Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Fluida & Termal · Bab 11Terapan

    Sambungan flens dan paking: rating tekanan, muka flens, jenis paking, baut dan urutan pengencangan, penyebab bocor, dan uji tekan sistem proses

    Sambungan flens saringan uap di depan setrika gulung sebuah laundry bocor lagi seminggu setelah servis. Teknisi memakai ulang paking lama, satu sisi flensnya berstandar lain, bautnya dikencangkan dengan kunci tumbuk memutar berurutan, dan pipa sesudah perbaikan diuji dengan udara tekan. Bab ini menjelaskan sambungan flens dari sisi teknisi utilitas: bagian sambungan dan jenis flens, rating tekanan dan kecocokan, muka flens, jenis paking dan pemilihannya, gaya baut dan tegangan paking, urutan dan torsi pengencangan, penyebab bocor, membuka sambungan dengan aman, dan uji tekan sistem proses beserta bahayanya.

    24 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah laundry rumah sakit mengganti saringan uap di depan setrika gulungnya. Saringan baru disambung dengan flens ke pipa uap yang bertekanan sekitar 8 bar. Seminggu kemudian, sambungan itu kembali merembeskan uap, dan bekas embun di lantai mulai menimbulkan karat pada rangka setrika. Catatan pekerjaan menunjukkan beberapa hal: paking lama dipakai ulang karena tampak masih utuh; flens saringan baru berstandar berbeda dengan flens pipa sehingga dua baut harus dipaksa masuk; baut dikencangkan dengan kunci tumbuk berurutan memutar; dan setelah perbaikan, pipa diuji dengan udara tekan sampai 12 bar.

    Teknisi utilitas yang memeriksa menemukan celah flens yang tidak sejajar, satu sisi rapat dan sisi lain renggang hampir satu milimeter, dan muka flens yang tergores di bagian dalam paking. Bab ini menjelaskan mengapa sambungan flens bocor, bagaimana memilih dan memasang paking dan baut, dan bagaimana menguji sambungan tanpa membahayakan orang.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas sambungan flens pada pipa air, air panas, uap, udara tekan, dan bahan kimia di laundry, dapur, dan ruang utilitas: bagian dan jenis flens, rating tekanan, muka flens, paking, baut, urutan pengencangan, penyebab bocor, pembukaan sambungan, dan uji tekan. Kelas kekuatan baut, torsi, dan prapenegangan secara umum ada di Bab 3 · Mekanikal & Mekatronika; material pipa dan sambungan pipa gedung di Bab 4 · Bangunan & Fasilitas; uji tekan instalasi plumbing di Bab 14 · Bangunan & Fasilitas; muai dan penyangga pipa di Bab 9; distribusi uap di Bab 5 · Utilitas; isolasi energi non-listrik di Bab 4 · Keselamatan; dan bahaya uap dan permukaan panas di Bab 8 · Keselamatan. Sumbernya adalah narasi Fluida, Termal, dan Utilitas Industri, terutama buku prinsip desain teknik kimia, buku pegangan katup dan perpipaan, buku plumbing praktis, dan buku pegangan rancangan plumbing, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Rating, dimensi, torsi, dan tekanan uji yang mengikat diambil dari standar, manual pabrik, dan prosedur tempat kerja; nama standar boleh disebut, isi tabelnya tidak disalin; angka contoh adalah angka latihan.

    Bagian sambungan dan jenis flens

    Sambungan flens terdiri atas dua flens, paking di antaranya, dan baut atau baut tanam dengan mur yang menjepit keduanya. Buku plumbing praktis dalam narasi Fluida menggambarkan dua pipa yang disambung ujung ke ujung dengan paking di antaranya, dan menegaskan bahwa sambungan harus mampu menahan tekanan terbesar yang mungkin bekerja padanya. Buku prinsip desain teknik kimia mencatat bahwa beberapa jenis flens dipakai untuk penggunaan yang berbeda, dan bahwa untuk keperluan rancangan flens dibagi menjadi flens integral dan flens lepas.

    Jenis yang umum dijumpai teknisi (nilai literatur umum):

    1. Flens leher las: dilas ujung ke ujung dengan pipa; kuat untuk tekanan dan suhu tinggi.
    2. Flens selip: pipa dimasukkan lalu dilas di dalam dan di luar; murah dan banyak dipakai pada tekanan sedang.
    3. Flens ulir: disekrup ke pipa; untuk pipa kecil tanpa pengelasan.
    4. Flens buta: menutup ujung pipa atau lubang.
    5. Flens lepas dengan ujung lipat: flens dapat diputar sehingga lubang baut mudah diselaraskan.

    Rating tekanan dan kecocokan flens

    Flens dibuat menurut standar, misalnya seri PN di standar Eropa atau kelas 150, 300, dan seterusnya di standar Amerika (nilai literatur umum). Buku prinsip desain teknik kimia menyebut dimensi baku flens leher las berdasarkan ASME B16.5, dan buku pegangan katup mendaftar standar flens dan baut untuk pipa, katup, dan fitting. Dua hal penting bagi teknisi:

    1. Rating turun ketika suhu naik. Tekanan kerja yang diizinkan sebuah flens bergantung pada bahan dan suhunya; flens yang cukup untuk air dingin pada tekanan tertentu dapat tidak cukup untuk uap pada tekanan yang sama. Nilai yang berlaku dibaca dari tabel tekanan dan suhu standar.
    2. Flens berbeda standar tidak saling cocok. Lingkar baut, jumlah baut, dan diameter baut berbeda, walaupun ukuran nominal pipanya sama. Memaksa baut masuk melalui lubang yang tidak segaris, seperti di kasus pembuka, membuat flens tertarik miring dan paking tertekan tidak rata.

    Katup, saringan, dan alat baru diperiksa standar dan rating flensnya sebelum dipesan, dan rating itu dicocokkan dengan tekanan dan suhu kerja tertinggi jalur pipa.

    Muka flens

    Buku prinsip desain teknik kimia membedakan jenis muka flens: muka penuh, paking di dalam lingkar baut, sambungan cerat dan soket, dan sambungan cincin. Dalam praktik (nilai literatur umum):

    1. Muka penuh: paking menutup seluruh muka sampai keluar dari lingkar baut; dipakai pada flens besi tuang dan plastik yang dapat retak bila dibengkokkan.
    2. Muka timbul: paking hanya duduk di cincin timbul di dalam lingkar baut, sehingga tekanan baut terpusat di paking.
    3. Cerat dan soket, dan cincin: untuk tekanan tinggi dan paking logam.

    Flens muka penuh tidak boleh dipasangkan dengan flens muka timbul tanpa penyesuaian, karena flens muka penuh dapat retak saat baut dikencangkan. Muka flens juga harus bersih dan tidak tergores melintang; goresan dari dalam ke luar menjadi jalur bocor yang tidak tertutup paking.

    Jenis paking dan pemilihannya

    Buku pegangan rancangan plumbing dalam narasi Fluida menyatakan bahwa paking harus tahan tekanan, suhu, dan serangan fluida di dalam pipa, dan buku prinsip desain teknik kimia memuat data rancangan beberapa bahan paking yang umum. Jenis yang sering dijumpai (nilai literatur umum):

    1. Elastomer seperti EPDM dan karet nitril: air dingin dan air panas sedang; EPDM tidak cocok untuk minyak, nitril tidak cocok untuk uap.
    2. Serat terkompresi bebas asbes: air, uap tekanan rendah sampai sedang, dan banyak bahan kimia.
    3. PTFE: bahan kimia agresif, tetapi dapat mengalir dingin di bawah beban sehingga baut perlu diperiksa.
    4. Grafit: suhu tinggi dan uap.
    5. Lilit spiral: logam dan pengisi dililit spiral, untuk tekanan dan suhu tinggi; buku pegangan katup mencatat paking lilit spiral sebagai paking yang umum di sisi media sebuah katup.

    Buku plumbing praktis menyebut paking dari komposisi berkaret, karet, komposisi asbes, dan tembaga. Paking asbes tidak lagi dipakai, tetapi masih dapat ditemukan di instalasi lama. Paking lama yang mungkin mengandung asbes tidak dikerok atau digerinda kering; penanganannya mengikuti prosedur bahan berbahaya, seperti Bab 6 · Keselamatan. Paking hampir selalu sekali pakai: setelah dikencangkan dan dipanaskan, bahannya sudah tertekan permanen dan tidak lagi memberi tegangan yang cukup bila dipakai ulang.

    Gaya baut dan tegangan paking

    Baut flens harus memberi dua gaya (nilai literatur umum): gaya untuk menekan paking sampai tegangan dudukan minimumnya, agar paking mengisi kekasaran muka flens; dan gaya untuk melawan tekanan fluida yang mendorong flens terpisah, sambil menyisakan tekanan cukup pada paking. Gaya dorong tekanan pada lingkar paking berdiameter DgD_g adalah:

    Fp=p πDg24F_p = p \, \frac{\pi D_g^2}{4}

    Gaya dudukan paking adalah tegangan dudukan paking dikalikan luas paking. Buku prinsip desain teknik kimia menegaskan bahwa jarak baut harus dipilih untuk memberi tekanan paking yang seragam. Gaya yang diberikan setiap baut berasal dari prapenegangannya, yang dihubungkan dengan torsi seperti di Bab 3 · Mekanikal & Mekatronika:

    Fbaut≈TK dF_\text{baut} \approx \frac{T}{K \, d}

    dengan TT torsi, dd diameter nominal baut, dan KK faktor gesek yang bergantung pada pelumasan dan keadaan ulir, sekitar 0,2 untuk ulir bersih berpelumas dan lebih besar untuk ulir kering atau berkarat (nilai literatur umum). Akibatnya penting: torsi yang sama pada baut berkarat memberi gaya jepit jauh lebih kecil.

    Urutan dan torsi pengencangan

    Urutan pengencangan menentukan apakah paking tertekan rata (nilai literatur umum; prosedur yang mengikat dari pabrik paking dan prosedur tempat kerja):

    1. Bersihkan muka flens, periksa goresan, dan pastikan kedua flens sejajar dan sesumbu tanpa ditarik paksa. Buku dasar instrumentasi dalam narasi Fluida mencatat bahwa flens pipa dibuka cukup lebar agar katup dan paking dapat dipasang, tetapi sambungan yang hanya dapat ditutup dengan menarik pipa menunjukkan masalah penyangga atau muai, seperti di Bab 9.
    2. Pasang paking baru di tengah, tanpa lem atau gemuk kecuali diminta pabrik paking.
    3. Pasang baut dan mur dengan ulir bersih dan berpelumas, lalu kencangkan dengan tangan.
    4. Kencangkan dengan pola silang atau bintang dalam beberapa putaran: misalnya 30, 60, lalu 100 persen torsi akhir.
    5. Lakukan satu putaran melingkar pada torsi akhir untuk memeriksa, karena baut yang dikencangkan awal sudah sedikit kendur oleh baut berikutnya.
    6. Ukur celah flens di beberapa titik; celah yang berbeda menunjuk paking tertekan tidak rata.

    Kunci tumbuk yang memutar berurutan, seperti di kasus pembuka, menekan satu sisi paking sebelum sisi lain, sehingga flens miring dan paking pecah di sisi yang paling rapat.

    Penyebab bocor

    Penyebab bocor sambungan flens yang paling umum (nilai literatur umum):

    1. Gaya baut tidak cukup: torsi kurang, ulir kering atau berkarat, atau baut berbeda panjang dan kelas.
    2. Paking salah atau dipakai ulang: bahan tidak cocok dengan suhu atau fluida, ukuran salah, atau sudah tertekan permanen.
    3. Flens tidak sejajar atau ditarik paksa oleh pipa yang tidak tertumpu atau tertahan muai.
    4. Muka flens rusak: goresan melintang, korosi, atau sisa paking lama.
    5. Relaksasi dan siklus panas: paking dan baut mengendur setelah pemanasan dan pendinginan berulang, terutama pada uap dan air panas.
    6. Getaran dan palu air, seperti di Bab 5 · Utilitas.

    Pengencangan ulang baut flens yang sedang bertekanan atau panas bukan perbaikan; bila sambungan bocor, sistem diisolasi dan sambungan dibuka, seperti di bagian berikut.

    Membuka sambungan flens dengan aman

    Membuka flens adalah membuka sistem bertekanan, sehingga mengikuti isolasi energi di Bab 4 · Keselamatan: isolasi kedua sisi, buang tekanan, kuras, dinginkan, dan buktikan tekanan nol dengan manometer dan katup pembuang. Langkah praktis yang umum (nilai literatur umum): baut di sisi yang menjauhi tubuh dilonggarkan lebih dulu, sehingga bila masih ada tekanan atau cairan tersisa, semburan keluar menjauhi pekerja; flens dibuka sedikit dengan baut masih terpasang longgar; dan setelah pasti aman, baut dilepas seluruhnya. Uap dan kondensat panas dapat tersisa di kantong pipa; bahayanya dibahas di Bab 8 · Keselamatan. APD mengikuti fluida dan suhunya, seperti di Bab 5 · Keselamatan.

    Uji tekan sistem proses

    Setelah sambungan baru atau perbaikan besar, sistem diuji tekan sebelum dipakai. Buku pegangan katup memuat standar uji tekan dalam pipa PVC untuk air, dan uji tekan instalasi plumbing gedung dijelaskan di Bab 14 · Bangunan & Fasilitas. Untuk sistem proses (nilai literatur umum; tekanan uji, lama tahan, dan kriteria dari standar dan prosedur tertulis):

    1. Uji hidrostatik dengan air adalah cara yang dipilih. Tekanan uji sering sekitar 1,5 kali tekanan rancangan, dan ditahan selama waktu tertentu sambil sambungan diperiksa.
    2. Uji pneumatik dengan udara atau gas jauh lebih berbahaya, karena gas yang dimampatkan menyimpan energi yang jauh lebih besar daripada air pada tekanan yang sama. Bila pipa atau sambungan gagal, energi itu dilepas sebagai ledakan dan pecahan. Uji pneumatik hanya dilakukan bila uji air tidak mungkin, dengan prosedur tertulis, tekanan yang dibatasi, daerah terlarang, dan persetujuan orang yang berwenang.
    3. Udara dikeluarkan dari pipa sebelum uji hidrostatik, karena kantong udara menyimpan energi dan membuat penurunan tekanan sulit dibaca.
    4. Alat yang tidak tahan tekanan uji, seperti katup pengaman, manometer kecil, dan alat ukur, dilepas atau diisolasi.

    Menguji pipa uap dengan udara tekan 12 bar seperti di kasus pembuka adalah kesalahan prosedur, bukan penghematan waktu.

    Membaca hasil uji juga perlu hati-hati (nilai literatur umum). Tekanan air di pipa tertutup berubah bila suhunya berubah: air yang dipanaskan matahari atau didinginkan malam hari menaikkan atau menurunkan tekanan tanpa ada kebocoran, karena air hampir tidak dapat dimampatkan dan pipa ikut memuai. Karena itu suhu air dicatat bersama tekanan di awal dan akhir masa tahan, manometer yang dipakai berskala sesuai dan terkalibrasi, dan setiap sambungan diperiksa langsung, bukan hanya angka manometer. Hasil uji ditulis bersama tekanan, lama tahan, suhu, alat ukur, dan nama pemeriksa, seperti catatan uji di Bab 14 · Bangunan & Fasilitas.

    Contoh kerja

    Contoh 1: gaya dorong tekanan. Paking berdiameter rata-rata 0,12 m pada tekanan 10 bar, yaitu 1,0 MPa. Fp=1,0×106×π×0,122/4=11.300F_p = 1{,}0 \times 10^6 \times \pi \times 0{,}12^2/4 = 11.300 N, yang harus dilawan baut di atas gaya dudukan paking.

    Contoh 2: gaya dudukan paking. Paking bergaris luar 152 mm dan dalam 89 mm berluas π(0,1522−0,0892)/4=0,0119\pi(0{,}152^2 - 0{,}089^2)/4 = 0{,}0119 m². Dengan tegangan dudukan 20 MPa (angka latihan; nilai bahan dari pabrik paking), gaya dudukan 20×106×0,0119=238.00020 \times 10^6 \times 0{,}0119 = 238.000 N, sekitar 29.800 N per baut untuk delapan baut.

    Contoh 3: torsi dan prapenegangan. Baut M16 dikencangkan 120 N·m. Dengan K=0,2K = 0{,}2, gaya per baut 120/(0,2×0,016)=37.500120/(0{,}2 \times 0{,}016) = 37.500 N, total untuk delapan baut 300 kN, di atas 238 kN. Dengan ulir kering berkarat, K=0,3K = 0{,}3, gaya per baut hanya 25.000 N dan totalnya 200 kN, di bawah gaya dudukan, sehingga paking dapat bocor walaupun torsinya "sudah sesuai".

    Contoh 4: rating pada suhu tinggi. Flens berseri PN10 dipakai untuk uap 10 bar pada suhu jenuhnya sekitar 184 °C. Bila tabel standar memberi tekanan izin sekitar 80 persen dari nilai PN pada suhu itu (angka latihan), tekanan izinnya sekitar 8 bar, di bawah tekanan kerja. Flens berating lebih tinggi dipakai.

    Contoh 5: urutan bintang delapan baut. Baut diberi nomor melingkar 1 sampai 8. Urutan silang yang umum adalah 1, 5, 3, 7, 2, 6, 4, 8. Dengan torsi akhir 120 N·m, putaran pertama 40 N·m, kedua 80 N·m, ketiga 120 N·m, lalu satu putaran melingkar pada 120 N·m.

    Contoh 6: celah flens. Celah diukur di empat titik: 2,8; 2,9; 3,6; dan 3,7 mm. Selisih 0,9 mm menunjukkan flens miring. Baut di sisi celah lebar dikencangkan bertahap sampai selisihnya kecil, misalnya di bawah 0,2 mm (angka latihan), atau sambungan dibuka bila flens ditarik oleh pipa.

    Contoh 7: tekanan uji. Jalur air panas dirancang untuk 6 bar. Dengan tekanan uji 1,5 kali, uji hidrostatik dilakukan pada 9 bar, setelah katup pengaman 7 bar diisolasi atau dilepas, karena katup itu akan membuka pada tekanan uji.

    Contoh 8: energi uji udara dan uji air. Pipa berisi 0,2 m³ diuji pada 15 bar ukur, yaitu 16 bar mutlak. Energi gas yang dimampatkan secara isotermal kira-kira pVln⁡(p/p0)=1,6×106×0,2×ln⁡16=887.000p V \ln(p/p_0) = 1{,}6 \times 10^6 \times 0{,}2 \times \ln 16 = 887.000 J. Air dengan modulus ruah sekitar 2,2×1092{,}2 \times 10^9 Pa menyimpan sekitar Δp2V/(2K)=(1,5×106)2×0,2/(4,4×109)=102\Delta p^2 V/(2K) = (1{,}5 \times 10^6)^2 \times 0{,}2/(4{,}4 \times 10^9) = 102 J. Gas menyimpan hampir sembilan ribu kali lebih banyak energi.

    Contoh 9: memilih paking. Sambungan flens di jalur kondensat 120 °C dan 4 bar, dengan sedikit bahan pengolah air boiler. Paking EPDM masih mungkin cocok untuk suhu itu, tetapi bila ada minyak dari kompresor atau pompa, EPDM tidak cocok; paking serat terkompresi bebas asbes atau grafit dipilih menurut data pabrik.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada orang yang berwenang bila:

    1. Sambungan harus dibuka pada sistem yang belum diisolasi, belum dibuang tekanannya, atau masih panas.
    2. Flens tidak cocok standar atau ratingnya, atau baut hanya dapat dipasang dengan dipaksa.
    3. Paking lama mungkin mengandung asbes.
    4. Uji tekan dengan udara atau gas diminta tanpa prosedur tertulis, batas tekanan, dan daerah terlarang.
    5. Sambungan bocor uap atau bahan kimia dan seseorang hendak mengencangkan baut saat sistem bertekanan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Paking yang tampak utuh boleh dipakai ulang." Paking yang sudah tertekan tidak lagi memberi tegangan yang cukup.
    2. "Torsi yang sama memberi gaya jepit yang sama." Pelumasan dan karat mengubah gaya jepit sangat besar.
    3. "Bocor diatasi dengan mengencangkan baut lebih keras." Bocor sering berasal dari flens miring, paking salah, atau muka rusak; baut yang dikencangkan berlebihan dapat menghancurkan paking.
    4. "Flens dengan ukuran nominal sama pasti cocok." Standar berbeda punya lingkar dan jumlah baut berbeda.
    5. "Rating flens berlaku pada semua suhu." Tekanan izin turun ketika suhu naik.
    6. "Uji udara lebih cepat dan sama amannya." Energi gas yang dimampatkan jauh lebih besar daripada air.
    7. "Kunci tumbuk mempercepat tanpa masalah." Pengencangan berurutan memutar menekan paking tidak rata.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 3 · Mekanikal & Mekatronika memberi torsi dan prapenegangan baut, Bab 4 · Bangunan & Fasilitas material pipa, Bab 14 · Bangunan & Fasilitas uji tekan plumbing, Bab 9 muai dan penyangga pipa, Bab 5 · Utilitas distribusi uap dan palu air, Bab 4 · Keselamatan isolasi energi, Bab 8 · Keselamatan bahaya uap, dan Bab 5 · Keselamatan APD. Bab 10 membahas katup kendali yang dipasang dengan flens, Bab 2 rugi tekan di sambungan dan fitting, dan bab berikutnya membahas pompa dalam operasi.

    Latihan dan pembahasan

    1. Paking berdiameter rata-rata 0,14 m pada 16 bar. Berapa gaya dorong tekanannya?
    2. Baut M20 dikencangkan 200 N·m dengan K=0,2K = 0{,}2. Berapa gaya per baut, dan berapa bila K=0,3K = 0{,}3?
    3. Urutkan pengencangan empat baut yang diberi nomor melingkar 1 sampai 4.
    4. Mengapa uji hidrostatik dipilih daripada uji pneumatik?
    5. Jalur dirancang 6 bar dan diuji 1,5 kali. Berapa tekanan ujinya, dan apa yang dilakukan pada katup pengaman 7 bar?
    6. Sambungan flens bocor setiap kali sistem air panas dipanaskan pagi hari. Sebutkan dugaan utama.

    Kunci jawaban beralasan

    1. Fp=1,6×106×π×0,142/4=24.600F_p = 1{,}6 \times 10^6 \times \pi \times 0{,}14^2/4 = 24.600 N.
    2. 200/(0,2×0,020)=50.000200/(0{,}2 \times 0{,}020) = 50.000 N, dan 200/(0,3×0,020)=33.300200/(0{,}3 \times 0{,}020) = 33.300 N. Ulir yang kering atau berkarat kehilangan sepertiga gaya jepit pada torsi yang sama.
    3. 1, 3, 2, 4, yaitu bersilang, dalam beberapa putaran bertahap, lalu satu putaran memeriksa.
    4. Gas yang dimampatkan menyimpan energi ribuan kali lebih besar daripada air pada tekanan yang sama, sehingga kegagalan saat uji pneumatik dapat menjadi ledakan.
    5. 1,5×6=91{,}5 \times 6 = 9 bar. Katup pengaman 7 bar diisolasi atau dilepas selama uji, lalu dipasang kembali dan diperiksa setelahnya.
    6. Relaksasi paking dan baut oleh siklus panas, paking yang tidak cocok dengan suhu, atau flens yang tertarik oleh muai pipa karena penyangga dan angkur tidak tepat, seperti di Bab 9.

    Referensi

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Paking berdiameter rata-rata 0,14 m pada 16 bar. Berapa gaya dorong tekanannya?

    2

    Baut M20 dikencangkan 200 N·m dengan K=0,2K = 0{,}2. Berapa gaya per baut, dan berapa bila K=0,3K = 0{,}3?

    3

    Urutkan pengencangan empat baut yang diberi nomor melingkar 1 sampai 4.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat