Pelunak dan penukar ion: resin, kapasitas tukar, ukuran pelunak, regenerasi dan garam, kebocoran kesadahan, demineralisasi, dan limbah regenerasi
Linen laundry sebuah rumah sakit menjadi kaku dan keabu-abuan, dan pemakaian deterjennya naik, padahal air sudah melewati pelunak sentral dua tabung. Uji sore hari menunjukkan air keluaran pelunak sama sadahnya dengan air baku. Pemakaian air sudah naik hampir dua kali, tetapi regenerasi masih diatur menurut waktu, dan tangki garamnya hampir kosong dengan garam yang menggumpal. Bab ini menjelaskan pelunak dan penukar ion dari sisi teknisi: kesadahan dan satuannya, resin dan cara kerjanya, kapasitas tukar dan volume air per siklus, ukuran pelunak, tahap regenerasi dan kebutuhan garam, kebocoran kesadahan dan pemeriksaannya, demineralisasi, dan limbah regenerasi.
Laundry sebuah rumah sakit memakai air sumur yang sadah, sehingga air dilewatkan ke pelunak sentral dua tabung sebelum masuk ke mesin cuci dan boiler kecil. Setahun setelah dua mesin cuci besar ditambahkan, keluhan mulai berdatangan: handuk terasa kaku, linen putih keabu-abuan, dan pemakaian deterjen naik hampir sepertiga. Operator laundry yakin pelunaknya bekerja, karena lampu panelnya menyala hijau dan regenerasi berjalan setiap tiga hari.
Teknisi menguji kesadahan air keluaran pelunak pada pagi, siang, dan sore. Pagi hari setelah regenerasi, kesadahannya hampir nol; sore hari kedua, kesadahannya sama dengan air baku. Pemakaian air sudah naik dari sekitar 40 menjadi 70 m³ per hari, tetapi regenerasi masih diatur setiap tiga hari menurut jam, sehingga resin habis jauh sebelum regenerasi berikutnya. Tangki garam hampir kosong, dan garam yang tersisa menggumpal menjadi kerak keras yang menggantung di atas air, sehingga larutan garam yang terisap encer. Bab ini menjelaskan cara kerja pelunak dan penukar ion, dan cara menghitung kapasitas, garam, dan jadwal regenerasinya.
Batas pembahasan
Bab ini membahas pelunak dan penukar ion dari sisi teknisi: kesadahan, resin, kapasitas tukar, ukuran pelunak, regenerasi, garam, kebocoran kesadahan, demineralisasi, dan limbah regenerasi. Air bahan baku laundry dan akibat kesadahan pada pencucian ada di Bab 4 · Laundry; pelunak bawaan mesin pencuci piring di Bab 9 · Dishwashing; kelarutan dan kecenderungan kerak di Bab 16 · Kimia; air boiler di Bab 6 · Utilitas; air pendingin di Bab 10 · Utilitas; osmosis balik di Bab 5; filtrasi media di Bab 20; bahan kimia di pekerjaan teknisi di Bab 6 · Keselamatan. Sumbernya adalah narasi Teknik Air dan Lingkungan, terutama buku pegangan penukar ion untuk pengolahan air dan air limbah dan buku pegangan rancangan plumbing, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Angka kapasitas dan dosis umum ditandai nilai literatur umum; nilai untuk resin dan unit tertentu diambil dari pembuatnya. Angka contoh adalah angka latihan.
Kesadahan dan mengapa air dilunakkan
Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pegangan rancangan plumbing bahwa kesadahan adalah senyawa kalsium dan magnesium yang biasanya ada di air sadah, dan buku pegangan penukar ion bahwa proses menghilangkan kesadahan disebut pelunakan. Narasi yang sama mengutip buku penukar ion bahwa air tanah tinggi zat terlarut, kesadahan, alkalinitas, dan silika.
Kesadahan biasanya dinyatakan sebagai mg/L kalsium karbonat, supaya kalsium dan magnesium dapat dijumlahkan. Satuan lain yang masih dipakai di manual mesin adalah derajat Jerman, dengan 1 derajat sekitar 17,8 mg/L kalsium karbonat (nilai literatur umum). Konversi dan akibatnya bagi pencucian dijelaskan di Bab 4 · Laundry.
Narasi itu juga mengutip buku pegangan rancangan plumbing bahwa pelunakan air diperlukan untuk hampir semua pemakaian air gedung komersial dan industri. Di laundry, kesadahan mengikat sebagian deterjen, mengendap di serat sebagai kerak abu-abu, dan menumpuk sebagai kerak di pemanas dan boiler, seperti dibahas di Bab 16 · Kimia dan Bab 6 · Utilitas.
Resin penukar ion
Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku penukar ion bahwa proses penukar ion memakai resin penukar ion, dan bahwa resin dapat berstruktur gel atau makropori. Resin adalah butir polimer kecil, biasanya berukuran sekitar setengah milimeter, yang membawa gugus bermuatan tetap. Pada resin kation untuk pelunak, gugus itu bermuatan negatif dan mula-mula dipasangkan dengan ion natrium (nilai literatur umum).
Saat air sadah melewati resin, ion kalsium dan magnesium, yang bermuatan dua dan lebih disukai resin, menggantikan ion natrium. Air keluar membawa natrium sebagai gantinya, dalam jumlah yang setara. Pertukaran ini berlangsung dari atas ke bawah: lapisan atas jenuh lebih dulu, dan batas antara resin jenuh dan resin segar turun pelan sepanjang siklus. Ketika batas itu mencapai dasar, kesadahan mulai lolos, dan resin harus diregenerasi.
Resin dapat rusak atau kehilangan kapasitas karena klorin bebas yang tinggi, besi dan mangan yang mengendap di butirnya, minyak, dan suhu tinggi di luar batas pembuatnya (nilai literatur umum). Karena itu, pelunak sering didahului filter media atau karbon, seperti di Bab 20.
Kapasitas tukar dan volume air per siklus
Kapasitas operasi resin menyatakan banyaknya kesadahan yang dapat ditukar oleh satu liter resin dalam satu siklus, dinyatakan dalam gram kalsium karbonat per liter resin. Untuk resin kation pelunak, angkanya sekitar 45 sampai 70 g per liter, tergantung dosis garam regenerasi: dosis lebih banyak memberi kapasitas lebih besar, tetapi efisiensi garamnya menurun (nilai literatur umum).
Beban kesadahan harian dan volume air yang dapat dilunakkan dalam satu siklus dihitung:
dengan beban kesadahan dalam g CaCO₃ per hari, pemakaian air dalam m³/hari, kesadahan air baku dalam mg/L, yang sama dengan g/m³, kapasitas operasi dalam g per liter resin, volume resin dalam liter, dan volume air per siklus dalam m³. Rumus ini menunjukkan mengapa pelunak yang cukup untuk pemakaian lama dapat habis terlalu cepat setelah pemakaian air atau kesadahan naik.
Ukuran pelunak
Memilih atau menilai pelunak dimulai dari pemakaian air harian, debit puncak, dan kesadahan air baku. Pertimbangan yang umum (nilai literatur umum):
- Volume resin: cukup supaya satu siklus bertahan sekitar satu sampai beberapa hari, tidak terlalu sering diregenerasi dan tidak terlalu lama sehingga resin jarang dibersihkan.
- Debit puncak: laju alir spesifik, yaitu debit dibagi volume resin, biasanya dijaga dalam rentang yang diberikan pembuat, sering sekitar 8 sampai 40 kali volume resin per jam. Debit yang terlalu tinggi memperbesar kebocoran kesadahan dan kehilangan tekanan.
- Simpleks atau dupleks: pelunak satu tabung tidak memberi air lunak selama regenerasi. Pelunak dua tabung bergantian memberi air lunak terus-menerus, penting untuk laundry dan boiler.
- Kendali regenerasi: menurut waktu, menurut volume air yang sudah melewati meter, atau menurut sensor mutu. Kendali menurut volume menyesuaikan diri dengan pemakaian.
- Ruang dan akses: narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pegangan rancangan plumbing bahwa sistem pelunak sering dipilih tanpa banyak memikirkan kebutuhan ruang. Ruang diperlukan untuk tangki garam, pengisian garam, dan saluran buangan.
Regenerasi dan garam
Regenerasi mengembalikan resin ke bentuk natrium dengan larutan garam pekat. Tahap yang umum (nilai literatur umum):
- Cuci balik: air dialirkan dari bawah untuk mengembangkan resin, melepas kotoran, dan meratakan lapisan.
- Pengisapan larutan garam: larutan garam sekitar 8 sampai 12 persen diisap perlahan melewati resin, sehingga natrium menggantikan kalsium dan magnesium.
- Bilas lambat: air mendorong sisa larutan garam melewati resin dengan laju lambat, supaya garam terpakai.
- Bilas cepat: air mengalir dengan laju kerja sampai keluaran tidak lagi asin dan kesadahannya rendah. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku penukar ion bahwa tahap bilas dapat berupa bilas lambat yang diikuti bilas akhir.
- Pengisian tangki garam: air dimasukkan ke tangki garam untuk melarutkan garam bagi regenerasi berikutnya.
Banyaknya garam per regenerasi adalah dosis garam kali volume resin. Narasi yang sama mengutip buku pegangan rancangan plumbing agar dipastikan simpanan garam di tangki garam cukup untuk sedikitnya empat kali regenerasi per tabung. Masalah garam yang sering ditemui (nilai literatur umum):
- Garam menggumpal di atas air membentuk kubah keras, sehingga air di bawahnya tidak jenuh dan larutan yang terisap encer.
- Garam tidak bersih meninggalkan lumpur di dasar tangki yang menyumbat saringan isap.
- Katup isap atau injektor tersumbat, sehingga larutan garam tidak terisap sama sekali walaupun regenerasi berjalan.
- Tangki garam kosong karena tidak ada jadwal pengisian atau pencatatan.
Secara teori, menukar 1 g kalsium karbonat memerlukan sekitar 1,17 g garam dapur, tetapi pelunak sebenarnya memakai sekitar dua sampai tiga kali angka itu (nilai literatur umum). Perbandingan garam terpakai terhadap kesadahan yang ditukar adalah ukuran efisiensi yang berguna untuk membandingkan setelan.
Kebocoran kesadahan dan pemeriksaan
Pelunak yang bekerja baik tetap meloloskan sedikit kesadahan, biasanya beberapa mg/L, yang disebut kebocoran (nilai literatur umum). Kebocoran membesar bila larutan garam encer, debit melewati batas, zat terlarut di air baku sangat tinggi, atau resin sudah tua. Kesadahan yang tiba-tiba sama dengan air baku menunjuk resin habis, regenerasi gagal, atau katup pintas terbuka.
Pemeriksaan yang umum:
- Uji tetes kesadahan air keluaran pelunak, sebaiknya menjelang akhir siklus, tidak hanya setelah regenerasi.
- Meter air dibaca dan dibandingkan dengan volume per siklus hasil hitungan.
- Tangki garam: tinggi garam, kubah garam, dan tinggi air.
- Uji regenerasi: mengamati bahwa larutan garam benar-benar terisap dan bilas keluar asin lalu tawar.
- Katup campur dan pintas: posisinya sesuai dan tidak bocor.
- Konduktivitas air baku: narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku penukar ion bahwa kadar zat terlarut dapat ditentukan dari konduktivitas sampel air. Kenaikan zat terlarut mengubah kebocoran dan kapasitas.
Demineralisasi
Pelunak hanya menukar kesadahan dengan natrium; zat terlarut total hampir tidak berubah. Untuk air yang hampir bebas garam, seperti untuk boiler bertekanan tinggi, laboratorium, atau bilas akhir tertentu, dipakai demineralisasi: resin kation bentuk hidrogen menukar semua kation dengan ion hidrogen, lalu resin anion bentuk hidroksida menukar semua anion dengan ion hidroksida, sehingga keduanya membentuk air (nilai literatur umum).
Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku penukar ion bahwa unit kation asam lemah diregenerasi dengan asam dan pelunak dengan garam, bahwa cara lain adalah memakai gabungan resin lemah dan resin kuat, bahwa unit anion kemudian dibilas dengan air, dan bahwa air olahan dari sepasang unit dipoles lagi di unit hamparan campur. Narasi yang sama mengutip buku penukar ion tentang unit anion basa kuat yang menghasilkan konduktivitas 5 µS/cm, dan buku pegangan rancangan plumbing bahwa air bebas ion ditetapkan dalam rentang konduktivitas.
Regenerasi demineralisasi memakai asam kuat dan soda kaustik pekat, sehingga penanganan bahan kimianya mengikuti Bab 6 · Keselamatan. Untuk banyak keperluan gedung, osmosis balik di Bab 5 menjadi pilihan lain yang tidak memerlukan bahan kimia regenerasi, dengan konsentrat sebagai gantinya.
Limbah regenerasi
Setiap regenerasi menghasilkan air buangan yang asin dan sadah: sisa larutan garam, kalsium dan magnesium yang dilepas, dan air bilas. Jumlah garamnya kira-kira sama dengan garam yang dipakai. Hal yang perlu diperhatikan (nilai literatur umum):
- Datang sebagai semburan: seluruh limbah regenerasi keluar dalam beberapa puluh menit, sehingga kadar garam sesaat di saluran buangan sangat tinggi.
- Pengaruh pada IPAL: kadar garam yang tinggi mendadak mengganggu mikroba pengolahan biologis seperti di Bab 18 dan menaikkan zat terlarut efluen.
- Limbah demineralisasi bersifat asam atau basa kuat, sehingga dinetralkan lebih dulu, seperti netralisasi di Bab 17.
- Ketentuan setempat: pembuangan air garam ke saluran, tanah, atau badan air mengikuti izin yang berlaku.
Mengatur regenerasi pada jam ketika IPAL menerima debit lain yang besar, atau menampung limbah regenerasi di bak ekualisasi, membantu mengencerkan semburan itu.
Perawatan pelunak
Pelunak jarang rusak mendadak; kinerjanya turun pelan sampai seseorang mengeluh. Jadwal perawatan yang umum (nilai literatur umum):
- Setiap hari: uji kesadahan air keluaran, sebaiknya pada jam yang sama dan menjelang akhir siklus, dan pembacaan meter air.
- Setiap minggu: tinggi garam di tangki, tanda garam menggumpal, dan pengisian garam bila perlu; catatan berapa karung garam yang dipakai dibandingkan dengan jumlah regenerasi.
- Setelah listrik padam: jam pengendali regenerasi menurut waktu diperiksa, karena jam yang tergeser membuat regenerasi berlangsung pada jam sibuk dan memotong pasokan air lunak.
- Setiap beberapa bulan: injektor, saringan isap, dan katup pengisi tangki garam dibersihkan; lumpur di dasar tangki garam dikeluarkan.
- Setiap tahun: kapasitas sebenarnya diperiksa dengan membandingkan volume air sampai kesadahan lolos terhadap angka hitungan; resin yang kotor oleh besi dibersihkan dengan bahan pembersih resin menurut petunjuk pembuat.
- Menurut kinerja: resin diganti bila kapasitasnya terus turun walaupun regenerasi benar, sering setelah beberapa tahun sampai sepuluh tahun tergantung mutu air dan klorinnya.
Untuk air yang juga dipakai sebagai air minum atau untuk dapur, resin dan tangki garam dapat ditumbuhi bakteri bila pelunak lama tidak dipakai; sanitasi berkala menurut petunjuk pembuat diperlukan.
Contoh kerja
Contoh 1: beban kesadahan harian. Air baku 120 mg/L kalsium karbonat dan pemakaian 70 m³/hari memberi g, yaitu 8,4 kg kalsium karbonat per hari. Pada pemakaian lama 40 m³/hari, bebannya 4,8 kg/hari.
Contoh 2: volume air per siklus. Setiap tabung berisi 300 L resin dengan kapasitas operasi 50 g per liter pada dosis garam yang dipakai (angka latihan dari rentang literatur). Kapasitas per tabung g, jadi m³ per siklus.
Contoh 3: mengapa resin habis sebelum regenerasi. Dengan regenerasi setiap tiga hari, pemakaian lama 40 m³/hari memakai 120 m³ per siklus, masih di bawah 125 m³. Pemakaian baru 70 m³/hari memakai 210 m³ dalam tiga hari, sehingga resin habis setelah hari, seperti pada kasus pembuka. Kendali menurut volume dengan batas sekitar 110 m³ menyelesaikan masalah ini.
Contoh 4: garam per regenerasi dan per minggu. Dosis garam 120 g per liter resin memberi kg garam per regenerasi. Pada 70 m³/hari, satu minggu memakai 490 m³, yaitu sekitar regenerasi dengan batas volume 110 m³, atau sekitar 160 kg garam per minggu. Untuk empat kali regenerasi per tabung, setiap tangki garam perlu menyimpan sedikitnya kg.
Contoh 5: efisiensi garam. Garam 36 kg menukar 15 kg kalsium karbonat, jadi g garam per g kesadahan, sekitar dua kali angka teori 1,17. Bila dosis diturunkan menjadi 80 g per liter dan kapasitasnya menjadi 42 g per liter (angka latihan), efisiensinya g per g, tetapi volume per siklus turun menjadi 105 m³.
Contoh 6: laju alir spesifik. Debit puncak saat beberapa mesin mengisi bersamaan 10 m³/jam melewati satu tabung 300 L, yaitu kali volume resin per jam, masih di bawah batas atas yang sering dipakai, sekitar 40. Bila debit puncak naik ke 15 m³/jam, angkanya 50 dan kebocoran kesadahan dapat naik.
Contoh 7: mencampur air. Pemakai menetapkan kesadahan 30 mg/L untuk keperluan tertentu (angka latihan). Dengan air lunak 2 mg/L dan air baku 120 mg/L, fraksi air baku yang dicampur . Katup campur menyalurkan sekitar 24 persen air tanpa dilunakkan, dan sisanya dilunakkan.
Contoh 8: limbah regenerasi. Satu regenerasi memakai cuci balik sekitar 200 L, larutan garam 10 persen sekitar 360 L, bilas lambat dua kali volume resin 600 L, dan bilas cepat tiga kali volume resin 900 L, total sekitar 2,1 m³ yang membawa sekitar 36 kg garam. Kadar garam rata-rata dalam limbah itu sekitar mg/L, dan bila dirata-ratakan ke 70 m³ air limbah harian, menambah sekitar 500 mg/L zat terlarut.
Contoh 9: konduktivitas dan zat terlarut. Air baku berkonduktivitas 600 µS/cm. Dengan faktor perkiraan sekitar 0,65 (nilai literatur umum, faktor sebenarnya diukur), zat terlarut totalnya sekitar 390 mg/L. Setelah pelunak, konduktivitas hampir sama, karena kesadahan diganti natrium; setelah demineralisasi, konduktivitas turun ke beberapa µS/cm.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan minta keputusan penyelia, pemilik, atau pembuat bila:
- Tabung pelunak atau demineralisasi akan dibuka tanpa tekanan dibuang dan katup diisolasi.
- Regenerasi demineralisasi memakai asam atau soda kaustik pekat tanpa alat pelindung, pompa dosis tertutup, dan tempat cuci mata.
- Resin akan diganti jenis lain atau ditambah tanpa petunjuk pembuat.
- Air keluaran dipakai untuk air minum, dan kadar natrium atau mutu air menjadi pertanyaan kesehatan.
- Limbah regenerasi akan dibuang ke tempat yang tidak diizinkan.
Salah tafsir yang sering terjadi
- "Lampu hijau berarti air sudah lunak." Lampu hanya menunjukkan pengendali bekerja; kesadahan diperiksa dengan uji, terutama menjelang akhir siklus.
- "Regenerasi menurut jam cocok untuk semua pemakaian." Pemakaian air yang berubah membuat resin habis sebelum waktunya; kendali menurut volume menyesuaikan diri.
- "Garam ada di tangki berarti larutan garam cukup." Garam yang menggumpal di atas air membuat larutan encer walaupun tangki tampak penuh.
- "Pelunak menurunkan zat terlarut." Pelunak menukar kesadahan dengan natrium; zat terlarut hampir tidak berubah.
- "Dosis garam lebih besar selalu lebih baik." Kapasitas naik, tetapi efisiensi garam turun dan limbah regenerasi bertambah.
- "Resin bertahan selamanya." Klorin, besi, minyak, dan umur menurunkan kapasitas; resin diuji dan diganti menurut kinerjanya.
- "Limbah regenerasi hanya air asin biasa." Semburan garam pekat dapat mengganggu IPAL biologis dan menaikkan zat terlarut efluen.
Hubungan dengan bab lain
Bab 4 · Laundry memberi kesadahan dan akibatnya di laundry, Bab 9 · Dishwashing pelunak bawaan mesin pencuci piring, Bab 16 · Kimia kelarutan dan kerak, Bab 6 · Utilitas air boiler, Bab 10 · Utilitas air pendingin, Bab 5 osmosis balik, Bab 20 filtrasi media, Bab 6 · Keselamatan bahan kimia, Bab 18 lumpur aktif, dan Bab 17 netralisasi. Narasi Teknik Air dan Lingkungan juga mengutip buku penukar ion bahwa air lunak dipakai sebagai air tambahan sistem air pendingin. Bab berikutnya di rak ini membahas pengolahan dan pembuangan lumpur.
Latihan dan pembahasan
- Pemakaian 50 m³/hari dengan kesadahan 180 mg/L. Berapa beban kesadahan harian?
- Pelunak berisi 200 L resin dengan kapasitas 55 g per liter. Berapa m³ air 180 mg/L yang dapat dilunakkan per siklus?
- Dengan pemakaian pada Latihan 1, berapa hari satu siklus bertahan?
- Dosis garam 150 g per liter untuk resin 200 L. Berapa garam per regenerasi, dan berapa simpanan untuk empat regenerasi?
- Kesadahan air keluaran pelunak sama dengan air baku, tetapi meter menunjukkan baru separuh volume siklus. Apa yang diperiksa?
- Mengapa limbah regenerasi sebaiknya tidak dibuang sekaligus ke IPAL biologis kecil?
Kunci jawaban beralasan
- g, yaitu 9 kg kalsium karbonat per hari.
- Kapasitas g, jadi m³ per siklus.
- hari. Regenerasi harus diatur menurut volume sekitar 55 m³, atau volume resin diperbesar bila regenerasi setiap hari dianggap terlalu sering.
- Garam kg per regenerasi; simpanan untuk empat regenerasi sedikitnya 120 kg per tangki garam.
- Katup pintas atau campur yang terbuka, regenerasi yang gagal karena larutan garam tidak terisap atau encer, dan garam yang menggumpal. Uji juga apakah air baku berubah, misalnya kesadahan naik dari sumur lain.
- Limbah itu datang sebagai semburan garam pekat dalam waktu singkat, yang dapat mengganggu mikroba dan menaikkan zat terlarut efluen. Membaginya, mengencerkannya di bak ekualisasi, atau mengatur waktunya mengurangi pengaruh itu.
Referensi
Bab terkait
- Air sebagai bahan baku laundry: kesadahan, logam terlarut, dan perlakuan tepat gunaLaundry · Bab 4
- Mutu air, pelunak, kerak, dan descaling mesin pencuci piringDishwashing · Bab 9
- Kelarutan dan pengendapan: hasil kali kelarutan, ion senama, kesadahan, dan kecenderungan kerakKimia · Bab 16
- Pengolahan air boiler dan blowdown: kesadahan, TDS, alkalinitas, oksigen terlarut, siklus konsentrasi, laju blowdown, busa, dan terbawa airUtilitas · Bab 6
- Air pendingin dan menara pendingin: rentang, pendekatan, penguapan, siklus konsentrasi, blowdown, percikan, Legionella, dan pengolahan kimiaUtilitas · Bab 10
- Osmosis balik: tekanan osmotik, tekanan pendorong bersih, dan membran kompositAir & Pengolahan Air · Bab 5
- Filtrasi media dan karbon aktif: filter tekan, media dan ukuran butir, laju filtrasi, kehilangan tekanan, cuci balik, karbon aktif dan waktu kontak, dan filter besi-manganAir & Pengolahan Air · Bab 20
- Bahan kimia di pekerjaan teknisi: label, lembar data keselamatan, memindahkan, menyimpan, tumpahan, dan pertolongan pertamaKeselamatan · Bab 6
- Lumpur aktif: aerasi dan oksigen terlarut, MLSS, rasio F/M, umur lumpur, indeks volume lumpur, lumpur balik dan lumpur buang, dan gangguan lumpurAir & Pengolahan Air · Bab 18
- Pengolahan pendahuluan dan sedimentasi: saringan, penangkap pasir dan lemak, ekualisasi, netralisasi, bak pengendap, beban permukaan, waktu tinggal, dan beban pelimpahAir & Pengolahan Air · Bab 17
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Pemakaian 50 m³/hari dengan kesadahan 180 mg/L. Berapa beban kesadahan harian?
Pelunak berisi 200 L resin dengan kapasitas 55 g per liter. Berapa m³ air 180 mg/L yang dapat dilunakkan per siklus?
Dengan pemakaian pada Latihan 1, berapa hari satu siklus bertahan?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Air & Pengolahan Air · Bab 22.
Urutan baca menurut rak: Air & Pengolahan Air · Bab 20.
Bab lain dalam Teknik Air dan Lingkungan.