan membran.

    Why is it wrong?

    Pada kabinet contoh, manometer tekanan kerja terpasang sebelum pompa, sehingga bacaannya jauh di bawah tekanan membran.

    Common misconception

    Manometer buangan yang membaca nol berarti pompa mati.

    Why is it wrong?

    Nol adalah bacaan normal bila manometer terpasang sesudah katup konsentrat. Uji seperempat putaran menentukan letaknya sebelum angka apa pun dicatat.

    Common misconception

    Volume label tangki tekan adalah air yang dapat diambil.

    Why is it wrong?

    Hanya sekitar 60 sampai 70% yang keluar, bergantung pada prapengisian dan tekanan maksimum. Bila hukum Boyle dihitung dengan tekanan manometer, hasilnya terlalu besar; tekanan mutlak wajib dipakai.

    Common misconception

    Unit yang hidup-mati sendiri berarti pompanya rusak.

    Why is it wrong?

    Penyebab yang lebih sering adalah katup searah permeat yang bocor balik atau tangki yang kehilangan prapengisian, seperti kasus pembuka.

    Common misconception

    LPS adalah sakelar tekanan masuk minimum.

    Why is it wrong?

    Titik putusnya sekitar 0,15 sampai 0,35 bar, sehingga LPS hanya mendeteksi ada atau tidaknya air. Tekanan masuk yang dibutuhkan unit tetap dibaca dari manual dan diukur dengan manometer.

    Common misconception

    MCB yang terpasang sudah melindungi orang dari arus bocor.

    Why is it wrong?

    MCB memutus arus lebih dan hubung pendek, sedangkan RCD memutus arus yang bocor ke bumi, termasuk lewat tubuh orang. Yang satu tidak menggantikan yang lain.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 6 tentang recovery, rejeksi, dan neraca konsentrat RO memakai recovery dan faktor pemekatan yang dibaca di sini, dan Bab 7 tentang normalisasi data kinerja memakai bacaan manometer pompa mati dan jalan untuk diagnosis. Bab 5 tentang osmosis balik menjelaskan rugi tekan elemen di persamaan NDP, dan Bab 8 tentang prapengolahan dan sanitasi membahas pembersihan membran dan sanitasi tangki. Bab 10 tentang proteksi tekanan membahas PRV, palu air, dan hukum Boyle untuk udara terjebak. Bab 11 tentang jenis unit RO memakai kapasitas efektif tangki untuk menutup kebutuhan puncak. Bab 58 · Kelistrikan & Kendali tentang kendali pompa dengan sakelar proses, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman listrik, dan Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang RCD menjadi dasar bagian kelistrikan. Bab 1 · Keselamatan tentang energi tersimpan menjadi dasar pembuangan tekanan sebelum komponen dilepas. Bab 13 tentang komisioning dan perawatan rutin unit RO memakai semua instrumen ini untuk baseline.

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Pengukur permeat membaca 1,8 L/menit dan gelas ukur buangan 5,4 L dalam satu menit di luar siklus bilas. Hitung recovery dan faktor pemekatan, lalu tafsirkan.

      See the worked solution

      R=1,8/(1,8+5,4)=0,25R = 1{,}8/(1{,}8 + 5{,}4) = 0{,}25; FP =1/0,75≈1,33= 1/0{,}75 \approx 1{,}33. Recovery 25% jauh di bawah acuan 50% untuk unit berpompa. Yang diperiksa lebih dulu: posisi katup konsentrat dan kebocoran solenoid bilas, sebelum membran dicurigai.

    2. Tangki 8 L diberi prapengisian 7 psi; HPS memutus pada 2,5 bar manometer. Hitung bagian volume dan liter air yang dapat diambil. Hitung juga hasilnya bila tekanan manometer dipakai tanpa tekanan atmosfer.

      See the worked solution

      7 psi ≈ 0,48 bar, atau 1,50 bar mutlak; pmaksp_\text{maks} mutlak 3,51 bar. Bagian yang dapat keluar 1−1,50/3,51≈0,571 - 1{,}50/3{,}51 \approx 0{,}57, sekitar 4,6 L dari 8 L. Dengan tekanan manometer, 1−0,48/2,5≈0,811 - 0{,}48/2{,}5 \approx 0{,}81 atau 6,5 L, terlalu besar sekitar 2 L.

    3. Pompa 54 W bekerja pada 24 VDC dan disambung langsung lewat LPS berating 1 A. Hitung arusnya dan putuskan apakah sambungan itu boleh.

      See the worked solution

      I=54/24=2,25I = 54/24 = 2{,}25 A, melebihi 1 A. Sambungan langsung tidak boleh; LPS mengendalikan relai yang menyambung pompa. Arus saat motor mulai berputar lebih besar lagi.

    4. Manometer buangan membaca 0 bar saat pompa jalan. Apa yang diperiksa lebih dulu, dan bagaimana caranya tanpa menutup katup penuh?

      See the worked solution

      Letak manometer terhadap katup konsentrat. Katup diputar sedikit ke arah menutup (sekitar seperempat putaran) sambil jarum diamati; bila jarum tidak bergerak, manometer berada sesudah katup dan nol adalah bacaan normal. Katup dikembalikan ke tandanya.

    5. Unit bertangki hidup-mati setiap 30 detik tanpa ada pengambilan. Sebutkan dua penyebab dan cara memeriksanya tanpa membuka bagian bertegangan atau bertekanan.

      See the worked solution

      (a) Katup searah permeat bocor balik: tutup keran pasokan saat unit mati; bila air buangan berhenti dan unit tidak hidup lagi, katup searah atau solenoid air masuk yang bocor, dan isolasinya mengikuti Bab 7 tentang normalisasi data kinerja dan diagnosis. (b) Prapengisian hilang atau kantong bocor: tutup pasokan, kosongkan tangki lewat keran, ukur pentil dengan pengukur tekanan ban.

    6. Pompa tidak menyala walaupun listrik ada, MCB tidak trip, dan tombol darurat tidak ditekan. Kontak mana di interlock seri yang mungkin terbuka, dan bagaimana mengujinya tanpa jumper?

      See the worked solution

      LPS terbuka karena pasokan hilang atau prafilter mampet berat, atau HPS terbuka karena tangki penuh atau keran permeat tertutup. LPS diuji dengan membuka keran pasokan dan membaca manometer tekanan kerja saat pompa mati; HPS dengan mengambil air dari keran agar tekanan tangki turun. Bila pompa tetap tidak menyala, rangkaian diperiksa dalam keadaan tanpa tegangan oleh orang yang berwenang.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    October 6, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Instrumen debit dan tekanan, tangki tekan, dan proteksi kelistrikan unit RO. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/instrumen-debit-dan-tekanan-tangki-tekan-dan-proteksi-kelistrikan-unit-ro

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated

    Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.

    1

    Pengukur permeat membaca 1,8 L/menit dan gelas ukur buangan 5,4 L dalam satu menit di luar siklus bilas. Hitung recovery dan faktor pemekatan, lalu tafsirkan.

    2

    Tangki 8 L diberi prapengisian 7 psi; HPS memutus pada 2,5 bar manometer. Hitung bagian volume dan liter air yang dapat diambil. Hitung juga hasilnya bila tekanan manometer dipakai tanpa tekanan atmosfer.

    3

    Pompa 54 W bekerja pada 24 VDC dan disambung langsung lewat LPS berating 1 A. Hitung arusnya dan putuskan apakah sambungan itu boleh.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextKomisioning dan perawatan rutin unit RO

    Reading order by shelf: Water & Water Treatment · Chapter 13.

    PreviousJenis unit RO dan cara memilihnya: bertangki tekan, tanpa tangki, dispenser, dan kabinet berpompa

    Reading order by shelf: Water & Water Treatment · Chapter 11.

    Same disciplineKoagulasi, pemisahan, filtrasi, dan desinfeksi

    Bab lain dalam Water Treatment Plant.