By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 23 min read
Data motor lanjutan: jenis tugas, kelas isolasi, pendinginan, IP, dan penurunan rating
Bab ini menjelaskan batas termal dan lingkungan di balik data pelat nama motor induksi tiga fasa: jenis tugas S1 sampai S10 menurut IEC 60034-1, kelas termal isolasi IEC 60085 dan anggaran suhu belitan, aturan kasar umur isolasi terhadap suhu, kode pendinginan IC (IEC 60034-6) dan kode IP (IEC 60034-5:2020) untuk ruang lembab dan berdebu, penurunan rating karena suhu ambien, ketinggian, tegangan tak seimbang, dan operasi VFD kecepatan rendah, faktor layanan gaya NEMA, serta motor 380 V pada suplai 400 V. Contoh kerja menilai kecukupan motor 15 kW kelas F di ruang ketel 45 °C dengan ketidakseimbangan tegangan 2 %, lalu membaca jenis tugas dan arus ekuivalen termal untuk pola bolak-balik siklus cuci. Faktor penurunan yang dipakai bersifat ilustrasi; data pabrikan motor yang dipakai selalu didahulukan. Pemilihan motor menurut beban, penyetelan proteksi, dan parameter VFD dibahas di bab lain.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Motor kipas pengering di sebuah laundry kiloan terbakar, lalu diganti motor baru dengan daya, kutub, dan tegangan yang sama. Tiga minggu kemudian relai beban lebih mulai trip pada sore hari. Ruang di belakang deretan pengering mencapai sekitar 45 °C, sirip rumah motor tertutup serat kain, dan tegangan antarfasa yang diukur personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD tidak sama persis. Teknisi mengusulkan menaikkan setelan relai atau memasang motor satu tingkat lebih besar. Keduanya melewatkan pertanyaan pokok: pada kondisi apa angka kilowatt di pelat nama berlaku.
Batas pembahasan
Bab ini membahas batas termal dan lingkungan di balik angka pelat nama motor induksi sangkar tiga fasa tegangan rendah 50 Hz berpendingin udara menurut seri IEC 60034; NEMA MG 1 hanya dipakai untuk faktor layanan dan kurva penurunan akibat tegangan tak seimbang. Pelat nama dasar ada di Bab 52, asal rugi motor di Bab 40, ketidakseimbangan tegangan di Bab 9, pemilihan motor menurut beban di Bab 43, penyetelan relai di Bab 47, dan parameter VFD di Bab 68. Angka faktor di sini dipakai untuk memahami logika; keputusan pada motor tertentu mengikuti lembar data pabrikannya. Uraian ini bukan instruksi kerja; pengukuran pada motor yang bekerja hanya oleh personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.
Pelat nama sebagai janji bersyarat
PUIL 2020 Bagian 5-510, 5100.5.1.1, mewajibkan pelat nama motor memuat antara lain suhu lingkungan pengenal dan kenaikan suhu pengenal, kelas insulasi (istilah PUIL untuk isolasi), dan daur kerja, dan 5100.5.1.5 meminta motor dipasang dengan pertukaran udara pendingin yang cukup. Ketiga butir pelat nama itu adalah syarat berlakunya angka daya.
IEC 60034-1, yang per Oktober 2026 berlaku dalam edisi 15 tahun 2026, menetapkan kondisi acuan penilaian motor: ketinggian tidak lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut dan suhu udara pendingin tidak lebih dari 40 °C. Daya pengenal (rated output) adalah daya poros yang dapat diberikan motor menurut jenis tugasnya tanpa melampaui batas kenaikan suhu kelas isolasinya pada kondisi acuan itu. Udara lebih panas atau lebih tipis, pendinginan terhalang, tegangan menyimpang atau tak seimbang, dan asut yang lebih sering memakan anggaran suhu yang sama.
Anggaran termal: kelas isolasi dan kenaikan suhu
IEC 60085 menandai sistem isolasi dengan kelas termal berupa angka suhu dalam derajat Celsius dan huruf lama sebagai padanan: 130 (B), 155 (F), dan 180 (H). Kelas termal (thermal class) adalah suhu yang ditahan sistem isolasi selama umur rancangannya, bukan suhu yang boleh dicapai permukaan rumah motor. Metode resistansi mengukur suhu rata-rata belitan, sedangkan titik terpanas (hot spot) di dalam alur lebih panas lagi, sehingga anggaran suhu belitan terdiri atas tiga bagian:
dengan suhu udara pendingin (°C), kenaikan suhu rata-rata belitan menurut metode resistansi (K), selisih titik terpanas terhadap rata-rata (K), dan suhu kelas termal (°C). Untuk belitan berpendingin udara tidak langsung, batas kenaikan suhu metode resistansi pada IEC 60034-1 adalah 80 K untuk kelas B, 105 K untuk kelas F, dan 125 K untuk kelas H, dengan suhu acuan 40 °C. Sisanya, K untuk kelas F (10 K untuk B, 15 K untuk H), adalah cadangan titik terpanas yang tersirat, bukan klausul tersendiri.
Sebagian lembar data menyatakan kelas isolasi terpisah dari kelas kenaikan suhu, misalnya isolasi F dengan kenaikan B (80 K), sehingga ada cadangan sekitar 25 K. Pelat nama sering hanya mencantumkan kelas isolasi, seperti pelat nama motor 15 kW pada Contoh 1. Tanpa lembar data, cadangan itu tidak boleh diasumsikan.
Umur isolasi dan aturan 10 K
Isolasi organik menua melalui reaksi kimia yang lajunya naik tajam terhadap suhu. Pendekatan kasar yang dipakai luas, diturunkan dari persamaan Arrhenius, menyatakan umur isolasi kira-kira menjadi separuh untuk setiap kenaikan suhu kerja 10 K dan berlipat dua untuk setiap penurunan 10 K.
dengan dan umur isolasi pada suhu titik terpanas dan (°C). Angka 10 K bukan konstanta alam: interval separuh umur berbeda menurut sistem isolasi, dan aturan ini hanya berlaku di sekitar rentang suhu rancangannya. Kelembapan, kontaminasi, getaran, dan lonjakan tegangan VFD juga memperpendek umur belitan, sehingga aturan ini hanya memberi arah dan orde besar.
Jenis tugas S1 sampai S10
IEC 60034-1 mengelompokkan pola beban dasar penilaian motor ke dalam sepuluh jenis tugas. Jenis tugas (duty type) adalah pola beban yang dipakai pabrikan saat menilai kenaikan suhu, sehingga motor berpelat S1 dan S4 dengan daya sama tidak dapat saling menggantikan tanpa pemeriksaan.
| Kode | Pola | Yang perlu dicantumkan |
|---|---|---|
| S1 | Kontinu, beban tetap sampai kesetimbangan termal | Daya |
| S2 | Singkat, berhenti sebelum kesetimbangan lalu diam sampai dingin | Durasi, misalnya S2 30 min |
| S3 | Periodik berselang, asut tidak berpengaruh berarti pada suhu | Faktor durasi siklus, misalnya S3 25 % |
| S4 | Periodik berselang, asut memengaruhi suhu | Faktor durasi, momen inersia motor dan beban, jumlah asut |
| S5 | Seperti S4 ditambah pengereman listrik | Seperti S4 |
| S6 | Kontinu periodik, beban bergantian dengan tanpa beban | Faktor durasi |
| S7 | Kontinu periodik dengan asut dan pengereman listrik | Momen inersia, jumlah siklus |
| S8 | Kontinu periodik dengan perubahan beban dan kecepatan | Rincian tiap tahap |
| S9 | Beban dan kecepatan berubah tidak periodik, termasuk beban lebih sesaat | Beban acuan |
| S10 | Beberapa beban dan kecepatan tetap yang diskret | Bagian waktu tiap beban, umur termal relatif |
Faktor durasi siklus (cyclic duration factor, FDS) untuk S3 adalah perbandingan waktu berbeban terhadap lama satu siklus; untuk S4 waktu asut ikut dihitung sebagai waktu berbeban:
Lama siklus acuan untuk S3 dan S6 adalah 10 menit bila tidak dinyatakan lain; angka ini dari edisi 2022, dan kesesuaiannya dengan edisi 2026 belum dapat dipastikan per Oktober 2026.
Asut diperhitungkan tersendiri pada S4 dan S5 karena panas rotor selama asut langsung beban inersia murni kira-kira sama dengan energi kinetik yang diterima beban (Bab 40); pembalikan dari putaran penuh dengan membalik urutan fasa membuang kira-kira empat kali energi itu. Karena itu momen inersia beban tercantum dalam penandaannya. S6 lebih ringan secara termal daripada S3 dengan faktor durasi sama karena motor dan kipas porosnya tetap berputar.
Motor washer-extractor memadukan putaran cuci yang pelan, distribusi muatan, dan putaran peras yang cepat (Bab 10 · Laundry), ditambah pembalikan arah drum berulang kali pada tahap cuci, sehingga polanya paling dekat dengan S9 atau S10. PUIL 2020 5100.5.3.1 juga mengakui daur kerja dalam ukuran konduktor sirkit motor.
Pendinginan dan selungkup: kode IC dan kode IP
IEC 60034-6:1991, edisi 2.0 yang masih berlaku, memberi kode IC untuk susunan sirkit pendingin dan cara pendingin digerakkan. Kode yang paling sering ditemui adalah IC411: rumah tertutup bersirip yang ditiup kipas pada poros motor sendiri. IC410 tanpa kipas luar, IC416 memakai kipas luar bermotor tersendiri, dan IC418 mengandalkan aliran udara dari mesin yang digerakkan. Aliran udara kipas poros kira-kira sebanding dengan kecepatan putar, sehingga motor IC411 kehilangan sebagian besar pendinginannya pada putaran rendah, sementara rugi tembaganya tetap bila torsinya tetap. Serat kain yang menutup tutup kipas dan sirip, seperti pada kasus pembuka, mengurangi perpindahan panas tanpa mengubah angka di pelat nama.
PUIL 2020 5100.5.2.2.2 meminta motor di tempat debu atau bahan beterbangan berkumpul pada motor dipilih dari jenis yang tidak menjadi terlalu panas pada keadaan itu, dan 5100.5.2.1 meminta motor tahan lembab dengan jalan masuk kabel berpaking atau berbusing di lingkungan lembab.
Pada IEC 60034-5:2020 edisi 5, yang menambahkan angka kedua 9, kode IP selungkup mesin berputar terdiri atas huruf IP, angka pertama untuk benda padat dan debu, angka kedua untuk air, dan huruf tambahan bila perlu. Angka pertama 4 berarti terlindung dari benda padat lebih dari 1 mm, 5 terlindung debu, dan 6 kedap debu; angka kedua 4 berarti tahan percikan, 5 tahan pancaran air, dan 6 tahan pancaran kuat. Lingkup IEC 60034-5 tidak mencakup perlindungan terhadap kelembapan, misalnya dari pengembunan. Motor yang berhenti di ruang cuci yang lembab akan mendingin; udara di dalamnya menyusut dan menarik udara lembab, lalu uap air mengembun. Lubang buangan air, pemanas antikondensasi, dan uji resistansi isolasi (Bab 17) sebelum motor yang lama diam dijalankan lagi karena itu lebih menentukan daripada angka IP.
Pilihan IP diturunkan dari kode pengaruh eksternal. Menurut PUIL 2020 Bagian 5-51, 512.2.1, peralatan dipilih sesuai Tabel 51A: AD2 (tetesan) meminta IPX1 atau IPX2, AD4 (percikan dari segala arah) IPX4, AD5 (pancaran air) IPX5, dan debu AE5 IP5X, atau IP6X bila debu tidak boleh masuk. Motor IP54 cocok untuk ruang mesin kering, tetapi tidak untuk lantai yang disemprot selang.
Penurunan rating
Suhu ambien dan ketinggian
IEC 60034-1 memuat penyesuaian batas kenaikan suhu untuk ambien di atas 40 °C dan ketinggian di atas 1.000 m. Udara pendingin 5 K lebih panas mengurangi kenaikan suhu yang tersedia 5 K, sehingga rugi yang boleh dibangkitkan harus turun. Satu katalog pabrikan memberi daya yang boleh diambil 96,5 % pada 45 °C, 93 % pada 50 °C, dan 86,5 % pada 60 °C, serta 97 % pada ketinggian 1.500 m dan 94,5 % pada 2.000 m. Angka katalog lain dapat berbeda; yang berlaku adalah angka pabrikan motor yang dipakai.
Dari sisi instalasi, PUIL 2020 Tabel 51A menganggap AA4 (−5 °C sampai +40 °C) normal dan meminta peralatan yang didesain khusus atau susunan yang sesuai untuk julat sampai +60 °C (AA6). Bagi laundry di dataran rendah, suhu ruang yang menentukan.
Tegangan tak seimbang
Definisi persen ketidakseimbangan tegangan dan mekanisme pemanasannya ada di Bab 9. NEMA MG 1, kini edisi ANSI/NEMA MG 00001-2024, memberi kurva faktor penurunan daya motor terhadap persen ketidakseimbangan tegangan dan tidak menganjurkan operasi di atas 5 %.
Satu tabel yang membaca kurva itu memberi faktor sekitar 0,97 pada 1,5 %, 0,95 pada 2 %, 0,89 pada 3 %, 0,82 pada 4 %, dan 0,76 pada 5 %. Angka ini ilustrasi, dan kurva motor tertentu diambil dari pabrikannya.
Lembar tip motor Departemen Energi Amerika Serikat menganjurkan ketidakseimbangan di terminal motor tidak lebih dari 1 % dan memberi perkiraan kenaikan suhu:
dengan persen ketidakseimbangan tegangan menurut definisi NEMA, sama dengan perkiraan "dua kali kuadrat" di Bab 9.
Operasi VFD pada kecepatan rendah
Tegangan VFD berbentuk pulsa menambah rugi dari harmonisa, dan pendinginan motor IC411 turun mengikuti kecepatan, sehingga beban bertorsi tetap seperti konveyor atau drum bermuatan yang berputar pelan dapat membuat motor panas walaupun arusnya tidak melebihi arus pengenal. Pompa sentrifugal dan kipas lebih ringan karena torsinya turun tajam bersama kecepatan (Bab 43). Penanganannya adalah kipas terpisah (IC416), rangka lebih besar, batas kecepatan minimum, atau sensor suhu belitan ke proteksi (Bab 47). Kurva penurunan motor tertentu diambil dari pabrikannya.
Menggabungkan beberapa faktor
Bila beberapa kondisi terjadi bersamaan, faktornya lazim dikalikan:
dengan daya pengenal (kW), faktor suhu ambien, faktor ketinggian, dan faktor ketidakseimbangan tegangan. Perkalian ini pendekatan yang cenderung konservatif, bukan klausul standar; faktor VFD tidak dimasukkan, dan faktor gabungan dari pabrikan selalu didahulukan.
Faktor layanan pada motor gaya NEMA
Faktor layanan (service factor, SF) adalah pengali terhadap daya pengenal yang menurut NEMA MG 1 menunjukkan beban yang diizinkan pada kondisi tertentu; angka 1,15 lazim pada motor gaya Amerika. Motor yang dibebani pada SF bekerja lebih panas: satu tabel memberi batas kenaikan suhu kelas F 105 K pada SF 1,0 dan 115 K pada SF 1,15. Motor yang terus bekerja pada SF di atas 1 berumur lebih pendek, dan desain yang mengandalkan SF terus-menerus adalah pilihan buruk.
SF adalah cadangan untuk keadaan tak terduga, seperti tegangan sesaat rendah atau beban puncak sesekali, bukan kapasitas rutin. Bila pelat nama tidak menyebutnya, seperti umumnya motor gaya IEC, daya pengenal diperlakukan sebagai batas beban kontinu. SF juga bukan alasan menaikkan setelan relai beban lebih (Bab 47).
Tegangan 400 V, data lama 380 V, dan motor 400/690 V
Bab 4 tentang arus bolak-balik mencatat tegangan nominal 230/400 V dengan toleransi ±10 % di terminal suplai menurut IEC 60038. IEC 60034-1 membagi penyimpangan tegangan dan frekuensi ke dua zona. Di zona A (tegangan ±5 %, frekuensi ±2 %) motor harus mampu memberikan torsi pengenalnya terus-menerus, tetapi kenaikan suhunya boleh lebih tinggi daripada pada tegangan dan frekuensi pengenal; di zona B (tegangan ±10 %, frekuensi +3 % sampai −5 %) operasi dianjurkan dibatasi nilai, lama, dan kekerapannya, dan kenaikan suhunya lebih tinggi lagi. Zona dihitung terhadap tegangan pengenal motor, bukan tegangan jaringan.
Motor lama berpelat 380 V pada suplai 400 V sudah 5,3 % di atas pengenalnya, sedikit di luar zona A. Pada batas atas 440 V penyimpangannya 15,8 % dan keluar dari zona B, sedangkan motor 400 V pada 440 V tepat di batas zona B. Tegangan lebih menaikkan fluks, arus magnetisasi, dan rugi inti; tegangan kurang pada beban penuh menaikkan arus dan rugi tembaga. Motor berpelat "380/220 V Y/Δ" berbelitan 220 V, sehingga sambungan bintang pada 400 V memberi 231 V per belitan, 5 % di atas pengenalnya, sedangkan motor 400/690 V Δ/Y disambung segitiga pada 400 V (Bab 52).
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Faktor penurunan diambil dari bagian penurunan rating; faktor pabrikan motor yang dipakai selalu didahulukan. Pengukuran tegangan dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.
Contoh 1: motor kelas F di ruang ketel 45 °C. Motor pompa sirkulasi air panas di ruang ketel laundry industri memakai pelat nama contoh dari buku ajar instalasi motor: 15 kW, 400/690 V Δ/Y, 29/17 A, cos φ 0,85, IP54, kelas F. Ketinggian 20 m (), udara sampai 45 °C (julat AA6), ketidakseimbangan tegangan di terminal 2 %, dan pompa membutuhkan daya poros 13,5 kW. Bila lembar data menyatakan kenaikan kelas B (kasus a), titik terpanas 135 °C masih 20 K di bawah 155 °C, sehingga ambien saja tidak memaksa penurunan. Bila tidak diketahui (kasus b), batas kelas F penuh dianggap terpakai, sehingga pada 45 °C hanya tersedia 100 K dan dipakai faktor katalog 0,965. Ketidakseimbangan 2 % memberi dan faktor kenaikan suhu 1,08:
Pada kasus b kenaikan 113 K jelas di atas batas 105 K, dan kebutuhan 13,5 kW adalah 98 % dari daya izin: cukup di atas kertas, tanpa cadangan untuk kerak pada pompa atau tegangan rendah. Pada kasus a, ketidakseimbangan menaikkan titik terpanas:
Titik itu masih 13,6 K di bawah kelas F, tetapi 11,4 K di atas operasi seimbang pada 40 °C (130 °C), sehingga umur isolasinya kira-kira 0,45 kali umur pada kondisi itu. Keputusan pertama bukan motor lebih besar: ketidakseimbangan 2 % adalah dua kali anjuran 1 % dan penyebabnya ada di instalasi (Bab 9). Di bawah 1 %, mendekati 1 dan kasus b memberi kW. Ventilasi ruang ketel menambah cadangan, dan lembar data pabrikan memastikan kelas kenaikan suhunya.
Contoh 2: motor pompa hotel di dataran tinggi. Motor 7,5 kW memikul 6,8 kW di ruang pompa hotel pada ketinggian 1.500 m; udara sekitar motor 50 °C dan ketidakseimbangan tegangan 1,5 %.
Beban 104 % dari daya izin. Ventilasi yang menurunkan udara ke 45 °C memberi 6,81 kW, tepat tanpa cadangan; ketidakseimbangan yang juga diturunkan di bawah 1 % memberi 7,02 kW. Ventilasi dan suplai diperbaiki lebih dulu sebelum motor diganti.
Contoh 3: jenis tugas pada pola bolak-balik siklus cuci. Sebuah washer-extractor lama membalik arah drum dengan kontaktor pembalik: drum berputar 12 detik, berhenti 3 detik sampai diam, lalu berputar berlawanan arah 12 detik. Motor cuci berpelat S1, A, menarik 30 A (6 kali ) selama 0,4 detik pada setiap asut dan 3,5 A saat berputar. Asut yang sangat sering membuat polanya S4; bila motor dibalik saat masih berputar, energi rotor jauh lebih besar dan polanya menjadi S5 atau S7. Siklus jauh lebih pendek dari konstanta waktu termal motor, yang berorde puluhan menit, sehingga suhu belitan mengikuti rata-rata rugi. Dengan rugi sebanding kuadrat arus dan pendinginan tetap, arus ekuivalen termal adalah nilai efektif arus sepanjang siklus:
Arus ekuivalen 1,16 kali arus pengenal, walaupun arus saat berputar hanya 70 % arus pengenal; lebih dari 70 % pemanasan berasal dari asut. Hitungan ini optimistis karena kipas poros berhenti selama jeda dan rugi inti tidak dihitung, dan pada asut sangat sering rotor sering menjadi batas pertama (Bab 43). Relai beban lebih yang trip pada tahap cuci konsisten dengan hitungan, bukan tanda relai rusak (Bab 47). Motor pengganti harus dinilai untuk S4 dengan jumlah asut dan momen inersia beban yang sesuai, atau mengikuti spesifikasi pabrikan mesin.
Contoh 4: konveyor sortir linen berpelat S3. Konveyor di laundry rumah sakit berjalan 3 menit lalu diam 7 menit, dengan asut yang jarang, sehingga %. Motor berpelat S3 25 % tidak cukup, sedangkan S3 40 % cukup selama siklusnya 10 menit, lama siklus acuan. Bila pada jam sibuk konveyor dijalankan terus, waktu mendinginnya hilang dan motor perlu dinilai S1.
Contoh 5: motor gaya NEMA 10 hp dengan SF 1,15. Motor pengganti 10 hp diusulkan untuk pompa yang terus-menerus menyerap 8,2 kW daya poros.
Bebannya 1,10 kali daya pengenal, masih di bawah batas SF. Motor yang terus dibebani sampai SF boleh naik 115 K alih-alih 105 K pada kelas F, kira-kira separuh umur isolasi menurut aturan 10 K, dan beban 1,10 kali sudah dekat keadaan itu. Motor dipilih dengan daya pengenal sekurang-kurangnya 8,2 kW.
Contoh 6: tegangan rendah di ujung kabel dapur. Pada beban penuh, tegangan antarfasa di terminal dua motor kipas dapur rumah sakit terbaca 368 V. Terhadap motor berpelat 400 V penyimpangannya −8,0 %, di zona B; terhadap motor lama 380 V hanya −3,2 %, di zona A. Motor 400 V yang bekerja lama pada tegangan ini menarik arus dan rugi tembaga lebih besar, sehingga penyebab susut tegangannya diperiksa.
Kondisi berhenti
Hentikan keputusan penggantian motor, perubahan setelan, atau pengoperasian lanjutan, dan serahkan penanganannya kepada personel kompeten dengan data pabrikan motor sebagai acuan, bila salah satu keadaan berikut ditemukan.
- Tegangan, arus, atau ketidakseimbangan perlu diukur pada motor yang bekerja, tetapi personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, atau APD tidak tersedia.
- Relai beban lebih trip berulang dan ada usulan menaikkan setelannya, termasuk atas dasar faktor layanan atau arus nominal ditambah 10 %. Setelan tidak dinaikkan untuk menghentikan trip; penyebabnya dicari pada suhu ruang, pendinginan, ketidakseimbangan tegangan, dan jenis tugas (Bab 47).
- Ketidakseimbangan tegangan di terminal motor melebihi anjuran 1 %. Penyebabnya di instalasi dicari sebelum motor diganti atau diperbesar; di atas 5 %, batas yang tidak dianjurkan NEMA MG 1, motor tidak dioperasikan sampai suplainya diperbaiki.
- Motor yang lama diam di ruang lembab akan dijalankan lagi sebelum resistansi isolasinya diuji menurut Bab 17.
- Motor berangka kedua IP di bawah 5, misalnya IP54, terpasang di lokasi yang disemprot selang (AD5). Motor tidak dipakai di sana sampai diganti motor minimal IPX5; RCD tidak mencegah air masuk ke belitan.
- Motor pengganti untuk mesin yang sering diasut, dibalik, atau direm, seperti motor cuci washer-extractor, hendak dipilih hanya dari kilowatt, kutub, dan tegangan tanpa data jenis tugas, kelas kenaikan suhu, dan kode IC. Pemilihan mengikuti lembar data dan spesifikasi pabrikan mesin.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Kelas F berarti rumah motor boleh sampai 155 °C.
Why is it wrong?
Angka kelas termal berlaku untuk titik terpanas belitan. Permukaan rumah jauh lebih dingin dari belitan, sehingga suhu rumah tidak menunjukkan sisa anggaran.
Common misconception
Motor IP55 aman di ruang lembab.
Why is it wrong?
IEC 60034-5 tidak menetapkan perlindungan terhadap pengembunan. Udara lembab yang tertarik masuk saat motor mendingin tetap mengembun di dalamnya.
Common misconception
Motor pengganti cukup disamakan kW, kutub, dan tegangannya.
Why is it wrong?
Jenis tugas, kode IC, kode IP, kelas kenaikan suhu, dan tegangan pengenal ikut menentukan, seperti pada kasus pembuka dan Contoh 3.
Common misconception
Faktor layanan 1,15 adalah cadangan 15 % untuk dipakai sehari-hari.
Why is it wrong?
SF dibayar dengan umur isolasi, seperti pada Contoh 5. Kebiasaan menambah 10 % pada setelan relai beban lebih, yang diajarkan sebuah buku ajar kontrol elektromekanik, juga tidak dibenarkan oleh SF.
Hubungan dengan bab lain
Bab 52 (pelat nama dasar), Bab 4 (toleransi tegangan suplai), Bab 9 (ketidakseimbangan tegangan), dan Bab 40 (rugi dan panas motor induksi tiga fasa) menjadi prasyarat. Lanjutannya Bab 17 (uji resistansi isolasi), Bab 43 (memilih motor untuk beban), Bab 44 (belitan terbakar akibat panas), Bab 47 (proteksi motor), Bab 53 (metode pengasutan), serta Bab 67 dan Bab 68 (VFD). Di rak Laundry, Bab 10 · Laundry menjelaskan putaran cuci, distribusi, dan peras washer-extractor yang menentukan jenis tugas motornya.
Latihan dan pembahasan
Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi. Pengukuran dalam soal dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.
Try to answer first, then open the worked solution.
Hitung titik terpanas motor kelas B berkenaikan 80 K di ruang 45 °C dan umur isolasinya relatif terhadap titik terpanas 130 °C. Ulangi untuk motor kelas H berkenaikan 105 K di ruang 50 °C (cadangan 15 K).
See the worked solution
Kelas B: °C, 5 K di atas kelasnya, sehingga umur relatifnya dan motor perlu penurunan beban, ventilasi, atau kelas lebih tinggi. Kelas H: °C, masih 10 K di bawah 180 °C; karena itu kelas H berkenaikan kelas F dipakai di ruang panas.
Motor konveyor berpelat S1 bekerja bergantian 20 detik pada 1,2 kali arus pengenal dan 40 detik pada 0,8 kali, tanpa berhenti. Hitung arus ekuivalen termalnya, lalu jelaskan mengapa motor berpelat "S3 40 %" tidak boleh dipakai untuk konveyor yang berjalan terus-menerus.
See the worked solution
kali arus pengenal, sehingga dengan kipas yang terus berputar pemanasannya di bawah pengenal. Motor "S3 40 %" dinilai dengan 60 % waktu diam dalam siklus acuan, dan waktu mendingin itu hilang pada operasi terus-menerus.
Tegangan antarfasa 408, 398, dan 394 V terbaca di terminal motor 7,5 kW yang memikul 7,3 kW. Hitung ketidakseimbangan menurut NEMA dan daya izinnya, lalu tentukan langkah pertama.
See the worked solution
Rata-rata 400 V dan simpangan terbesar V memberi ketidakseimbangan 2,0 %, sehingga kW, di bawah beban 7,3 kW. Langkah pertama adalah mencari penyebabnya di instalasi (pembagian beban satu fasa, sambungan longgar, tahap kapasitor), bukan mengganti motor atau menaikkan setelan relai.
Motor pompa pembuang IP54 di lantai ruang cuci ikut disemprot selang setiap malam. Pilih: (a) cukup, angka kedua 4 sudah tahan air; (b) tidak cukup, lokasi ini AD5 sehingga minimal IPX5, dan pengembunan ditangani terpisah; (c) cukup asal dipasang RCD. Jelaskan.
See the worked solution
Jawaban (b), karena semprotan selang adalah pancaran air, AD5 pada PUIL 2020 Tabel 51A, yang meminta IPX5. Angka kedua 4 hanya diuji dengan percikan, dan RCD adalah proteksi kejut listrik yang tidak mencegah air masuk ke belitan; pengembunan tetap ditangani dengan lubang buangan dan uji isolasi.
Tegangan 415 V terbaca di terminal motor A berpelat 380 V dan motor B berpelat 400 V. Tentukan zona IEC 60034-1 keduanya dan akibatnya bila suplai naik ke 440 V.
See the worked solution
Motor A +9,2 %, di luar zona A tetapi di dalam zona B; motor B +3,75 %, di dalam zona A. Pada 440 V motor A +15,8 % dan keluar dari zona B, sehingga fluks, arus magnetisasi, dan rugi intinya naik jauh, sedangkan motor B +10 %, tepat di batas zona B, dan operasinya dianjurkan dibatasi.
Dua motor IC411 yang sama diumpan VFD pada 20 Hz selama berjam-jam, satu memutar pompa sentrifugal dan satu konveyor bermuatan tetap. Mana yang berisiko kepanasan, dan apa penanganannya?
See the worked solution
Konveyor, karena torsinya tetap sehingga rugi tembaganya hampir seperti pada kecepatan penuh, sementara kipas poros pada 20 Hz hanya memberi sekitar 40 % aliran udara; torsi pompa sentrifugal turun ke sekitar 16 % pada 40 % kecepatan. Penanganannya kipas terpisah (IC416), rangka lebih besar, batas kecepatan minimum, atau sensor suhu belitan ke proteksi.
Referensi
External sources
- IEC 60034-1:2026 (Ed. 15.0), Rotating electrical machines, Part 1: Rating and performancewebstore.iec.ch
- IEC 60085:2007 (Ed. 4.0), Electrical insulation, Thermal evaluation and designationwebstore.iec.ch
- IEC 60034-5:2020 (Ed. 5.0), Rotating electrical machines, Part 5: Degrees of protection (IP code), Classificationwebstore.iec.ch
- IEC 60034-6:1991 (Ed. 2.0), Rotating electrical machines, Part 6: Methods of cooling (IC Code)webstore.iec.ch
- ANSI/NEMA MG 00001-2024, Motors and Generators (revisi MG 1-2021)webstore.ansi.org
- U.S. Department of Energy, Eliminate Voltage Unbalance, Motor Systems Tip Sheet #7 (sekunder)energy.gov
- Engineering ToolBox, Polyphase Motors: Voltage Imbalance vs. Derating Factor (sekunder)engineeringtoolbox.com
- Plant Engineering, Defining motor service factor (sekunder)plantengineering.com
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| September 30, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Data motor lanjutan: jenis tugas, kelas isolasi, pendinginan, IP, dan penurunan rating. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/data-motor-lanjutan-jenis-tugas-kelas-isolasi-pendinginan-ip-dan-penurunan-rating
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Hitung titik terpanas motor kelas B berkenaikan 80 K di ruang 45 °C dan umur isolasinya relatif terhadap titik terpanas 130 °C. Ulangi untuk motor kelas H berkenaikan 105 K di ruang 50 °C (cadangan 15 K).
Motor konveyor berpelat S1 bekerja bergantian 20 detik pada 1,2 kali arus pengenal dan 40 detik pada 0,8 kali, tanpa berhenti. Hitung arus ekuivalen termalnya, lalu jelaskan mengapa motor berpelat "S3 40 %" tidak boleh dipakai untuk konveyor yang berjalan terus-menerus.
Tegangan antarfasa 408, 398, dan 394 V terbaca di terminal motor 7,5 kW yang memikul 7,3 kW. Hitung ketidakseimbangan menurut NEMA dan daya izinnya, lalu tentukan langkah pertama.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 42.
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 40.