Filtrasi media dan karbon aktif: filter tekan, media dan ukuran butir, laju filtrasi, kehilangan tekanan, cuci balik, karbon aktif dan waktu kontak, dan filter besi-mangan
Linen putih sebuah laundry hotel mulai bernoda kekuningan, padahal air sumurnya sudah melewati filter pasir dan filter karbon. Ternyata laundry menyedot air dua kali lebih cepat dari kemampuan filter, pompa sumur tidak cukup kuat untuk cuci balik, dan karbon tidak pernah diganti selama tiga tahun. Bab ini menjelaskan filter media di gedung dan laundry: cara kerja filtrasi dalam, filter tekan dan katupnya, media dan ukuran butir, laju filtrasi, kehilangan tekanan dan siklus filter, cuci balik, karbon aktif dan waktu kontak, filter besi dan mangan, serta gangguan dan pengoperasiannya.
Sebuah hotel di pinggir kota memakai air sumur dalam untuk seluruh gedung, termasuk laundry-nya. Air sumur dipompa ke dua tabung filter tekan berdiameter 60 cm, satu berisi pasir dan satu berisi karbon aktif, lalu ke tangki atap. Setelah laundry menambah dua mesin cuci, linen putih mulai bernoda kekuningan, air di bak bilas tampak agak keruh pada siang hari, dan tamu mengeluhkan bau seperti tanah dari keran kamar.
Teknisi yang memeriksa menemukan beberapa hal sekaligus. Saat semua mesin laundry mengisi air, debit yang melewati filter sekitar 8 m³/jam, padahal filter itu dirancang untuk sekitar 3 m³/jam. Manometer masuk dan keluar filter pasir berselisih 0,9 bar. Katup otomatis cuci balik bekerja setiap dua minggu, tetapi pompa sumur hanya mampu memberi 3 m³/jam, terlalu kecil untuk mengembangkan pasir saat cuci balik, sehingga di dalam tabung terbentuk gumpalan lumpur. Dan karbon aktif belum pernah diganti sejak dipasang tiga tahun lalu. Bab ini menjelaskan cara kerja filter media dan karbon aktif, dan cara menghitung apakah ukurannya, cuci baliknya, dan medianya sesuai dengan pemakaian yang sebenarnya.
Batas pembahasan
Bab ini membahas filter media dan karbon aktif yang dipakai di gedung, laundry, dan prapengolahan air dari sisi teknisi: cara kerja, filter tekan, media, laju filtrasi, kehilangan tekanan, cuci balik, karbon aktif, waktu kontak, filter besi dan mangan, pengoperasian, dan gangguan. Filtrasi di instalasi pengolahan air minum bersama koagulasi ada di Bab 3; klorin, filter karbon, dan filter kartrid untuk RO di Bab 8; air bahan baku laundry, besi, dan mangan di Bab 4 · Laundry; penyediaan air bersih gedung di Bab 5 · Bangunan & Fasilitas; pompa di Bab 9 · Bangunan & Fasilitas; reaksi redoks di Bab 17 · Kimia; karakteristik padatan di Bab 16. Sumbernya adalah narasi Teknik Air dan Lingkungan, terutama buku pegangan operasi instalasi, buku penukar ion untuk pengolahan air, buku matematika operator sistem air, dan buku pegangan rancangan plumbing, ditambah pengetahuan umum yang ditandai di peta sumber. Angka rancangan umum ditandai nilai literatur umum; nilai untuk unit tertentu diambil dari pembuatnya. Angka contoh adalah angka latihan.
Cara kerja filter media
Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pegangan rancangan plumbing bahwa filtrasi adalah proses melewatkan fluida melalui media berpori untuk menyisihkan padatan tersuspensi secara fisik, dan bahwa ketika partikel tersuspensi tersangkut di antara butir media, aliran makin terhambat. Filter media bekerja di seluruh kedalaman lapisan, tidak hanya di permukaannya (nilai literatur umum):
- Penyaringan: partikel yang lebih besar dari celah antarbutir tertahan di bagian atas.
- Pengendapan dan penempelan: partikel yang lebih kecil dari celah menabrak dan menempel di permukaan butir sepanjang jalannya ke bawah.
- Penumpukan: makin lama, celah makin penuh, hambatan naik, dan sebagian partikel mulai lolos.
Karena itu, filter mempunyai siklus: bekerja sampai hambatannya terlalu tinggi atau air keluarannya mulai keruh, lalu dicuci balik untuk melepas partikel yang tertahan.
Filter tekan dan filter gravitasi
Filter gravitasi berupa bak terbuka tempat air mengalir turun karena beratnya sendiri, umum di instalasi air minum seperti di Bab 3. Di gedung dan laundry, yang umum adalah filter tekan: tabung baja atau plastik bertulang serat yang menerima air dari pompa, bekerja pada tekanan jaringan, sehingga air keluarannya dapat langsung dialirkan ke tangki atau pemakai.
Bagian filter tekan yang perlu dikenali (nilai literatur umum):
- Tabung dengan batas tekanan kerja yang tertera.
- Distributor atas: menyebar air masuk supaya tidak menggali lubang di permukaan media.
- Lapisan media dengan ruang kosong di atasnya untuk pengembangan saat cuci balik.
- Pengumpul bawah: pipa berlubang atau nosel yang menahan media dan mengumpulkan air bersih.
- Katup: katup manual beberapa jalan, katup putar banyak posisi, atau katup otomatis dengan pengatur waktu atau pengatur tekanan, dengan posisi kerja, cuci balik, bilas, dan pintas.
- Manometer masuk dan keluar, yang selisihnya menunjukkan kehilangan tekanan di filter.
Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pegangan rancangan plumbing bahwa filter dalam bermedia banyak menggantikan filter tekan bermedia tunggal.
Media dan ukuran butir
Media yang umum adalah pasir silika, antrasit, dan garnet; untuk tujuan khusus dipakai karbon aktif, media katalitik untuk besi dan mangan, atau resin penukar ion. Ukuran butir dinyatakan dengan ukuran efektif, yaitu ukuran ayakan yang meloloskan 10 persen berat media, dan koefisien keseragaman, yaitu perbandingan ukuran yang meloloskan 60 persen dengan ukuran efektif (nilai literatur umum). Media yang seragam memberi celah yang lebih teratur dan cuci balik yang lebih merata.
Pada filter bermedia banyak, media ringan dan kasar seperti antrasit diletakkan di atas, dan media berat dan halus seperti pasir dan garnet di bawah. Partikel besar tertahan di atas dan partikel halus di bawah, sehingga seluruh kedalaman dipakai dan siklus filter lebih panjang. Urutan ini bertahan setelah cuci balik karena media yang lebih berat mengendap lebih dulu. Media yang tercampur, misalnya karena dipasang tanpa memperhatikan urutan, kehilangan kelebihan ini.
Laju filtrasi
Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku matematika operator sistem air bahwa laju filtrasi adalah debit per satuan luas permukaan filter:
dengan dalam m³/jam dan dalam m², sehingga dalam m/jam. Narasi yang sama mengutip buku pegangan operasi instalasi tentang laju filtrasi 1,0 sampai 1,5 gpm per ft² untuk sebuah filter, yaitu sekitar 2,4 sampai 3,7 m/jam, dan buku penukar ion tentang filter yang dinilai untuk laju normal 5 m/jam. Filter pasir tekan di gedung sering dirancang lebih tinggi, sekitar 8 sampai 12 m/jam (nilai literatur umum). Angka yang dipakai untuk unit tertentu diambil dari pembuatnya.
Yang sering terlupa adalah debit sesaat. Filter dihitung pada debit terbesar yang benar-benar melewatinya, misalnya saat beberapa mesin laundry mengisi bersamaan, tidak pada debit harian dibagi 24 jam. Tangki penampung sebelum pemakai dapat meratakan debit itu, sehingga filter bekerja dengan debit yang lebih tenang.
Kehilangan tekanan dan siklus filter
Selisih tekanan di filter yang bersih kecil, lalu naik sedikit demi sedikit ketika partikel menumpuk. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku penukar ion bahwa bila penurunan tekanan melewati angka tertentu, cuci balik diperlukan. Angka itu ditetapkan pembuat; patokan yang sering dipakai adalah sekitar 0,5 bar di atas selisih saat bersih (nilai literatur umum).
Siklus filter berakhir oleh salah satu dari tiga hal: selisih tekanan mencapai batas, air keluaran mulai keruh karena partikel menembus, atau waktu yang dijadwalkan habis. Filter dengan pengatur waktu saja dapat dicuci terlalu jarang pada musim air keruh dan terlalu sering pada musim air jernih; mencatat selisih tekanan dan kekeruhan membantu menyetel jadwalnya. Selisih tekanan yang tiba-tiba turun justru mencurigakan: media mungkin bocor ke pengumpul bawah atau aliran membuat saluran pintas di dalam lapisan.
Cuci balik
Cuci balik mengalirkan air dari bawah ke atas dengan laju yang cukup untuk mengangkat dan mengembangkan lapisan media, sehingga butir saling bergesekan dan partikel yang tertahan terlepas lalu terbawa ke saluran buangan. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku pegangan operasi instalasi tentang menghitung laju cuci balik dan menyatakannya sebagai kecepatan naik air. Patokan yang umum (nilai literatur umum):
- Laju cuci balik: untuk pasir sekitar 30 sampai 50 m/jam, untuk antrasit dan karbon lebih rendah karena lebih ringan; sasarannya pengembangan lapisan sekitar 20 sampai 40 persen.
- Lama: sekitar 5 sampai 15 menit, sampai air buangan cuci balik tampak jernih.
- Bilas: aliran ke bawah sebentar ke saluran buangan, supaya lapisan tertata kembali sebelum air dialirkan ke pemakai.
- Saluran buangan: narasi yang sama mengutip buku pegangan rancangan plumbing agar dipastikan tersedia saluran buangan yang sanggup menerima laju cuci balik unit yang dipilih.
Cuci balik dengan laju yang terlalu kecil tidak mengembangkan media, sehingga kotoran menumpuk dan membentuk gumpalan. Narasi yang sama mengutip buku pegangan operasi instalasi tentang pemeriksaan filter untuk mencari gumpalan lumpur. Laju yang terlalu besar membawa media keluar ke saluran buangan. Air buangan cuci balik membawa padatan pekat; narasi itu mengutip buku matematika operator air limbah bahwa air cuci balik filter dibuang ke proses pengolahan lumpur di instalasi. Di gedung, air ini dialirkan ke saluran yang sesuai menurut ketentuan setempat.
Karbon aktif
Karbon aktif adalah karbon berpori sangat banyak dengan luas permukaan dalam yang sangat besar. Bahan organik terlarut, penyebab bau dan rasa, dan sebagian zat kimia menempel di permukaan pori, yang disebut adsorpsi. Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku penukar ion bahwa ada empat bidang utama tempat filter karbon aktif dipakai, dan bahwa untuk keperluan tertentu dipakai mutu karbon khusus, serta buku pegangan operasi instalasi tentang adsorpsi dengan karbon aktif butiran atau filtrasi membran sebelum desinfeksi.
Dua pekerjaan karbon aktif perlu dibedakan (nilai literatur umum):
- Menghilangkan klorin: klorin bereaksi di permukaan karbon dan berubah menjadi klorida. Reaksinya cepat, sehingga waktu kontak beberapa menit sudah cukup, dan karbon bertahan lama untuk tugas ini. Pemakaian ini penting sebelum membran RO, seperti di Bab 8.
- Menyerap bahan organik dan bau: lebih lambat, memerlukan waktu kontak lebih panjang, dan karbon jenuh lebih cepat. Karbon yang jenuh tidak lagi menyerap dan dapat melepas kembali sebagian yang sudah diserap.
Ukuran yang dipakai adalah waktu kontak tabung kosong, yaitu volume lapisan karbon dibagi debit:
Patokan yang umum adalah sekitar 2 sampai 5 menit untuk menghilangkan klorin dan sekitar 10 sampai 20 menit untuk bahan organik (nilai literatur umum). Karbon yang sudah menghilangkan klorin juga kehilangan perlindungan terhadap mikroba, sehingga bakteri dapat tumbuh di lapisan karbon; filter karbon yang jarang dicuci balik dan jarang dipakai dapat menjadi sumber bakteri, seperti dibahas untuk mikroba air di Bab 6 · Biologi & Mikrobiologi. Karbon diganti menurut umur atau hasil uji, tidak menunggu sampai bau muncul.
Filter besi dan mangan
Narasi Teknik Air dan Lingkungan mengutip buku penukar ion bahwa besi di air tanah sebagian besar berupa ferro bikarbonat. Besi dan mangan terlarut tidak tertahan filter pasir, karena belum berupa partikel. Keduanya harus dioksidasi lebih dulu menjadi bentuk yang mengendap, lalu partikelnya disaring (nilai literatur umum):
- Aerasi: oksigen udara mengoksidasi besi dengan cukup cepat pada pH mendekati netral; mangan jauh lebih lambat.
- Oksidator kimia: klorin atau kalium permanganat yang didosis sebelum filter, dengan kebutuhan kira-kira 0,64 mg klorin atau 0,94 mg kalium permanganat per mg besi, dan 1,29 mg klorin atau 1,92 mg kalium permanganat per mg mangan (nilai literatur umum). Reaksi redoks ini dijelaskan di Bab 17 · Kimia.
- Media katalitik: media yang permukaannya membantu oksidasi dan menahan endapannya, yang perlu diregenerasi atau dijaga dengan oksidator menurut petunjuk pembuat.
Narasi yang sama mengutip buku matematika operator sistem air tentang instalasi yang dirancang untuk menyisihkan besi. Besi yang lolos ke laundry bereaksi dengan pemutih dan alkali dan meninggalkan noda kekuningan pada linen, seperti dibahas di Bab 4 · Laundry. Endapan besi juga menumpuk di filter jauh lebih cepat dari lumpur biasa, sehingga filter besi memerlukan cuci balik yang lebih sering.
Pengoperasian dan gangguan
Pemeriksaan yang umum (nilai literatur umum):
- Setiap hari atau setiap kunjungan: selisih tekanan, kekeruhan atau tampilan air keluaran, dan posisi katup.
- Setelah cuci balik: air buangan menjadi jernih, tidak ada butir media di saluran buangan, dan selisih tekanan kembali ke angka bersih.
- Berkala: ketinggian media diperiksa lewat lubang pemeriksaan, permukaan media dicari retakan, lubang, atau gumpalan, dan pengatur waktu katup otomatis dicocokkan dengan jam yang benar.
- Karbon dan media khusus: umur dan hasil uji dicatat; diganti menurut jadwal pembuat.
Gangguan yang sering muncul:
- Air keluaran keruh: laju filtrasi terlalu tinggi, media habis atau tercampur, cuci balik kurang, atau katup pintas terbuka.
- Selisih tekanan naik cepat: air baku lebih kotor dari rancangan, besi tinggi, atau cuci balik tidak efektif.
- Media di saluran buangan atau di keran: laju cuci balik terlalu tinggi atau pengumpul bawah rusak.
- Bau dan rasa dari filter karbon: karbon jenuh atau ditumbuhi bakteri.
- Gumpalan lumpur dan saluran pintas di media: cuci balik terlalu lemah atau terlalu jarang dalam waktu lama; media dibersihkan atau diganti.
Narasi Teknik Air dan Lingkungan juga mengutip buku pengolahan air dengan RO tentang media filter di depan unit RO yang tembus, dan tentang analisis media prapengolahan untuk mencari pengotoran biologis. Gangguan di filter media sering baru terlihat di unit sesudahnya.
Contoh kerja
Contoh 1: laju filtrasi. Tabung berdiameter 0,6 m mempunyai luas m². Pada 3 m³/jam, m/jam, dalam rentang filter pasir tekan. Pada 8 m³/jam saat semua mesin mengisi, m/jam, hampir tiga kali rentang itu.
Contoh 2: ukuran filter yang diperlukan. Untuk 8 m³/jam pada 10 m/jam diperlukan luas 0,8 m², yaitu diameter m. Pilihan lain adalah tangki penampung sebelum laundry, sehingga filter yang ada cukup mengisi tangki dengan 3 m³/jam selama hari kerja.
Contoh 3: debit cuci balik. Untuk pasir dengan laju cuci balik 35 m/jam (angka latihan dari rentang literatur), tabung 0,283 m² memerlukan m³/jam, sekitar 165 L/menit. Pompa sumur 3 m³/jam hanya memberi sekitar 10,6 m/jam, terlalu kecil untuk mengembangkan pasir.
Contoh 4: volume air cuci balik. Cuci balik 9,9 m³/jam selama 10 menit memakai 1,65 m³, ditambah bilas 3 m³/jam selama 5 menit, yaitu 0,25 m³. Setiap cuci balik membuang sekitar 1,9 m³, dan saluran buangan harus sanggup menerima 165 L/menit.
Contoh 5: waktu kontak karbon. Tabung karbon berdiameter 0,6 m dengan lapisan setebal 0,9 m berisi m³ atau 255 L. Pada 3 m³/jam atau 50 L/menit, EBCT menit, cukup untuk menghilangkan klorin. Pada 8 m³/jam atau 133 L/menit, EBCT menit, di bawah patokan.
Contoh 6: mengubah satuan sumber. Laju 1,0 sampai 1,5 gpm per ft² setara sampai m/jam, karena 1 gpm per ft² sama dengan sekitar 2,44 m/jam.
Contoh 7: dosis oksidator besi. Air sumur mengandung besi 2 mg/L dan laundry memakai 80 m³ per hari. Besi yang masuk g/hari. Bila dioksidasi dengan klorin, kebutuhan sekitar mg/L, yaitu sekitar g klorin per hari, belum termasuk klorin yang dipakai bahan lain di air.
Contoh 8: kapan cuci balik. Selisih tekanan filter bersih 0,2 bar. Bila batas yang dipakai 0,5 bar di atas keadaan bersih (angka latihan), cuci balik dilakukan saat selisih mencapai 0,7 bar. Pada kasus pembuka, selisih 0,9 bar menunjukkan filter sudah lama melewati batasnya.
Contoh 9: endapan besi di filter. Besi 160 g/hari mengendap sebagai besi hidroksida dengan massa sekitar 1,91 kali massa besinya, yaitu sekitar 306 g/hari. Bila filter berluas 0,8 m² dapat menahan sekitar 1 kg endapan per m² sebelum tembus (angka latihan), kapasitasnya 0,8 kg, sehingga cuci balik diperlukan sekitar setiap dua hari.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan minta keputusan penyelia, pemilik gedung, atau pembuat filter bila:
- Tabung filter akan dibuka tanpa tekanan dibuang dan katup masuk serta keluar dikunci; isolasi energi berlaku untuk tekanan air.
- Tabung menunjukkan retak, karat tembus, atau tekanan kerja jaringan melewati batas yang tertera.
- Oksidator seperti klorin atau kalium permanganat akan didosis tanpa pompa dosis, alat pelindung, dan perhitungan.
- Air dari filter dipakai sebagai air minum dan ada keluhan rasa, bau, atau hasil uji mikroba yang buruk.
- Media akan diganti dengan jenis atau ukuran lain tanpa petunjuk pembuat.
Salah tafsir yang sering terjadi
- "Filter yang lebih besar dari pipa pasti cukup." Kecukupan ditentukan oleh luas permukaan media dan debit sesaat terbesar, tidak oleh ukuran pipa.
- "Cuci balik setiap dua minggu sudah cukup." Jadwal ditentukan oleh selisih tekanan dan mutu air; air yang berbesi atau keruh memerlukan cuci balik lebih sering.
- "Pompa apa saja dapat dipakai untuk cuci balik." Laju cuci balik harus cukup untuk mengembangkan media; pompa yang lemah meninggalkan gumpalan lumpur.
- "Filter karbon bertahan selamanya." Karbon jenuh untuk bahan organik dan dapat ditumbuhi bakteri; diganti menurut umur atau hasil uji.
- "Filter pasir menyisihkan besi terlarut." Besi terlarut harus dioksidasi dulu menjadi endapan sebelum dapat disaring.
- "Selisih tekanan yang turun berarti filter makin bersih." Penurunan mendadak dapat berarti media bocor atau aliran membuat saluran pintas.
- "Media dapat diisi tanpa urutan." Pada filter bermedia banyak, urutan lapisan dan ukuran butir menentukan kerja filter.
Hubungan dengan bab lain
Bab 3 memberi filtrasi di instalasi air minum, Bab 8 filter karbon dan klorin sebelum RO, Bab 4 · Laundry besi dan mangan di air laundry, Bab 5 · Bangunan & Fasilitas penyediaan air bersih gedung, Bab 9 · Bangunan & Fasilitas pompa, Bab 17 · Kimia reaksi redoks, Bab 16 padatan, dan Bab 6 · Biologi & Mikrobiologi mikroba air. Bab berikutnya di rak ini membahas pelunak dan penukar ion.
Bab 29 membahas filter pasir laju tinggi kolam renang dan cuci baliknya. Manual yang dikutip bab itu mendasarkan debit rancangan filter kolam pada sekitar 48,8 m/jam, empat sampai enam kali rentang filter tekan gedung di bab ini, memakai satu manometer di badan katup, dan mengukur lama cuci balik dari kejernihan air buang di kaca intip, sehingga angka filter gedung di bab ini tidak dipakai untuk menilai filter kolam.
Latihan dan pembahasan
- Filter tekan berdiameter 0,9 m menerima 6 m³/jam. Berapa laju filtrasinya?
- Pada laju cuci balik 40 m/jam, berapa debit cuci balik untuk filter itu?
- Lapisan karbon 0,4 m³ menerima 4 m³/jam. Berapa EBCT dan untuk apa cukup?
- Air sumur mengandung mangan 0,5 mg/L. Berapa kira-kira kebutuhan kalium permanganat per m³?
- Selisih tekanan filter tiba-tiba turun dari 0,6 bar menjadi 0,1 bar tanpa cuci balik. Apa yang dicurigai?
- Mengapa filter dihitung pada debit sesaat terbesar, tidak pada debit harian rata-rata?
Kunci jawaban beralasan
- Luas m², jadi m/jam.
- m³/jam, sekitar 424 L/menit. Pompa dan saluran buangan harus sanggup menyediakan dan menerima debit ini.
- Debit 4 m³/jam sama dengan 66,7 L/menit, jadi EBCT menit. Cukup untuk menghilangkan klorin, tetapi di bawah patokan sekitar 10 sampai 20 menit untuk bahan organik.
- mg/L, yaitu sekitar 0,96 g kalium permanganat per m³, ditambah kebutuhan untuk besi dan bahan lain bila ada.
- Media mungkin bocor ke pengumpul bawah, atau aliran membuat saluran pintas sehingga air tidak lagi melewati seluruh lapisan. Periksa air keluaran, butir media di keran, dan permukaan media.
- Partikel lolos dan air keruh muncul pada saat laju filtrasi tertinggi. Debit harian dibagi 24 jam menyembunyikan puncak saat beberapa pemakai mengambil air bersamaan.
Referensi
Bab terkait
- Koagulasi, pemisahan, filtrasi, dan desinfeksiAir & Pengolahan Air · Bab 3
- Prapengolahan, pembersihan, sanitasi, dan pengawetan membran ROAir & Pengolahan Air · Bab 8
- Air sebagai bahan baku laundry: kesadahan, logam terlarut, dan perlakuan tepat gunaLaundry · Bab 4
- Sistem penyediaan air bersih gedung: sambungan langsung, tangki atap, tangki tekan, pompa penguat, dan zona tekananBangunan & Fasilitas · Bab 5
- Tekanan dan pompa air gedung: head total, kurva pompa dan sistem, tangki tekan, kecepatan variabel, seri dan paralel, dan NPSHBangunan & Fasilitas · Bab 9
- Redoks lanjut: setengah reaksi, oksidator dan reduktor, klorin tersedia, titrasi redoks, dan ORPKimia · Bab 17
- Karakteristik air limbah: BOD, COD, padatan, minyak dan lemak, nutrien, pH dan suhu, rasio BOD/COD, beban pencemar, dan ekuivalen pendudukAir & Pengolahan Air · Bab 16
- Mikroba air dan pengujiannya: indikator, pengambilan sampel, metode, klorin sisa, dan membaca hasilBiologi & Mikrobiologi · Bab 6
- Sirkulasi dan filtrasi kolam renang: debit dan waktu putar ulang, filter pasir laju tinggi, tekanan kerja, cuci balik dan bilas, katup multiport, dan gangguanAir & Pengolahan Air · Bab 29
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Filter tekan berdiameter 0,9 m menerima 6 m³/jam. Berapa laju filtrasinya?
Pada laju cuci balik 40 m/jam, berapa debit cuci balik untuk filter itu?
Lapisan karbon 0,4 m³ menerima 4 m³/jam. Berapa EBCT dan untuk apa cukup?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Air & Pengolahan Air · Bab 21.
Urutan baca menurut rak: Air & Pengolahan Air · Bab 19.
Bab lain dalam Teknik Air dan Lingkungan.