Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 23Lanjut

    Bilangan Kardinal dan Aksioma Pilihan

    Bab 23 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    34 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 23 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 23: Bilangan Kardinal dan Aksioma Pilihan

    23.1 Kesetaraan Kardinalitas (Equinumerosity)

    Bab 20–22 membandingkan ukuran himpunan dengan fungsi: bijeksi untuk "sama besar", injeksi untuk "tidak lebih besar". Bab 23 menata perbandingan itu menjadi teori. Unit ini mendefinisikan kesetaraan kardinalitas dan urutan kardinalitas, membuktikan sifat-sifat dasarnya, dan menunjukkan bahwa keduanya menghormati operasi himpunan (hasil kali, gabungan saling lepas, himpunan kuasa, himpunan fungsi). Unit 23.2 membuktikan antisimetri urutan itu (Schröder–Bernstein), dan Unit 23.3 membahas aksioma pilihan, yang diperlukan untuk membandingkan sebarang dua himpunan.

    Prasyarat: fungsi, komposisi, invers (Bab 5); relasi ekuivalensi dan urutan (Bab 4); Bab 20–22.

    Definisi

    Definisi 23.1.1 (Setara, Tidak Lebih Besar, Lebih Kecil)

    Untuk himpunan AA dan BB:

    (a) AA setara dengan BB, ditulis A≈BA\approx B atau ∣A∣=∣B∣|A|=|B|, jika terdapat bijeksi A→BA\to B;

    (b) AA tidak lebih besar daripada BB, ditulis A⪯BA\preceq B atau ∣A∣≤∣B∣|A|\leq|B|, jika terdapat injeksi A→BA\to B;

    (c) AA lebih kecil daripada BB, ditulis A≺BA\prec B atau ∣A∣<∣B∣|A|<|B|, jika A⪯BA\preceq B dan tidak A≈BA\approx B.

    Catatan tentang notasi. Tulisan ∣A∣=∣B∣|A|=|B| di sini hanyalah singkatan untuk A≈BA\approx B. Kita tidak mendefinisikan "bilangan kardinal" ∣A∣|A| sebagai objek tersendiri untuk himpunan tak hingga. Definisi semacam itu memerlukan perangkat teori himpunan yang lebih jauh, seperti ordinal dan, untuk kardinal sebarang, aksioma pilihan, dan tidak diperlukan di buku ini. Untuk himpunan hingga, ∣A∣|A| tetap bilangan asli dari Definisi 20.1.6. Notasi baku untuk dua kelas penting: ℵ0\aleph_0 ("alef nol") untuk kelas himpunan yang setara dengan N\mathbb{N}, dan c\mathfrak{c} ("kontinum") untuk kelas yang setara dengan R\mathbb{R}.

    Proposisi 23.1.2 (Sifat Dasar)

    Untuk himpunan A,B,CA,B,C:

    (a) A≈AA\approx A; jika A≈BA\approx B maka B≈AB\approx A; jika A≈BA\approx B dan B≈CB\approx C maka A≈CA\approx C;

    (b) A⪯AA\preceq A; jika A⪯BA\preceq B dan B⪯CB\preceq C maka A⪯CA\preceq C;

    (c) jika A≈BA\approx B maka A⪯BA\preceq B dan B⪯AB\preceq A;

    (d) jika A⊆BA\subseteq B maka A⪯BA\preceq B;

    (e) jika A≈A′A\approx A' dan B≈B′B\approx B', maka A⪯B  ⟺  A′⪯B′A\preceq B\iff A'\preceq B'.

    Bukti. (a) Identitas, invers bijeksi, dan komposisi bijeksi (Bab 5). (b) Identitas dan komposisi injeksi. (c) Bijeksi dan inversnya adalah injeksi. (d) Inklusi adalah injeksi. (e) Untuk bijeksi α:A→A′\alpha:A\to A' dan β:B→B′\beta:B\to B' serta injeksi f:A→Bf:A\to B, komposisi β∘f∘α−1\beta\circ f\circ\alpha^{-1} adalah injeksi A′→B′A'\to B'. Arah sebaliknya simetris. □\square

    Bagian (a) menyerupai sifat relasi ekuivalensi (Bab 4), dan bagian (b) menyerupai praurutan. Namun "semua himpunan" bukan himpunan (Unit 22.3), sehingga ≈\approx bukan relasi pada suatu himpunan dalam arti Bab 4. Sifat-sifat itu tetap berlaku untuk setiap keluarga himpunan yang sedang ditinjau. Bagian (e) menyatakan bahwa ⪯\preceq hanya bergantung pada kelas kesetaraan, sehingga notasi ∣A∣≤∣B∣|A|\leq|B| konsisten.

    Antisimetri, "A⪯BA\preceq B dan B⪯AB\preceq A mengakibatkan A≈BA\approx B", tidak jelas dari definisi. Antisimetri adalah Teorema Schröder–Bernstein (Unit 23.2).

    Contoh

    Contoh 23.1.3 (Kelas ℵ0\aleph_0 dan c\mathfrak{c})

    (a) N≈Z≈Q≈N×N\mathbb{N}\approx\mathbb{Z}\approx\mathbb{Q}\approx\mathbb{N}\times\mathbb{N} (Teorema 21.2.1, 21.2.4, 21.2.6). Semuanya berkardinalitas ℵ0\aleph_0.

    (b) R≈(−1,1)≈(0,1)≈(a,b)\mathbb{R}\approx(-1,1)\approx(0,1)\approx(a,b) untuk a<ba<b (Proposisi 22.2.4). Semuanya berkardinalitas c\mathfrak{c}.

    (c) ℵ0<c\aleph_0<\mathfrak{c}: N⊆R\mathbb{N}\subseteq\mathbb{R} memberi N⪯R\mathbb{N}\preceq\mathbb{R}, dan tidak ada bijeksi karena R\mathbb{R} tak terhitung (Akibat 22.2.3).

    (d) Untuk himpunan hingga: A≈BA\approx B jika dan hanya jika ∣A∣=∣B∣|A|=|B| sebagai bilangan asli (Akibat 20.1.5), dan A⪯BA\preceq B jika dan hanya jika ∣A∣≤∣B∣|A|\leq|B| (Teorema 20.1.4 dan arah sebaliknya dengan injeksi [m]⊆[n][m]\subseteq[n]).

    Operasi Menghormati Kesetaraan

    Teorema 23.1.4

    Misalkan A≈A′A\approx A' lewat α\alpha dan B≈B′B\approx B' lewat β\beta. Maka:

    (a) A×B≈A′×B′A\times B\approx A'\times B';

    (b) jika A∩B=∅A\cap B=\emptyset dan A′∩B′=∅A'\cap B'=\emptyset, maka A∪B≈A′∪B′A\cup B\approx A'\cup B';

    (c) P(A)≈P(A′)\mathcal{P}(A)\approx\mathcal{P}(A');

    (d) BA≈B′A′B^A\approx B'^{A'}, dengan BAB^A himpunan semua fungsi A→BA\to B.

    Bukti. (a) (a,b)↦(α(a),β(b))(a,b)\mapsto(\alpha(a),\beta(b)), dengan invers (a′,b′)↦(α−1(a′),β−1(b′))(a',b')\mapsto(\alpha^{-1}(a'),\beta^{-1}(b')).

    (b) α∪β\alpha\cup\beta, yaitu fungsi yang sama dengan α\alpha pada AA dan β\beta pada BB, sah karena domainnya saling lepas, dan bijektif karena kodomainnya saling lepas.

    (c) S↦α[S]S\mapsto\alpha[S], dengan invers T↦α−1[T]T\mapsto\alpha^{-1}[T]. Peta maju dan peta balik bijeksi saling invers (Bab 5).

    (d) h↦β∘h∘α−1h\mapsto\beta\circ h\circ\alpha^{-1}, dengan invers k↦β−1∘k∘αk\mapsto\beta^{-1}\circ k\circ\alpha. □\square

    Contoh 23.1.5 (Perhitungan Kardinal)

    (a) {0,1}A≈P(A)\{0,1\}^{A}\approx\mathcal{P}(A) untuk setiap AA, lewat fungsi indikator. Bukti Proposisi 22.3.5(a) tidak memakai sifat khusus N\mathbb{N}, sehingga berlaku kata demi kata untuk AA umum.

    (b) N×N≈N\mathbb{N}\times\mathbb{N}\approx\mathbb{N}, sehingga dalam notasi kardinal ℵ0⋅ℵ0=ℵ0\aleph_0\cdot\aleph_0=\aleph_0.

    (c) {0,1}N×{0,1}N≈{0,1}N\{0,1\}^{\mathbb{N}}\times\{0,1\}^{\mathbb{N}}\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}}, lewat penyelang-nyelingan (s,t)↦u(s,t)\mapsto u dengan u2k=sku_{2k}=s_k dan u2k+1=tku_{2k+1}=t_k. Inversnya memisahkan indeks genap dan ganjil. Bersama Unit 23.2, yang memberi R≈{0,1}N\mathbb{R}\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}}, ini menghasilkan R×R≈R\mathbb{R}\times\mathbb{R}\approx\mathbb{R}: bidang tidak lebih "banyak" daripada garis.

    Latihan

    Latihan 23.1-1. Buktikan Proposisi 23.1.2(a) dan (b) secara rinci.

    Latihan 23.1-2. Buktikan bahwa N≈{n∈N:n≥7}\mathbb{N}\approx\{n\in\mathbb{N}:n\geq7\} dan Z≈{2n:n∈Z}\mathbb{Z}\approx\{2n:n\in\mathbb{Z}\}.

    Latihan 23.1-3. Buktikan bahwa A⪯BA\preceq B dan B≺CB\prec C mengakibatkan A≺CA\prec C. (Petunjuk: Anda mungkin memerlukan Unit 23.2; tunjukkan bagian yang tidak memerlukannya.)

    Latihan 23.1-4. Buktikan Teorema 23.1.4(c) dan (d).

    Latihan 23.1-5. Buktikan bahwa {0,1}N×{0,1}N≈{0,1}N\{0,1\}^{\mathbb{N}}\times\{0,1\}^{\mathbb{N}}\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}} dengan penyelang-nyelingan, dan periksa bijektivitasnya.

    Latihan 23.1-6. Buktikan bahwa untuk himpunan A,B,CA,B,C dengan B∩C=∅B\cap C=\emptyset: AB∪C≈AB×ACA^{B\cup C}\approx A^B\times A^C.

    Latihan 23.1-7. Buktikan bahwa (AB)C≈AB×C(A^B)^C\approx A^{B\times C}.

    Latihan 23.1-8. Buktikan bahwa NN⪯{0,1}N×N≈{0,1}N\mathbb{N}^{\mathbb{N}}\preceq\{0,1\}^{\mathbb{N}\times\mathbb{N}}\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}}.

    Solusi

    Solusi 23.1-1. (a) Identitas idA\mathrm{id}_A bijeksi. Bila f:A→Bf:A\to B bijeksi, f−1:B→Af^{-1}:B\to A bijeksi (Bab 5). Bila f:A→Bf:A\to B dan g:B→Cg:B\to C bijeksi, g∘fg\circ f bijeksi, dengan invers f−1∘g−1f^{-1}\circ g^{-1}. (b) Sama untuk injeksi: komposisi injeksi injektif. □\square

    Solusi 23.1-2. n↦n+7n\mapsto n+7, dengan invers m↦m−7m\mapsto m-7. n↦2nn\mapsto2n dari Z\mathbb{Z} ke bilangan genap, dengan invers m↦m2m\mapsto\tfrac m2. □\square

    Solusi 23.1-3. A⪯CA\preceq C: komposisi injeksi A→B→CA\to B\to C. Untuk menunjukkan tidak A≈CA\approx C: andaikan A≈CA\approx C. Maka C⪯A⪯BC\preceq A\preceq B, sehingga C⪯BC\preceq B. Bersama B⪯CB\preceq C, Teorema Schröder–Bernstein (Unit 23.2) memberi B≈CB\approx C, bertentangan dengan B≺CB\prec C. Bagian A⪯CA\preceq C tidak memerlukan Unit 23.2; bagian "tidak setara" memerlukannya. □\square

    Solusi 23.1-4. Lihat bukti Teorema 23.1.4. Untuk (c): α−1[α[S]]=S\alpha^{-1}[\alpha[S]]=S karena α\alpha injektif, dan α[α−1[T]]=T\alpha[\alpha^{-1}[T]]=T karena α\alpha surjektif. Untuk (d): β−1∘(β∘h∘α−1)∘α=h\beta^{-1}\circ(\beta\circ h\circ\alpha^{-1})\circ\alpha=h, dan sebaliknya. □\square

    Solusi 23.1-5. Bijektif: inversnya u↦(s,t)u\mapsto(s,t) dengan sk=u2ks_k=u_{2k} dan tk=u2k+1t_k=u_{2k+1}. Setiap indeks j∈Nj\in\mathbb{N} genap atau ganjil secara tunggal (pembagian Euclid), sehingga kedua komposisi identitas. □\square

    Solusi 23.1-6. h↦(h∣B,h∣C)h\mapsto(h|_B,h|_C), dengan invers (f,g)↦f∪g(f,g)\mapsto f\cup g, yang sah karena B∩C=∅B\cap C=\emptyset. □\square

    Solusi 23.1-7. H↦H~H\mapsto\tilde H dengan H~(b,c)=H(c)(b)\tilde H(b,c)=H(c)(b). Inversnya K↦(c↦(b↦K(b,c)))K\mapsto(c\mapsto(b\mapsto K(b,c))). Ini pengkurian (currying). □\square

    Solusi 23.1-8. Kirim s∈NNs\in\mathbb{N}^{\mathbb{N}} ke indikator grafiknya, {(n,s(n)):n∈N}⊆N×N\{(n,s(n)):n\in\mathbb{N}\}\subseteq\mathbb{N}\times\mathbb{N}, dipandang sebagai fungsi N×N→{0,1}\mathbb{N}\times\mathbb{N}\to\{0,1\}. Fungsi berbeda mempunyai grafik berbeda, sehingga pemetaan ini injeksi. Lalu {0,1}N×N≈{0,1}N\{0,1\}^{\mathbb{N}\times\mathbb{N}}\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}} menurut Teorema 23.1.4(d) dengan N×N≈N\mathbb{N}\times\mathbb{N}\approx\mathbb{N}. □\square

    Ringkasan

    Kesetaraan kardinalitas (≈\approx, bijeksi) bersifat refleksif, simetris, dan transitif. Urutan kardinalitas (⪯\preceq, injeksi) refleksif, transitif, dan hanya bergantung pada kelas kesetaraan. Keduanya dihormati oleh hasil kali, gabungan saling lepas, himpunan kuasa, dan himpunan fungsi. Notasi ∣A∣|A| untuk himpunan tak hingga dipakai sebagai singkatan, bukan objek. Contoh pokoknya adalah kelas ℵ0\aleph_0 dan c\mathfrak{c} dengan ℵ0<c\aleph_0<\mathfrak{c}. Unit 23.2 membuktikan antisimetri: dua injeksi berlawanan arah menghasilkan bijeksi.

    23.2 Teorema Schröder-Bernstein

    Unit 23.1 mendefinisikan A⪯BA\preceq B, yaitu adanya injeksi A→BA\to B. Pertanyaan alaminya: jika A⪯BA\preceq B dan B⪯AB\preceq A, apakah A≈BA\approx B? Untuk himpunan hingga, jawabannya mudah: ∣A∣≤∣B∣≤∣A∣|A|\leq|B|\leq|A| sebagai bilangan asli (Teorema 20.1.4). Untuk himpunan tak hingga, kedua injeksi biasanya tidak surjektif. Misalnya, inklusi (0,1)→[0,1](0,1)\to[0,1] melewatkan 00 dan 11, sedangkan x↦x+13x\mapsto\tfrac{x+1}3 dari [0,1][0,1] ke (0,1)(0,1) melewatkan banyak titik. Tidak ada satu pun dari kedua injeksi itu yang bijeksi. Teorema Schröder–Bernstein menyatakan bahwa bijeksi tetap ada dan dapat dirakit dari potongan-potongan kedua injeksi.

    Teorema ini adalah alat kerja utama teori kardinalitas. Untuk membuktikan A≈BA\approx B, cukup membuat dua injeksi, yang biasanya jauh lebih mudah daripada membuat bijeksi eksplisit. Buktinya tidak memakai aksioma pilihan.

    Prasyarat: Unit 23.1; peta maju dan peta balik (Bab 5); himpunan kuasa dan separasi (Bab 3); Bab 22.

    Lemma Titik Tetap

    Lemma 23.2.1 (Titik Tetap Fungsi Monoton pada Himpunan Kuasa)

    Misalkan AA himpunan dan φ:P(A)→P(A)\varphi:\mathcal{P}(A)\to\mathcal{P}(A) monoton, yaitu X⊆YX\subseteq Y mengakibatkan φ(X)⊆φ(Y)\varphi(X)\subseteq\varphi(Y). Tetapkan

    S={X∈P(A):X⊆φ(X)},C=⋃S.\mathcal{S}=\{X\in\mathcal{P}(A):X\subseteq\varphi(X)\},\qquad C=\bigcup\mathcal{S}.

    Maka φ(C)=C\varphi(C)=C.

    Bukti. S\mathcal{S} adalah himpunan menurut separasi, dan ∅∈S\emptyset\in\mathcal{S}. C⊆AC\subseteq A karena setiap anggota S\mathcal{S} subhimpunan AA.

    C⊆φ(C)C\subseteq\varphi(C): ambil a∈Ca\in C. Maka a∈Xa\in X untuk suatu X∈SX\in\mathcal{S}. Karena X⊆CX\subseteq C, kemonotonan memberi X⊆φ(X)⊆φ(C)X\subseteq\varphi(X)\subseteq\varphi(C), sehingga a∈φ(C)a\in\varphi(C).

    φ(C)⊆C\varphi(C)\subseteq C: dari C⊆φ(C)C\subseteq\varphi(C) dan kemonotonan, φ(C)⊆φ(φ(C))\varphi(C)\subseteq\varphi(\varphi(C)). Jadi φ(C)∈S\varphi(C)\in\mathcal{S}, sehingga φ(C)⊆⋃S=C\varphi(C)\subseteq\bigcup\mathcal{S}=C. □\square

    Lemma ini adalah kasus khusus teorema titik tetap Knaster–Tarski. CC adalah titik tetap terbesar: setiap titik tetap XX memenuhi X⊆φ(X)X\subseteq\varphi(X), sehingga X∈SX\in\mathcal{S} dan X⊆CX\subseteq C.

    Teorema Utama

    Teorema 23.2.2 (Schröder–Bernstein)

    Jika f:A→Bf:A\to B dan g:B→Ag:B\to A injektif, maka terdapat bijeksi h:A→Bh:A\to B. Dengan kata lain, A⪯BA\preceq B dan B⪯AB\preceq A mengakibatkan A≈BA\approx B.

    Bukti. Untuk X⊆AX\subseteq A tetapkan

    φ(X)=A∖g[B∖f[X]].\varphi(X)=A\setminus g\bigl[B\setminus f[X]\bigr].

    Langkah 1: φ\varphi monoton. Jika X⊆YX\subseteq Y, maka f[X]⊆f[Y]f[X]\subseteq f[Y], sehingga B∖f[X]⊇B∖f[Y]B\setminus f[X]\supseteq B\setminus f[Y]. Akibatnya g[B∖f[X]]⊇g[B∖f[Y]]g[B\setminus f[X]]\supseteq g[B\setminus f[Y]], sehingga φ(X)⊆φ(Y)\varphi(X)\subseteq\varphi(Y).

    Langkah 2: titik tetap. Lemma 23.2.1 memberi C⊆AC\subseteq A dengan φ(C)=C\varphi(C)=C, yaitu

    A∖C=g[B∖f[C]].A\setminus C=g\bigl[B\setminus f[C]\bigr].

    Langkah 3: definisi hh. Untuk a∈A∖Ca\in A\setminus C, persamaan di atas memberi b∈B∖f[C]b\in B\setminus f[C] dengan g(b)=ag(b)=a. Karena gg injektif, bb tunggal. Tulis b=g−1(a)b=g^{-1}(a). Tetapkan

    h(a)={f(a),a∈C,g−1(a),a∈A∖C.h(a)=\begin{cases}f(a),&a\in C,\\g^{-1}(a),&a\in A\setminus C.\end{cases}

    Ini definisi tanpa pilihan, karena nilai pada kasus kedua tunggal.

    Langkah 4: hh bijektif. Tulis B1=f[C]B_1=f[C] dan B2=B∖f[C]B_2=B\setminus f[C]. Keduanya saling lepas dan gabungannya BB.

    • h∣C=f∣Ch|_C=f|_C adalah bijeksi C→B1C\to B_1: injektif karena ff injektif, dan surjektif ke B1B_1 menurut definisi peta.
    • h∣A∖Ch|_{A\setminus C} adalah bijeksi A∖C→B2A\setminus C\to B_2. Pemetaan g∣B2:B2→A∖Cg|_{B_2}:B_2\to A\setminus C injektif dan surjektif menurut Langkah 2, dan h∣A∖Ch|_{A\setminus C} adalah inversnya.

    Gabungan dua bijeksi dengan domain saling lepas (CC dan A∖CA\setminus C) dan kodomain saling lepas (B1B_1 dan B2B_2) adalah bijeksi A→B1∪B2=BA\to B_1\cup B_2=B, seperti dalam bukti Teorema 23.1.4(b). □\square

    Gambaran intuitifnya: CC adalah bagian AA yang "aman" dipetakan dengan ff. Titik a∈A∖Ca\in A\setminus C selalu merupakan peta gg dari titik BB yang tidak dicapai f[C]f[C], sehingga titik itu dapat dikembalikan dengan g−1g^{-1}. Persamaan titik tetap menjamin bahwa kedua bagian pas tanpa tumpang tindih dan tanpa celah.

    Akibat 23.2.3 (Antisimetri dan Apitan)

    (a) A⪯BA\preceq B dan B⪯AB\preceq A jika dan hanya jika A≈BA\approx B.

    (b) Jika A⊆B⊆CA\subseteq B\subseteq C dan A≈CA\approx C, maka B≈CB\approx C, dan juga A≈BA\approx B.

    (c) A≺BA\prec B jika dan hanya jika A⪯BA\preceq B dan tidak B⪯AB\preceq A.

    Bukti. (a) Teorema 23.2.2 dan Proposisi 23.1.2(c).

    (b) B⪯CB\preceq C lewat inklusi. Bijeksi C→AC\to A dirangkai dengan inklusi A⊆BA\subseteq B memberi C⪯BC\preceq B. Gunakan (a). Lalu A≈C≈BA\approx C\approx B.

    (c) Jika A≺BA\prec B dan B⪯AB\preceq A, maka (a) memberi A≈BA\approx B, kontradiksi. Sebaliknya, jika A⪯BA\preceq B dan tidak B⪯AB\preceq A, maka tidak A≈BA\approx B, karena A≈BA\approx B akan memberi B⪯AB\preceq A. □\square

    Akibat 23.2.3(a) melengkapi Proposisi 23.1.2. Relasi ⪯\preceq kini refleksif, transitif, dan antisimetris "sampai kesetaraan". Satu-satunya sifat urutan linear yang belum ada adalah keterbandingan: untuk sebarang A,BA,B, apakah selalu A⪯BA\preceq B atau B⪯AB\preceq A? Unit 23.3 menunjukkan bahwa keterbandingan memerlukan aksioma pilihan.

    Sejarah singkat: pernyataan ini dikemukakan oleh Cantor, dan bukti-bukti awal tanpa pilihan diberikan oleh Dedekind dan Bernstein pada akhir abad ke-19. Nama Schröder melekat karena ia menerbitkan bukti pada masa yang sama. Bukti melalui titik tetap di atas adalah versi modern yang ringkas.

    Penerapan

    Contoh 23.2.4 ([0,1]≈(0,1)[0,1]\approx(0,1))

    Dengan Schröder–Bernstein: inklusi (0,1)→[0,1](0,1)\to[0,1] injektif, dan x↦x+13x\mapsto\tfrac{x+1}3 adalah injeksi [0,1]→[13,23]⊆(0,1)[0,1]\to[\tfrac13,\tfrac23]\subseteq(0,1). Jadi [0,1]≈(0,1)[0,1]\approx(0,1).

    Bijeksi eksplisit, untuk perbandingan, memakai gagasan "hotel Hilbert". Barisan 0,1,12,13,14,…0,1,\tfrac12,\tfrac13,\tfrac14,\ldots di [0,1][0,1] digeser dua langkah: 0↦120\mapsto\tfrac12, 1↦131\mapsto\tfrac13, dan 1n↦1n+2\tfrac1n\mapsto\tfrac1{n+2} untuk n≥2n\geq2. Titik lain tetap. Peta himpunan {0,1}∪{1n:n≥2}\{0,1\}\cup\{\tfrac1n:n\geq2\} adalah {1n:n≥2}\{\tfrac1n:n\geq2\}, secara bijektif, dan titik lain dipetakan ke dirinya sendiri, sehingga diperoleh bijeksi [0,1]→(0,1)[0,1]\to(0,1). Schröder–Bernstein menghindarkan kita dari menemukan konstruksi seperti ini.

    Teorema 23.2.5 (c=2ℵ0\mathfrak{c}=2^{\aleph_0})

    R≈P(N)≈{0,1}N\mathbb{R}\approx\mathcal{P}(\mathbb{N})\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}}.

    Bukti. P(N)≈{0,1}N\mathcal{P}(\mathbb{N})\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}} menurut Proposisi 22.3.5(a).

    P(N)⪯R\mathcal{P}(\mathbb{N})\preceq\mathbb{R}: pemetaan S↦0,c1c2c3…S\mapsto0{,}c_1c_2c_3\ldots dengan ck=4+χS(k−1)c_k=4+\chi_S(k-1) adalah injeksi ke (0,1)(0,1) (Solusi 22.2-7). Digitnya hanya 44 dan 55, sehingga stringnya kanonik, dan string kanonik berbeda memberi bilangan berbeda (Korolari 12.4.10).

    R⪯P(N)\mathbb{R}\preceq\mathcal{P}(\mathbb{N}): x↦{q∈Q:q<x}x\mapsto\{q\in\mathbb{Q}:q<x\} adalah injeksi R→P(Q)\mathbb{R}\to\mathcal{P}(\mathbb{Q}) (Latihan 22.3-7). Lalu P(Q)≈P(N)\mathcal{P}(\mathbb{Q})\approx\mathcal{P}(\mathbb{N}) menurut Teorema 23.1.4(c) dengan Q≈N\mathbb{Q}\approx\mathbb{N} (Teorema 21.2.6).

    Teorema 23.2.2 menyelesaikan bukti. □\square

    Notasi c=2ℵ0\mathfrak{c}=2^{\aleph_0} membaca {0,1}N\{0,1\}^{\mathbb{N}} sebagai "22 pangkat ℵ0\aleph_0". Teorema Cantor (Teorema 22.3.3) memberi kembali ℵ0<2ℵ0\aleph_0<2^{\aleph_0}.

    Akibat 23.2.6

    (a) Setiap interval tak degenerat, baik terbuka, tertutup, setengah terbuka, maupun sinar, setara dengan R\mathbb{R}.

    (b) R×R≈R\mathbb{R}\times\mathbb{R}\approx\mathbb{R}.

    (c) RN≈R\mathbb{R}^{\mathbb{N}}\approx\mathbb{R}, yaitu himpunan semua barisan real setara dengan R\mathbb{R}.

    Bukti. (a) Interval II dengan a<ba<b memuat (a,b)(a,b) dan termuat di R\mathbb{R}. Karena (a,b)≈R(a,b)\approx\mathbb{R} (Proposisi 22.2.4), Akibat 23.2.3(b) memberi I≈RI\approx\mathbb{R}. Untuk sinar seperti (a,∞)(a,\infty), ia memuat (a,a+1)(a,a+1).

    (b) Menurut Teorema 23.1.4(a) dan Teorema 23.2.5, R×R≈{0,1}N×{0,1}N\mathbb{R}\times\mathbb{R}\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}}\times\{0,1\}^{\mathbb{N}}, dan ini setara dengan {0,1}N≈R\{0,1\}^{\mathbb{N}}\approx\mathbb{R} menurut Contoh 23.1.5(c).

    (c) Menurut Teorema 23.1.4(d) dan Latihan 23.1-7, RN≈({0,1}N)N≈{0,1}N×N\mathbb{R}^{\mathbb{N}}\approx(\{0,1\}^{\mathbb{N}})^{\mathbb{N}}\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}\times\mathbb{N}}. Ini setara dengan {0,1}N\{0,1\}^{\mathbb{N}} menurut Teorema 23.1.4(d) dengan N×N≈N\mathbb{N}\times\mathbb{N}\approx\mathbb{N}. □\square

    Akibat 23.2.6(b) mengejutkan Cantor sendiri: bidang tidak mempunyai lebih banyak titik daripada garis. Bijeksi ini tidak kontinu. Dimensi adalah sifat struktur (kekontinuan, topologi), bukan sifat kardinalitas.

    Apakah ada himpunan S⊆RS\subseteq\mathbb{R} dengan N≺S≺R\mathbb{N}\prec S\prec\mathbb{R}? Pertanyaan ini adalah hipotesis kontinum. Unit 23.3 mencatat bahwa jawabannya tidak dapat ditentukan dari aksioma baku teori himpunan.

    Latihan

    Latihan 23.2-1. Untuk A=B=NA=B=\mathbb{N} dan f(n)=g(n)=n+1f(n)=g(n)=n+1, tentukan himpunan CC pada bukti Teorema 23.2.2 dan bijeksi hh yang dihasilkan.

    Latihan 23.2-2. Buktikan [0,1)≈(0,1)[0,1)\approx(0,1) dengan Schröder–Bernstein, lalu berikan bijeksi eksplisit.

    Latihan 23.2-3. Buktikan bahwa himpunan bilangan irasional R∖Q\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q} setara dengan R\mathbb{R} dengan bijeksi eksplisit. (Petunjuk: E={2+q:q∈Q}E=\{\sqrt2+q:q\in\mathbb{Q}\}.)

    Latihan 23.2-4. Buktikan bahwa R3≈R\mathbb{R}^3\approx\mathbb{R}, dan bahwa Rk≈R\mathbb{R}^k\approx\mathbb{R} untuk setiap k≥1k\geq1.

    Latihan 23.2-5. Buktikan bahwa himpunan semua interval terbuka (a,b)(a,b) dengan a<ba<b real setara dengan R\mathbb{R}.

    Latihan 23.2-6. Buktikan bahwa QN≈R\mathbb{Q}^{\mathbb{N}}\approx\mathbb{R} dan NN≈R\mathbb{N}^{\mathbb{N}}\approx\mathbb{R}.

    Latihan 23.2-7. Pada bukti Teorema 23.2.2, buktikan bahwa A∖g[B]⊆CA\setminus g[B]\subseteq C, dan bahwa bila ff surjektif maka C=AC=A dan h=fh=f.

    Latihan 23.2-8. Misalkan A⪯BA\preceq B dan P(B)⪯A\mathcal{P}(B)\preceq A. Buktikan bahwa ini mustahil.

    Solusi

    Solusi 23.2-1. Persamaan titik tetap: A∖C=g[N∖f[C]]A\setminus C=g[\mathbb{N}\setminus f[C]], yaitu a∉Ca\notin C jika dan hanya jika a≥1a\geq1 dan a−1∉f[C]a-1\notin f[C]. Selain itu, untuk b≥1b\geq1, b∈f[C]b\in f[C] jika dan hanya jika b−1∈Cb-1\in C, sedangkan 0∉f[C]0\notin f[C].

    • a=0a=0: 0∉g[⋅]0\notin g[\cdot], sehingga 0∈C0\in C.
    • a=1a=1: a−1=0∉f[C]a-1=0\notin f[C], sehingga 1∉C1\notin C.
    • a≥2a\geq2: a∉C  ⟺  a−1∉f[C]  ⟺  a−2∉Ca\notin C\iff a-1\notin f[C]\iff a-2\notin C.

    Induksi kuat memberi C={bilangan genap}C=\{\text{bilangan genap}\}, dan ini satu-satunya titik tetap. Maka h(2k)=f(2k)=2k+1h(2k)=f(2k)=2k+1 dan h(2k+1)=g−1(2k+1)=2kh(2k+1)=g^{-1}(2k+1)=2k. Jadi hh menukar 2k↔2k+12k\leftrightarrow2k+1, dan memang bijeksi. □\square

    Solusi 23.2-2. Inklusi (0,1)→[0,1)(0,1)\to[0,1), dan x↦x+13x\mapsto\tfrac{x+1}3 dari [0,1)[0,1) ke (0,1)(0,1). Keduanya injeksi, sehingga Teorema 23.2.2 berlaku. Bijeksi eksplisit: 0↦120\mapsto\tfrac12, 1n↦1n+1\tfrac1n\mapsto\tfrac1{n+1} untuk n≥2n\geq2, dan titik lain tetap. Peta {0}∪{1n:n≥2}\{0\}\cup\{\tfrac1n:n\geq2\} adalah {1n:n≥2}\{\tfrac1n:n\geq2\}, secara bijektif. □\square

    Solusi 23.2-3. Ambil pencacahan q0,q1,…q_0,q_1,\ldots dari Q\mathbb{Q} tanpa pengulangan (Teorema 21.2.6). Tulis en=2+qne_n=\sqrt2+q_n. Setiap ene_n irasional, karena jika ene_n rasional maka 2=en−qn\sqrt2=e_n-q_n rasional, padahal 2\sqrt2 irasional (Bab 11). Nilai-nilai ene_n berbeda satu sama lain, dan E={en}E=\{e_n\} saling lepas dengan Q\mathbb{Q}. Tetapkan

    h(qn)=e2n,h(en)=e2n+1,h(x)=x untuk x∉Q∪E.h(q_n)=e_{2n},\qquad h(e_n)=e_{2n+1},\qquad h(x)=x\ \text{untuk}\ x\notin\mathbb{Q}\cup E.

    hh memetakan Q∪E\mathbb{Q}\cup E secara bijektif ke EE, karena indeks genap dan ganjil membagi N\mathbb{N}, dan memetakan R∖(Q∪E)=(R∖Q)∖E\mathbb{R}\setminus(\mathbb{Q}\cup E)=(\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q})\setminus E ke dirinya sendiri. Petanya E∪((R∖Q)∖E)=R∖QE\cup\bigl((\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q})\setminus E\bigr)=\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q}. Jadi hh bijeksi R→R∖Q\mathbb{R}\to\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q}. □\square

    Solusi 23.2-4. R3=R2×R≈R×R≈R\mathbb{R}^3=\mathbb{R}^2\times\mathbb{R}\approx\mathbb{R}\times\mathbb{R}\approx\mathbb{R}, dengan Teorema 23.1.4(a) dan Akibat 23.2.6(b). Untuk umum, induksi pada kk: Rk+1=Rk×R≈R×R≈R\mathbb{R}^{k+1}=\mathbb{R}^k\times\mathbb{R}\approx\mathbb{R}\times\mathbb{R}\approx\mathbb{R}. □\square

    Solusi 23.2-5. (a,b)↦(a,b)∈R2(a,b)\mapsto(a,b)\in\mathbb{R}^2, yaitu interval ke pasangan ujungnya, injektif karena interval tak kosong menentukan ujungnya sebagai infimum dan supremum. Jadi himpunan interval ⪯R2≈R\preceq\mathbb{R}^2\approx\mathbb{R}. Sebaliknya, x↦(x,x+1)x\mapsto(x,x+1) injektif. Teorema 23.2.2. □\square

    Solusi 23.2-6. {0,1}N⊆NN\{0,1\}^{\mathbb{N}}\subseteq\mathbb{N}^{\mathbb{N}}, dan NN≈QN\mathbb{N}^{\mathbb{N}}\approx\mathbb{Q}^{\mathbb{N}} menurut Teorema 23.1.4(d). Selanjutnya NN⪯{0,1}N\mathbb{N}^{\mathbb{N}}\preceq\{0,1\}^{\mathbb{N}} (Latihan 23.1-8). Teorema 23.2.2 memberi NN≈{0,1}N≈R\mathbb{N}^{\mathbb{N}}\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}}\approx\mathbb{R}. □\square

    Solusi 23.2-7. C=φ(C)=A∖g[B∖f[C]]⊇A∖g[B]C=\varphi(C)=A\setminus g[B\setminus f[C]]\supseteq A\setminus g[B], karena g[B∖f[C]]⊆g[B]g[B\setminus f[C]]\subseteq g[B]. Bila ff surjektif, B∖f[A]=∅B\setminus f[A]=\emptyset, sehingga φ(A)=A\varphi(A)=A. Jadi AA titik tetap, dan karena CC titik tetap terbesar, C=AC=A. Maka h=fh=f di seluruh AA. □\square

    Solusi 23.2-8. Inklusi B→P(B)B\to\mathcal{P}(B), b↦{b}b\mapsto\{b\}, memberi B⪯P(B)⪯A⪯BB\preceq\mathcal{P}(B)\preceq A\preceq B. Jadi P(B)⪯B\mathcal{P}(B)\preceq B dan B⪯P(B)B\preceq\mathcal{P}(B), sehingga Teorema 23.2.2 memberi B≈P(B)B\approx\mathcal{P}(B), bertentangan dengan Akibat 22.3.4.

    Bukti langsung tanpa Schröder–Bernstein juga ada: misalkan i:P(B)→Bi:\mathcal{P}(B)\to B injektif, dan tetapkan D={b∈B:ada S⊆B dengan b=i(S) dan b∉S}D=\{b\in B:\text{ada }S\subseteq B\text{ dengan }b=i(S)\text{ dan }b\notin S\}. Jika i(D)∈Di(D)\in D, maka i(D)=i(S)i(D)=i(S) untuk suatu SS dengan i(D)∉Si(D)\notin S. Injektivitas memberi S=DS=D, sehingga i(D)∉Di(D)\notin D, kontradiksi. Jika i(D)∉Di(D)\notin D, maka S=DS=D menjadi saksi bahwa i(D)∈Di(D)\in D, kontradiksi. □\square

    Ringkasan

    Schröder–Bernstein: dua injeksi berlawanan arah menghasilkan bijeksi. Buktinya memakai titik tetap terbesar fungsi monoton pada P(A)\mathcal{P}(A), tanpa aksioma pilihan. Akibatnya, ⪯\preceq antisimetris sampai kesetaraan. Penerapannya: [0,1]≈(0,1)[0,1]\approx(0,1); R≈P(N)≈{0,1}N\mathbb{R}\approx\mathcal{P}(\mathbb{N})\approx\{0,1\}^{\mathbb{N}}, yaitu c=2ℵ0\mathfrak{c}=2^{\aleph_0}; setiap interval tak degenerat, Rk\mathbb{R}^k, RN\mathbb{R}^{\mathbb{N}}, NN\mathbb{N}^{\mathbb{N}}, dan himpunan irasional semuanya setara dengan R\mathbb{R}.

    23.3 Aksioma Pilihan dan Lemma Zorn

    Beberapa kali sejak Bab 20, buku ini berhenti di depan pernyataan yang tampak jelas tetapi tidak dapat dibuktikan dengan aksioma yang sudah dipakai. Dua contohnya: "setiap himpunan tak hingga memuat salinan N\mathbb{N}" (Unit 20.3) dan "gabungan terhitung himpunan terhitung adalah terhitung" (Teorema 21.3.5). Hambatannya sama. Bukti alami harus membuat tak hingga banyak pilihan sebarang, tanpa aturan yang menentukan pilihan mana yang diambil. Unit ini merumuskan prinsip yang mengizinkan pilihan semacam itu, yaitu aksioma pilihan. Unit ini juga merumuskan bentuk lemahnya, pilihan terhitung, dan bentuk yang paling sering dipakai dalam aljabar dan analisis, yaitu Lemma Zorn. Setelah itu, Unit ini menutup pinjaman dari Bab 20–21 dan membuktikan dua akibat penting: keterbandingan kardinalitas dan keberadaan basis ruang vektor.

    Penjelasan implementasi master: aksioma ini menjadi landasan teoretis untuk membuktikan keberadaan basis dalam ruang vektor berdimensi tak hingga, yang dipakai dalam fisika kuantum dan teknik tingkat lanjut. Bagian akhir unit ini menjelaskan dengan tepat apa yang dijamin dan apa yang tidak.

    Prasyarat: Unit 23.1–23.2; urutan parsial (Bab 4); fungsi sebagai grafik (Bab 5); himpunan hingga (Unit 20.1); Unit 20.3 dan 21.3.

    Fungsi Pilihan

    Definisi 23.3.1 (Fungsi Pilihan)

    Misalkan A\mathcal{A} himpunan yang anggotanya himpunan-himpunan tak kosong. Fungsi pilihan untuk A\mathcal{A} adalah fungsi c:A→⋃Ac:\mathcal{A}\to\bigcup\mathcal{A} dengan c(X)∈Xc(X)\in X untuk setiap X∈AX\in\mathcal{A}.

    Fungsi pilihan memilih satu wakil dari setiap anggota keluarga, sekaligus, sebagai satu objek. Dalam banyak situasi fungsi semacam itu dapat ditulis langsung:

    • Keluarga hingga: untuk A={X1,…,Xn}\mathcal{A}=\{X_1,\ldots,X_n\}, fungsi pilihan ada menurut induksi pada nn. Setiap langkah hanya memakai satu pilihan tunggal, yang sah dalam logika biasa: dari "Xn+1≠∅X_{n+1}\ne\emptyset" kita boleh mengambil satu x∈Xn+1x\in X_{n+1}. Aksioma tambahan tidak diperlukan.
    • Subhimpunan tak kosong N\mathbb{N}: c(X)=min⁡Xc(X)=\min X, menurut urutan baik (Teorema 7.3.4).
    • Interval tutup tak degenerat [a,b][a,b]: c([a,b])=ac([a,b])=a, atau titik tengahnya.
    • Subhimpunan tak kosong Q\mathbb{Q}: tidak ada minimum, tetapi pencacahan q0,q1,…q_0,q_1,\ldots (Teorema 21.2.6) memberi c(X)=qkc(X)=q_k dengan kk terkecil sehingga qk∈Xq_k\in X.

    Untuk keluarga semua subhimpunan tak kosong R\mathbb{R}, buku ini tidak memberikan aturan semacam itu. "Anggota terkecil" gagal, misalnya pada (0,1)(0,1). Fakta 23.3.18 di akhir unit mencatat bahwa AC secara umum tidak dapat dibuktikan dari aksioma ZF.

    Ilustrasi Russell yang terkenal: dari tak hingga banyak pasang sepatu, kita dapat memilih satu sepatu dari setiap pasang dengan aturan "ambil yang kiri". Dari tak hingga banyak pasang kaus kaki yang identik, tidak ada aturan yang membedakan kedua kaus kaki dalam satu pasang. Aksioma pilihan diperlukan tepat pada kasus kedua.

    Aksioma 23.3.2 (Aksioma Pilihan, AC)

    Setiap himpunan A\mathcal{A} yang anggotanya himpunan-himpunan tak kosong mempunyai fungsi pilihan.

    Aksioma 23.3.3 (Aksioma Pilihan Terhitung, ACω_\omega)

    Untuk setiap barisan (An)n∈N(A_n)_{n\in\mathbb{N}} himpunan tak kosong, terdapat barisan (an)n∈N(a_n)_{n\in\mathbb{N}} dengan an∈Ana_n\in A_n untuk setiap nn.

    AC mengakibatkan ACω_\omega: terapkan AC pada A={An:n∈N}\mathcal{A}=\{A_n:n\in\mathbb{N}\}, lalu tetapkan an=c(An)a_n=c(A_n). ACω_\omega tegas lebih lemah daripada AC, tetapi fakta ini tidak dibuktikan di buku ini.

    Kebijakan buku: teori himpunan dasar buku ini (Bab 3) adalah ZF, yaitu aksioma Zermelo–Fraenkel tanpa pilihan. Setiap teorema yang memerlukan AC atau ACω_\omega menyebut asumsinya secara eksplisit. Dalam bab-bab analisis berikutnya, ACω_\omega muncul dalam bentuk yang khas, misalnya: "untuk setiap nn pilih xnx_n dengan ∣xn−a∣<1n|x_n-a|<\tfrac1n dan sifat tertentu". Penggunaan semacam itu juga akan ditandai.

    Surjeksi dan Invers Kanan

    Teorema 23.3.4

    Pernyataan berikut setara dalam ZF:

    (a) AC;

    (b) setiap surjeksi p:A→Bp:A\to B mempunyai invers kanan, yaitu s:B→As:B\to A dengan p∘s=idBp\circ s=\mathrm{id}_B.

    Akibatnya, dengan AC, jika ada surjeksi A→BA\to B maka B⪯AB\preceq A.

    Bukti. (a)⇒(b). Untuk b∈Bb\in B, serat p−1[{b}]p^{-1}[\{b\}] tidak kosong karena pp surjektif. Misalkan cc fungsi pilihan untuk A={p−1[{b}]:b∈B}\mathcal{A}=\{p^{-1}[\{b\}]:b\in B\}, dan tetapkan s(b)=c(p−1[{b}])s(b)=c(p^{-1}[\{b\}]). Maka s(b)∈p−1[{b}]s(b)\in p^{-1}[\{b\}], yaitu p(s(b))=bp(s(b))=b.

    (b)⇒(a). Misalkan A\mathcal{A} keluarga himpunan tak kosong. Tetapkan A={(X,x):X∈A, x∈X}⊆A×⋃AA=\{(X,x):X\in\mathcal{A},\ x\in X\}\subseteq\mathcal{A}\times\bigcup\mathcal{A} dan p(X,x)=Xp(X,x)=X. Fungsi p:A→Ap:A\to\mathcal{A} surjektif karena setiap XX tak kosong. Invers kanan ss memberi s(X)=(X,xX)s(X)=(X,x_X) dengan xX∈Xx_X\in X. Fungsi c(X)=xXc(X)=x_X, yaitu komponen kedua s(X)s(X), adalah fungsi pilihan.

    Akibat: invers kanan ss injektif, karena s(b)=s(b′)s(b)=s(b') memberi b=p(s(b))=p(s(b′))=b′b=p(s(b))=p(s(b'))=b'. □\square

    Bandingkan dengan Teorema 21.1.3(c)⇒(b). Untuk surjeksi dari N\mathbb{N}, invers kanan dibuat tanpa pilihan dengan "anggota terkecil". Teorema 23.3.4 menyatakan bahwa untuk surjeksi sebarang, keberadaan invers kanan justru setara dengan seluruh kekuatan AC.

    Teorema 23.3.5 (Dengan ACω_\omega: Tak Hingga Mengakibatkan Dedekind-Tak Hingga)

    Dengan Aksioma 23.3.3: setiap himpunan tak hingga AA memuat subhimpunan terhitung tak hingga. Akibatnya, terdapat injeksi N→A\mathbb{N}\to A, dan AA Dedekind-tak hingga.

    Bukti. Langkah 1, tanpa pilihan: untuk setiap n∈Nn\in\mathbb{N}, himpunan InI_n semua injeksi [n]→A[n]\to A tidak kosong. Himpunan ini sah sebagai subhimpunan P([n]×A)\mathcal{P}([n]\times A) menurut separasi. Buktinya induksi pada nn. Untuk n=0n=0, fungsi kosong termasuk I0I_0. Untuk langkah, misalkan f∈Inf\in I_n. Peta f[[n]]f[[n]] hingga, karena berbijeksi dengan [n][n]. Karena AA tak hingga, A≠f[[n]]A\ne f[[n]], sehingga ada a∈A∖f[[n]]a\in A\setminus f[[n]]. Fungsi f∪{(n+1,a)}f\cup\{(n+1,a)\} adalah injeksi [n+1]→A[n+1]\to A. Langkah ini membuktikan pernyataan keberadaan dengan satu pilihan tunggal untuk setiap nn, dan tidak membangun barisan pilihan.

    Langkah 2, dengan ACω_\omega: Aksioma 23.3.3, diterapkan pada (In)n∈N(I_n)_{n\in\mathbb{N}}, memberi barisan (fn)(f_n) dengan fn∈Inf_n\in I_n.

    Langkah 3, tanpa pilihan: tetapkan R=⋃n∈Nfn[[n]]⊆AR=\bigcup_{n\in\mathbb{N}}f_n[[n]]\subseteq A, dan P={(n,k)∈N×N:1≤k≤n}P=\{(n,k)\in\mathbb{N}\times\mathbb{N}:1\leq k\leq n\}. Himpunan PP tak kosong dan terhitung, sebagai subhimpunan N×N\mathbb{N}\times\mathbb{N} (Teorema 21.2.4, Akibat 21.1.4(a)). Pemetaan (n,k)↦fn(k)(n,k)\mapsto f_n(k) adalah surjeksi P→RP\to R, sehingga RR terhitung (Akibat 21.1.4(b)).

    RR tak hingga. Andaikan RR hingga dengan ∣R∣=m|R|=m dan bijeksi β:R→[m]\beta:R\to[m]. Maka β∘fm+1\beta\circ f_{m+1} adalah injeksi [m+1]→[m][m+1]\to[m], bertentangan dengan Teorema 20.1.4.

    Jadi RR terhitung dan tak hingga, sehingga terhitung tak hingga (Definisi 21.1.1). Pencacahan N→R\mathbb{N}\to R adalah injeksi N→A\mathbb{N}\to A, dan Teorema 20.3.3 memberi bahwa AA Dedekind-tak hingga. □\square

    Pinjaman Unit 20.3 dan catatan setelah Akibat 21.1.5 ditutup oleh teorema ini, dengan asumsi ACω_\omega yang disebut eksplisit. Dengan asumsi itu, ℵ0\aleph_0 adalah kardinalitas tak hingga terkecil: N⪯A\mathbb{N}\preceq A untuk setiap himpunan tak hingga AA.

    Perhatikan strategi buktinya. Argumen naif "pilih a0a_0, lalu a1≠a0a_1\ne a_0, lalu a2∉{a0,a1}a_2\notin\{a_0,a_1\}, dan seterusnya" membuat pilihan yang bergantung pada pilihan sebelumnya. Prinsip yang membenarkan argumen itu disebut pilihan bergantung (dependent choice). Bukti di atas menghindari ketergantungan itu. Semua daftar fnf_n dipilih sekaligus dan saling bebas, lalu digabungkan dengan aturan yang tertentu. Karena itu cukup ACω_\omega.

    Teorema 23.3.6 (Teorema 21.3.5 dalam Rumusan Aksioma)

    Dengan Aksioma 23.3.3: gabungan terhitung himpunan terhitung adalah terhitung.

    Bukti. Bukti Teorema 21.3.5 memilih surjeksi hn∈Snh_n\in S_n hanya untuk indeks nn dengan An≠∅A_n\ne\emptyset. Untuk memakai Aksioma 23.3.3, yang meminta barisan himpunan tak kosong untuk semua nn, tetapkan Tn=SnT_n=S_n bila An≠∅A_n\ne\emptyset dan Tn={∅}T_n=\{\emptyset\} bila An=∅A_n=\emptyset. Penentuan ini bersifat tertentu: tidak ada pilihan. Aksioma 23.3.3 memberi (tn)(t_n) dengan tn∈Tnt_n\in T_n. Untuk An≠∅A_n\ne\emptyset, tnt_n adalah surjeksi N→An\mathbb{N}\to A_n. Lanjutkan seperti pada bukti Teorema 21.3.5. □\square

    Lemma Zorn

    Definisi 23.3.7 (Rantai, Batas Atas, Unsur Maksimal)

    Misalkan (P,≤)(P,\leq) himpunan terurut parsial (Bab 4).

    (a) K⊆PK\subseteq P disebut rantai jika setiap dua anggota KK dapat dibandingkan: untuk x,y∈Kx,y\in K, x≤yx\leq y atau y≤xy\leq x.

    (b) u∈Pu\in P adalah batas atas K⊆PK\subseteq P jika k≤uk\leq u untuk setiap k∈Kk\in K. Batas atas tidak harus anggota KK.

    (c) m∈Pm\in P disebut unsur maksimal jika tidak ada p∈Pp\in P dengan m<pm<p, yaitu m≤pm\leq p mengakibatkan p=mp=m.

    Unsur maksimal berbeda dengan unsur terbesar. Pada P={X⊆{1,2,3}:X≠{1,2,3}}P=\{X\subseteq\{1,2,3\}:X\ne\{1,2,3\}\} dengan urutan ⊆\subseteq, ketiga himpunan dua-anggota adalah unsur maksimal, tetapi tidak ada unsur terbesar.

    Pernyataan 23.3.8 (Lemma Zorn)

    Jika (P,≤)(P,\leq) himpunan terurut parsial tak kosong dan setiap rantai tak kosong di PP mempunyai batas atas di PP, maka PP mempunyai unsur maksimal.

    Fakta 23.3.9 (Kesetaraan Klasik, Dicatat Tanpa Bukti Penuh)

    Dalam ZF, pernyataan berikut setara:

    (a) Aksioma Pilihan;

    (b) Lemma Zorn;

    (c) Teorema Urutan Baik: setiap himpunan mempunyai urutan baik, yaitu urutan linear yang setiap subhimpunan tak kosongnya mempunyai anggota terkecil.

    Arah (b)⇒(a) dibuktikan di bawah (Teorema 23.3.10). Arah (a)⇒(b) dan kesetaraan dengan (c) memerlukan rekursi transfinit atas ordinal, yang berada di luar cakupan buku ini. Ide arah (a)⇒(b): andaikan PP tidak mempunyai unsur maksimal. Fungsi pilihan memilih batas atas tegas untuk setiap rantai, lalu rekursi transfinit membangun rantai yang "terlalu panjang" untuk termuat di dalam himpunan PP.

    Sumber: Stanford Encyclopedia of Philosophy, entri "The Axiom of Choice" (https://plato.stanford.edu/entries/axiom-choice/); entri "Axiom of choice", Wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/Axiom_of_choice); keduanya diakses 2 Oktober 2026 dan merujuk pada literatur standar teori himpunan. Klaim paragraf ini dibatasi pada isi sumber tersebut.

    Kebijakan buku: teorema yang dibuktikan dengan Lemma Zorn diberi label "dengan Lemma Zorn". Menurut Fakta 23.3.9, asumsi itu setara dengan AC.

    Teorema 23.3.10 (Lemma Zorn Mengakibatkan AC)

    Misalkan A\mathcal{A} keluarga himpunan tak kosong. Dengan Lemma Zorn, A\mathcal{A} mempunyai fungsi pilihan.

    Bukti. Misalkan PP himpunan semua fungsi pilihan parsial, yaitu fungsi cc dengan dom(c)⊆A\mathrm{dom}(c)\subseteq\mathcal{A} dan c(X)∈Xc(X)\in X untuk setiap X∈dom(c)X\in\mathrm{dom}(c). Fungsi dipandang sebagai grafik, sehingga P⊆P(A×⋃A)P\subseteq\mathcal{P}(\mathcal{A}\times\bigcup\mathcal{A}) adalah himpunan menurut separasi. Urutkan PP dengan ⊆\subseteq. Fungsi kosong termasuk PP, sehingga P≠∅P\ne\emptyset.

    Rantai: misalkan K⊆PK\subseteq P rantai tak kosong dan u=⋃Ku=\bigcup K. uu adalah fungsi. Jika (X,x),(X,x′)∈u(X,x),(X,x')\in u, maka (X,x)∈c1(X,x)\in c_1 dan (X,x′)∈c2(X,x')\in c_2 untuk suatu c1,c2∈Kc_1,c_2\in K. Karena KK rantai, keduanya termuat di anggota yang lebih besar, yang merupakan fungsi, sehingga x=x′x=x'. Setiap (X,x)∈u(X,x)\in u berasal dari suatu c∈Kc\in K, sehingga x∈Xx\in X. Jadi u∈Pu\in P, dan uu batas atas KK.

    Lemma Zorn memberi unsur maksimal mm. Andaikan X∈A∖dom(m)X\in\mathcal{A}\setminus\mathrm{dom}(m). Karena X≠∅X\ne\emptyset, ambil x∈Xx\in X. Maka m∪{(X,x)}∈Pm\cup\{(X,x)\}\in P tegas memuat mm, bertentangan dengan kemaksimalan. Jadi dom(m)=A\mathrm{dom}(m)=\mathcal{A}, dan mm fungsi pilihan. □\square

    Lemma 23.3.11 (Himpunan Hingga di Gabungan Rantai)

    Misalkan KK rantai tak kosong himpunan-himpunan, dengan urutan ⊆\subseteq, dan F⊆⋃KF\subseteq\bigcup K hingga. Maka F⊆XF\subseteq X untuk suatu X∈KX\in K.

    Bukti. Induksi pada ∣F∣|F|. Bila F=∅F=\emptyset, ambil sebarang X∈KX\in K. Bila F=F′∪{x}F=F'\cup\{x\} dengan ∣F′∣=∣F∣−1|F'|=|F|-1, hipotesis induksi memberi F′⊆X1∈KF'\subseteq X_1\in K. Juga x∈X2x\in X_2 untuk suatu X2∈KX_2\in K. Karena KK rantai, X1⊆X2X_1\subseteq X_2 atau X2⊆X1X_2\subseteq X_1, dan yang lebih besar memuat FF. □\square

    Teorema 23.3.12 (Keterbandingan Kardinalitas, dengan Lemma Zorn)

    Untuk sebarang himpunan AA dan BB: A⪯BA\preceq B atau B⪯AB\preceq A.

    Bukti. Misalkan PP himpunan semua injeksi parsial dari AA ke BB, yaitu f⊆A×Bf\subseteq A\times B yang merupakan fungsi injektif dari dom(f)⊆A\mathrm{dom}(f)\subseteq A ke BB. Urutkan PP dengan ⊆\subseteq, dan perhatikan bahwa ∅∈P\emptyset\in P.

    Rantai tak kosong KK: u=⋃Ku=\bigcup K adalah fungsi, dengan argumen seperti pada Teorema 23.3.10. uu juga injektif: jika (a,b),(a′,b)∈u(a,b),(a',b)\in u, keduanya terletak di satu anggota KK menurut Lemma 23.3.11 dengan FF dua unsur, dan anggota itu injektif, sehingga a=a′a=a'. Jadi u∈Pu\in P adalah batas atas.

    Lemma Zorn memberi unsur maksimal mm. Andaikan ada a∈A∖dom(m)a\in A\setminus\mathrm{dom}(m) dan b∈B∖m[dom(m)]b\in B\setminus m[\mathrm{dom}(m)]. Maka m∪{(a,b)}m\cup\{(a,b)\} injeksi parsial yang tegas lebih besar, kontradiksi. Jadi dom(m)=A\mathrm{dom}(m)=A, sehingga mm adalah injeksi A→BA\to B, atau m[dom(m)]=Bm[\mathrm{dom}(m)]=B, sehingga m−1m^{-1} adalah injeksi B→AB\to A. □\square

    Bersama Schröder–Bernstein, dengan Lemma Zorn, untuk sebarang A,BA,B tepat satu dari A≺BA\prec B, A≈BA\approx B, B≺AB\prec A berlaku. Hartogs (1915) menunjukkan bahwa keterbandingan ini sebaliknya mengakibatkan teorema urutan baik, sehingga juga AC, dalam ZF. Fakta ini dicatat tanpa bukti. Sumber: entri "Hartogs number", Wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/Hartogs_number); C. Feldman dan M. Orhon, "Generalizing Hartogs' Trichotomy Theorem", arXiv:0804.0673 (https://arxiv.org/abs/0804.0673); keduanya diakses 2 Oktober 2026. Jadi pertanyaan di akhir Unit 23.2 terjawab: keterbandingan setara dengan AC.

    Basis Ruang Vektor

    Bagian ini memerlukan definisi minimal ruang vektor. Buku ini tidak membahas aljabar linear secara umum, sehingga hanya bagian yang diperlukan untuk teorema keberadaan basis yang dinyatakan.

    Definisi 23.3.13 (Ruang Vektor)

    Misalkan K=QK=\mathbb{Q} atau K=RK=\mathbb{R}. Ruang vektor atas KK adalah himpunan VV dengan penjumlahan V×V→VV\times V\to V dan perkalian skalar K×V→VK\times V\to V sehingga:

    • (V,+)(V,+) adalah grup komutatif dengan unsur nol 0V0_V;
    • a(u+v)=au+ava(u+v)=au+av, (a+b)v=av+bv(a+b)v=av+bv, (ab)v=a(bv)(ab)v=a(bv), dan 1v=v1v=v, untuk semua a,b∈Ka,b\in K dan u,v∈Vu,v\in V.

    Contoh: Rn\mathbb{R}^n atas R\mathbb{R}; R\mathbb{R} atas Q\mathbb{Q}, dengan perkalian skalar perkalian biasa; himpunan RN\mathbb{R}^{\mathbb{N}} semua barisan real atas R\mathbb{R}, dengan operasi per suku.

    Definisi 23.3.14 (Bebas Linear, Rentang, Basis)

    Misalkan VV ruang vektor atas KK dan S⊆VS\subseteq V.

    (a) SS bebas linear jika untuk setiap k∈Nk\in\mathbb{N}, setiap v1,…,vk∈Sv_1,\ldots,v_k\in S yang berbeda, dan setiap c1,…,ck∈Kc_1,\ldots,c_k\in K, persamaan c1v1+⋯+ckvk=0Vc_1v_1+\cdots+c_kv_k=0_V mengakibatkan c1=⋯=ck=0c_1=\cdots=c_k=0.

    (b) Rentang SS, ditulis span S\mathrm{span}\,S, adalah himpunan semua kombinasi linear hingga c1v1+⋯+ckvkc_1v_1+\cdots+c_kv_k dengan vi∈Sv_i\in S dan ci∈Kc_i\in K. Kombinasi kosong (k=0k=0) bernilai 0V0_V.

    (c) SS basis (basis Hamel) jika SS bebas linear dan span S=V\mathrm{span}\,S=V.

    Semua jumlah dalam definisi ini hingga. Tidak ada limit atau deret. Ini perbedaan pokok dengan "basis" dalam analisis fungsional, yang dibahas pada catatan setelah Contoh 23.3.17.

    Bila BB basis, setiap v∈Vv\in V mempunyai representasi tunggal v=∑b∈Bcb(v) bv=\sum_{b\in B}c_b(v)\,b, dengan hanya berhingga banyak cb(v)≠0c_b(v)\ne0. Keberadaan representasi berasal dari rentang. Ketunggalannya berasal dari kebebasan linear, karena selisih dua representasi adalah kombinasi bernilai nol. Akibat ketunggalan, cb(u+v)=cb(u)+cb(v)c_b(u+v)=c_b(u)+c_b(v) dan cb(av)=a cb(v)c_b(av)=a\,c_b(v).

    Teorema 23.3.15 (Keberadaan Basis, dengan Lemma Zorn)

    Misalkan VV ruang vektor atas KK dan S⊆VS\subseteq V bebas linear. Dengan Lemma Zorn, terdapat basis BB dengan S⊆BS\subseteq B. Khususnya, untuk S=∅S=\emptyset, setiap ruang vektor mempunyai basis.

    Bukti. Misalkan P={T⊆V:S⊆T, T bebas linear}P=\{T\subseteq V:S\subseteq T,\ T\text{ bebas linear}\}, diurutkan dengan ⊆\subseteq. S∈PS\in P, sehingga P≠∅P\ne\emptyset.

    Rantai tak kosong K⊆P\mathcal{K}\subseteq P: U=⋃KU=\bigcup\mathcal{K} memuat SS. UU bebas linear, karena vektor berbeda v1,…,vk∈Uv_1,\ldots,v_k\in U termuat dalam satu T∈KT\in\mathcal{K} (Lemma 23.3.11), dan TT bebas linear. Jadi U∈PU\in P adalah batas atas.

    Lemma Zorn memberi unsur maksimal BB. BB bebas linear. Andaikan span B≠V\mathrm{span}\,B\ne V, dan ambil v∈V∖span Bv\in V\setminus\mathrm{span}\,B. Maka v∉Bv\notin B. Kita tunjukkan bahwa B∪{v}B\cup\{v\} bebas linear. Misalkan ada kombinasi bernilai nol dari vektor-vektor berbeda di B∪{v}B\cup\{v\}. Bila vv tidak muncul, semua koefisien nol karena BB bebas linear. Bila vv muncul dengan koefisien cc, persamaannya berbentuk cv+c1b1+⋯+ckbk=0Vcv+c_1b_1+\cdots+c_kb_k=0_V dengan bi∈Bb_i\in B berbeda. Jika c≠0c\ne0, maka v=−c−1(c1b1+⋯+ckbk)∈span Bv=-c^{-1}(c_1b_1+\cdots+c_kb_k)\in\mathrm{span}\,B, kontradiksi. Jadi c=0c=0, lalu c1=⋯=ck=0c_1=\cdots=c_k=0. Maka B∪{v}∈PB\cup\{v\}\in P tegas lebih besar daripada BB, bertentangan dengan kemaksimalan. Jadi span B=V\mathrm{span}\,B=V. □\square

    Kebalikannya juga benar: dalam ZF, pernyataan "setiap ruang vektor mempunyai basis" mengakibatkan AC. Hasil ini dari A. Blass dan dicatat tanpa bukti; sumbernya entri "Axiom of choice" di atas.

    Contoh 23.3.16 (Barisan Real)

    Di V=RNV=\mathbb{R}^{\mathbb{N}} atas R\mathbb{R}, misalkan eke_k barisan dengan suku 11 di posisi kk dan 00 di posisi lain. Himpunan E={ek:k∈N}E=\{e_k:k\in\mathbb{N}\} bebas linear. Kombinasi ∑i≤kciei\sum_{i\leq k}c_ie_i mempunyai suku ke-ii sama dengan cic_i, sehingga kombinasi itu nol hanya jika semua ci=0c_i=0.

    Akan tetapi span E\mathrm{span}\,E hanya berisi barisan yang akhirnya nol. Barisan (1,1,1,…)(1,1,1,\ldots) tidak termasuk di dalamnya. Jadi EE bukan basis Hamel. Teorema 23.3.15 menjamin adanya basis B⊇EB\supseteq E, tetapi buktinya tidak memberikan cara untuk menuliskan BB, dan buku ini tidak akan menuliskannya.

    Contoh 23.3.17 (R\mathbb{R} atas Q\mathbb{Q} dan Fungsi Aditif yang Tidak Linear)

    Dengan Lemma Zorn, R\mathbb{R} sebagai ruang vektor atas Q\mathbb{Q} mempunyai basis HH.

    (a) HH tak terhitung. Bila HH terhitung, HH dapat dicacah, dan rentangnya adalah gabungan atas k∈Nk\in\mathbb{N} dari peta Qk\mathbb{Q}^{k} di bawah pemetaan koefisien ke kombinasi linear kk unsur pertama HH. Gabungan ini terhitung menurut Teorema 21.3.3, karena semua pencacahannya tertentu. Padahal span H=R\mathrm{span}\,H=\mathbb{R} tak terhitung (Akibat 22.2.3).

    (b) Ada fungsi f:R→Rf:\mathbb{R}\to\mathbb{R} dengan f(x+y)=f(x)+f(y)f(x+y)=f(x)+f(y) untuk semua x,yx,y, tetapi tidak berbentuk f(x)=cxf(x)=cx. Karena HH tak terhitung, ambil b0≠b1b_0\ne b_1 di HH, dan tetapkan f(x)=cb0(x)f(x)=c_{b_0}(x), yaitu koordinat xx pada b0b_0. Menurut sifat koordinat, ff aditif. Andaikan f(x)=cxf(x)=cx untuk semua xx. Maka 0=f(b1)=cb10=f(b_1)=cb_1. Karena b1≠0b_1\ne0 (unsur himpunan bebas linear tidak nol), c=0c=0. Tetapi f(b0)=1≠0f(b_0)=1\ne0, kontradiksi.

    Fungsi ff ini hanya bernilai rasional, tetapi tidak konstan. Grafiknya sangat tidak beraturan. Latihan 23.3-8 menunjukkan bahwa setiap fungsi aditif bersifat linear pada Q\mathbb{Q}. Rencana penutupan: setelah kekontinuan didefinisikan (Bagian VII, Bab 36), akan dibuktikan bahwa fungsi aditif yang kontinu pasti berbentuk cxcx. Jadi fungsi seperti ff tidak mungkin kontinu. Keberadaan ff memerlukan pilihan, dan buku ini tidak memakainya di luar contoh ini.

    Catatan tentang Implementasi: Fisika Kuantum dan Teknik

    Pernyataan master perlu dibaca dengan tepat.

    (a) Dalam mekanika kuantum dan pengolahan sinyal, ruang keadaan dimodelkan sebagai ruang Hilbert, yaitu ruang vektor dengan hasil kali dalam yang lengkap. "Basis" yang dipakai di sana adalah basis ortonormal, yang memakai deret tak hingga yang konvergen, bukan basis Hamel yang hanya memakai jumlah hingga. Pembahasan konvergensi deret baru tersedia pada Bagian VI.

    (b) Pernyataan "setiap ruang Hilbert mempunyai basis ortonormal" dibuktikan secara umum dengan Lemma Zorn, dengan argumen yang sejajar dengan Teorema 23.3.15. Sumber entri "Axiom of choice" di atas mencatat teorema ini sebagai hasil yang memerlukan AC dalam bentuk umumnya.

    (c) Ruang yang dipakai dalam perhitungan nyata biasanya separabel, yaitu memuat barisan padat yang terhitung. Untuk ruang separabel, basis ortonormal dapat dibangun dari barisan padat yang diberikan dengan proses Gram–Schmidt, tanpa AC penuh. Basis yang dipakai dalam praktik, seperti basis Fourier, juga diberikan secara eksplisit.

    Jadi peran AC dan Lemma Zorn di sini adalah landasan teoretis: keduanya menjamin keberadaan basis dalam keumuman penuh. Perhitungan teknik tidak bergantung pada basis yang tidak dapat dituliskan. Klaim pada catatan ini dibatasi pada tingkat umum yang dinyatakan, dan buku ini tidak membuat klaim tentang perangkat atau standar teknik tertentu.

    Status Logis Aksioma Pilihan

    Fakta 23.3.18 (Independensi, Dicatat Tanpa Bukti)

    (a) Gödel (1938) menunjukkan bahwa negasi AC bukan teorema ZF, bila ZF konsisten. Cohen (1963), dengan metode forcing, menunjukkan bahwa AC sendiri juga bukan teorema ZF, bila ZF konsisten. Jadi AC independen dari ZF.

    (b) Hipotesis kontinum (CH) menyatakan bahwa setiap himpunan tak hingga S⊆RS\subseteq\mathbb{R} dapat diinjeksikan ke N\mathbb{N}, atau R\mathbb{R} dapat diinjeksikan ke SS. Dengan kata lain, tidak ada SS dengan N≺S≺R\mathbb{N}\prec S\prec\mathbb{R}. Gödel (1940) menunjukkan bahwa negasi CH tidak dapat dibuktikan dalam teori himpunan baku. Cohen (1963) menunjukkan bahwa CH juga tidak dapat dibuktikan. Ini menjawab pertanyaan di akhir Unit 23.2: jawabannya tidak ditentukan oleh ZFC.

    Sumber: entri "Axiom of choice" dan "Continuum hypothesis", Wikipedia (https://en.wikipedia.org/wiki/Axiom_of_choice, https://en.wikipedia.org/wiki/Continuum_hypothesis), diakses 2 Oktober 2026. Pernyataan di atas mengikuti rumusan kedua sumber itu.

    Bagi analisis, ringkasannya sebagai berikut. Hampir semua teorema analisis real di buku ini dapat dibuktikan dalam ZF dengan tambahan ACω_\omega, dan penggunaan ACω_\omega akan ditandai. AC penuh hanya muncul pada contoh keberadaan seperti Contoh 23.3.17.

    Latihan

    Latihan 23.3-1. Tuliskan fungsi pilihan eksplisit, tanpa AC, untuk: (a) keluarga semua subhimpunan tak kosong Z\mathbb{Z}; (b) keluarga semua subhimpunan hingga tak kosong R\mathbb{R}; (c) keluarga semua interval terbuka (a,b)(a,b) dengan a<ba<b.

    Latihan 23.3-2. Buktikan tanpa AC bahwa setiap keluarga hingga himpunan tak kosong mempunyai fungsi pilihan.

    Latihan 23.3-3. Pada R\mathbb{R} tetapkan x∼yx\sim y jika x−y∈Qx-y\in\mathbb{Q}. Buktikan bahwa ∼\sim relasi ekuivalensi, dan bahwa dengan AC, himpunan kelas ekuivalensinya R/∼\mathbb{R}/{\sim} memenuhi R/∼⪯R\mathbb{R}/{\sim}\preceq\mathbb{R}.

    Latihan 23.3-4. Dengan ACω_\omega, buktikan bahwa untuk setiap himpunan tak hingga AA dan p∉Ap\notin A: A∪{p}≈AA\cup\{p\}\approx A.

    Latihan 23.3-5. Buktikan tanpa Lemma Zorn bahwa setiap himpunan terurut parsial hingga yang tak kosong mempunyai unsur maksimal.

    Latihan 23.3-6. Buktikan arah (a)⇒(b) Teorema 23.3.4 langsung dengan Lemma Zorn, memakai invers kanan parsial.

    Latihan 23.3-7. Di R\mathbb{R} atas Q\mathbb{Q}, buktikan bahwa {1,2}\{1,\sqrt2\} bebas linear dan {1,2,8}\{1,\sqrt2,\sqrt8\} tidak bebas linear.

    Latihan 23.3-8. Misalkan f:R→Rf:\mathbb{R}\to\mathbb{R} aditif, yaitu f(x+y)=f(x)+f(y)f(x+y)=f(x)+f(y) untuk semua x,yx,y. Buktikan tanpa AC bahwa f(qx)=q f(x)f(qx)=q\,f(x) untuk semua q∈Qq\in\mathbb{Q} dan x∈Rx\in\mathbb{R}. Simpulkan bahwa f(q)=q f(1)f(q)=q\,f(1) untuk q∈Qq\in\mathbb{Q}.

    Solusi

    Solusi 23.3-1. (a) Untuk X≠∅X\ne\emptyset, himpunan {∣z∣:z∈X}⊆N\{|z|:z\in X\}\subseteq\mathbb{N} mempunyai minimum mm (urutan baik). Ambil c(X)=mc(X)=m bila m∈Xm\in X, dan c(X)=−mc(X)=-m bila tidak. (b) c(X)=min⁡Xc(X)=\min X. Himpunan hingga tak kosong bilangan real mempunyai minimum, menurut induksi pada banyak anggota. (c) c((a,b))=a+b2c((a,b))=\tfrac{a+b}2. Fungsi ini terdefinisi karena a=inf⁡(a,b)a=\inf(a,b) dan b=sup⁡(a,b)b=\sup(a,b) ditentukan oleh himpunannya. □\square

    Solusi 23.3-2. Induksi pada n=∣A∣n=|\mathcal{A}|. Untuk n=0n=0, fungsi kosong. Untuk langkah, tulis A=A′∪{X}\mathcal{A}=\mathcal{A}'\cup\{X\} dengan X∉A′X\notin\mathcal{A}'. Hipotesis induksi memberi fungsi pilihan c′c' untuk A′\mathcal{A}'. Karena X≠∅X\ne\emptyset, ambil x∈Xx\in X. Fungsi c′∪{(X,x)}c'\cup\{(X,x)\} adalah fungsi pilihan untuk A\mathcal{A}. Setiap langkah membuktikan pernyataan keberadaan dengan satu pilihan tunggal, sehingga AC tidak dipakai. □\square

    Solusi 23.3-3. Refleksif: x−x=0∈Qx-x=0\in\mathbb{Q}. Simetris: y−x=−(x−y)y-x=-(x-y). Transitif: x−z=(x−y)+(y−z)x-z=(x-y)+(y-z). Q\mathbb{Q} tertutup terhadap negasi dan penjumlahan. Pemetaan p(x)=[x]p(x)=[x] adalah surjeksi R→R/∼\mathbb{R}\to\mathbb{R}/{\sim}. Teorema 23.3.4 memberi invers kanan injektif s:R/∼→Rs:\mathbb{R}/{\sim}\to\mathbb{R}, sehingga R/∼⪯R\mathbb{R}/{\sim}\preceq\mathbb{R}. Peta ss memuat tepat satu wakil dari setiap kelas. Himpunan semacam itu disebut himpunan Vitali, dan keberadaannya bergantung pada AC. □\square

    Solusi 23.3-4. Teorema 23.3.5 memberi injeksi g:N→Ag:\mathbb{N}\to A. Tetapkan h:A∪{p}→Ah:A\cup\{p\}\to A dengan h(p)=g(0)h(p)=g(0), h(g(n))=g(n+1)h(g(n))=g(n+1), dan h(a)=ah(a)=a untuk a∈A∖g[N]a\in A\setminus g[\mathbb{N}]. Fungsi hh memetakan {p}∪g[N]\{p\}\cup g[\mathbb{N}] secara bijektif ke g[N]g[\mathbb{N}]: p↦g(0)p\mapsto g(0), dan g(n)↦g(n+1)g(n)\mapsto g(n+1). Di bagian lain, hh adalah identitas. Jadi hh bijeksi. □\square

    Solusi 23.3-5. Untuk p∈Pp\in P tulis d(p)=∣{q∈P:q≤p}∣d(p)=|\{q\in P:q\leq p\}|. Himpunan nilai dd adalah himpunan hingga tak kosong di N\mathbb{N}, sehingga mempunyai maksimum. Ambil pp dengan d(p)d(p) maksimum. Bila ada qq dengan p<qp<q, maka {r:r≤p}∪{q}⊆{r:r≤q}\{r:r\leq p\}\cup\{q\}\subseteq\{r:r\leq q\} menurut transitivitas. Karena q≰pq\not\leq p, sebab q≤pq\leq p bersama p≤qp\leq q memberi p=qp=q, gabungan itu memuat d(p)+1d(p)+1 anggota. Jadi d(q)>d(p)d(q)>d(p), kontradiksi. Maka pp maksimal. □\square

    Solusi 23.3-6. Misalkan p:A→Bp:A\to B surjektif, dan PP himpunan fungsi ss dengan dom(s)⊆B\mathrm{dom}(s)\subseteq B dan p(s(b))=bp(s(b))=b untuk b∈dom(s)b\in\mathrm{dom}(s), diurutkan dengan ⊆\subseteq. ∅∈P\emptyset\in P. Gabungan rantai tak kosong adalah fungsi, seperti pada Teorema 23.3.10, dan tetap memenuhi p(s(b))=bp(s(b))=b, sehingga menjadi batas atas. Unsur maksimal ss mempunyai dom(s)=B\mathrm{dom}(s)=B. Bila b∉dom(s)b\notin\mathrm{dom}(s), ambil aa dengan p(a)=bp(a)=b; maka s∪{(b,a)}∈Ps\cup\{(b,a)\}\in P lebih besar. □\square

    Solusi 23.3-7. Misalkan a+b2=0a+b\sqrt2=0 dengan a,b∈Qa,b\in\mathbb{Q}. Bila b≠0b\ne0, maka 2=−ab∈Q\sqrt2=-\tfrac ab\in\mathbb{Q}, bertentangan dengan irasionalitas 2\sqrt2 (Bab 11). Jadi b=0b=0, lalu a=0a=0. Karena 8=22\sqrt8=2\sqrt2, berlaku 0⋅1+2⋅2+(−1)⋅8=00\cdot1+2\cdot\sqrt2+(-1)\cdot\sqrt8=0 dengan koefisien tidak semuanya nol. Jadi {1,2,8}\{1,\sqrt2,\sqrt8\} tidak bebas linear. □\square

    Solusi 23.3-8. f(0)=f(0+0)=2f(0)f(0)=f(0+0)=2f(0), sehingga f(0)=0f(0)=0. Induksi memberi f(nx)=nf(x)f(nx)=nf(x) untuk n∈Nn\in\mathbb{N}. Dari 0=f(x+(−x))=f(x)+f(−x)0=f(x+(-x))=f(x)+f(-x) diperoleh f(−x)=−f(x)f(-x)=-f(x), sehingga f(nx)=nf(x)f(nx)=nf(x) untuk n∈Zn\in\mathbb{Z}. Untuk n≥1n\geq1, f(x)=f(n⋅xn)=nf(xn)f(x)=f(n\cdot\tfrac xn)=nf(\tfrac xn), sehingga f(xn)=1nf(x)f(\tfrac xn)=\tfrac1nf(x). Untuk q=mnq=\tfrac mn, f(qx)=mf(xn)=mnf(x)f(qx)=mf(\tfrac xn)=\tfrac mnf(x). Dengan x=1x=1: f(q)=qf(1)f(q)=qf(1). □\square

    Ringkasan

    Aksioma pilihan menjamin fungsi pilihan untuk sebarang keluarga himpunan tak kosong. Pilihan terhitung adalah bentuk lemahnya untuk barisan. Keluarga hingga, dan keluarga yang mempunyai aturan pilih seperti "anggota terkecil", tidak memerlukan aksioma itu. Dengan ACω_\omega, pinjaman dari Bab 20–21 ditutup: setiap himpunan tak hingga memuat salinan N\mathbb{N}, dan gabungan terhitung himpunan terhitung terhitung. Dalam ZF, AC setara dengan Lemma Zorn, dengan teorema urutan baik, dan dengan keberadaan invers kanan surjeksi. Arah Zorn ⇒ AC dan kesetaraan dengan invers kanan dibuktikan di unit ini; arah lainnya dicatat dengan sumber. Lemma Zorn memberi keterbandingan kardinalitas dan basis untuk setiap ruang vektor, termasuk basis Hamel R\mathbb{R} atas Q\mathbb{Q} dan fungsi aditif yang tidak linear. Dalam fisika dan teknik, peran AC adalah menjamin keberadaan basis secara umum; basis yang dipakai dalam perhitungan diberikan secara eksplisit. AC dan CH independen dari aksioma baku.

    Bab terdekat

    BerikutnyaPengantar Barisan dan Indeksasi

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 24.

    SebelumnyaKetakteranhimpunan dan Argumen Diagonal Cantor

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 22.