Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 24Lanjut

    Pengantar Barisan dan Indeksasi

    Bab 24 dari 50 — Analisis Matematika dan Fondasi Rigor. Naskah draf lengkap dengan validasi terarah; belum telaah matematika independen seluruh buku.

    17 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Draf lengkap — Bab 24 dari 50

    Validasi terarah dan integritas naskah telah diperiksa. Buku ini belum mendapat telaah matematika independen menyeluruh. Catatan status di dalam naskah merupakan riwayat versi.

    Unduh naskah lengkap asli (TXT) · Lihat sumber dan cakupan review

    Bab 24: Pengantar Barisan dan Indeksasi

    24.1 Definisi Formal Barisan sebagai Pemetaan

    Bagian V membahas barisan bilangan real. Penjelasan master: barisan adalah fungsi yang domainnya bilangan asli dan kodomainnya bilangan real. Kalimat ini adalah definisinya. Gambaran "deretan bilangan yang ditulis satu per satu" berguna, tetapi tidak cukup tepat untuk pembuktian. Gambaran itu tidak menjelaskan apa artinya dua barisan sama, apakah suku yang berulang dihitung dua kali, atau mengapa beberapa suku pertama tidak menentukan suku berikutnya. Dengan barisan dipandang sebagai fungsi, semua pertanyaan itu dijawab oleh teori fungsi dari Bab 5.

    Barisan sudah muncul sebelumnya tanpa definisi umum: barisan yang didefinisikan secara rekursif (Bab 7), barisan interval bersarang (Bab 12), barisan pemotongan desimal (Unit 12.4), dan barisan biner (Bab 22–23). Unit ini memberi kerangka bersama untuk semuanya. Bab 25 kemudian memakai kerangka ini untuk mendefinisikan limit.

    Prasyarat: fungsi, kesamaan fungsi, dan komposisi (Bab 5); induksi dan rekursi (Teorema 7.4.1); bilangan real (Bab 9–12).

    Definisi

    Definisi 24.1.1 (Himpunan Indeks)

    Untuk m∈Zm\in\mathbb{Z}, tulis Z≥m={n∈Z:n≥m}\mathbb{Z}_{\geq m}=\{n\in\mathbb{Z}:n\geq m\}. Jadi Z≥0=N\mathbb{Z}_{\geq0}=\mathbb{N} dan Z≥1=N+\mathbb{Z}_{\geq1}=\mathbb{N}_{+}.

    Definisi 24.1.2 (Barisan Real)

    Misalkan m∈Zm\in\mathbb{Z}. Barisan real dengan indeks awal mm adalah fungsi

    s:Z≥m→R.s:\mathbb{Z}_{\geq m}\to\mathbb{R}.

    Nilai s(n)s(n) ditulis sns_n dan disebut suku ke-nn. Barisan itu ditulis (sn)n=m∞(s_n)_{n=m}^{\infty} atau (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m}. Bila indeks awalnya jelas dari konteks, tulis saja (sn)(s_n).

    Dalam buku ini N={0,1,2,…}\mathbb{N}=\{0,1,2,\ldots\}. Mengikuti master, indeks awal baku untuk Bagian V–VI adalah m=1m=1, sehingga barisan baku adalah fungsi N+→R\mathbb{N}_{+}\to\mathbb{R}. Indeks awal lain dipakai bila lebih alami, misalnya m=0m=0 untuk barisan rekursif yang dimulai dari a0a_0.

    Simbol ∞\infty pada (sn)n=1∞(s_n)_{n=1}^{\infty} bukan bilangan real. Simbol itu hanya menyatakan bahwa indeks berjalan melalui semua bilangan bulat n≥1n\geq1. Tidak ada "suku ke-∞\infty".

    Contoh 24.1.3 (Contoh Master)

    sn=nn+1s_n=\dfrac n{n+1} untuk n≥1n\geq1. Penyebut n+1≥2n+1\geq2 tidak nol, sehingga setiap suku terdefinisi. Tiga suku pertama:

    s1=12,s2=23,s3=34.s_1=\tfrac12,\qquad s_2=\tfrac23,\qquad s_3=\tfrac34.

    Suku-suku ini naik tegas:

    sn+1−sn=n+1n+2−nn+1=(n+1)2−n(n+2)(n+1)(n+2)=1(n+1)(n+2)>0.s_{n+1}-s_n=\frac{n+1}{n+2}-\frac n{n+1}=\frac{(n+1)^2-n(n+2)}{(n+1)(n+2)}=\frac1{(n+1)(n+2)}>0.

    Akibatnya, ss injektif sebagai fungsi: indeks yang berbeda memberi suku yang berbeda.

    Barisan dan Himpunan Nilainya

    Definisi 24.1.4 (Himpunan Nilai)

    Himpunan nilai barisan (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} adalah peta fungsi ss:

    {sn:n≥m}=s[Z≥m]⊆R.\{s_n:n\geq m\}=s[\mathbb{Z}_{\geq m}]\subseteq\mathbb{R}.

    Barisan dan himpunan nilainya adalah objek yang berbeda.

    Contoh 24.1.5

    (a) sn=(−1)ns_n=(-1)^n untuk n≥1n\geq1 mempunyai himpunan nilai {−1,1}\{-1,1\}, yang hanya beranggota dua. Barisannya sendiri tetap fungsi pada seluruh N+\mathbb{N}_{+}: −1,1,−1,1,…-1,1,-1,1,\ldots.

    (b) tn=(−1)n+1t_n=(-1)^{n+1} mempunyai himpunan nilai yang sama, tetapi t≠st\ne s, karena t1=1≠−1=s1t_1=1\ne-1=s_1.

    (c) Barisan konstan cn=7c_n=7 mempunyai himpunan nilai {7}\{7\}.

    (d) Barisan 12,23,34,…\tfrac12,\tfrac23,\tfrac34,\ldots dan barisan 23,12,34,45,…\tfrac23,\tfrac12,\tfrac34,\tfrac45,\ldots, yang menukar dua suku pertama, mempunyai himpunan nilai yang sama, tetapi berbeda sebagai barisan.

    Urutan dan pengulangan adalah bagian dari barisan, tetapi hilang dalam himpunan nilai. Karena itu, konsep seperti limit didefinisikan untuk barisan, bukan untuk himpunan nilainya.

    Proposisi 24.1.6 (Kesamaan Barisan)

    Dua barisan (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} dan (tn)n≥m(t_n)_{n\geq m} dengan indeks awal yang sama adalah sama jika dan hanya jika sn=tns_n=t_n untuk setiap n≥mn\geq m.

    Bukti. Ini kesamaan fungsi dengan domain dan kodomain yang sama (Bab 5). □\square

    Cara Menentukan Barisan

    Sebuah barisan dapat ditentukan dengan beberapa cara.

    (a) Rumus eksplisit, seperti sn=nn+1s_n=\tfrac n{n+1} atau sn=⌊n2⌋s_n=\lfloor\tfrac n2\rfloor.

    (b) Rumus sepotong-sepotong, misalnya sn=ns_n=n untuk nn genap dan sn=1ns_n=\tfrac1n untuk nn ganjil.

    (c) Rekursi: suku awal dan aturan yang menghitung sn+1s_{n+1} dari suku-suku sebelumnya. Keberadaan dan ketunggalan barisan semacam itu dijamin oleh Teorema Rekursi 7.4.1. Teorema itu berlaku untuk sebarang indeks awal, karena indeks dapat digeser (Definisi 24.1.9).

    (d) Pencacahan naik dari subhimpunan tak hingga N\mathbb{N} (Teorema 20.3.5), misalnya barisan bilangan prima 2,3,5,7,11,…2,3,5,7,11,\ldots.

    Yang tidak cukup adalah "beberapa suku pertama ditambah titik-titik". Tulisan 1,2,4,8,…1,2,4,8,\ldots tidak menentukan sebuah barisan.

    Contoh 24.1.7 (Pola yang Menipu)

    Barisan un=2n−1u_n=2^{n-1} dan

    vn=1+(n−1)+(n−1)(n−2)2+(n−1)(n−2)(n−3)6,n≥1,v_n=1+(n-1)+\frac{(n-1)(n-2)}2+\frac{(n-1)(n-2)(n-3)}6,\qquad n\geq1,

    sama-sama dimulai dengan 1,2,4,81,2,4,8. Akan tetapi u5=16u_5=16, sedangkan v5=1+4+6+4=15v_5=1+4+6+4=15. Untuk memeriksa empat suku pertama: v1=1+0+0+0=1v_1=1+0+0+0=1, v2=1+1+0+0=2v_2=1+1+0+0=2, v3=1+2+1+0=4v_3=1+2+1+0=4, dan v4=1+3+3+1=8v_4=1+3+3+1=8. Jadi titik-titik bukan definisi. Setiap barisan dalam buku ini diberikan dengan rumus, rekursi, atau aturan yang lengkap.

    Contoh 24.1.8 (Barisan Rekursif: Metode Babilonia untuk 2\sqrt2)

    Tetapkan a1=1a_1=1 dan

    an+1=an2+1an,n≥1.a_{n+1}=\frac{a_n}2+\frac1{a_n},\qquad n\geq1.

    Agar rekursi sah, setiap ana_n harus tidak nol. Induksi memberi an>0a_n>0: a1=1>0a_1=1>0, dan bila an>0a_n>0 maka an+1a_{n+1} adalah jumlah dua bilangan positif. Teorema 7.4.1, dengan fungsi langkah x↦x2+1xx\mapsto\tfrac x2+\tfrac1x pada (0,∞)(0,\infty), memberi barisan tunggal. Beberapa suku pertama:

    a1=1,a2=32,a3=34+23=1712,a4=1724+1217=289+288408=577408.a_1=1,\quad a_2=\tfrac32,\quad a_3=\tfrac34+\tfrac23=\tfrac{17}{12},\quad a_4=\tfrac{17}{24}+\tfrac{12}{17}=\tfrac{289+288}{408}=\tfrac{577}{408}.

    Kuadratnya a42=332929166464a_4^2=\tfrac{332929}{166464}, dengan 332929−2⋅166464=1332929-2\cdot166464=1. Jadi a42−2=1166464a_4^2-2=\tfrac1{166464}, sangat dekat dengan 22. Bab 27 akan membuktikan bahwa barisan ini konvergen ke 2\sqrt2.

    Pergeseran Indeks dan Ekor

    Definisi 24.1.9 (Pergeseran Indeks)

    Untuk barisan (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} dan p∈Zp\in\mathbb{Z}, barisan (tk)k≥m−p(t_k)_{k\geq m-p} dengan tk=sk+pt_k=s_{k+p} disebut pergeseran (sn)(s_n) sejauh pp.

    Pemetaan k↦k+pk\mapsto k+p adalah bijeksi Z≥m−p→Z≥m\mathbb{Z}_{\geq m-p}\to\mathbb{Z}_{\geq m}, sehingga t=s∘(k↦k+p)t=s\circ(k\mapsto k+p). Suku-sukunya sama dan urutannya sama. Yang berubah hanya label indeksnya. Contoh: sn=1n+3s_n=\tfrac1{n+3}, n≥1n\geq1, digeser sejauh −3-3 menjadi tk=1kt_k=\tfrac1k, k≥4k\geq4. Semua sifat yang dibahas di Bagian V, yaitu keterbatasan, kekonvergenan, dan limit, tidak berubah oleh pergeseran. Hal ini akan dicatat pada setiap definisi.

    Definisi 24.1.10 (Ekor Barisan)

    Untuk (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} dan K≥mK\geq m, ekor sejak KK adalah pembatasan (sn)n≥K(s_n)_{n\geq K}, yaitu fungsi s∣Z≥Ks|_{\mathbb{Z}_{\geq K}}.

    Ekor membuang berhingga banyak suku awal. Konsep limit (Bab 25) hanya bergantung pada ekor: mengubah berhingga banyak suku tidak mengubah limit. Gagasan ini akan menjadi tema yang berulang.

    Operasi pada Barisan

    Definisi 24.1.11 (Operasi Suku demi Suku)

    Untuk barisan (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} dan (tn)n≥m(t_n)_{n\geq m} serta c∈Rc\in\mathbb{R}, tetapkan

    (s+t)n=sn+tn,(cs)n=csn,(st)n=sntn,∣s∣n=∣sn∣,(s+t)_n=s_n+t_n,\quad(cs)_n=cs_n,\quad(st)_n=s_nt_n,\quad|s|_n=|s_n|,

    dan, bila tn≠0t_n\ne0 untuk setiap n≥mn\geq m, (s/t)n=sn/tn(s/t)_n=s_n/t_n.

    Bila indeks awalnya berbeda, operasi dilakukan pada ekor bersama, yaitu sejak indeks awal yang lebih besar.

    Contoh: dengan sn=nn+1s_n=\tfrac n{n+1} dan tn=1n+1t_n=\tfrac1{n+1}, (s+t)n=1(s+t)_n=1 adalah barisan konstan. Contoh ini sederhana, tetapi Bab 26 akan memakai operasi semacam ini untuk menghitung limit.

    Barisan sebagai Objek

    Himpunan semua barisan real dengan indeks awal 11 adalah RN+\mathbb{R}^{\mathbb{N}_{+}}. Menurut Unit 23.2, himpunan ini setara dengan R\mathbb{R} (Akibat 23.2.6(c), setelah pergeseran indeks). Dengan operasi Definisi 24.1.11, himpunan itu adalah ruang vektor atas R\mathbb{R} (Contoh 23.3.16).

    Barisan juga dapat bernilai di himpunan lain: barisan interval ([an,bn])n≥1([a_n,b_n])_{n\geq1} di Bab 12, barisan titik di R2\mathbb{R}^2, atau barisan himpunan. Definisinya sama, yaitu fungsi dari Z≥m\mathbb{Z}_{\geq m} ke himpunan tersebut. Bagian V memusatkan perhatian pada barisan real.

    Untuk membayangkan barisan, ada dua cara. Pertama, sebagai titik-titik s1,s2,…s_1,s_2,\ldots pada garis bilangan, dengan label urutan. Kedua, sebagai grafik fungsi, yaitu titik (n,sn)(n,s_n) pada bidang yang terpisah-pisah di atas setiap bilangan bulat n≥mn\geq m. Cara kedua memperlihatkan bahwa barisan adalah fungsi. Cara pertama memperlihatkan ke mana suku-sukunya berkumpul.

    Latihan

    Latihan 24.1-1. Tuliskan lima suku pertama dari: (a) sn=(−1)nns_n=\tfrac{(-1)^n}n, n≥1n\geq1; (b) sn=n2−ns_n=n^2-n, n≥1n\geq1; (c) a1=1a_1=1, an+1=2an+1a_{n+1}=2a_n+1. Untuk (c), tebak rumus eksplisit dan buktikan dengan induksi.

    Latihan 24.1-2. Buktikan bahwa sn=(−1)ns_n=(-1)^n dan tn=(−1)n+1t_n=(-1)^{n+1}, n≥1n\geq1, mempunyai himpunan nilai yang sama tetapi berbeda sebagai barisan. Apakah ada bijeksi σ:N+→N+\sigma:\mathbb{N}_{+}\to\mathbb{N}_{+} dengan t=s∘σt=s\circ\sigma?

    Latihan 24.1-3. Untuk sn=nn+1s_n=\tfrac n{n+1}, tentukan semua n≥1n\geq1 dengan sn>0,999s_n>0{,}999. Buktikan jawaban Anda.

    Latihan 24.1-4. Periksa nilai v1,…,v5v_1,\ldots,v_5 pada Contoh 24.1.7. Lalu buktikan bahwa untuk setiap daftar hingga x1,…,xkx_1,\ldots,x_k dan setiap r∈Rr\in\mathbb{R}, terdapat barisan (wn)n≥1(w_n)_{n\geq1} dengan wi=xiw_i=x_i untuk i≤ki\leq k dan wk+1=rw_{k+1}=r.

    Latihan 24.1-5. Tuliskan barisan sn=1n+3s_n=\tfrac1{n+3}, n≥1n\geq1, sebagai pergeseran dengan indeks awal 00, dan dengan indeks awal 44. Periksa bahwa ketiganya mempunyai himpunan nilai yang sama.

    Latihan 24.1-6. Buktikan bahwa pemetaan s↦(sk+1)k≥0s\mapsto(s_{k+1})_{k\geq0} adalah bijeksi dari himpunan barisan berindeks awal 11 ke himpunan barisan berindeks awal 00.

    Latihan 24.1-7. Untuk barisan Contoh 24.1.8, buktikan bahwa an2≥2a_n^2\geq2 untuk setiap n≥2n\geq2, dan bahwa an+1≤ana_{n+1}\leq a_n untuk setiap n≥2n\geq2.

    Latihan 24.1-8. Misalkan S={n∈N+:3∤n}={1,2,4,5,7,8,…}S=\{n\in\mathbb{N}_{+}:3\nmid n\}=\{1,2,4,5,7,8,\ldots\}. Buktikan bahwa sn=n+⌊n−12⌋s_n=n+\lfloor\tfrac{n-1}2\rfloor, n≥1n\geq1, adalah pencacahan naik tegas dari SS, yaitu bijeksi naik tegas N+→S\mathbb{N}_{+}\to S.

    Solusi

    Solusi 24.1-1. (a) −1,12,−13,14,−15-1,\tfrac12,-\tfrac13,\tfrac14,-\tfrac15. (b) 0,2,6,12,200,2,6,12,20. (c) 1,3,7,15,311,3,7,15,31. Tebakan: an=2n−1a_n=2^n-1. Induksi: a1=1=21−1a_1=1=2^1-1. Bila an=2n−1a_n=2^n-1, maka an+1=2(2n−1)+1=2n+1−1a_{n+1}=2(2^n-1)+1=2^{n+1}-1. □\square

    Solusi 24.1-2. Himpunan nilai keduanya {−1,1}\{-1,1\}, karena (−1)n(-1)^n bernilai 11 untuk nn genap dan −1-1 untuk nn ganjil. Barisannya berbeda karena s1=−1≠1=t1s_1=-1\ne1=t_1. Bijeksi seperti itu ada: σ\sigma yang menukar 2j−1↔2j2j-1\leftrightarrow2j untuk setiap j≥1j\geq1. Maka sσ(n)=(−1)σ(n)=(−1)n+1=tns_{\sigma(n)}=(-1)^{\sigma(n)}=(-1)^{n+1}=t_n, karena σ(n)\sigma(n) dan nn selalu berbeda paritas. Jadi penyusunan ulang suku dapat mengubah barisan. □\square

    Solusi 24.1-3. nn+1>9991000  ⟺  1000n>999(n+1)  ⟺  n>999\tfrac n{n+1}>\tfrac{999}{1000}\iff1000n>999(n+1)\iff n>999, dengan mengalikan kedua ruas dengan 1000(n+1)>01000(n+1)>0. Jadi tepat n≥1000n\geq1000. □\square

    Solusi 24.1-4. Suku-suku rumus vnv_n untuk n=1,…,5n=1,\ldots,5: v1=1+0+0+0=1v_1=1+0+0+0=1; v2=1+1+0+0=2v_2=1+1+0+0=2; v3=1+2+1+0=4v_3=1+2+1+0=4; v4=1+3+3+1=8v_4=1+3+3+1=8; v5=1+4+4⋅32+4⋅3⋅26=1+4+6+4=15v_5=1+4+\tfrac{4\cdot3}2+\tfrac{4\cdot3\cdot2}6=1+4+6+4=15. Untuk bagian kedua, definisikan wi=xiw_i=x_i untuk i≤ki\leq k, wk+1=rw_{k+1}=r, dan wn=0w_n=0 untuk n>k+1n>k+1. Fungsi sepotong-sepotong ini sah. □\square

    Solusi 24.1-5. Indeks awal 00: tk=sk+1=1k+4t_k=s_{k+1}=\tfrac1{k+4}, k≥0k\geq0. Indeks awal 44: uj=sj−3=1ju_j=s_{j-3}=\tfrac1j, j≥4j\geq4. Ketiganya mempunyai himpunan nilai {14,15,16,…}\{\tfrac14,\tfrac15,\tfrac16,\ldots\}, karena n↦n+3n\mapsto n+3 adalah bijeksi N+→Z≥4\mathbb{N}_{+}\to\mathbb{Z}_{\geq4}, k↦k+4k\mapsto k+4 bijeksi N→Z≥4\mathbb{N}\to\mathbb{Z}_{\geq4}, dan j↦jj\mapsto j identitas. □\square

    Solusi 24.1-6. Inversnya t↦(tn−1)n≥1t\mapsto(t_{n-1})_{n\geq1}. Kedua komposisi adalah identitas: (s(n−1)+1)=(sn)(s_{(n-1)+1})=(s_n) dan (t(k+1)−1)=(tk)(t_{(k+1)-1})=(t_k). □\square

    Solusi 24.1-7. Untuk n≥1n\geq1, an+1=12(an+2an)a_{n+1}=\tfrac12\bigl(a_n+\tfrac2{a_n}\bigr). Ketaksamaan AM-GM versi polinomial (Teorema 10.4.3) dengan dua bilangan ana_n dan 2an\tfrac2{a_n} memberi 2=an⋅2an≤(an+2/an2)2=an+122=a_n\cdot\tfrac2{a_n}\leq\Bigl(\tfrac{a_n+2/a_n}2\Bigr)^2=a_{n+1}^2, dan karena an+1>0a_{n+1}>0, juga an+1≥2a_{n+1}\geq\sqrt2. Ini berlaku untuk setiap suku dengan indeks ≥2\geq2. Selanjutnya,

    an+1−an=1an−an2=2−an22an≤0untuk n≥2,a_{n+1}-a_n=\frac1{a_n}-\frac{a_n}2=\frac{2-a_n^2}{2a_n}\leq0\quad\text{untuk }n\geq2,

    karena an2≥2a_n^2\geq2 dan an>0a_n>0. □\square

    Solusi 24.1-8. Untuk n=2j+1n=2j+1 dengan j≥0j\geq0: ⌊2j2⌋=j\lfloor\tfrac{2j}2\rfloor=j, sehingga sn=3j+1s_n=3j+1. Untuk n=2j+2n=2j+2: ⌊2j+12⌋=j\lfloor\tfrac{2j+1}2\rfloor=j, sehingga sn=3j+2s_n=3j+2. Barisannya 1,2,4,5,7,8,…1,2,4,5,7,8,\ldots.

    • Naik tegas: s2j+2−s2j+1=1s_{2j+2}-s_{2j+1}=1 dan s2j+3−s2j+2=3(j+1)+1−(3j+2)=2s_{2j+3}-s_{2j+2}=3(j+1)+1-(3j+2)=2.
    • Nilainya di SS: 3j+13j+1 dan 3j+23j+2 tidak habis dibagi 33.
    • Surjektif: setiap m∈Sm\in S mempunyai sisa 11 atau 22 modulo 33 (pembagian Euclid, Teorema 7.3.8). Jadi m=3j+1=s2j+1m=3j+1=s_{2j+1} atau m=3j+2=s2j+2m=3j+2=s_{2j+2}.

    □\square

    Ringkasan

    Barisan real adalah fungsi s:Z≥m→Rs:\mathbb{Z}_{\geq m}\to\mathbb{R}, dengan indeks awal baku m=1m=1. Barisan berbeda dengan himpunan nilainya, karena urutan dan pengulangan penting. Barisan ditentukan oleh rumus, rekursi (Teorema 7.4.1), atau aturan lengkap lain, bukan oleh beberapa suku pertama. Pergeseran indeks dan pengambilan ekor hanya mengubah label atau membuang berhingga banyak suku awal. Operasi dilakukan suku demi suku. Contoh master sn=nn+1s_n=\tfrac n{n+1} mempunyai suku 12,23,34,…\tfrac12,\tfrac23,\tfrac34,\ldots yang naik tegas.

    24.2 Barisan Terbatas di Atas dan di Bawah

    Keterbatasan adalah sifat global pertama dari sebuah barisan: semua suku termuat dalam satu interval. Sifat ini lebih lemah daripada kekonvergenan, tetapi Bab 25–28 menunjukkan bahwa keterbatasan perlu untuk kekonvergenan (Unit 25.2), cukup untuk kekonvergenan bila disertai kemonotonan (Bab 27), dan cukup untuk keberadaan subbarisan konvergen (Bab 28). Unit ini mendefinisikan keterbatasan, menyambungkannya dengan supremum dan infimum (Bab 11), dan memberi alat untuk membuktikan keterbatasan maupun ketakterbatasan.

    Prasyarat: Unit 24.1; batas atas, supremum, dan karakterisasi ε\varepsilon (Bab 11, Teorema 11.3.2); sifat Archimedes (Teorema 11.4.1); nilai mutlak dan ketaksamaan segitiga (Bab 13, 17–18).

    Definisi

    Definisi 24.2.1 (Barisan Terbatas)

    Barisan (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} disebut:

    (a) terbatas di atas jika terdapat U∈RU\in\mathbb{R} dengan sn≤Us_n\leq U untuk setiap n≥mn\geq m, dan UU disebut batas atas barisan;

    (b) terbatas di bawah jika terdapat L∈RL\in\mathbb{R} dengan L≤snL\leq s_n untuk setiap n≥mn\geq m, dan LL disebut batas bawah barisan;

    (c) terbatas jika terbatas di atas dan di bawah.

    Dengan kata lain, barisan terbatas di atas, di bawah, atau terbatas tepat ketika himpunan nilainya {sn:n≥m}\{s_n:n\geq m\} mempunyai sifat yang sama sebagai himpunan (Bab 11). Pergeseran indeks tidak mengubah himpunan nilai, sehingga tidak mengubah keterbatasan.

    Proposisi 24.2.2 (Bentuk Nilai Mutlak)

    (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} terbatas jika dan hanya jika terdapat M≥0M\geq0 dengan ∣sn∣≤M|s_n|\leq M untuk setiap n≥mn\geq m.

    Bukti. (⇐\Leftarrow) ∣sn∣≤M|s_n|\leq M setara dengan −M≤sn≤M-M\leq s_n\leq M (Lemma 13.1.2). Jadi −M-M batas bawah dan MM batas atas.

    (⇒\Rightarrow) Misalkan L≤sn≤UL\leq s_n\leq U. Tetapkan M=max⁡(∣L∣,∣U∣)M=\max(|L|,|U|). Maka sn≤U≤∣U∣≤Ms_n\leq U\leq|U|\leq M, dan sn≥L≥−∣L∣≥−Ms_n\geq L\geq-|L|\geq-M. Jadi ∣sn∣≤M|s_n|\leq M (Lemma 13.1.1 dan 13.1.2). □\square

    Bilangan MM ini tidak tunggal. Setiap bilangan yang lebih besar juga memenuhi. Dalam pembuktian, yang penting adalah adanya suatu MM, bukan nilai terbaiknya.

    Contoh 24.2.3 (Contoh Master)

    Untuk sn=nn+1s_n=\tfrac n{n+1}, n≥1n\geq1: 0<sn<10<s_n<1. Pembilang dan penyebut positif, sehingga sn>0s_n>0. Selain itu 1−sn=1n+1>01-s_n=\tfrac1{n+1}>0, sehingga sn<1s_n<1. Jadi barisan ini terbatas, dengan ∣sn∣≤1|s_n|\leq1.

    Batas yang terbaik:

    • inf⁡{sn}=12=s1\inf\{s_n\}=\tfrac12=s_1, dan nilai ini tercapai sebagai minimum, karena barisan naik tegas (Contoh 24.1.3), sehingga sn≥s1s_n\geq s_1.
    • sup⁡{sn}=1\sup\{s_n\}=1, dan nilai ini tidak tercapai. 11 adalah batas atas. Untuk ε>0\varepsilon>0, Korolari 11.4.3 memberi n≥1n\geq1 dengan 1n<ε\tfrac1n<\varepsilon, sehingga sn=1−1n+1>1−1n>1−εs_n=1-\tfrac1{n+1}>1-\tfrac1n>1-\varepsilon. Teorema 11.3.2 memberi sup⁡=1\sup=1.

    Jadi batas 0<sn<10<s_n<1 pada master benar, tetapi batas bawah 00 tidak optimal: batas bawah terbesar adalah 12\tfrac12. Batas atas 11 optimal, tetapi tidak dicapai oleh suku mana pun.

    Supremum dan Infimum Barisan

    Definisi 24.2.4

    Untuk barisan yang terbatas di atas, sup⁡n≥msn=sup⁡{sn:n≥m}\sup_{n\geq m}s_n=\sup\{s_n:n\geq m\}. Supremum ini ada menurut aksioma supremum, karena himpunan nilai tidak kosong. Untuk barisan yang terbatas di bawah, inf⁡n≥msn=inf⁡{sn:n≥m}\inf_{n\geq m}s_n=\inf\{s_n:n\geq m\}, yang ada menurut Teorema 11.3.3.

    Supremum barisan tidak harus merupakan suku barisan (Contoh 24.2.3). Bila supremum itu suku barisan, ia adalah suku terbesar.

    Teorema 24.2.5 (Keterbatasan Ditentukan oleh Ekor)

    Misalkan K≥mK\geq m. Barisan (sn)n≥m(s_n)_{n\geq m} terbatas di atas, di bawah, atau terbatas jika dan hanya jika ekornya (sn)n≥K(s_n)_{n\geq K} mempunyai sifat yang sama.

    Bukti. Arah (⇒\Rightarrow) jelas, karena batas untuk seluruh barisan juga batas untuk ekornya. Untuk (⇐\Leftarrow) dengan batas atas: misalkan sn≤Us_n\leq U untuk n≥Kn\geq K. Himpunan {sm,…,sK−1}\{s_m,\ldots,s_{K-1}\} hingga. Bila himpunan itu tidak kosong, ia mempunyai maksimum M0M_0 (Teorema 11.1.14). Maka max⁡(U,M0)\max(U,M_0) adalah batas atas untuk seluruh barisan. Bila K=mK=m, tidak ada yang perlu dibuktikan. Kasus batas bawah serupa, dengan minimum. □\square

    Teorema ini adalah contoh pertama prinsip "berhingga banyak suku tidak penting". Suku awal yang sangat besar, misalnya s1=10100s_1=10^{100}, tidak membuat barisan tak terbatas.

    Membuktikan Keterbatasan

    Proposisi 24.2.6 (Operasi Mempertahankan Keterbatasan)

    Misalkan (sn)(s_n) dan (tn)(t_n) terbatas, dengan ∣sn∣≤M|s_n|\leq M dan ∣tn∣≤N|t_n|\leq N, dan c∈Rc\in\mathbb{R}. Maka:

    (a) ∣sn+tn∣≤M+N|s_n+t_n|\leq M+N;

    (b) ∣csn∣≤∣c∣M|cs_n|\leq|c|M;

    (c) ∣sntn∣≤MN|s_nt_n|\leq MN;

    (d) bila terdapat δ>0\delta>0 dengan ∣tn∣≥δ|t_n|\geq\delta untuk semua nn, maka ∣1/tn∣≤1/δ|1/t_n|\leq1/\delta dan ∣sn/tn∣≤M/δ|s_n/t_n|\leq M/\delta.

    Bukti. (a) Ketaksamaan segitiga (Teorema 13.1.4). (b) dan (c) ∣xy∣=∣x∣∣y∣|xy|=|x||y| (Teorema 17.4.1), dan perkalian ketaksamaan taknegatif. (d) ∣1/tn∣=1/∣tn∣|1/t_n|=1/|t_n| (Teorema 17.4.2), dan ∣tn∣≥δ>0|t_n|\geq\delta>0 memberi 1/∣tn∣≤1/δ1/|t_n|\leq1/\delta. □\square

    Syarat ∣tn∣≥δ|t_n|\geq\delta pada (d) tidak dapat diganti dengan tn≠0t_n\ne0. Barisan tn=1nt_n=\tfrac1n terbatas dan tidak pernah nol, tetapi 1/tn=n1/t_n=n tidak terbatas.

    Contoh 24.2.7

    (a) sn=3n2−n+5n2+1s_n=\dfrac{3n^2-n+5}{n^2+1}, n≥1n\geq1, terbatas. Untuk n≥1n\geq1, ∣3n2−n+5∣≤3n2+n+5≤3n2+n2+5n2=9n2|3n^2-n+5|\leq3n^2+n+5\leq3n^2+n^2+5n^2=9n^2 (ketaksamaan segitiga, lalu n≤n2n\leq n^2 dan 1≤n21\leq n^2). Juga n2+1>n2n^2+1>n^2. Jadi ∣sn∣<9|s_n|<9. Batas ini kasar, tetapi cukup.

    (b) sn=(−1)n(1+1n)s_n=(-1)^n\bigl(1+\tfrac1n\bigr), n≥1n\geq1, terbatas: ∣sn∣=1+1n≤2|s_n|=1+\tfrac1n\leq2. Barisan ini muncul lagi di Bab 30.

    (c) Barisan Babilonia (Contoh 24.1.8) terbatas. a1=1a_1=1. Untuk n≥2n\geq2, 2≤an≤a2=32\sqrt2\leq a_n\leq a_2=\tfrac32 (Latihan 24.1-7, yang memberi an≥2a_n\geq\sqrt2 dan barisan tak naik sejak n=2n=2). Jadi 1≤an≤321\leq a_n\leq\tfrac32 untuk semua nn.

    Membuktikan Ketakterbatasan

    Negasi "terbatas di atas", menurut aturan negasi kuantor (Bab 2):

    ∀U∈R ∃n≥m: sn>U.\forall U\in\mathbb{R}\ \exists n\geq m:\ s_n>U.

    Untuk membuktikan ketakterbatasan, setiap calon batas UU harus dikalahkan oleh suatu suku. Satu suku besar saja tidak cukup.

    Contoh 24.2.8

    (a) sn=ns_n=n tidak terbatas di atas. Untuk U∈RU\in\mathbb{R}, sifat Archimedes (Teorema 11.4.1) memberi n∈Nn\in\mathbb{N} dengan n>Un>U. Bila perlu, n+1≥1n+1\geq1 juga memenuhi. Barisan ini terbatas di bawah oleh 11.

    (b) sn=(−1)nns_n=(-1)^nn tidak terbatas di atas maupun di bawah. Suku genap s2k=2ks_{2k}=2k melampaui sebarang UU, dan suku ganjil s2k+1=−(2k+1)s_{2k+1}=-(2k+1) berada di bawah sebarang LL.

    (c) sn=2ns_n=2^n tidak terbatas di atas. Ketaksamaan Bernoulli (Teorema 10.3.1) memberi 2n=(1+1)n≥1+n>n2^n=(1+1)^n\geq1+n>n, lalu gunakan (a).

    (d) sn=ns_n=\sqrt n tidak terbatas di atas. Untuk U>0U>0, ambil n>U2n>U^2 dengan sifat Archimedes. Maka n>U\sqrt n>U. Seandainya n≤U\sqrt n\leq U, kuadrat yang naik pada bilangan taknegatif (Teorema 10.2.6) memberi n≤U2n\leq U^2, kontradiksi.

    Teorema 24.2.9 (Jumlah Harmonik Tidak Terbatas)

    Barisan Hn=∑k=1n1kH_n=\sum_{k=1}^n\tfrac1k, n≥1n\geq1, tidak terbatas di atas. Lebih tepatnya, H2j≥1+j2H_{2^j}\geq1+\tfrac j2 untuk setiap j∈Nj\in\mathbb{N}.

    Bukti. Induksi pada jj. Untuk j=0j=0, H1=1H_1=1. Untuk langkah,

    H2j+1=H2j+∑k=2j+12j+11k≥H2j+2j⋅12j+1=H2j+12,H_{2^{j+1}}=H_{2^j}+\sum_{k=2^j+1}^{2^{j+1}}\frac1k\geq H_{2^j}+2^j\cdot\frac1{2^{j+1}}=H_{2^j}+\frac12,

    karena jumlah itu terdiri atas 2j2^j suku, dan setiap suku ≥12j+1\geq\tfrac1{2^{j+1}}. Hipotesis induksi memberi H2j+1≥1+j+12H_{2^{j+1}}\geq1+\tfrac{j+1}2.

    Untuk U∈RU\in\mathbb{R}, pilih j∈Nj\in\mathbb{N} dengan j>2Uj>2U (Archimedes). Maka H2j≥1+j2>UH_{2^j}\geq1+\tfrac j2>U. □\square

    Pertambahan Hn+1−Hn=1n+1H_{n+1}-H_n=\tfrac1{n+1} semakin kecil, tetapi barisannya tetap tidak terbatas. Suku-suku yang bertambah dengan langkah mengecil tidak menjamin keterbatasan. Hasil ini akan menjadi contoh dasar deret divergen di Bagian VI.

    Keterbatasan dan Titik Akumulasi

    Bila barisan terbatas mempunyai himpunan nilai tak hingga, Teorema Bolzano–Weierstrass untuk himpunan (Teorema 14.3.2) memberi titik akumulasi himpunan nilainya. Bab 28 memakai fakta ini, bersama penanganan kasus himpunan nilai hingga, untuk membuktikan bahwa setiap barisan terbatas mempunyai subbarisan yang konvergen.

    Latihan

    Latihan 24.2-1. Tentukan apakah barisan berikut terbatas di atas atau di bawah, dan tentukan supremum serta infimumnya bila ada: (a) sn=(−1)nns_n=\tfrac{(-1)^n}n; (b) sn=n2−6ns_n=n^2-6n; (c) sn=2n+1n+3s_n=\tfrac{2n+1}{n+3}.

    Latihan 24.2-2. Buktikan bahwa sn=n2+32n2−1s_n=\dfrac{n^2+3}{2n^2-1}, n≥1n\geq1, terbatas, dengan memberikan MM eksplisit.

    Latihan 24.2-3. Tuliskan negasi lengkap dari "(sn)(s_n) terbatas" dalam bentuk kuantor, lalu buktikan bahwa sn=n⋅(1+(−1)n)s_n=n\cdot(1+(-1)^n) tidak terbatas.

    Latihan 24.2-4. Misalkan (sn)(s_n) terbatas di atas dan (tn)(t_n) terbatas di atas. Buktikan bahwa sup⁡n(sn+tn)≤sup⁡nsn+sup⁡ntn\sup_n(s_n+t_n)\leq\sup_ns_n+\sup_nt_n, dan beri contoh yang ketaksamaannya tegas.

    Latihan 24.2-5. Beri contoh barisan terbatas (sn)(s_n) dan (tn)(t_n) dengan tn≠0t_n\ne0 untuk semua nn, tetapi (sn/tn)(s_n/t_n) tidak terbatas. Mengapa ini tidak bertentangan dengan Proposisi 24.2.6(d)?

    Latihan 24.2-6. Buktikan bahwa sn=(1+1n)ns_n=\left(1+\tfrac1n\right)^n, n≥1n\geq1, terbatas di bawah oleh 22. (Batas atas dibahas di Unit 27.3.)

    Latihan 24.2-7. Barisan x1=1x_1=1, xn+1=2+xnx_{n+1}=\sqrt{2+x_n}. Buktikan dengan induksi bahwa 1≤xn<21\leq x_n<2 untuk semua n≥1n\geq1.

    Latihan 24.2-8. Misalkan (sn)n≥1(s_n)_{n\geq1} terbatas di atas dengan u=sup⁡nsnu=\sup_ns_n, dan uu bukan suku barisan. Buktikan bahwa untuk setiap ε>0\varepsilon>0 terdapat tak hingga banyak nn dengan sn>u−εs_n>u-\varepsilon.

    Solusi

    Solusi 24.2-1. (a) ∣sn∣≤1|s_n|\leq1, sehingga terbatas. Suku ganjil negatif, dengan s1=−1s_1=-1 terkecil, karena sn≥−1n≥−1s_n\geq-\tfrac1n\geq-1. Suku genap positif, dengan s2=12s_2=\tfrac12 terbesar, karena sn≤1n≤12s_n\leq\tfrac1n\leq\tfrac12 untuk n≥2n\geq2, dan s1<0s_1<0. Jadi inf⁡=min⁡=−1\inf=\min=-1 dan sup⁡=max⁡=12\sup=\max=\tfrac12.

    (b) sn=(n−3)2−9≥−9s_n=(n-3)^2-9\geq-9, dengan kesamaan di n=3n=3, sehingga inf⁡=min⁡=−9\inf=\min=-9. Barisan ini tidak terbatas di atas: sn≥(n−3)−9=n−12s_n\geq(n-3)-9=n-12 untuk n≥4n\geq4, karena k2≥kk^2\geq k untuk k=n−3≥1k=n-3\geq1; lalu gunakan sifat Archimedes.

    (c) sn=2−5n+3s_n=2-\tfrac5{n+3}. Barisan ini naik tegas, dengan inf⁡=min⁡=s1=34\inf=\min=s_1=\tfrac34. sup⁡=2\sup=2 tidak tercapai: 22 adalah batas atas, dan untuk ε>0\varepsilon>0 pilih nn dengan 5n+3<ε\tfrac5{n+3}<\varepsilon, misalnya n>5εn>\tfrac5\varepsilon (Archimedes). Gunakan Teorema 11.3.2. □\square

    Solusi 24.2-2. Untuk n≥1n\geq1: 2n2−1≥n2>02n^2-1\geq n^2>0, karena n2≥1n^2\geq1. Juga n2+3≤4n2n^2+3\leq4n^2. Jadi 0<sn≤4n2n2=40<s_n\leq\tfrac{4n^2}{n^2}=4, dan M=4M=4 memenuhi. □\square

    Solusi 24.2-3. "Tidak terbatas" berarti tidak terbatas di atas atau tidak terbatas di bawah: (∀U ∃n: sn>U)∨(∀L ∃n: sn<L)(\forall U\,\exists n:\ s_n>U)\lor(\forall L\,\exists n:\ s_n<L). Untuk sn=n(1+(−1)n)s_n=n(1+(-1)^n): s2k=4ks_{2k}=4k dan s2k+1=0s_{2k+1}=0. Untuk UU, Archimedes memberi k≥1k\geq1 dengan 4k>U4k>U. Jadi barisan ini tidak terbatas di atas, walaupun terbatas di bawah oleh 00. □\square

    Solusi 24.2-4. Untuk setiap nn, sn+tn≤sup⁡s+sup⁡ts_n+t_n\leq\sup s+\sup t, sehingga ruas kanan adalah batas atas, dan supremum tidak melebihi batas atas mana pun. Contoh tegas: sn=(−1)ns_n=(-1)^n dan tn=(−1)n+1t_n=(-1)^{n+1}. Maka sn+tn=0s_n+t_n=0, sehingga sup⁡(s+t)=0<1+1=2\sup(s+t)=0<1+1=2. □\square

    Solusi 24.2-5. sn=1s_n=1 dan tn=1nt_n=\tfrac1n: sn/tn=ns_n/t_n=n, yang tidak terbatas. Tidak ada δ>0\delta>0 dengan 1n≥δ\tfrac1n\geq\delta untuk semua nn, karena Korolari 11.4.3 memberi nn dengan 1n<δ\tfrac1n<\delta. Jadi hipotesis (d) tidak dipenuhi. □\square

    Solusi 24.2-6. Bernoulli (Teorema 10.3.1) dengan x=1n≥−1x=\tfrac1n\geq-1: (1+1n)n≥1+n⋅1n=2\bigl(1+\tfrac1n\bigr)^n\geq1+n\cdot\tfrac1n=2. □\square

    Solusi 24.2-7. Barisan ini terdefinisi, karena 2+xn>02+x_n>0 ketika xn≥1x_n\geq1. Basis: x1=1x_1=1. Langkah: bila 1≤xn<21\leq x_n<2, maka 3≤2+xn<43\leq2+x_n<4. Akar kuadrat naik tegas pada bilangan taknegatif: untuk 0≤a<b0\leq a<b, a≥b\sqrt a\geq\sqrt b akan memberi a≥ba\geq b menurut Teorema 10.2.6. Maka 1≤3≤xn+1<4=21\leq\sqrt3\leq x_{n+1}<\sqrt4=2. □\square

    Solusi 24.2-8. Andaikan hanya berhingga banyak nn, yaitu n1<⋯<nkn_1<\cdots<n_k, yang memenuhi sn>u−εs_n>u-\varepsilon. Teorema 11.3.2 memberi paling sedikit satu indeks seperti itu, sehingga k≥1k\geq1. Tetapkan v=max⁡{sn1,…,snk}v=\max\{s_{n_1},\ldots,s_{n_k}\}. Karena uu bukan suku, v<uv<u. Tetapkan ε′=min⁡(ε,u−v)>0\varepsilon'=\min(\varepsilon,u-v)>0. Ada nn dengan sn>u−ε′≥u−εs_n>u-\varepsilon'\geq u-\varepsilon, sehingga n=nin=n_i untuk suatu ii. Tetapi sni≤v=u−(u−v)≤u−ε′s_{n_i}\leq v=u-(u-v)\leq u-\varepsilon', kontradiksi. □\square

    Ringkasan

    Barisan terbatas di atas, di bawah, atau terbatas tepat ketika himpunan nilainya demikian. Keterbatasan setara dengan ∣sn∣≤M|s_n|\leq M untuk suatu MM, ditentukan oleh ekor barisan, dan dipertahankan oleh jumlah, kelipatan, hasil kali, serta pembagian oleh barisan yang menjauhi nol. Supremum dan infimum barisan dapat tercapai atau tidak; untuk sn=nn+1s_n=\tfrac n{n+1}, inf⁡=12\inf=\tfrac12 tercapai dan sup⁡=1\sup=1 tidak. Ketakterbatasan dibuktikan dengan mengalahkan setiap calon batas, seperti pada nn, 2n2^n, n\sqrt n, dan jumlah harmonik.

    Bab terdekat

    BerikutnyaKonvergensi Barisan (ε–N₀ Definition)

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 25.

    SebelumnyaBilangan Kardinal dan Aksioma Pilihan

    Urutan baca menurut rak: Matematika — Analisis dan Fondasi Rigor · Bab 23.