Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Fisika · Bab 38Kuantitatif

    Relativitas umum dan gravitasi: prinsip ekuivalensi, ruang-waktu melengkung, jam di ketinggian, lubang hitam dan radius Schwarzschild, gelombang gravitasi, dan koreksi waktu GPS

    Teknisi baru sebuah rumah sakit membaca bahwa jam satelit GPS berjalan sekitar 38 mikrodetik per hari lebih cepat, lalu mengusulkan agar server waktu dikoreksi tangan dan bertanya apakah titik pelacak mobil linen yang meloncat disebabkan relativitas. Bab ini menjelaskan relativitas umum menurut OpenStax: prinsip ekuivalensi, ruang-waktu melengkung dan ujinya, perlambatan jam oleh gravitasi, lubang hitam dan radius Schwarzschild, bukti dari pusat galaksi dan citra lubang hitam, serta gelombang gravitasi beserta Hadiah Nobel 2017 dan 2020 dari sumber resmi. Bab menutup dengan koreksi waktu GPS gabungan, yaitu efek kecepatan dari relativitas khusus dan efek gravitasi yang arahnya berlawanan, beserta alasan koreksi itu tidak dilakukan oleh pemakai.

    22 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah rumah sakit memakai server waktu berpenerima GPS untuk menyamakan jam kunci pintu, kamera CCTV, dan catatan medis, dan laundry rumah sakit itu memasang pelacak GPS pada empat mobil pengantar linen (angka latihan). Seorang teknisi baru membaca bahwa jam satelit GPS berjalan sekitar 38 mikrodetik per hari lebih cepat daripada jam di Bumi. Ia mengusulkan agar server waktu dikurangi 38 µs setiap hari, dan bertanya apakah titik pelacak yang kadang meloncat 200 m di dekat gedung parkir bertingkat adalah akibat relativitas. Kepala teknik justru heran: bukankah relativitas hanya berarti di dekat kecepatan cahaya, sedangkan satelit hanya melaju sekitar 3,9 km/s?

    Jawabannya ada pada teori gravitasi Einstein. Jam satelit memang harus dikoreksi, dan bagian terbesarnya berasal dari gravitasi yang lebih lemah di orbit, bukan dari kecepatan (Contoh 7 sampai 9). Koreksi itu sudah dirancang di dalam sistem satelit, sehingga server dan pelacak tidak disetel tangan. Loncatan 200 m mempunyai sebab lain, misalnya pantulan sinyal di antara gedung (pengetahuan umum), dan ditangani lewat manual pabrik serta penyedia layanan.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas prinsip ekuivalensi, ruang-waktu melengkung, efek gravitasi pada laju jam, lubang hitam dan radius Schwarzschild, gelombang gravitasi, dan koreksi waktu GPS gabungan. Sumber utamanya OpenStax University Physics Volume 1 subbab 13.5 dan 13.7, dibantu modul lain bab 13, serta pengantar bab 5 Volume 3. Narasi disiplin Fisika Teknik menyumbang kutipan dari buku teks fisika untuk sains dan teknik. Peristiwa dan Hadiah Nobel diambil dari halaman resmi lewat pencarian, dan status setiap klaim dicatat di peta sumber.

    Dilatasi waktu karena kecepatan dibahas di Bab 36 tentang relativitas khusus; di sini hasilnya hanya dipakai untuk koreksi GPS gabungan. Kesetaraan massa dan energi ada di Bab 37, gerak melingkar di Bab 2, berat dan hukum Newton di Bab 3, dan kerapatan inti di Bab 33 tentang fisika nuklir. Penanda waktu dan geser jam perangkat ada di Bab 12 · Data & Pengukuran, jam atom di Bab 34, dan materi gelap serta pengembangan alam semesta di Bab 41 tentang kosmologi. Klaim populer tentang waktu dibahas di Bab 42. Persamaan tensor relativitas umum tidak dibahas; rumus jam di bab ini adalah pendekatan medan lemah.

    Dari gravitasi Newton ke geometri ruang-waktu

    Hukum gravitasi Newton meramalkan sebagian besar gerak di tata surya; menurut OpenStax, lintasan setiap wahana antariksa cukup dihitung dengan hukum Newton. Bentuknya:

    F=G m1m2r2,g=GMr2F = \frac{G\,m_1 m_2}{r^2}, \qquad g = \frac{G M}{r^2}

    dengan FF gaya tarik (N), m1m_1 dan m2m_2 massa (kg), rr jarak pusat ke pusat (m), G=6,67×10−11G = 6{,}67 \times 10^{-11} N·m²/kg², dan gg percepatan gravitasi (m/s²) pada jarak rr dari massa MM. Data Bumi dari OpenStax: massa 5,97×10245{,}97 \times 10^{24} kg dan jari-jari rata-rata sekitar 6.370 km.

    OpenStax mencatat dua anggapan di balik hukum itu. Gaya aksi jarak jauh (action-at-a-distance force) adalah gaya yang bekerja tanpa sentuhan fisik. Newton menganggap perubahan posisi satu massa langsung terasa oleh semua massa lain, padahal relativitas khusus menetapkan tidak ada yang melaju melebihi cahaya. Anggapan kedua, massa dalam hukum gravitasi sama dengan massa dalam F=maF = ma, cocok dengan percobaan tetapi tidak diturunkan dari asas apa pun.

    Relativitas umum (general relativity) adalah teori Einstein tentang gravitasi dan kerangka acuan dipercepat yang memandang gravitasi sebagai akibat massa dan energi melengkungkan ruang-waktu di sekitarnya. Teori yang terbit tahun 1916 ini menjawab kedua soal tadi dan merupakan teori geometri, bukan teori gaya. Buku teks fisika dalam narasi mencatat bahwa dasar relativitas umum sudah tua, berakar pada prinsip ekuivalensi Galileo dan Newton.

    Prinsip ekuivalensi

    Einstein bertanya mengapa orang yang jatuh bebas tidak merasakan beratnya. Astronaut di stasiun antariksa pada ketinggian 400 km masih ditarik dengan g=8,67g = 8{,}67 m/s², sekitar 88 persen berat di permukaan, tetapi tampak tanpa bobot karena mereka jatuh bebas mengelilingi Bumi.

    Prinsip ekuivalensi (principle of equivalence) adalah asas relativitas umum yang menyatakan bahwa jatuh bebas tidak dapat dibedakan dari keadaan tanpa bobot, dan medan gravitasi seragam tidak dapat dibedakan dari percepatan seragam. Percobaan apa pun di laboratorium di Bumi memberi hasil yang sama dengan percobaan di laboratorium yang dipercepat a=ga = g di ruang jauh dari massa lain. OpenStax menjelaskan bahwa gravitasi adalah tanggapan setiap benda terhadap pengaruh benda lain pada ruang-waktu di sekitarnya, dan medan seragam serta percepatan seragam berpengaruh sama terhadap ruang-waktu.

    Berkas laser yang ditembakkan mendatar di laboratorium yang dipercepat ke atas mengenai dinding seberang sedikit lebih rendah, karena lantai bergerak naik selama cahaya menyeberang. Menurut prinsip ekuivalensi, cahaya juga "jatuh" di medan gravitasi, dan massa cahaya tidak berperan. Penurunannya di laboratorium sangat kecil (Contoh 1).

    Ruang-waktu melengkung dan ujinya

    Ruang-waktu (space-time) adalah gabungan tiga koordinat ruang dan satu koordinat waktu yang dalam persamaan relativitas diperlakukan setara. Geometri non-Euclides (non-Euclidean geometry) adalah geometri ruang lengkung yang menggambarkan hubungan sudut dan garis pada permukaan seperti bola atau hiperboloid. Geometri Euclides menganggap ruang datar: garis lurus adalah jarak terpendek, jumlah sudut segitiga 180°, dan garis sejajar tidak pernah bertemu.

    Menurut relativitas umum, hanya ruang kosong yang datar. Massa atau energi melengkungkan ruang dan waktu, dan gerak massa lain adalah tanggapan terhadap lengkungan itu. Gambar dua dimensi berupa permukaan yang melesak hanya alat bantu; lengkungan terjadi pada ruang tiga dimensi dan waktu, dan hanya terlihat lewat pengukuran cermat gerak benda dan cahaya. Pada medan lemah, hasil relativitas umum hampir sama dengan Newton; pada medan kuat, keduanya berbeda, dan relativitas umum terbukti benar.

    UjiRamalan relativitas umumSumber
    Perihelion MerkuriusSebagian kecil pergeseran yang tidak terjelaskan NewtonOpenStax
    Cahaya bintang dekat MatahariBerkas dibelokkanOpenStax
    Percobaan VikingCocok sampai satu bagian per seribunarasi
    Jam di orbitLaju jam bergantung pada gravitasiContoh 8
    Gelombang gravitasiTerdeteksi 2015LIGO

    Untuk Merkurius, sebagian besar pergeseran perihelion disebabkan tarikan planet lain, tetapi sisa kecilnya tidak terjelaskan hukum Newton sampai orang sempat mencari planet "pendamping"; relativitas umum meramalkannya dengan tepat. Buku teks dalam narasi mencatat bahwa relativitas umum bangkit kembali pada 1960 sampai 1980 dan bahwa ramalan khusus tentang besar dan sifat lengkungan ruang-waktu memerlukan percobaan tersendiri.

    Jam di ketinggian: gravitasi memperlambat waktu

    OpenStax menegaskan bahwa di dekat massa besar, ruang "teregang" dan waktu melambat. Dilatasi waktu gravitasi (gravitational time dilation) adalah perlambatan laju jam di tempat yang lebih dalam di medan gravitasi dibandingkan jam di tempat yang lebih tinggi. Untuk medan lemah seperti medan Bumi, selisih laju relatif dua jam diam dihitung dengan (pengetahuan umum):

    Δff≈GMc2(1r1−1r2)≈g hc2\frac{\Delta f}{f} \approx \frac{G M}{c^2}\left(\frac{1}{r_1} - \frac{1}{r_2}\right) \approx \frac{g\,h}{c^2}

    dengan r1r_1 jarak jam bawah dan r2r_2 jarak jam atas dari pusat Bumi (m), c=3,00×108c = 3{,}00 \times 10^{8} m/s, dan h=r2−r1h = r_2 - r_1 (m). Jam atas berjalan lebih cepat dengan pecahan itu; bentuk gh/c2gh/c^2 berlaku bila hh jauh lebih kecil daripada jari-jari Bumi. Bilangan GM/c2GM/c^2 untuk Bumi hanya sekitar 4,4 mm, sehingga efeknya sangat kecil di permukaan (Contoh 2).

    Pada medan kuat, laju jam diam pada jarak rr dari lubang hitam dibanding jam yang sangat jauh adalah 1−RS/r\sqrt{1 - R_S/r}, dengan RSR_S radius Schwarzschild (pengetahuan umum). Pada r=2RSr = 2R_S jam berjalan 0,71 kali laju jam jauh, pada r=1,01RSr = 1{,}01 R_S hanya 0,10 kali, dan menuju nol di RSR_S. Hal ini sejalan dengan OpenStax: pengamat luar melihat jam dan detak jantung orang yang jatuh makin lambat lalu seakan berhenti, sedangkan orang itu merasakan prosesnya sendiri berjalan biasa.

    Lubang hitam dan radius Schwarzschild

    Gagasan bintang yang tidak dapat melepaskan cahaya sudah ada pada akhir 1700-an. John Michell dan Pierre-Simon Laplace memakai hukum Newton dan laju cahaya yang diukur Ole Rømer pada 1676. Bila kecepatan lepas vesc=2GM/Rv_{esc} = \sqrt{2GM/R}, yang tidak bergantung pada massa benda yang lepas, melebihi cc, cahaya tidak dapat lolos. Karl Schwarzschild menemukan solusi persamaan Einstein pada 1916, dan nama lubang hitam diberikan John Wheeler pada 1969.

    Lubang hitam (black hole) adalah massa yang begitu rapat sehingga runtuh ke dalam dirinya dan membentuk singularitas yang dikelilingi cakrawala peristiwa. Radius Schwarzschild (Schwarzschild radius) adalah jari-jari kritis suatu massa yang, bila massa dimampatkan sampai lebih kecil, membuat massa runtuh menjadi singularitas dan membuat benda yang masuk melewati jari-jari kritis tidak dapat lolos. Cakrawala peristiwa (event horizon) adalah batas di sekitar lubang hitam pada radius Schwarzschild yang dari dalamnya tidak ada benda, bahkan cahaya, yang dapat lolos.

    RS=2GMc2R_S = \frac{2GM}{c^2}

    dengan RSR_S dalam meter dan MM massa (kg). OpenStax mengingatkan bahwa kecocokan rumus ini dengan rumus kecepatan lepas Newton hanyalah kebetulan, karena rumus klasik energi kinetik tidak berlaku untuk cahaya. Massa Matahari, 1,99×10301{,}99 \times 10^{30} kg, memberi RSR_S sekitar 3 km, dan massa Bumi kurang dari 1 cm (Contoh 3).

    Bintang neutron (neutron star) adalah sisa bintang yang tersusun atas neutron dengan kerapatan inti atom dan merupakan benda paling mampat yang dikenal di luar lubang hitam. Jari-jari bintang neutron masih lebih besar daripada RSR_S-nya, sehingga benda masih dapat lepas dari permukaannya. Menurut OpenStax, bintang bermassa beberapa kali Matahari dapat runtuh menjadi lubang hitam di akhir hidupnya, sedangkan bintang seukuran Matahari tidak. Buku teks dalam narasi menambahkan bahwa lubang hitam terbentuk ketika bintang kehabisan bahan bakar termonuklir yang menahan tekanan melawan gravitasi.

    Bukti pengamatan: pusat galaksi dan citra lubang hitam

    Bintang neutron tervalidasi pertama ditemukan Jocelyn Bell Burnell pada 1967 sebagai sumber pulsa radio teratur. Bukti lubang hitam datang dari sinar-X sistem bintang ganda, pelensaan gravitasi cahaya galaksi jauh, dan gerak benda tampak di sekitar pasangan yang tidak terlihat. Buku teks dalam narasi mencatat bahwa gas yang jatuh ke lubang hitam begitu panas sehingga memancarkan sinar-X dalam jumlah besar.

    Bukti terdekat ada di pusat Bima Sakti. Kelompok UCLA, dengan data teleskop Keck, menghitung orbit beberapa bintang dan menaksir massa pusatnya sekitar 4 juta massa Matahari dalam daerah yang muat di dalam orbit Merkurius, tanpa ada yang terlihat di cahaya tampak. Hadiah Nobel Fisika 2020 dibagi dua: setengah untuk Roger Penrose karena menunjukkan bahwa pembentukan lubang hitam adalah akibat relativitas umum, dan setengah untuk Reinhard Genzel dan Andrea Ghez atas penemuan objek mampat supermasif di pusat galaksi kita, setelah tim mereka mengikuti bintang di sana hampir tiga dasawarsa.

    Citra pertama diperoleh Event Horizon Telescope, jaringan observatorium di seluruh dunia. Menurut NASA JPL, rilis tahun 2019 memperlihatkan bayangan cakrawala peristiwa lubang hitam M87*, dan data dari delapan lokasi disinkronkan dengan penanda waktu sebelum digabung. Pada 12 Mei 2022, kolaborasi itu merilis citra Sagittarius A* di pusat Bima Sakti, sekitar 27.000 tahun cahaya dari Bumi; menurut ESO, ukuran cincinnya cocok dengan ramalan relativitas umum, dan citranya adalah rata-rata banyak rekonstruksi dari pengamatan 2017.

    Gelombang gravitasi

    Gelombang gravitasi (gravitational wave) adalah riak lengkungan ruang-waktu yang dipancarkan massa yang bergerak dipercepat, misalnya dua lubang hitam yang saling mengorbit, dan merambat dengan kecepatan cahaya (pengetahuan umum). Buku teks dalam narasi mencatat bahwa percobaan Joseph Weber memulai program deteksi gelombang gravitasi. OpenStax menyebut pengukuran gelombang gravitasi tahun 2015 dari penggabungan dua lubang hitam sebagai salah satu ramalan Einstein yang sudah terbukti.

    Menurut LIGO, sinyal GW150914 tertangkap pada 14 September 2015 pukul 09.50.45 UTC oleh dua observatorium kembar di Hanford dan Livingston, Amerika Serikat, dan diumumkan pada 11 Februari 2016. Sumbernya dua lubang hitam bermassa 36 dan 29 kali Matahari yang bergabung menjadi satu lubang hitam sekitar 62 kali Matahari, dengan sekitar 3 massa Matahari terpancar sebagai gelombang gravitasi dari jarak 1,3 miliar tahun cahaya. Sinyalnya hanya 0,2 detik dan menjadi bukti langsung pertama bahwa lubang hitam dapat bergabung.

    Hadiah Nobel Fisika 2017 diberikan setengah kepada Rainer Weiss dan setengah lagi kepada Barry C. Barish dan Kip S. Thorne "atas sumbangan menentukan pada detektor LIGO dan pengamatan gelombang gravitasi". Menurut siaran pers Nobel, Weiss sudah menganalisis sumber derau pada pertengahan 1970-an dan merancang interferometer berbasis laser, sedangkan Barish memimpin proyek sampai selesai. Detektor mengukur perubahan panjang lengan interferometer yang sangat kecil; regangan khasnya sekitar 10−2110^{-21} dan lengannya sekitar 4 km (pengetahuan umum; Contoh 5).

    Koreksi waktu GPS: dua efek yang berlawanan

    Menurut OpenStax, satelit GPS mengorbit pada ketinggian sekitar 20.000 km, di orbit Bumi menengah. Pengantar bab relativitas OpenStax Volume 3 menyebut bahwa waktu berjalan sedikit berbeda di Bumi dan di satelit GPS, bahwa penerima di kendaraan tidak dapat menemukan posisinya tanpa koreksi, dan bahwa Gladys West memasukkan efek relativitas ke dalam algoritma yang ia kembangkan. Keterangan gambarnya hanya menyebut relativitas khusus; padahal efek gravitasi lebih besar dan arahnya berlawanan (Contoh 7 dan 8, penalaran editorial).

    Neil Ashby, dalam ulasan Relativity in the Global Positioning System, menjelaskan bahwa laju jam GPS bergeser cukup besar sehingga sistem tidak akan bekerja tanpa koreksi, dan efek yang ditangani mencakup dilatasi waktu, pergeseran frekuensi gravitasi, efek Sagnac, dan relativitas keserempakan. Dua efek utama untuk jam satelit:

    EfekPecahan lajuArahNilai per hari
    Kecepatan (relativitas khusus, Bab 36)v2/(2c2)v^2/(2c^2)jam satelit lebih lambatsekitar 7,25 µs
    Gravitasi (relativitas umum)GMc2(1RE−1r)\frac{GM}{c^2}\left(\frac{1}{R_E} - \frac{1}{r}\right)jam satelit lebih cepatsekitar 45,5 µs
    Gabunganselisih keduanyalebih cepatsekitar 38,3 µs

    Di tabel, vv kecepatan orbit, RER_E jari-jari Bumi, dan rr jari-jari orbit; nilainya dihitung penyusun dari data OpenStax (Contoh 6 sampai 9). Penanganannya (pengetahuan umum): frekuensi jam satelit disetel sedikit lebih rendah sebelum peluncuran, sehingga dilihat dari Bumi lajunya tepat, dan sisa efek periodik karena orbit yang sedikit lonjong dikoreksi oleh perangkat lunak penerima. Pemakai, server waktu, dan pelacak tidak menambahkan koreksi relativitas sendiri. Menurut Bab 34 tentang teknologi kuantum dan jam atom, galat 1 µs setara sekitar 300 m jarak sinyal, dan geser jam perangkat dibahas di Bab 12 · Data & Pengukuran.

    Contoh kerja

    Contoh 1: cahaya di laboratorium yang dipercepat. Berkas laser menyeberang ruang 10 m (angka latihan) di laboratorium yang dipercepat g=9,8g = 9{,}8 m/s². Waktu tempuhnya t=10/(3,00×108)=3,33×10−8t = 10/(3{,}00 \times 10^{8}) = 3{,}33 \times 10^{-8} s, sehingga penurunannya 12gt2=5,4×10−15\tfrac{1}{2}gt^2 = 5{,}4 \times 10^{-15} m (penalaran editorial). Angka ini lebih kecil daripada diameter inti besi, sekitar 9 fm karena jari-jarinya 4,6 fm menurut Bab 33 tentang fisika nuklir, sehingga pembelokan cahaya hanya terukur pada skala astronomi.

    Contoh 2: jam di puncak menara hotel. Jam di atap berada 100 m di atas jam basemen (angka latihan). Selisih lajunya gh/c2=9,8×100/(9,00×1016)=1,09×10−14gh/c^2 = 9{,}8 \times 100/(9{,}00 \times 10^{16}) = 1{,}09 \times 10^{-14}, atau 1,09×10−14×86.400=0,941{,}09 \times 10^{-14} \times 86.400 = 0{,}94 ns per hari dan 0,34 µs per tahun. Jam kuarsa bergalat 20 ppm di Bab 12 · Data & Pengukuran bergeser 1,7 detik per hari, sekitar 1,8×1091{,}8 \times 10^{9} kali lebih besar.

    Contoh 3: radius Schwarzschild Matahari dan Bumi. Untuk Matahari, RS=2(6,67×10−11)(1,99×1030)/(3,00×108)2=2,95×103R_S = 2(6{,}67 \times 10^{-11})(1{,}99 \times 10^{30})/(3{,}00 \times 10^{8})^2 = 2{,}95 \times 10^{3} m; untuk Bumi 8,85×10−38{,}85 \times 10^{-3} m. Massa Bumi di dalam bola berjari-jari 8,85 mm berkerapatan 5,97×1024/(43π(8,85×10−3)3)=2,06×10305{,}97 \times 10^{24}/(\tfrac{4}{3}\pi (8{,}85 \times 10^{-3})^3) = 2{,}06 \times 10^{30} kg/m³, sekitar 9×10129 \times 10^{12} kali kerapatan inti 2,3×10172{,}3 \times 10^{17} kg/m³. Untuk Matahari kerapatannya 1,85×10191{,}85 \times 10^{19} kg/m³, sekitar 80 kali kerapatan inti, sama dengan OpenStax.

    Contoh 4: Sagittarius A* dan gaya pasang surut. Massa 4×106×1,99×1030=7,96×10364 \times 10^{6} \times 1{,}99 \times 10^{30} = 7{,}96 \times 10^{36} kg memberi RS=1,18×1010R_S = 1{,}18 \times 10^{10} m, atau 1,18×1071{,}18 \times 10^{7} km, sekitar seperlima jari-jari orbit Merkurius 57,9 juta km. Gaya pasang surut antara kepala dan kaki bermassa 5,0 kg yang terpisah 2,0 m di cakrawala adalah 2GMmΔr/RS3=6,4×10−32GMm\Delta r/R_S^3 = 6{,}4 \times 10^{-3} N, kurang dari berat benda 1 gram (kunci soal OpenStax menulis 9,5×10−39{,}5 \times 10^{-3} N). Gaya ini sebanding dengan 1/M21/M^2, sehingga pada lubang hitam 10 massa Matahari (RS=29,5R_S = 29{,}5 km) nilainya sekitar 1,0×1091{,}0 \times 10^{9} N (penalaran editorial).

    Contoh 5: energi GW150914. Massa yang hilang 36+29−62=336 + 29 - 62 = 3 massa Matahari. Energinya E=mc2=3(1,99×1030)(3,00×108)2=5,4×1047E = mc^2 = 3(1{,}99 \times 10^{30})(3{,}00 \times 10^{8})^2 = 5{,}4 \times 10^{47} J, dan bila dipancarkan dalam sekitar 0,2 detik, daya rata-ratanya kasar 2,7×10482{,}7 \times 10^{48} W (penalaran editorial). Regangan 10−2110^{-21} pada lengan 4 km mengubah panjangnya 4×10−184 \times 10^{-18} m (pengetahuan umum), kurang dari seperdua ribu diameter inti besi.

    Contoh 6: orbit satelit GPS. Dengan ketinggian 20.000 km, r=6,37×106+2,00×107=2,637×107r = 6{,}37 \times 10^{6} + 2{,}00 \times 10^{7} = 2{,}637 \times 10^{7} m. Kecepatan orbit v=GM/r=(6,67×10−11)(5,97×1024)/(2,637×107)=3,89×103v = \sqrt{GM/r} = \sqrt{(6{,}67 \times 10^{-11})(5{,}97 \times 10^{24})/(2{,}637 \times 10^{7})} = 3{,}89 \times 10^{3} m/s, dan periodenya 2πr/v=4,26×1042\pi r/v = 4{,}26 \times 10^{4} s atau 11,8 jam; gaya gravitasi di sini berperan sebagai gaya sentripetal seperti di Bab 2 tentang gerak melingkar.

    Contoh 7: efek kecepatan. Untuk kecepatan jauh di bawah cc, jam yang bergerak tertinggal dengan pecahan v2/(2c2)v^2/(2c^2), pendekatan rumus dilatasi waktu di Bab 36. Hasilnya (3,886×103)2/(2×9,00×1016)=8,39×10−11(3{,}886 \times 10^{3})^2/(2 \times 9{,}00 \times 10^{16}) = 8{,}39 \times 10^{-11}, atau 7,25 µs per hari lebih lambat.

    Contoh 8: efek gravitasi. Dengan GM/c2=4,42×10−3GM/c^2 = 4{,}42 \times 10^{-3} m, pecahannya 4,42×10−3(1/6,37×106−1/2,637×107)=5,27×10−104{,}42 \times 10^{-3}(1/6{,}37 \times 10^{6} - 1/2{,}637 \times 10^{7}) = 5{,}27 \times 10^{-10}, atau 45,5 µs per hari lebih cepat (penalaran editorial). Efek ini lebih dari enam kali efek kecepatan.

    Contoh 9: gabungan dan kasus pembuka. Jam satelit maju 45,5−7,25=38,345{,}5 - 7{,}25 = 38{,}3 µs per hari, sejalan dengan angka sekitar 38 µs yang dibaca teknisi. Bila tidak dikoreksi, galat itu setara 38,3×10−6×3,00×108=11,538{,}3 \times 10^{-6} \times 3{,}00 \times 10^{8} = 11{,}5 km jarak sinyal per hari, atau sekitar 480 m per jam (penalaran editorial). Karena koreksi sudah ada di sistem, server waktu tidak dikurangi tangan; loncatan 200 m pada pelacak diperiksa sebagai masalah sinyal, antena, atau perangkat menurut manual pabrik.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada penanggung jawab TI, penyedia layanan, atau pabrik bila:

    1. Ada usul menyetel jam server waktu atau penerima GPS secara manual untuk "mengoreksi relativitas". Catat selisih jam dan laporkan, seperti aturan sinkronisasi di Bab 12 · Data & Pengukuran dan Bab 34.
    2. Server waktu menunjukkan loncatan yang memengaruhi kunci pintu, catatan medis, atau rekaman CCTV yang dapat menjadi bukti; jangan menghapus atau mengubah log.
    3. Posisi pelacak armada terus meleset atau hilang; pemeriksaan antena, kabel, dan perangkat mengikuti manual pabrik dan penyedia layanan.
    4. Pemasangan atau pemeriksaan antena GPS memerlukan kerja di atap; pekerjaan tidak dimulai tanpa prosedur tertulis untuk cuaca buruk dan petir, seperti di Bab 35 · Kelistrikan & Kendali.
    5. Ada usul memasang pemancar ulang atau pengacak sinyal satelit; keputusan perangkat pemancar radio milik penanggung jawab yang memahami izin frekuensi.
    6. Klaim populer tentang perjalanan waktu atau lubang hitam dipakai sebagai dasar pembelian atau keputusan keselamatan; rujuk Bab 42.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Tebak dulu di mana kelirunya, lalu buka penjelasannya.

    Anggapan keliru

    Relativitas hanya penting di dekat kecepatan cahaya.

    Mengapa keliru?

    Satelit GPS hanya 3,9 km/s, tetapi ketelitian nanodetik membuat efek 10−1010^{-10} berarti. Efek gravitasinya bahkan tidak memerlukan gerak sama sekali.

    Anggapan keliru

    Jam satelit GPS lebih lambat karena bergerak cepat.

    Mengapa keliru?

    Efek kecepatan memang memperlambat 7 µs per hari, tetapi efek gravitasi mempercepat 45 µs per hari, sehingga jam satelit secara bersih lebih cepat.

    Anggapan keliru

    Server waktu harus dikurangi 38 µs setiap hari.

    Mengapa keliru?

    Koreksi sudah dirancang pada jam satelit dan perangkat lunak penerima; penyetelan tangan justru merusak sinkronisasi.

    Anggapan keliru

    Lubang hitam menyedot apa saja di sekitarnya.

    Mengapa keliru?

    Jauh dari cakrawala, gravitasinya praktis sama dengan gravitasi Newton dari massa yang setara (penalaran editorial); benda dapat mengorbitnya, seperti bintang di pusat galaksi.

    Anggapan keliru

    Astronaut di orbit tidak mengalami gravitasi.

    Mengapa keliru?

    Di ketinggian 400 km, gravitasi masih 88 persen; astronaut tampak tanpa bobot karena jatuh bebas, sesuai prinsip ekuivalensi.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 36 memberi efek kecepatan pada jam, Bab 37 kesetaraan massa dan energi, serta Bab 2 dan Bab 3 gerak melingkar dan berat. Bab 33 memberi kerapatan inti, Bab 12 · Data & Pengukuran dan Bab 34 sinkronisasi dan jam atom, dan Bab 35 · Kelistrikan & Kendali batas kerja di atap. Bab 41 memakai relativitas umum untuk pengembangan alam semesta dan pelensaan oleh materi gelap, dan Bab 42 membahas klaim populer tentang waktu.

    Latihan dan pembahasan

    Coba jawab dulu, lalu buka pembahasannya.

    1. Satelit geosinkron mengorbit dengan periode satu hari. Hitung jari-jari orbitnya, efek kecepatan, efek gravitasi, dan efek bersih pada jamnya per hari.

      Lihat pembahasan

      Dari T=2πr3/GMT = 2\pi\sqrt{r^3/GM} dengan T=86.400T = 86.400 s diperoleh r=4,22×107r = 4{,}22 \times 10^{7} m dan v=3,07v = 3{,}07 km/s. Efek kecepatan 4,5 µs per hari lebih lambat dan efek gravitasi 51,0 µs per hari lebih cepat, sehingga jam geosinkron maju sekitar 46,4 µs per hari.

    2. Stasiun antariksa mengorbit 400 km di atas permukaan. Apakah jamnya secara bersih lebih cepat atau lebih lambat daripada jam di Bumi, dan berapa per hari?

      Lihat pembahasan

      Dengan r=6,77×106r = 6{,}77 \times 10^{6} m dan v=7,67v = 7{,}67 km/s, efek kecepatan 28,2 µs per hari lebih lambat, sedangkan efek gravitasi hanya 3,5 µs per hari lebih cepat. Jam stasiun antariksa secara bersih tertinggal sekitar 24,7 µs per hari, kebalikan dari GPS karena orbitnya rendah dan cepat.

    3. Bintang neutron bermassa dua kali Matahari berjari-jari 12,0 km. Apakah benda masih dapat lepas dari permukaannya?

      Lihat pembahasan

      Radius Schwarzschild-nya 2(6,67×10−11)(3,98×1030)/(3,00×108)2=5,92(6{,}67 \times 10^{-11})(3{,}98 \times 10^{30})/(3{,}00 \times 10^{8})^2 = 5{,}9 km, lebih kecil daripada 12,0 km. Bintang itu bukan lubang hitam, sehingga benda yang cukup cepat masih dapat lepas, walau gravitasinya sangat besar.

    4. Bila seluruh 101110^{11} bintang Bima Sakti seukuran Matahari runtuh menjadi satu lubang hitam, berapa radius Schwarzschild-nya dalam tahun cahaya?

      Lihat pembahasan

      Radius Schwarzschild sebanding dengan massa, sehingga RS=2,95R_S = 2{,}95 km kali 101110^{11}, yaitu 2,95×10112{,}95 \times 10^{11} km atau 0,031 tahun cahaya. Angka itu sangat kecil dibanding jarak kita ke pusat galaksi, sekitar 27.000 tahun cahaya menurut ESO.

    5. Kepala teknik ingin memindahkan server waktu dari basemen ke lantai atas, 100 m lebih tinggi, karena "jam di tempat tinggi lebih cepat". Apakah usul itu bermanfaat?

      Lihat pembahasan

      Selisih lajunya hanya 0,94 ns per hari (Contoh 2), jauh di bawah geser jam kuarsa dan ketelitian sinkronisasi jaringan. Usul itu tidak bermanfaat; yang menentukan adalah sinkronisasi ke acuan dan pencatatan selisih jam seperti di Bab 12 · Data & Pengukuran.

    6. Seorang tamu berkata astronaut melayang karena di orbit tidak ada gravitasi. Bagaimana prinsip ekuivalensi menjelaskan keadaan astronaut?

      Lihat pembahasan

      Astronaut dan stasiun jatuh bebas bersama mengelilingi Bumi dengan percepatan sama, sehingga lantai tidak menekan kaki. Gravitasi di sana masih sekitar 8,67 m/s², dan menurut prinsip ekuivalensi jatuh bebas tidak dapat dibedakan dari keadaan tanpa bobot.

    Referensi

    Sumber luar

    • OpenStax: University Physics Volume 1openstax.org
    • OpenStax: University Physics Volume 3openstax.org
    • Relativity in the Global Positioning Systememis.dsd.sztaki.hu
    • GW150914ligo.org
    • Press release: The 2017 Nobel Prize in Physics - NobelPrize.orgnobelprize.org
    • Press release: The Nobel Prize in Physics 2020 - NobelPrize.orgnobelprize.org
    • Astronomers reveal first image of the black hole at the heart of our galaxyeso.org
    • How Scientists Captured the First Image of a Black Holejpl.nasa.gov

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Satelit geosinkron mengorbit dengan periode satu hari. Hitung jari-jari orbitnya, efek kecepatan, efek gravitasi, dan efek bersih pada jamnya per hari.

    2

    Stasiun antariksa mengorbit 400 km di atas permukaan. Apakah jamnya secara bersih lebih cepat atau lebih lambat daripada jam di Bumi, dan berapa per hari?

    3

    Bintang neutron bermassa dua kali Matahari berjari-jari 12,0 km. Apakah benda masih dapat lepas dari permukaannya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat